You are on page 1of 33

Panduan Keperawatan

untuk Manajemen Efek Samping


Pengobatan Tuberkulosis Resistan Obat

Cover Design – TBD/ICN and CITC


Versi revisi: 30 July 2018

This product was made possible through a collaboration of the International Council of Nurses (ICN) TB Project, the Curry International Tuberculosis Center (CITC) at the University of California,
San Francisco (UCSF), the Heartland National Tuberculosis Center, and the California Department of Public Health. The ICN TB Project is supported by a United Way Worldwide grant made
possible by the generosity of Lilly Foundation on behalf of the Lilly MDR-TB Partnership. The CITC/UCSF is funded through Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Cooperative
Agreement NU52PS910163-01-00. Heartland National Tuberculosis Center is through CDC Cooperative Agreement XXXXXXXXXXX. Design of this product was funded through [to add]. The
views expressed in written materials or publications do not necessarily reflect the official policies of the Department of Health and Human Services, nor does the mention of trade names,
commercial practices, or organizations imply endorsement by the U.S. Government.Permission is granted for non-profit educational use, duplication and distribution.

This product is available on-line at the following websites:


• [add websites where it will be posted]

2
Table of Contents

Singkatan……………………………………………………..………………………….. 2 Kerusakan Ginjal ……………………………………………………….…….…….…….… 18


Gagal Ginjal Akut
Pengantar ……………………………………………………..………………………… 3
Gangguan Keseimbangan Elektrolit
Saluran Pencernaan ……………………………………………….………………… 4
Endokrin ……………………………………………………………..…….…….…….…….… 20
Mual dan Muntah
Hipotiroidisme
Gastritis
Gangguan Pengaturan Kadar Gula Darah (disglikemia)
Diare
Jantung ………………………………………………………………….…….…….…….…… 22
Gangguan Hati (hepatotoksisitas)……………………………………………… 7
Hipersensitivitas ………………………………………………………….…….…….……. 23
Otot dan Tulang ………………………………………………………………………. 8
Ruam
Kelelahan………………………………………………………….………………………. 9 Reaksi Anafilaktik
Sistem Saraf ……………………………………………………………………………… 10 Hipersalivasi …………………………………………………….…….…….…….……. 25
Neuritis Optik atau Retinopati
Referensi …………………………………………………………...……………………… 26
Ototoksisitas dan Kerusakan Vestibular
Neuropati Perifer Lampiran A: Penilaian Sakit Cara PQRST …………………………………………… 27
Depresi Lampiran B: Kuesioner Kesehatan Pasien PHQ-9 (Skrining Depresi) ….. 28
Psikosis
Sakit Kepala Lampiran C: Evaluasi Neuropati Perifer ……………………………………………… 30
Kejang Lampiran D: Ceklis Monitor Efek Samping Pengobatan TB RO …………… 31
Kelainan Hematologi ………………………………………….…………………… 17
Anemia
Trombositopenia

1
Singkatan HIV Human immunodeficiency virus
Imp/Cln Imipenem/cilastatin
ABC Abacavir Inh Isoniazid
Am Amikacin INSTIs Integrase strand transfer inhibitors
Amx/Clv Amoxicillin/Clavulanate IV Intravenous
ARV Antiretroviral K Kalium
AZT Zidovudine Km Kanamycin
BAB Buang Air Besar LFT Liver function test/tes fungsi hati
BAK Buang Air Kecil Lfx Levofloxacin
Bdq Bedaquiline Lzd Linezolid
BMI Body mass index (Indeks Massa Tubuh) Mfx Moxifloxacin
BUN Blood urea nitrogen Mg Magnesium
Ca Kalsium Mpm Meropenem
Cm Kapreomicin NFV Nelfinavir
Cfz Clofazimine NRTIs Nucleoside reverse transcriptase inhibitors
CMV Cytomegalovirus OAINS Obat anti inflamasi non steroid
CPT Cotrimoxazole OAT Obat Anti Tuberkulosis
Cs Sikloserin NVP Nevirapine
d4T Stavudine PAS Para-aminosalicylic acid
ddI Didanosine PIs Protease inhibitors
Dlm Delamanid PQRST Pain Assessment tool (P: penyebab, Q: kualitas/kuantitas, R: lokasi,
DM Diabetes Mellitus S: keparahan, T: waktu)
EKG Electrocardiogram Pza Pyrazinamid
EFV Efavirenz Rif Rifampisin
Emb Ethambutol RPV Rilpivirine
Eto/Pto Ethionamide/ Prothionamide RTV Ritonavir
FQ Fluoroquinolone Sm Streptomycin
Gfx Gatifloxacin SQV dan SQV/r Saquinavir dan sequinavir/ritonavir
GI Gastrointestinal TDF Tenofovir
Hgb Hemoglobin TPV dan TPV/r Tipranavir dan tipranavir/ritonavir
HgbA1C Tes darah untuk mendiagnosa diabetes dan apakah diabetes TMP/SMX Trimethoprim/ sulfamethoxazole (Bactrim)
terkontrol; tes menunjukkan tingkat rata-rata gula darah selama 8- TSH Tiroid-stimulating hormone
12 minggu. Trd Terizidone

2
Pengantar tindakan keperawatan. Beberapa gejala (misalnya mual) dapat dikaitkan dengan
Pasien tuberkulosis resistan obat (TB RO) yang sedang dalam pengobatan berbagai penyebab, dapat merupakan gejala ringan atau sebagai sinyal adanya
menghadapi berbagai kendala terutama efek samping, seperti mual, gangguan situasi medis serius yang perlu ditangani segera. Mekanisme patofisiologi obat
pendengaran dan kelelahan yang berdampak pada kualitas hidup pasien, yang terkait dengan kelelahan dan hipersalivasi belum jelas dan gejala-gejala ini
kemampuan bekerja dan menjalankan kegiatan sehari-hari. Penelitian terbaru tidak digolongkan ke dalam jenis toksisitas yang telah disebutkan sebelumnya.
menunjukkan bahwa efek samping obat adalah faktor utama penyebab pasien Komentar atau tambahan penjelasan tersedia untuk setiap jenis toksisitas untuk
putus berobat. Laporan WHO (WHO Global TB Report) tahun 2016 menekankan menekankan informasi klinis yang dapat mendukung penanganan efek samping.
masalah yang masih terjadi terkait angka keberhasilan pengobatan TB RO yang Obat yang ditulis dengan cetak tebal adalah obat yang lebih mungkin
hanya 52% pada tahun 2013. menyebabkan efek samping. Alat bantu seperti formulir untuk penilaian nyeri,
penilaian depresi, dan evaluasi neuropati perifer dimasukkan sebagai lampiran
Seringkali, perawat adalah kontak pertama saat pasien mencari pengobatan dan dokumen.
berperan sebagai kader dalam tugasnya sebagai petugas kesehatan yang
memberi/mengawasi pengobatan harian pasien. Perawat juga seringkali menjadi Cara Menggunakan Petunjuk Ini
orang yang pertamakali mendengarkan keluhan efek samping obat dari pasien Pedoman ini adalah sumber daya praktis bagi perawat di bagian rawat inap,
dan oleh karena itu, dapat segera melakukan intervensi . Pedoman ini poliklinik, ataupun di tengah masyarakat dan dapat digunakan bersama dengan
dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan instrumen keperawatan untuk protokol lokal. Tidak semua pengkajian dan tindakan tersedia atau dapat
membantu perawat mengkaji dan bertindak dengan tepat untuk menangani efek dilakukan di tempat praktik perawat; pengguna pedoman sebaiknya merujuk
samping obat tuberkulosis. Pedoman ini didesain sebagai buku saku supaya pada protokol lokal jika tersedia untuk menentukan tindakan. Pedoman ini hanya
perawat dapat segera: mencakup penanganan efek samping obat dan tidak membahas penangananan
1. Mengidentifikasi gejala yang mungkin menunjukkan efek samping obat gejala dari penyakit TB sendiri ataupun hal-hal keperawatan lain yang penting
tuberkulosis atau obat anti retroviral; (misalnya kendala ketaatan pengobatan). Selain itu, pedoman ini tidak
2. Menilai keparahan efek samping obat maupun kemungkinan adanya dimaksudkan sebagai pengganti pelatihan dan bimbingan keperawatan bagi
penyebab lain; dan perawat TB RO.
3. Bertindak dengan tepat untuk meredakan ketidaknyamanan pasien,
mengurangi perkembangan efek samping obat, dan mendukung pasien Kami menganjurkan agar teman-teman perawat untuk tetap mengidentifikasi
untuk menyelesaikan pengobatan. adanya kesejangan baik dalam hal sumber daya maupun bahan pelatihan
sehingga kesenjangan yang ada dapat dijembatani. Bila ada pertanyaan, silahkan
Pedoman ini dikembangkan oleh perawat-perawat yang berpengalaman dalam menghubungi penulis.
pelayanan klinis dan managemen program layanan TB/TB RO di fasilitas dengan
dengan sumber daya yang besar maupun terbatas. Literatur keperawatan dan TB Ucapan Terima Kasih
RO ditinjau untuk menetapkan penilaian dan tindakan keperawatan yang optimal.
Pedoman ini diterbitkan berdasarkan umpan balik perawat di pelayanan pasien
TB RO dari 11 negara yang menguji instrumen keperawatan ini. [akan diisi]

