You are on page 1of 27

ASUHAN KEPERAWATAN

IBU HAMIL DENGAN ANEMIA

Disusun Oleh:

Dede Taufik 0433131440117009


Kemal Prayuga 0433131440117019
Mujahid Ali Bahjah 0433131440117025

PRODI D III KEPERAWARTAN

STIKES KHARISMA KARAWANG

Jln. Pangkal Perjuangan Km. 1 By Pass Karawang 41316

Telp. (0267)412480, Fax : (0267)410842


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatakan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya
makalah yang berjudul “Asuhan Keperawatan Anemia pada Ibu Hamil”. Atas
dukungan moral dan materi yang diberiakan dalam penyusunan makalah ini, maka
kami mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1. Ibu Hj Uun Nurjanah, M.Kep selaku ketua STIKes Kharisma Karawang


2. Ibu Dwi Sulistyo Cahyaningsih, M.Kep selaku ketua prodi DIII Keperawatan
dan dosen mata ajar Maternitas di STIKes Kharisma Karawang
3. Rekan-rekan yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan
kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurna
makalah ini.

Karawang, Februari 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Bab I
Pendahuluan

A. Latar Belakang...............................................................................................
B. B. Rumusan Masalah.....................................................................................
C. Tujuan ............................................................................................................

Bab II
Tujuan Teori

A. Definisi ..........................................................................................................
B. Derajat Anemia.............................................................................................
C. Etiologi...........................................................................................................
D. Patofisiologi...................................................................................................
E. Elasifikasi Anemia Dalam Kehamilan........................................................
F. Manegfistasi Klinis Anemia pada Ibu Hamil.............................................
G. Pemeriksaan Diagnostik..............................................................................
H. Komplikasi....................................................................................................
I. Penatalaksanaan...........................................................................................

Bab III
Konsep Asuhan Keperawatan Ibu Hamil dengan Anemia

A. Pengkajian...................................................................................................
B. Analisa Data ...............................................................................................
C. Diaknosa Keperawatan.............................................................................
D. Intervensi Keperawatan............................................................................

Bab IV
Penutup

A. Kesimpulan.............................................................................................
B. Saran.......................................................................................................

Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kondisi medis dapat memperburuk kehamilan. Kondisi medis yang paling sering muncul
ialah anemia, khususnya anemia yang disebabkan oleh defisiensi besi atau asam fola,
penyakit atau galur sel sabit (sickle cell trait) dan talasemia. Gangguan autoimun,
pulmoner, saluran cerna, integument, dan neorologi juga dapat ditemukan. Aspek – aspek
terkait kehamilan pada kondisi ini dibahas dalam bagian berikut.

Anemia pada kehamilan di Indonesia masih tinggi, dengan angka nosional 65% yang
setiap daerah mempunyai variasi berbeda.

Anemia, gangguan medis yang paling umum ditemui pada masa hamil, mempengaruhi
sekurang – kurangnya 20% wanita hamil. Wanita ini memiliki insiden komplikasi
puerperal yang lebih tinggi, seperti infeksi, daripada wanita hamil dengan nilai hematologi
normal.

Anemia menyebabkan penurunan kapasitas darah untuk membawa oksigen. Jantung


berupaya mengonpensasi kondisi ini dengan meningkatkan curah jantung. Upaya ini
meningkatkan kebebasan kerja jantung dan menekan fungsi ventricular. Dengan demikian,
anemia yang menyertai komplikasi lain (misalnya, preeklampsia) dapat mengakibatkan
jantung kongestif.

Apabila seorang wanita mengalami anemia selama hamil, kehilangan darah pada saat ia
melahirkan, bahkan kalaupun minimal, tidak ditoleransi dengan baik. Ia berisiko
membutuhkan transfusi darah. Sekitar 80% kasus anemia pada masa hamil merupakan
anemia tipe defisiensi besi (Arias, 1993). Dua puluh persen (20%) sisanya mencakup kasus
anemia herediter dan berbagai variasi anemia didapat, termasuk anemia defisiensi asam
folat

