You are on page 1of 9

PRATIKUM PETROLOGI

Hari, tanggal : Jumat, 13 November 2015 Nama : Jumaisa

Acara : Batuan Sedimen Klastik-Nonklastik No. Stambuk :


F1B214020

No. Urut :1
No. Peraga :1
Jenis Batuan : Batuan sedimen klastik
Warna
 Segar : Abu-abu
 Lapuk : Cokelat
Tekstur
 Ukuran : 1 mm - 2 mm
 Bentuk : Rounded
 Sortasi : Sedang
 Kemas : Buruk
 Porositas : Rendah
 Permeabilitas : Rendah
Komposisi material
Komposisi Bentuk Ukuran Batuan Asal Jumlah

Fragmen Rounded 1 mm-2 mm 60%


Matriks
Semen
Struktur Batuan : Bergradasi
Nama Batuan : Konglomerat
Keterangan
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan pada praktikum petrologi acara
batuan sedimen klastik dan non-klastik dengan nomor urut 1 dan nomor peraga 1
memiliki kenampakan warna batuan dalam keadaan segar berwarna abu-abu dan
warna batuan dalam keadaan lapuk berwarna cokelat. Memiliki ukuran butir 1 mm
sampai dengan 2 mm yang memilik bentuk membulat (rounded). Keseragaman
PRATIKUM PETROLOGI

Hari, tanggal : Jumat, 13 November 2015 Nama : Jumaisa

Acara : Batuan Sedimen Klastik-Nonklastik No. Stambuk :


F1B214020

ukuran butir (sortasi) pada batuan ini yaitu sedang sehingga kemas pada batuan ini
yaitu buruk. Batuan ini memiliki kemampuan untuk menyimpan air atau memiliki
tingkat porositas yang rendah sehingga tingkat permeabilitasnya juga rendah.
Komposisi material pada batuan ini yaitu fragmen yang berbentuk membutir dan
ukurannya 2 mm dengan jumlah 60%. Komposisi material lainya yaitu matriks dan
semen dimana jumlah materai matriks lebih sedikit daripada material fragmen.
Struktur pada batuan ini bergradasi. Berdasarkan identifikasi nama batuan ini yaitu
konglomerat.
Konglomerat merupakan suatu bentukan fragmen dari proses sedimentasi,
batuan yang berbutir kasar, terdiri atas fragmen dengan bentuk membundar dengan
ukuran lebih besar dari 2 mm yang berada ditengah-tengah semen yang tersusun
oleh batupasir dan diperkuat dan dipadatkan lagi kerikil. Dalam pembentukannya
membutuhkan energi yang cukup besar untuk menggerakan fragmen yang cukup
besar biasanya terjadi pada sistem sungai dan pantai. Konglomerat adalah batuan
sedimen yang tersusun dari bahan-bahan dengan ukuran berbeda dan bentuk
membulat yang direkat menjadi batuan padat. Bentuk fragmen yang membulat
akibat adanya aktivitas air, umumnya terdiri atas mineral atau batuan yang
mempunyai ketahanan dan diangkut jauh dari sumbernya. Di antara fragmen-
fragmen konglomerat diisi oleh sedimen-sedimen halus sebagai perekat yang
umumnya terdiri atas Oksida Besi, Silika, dan Kalsit. Fragmen-fragmen
konglomerat dapat terdiri atas satu jenis mineral atau batuan atau beraneka macam
campuran. Seperti halnya breksi, sifatnya yang heterogen menjadikan berwarna-
warni. Konglomerat umumnya diendapkan pada air dangkal. Konglomerat hampir
sama dengan breksi, terdiri atas sejenis atau campuran rijang, kuarsa, granit, dan
lain-lain, hanya saja fragmen yang menyusun batuan ini umumnya bulat atau agak
membulat. Kegunakan batukonglomerat adalah sebagai pondasi bangunan.
PRATIKUM PETROLOGI

Hari, tanggal : Jumat, 13 November 2015 Nama : Jumaisa

Acara : Batuan Sedimen Klastik-Nonklastik No. Stambuk :


F1B214020

No. Urut :2
No. Peraga :2
Jenis Batuan : Batuan sedimen klastik
Warna
 Segar : Abu-abu
 Lapuk : Cokelat
Tekstur
 Ukuran : 2 mm – 1/2 mm
 Bentuk : Rounded
 Sortasi : Baik
 Kemas : Terbuka
 Porositas : Tinggi
 Permeabilitas : Tinggi
Komposisi material
Komposisi Bentuk Ukuran Batuan Asal Jumlah