Pengaturan Informasi
Informasi dalam pedoman ini digolongkan berdasarkan jenis toksisitas utama,
gejala terkait toksisitas, kemungkinan obat penyebab, serta pengkajian dan
3
SALURAN PENCERNAAN/Mual dan Muntah
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Mual dan/atau OAT TB RO: Amati tanda dan gejala: Laporkan untuk pemeriksaan medis segera bila Mual dan muntah dapat juga
muntah Eto/Pto, PAS, • Hepatitis (kelelahan, nyeri perut, mata pasien menunjukkan tanda-tanda hepatitis, terjadi pada keadaan:
Bdq, Inh, Emb, dan kulit berwarna kekuningan – ikterik) pendarahan lambung, atau dehidrasi. • Infeksi akut virus
Pza, Amx/Clv, • Pendarahan lambung (muntah dengan Edukasi pasien: • Hepatitis
Cfz, Dlm, Lzd, darah merah atau kecokelatan • Mual dan muntah umumnya terjadi di awal • Gastritis atau tukak
Cs/Trd menyerupai warna bubuk kopi, nyeri pengobatan dan akan berkurang setelah itu. lambung
perut, pusing) • Pankreatitis
• Metode dukungan nutrisi (misalnya hidrasi yang
• Dehidrasi (kulit kering/bila dicubit lambat cukup, makan dalam porsi kecil tetapi sering, • Penyakit kandung
ARV: kembali, mata cekung, penurunan hindari makanan yang dapat meningkatkan asam empedu
RTV, d4T, NVP, produksi urin, kebingungan) lambung; minuman jahe atau mengisap permen • Penyakit saluran
dan hampir Tanyakan pasien: dapat membantu) empedu
semua obat • Apa saja obat yang diminum? • Teknik relaksasi atau cara meningkatkan • Intoleran laktosa
• Kapan mulai merasa mual/muntah? kenyamanan bagi pasien • Gagal ginjal akut
• Berapa sering mengalami gejala • Sindrom putus alkohol
mual/muntah dan berapa lama Bila mual dan muntah sangat mengganggu
• Gastroparesis diabetik
dirasakan? pasien, kolaborasikan dengan dokter mengenai :
• Kehamilan
• Apa yang membuat gejala berkurang atau • Penggunaan obat anti-emetik 30 min. sebelum obat
• Obstruksi usus
bertambah parah? TB-RO
• TB sistem saraf pusat
• Bagaimana selera makan anda? • Pemberian dosis bertahap (ramping dose) untuk OAT
• Faktor psikologis
yang diduga menyebabkan keluhan pasien (Eto/Pto,
• Sempat makan/minum apa saja hari ini? (misalnya kecemasan)
PAS)
• Jika muntah, paparkan warna dan
• Pengaturan waktu pemberian obat yang diduga Pasien penderita DM dapat
konsistensi cairan yang keluar saat
menyebabkan keluhan pasien (dosis terbagi yang lebih dibantu obat yang
muntah
lebih besar diberikan sebelum tidur atau waktu lain) meningkatkan motilitas
Jika muntah berat, periksa: • Penggunaan obat anti-cemas (anti ansietas) untuk seperti metroclopramide.
• Tanda-tanda vital elektrolit darah, dan mengatasi kegelisahan yang mungkin menyebabkan CATATAN: Jika pasien minum
kreatinin keluhan mual/muntah
• Jika demam, rujuk untuk pemeriksaan medis Bdq atau Dlm, hindari
• Apakah perlu penambahan cairan lewat oral atau IV ondansentron karena ada
jika pasien kekurangan cairan (dehidrasi) resiko memperpanjang
• Apakah perlu penambahan elektrolit interval QT.

4
SALURAN PENCERNAAN /Gastritis
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Satu atau lebih gejala OAT TB RO: Amati tanda dan gejala : Laporkan untuk pemeriksaan medis segera jika Gejala-gejala tersebut sering
di bawah ini: PAS, Eto/ Pto, • Hepatitis (kelelahan, nyeri perut, mata dan ada tanda hepatitis atau pendarahan lambung lebih parah pada waktu pagi
Nyeri atau Cfz, FQs (Lfx, kulit berwarna kekuningan) (darah di muntah atau feses). atau sebelum makan. Pasien
sensasi/rasa terbakar Mfx), Inh, Emb, • Pendarahan lambung (darah di muntah yang minum obat OAINS atau
atau feses) Edukasi pasien: minum banyak alkohol
di daerah lambung Pza
• Gastritis adalah efek samping yang umum pada memiliki resiko yang lebih
atau esofagus, rasa Tanyakan pasien:
pengobatan TB RO dan dapat diobati tinggi.
asam di mulut, • Apa saja obat yang diminum?
kembung ARV: • Anjurkan makan dalam porsi kecil dan sering.
• Kapan gejala mulai timbul? Nyeri lambung adalah efek
Hindari makanan dan minuman yang
Hampir semua • Berapa lama gejala terasa? meningkatkan produksi asam lambung / samping yang umum dari
ARV • Apa yang membuat gejala berkurang atau mengiritasi lambung ARV.
bertambah parah? • Teknis relaksasi dan distraksi Nyeri lambung dapat
• Bagaimana selera makan anda? diakibatkan oleh pankreatitis,
• Sempat makan/minum apa saja hari ini? Jika gastritis mengganggu pasien, kolaborasi asidosis laktat, infeksi H.
Periksa untuk tanda-tanda gastritis (nyeri di dengan dokter mengenai: pylori, dan tukak lambung
epigastrium, rasa asam di mulut, distensi • Penggunaan obat adjuvant/tambahan (H2-
blocker atau proton-pump inhibitor) Cfz seringkali dihubungkan
abdomen atau kembung)
• Pengurangan atau penghentian penggunaan dengan nyeri akut abdomen
OAINS yang hebat, sehingga
pemberian Cfz harus
• Penggunaan antasid; Catatan: Antasid diminum
dihentikan. Pada pasien yang
2 jam sebelum atau sesudah minum obat TB
diberikan pengobatan jangka
pendek, jika terjadi efek
samping ini maka pasien
tidak dapat lagi melanjutkan
pengobatan jangka pendek
dan diubah paduan
pengobatannya.

5
SALURAN PENCERNAAN /Diare
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Sering buang air OAT TB RO: Amati tanda dan gejala : Laporkan untuk pemeriksaan medis segera jika Diare terkait PAS biasanya
besar dan/atau PAS, Eto/Pto, • Dehidrasi (kulit kering, turgor kulit pasien kelihatan dehidrasi. berkurang setelah beberapa
diare; dapat FQs (Lfx, Mfx), menurun, mata cekung, penurunan minggu pengobatan.
Edukasi pasien:
disertai dengan Lzd, Amx/Clv produksi urin, kebingungan, kelelahan
• Diare sangat umum di awal pengobatan TB RO dan Diare terkait Lzd mungkin
nyeri perut dan rasa lemas hebat)
akan berkurang setelah beberapa minggu. berhenti jika dosis diturunkan.
Tanyakan pasien: • Minum lebih banyak
ARV: • Kapan gejala mulai? • Hindari makanan yang berserat tinggi dan Demam atau buang air besar
Semua PIs, ddI • Berapa sering buang air besar? berminyak. berdarah adalah tanda bahwa
(formulasi • Apa yang membuat gejala berkurang atau • Konsumsi produk probiotik (mengandung diare mungkin bukan
buffered) bertambah parah? Lactobacillus) atau makanan seperti yogurt disebabkan oleh OAT TB RO
• Bagaimana bentuk feses? (diberikan 2 jam sebelum/sesudah minum FQ) atau ARV.
• Apakah feses mengandung darah atau dapat membantu karena menggantikan flora
normal usus Diare dapat disebabkan oleh:
lendir? (jika ya, langsung rujuk pasien untuk • Penyakit peradangan usus
diperiksa) Jika diare mengganggu pasien, kolaborasi dengan (inflammatory bowel
Periksa: dokter mengenai : disease)
• Tanda-tanda vital – bila demam, rujuk • Penggunaan obat anti-emetik (loperamide) • Infeksi bakeri atau parasit
pasien • Pemberian dosis bertahap (ramping dose)untuk • Clostridium difficile
OAT yang diduga menyebabkan keluhan (PAS) (pseudomembranous
• Penurunan dosis obat yang dicurigai sebagai colitis)
penyebab diare jika tidak mengubah regimen • Intoleransi laktosa

6
GANGGUAN HATI (HEPATOTOKSISITAS)
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Mual, muntah OAT TB RO: Lakukan pengamatan dan ajukan Laporkan untuk pemeriksaan medis segera jika Nyeri perut mungkin
DITAMBAH nyeri Inh, Rif, Pza, pertanyaan yang sama dengan penilaian pasien menunjukkan semua gejala tersebut merupakan gejala awal dari
perut, kelelahan Eto/Pto, Bdq, gejala mual dan muntah (halaman 1), dan/atau enzim hati > 5 kali lipat dari batas atas efek samping berat dari
dan hilang nafsu PAS. DITAMBAH: normal. kondisi seperti pankreatitis,
makan. Gejala Jarang Emb • Amati tanda-tanda ikterik (kuning di kulit dan • Hentikan semua obat TB RO dan obat yang hepatitis atau asidosis
stadium lanjut dan Mfx bagian putih mata) hepatotoksik laktat.
dapat termasuk: • Gunakan penilaian nyeri PQRST bila pasien • Kaji dan tangani kemungkinan penyebab lainnya
demam, ruam dan ARV: punya keluhan nyeri (lihat Lampiran A) Ko-infeksi dengan HIV dapat
Edukasi pasien:
ikterik (di mata dan meningkatkan resiko
NVP, EFV, PIs Tanyakan pasien: • Cara-cara mengurangi rasa nyeri
kulit) hepatitis.
(TPV/r> lain- • Apakah anda menggunakan alkohol? Jika ya, • Membatasi aktivitas untuk menghemat energi
lain) hampir berapa banyak, berapa sering, dan kapan • Makan dalam porsi kecil dan lebih sering agar Obat-obatan lain yang juga
semua obat terakhir kali minum alkohol? metabolisme energi optimal mungkin menyebabkan efek
NRTI (d4T, • Hindari alkohol
Periksa: samping tersebut (misalnya
ddI, AZT)
• Tes fungsi hati, bilirubin total, albumin Kolaborasikan dengan dokter mengenai: TPM/SMX, ibuprofen,
serum, dan elektrolit terbaru • Pemberian rehidrasi oral atau lewat IV jika acetaminophen).
• Panel pemeriksaan hepatitis pasien menunjukkan tanda dehidrasi
• Warna urin dan tinja • Konsultasi gizi Pertimbangkan kemungkinan
• Status gizi pasien (berat badan dan BMI) • Pemeriksaan tes darah (tes fungsi hati, biliruin hepatitis viral (hepatitis A, B,
dan asupan gizi total, albumin, paket Hepatitis) C, dan Cytomegalovirus).
• Perencanaan pengulangan pemberian OAT atau
penghentian obat penyebab efek samping EFV, NVP dan TPV/r tidak
dianjurkan untuk pasien HIV
yang menderita gangguan
hati.