B. Rumusan Masalah
Apa Perioritas masalah penyakit anemia pada ibu Hamil?

C. Tujuan
a. Tujuan Umum
Mahasiswa dapat menjelaskan mengenai anemia pada ibu hamilTujuan Khusus

1. Mahasiswa dapat memahami pengertian anemia


2. Mahasiswa mampu menyebutkan dan menjelaskan klasifikasi anemia
3. Mahasiswa dapat menjelaskan hal – hal yang dapat menyebabkan terjadinya anemia
4. Mahasiswa dapat membuat dan melaksanakan asuhan keperawatan pada anemia
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. DEFINISI

Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah eritrosit yang beredar atau konsentraisi
hemoglobin menurun. Sehingga kapasitas day angkut oksigen untuk kebutuhan organ-
organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang.selama kehamilan,indikasi anemia adalah
jika konsentrasi HB kurang dari 10,5-11,0 g/dl(laros dalam trula myers,1998)

Anemia defisiensi besi yang terjadi akibat difisiensi makanan adalah bentuk anemia yang
paling umum pada ibu hamil(varney et al.,2004)

Anemia dapat mempengaruhi oksigen ibu dan janin dan dapat mengakibatkan
berkurangnya pertumbuhan janin,kelelahan ibu,dan komplikasi terkait,seperti
prematuritas(graves & barger .2001)

Kriteria anemia menurut WHO(1968) adalah :

1. Laki-laki dewasa : hemoglobin <13 g/dl


2. Wanita dewasa tidak hamil : hemoglobin < 12 g/dl
3. Wanita hamil : hemoglobin : , 11 g/dl
4. Anak umur 6-14 tahun : hemoglobin , 12 g/dl
5. Anak umur 6 bulan -6 tahun : hemoglobin , 11 g/dl

Secara klinis kriteria anemia di indonesi umumnya adalah :

1. Hemoglobin < 10 g/dl


2. Hemotokrit < 30 %
3. Eritrosit < 2.8 juta/mm ( I made Bakta, 2003 )

B. DERAJAT ANEMIA

Derajat anemia berdasarkan kadar hemoglobin menurut WHO

1. Ringan Sekali : Hb 10 g/dl


2. Ringan:Hb 8 g/dl-9.9 g/dl
3. Sedang : Hb 6 g/dl -7.9 g/dl
4. Berat : Hb < 6 g/dl

Departemen kesehatan menetapkan derajat anemia sebagai berikut

1. Ringan sekali : hb 11 g/dl – batas


2. Normal
3. Ringan : HB 8 g/dl – < 11 g/dl
4. Sedang : Hb 5 g/dl – < 8 g/dl
5. Berat : Hb < 5 g/dl

C. ETIOLOGI

Penyebab anemia adalah

1. Genetik

 Hemoglobinopati
 Thalasinia
 Abnormal enzim glikolitik
 Panconi anemia

1. Nutrisi

 Defisiensi besi,defisiensi asam folat


 Defisiensi cobal atau vitamin B12
 Alkoholis,kekurangan nutrisi atau malnutrisi

1. Perdarahan
2. Immonologi
3. Infeksi

 Hepatitits
 Cytomegalo virus
 Parvovirus
 Crostidia
 Sepsis gram negative
 Malaria
 Toksoplasmosis

1. Aobat obatan dan zat kimia

 Agen chemotrapi
 Anticonvulsant
 Anti metabolis
 Kontrasepsi
 Zat kimia toksik

1. trombotik trombositumenia purpura dan syndrome uremik hemolitik


2. Efek fisik

 Troma
 Luka bakar
 Gigitan ular
1. penyakit kronis dan malikna

 Penyakit ginjal , hati


 Infeksi kronis
 Neoplasma

( Sumber Elsevier & saunders , 2005 )

D. PATOFISIOLOGI

Kekurangan nutrisi

Kegagalan sumsum tulang

Pendarahan hemolysis

Kehilangan sel darah merah

(destruksi sel darah merah)

Anemia (Hb)