Fragmen
Matriks
Semen
Struktur Batuan : Laminasi
Nama Batuan : Batupasir kasar
Keterangan
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan pada praktikum petrologi acara
batuan sedimen klastik dan non-klastik dengan nomor urut 2 dan nomor peraga 2
memiliki kenampakan warna batuan dalam keadaan segar berwarna abu-abu dan
warna batuan dalam keadaan lapuk berwarna cokelat. Memiliki ukuran butir 2 mm
sampai dengan 1/2 mm yang memilik bentuk membulat (rounded). Keseragaman
PRATIKUM PETROLOGI

Hari, tanggal : Jumat, 13 November 2015 Nama : Jumaisa

Acara : Batuan Sedimen Klastik-Nonklastik No. Stambuk :


F1B214020

ukuran butir (sortasi) pada batuan ini yaitu baik sehingga kemas pada batuan ini
yaitu terbuka. Batuan ini memiliki kemampuan untuk menyimpan air atau memiliki
tingkat porositas yang tinggi sehingga tingkat permeabilitasnya juga tinggi.
Komposisi material pada batuan ini yaitu fragmen, matriks dan semen. Struktur
pada batuan ini laminasi. Berdasarkan identifikasi nama batuan ini yaitu batupasir
kasar.
Batupasir kasar adalah suatu batuan sedimen bertekstur clastic yang dimana
partikel penyusunya kebanyakan berupa butiran berukuran 1/2 mm sampai dengan
2 mm. Batupasir kasar dibentuk dari butiran-butiran yang terbawa oleh bergerakan
air, seperti ombak pada suatu pantai atau saluran di suatu sungai. Butirannya secara
khas di semen bersama-sama oleh tanah kerikil atau kalsit untuk membentuk
batupasir tersebut. Batupasir paling umum terdiri atas butir kwarsa sebab kwarsa
adalah suatu mineral yang umum yang bersifat menentang laju arus. Batu pasir
kasar terbentuk dari sementasi dari butiran-butiran pasir yang terbawa oleh aliran
sungai, angin, dan ombak dan akhirnya terakumulasi pada suatu tempat. Ukuran
butiran dari batu pasir kasar ini 1/2 hingga 2 milimeter. Komposisi batuannya
bervariasi, tersusun terutama dari kuarsa, feldspar atau pecahan dari batuan,
misalnya basalt, riolit, sabak, serta sedikit klorit dan bijih besi.
Batupasir mempunyai banyak kegunaan didalam industri konstruksi
sebagai suatu kumpulan dan batu-tembok. batupasir hasil galian dapat digunakan
sebagai material di dalam pembuatan gelas/kaca.

PRATIKUM PETROLOGI

Hari, tanggal : Jumat, 13 November 2015 Nama : Jumaisa

Acara : Batuan Sedimen Klastik-Nonklastik No. Stambuk :


F1B214020

No. Urut :3
No. Peraga :3
Jenis Batuan : Batuan sedimen klastik
Warna
 Segar : Putih
 Lapuk : Cokelat
Tekstur
 Ukuran : 1/4 - 1/8
 Bentuk : Rounded
 Sortasi : Baik
 Kemas : Terbuka
 Porositas : Rendah
 Permeabilitas : Rendah
Komposisi material
Komposisi Bentuk Ukuran Batuan Asal Jumlah
Fragmen
Matriks
Semen
Struktur Batuan : Laminasi
Nama Batuan : Batu pasir halus
Keterangan
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan pada praktikum petrologi acara
batuan sedimen klastik dan non-klastik dengan nomor urut 3 dan nomor peraga 3
memiliki kenampakan warna batuan dalam keadaan segar berwarna putih dan
warna batuan dalam keadaan lapuk berwarna cokelat. Memiliki ukuran butir 1/4
mm sampai dengan 1/16 mm yang memilik bentuk membulat (rounded).
Keseragaman
PRATIKUM PETROLOGI

Hari, tanggal : Jumat, 13 November 2015 Nama : Jumaisa

Acara : Batuan Sedimen Klastik-Nonklastik No. Stambuk :