7
OTOT DAN TULANG (MUSKULOSKELETAL)
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Nyeri otot atau OAT TB RO: Amati tanda dan gejala : radang akut Laporkan untuk pemeriksaan medis lebih Protease inhibitor dapat
nyeri sendi Pza, FQs (Lfx, pada otot atau sendi yang nyeri lanjut bila: mengakibatkan nyeri sendi, dan
Mfx), Eto/Pto, • Radang akut, eritema, dan ada daerah dilaporkan terkait dengan penyakit
Tanyakan pasien: yang terasa hangat untuk menilai apakah rematologi yang lebih parah.
Bdq
• Apakah anda minum obat untuk ada infeksi atau peradangan
mengatasi rasa nyeri di otot atau Ruptur tendon yang disebabkan FQ
• TSH, elektrolit atau asam urat abnormal jarang terjadi; pasien lansia atau
sendi?
ARV: Edukasi pasien: dengan komorbid diabetes dapat
Indinavir, PIs • Ada riwayat nyeri otot atau sendi? beresiko lebih tinggi.
• Pegal dan nyeri di otot/sendi umumnya terjadi
lainnya • Gunakan panduan PQRST (Lampiran pada minggu-minggu pertama pengobatan Gangguan keseimbangan elektrolit
A) dan akan mereda dikaitkan dengan penggunaan
• Hindari olah raga berat jika ada pegal di aminoglikosida dan Cm yang dapat
Periksa:
tendon Achilles’ pula mengakibatkan nyeri otot dan
• TSH, elektrolit darah dan asam urat
• Gerak badan dan olah raga semampunya keram.
dapat membantu mengurangi rasa sakit
• Pengaturan diet rendah purin jika nyeri Hipotiroidisme dapat jadi salah satu
disebabkan peningkatan asam urat (misal: faktor penyebab.
hindari produk daging yang mengandung Pza mungkin perlu dihentikan agar
kadar purin yang tinggi seperti hati dan ginjal, gout (radang sendi) akut yang
kurangi asupan daging merah, unggas dan disebabkan obat ini dapat reda.
ikan)
Jika pasien merasa pegal dan nyeri di
otot/sendi yang mengganggu, kolaborasikan
dengan dokter:
• Penggunaan obat anti-nyeri (OAINS)

8
KELELAHAN
KEMUNGKIN
GEJALA AN OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Rasa lelah/letih atau OAT TB RO: Amati tanda dan gejala kelelahan Laporkan untuk pemeriksaan medis jika ada Kelelahan adalah gejala yang
kurang bertenaga Obat lainnya misalnya penurunan kemampuan untuk bukti faktor penyebab yang spesifik, termasuk mengganggu, namun jarang
melakukan aktivitas dan fungsi sehari- rasa nyeri, stress, anemia, ketidakseimbangan dilaporkan dan ditindaklanjuti.
hari. elektrolit atau hipotiroidisme.
Kelelahan biasanya terjadi
Tanyakan pasien: Edukasi pasien: bersamaan dengan gejala lain
• Kapan anda mulai merasakan • Pantau tingkat kelelahan dan gunakan seperti nyeri, stress, mual, dan
kelelahan? strategi untuk menghemat tenaga gangguan tidur.
• Bagaimana pola dan durasi kelelahan • Pertimbangkan aktivitas fisik sesuai
Kelelahan mungkin terkait penyakit
yang anda rasakan setiap hari? kemampuan
TB, efek samping obat, atau
• Apa yang dapat mengurangi atau • Pemenuhan kebutuhan gizi yang baik komorbid.
memperberat kelelahan? • Pentingnya tidur cukup
• Makanan dan minuman apa saja yang
Anda konsumsi hari ini? Kolaborasi dengan dokter mengenai:
• Bagaimana pola tidur anda? • Tatalaksana penyebab kelelahan
• Apakah Anda merasa tidur Anda • Pemberian obat-obatan pada sore atau
cukup? malam hari untuk mengurangi dampak
kelelahan
Periksa:
• Penyebab dasar kelelahan, termasuk
anemia, gangguan tidur, gangguan
keseimbangan gizi atau elektrolit,
hipotiroidisme dan asidosis laktat

9
SISTEM SARAF/ Neuritis Optik atau Retinopati
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Perubahan penglihatan OAT TB RO: Amati tanda dan gejala Laporkan untuk pemeriksaan medis jika ada Pemeriksaan visus (tajam penglihatan
(warna dan tajam Emb, Lzd, perubahan penglihatan akut. perubahan penglihatan akut atau pasien merasa dan warna) pada baseline + monitoring
penglihatan) Eto/Pto, Cfz nyeri di mata. bulanan harus dilakukan bila pasien
Tanyakan pasien:
dan Inh minum Emb harian.
• Apakah ada perubahan atau Edukasi pasien (dan keluarga):
(jarang) masalah dengan daya • Waspada adanya perubahan ketajaman Retinopati mungkin terjadi jika pasien
penglihatan? penglihatan atau nyeri di mata. minum Cfz, jadi perlu hentikan
• Jika ya, tolong jelaskan apa yang • Pentingnya menciptakan lingkungan yang aman pemberian obat ini.
ARV: berubah. untuk pasien dengan gangguan penglihatan
ddI • Apakah anda merasa nyeri di • Hindari olah raga berat sebelum gejala diperiksa Neuritis optik yang disebabkan oleh Lzd
mata? • Pentingnya kontrol gula darah jika pasien biasanya sembuh sesudah obat itu
menderita diabetes dihentikan. Dapat coba kurangi dosis ke
Periksa:
300 mg per hari atau 600 mg setiap dua
• Tajam penglihatan, lapang Kolaborasikan dengan dokter mengenai:
hari bila tidak ada obat pengganti.
pandang dan penglihatan • Rujukan ke dokter spesialis mata
warna • Penggantian obat-obat yang diduga Pasien diabetik perlu pengontrolan gula
• Gula darah dan HbA1c menyebabkan keluhan darah.
• Kreatinin klirens • Perubahan dosis Etambutol dari setiap hari ke
tiga kali seminggu jika kreatinin klirens< 50
mL/min.

10
SISTEM SARAF/ Ototoksisitas dan Kerusakan Vestibular
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Kombinasi dari gejala- OAT TB RO: Amati tanda dan gejala: Laporkan untuk pemeriksaan medis jika Penurunan pendengaran dan gangguan
gejala berikut: Am, Km, Sm, • Susah mempertahankan pendengaran dan keseimbangan pasien keseimbangan (vestibular) umumnya
Hilang pendengaran, Cm keseimbangan atau berjalan terganggu. tidak dapat pulih walaupun obat
tinnitus (bunyi terhuyung-huyung dihentikan. Periksa dan catat daya
berdenging di telinga), • Hilang daya pendengaran Edukasi pasien: pendengaran dan keseimbangan pada
pusing/gamang, hilang ARV: • Tes pendengaran untuk menilai gangguan baseline dan setiap bulan untuk pasien
keseimbangan, gaya TDF (Jarang) Tanyakan pasien: pendengaran (umumnya diawali dengan yang diinjeksi Am, Km, Cm atau Sm.
berjalan abnormal • Bagaimana daya pendengaran hilangnya daya pendengaran frekuensi tinggi
anda? terlebih dahulu) Penurunan pendengaran umumnya
• Apa ada bunyi berdenging • Melaporkan perubahan pendengaran atau diawali dengan hilangnya daya
atau merasa mampet di keseimbangan pendengaran frekuensi tinggi dan hanya
telinga? Jika ya, hanya satu • Hindari perubahan posisi dengan tiba-tiba dapat dideteksi lewat pemeriksaan
sisi atau dua-duanya? atau aktivitas yang memperberat gejala audiometri.. Penurunan pendengaran
• Apakah anda merasa yang bertambah berat akan
gamang/pusing, lemah, atau Jika pasien mengeluhkan penurunan mempengaruhi komunikasisehari-hari.
tidak stabil? pendengaran, gangguankeseimbangan , Penurunan pendengaran dapat berlanjut
tinnitus, atau pusing, kolaborasikan dengan meskipun obat injeksi sudah dihentikan.
Periksa baseline dan tiap bulan: dokter mengenai :
• Pendengaran dengan • Jadwal injeksi (apakah dapat dikurangi jadi 2- Penyebab gamang/pusing lainnya
audiogram (bila tersedia) 3 kali seminggu?) termasuk Cs/ Trd, FQs, Eto/ Pto, Inh atau
• Keseimbangan (berdiri dan • Penghentian obat suntikan Lzd. Pelacakan obat penyebab dapat
berjalan) dibantu bila semua OAT TB RO
dihentikan.

Pemberian furosemide bersama dengan


OAT TB RO dapat memperburuk efek
ototoksisitas (terutama jika ada gangguan
ginjal).

11
SISTEM SARAF/Neuropati Perifer
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Rasa kesemutan, OAT TB RO: Amati tanda dan gejala neuropati (perubahan Laporkan untuk pemeriksaan medis lanjut Neuropati cenderung terjadi pada
tertusuk, terbakar Lzd, Inh, Cs/ sensibilitas di daerah kaki). bila pasien melaporkan gejala-gejala ini. pasien dengan HIV, diabetes,
atau mati rasa di Trd, Sm, Am, alkoholisme, hipotiroidisme, kurang
Tanyakan pasien: Edukasi pasien:
jari kaki, telapak Km, Cm, FQs gizi dan/atau wanita hamil.
• Kapan anda mulai merasakan gejala tersebut? • Pentingnya makan bergizi
kaki, jari tangan. (Lfx, Mfx), • Apakah gejala tersebut dirasakan sebelum atau • Strategi mengontrol gula darah jika diabetik Penggunaan d4T atau ddl
Gejala dapat jarang Eto/Pto, setelah memulai pengobatan TB RO? • Menghindari konsumsi alkohol bersamaan dengan Cs, Trd atau Lzd
bertambah parah Emb • Apakah anda merokok atau mengkonsumsi (detoksifikasi/masuk rehabilitasi jika perlu) dan menaikkan resiko terjadinya
hingga pasien
minuman beralkohol? merokok karena memperburuk neuropati neuropati perifer.
merasa lemah dan
susah berjalan • Apakah anda pernah dites untuk atau • Pentingnya melaporkan gejala mati rasa,
ARV: menderita DM? HIV? Hipotiroid? kesemutan, atau nyeri di tangan dan kaki Pasien yang minum Inh, Lzd, Cs
(terhuyung-
d4T, ddI • [Jika pasien wanita] Kapan siklus haid terakhir? atau Trd sebaiknya diberi piridoxin
huyung). Jika pasien merasa terganggu oleh keluhan
(vitamin B6).
Periksa: neuropati perifer, kolaborasikan dengan
• HbA1c dokter mengenai: Ada laporan terjadinya neuropati
• TSH • Pemberian vitamin atau suplemen terkait pirodxin jika dosis > 100 mg
• Tes kehamilan jika pasien wanita usia subur • Pengurangan dosis atau penghentian obat per hari.
• Pemeriksaan fisik: tes sensitifitas pada penyebab efek samping
daerah kaki dan tangan serta tes refleks • Pemberian terapi sulih/pengganti hormon
(Lampiran C) tiroid
• Pemberian intervensi medis lain yang
dapat membantu pasien (misalnya
gabapentine atau anti-depresan tri-cyclic)

12
SISTEM SARAF/Depresi
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Kombinasi gejala- OAT TB RO: Amati tanda dan gejala, dan segera rujuk bila Laporkan untuk pemeriksaan medis segera jika Pasien yang diobati dengan Cs, Trd
gejala berikut: pasien menunjukkan tanda depresi akut atau pasien menunjukkan tanda depresi akut atau atau EFV dapat mengalami depresi
Cs/Trd, FQs melaporkan kecenderungan pikiran menyakiti berat dan oleh karena itu harus
Perubahan mood, (Lfx, Mfx), Inh, berpikir untuk bunuh diri (suicidal ideation).
diri sendiri. Pastikan keselamatan pasien: pasien tidak diperiksa di awal pengobatan dan
gampang Eto/Pto dipantau tiap bulan.
tersinggung, susah Tanyakan pasien (dan keluarga): boleh ditinggal sendiri jika ada keinginan bunuh
• Kapan anda mulai merasakan gejala-gejala diri. Situasi depresi sementara umumnya
berkonsentrasi, terjadi pada pasien yang mengalami
tersebut?
merasa putus asa, Edukasi pasien (dan keluarga): kendala sewaktu dalam pengobatan
ARV: • Apakah yang telah anda lakukan untuk
dan/atau • Awasi kemungkinan efek samping pada TB RO.
mengatasi gejala atau situasi tersebut?
gangguan tidur, EFV, RPV, mood dan laporkan ke perawat dan dokter FQs dapat menyebabkan susah tidur
• Apakah anda mengkonsumsi minuman
keinginan bunuh semua INSTI jika ada perubahan mood, perilaku, atau (imsomnia) pada beberapa pasien.
beralkohol, napza, atau obat herbal?
diri tanda-tanda bahwa pasien berpikir untuk Pasien yang kulitnya berubah warna
• Apakah anda pernah berpikir untuk menyakiti
mengakhiri hidup karena minum Cfz juga menderita
diri sendiri atau merasa lebih baik jika anda
• Hindari minuman beralkohol sewaktu depresi reaktif (reactive depression).
tidak lagi hidup?
dalam pengobatan TB RO Pasien dengan hipotiroidisme yang
• Apakah ada faktor pencetus stress psikososial
(detoksifikasi/masuk rehabilitasi bila perlu) tidak diobati dapat mengalami
lainnya?
• Pentingnya pemberian dukungan positif depresi.
Periksa tanda-tanda depresi: kepada pasien Pasien yang minum Lzd sebaiknya
• Gunakan alat skrining depresi (dilakukan saat • Pentingnya teknik relaksasi mengqhindari penggunaan obat anti
pemeriksaan baseline dan tiap bulan jika • Tekankan bahwa depresi tidak permanen depresan tricyclic dan selective
pasien minum Cs atau Trd) serotonin reuptake inhibitor karena
• Jika pasien menyatakan niat untuk mengakhiri Jika pasien menunjukkan tanda-tanda depresi, ada resiko sindrom serotonin.
hidup, tanyakan langsung apakah dia ada kolaborasikan dengan dokter mengenai:
Alat skrining depresi PHQ-9
rencana/riwayat percobaan bunuh diri • Penanganan stress psikososial atau terdapat dalam LampiranB dan
• Nilai keseriusan rencana bunuh diri tersebut ketergantungan narkoba bila ada tersedia dalam berbagai bahasa
dan perlunya pengawasan segera • Pemberian terapi anti-depresi pada:
• Pemberian terapi sulih/pengganti hormon http://www.multiculturalmentalhealth.ca
Catatan: menanyakan kepada pasien tentang /clinical-tools/assessment/
keinginan bunuh diri jarang mencetuskan tiroid
percobaan bunuh diri. Umumnya, pasien akan • Pengurangan dosis Cs, Trd atau Eto
merasa lega setelah membicarakan hal tersebut. • Pemeriksaan psikiatris atau konseling
Cek:
• TSH
• Kadar Cs/Trd serum jika tersedia
*Tanda-tanda meliputi: pasien merasa menjadi beban bagi orang lain, merasa putus asa atau tidak memiliki harapan untuk hidup
13
SISTEM SARAF/Psikosis
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Dua atau lebih OAT TB RO: Amati tanda dan gejala psikosis. Laporkan untuk pemeriksaan medis segera EFV memiliki banyak efek samping ke
gabungan dari gejala- Cs/Trd, FQs jika pasien menunjukkan tanda psikosis. sistem saraf pusat, umumnya terjadi di
gejala berikut: Tanyakan pasien (dan keluarga): • Hentikan obat yang diduga menimbulkan 2-3 minggu pertama, lalu mereda. Bila
(Lfx, Mfx), Inh,
• Bagaimana pola tidur anda? Apakah ada gejala-gejala psikosis sampai kondisi pasien terus-menerus terjadi, pertimbangkan
Mimpi buruk; susah Eto/Pto
insomnia? terkontrol (kemungkinan besar Cs) penggantian obat itu.
tidur (insomnia),
gelisah, waham, • Apakah ada perubahan perilaku? Bila ya, • Jika ada halusinasi atau waham pastikan
jelaskan. keamanan; tidak perlu menantang waham, Pasien dengan gangguan fungsi ginjal
halusinasi, ARV:
• Apakah anda minum alkohol? (Bila ya, tapi perlu tenangkan pasien serta ingatkan dapat mengalami peningkatan serum
perubahan suasana EFV
jelaskan penggunaan) realitas Cs di dalam darah.
hati drastis,
perilaku atau • Apakah anda minum obat lainnya (apa
Data mengenai penggunaan EFV
pemikiran psikotik jadwalnya) atau menggunakan narkoba? Edukasi pasien (dan keluarga):
• Amati dan laporkan perubahan mood dan bersamaan dengan Cs masih terbatas;
• Apakah anda mendengar suara atau
tingkah laku pasien sementara ini pemberian kedua obat
melihat sesuatu yang tidak dilihat orang
tersebut dibolehkan jika pasien
lain • Melakukan grounding technique, misalnya
dimonitor ketat terhadap gejala
— Jika ya, apa yang anda lihat? dengan menghitung langkah sewaktu
gangguan sistem saraf pusat.
— Suara-suara berbicara tentang apa? berjalan, menamakan barang atau warna
• Apakah pasien melaporkan adanya di kamar TMP/SMX juga dilaporkan sebagai
perintah untuk menyakiti diri sendiri atau • Ingatkan bahwa gejala psikosis yang penyebab psikosis.
orang lain? disebabkan OAT hanya bersifat sementara
Kadang-kadang pasien menderita susah
Periksa: Kolaborasikan dengan dokter mengenai: tidur tanpa gejala psikosis lain. Bila
• Perilaku impulsif yang ditunjukan • Evaluasi psikiatrik dan rawat inap jika pasien demikian, merubah waktu pemberian
• Perilaku yang menunjukan pasien belum dirawat inap di rumah sakit obat penyebab (FQ) menjadi pagi hari
mengalami halusinasi • Pemberian terapi anti-psikotik dapat mengurangi insomnia.
• Kreatinin serum dan TSH • Pemberian terapi sulih/pengganti hormon
• Kadar Cs serum jika tersedia tiroid
• Pemberian dosis pyridoxin (Vit B6)

14
SISTEM SARAF/Sakit Kepala
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Sakit kepala OAT TB RO: Amati tanda dan gejala sakit kepala yang Laporkan untuk pemeriksaan lebih lanjut jika Resiko sakit kepala dapat
Cs, Bdq, Inh parah atau terus-menerus. pasien merasa sakit kepala yang berat atau terus- diminimalisir dengan memulai
menerus. pemberian Cs dengan dosis
Tanyakan pasien: rendah, kemudian dinaikkan
• Kapan mulai merasa sakit kepala? Edukasi pasien:
ARV: perlahan-lahan ke dosis target
• Kapan biasanya sakit kepala dialami • Sakit kepala umumnya diderita pada beberapa
selama 1-2 minggu dan
AZT, EFV (pagi/sore)? bulan pertama pengobatan, tapi akan mereda.
ditambah B6 (50mg B6 untuk
• Apa yang sedang anda lakukan sebelum • Pentingnya menjaga hidrasi/minum air cukup
setiap 250mg Cs).
terjadinya sakit kepala? • Lakukan teknik-teknik relaksasi
• Anjurkan untuk mengurangi aktivitas jika sakit Sakit kepala yang disebabkan
• Umumnya berapa lama sakit kepala yang
kepala berat oleh AZT, EFV dan Cs/Trd
anda rasakan?
• Anjurkan melakukan tehnik distraksi umumnya akan sembuh sendiri.
• Apakah ada penyebab yang membuat
sakit kepala mereda atau bertambah Jika terjadi terus-menerus atau
Bila sakit kepala mengganggu pasien,
parah? semakin berat, singkirkan
kolaborasikan dengan dokter mengenai:
penyebab lain, seperti
Periksa: • Pemberian obat anti-nyeri (analgesic)
meningitis bakterial, meningitis
• Tanda-tanda vital termasuk tekanan • Penambahan pyridoxine (vit. B6) bila pasien cryptococcal, toksoplasmosis
darah minum Cs or Trd sistem saraf pusat, TB sistem
• Nilai PQRST (Lampiran A) • Pemberian obat jika pasien mengalami saraf pusat, dll.
tekanan darah tinggi