F1B214020

ukuran butir (sortasi) pada batuan ini yaitu baik sehingga kemas pada batuan ini
yaitu terbuka. Batuan ini memiliki kemampuan untuk menyimpan air atau memiliki
tingkat porositas yang rendah sehingga tingkat permeabilitasnya juga rendah.
Komposisi material pada batuan ini yaitu fragmen, matriks dan semen. Struktur
pada batuan ini laminasi. Berdasarkan identifikasi nama batuan ini yaitu batupasir
halus.
Batupasir kasar adalah suatu batuan sedimen bertekstur clastic yang dimana
partikel penyusunya kebanyakan berupa butiran berukuran 1/4 mm sampai dengan
1/16 mm. Batupasir kasar dibentuk dari butiran-butiran yang terbawa oleh
bergerakan air, seperti ombak pada suatu pantai atau saluran di suatu sungai.
Butirannya secara khas di semen bersama-sama oleh tanah kerikil atau kalsit untuk
membentuk batupasir tersebut. Batupasir paling umum terdiri atas butir kwarsa
sebab kwarsa adalah suatu mineral yang umum yang bersifat menentang laju arus.
Batu pasir kasar terbentuk dari sementasi dari butiran-butiran pasir yang terbawa
oleh aliran sungai, angin, dan ombak dan akhirnya terakumulasi pada suatu tempat.
Ukuran butiran dari batu pasir kasar ini 1/4 hingga 1/16 milimeter. Komposisi
batuannya bervariasi, tersusun terutama dari kuarsa, feldspar atau pecahan dari
batuan, misalnya basalt, riolit, sabak, serta sedikit klorit dan bijih besi.
Batupasir mempunyai banyak kegunaan didalam industri konstruksi
sebagai suatu kumpulan dan batu-tembok. batupasir hasil galian dapat digunakan
sebagai material di dalam pembuatan gelas/kaca.

PRATIKUM PETROLOGI

Hari, tanggal : Jumat, 13 November 2015 Nama : Jumaisa

Acara : Batuan Sedimen Klastik-Nonklastik No. Stambuk :


F1B214020

No. Urut :4
No. Peraga :4
Jenis Batuan : Sediman Non Klastik
Warna
 Segar : Putih
 Lapuk : Cokelat
Tekstur : Kristalin
Komposisi Material : Monomineralik karbonat
Struktur : Cone in cone
Nama Batuan : Batugamping Terumbu
Keterangan :
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan pada praktikum petrologi acara
batuan sedimen klastik dan non-klastik dengan nomor urut 4 dan nomor peraga 4
memiliki kenampakan warna batuan dalam keadaan segar berwarna putih dan
warna batuan dalam keadaan lapuk berwarna cokelat. Tekstur batuan ini bersifat
kristalin yaitu terdiri dari kristal-kristal yang saling mengunci satu sama lain.
Komposisi mineralnya yaitu monomineralik karbonat dan tekstur pada batuan ini
yaitu cone in cone. Berdasarkan hasil identifikasi nama batuan ini yaitu batu
gamping terumbu.
Proses pembentukan batuan gamping terumbu berasal dari pengumpulan
plankton, moluska, algae yang keudian membentuk terumbu. Jadi gamping
terumbu berasal dari organisme. Batuan sedimen yang memiliki komposisi mineral
utama dari kalsit (CaCO3) terbentuk karena aktivitas dari coral atau terumbu pada
perairan yang hangat dan dangkal dan terbentuk sebagai hasil sedimentasi organik
yaitu pengendapan binatang karang/cangkang siput, foraminifera, koral atau
kerang.

PRATIKUM PETROLOGI

Hari, tanggal : Jumat, 13 November 2015 Nama : Jumaisa

Acara : Batuan Sedimen Klastik-Nonklastik No. Stambuk :


F1B214020

No. Urut :5
No. Peraga :5
Jenis Batuan : Sedimen Non-Klastik
Warna
 Segar : Putih
 Lapuk : Cokelat
Tekstur : Kristalin
Komposisi Material : Monomineralik Karbonat
Struktur : Fosilleferus
Nama Batuan : Batu gamping kristalin
Keterangan :
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan pada praktikum petrologi acara
batuan sedimen klastik dan non-klastik dengan nomor urut 5 dan nomor peraga 5
memiliki kenampakan warna batuan dalam keadaan segar berwarna putih dan
warna batuan dalam keadaan lapuk berwarna cokelat. Tekstur batuan ini bersifat
kristalin yaitu terdiri dari kristal-kristal yang saling mengunci satu sama lain.
Komposisi mineralnya yaitu monomineralik karbonat dan tekstur pada batuan ini
yaitu fosilleferus. Berdasarkan hasil identifikasi nama batuan tersebut adalah batu
gamping kristalin.
Batu gamping kristalin merupakan salah satu jenis batuan sedimen yang
terbentuk dari batuan sediment seperti yang kita kira, batuan sedimen terbentuk
dari batuan sedimen, tidak juga terbentuk dari clay dan sand, melainkan batuan ini
terbentuk dari batu-batuan bahkan juga terbentuk dari kerangka calcite yang berasal
dari organisme microscopic di laut yang dangkal. Sehingga sebagian perlapisan
batu gamping hampir murni terdiri dari kalsit, dan pada perlapisan yang lain
terdapat sejumlah kandungan silt atau clay yang membantu ketahanan dari batu
gamping tersebut terhadap cuaca. Sehingga lapisan yang gelap pada bagian atas
batuan ini mengandung sejumlah besar fraksi dari silika yang terbentuk dari
kerangka mikrofosil, sehingga dimana lapisan pada bagian ini lebih tahan terhadap
cuaca.