15
SISTEM SARAF/ Kejang
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Gerakan tonik- OAT TB RO: Amati tanda dan gejala kejang. Laporkan untuk pemeriksaan medis segera Pada pasien dengan riwayat kejang,
klonik, kejang, atau Cs/Trd, Inh, FQs jika pasien menunjukkan tanda-tanda kejang. risiko mengalami kejang dapat lebih
Tanyakan pasien (dan keluarga): tinggi selama pengobatan TB RO.
perubahan status • Tunda pemberian Cs/Trd, Inh, dan FQs jika
• Kapan terjadinya kejang? Hindari penggunaan Cs or Trd untuk
mental pasien masih menderita kejang
• Apa ada gejala khusus atau aura sebelum pasien kejang jika memungkinkan.
• Evaluasi kemungkinan penyebab kejang
kejang?
Kejang dapat disebabkan oleh:
• Berapa lama pasien mengalami kejang? Edukasi pasien (dan keluarga): • OAT (khususnya pada overdosis Inh
• Apakah pasien pingsan/tidak sadar? • Amati dan laporkan segala tanda-tanda yang dapat mengancam nyawa
Periksa: kejang pasien)
• Elektrolit serum termasuk kalium, natrium, • infeksi
Kolaborasikan dengan dokter mengenai: • hipoglikemia
bikarbonat, kalsium, magnesium dan
• Peningkatan dosis vit. B6 sampai • ketidaseimbangan elektrolit
klorida
maksimum 200 mg per hari • hipoksia
• Kreatinin
• Penggantian elektrolit bila serum • sindrom putus alkohol
elektrolit terganggu • obat lain
• Pengaturan dosis Cs untuk mengurangi • uremia
kejang, bila terdapat penurunan fungsi • gangguan ginjal
ginjal. • gangguan hati
Obat anti kejang (anticonvulsants)
umumnya terus diberikan kepada
pasien sampai akhir pengobatan TB RO
atau sampai obat penyebab kejang
dihentikan.

16
HEMATOLOGI/ Anemia
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Letih, sesak OAT TB RO: Amati tanda dan gejala kelelahan, sesak napas Laporkan untuk pemeriksaan medis segera jika Hgb Pasien TB RO sering
napas,wajah Lzd, Rif, Rfb, Inh sewaktu melakukan aktifitas, batuk darah kurang dari 8 gm/dL atau ada pendarahan berat. menderita komorbid dan
tampak pucat (hemoptysis), perubahan warna wajah, termasuk penyebab anemia seperti
Edukasi pasien:
ARV: konjunktiva yang pucat. penyakit kronis, kekurangan
• Makan dengan tingkat nutrisi seimbang
AZT Tanyakan pasien: zat besi, infeksi
termasuk makanan sumber zat besi jika pasien
• Apakah ada pendarahan (darah di feses atau urin, opportunistik. Pendekatan
menderita anemia karena kekurangan zat besi
perut nyeri/bengkak, haid berat) pengobatan tergantung
• Laporkan jika ada pendarahan (BAB hitam,
• Kapan mulai timbul gejala tersebut? penyebabnya.
darah di BAK, haid berat)
• Apakah pasien pernah menerima transfusi darah? Penggunaan AZT dan Lzd
• Seberapa sering pasien mengkonsumsi makanan Kolaborasikan dengan dokter mengenai:
harus dihindari jika Hgb
yang mengandung tinggi zat besi? (Contoh : • Pemeriksaan lanjutan untuk jenis anemia dan pasien kurang dari 8gm/dL.
daging merah, hati, sayuran hijau, dll) penyebabnya
• Pengurangan dosis atau penghentian Lzd dari Bila pasien minum
Periksa: supplement zat besi, tunggu
600 mg ke 300 mg jika terdapat indikasi
• Tanda-tanda pendarahan luar atau dalam (darah paling tidak 2 jam sebelum
• Pemberian transfusi darah atau erythropoietin
dalam BAB, perut nyeri dan bengkak) atau sesudah minum FQ.
pada anemia berat
• Hgb/Hct
• Penggunaan supplements jika terindikasikan
• Mean corpuscular volume
• Pemeriksaan feses untuk telur cacing dan parasit

HEMATOLOGI/Trombositopenia
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Gampang memar, OAT TB TO: Perhatikan memar, mimisan, gusi berdarah, atau Laporkan untuk pemeriksaan medis segera jika Pasien TB RO sering kali
mimisan Rif, Rfb, Lzd, bintik-bintik pendarahan di kulit (petechiae). jumlah platelet kurang dari 25,000 mm3 atau ada memiliki banyak penyakit
Eto/Pto (rare) pendarahan berat. comorbid, termasuk HIV
Tanyakan pasien:
dan infeksi opportunistik
• Apakah ada pendarahan (darah di feses atau urin, Edukasi pasien:
• Laporkan memar atau pendarahan yang baru yang dapat menyebabkan
perut nyeri/bengkak, haid berat)
(BAB hitam, darah di BAK, haid berat) platelet rendah.
• Kapan timbul gejala tersebut?
Kolaborasikan dengan dokter mengenai:
Periksa:
• Penyebab trombositopenia
• Jumlah platelet
• Penghentian Lzd
• Pemberian transfusi platelet
17
KERUSAKAN GINJAL/ Gagal Ginjal Akut
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Pada tahap awal OAT TB RO: Amati tanda dan gejala seperti perubahan Laporkan untuk pemeriksaan medis Pasien dengan penyakit gangguan
mungkin tanpa gejala. Am, Km, Cm, pola eliminasi urin, edema, perubahan status segera bila: ginjal, diabetes atau HIV memiliki
Pada tahap lanjut Sm mental, dan sesak napas. • Kreatinin serum, elektrolit atau BUN di resiko tinggi mengalami efek
dapat termasuk: luar batas normal toksisitas ginjal dan harus dimonitor
penurunan produksi Tanyakan pasien: • Kreatinin serum meningkat dua kali lipat lebih sering (disarankan untuk
urin, edema/bengkak • Apakah anda merasa sesak napas sewaktu dari baseline walaupun masih dalam batas pemeriksaan kreatinin serum,
ARV:
di tungkai bawah, melakukan kegiatan sehari-hari? normal; amati dengan alat monitoring elektrolit dan BUN).
TDF (Jarang) • Apakah anda mengalami bengkak di kaki
perubahan status
atau pergelangan kaki? Edukasi pasien: CATATAN: Jika ada gangguan ginjal,
mental, dan sesak
• Pentingnya tes darah untuk memonitor dosis ARV dan OAT TB RO (yaitu Am, Km,
napas • Ada perubahan pola BAK (frekuensi,
apakah ginjal pasien cukup baik untuk Cm, Sm, Lfx, Pza, Emb, Cs, Trd, PAS,
volume dan warna)?
mengekskresikan sisa obat Amx/Clv, Imp/Cln, dan Mpm) perlu
Periksa: • Tanda-tanda penumpukan cairan disesuaikan untuk menghindari
• Kreatinin serum, elektrolit dan BUN toksisitas obat.
Jika hasil tes fungsi ginjal pasien
minimal setiap bulan jika pasien abnormal, kolaborasikan dengan dokter
menerima injeksi Am, Km, atau Cm dan mengenai:
lebih sering dilakukan jika ada indikasi.
• Pengurangan dosis atau penghentian obat
• Kaki, pergelangan kaki, dan tungkai
bawah untuk tanda-tanda edema
• Keseimbangancairan tubuh (intake dan
output)
• Tanda-tanda vital

18
KERUSAKAN GINJAL/ Gangguan Keseimbangan Elektrolit
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Mungkin tanpa gejala. OAT TB RO: Amati tanda dan gejala Laporkan untuk pemeriksaan medis segera Diare dan/atau muntah dapat
Keluhan termasuk: Cm, Am, Km, kebingungan, letih dan sangat jika: pasien menunjukkan tanda sangat atau mengakibatkan gangguan keseimbangan
lelah, lemah, nyeri Sm lemah. rasa lemas hebat, jika baru terdeteksi elektrolit.
otot/spasme otot, adanya aritmia, atau hipokalemia berat (<
Tanyakan pasien: Toksisitas ginjal dan gangguan
perubahan perilaku 2.0 mEq/L).
• Bagaimana kondisi kesehatan anda keseimbangan elektrolit lebih sering
atau suasana hati,
akhir-akhir ini? Edukasi pasien: ditemui dan lebih parah diderita oleh
mual, muntah, ARV:
• Apakah sering muntah atau diare? • Metode pemenuhan gizi (misalnya pasien dengan infeksi HIV. Seringkali pasien
kebingungan TDF (Jarang)
Jika ya, seberapa sering? sumber kalium, magnesium, dan perlu dirawat inap di rumah sakit supaya
• Apakah anda merasa sakit atau kalsium yang baik, seperti pisang, dapat dimonitor secara teliti.
nyeri? Jika ya, minta pasien sayuran hijau, ubi jalar, produk yang Hipokalsemia atau hipokalemia mungkin
jelaskan lebih lanjut. berasal dari susu) disebabkan oleh hipomagnesemia dan
• Minum cukup banyak air/cairan lain harus dikoreksi.
Periksa:
• Kadar elektrolit serum (K, Ca, Mg), • Kepentingan tes darah per bulan Pemanjangan interval QT adalah penanda
albumin, dan Kreatinin klirens Jika pasien menunjukkan tanda-tanda kemungkinan adanya takiaritmia
• Tanda-tanda vital dehidrasi atau elektrolit serum yang ventrikular, seperti torsades de pointes dan
abnormal, kolaborasikan dengan dokter merupakan risiko terjadinya henti jantung.
mengenai: CATATAN: Gangguan keseimbangan
• Pemberian rehidrasi oral atau lewat IV elektrolit yang berat dapat mengakibatkan
• Penambahan elektrolit (oral atau IV) kejang otot spontan, kelumpuhan dan
• Pemeriksaan EKG dan penghentian obat aritmia jantung yang fatal.
yang menyebabkan pemanjangan
CATATAN: Suplemen Mg++ dan/atau
interval QT.(lihat halaman 22 terkait
Ca++oral harus diberikan minimal 2 jam
efek samping pada jantung)
sebelum atau sesudah pemberian FQ
karena dapat mengganggu proses
penyerapan FQ.

19
ENDOKRIN/ Hipotiroidisme
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Kombinasi dua atau OAT TB RO: Amati tanda dan gejala gondok Laporkan untuk pemeriksaan lebih lanjut jika PAS dan Eto/Pto, terutama
lebih dari gejala- Eto/Pto, PAS pasien menunjukkan tanda-tanda hipotiroidisme. jika diberikan bersama,
gejala berikut: Tanyakan pasien: umumnya dapat
Edukasi pasien:
Lelah, rasa kantuk, • Apakah kelelahan menggangu pola rutin mengakibatkan
• Pentingnya minum air cukup banyak dan makan
kenaikan berat ARV: aktivitas sehari-hari? hipotiroidisme yang akan
makanan yang berserat untuk mencegah terjadinya
badan, kulit kering, • Apakah ada perubahan pola BAB? sembuh jika obat-obat
d4T sembelit
sembelit, • Untuk pasien wanita, apakah ada tersebut dihentikan.
• Gunakan pakaian tambahan atau selimut supaya tidak
pegal/nyeri otot, gangguan menstruasi? Lakukan pemeriksaan
kedinginan; hindarkan sumber penghangat lainnya
rambut rontok, − Jika ya, minta pasien menjelaskan. baseline TSH dan
• Gunakan lotion untuk melembabkan kulit yang kering
gangguan daya ingat • Kapan anda mulai merasakan gejala- dilakukan monitor setiap
• Ambil nafas dalam dan berolah raga sebisanya 3-6 bulan selama
atau konsentrasi, gejala ini?
• Jika diberikan obat untuk hipotiroid, minumlah setiap pengobatan jika pasien
rasa kedinginan
Periksa: hari di waktu yang sama.pada saat perut kosong Obat diberikan Eto, Pto, atau
walaupun udara
• Tanda-tanda vital, perhatikan suhu dan dapat dihentikan begitu terapi TB RO sudah selesai PAS.
hangat
respirasi. Kolaborasikan dengan dokter mengenai: Beberapa sayuran
• TSH • Pemberian terapi sulih/pengganti hormon tiroid (misalnya kacang kedelai,
• Saturasi oksigen (O2 saturation) (misalnya bila TSH > 1.5-2 kali tingkat atas normal) kale, brokoli, kembang kol
dan kubis), obat-obatan
(antasida), dan supplemen
(Ca, zat besi) dapat
menghambat penyerapan
levotiroksin.

20
ENDOKRIN/ Gangguan Pengaturan Kadar Gula Darah (disglikemia)
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Kombinasi dua atau OAT TB RO: Amati tanda dan gejala kebingungan Laporkan untuk pemeriksaan medis segera jika: Obat tradisional seperti
lebih dari gejala- Gfx, Mxf, Lfx, (tidak fokus/disorientasi). pasien menunjukkan tanda-tanda kebingungan dan jamu sudah terbukti dapat
gejala berikut: Eto/Pto, Lzd penurunan kesadaran mempengaruhi obat anti-
Tanyakan pasien: diabetes sehingga
Lelah, rasa haus luar
• Apakah anda pernah punya persoalan Edukasi pasien: mengganggu pengaturan
biasa, sering BAK,
dengan kadar gula darah? • Gizi sesuai dengan kondisi pasien; rujuk untuk gula darah.
kebingungan, sakit ARV:
• Frekuensi BAK? konseling nutrisi bila tersedia
kepala, pusing, Protease Pasien diabetes cenderung
mudah merasa lapar, • Anda sudah makan apa saja hari ini? • Pentingnya keteraturan pengobatan dan kolaborasi
inhibitors, AZT, perawatan untuk TB dan diabetes bagi pasien yang memiliki pergerakan
iritabilitas • Biasanya makanan/minuman yang
d4T, ddl menderita diabetes lambung yang lebih lamban
dikonsumsi apa?
dan meningkatkan resiko
• Apakah anda minum obat untuk gula • Pentingnya kontrol gula darah
untuk menderita mual dan
darah? Jika ya, obat apa? • Bagaimana mengatasi jika terjadi penurunan kadar
muntah bila minum obat
• Apakah anda minum jamu atau obat gula darah (hipoglikemia)
seperti Eto/Pto, sehingga
tradisional lainnya? Jika ya, apa dan
Kolaborasikan dengan dokter mengenai: lebih susah mengatur gula
berapa kali seminggu?
• Pengaturan obat diabetes jika pasien sedang darah.
Periksa: menjalani pengobatan diabetes Beberapa pasien tanpa DM
• Gula darah dan HbA1c • Pemberian obat yang membantu meningkatkan dapat mengalami
• Penilaian status gizi dan riwayat pergerakan lambung (gastric motility) dapat hipoglikemia saat
pengobatan membantu pasien (misalnya metoclopramide). Jika pengobatan FQs
ada gejala gastroparesis (misalnya mual dan
muntah dengan adanya nyeri lambung, perasaan
kenyang sesudah makan sedikit) bersama gejala
disglikemia.
• Tatalaksana hipoglikemia

21
JANTUNG/ Pemanjangan Interval QTc
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Perubahan detak OAT TB RO: Amati tanda dan gejala dan langsung Laporkan untuk pemeriksaan medis segera Bdq dapat mempengaruhi proses
jantung, pusing, Bdq, Dlm, Gfx, rujuk untuk dirawat jika pasien bila pasien menunjukkan tanda/gejala listrik di jantung, menjadikan irama
pingsan, dan/atau Mfx, Lfx, Ofx, menunjukkan tanda/gejala gangguan gangguan jantung termasuk takikardia, pingsan jantung abnormal dan kemungkinan
berdebar (palpitasi) Cfz jantung termasuk takikardia, pingsan dan/atau lemah dan pusing. terjadinya gangguan irama jantung
dan/atau rasa lemah dan pusing. yang fatal.
Edukasi pasien:
ARV: Elektrolit darah abnormal dapat
Tanyakan pasien: • Melaporkan jika ada perubahan detak jantung
RPV, EFV, • Minum obat lain? • Diskusi pengaturan diet untuk membantu mengakibatkan pemanjangan
SQV/r • Riwayat penyakit jantung mengatasi ketidakseimbangan elektrolit interval QT dan menyebabkan henti
sebelumnya? jantung.
Kolaborasikan dengan dokter mengenai: Pasien yang minum Bdq atau Dlm,
Periksa: • Koreksi elektrolit bila kadar elektrolit darah atau kombinasi obat lain yang
• Tanda-tanda vital terganggu mengakibatkan pemanjangan
• EKG • Pengaturan dosis obat bila terdapat interval QT (misalnya Mfx+Cfz)
• Serum elektrolit (kalium, kalsium dan gangguan fungsi ginjal atau hati sebaiknya diperiksa EKG dan
magnesium), kreatinin serum dan dimonitor selama pengobatan,
fungsi hati sesuai panduan nasional.
Daftar obat yang terkait dengan
pemanjangan interval QT dapat
dilihat di: Pedoman Nasional
Tatalaksana TB RO

22
HIPERSENSITIVITAS/ Ruam
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Ruam atau reaksi OAT TB RO: Amati tanda dan gejala Tunda pengobatan dan laporkan untuk Semua obat dapat mengakibatkan
alergi Inh, Rif, Emb, ruam/reaksi alergi parah pemeriksaan medis lebih lanjut bila: urtikaria.
Pza, Eto, PAS, (demam, urtikaria, kulit • Pasien menunjukkan tanda reaksi alergi serius,
melepuh, bibir atau mata misalnya angiodema Pertimbangkan penyebab lain
FQs (Lfx, Mfx),
bengkak dan merah) misalnya:
dan lain-lain • Test fungsi hati atau panel pemeriksaan
hematoligi abnormal • Obat-obat lain (misalnya
Tanyakan pasien: kotrimoksazol) termasuk jamu
• Apakah anda memilki alergi • Pasien demam
atau obat herbal lainnya
ARV: terhadap obat
Bila terjadi reaksi alergi ringan (di kulit), edukasi • Kudis atau penyakit menular lain
ABC, NVP, EFV, • Ada riwayat alergi lainnya?
pasien: • Alergen dari lingkungan
d4T dan lain- • Apakah anda minum obat
• Lotion pelembab dapat membantu kulit yang
lain selain OAT TB RO? Ruam dapat merupakan tanda
kering dan gatal yang disebabkan reaksi alergi
• Sejak kapan anda merasakan (umum terjadi pada pasien yang mendapatkan hepatitis, sehingga fungsi hati harus
gejala ini? Cfz) diperiksa.
Periksa: Obat yang mengakibatkan reaksi alergi
• Tanda-tanda vital Dokumentasikan reaksi alergi di kartu pengobatan
rekam medis pasien. berat tidak boleh diberikan ke pasien
• Tanda-tanda angiodema lagi dan harus dicatat di rekam medis.
(misalnya bengkak di muka, Kolaborasikan dengan dokter mengenai:
tangan, kaki, atau Jangan mengulang pemberian obat
• Pemberian Antihistamin
tenggorokan) (rechallenge) yang pernah
• Pemberian krim hidrokortison untuk ruam
• Apakah pemeriksaan darah mengakibatkan Stevens-Johnson
terbatas
lengkap dan/atau fungsi hati syndrome, (reaksi obat yang jarang tapi
• Pemberian prednison dosis rendah (misalnya 10-
(LFT) abnormal sangat berat dengan tanda kulit
20mg per hari untuk beberapa minggu jika tindakan
melepuh dan pengelupasan kulit;
lain tidak mampu membantu
pembengakakanmembran mukosa ).

23
HIPERSENSITIVITAS/ Reaksi Anafilaktik
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Ruam yang muncul OAT TB RO: Amati tanda dan gejala dan Mulai protokol gawat darurat termasuk bantuan Reaksi anafilaktik jarang terjadi
dengan tiba-tiba, Semua segera rujuk pasien untuk hidup dasar dengan menjaga jalan napas, tetapi merupakan reaksi alergi yang
bengkak di area dirawat jika pasien menunjukkan kemampuan bernapas dan peredaran darah, paling parah.
trakea, hipotensi dan tanda/gejala reaksi anafilaktik (ruam kemudian rujuk pasien untuk perawatan gawat
Jika satu obat dapat dipastikan
gangguan saluran ARV: yang muncul tiba-tiba, bengkak di darurat dan rawat inap di rumah sakit .
sebagai penyebab, jangan dipakai
cerna area trakea, hipotensi dan gangguan
ABC, NVP, EFV, Ketika reaksi alergi sudah dapat diatasi, catat lagi selamanya.
saluran cerna)
d4T dan lain- kejadian reaksi. Jika satu obat dapat dipastikan
lain sebagai penyebab, catat di kartu obat atau rekam
medis pasien sebagai alergi obat.
Edukasi pasien:
• Tidak minum obat yang menyebabkan reaksi
anafilaksis, dan hindarkan minum obat yang
kelasnya sama dengan itu.

24
Hipersalivasi
KEMUNGKINAN
GEJALA OBAT PENGKAJIAN TINDAKAN KETERANGAN
PENYEBAB
Hipersalivasi OAT TB RO: Tanyakan pasien: Edukasi pasien: Kondisi lain yang dapat menyebabkan
Eto/Pto • Kapan gejala ini mulai Anda • Banyak hal yang dapat menyebabkan hipersalivasi termasuk:
rasakan? gejala ini • Kehamilan
• Apa yang sudah anda lakukan • Menyikat gigi dan menggunakan obat • Gastroesophageal reflux
untuk mengurangi gejala ini? kumur dapat mengurangi gejala • Pankreatitis
• Apakah gejala inimengganggu • Mengisap permen yang keras dapat • Penyakit hati
anda? mengurangi gejala • Serotonin syndrome
Periksa: Jika gejala sangat menganggu pasien, • Sariawan dan/atau infeksi rongga
• Tes kehamilan untuk pasien wanita kolaborasikan dengan dokter mengenai: mulut
• Rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut • Gangguan saraf
bagi pasien • Racun (air raksa, tembaga,
organofosfat dan arsenik)
• Infeksi lain yang mengganggu proses
menelan air liur (misalnya tonsillitis)

25
Referensi
1. Apóstolo JLA, Kolcaba K. The effects of guided imagery on comfort, depression, anxiety, and stress of psychiatric inpatients with depressive disorders. Arch
Psych Nurs. 2009; 23(6):403-411.
2. Charalambous A, Giannakopoulou M, Bozas E, Paikousis L. A randomized controlled trial for the effectiveness of progressive muscle relaxation and guided
imagery as anxiety reducing interventions in breast and prostate cancer patients undergoing chemotherapy. Evidence-based Compl Altern Med. 2015;
270876:1-10.
3. Coolbrandt A, Wildiers H, Aertgeerts B, Van der Elst E, Laenen A, Dierckx de Casterlé B, van Achterberg T, Milisen K. Characteristics and effectiveness of
complex nursing interventions aimed at reducing symptom burden in adult patients treated with chemotherapy: as systematic review of randomized
controlled trials. Int J Nurs Stud. 2014; 51:495-510.
4. Cullen L. Interventions related to fluid and electrolyte balance. Nurs Clin North Am. 1992;27(2):569-597.
5. Curry International Tuberculosis Center and California Department of Public Health. Drug-Resistant Tuberculosis: A Survival Guide for Clinicians, Third Edition.
2016. Griffiths P, Richardson A, Blackwell R. Outcomes sensitive to nursing service quality in ambulatory cancer chemotherapy: systematic scoping review.
Eur J Oncol Nurs. 2012; 16:238-246.
6. Gobel BH. Chemical hepatitis. Clin J Oncol Nurs. 2003; 7(1):1-3.
7. Department of Health and Human Services. Panel on Antiretroviral Guidelines for Adults and Adolescents. Guidelines for the Use of Antiretroviral Agents in
Adults and Adolescents Living with HIV. 2018. Available from: https://aidsinfo.nih.gov/contentfiles/lvguidelines/adultandadolescentgl.pdf. Accessed 20 May
2018.
8. DR-TB STAT. Treatment of Drug-Resistant TB with New and Re-Purposed Medications: A Field Guide, 3rd Edition. Cleveland, USA: 2017. Available from:
http://drtb-stat.org/wp-content/uploads/2017/10/DRTB-Field-Guide-Web.pdf. Accessed 20 May 2018.
9. Jahn P, Renz P, Stukenkemper J, Book K, Kuss O, Jordan K, Horn I, Thoke-Colberg A, Schmoll HJ, Landenberger M. Reduction of chemotherapy-induced
anorexia, nausea, and emesis through a structured nursing intervention: a cluster-randomized multicenter trial. Support Care Cancer. 2009; 17:1543-1552
10. Kamen C, Tejani MA, Chandwani K, Janelsins M, Peoples AR, Roscoe JA, Morrow GR. Anticipatory nausea and vomiting due to chemotherapy. Eur J
Pharmacol. 2014; 722:172-179.
11. McKinley MG. Recognizing and responding to acute liver failure. Nursing. 2009; 39(3):38-44.
12. National Comprehensive Cancer Network. NCCN clinical practice guidelines in oncology: Antiemesis. Ver.2/2015; 1-50.
13. NRSNG.COM. Anemia nursing care plan. Accessed December 15, 2017 at: https://www.nrsng.com/carplan/anemia/ modified June 28, 2017.
14. Parrish CR. Nutritional approaches to chronic nausea and vomiting. Practical Gastroenterol. 2017; 41(7):42-50.
15. Partners in Health. The PIH Guide to the Medical Management of Multidrug-Resistant Tuberculosis, 2nd Edition. Boston, USA. USAID TB CARE II: 2013
16. Roe H and Lennan E. Role of nurses in the assessment and management of chemotherapy-related side effects in cancer patients. Nursing: Research and
Reviews. 2014; 4:103–115.
17. Theroux N, Phipps M, Zimmerman L, Relf MV. Neurological complications associated with HIV and AIDS: clinical implications for nursing. J Neurosci Nurs.
2013; 45(1):5-13.
18. World Health Organization. Companion handbook to the WHO guidelines for the programmatic management of drug-resistant tuberculosis. Geneva: 2014.
Available from: http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/130918/1/9789241548809_eng.pdf?ua=1&ua=1. Accessed 20 May 2018.
19. Zinna EM, Yarasheski KE. Exercise treatment to counteract protein wasting of chronic diseases. Curr Opin Clin Nutr Metab Care. 2003; 6(1):87-93.
26
Lampiran A: Penilaian Nyeri Dengan Metode PQRST
Nyeri merupakan keluhan subyektif, sehingga cara pengukuran nyeri yang paling akurat adalah berdasarkan keluhan nyeri pasien. Penilaian nyeri dengan metode
PQRST akan membantu perawat untuk menilai dengan tepat, mendeskripsikan (menggambarkan) dan mendokumentasikan keluhan nyeri pasien, serta penting
untuk menentukan pilihan tatalaksana yang sesuai dan untuk mengevaluasi respon pengobatan.

Identifikasi karakteristik nyeri menurut metode


PQRST:
P – Precipitating and Palliation Factors (Faktor Penyebab dan Pereda)
Tanyakan:
• Apa yang membuat nyeri bertambah berat?
• Apa yang membuat nyeri berkurang?
• Pengobatan/tindakan apa saja yang sudah Anda lakukan untuk meredakan
nyeri? T- Temporal Factor / Timing (Waktu)
• Apakah pengobatan/tindakan tersebut efektif? Tanyakan:
• Kapan Anda mulai merasa nyeri? Apa yang sedang anda lakukan saat nyeri mulai
Q- Quality of Pain (Kualitas Nyeri) dirasakan?
Tanyakan: • Berapa sering nyeri terjadi? (setiap jam, hari, minggu, bulan)
• Nyeri yang Anda rasakan seperti apa? • Apakah ada perubahan intensitas nyeri?
• Kata apa yang tepat untuk menjelaskan nyeri anda? (misalnya terbakar, • Berapa lama nyeri dirasakan atau apakah nyeri dirasakan terus menerus?
tertusuk, nyeri tajam atau nyeri tumpul, perih, linu, nyeri tekan, nyeri • Apakah nyeri terasa tiba-tiba atau bertahap?
berdenyut, nyeri yang membuat mual, dll) • Apakah nyeri pernah muncul sebelum, sedang, atau sesudah makan?
R- Region and Radiation of Pain (Lokasi dan Penjalaran Nyeri) • Apakah nyeri dirasakan bersama dengan gejala atau tanda lain?
Tanyakan: Dokumentasikan respon pasien:
• Di mana/bagian tubuh mana yang nyeri?
Dokumentasi yang teliti dan lengkap menunjukkan bahwa perawat melakukan
• Di mana nyeri pertama kali dirasakan?
tatalaksana yang tepat sehingga pasien mendapatkan asuhan keperawatan dan
• Apakah nyeri menjalar ke tempat lain? Jika ya, jelaskan.
tatalaksana nyeri yang berkualitas. Catat hal-hal sebagai berikut:
S- Severity of Pain (Keparahan Nyeri) • Kemampuan pasien untuk menilai tingkat nyeri dan menjawab dengan skala nyeri
Tanyakan: 0-10.
• Dari skala dari 0 sampai 10 (0 = tidak ada nyeri dan 10 = nyeri terberat yang • Perubahan dari penilaian sebelumnya dan sesudah adanya intervensi (prosedur
dapat dirasakan), berapa skor nyeri yang dirasakan sekarang? klinis oleh dokter atau perawat).
• Berapa skor nyeri paling tinggi yang pernah Anda rasakan? • Kepuasan pasien tentang intervensi untuk menanggulangi rasa nyeri. Bila tingkat
• Berapa skor nyeri paling rendah yang pernah Anda rasakan? nyeri pasien masih terlalu tinggi, catat tindakan apa saja yang telah dilakukan.
• Apakah nyeri ini mengganggu anda untuk beraktivitas seperti biasa? • Komunikasi dengan dokter. Setiap perubahan status kondisi pasien harus
• Apakah nyeri membuat anda harus duduk, tiduran, atau mengurangi aktivitas? dicatatat dan dilaporkan.
• Edukasi yang diberikan kepada pasien dan tanggapan pasien terhadap informasi
tersebut.Respon pasien dicatat sesuai jawaban yang diberikan pasien.
27
Annex B: Kuesioner Kesehatan Pasien-9 (PHQ-9)

NAMA: TANGGAL:

≥ 7 hari dalam
Selama 2 minggu terakhir, seberapa sering Anda Tidak Beberapa 2 minggu Hampir
merasa terganggu oleh masalah-masalah berikut? pernah Hari setiaphari
(Gunakan “✔” untuk menandai jawaban Anda)

1. Kurang tertarik atau kurang bersemangat dalam melakukan 0 1 2 3


apapun

2. Merasa murung, muram, atau putus asa 0 1 2 3

3. Sulit tidur atau mudah terbangun, atau terlalu banyak tidur 0 1 2 3

4. Merasa lelah atau kurang bertenaga 0 1 2 3

5. Kurang nafsu makan atau terlalu banyak makan 0 1 2 3

6. Kurang percaya diri — atau merasa bahwa Anda adalah


orang yang gagal atau telah mengecewakan diri sendiri 0 1 2 3
atau keluarga
7. Sulit berkonsentrasi pada sesuatu, misalnya saat membaca koran
atau menonton televisi 0 1 2 3

8. Bergerak atau berbicara sangat lambat sehingga orang lain


memperhatikannya. Atau sebaliknya — merasa resah atau 0 1 2 3
gelisah sehingga Anda lebih sering bergerak dari biasanya.
9. Merasa lebih baik mati atau ingin melukai diri sendiri
dengan cara apapun. 0 1 2 3

Jumlahkan + +

(Bagi petugas kesehatan: Untuk interpretasi skor TOTAL, TOTAL:


s i l a h k a n m e n g a c u p a d a k a r t u s k o r i n g P H Q - 9 .)

10. Jika Anda mencentang salah satu masalah, seberapa besar kesulitan yang ditimbulkan karenanya dalam
melakukan pekerjaan, mengurus pekerjaan rumah tangga, atau bergaul dengan orang lain?
Sangat Sedikit Sangat Luar biasa
tidak sulit Sulit Sulit Sulit
   
Dikembangkan oleh Dr. Robert L. Spitzer, Janet B.W. Williams, Kurt Kroenke, dan rekan, dengan penghargaan di bidang pendidikan dari
Pfizer Inc. Anda bebas memperbanyak, menerjemahkan, menampilkan, atau menyeberluaskan lembar ini.

28
INSTRUKSI PENGGUNAAN
Untuk dipakai oleh dokter atau tenaga kesehatan saja

PHQ-9 PENILAIAN DEPRESI SINGKAT


Untuk diagnosis awal:
1. Pasien mengisi PHQ-9 Penilaian Depresi Singkat di lembar tersendiri.
2. Bila ada paling tidak 4 tanda ✓di bagian berwarna biru, (termasuk Pertanyaan 1 dan 2),
pertimbangkan pe ny a k i t depresif. Jumlahkan angka untuk menentukan keparahan penyakit.
3. Pertimbangkan Penyakit Depresif Berat
—Bila ada paling tidak 5 tanda ✓di bagian berwarna biru (dimana satu ✓di Pertanyaan 1 atau 2)
Pertimbangkan Penyakit Depresif Lain
—Bila ada 2 sampai 4 tanda ✓di bagian berwarna biru (dimana satu ✓di Pertanyaan 1 atau 2)
Catatan: Karena kuesioner ini berdasarkan laporan pasien sendiri, maka semua jawaban harus diuji oleh klinisi dan diagnosa akhir
didasarkan pada faktor-faktor klinis, dengan mempertimbangkan pengertian pasien pada kuesioner dan juga informasi lain yangmungkin
relevan. Diagnosa Penyakit Depresif Berat atau Penyakit Depresif Lain juga harus ditunjang dengan adanya kendala sosial, pekerjaan, atau
hal lain yang penting untuk fungsi sehari-hari pasien (Pertanyaan 10) dan bukan disebabkan dari masa berduka cita normal, riwayat
menderita Episode Manik (Bipolar Disorder), dangangguan, kesehatan lainnya, maupun obat atau narkoba yang dapat menjadi penyebab
gejala depresif.

Untuk memantau parahnya penyakit secara berkala bagi pasien yang baru didiagnosa
atau pasien yang sedang dirawat dengan depresi: .
1. Pasien dapat mengisi kuesioner di awal (baseline) dan pada interval teratur (misalnya setiap 2 minggu) di
rumah dan diserahkan kepada petugas kesehatan untuk diskoring pada waktu control atau dapat mengisi
di setiap datang ke klinik.
2. Jumlahkan tanda ✓per kolom. Untuk setiap ✓: Beberapa hari = 1; Lebih dari separuh waktu yang dimaksud = 2;
Hampir setiap hari = 3.
3. Jumlahkan semua skor kolom-kolom untuk mendapatkan skor TOTAL.
4. Jadikan kartu skoring PHQ-9 sebagai acuan untuk interpretasi skor TOTAL.
5. Hasil penilaian dapat dimasukkan pada rekam medis pasien untuk membantu menetapkan obyektif
pengobatan, menentukan tingkat keparahan, dan juga intervensi perawatan.

KARTU SKORING PHQ-9 PENENTUAN KEPARAHAN


untuk dipakai oleh tenaga kesehatan saja
Skoring—jumlahkan semua tanda ✓
Untuk semua ✓: Tidak pernah = 0; Beberapa hari =
1; Lebih dari separuh waktu yang dimaksud = 2;
Hampir setiap hari = 3
Arti Skor Total
Skor Total Parahnya Depresi
1-4 Minimal
5-9 Ringan
10-14 Sedang
15-19 Agak parah
20-27 Parah

29
Lampiran C: Evaluasi Neuropati Perifer

Kaki Tangan

WAWANCARA PASIEN (tanyakan pasien WAWANCARA PASIEN (tanyakan pasien


pertanyaan berikut): pertanyaan berikut):

Pertanyaan 1: Pertanyaan 1:
Ya Tidak Ya Tidak
Apakah ada nyeri di kaki? Apakah ada nyeri di tangan?

Pertanyaan 2: Apakah Anda merasa nyeri dengan Pertanyaan 2: Apakah Anda merasa nyeri dengan
karakteristik berikut? karakteristik berikut?
Ya Tidak Ya Tidak
a Rasa Terbakar? a Rasa Terbakar?
b Rasa kaku? b Rasa kaku?
c Seperti tersengat listrik? c Seperti tersengat listrik?

Pertanyaan 3: Apakah Anda merasakan gejala Pertanyaan 3: Apakah Anda merasakan gejala
berikut? berikut?
Ya Tidak Ya Tidak
a Kesemutan a Kesemutan
b Seperti ditusuk-tusuk b Seperti ditusuk-tusuk
c Mati rasa/baal c Mati rasa/baal
d Perih/Gatal d Perih/Gatal

Pertanyaan 4: Apakah nyeri terasa lebih parah jika Pertanyaan 4: Apakah nyeri terasa lebih parah jika
tersentuh pakaian atau seprei? tersentuh pakaian atau seprei?
Ya Tidak Ya Tidak

PEMERIKSAAN PASIEN PEMERIKSAAN PASIEN


Pertanyaan 5: Pertanyaan 5:
Ya Tidak Ya Tidak
a Hypoesthesia waktu a Hypoesthesia waktu
disentuh disentuh
b Hypoesthesia waktu b Hypoesthesia waktu
ditusuk ditusuk
c Hipersensitif pada sentuhan c Hipersensitif pada sentuhan
d Hipersensitif pada tusukan d Hipersensitif pada tusukan

30
Lampiran D: Ceklis Monitor Efek Samping Pengobatan TB Resistan Obat
Gejala/keluhan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
Mual
Muntah
Nyeri/sakit perut
Diare
Nafsu makan menurun
Lemas/lesu
Sakit kepala
Kepala berputar
Nyeri pada persendian/atralgia
Pegal atau keram otot
Perubahan penglihatan
Hilang pendengaran
Bunyi berdenging di telinga/
tinnitus
Hilang keseimbangan
Kesemutan/mati rasa
(tangan/kaki)
Insomnia atau susah tidur
Gelisah/gampang tersinggung
Susah berkonsentrasi
Keinginan bunuh diri
Halusinasi
Banyak lupa
Linglung/bingung
Bengkak di kaki (edema)
Sering mermar/mimisan
Jantung berdebar
Ruam atau reaksi alergi
(urtikaria)
Kuning pada mata
Kejang

31