Resistensi aliran darah perifer

Pertahanan sekunder tidak adekuat

Penurunan transport O2

Resiko infeksi
Hipoksia

Lemah lesu

Intoleransi aktivitas

Deficit perawatan diri makan

Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer

Gangguan fungsi otak

Intake nutrisi turun/anoreksia

Pusing

Nyeri akut

Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

E. KLASIFIKASI ANEMIA DALAM KEHAMILAN

1. Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi disebabkan karena kekurangan asupan besi dalam gizi atau akibat
pendarahan.normalnya zat besi di keluarkan tidak lebih dari 1 mg setiap melalui urine,kulit
dan fese .pada wanita selama menstruasi akan kehilangan kurang lebih 15 mg dan kurang
lebih 500 mg kehilangan besi selama kehamilan normal ( joyce m black,2001 )

2. Anemia defisiensi Asam folat


Sekitar 24-60 % wanita di berbagai Negara mengalami defisiensi asam folat dalam
makanan tidak mencukupi untuk memenuhi keutuhan wanita hamil.karena kebutuhan asam
folat selama hamil 2 kali lipat sebelum hamil

Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang di butuhkan selama hamil . asam folat
berfungsi untuk metabolism makanan menjadi energy ,sintesis DNA , pematangan sel
darah merah ,pertumbuhan sel janin dan plasenta

Pada wanita tidak hamil kebutuhan asam folat sekitar 50-100 mg/hari,peningkatan
menjadi 200- 400 mg/hari ,pada wanita hamil terjadi peningkatan menjadi 200-400 mg/hari
,peningkatan kebutuhan ini di akibatkan meningkatnya sintesis jarigan pada ibu dan
janinnya. Normalnya kadar serum folat ibu hamil > 6.0 ng/ml,jika kurang dari 2.0 ng/ml
indikasi anemia.pada anemia defisiensi asam folat ,karakteristik sel darah merah lebih
besar dan matur sehingga di sebut megaloblastik

F. MANIFESTASI KLINIS ANEMIA PADA IBU HAMIL

1. Manifestasi klinis yang sering muncul


2. Pusing
3. Mudah berkunang-kunang
4. Lesu
5. Aktivitas kurang
6. Rasa mengantuk
7. Susah konsentrasi
8. Cepat lelah
9. Prestasi kerja fisik/fikiran menurun
10. Gejala khas anemia
11. Pendarahan berulang/kronik pada anemia pasca pendarahan anemia defisiensi besi
12. Ikterus, urin berwarna kuning tua atau coklat perut merongkol/makin buncit pada
anemia hemolitik
13. Mudah infeksi pada anemia aplastik dan anemia karna keganasan
14. Pemeriksaan fisik
15. Tanda-tanda anemia umum pucat, takhikardi, pulpus celer, suara pembuluh darah
spontan, bising karotis, bising sistolik anorganik perbesaran jantung
16. Manifestasi usus pada anemia

– defisiensi besi = spon nail, lositis

– defisiensi b12, pariasis, ulkus ditungkal

– hemolitik, ikterus, esple nomegali

– aplastik, anemia biasanya berat, perdarahan, infeksi


G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

1. LABORATORIUM
2. Hitung darah lengkap ( HDL ) dengan indeks

Indeks dalam anemia defisiensi besi sederhana ( Varney et al., 2004 )

 mikrositik
 hipokrom
 ferritin serum berkurang
 kapasitas peningkatan zat besi total meningkat

1. pemeriksaan feses untuk mengetahui adanya darah samar ,telur dan parasite (CDC,
1998 )

H. KOMPLIKASI

Pada ibu hamil yang anemia dapat mengalami:

1. Menjadi sulit saat persalinan


2. Mudah terjadi penyakit selama kehamilan
3. Kelainan bawaaan/cacat pada janin
4.
5. Lahir sebelum waktunya.
6. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
7. Perdarahan sebelum dan pada waktu persalinan.
8. Dapat menimbulkan kematian.

I. PENATALAKSANAAN

1. Nutrisi Ibu Hamil

Nutrisi pada ibu hamil sangat menentukan status kesehatan ibu dan janinnya. Beberapa
factor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil menurut arisman 2004 adalah =

 Keadaan social ekonomi keluarga ibu hamil, untuk memenuhi kebutuhan gizi di
perlukan sumber keuangan yang memadai. Daya beli keluarga yang rendah dalam
memenuhi kebutuhan gizi sudah barang tentu asupan nutrisi juga berkurang
 Keadaan kesehatan gizi ibu, ibu dalam keadaan sakit kemampuan mengkonsumsi zat
gizi berkurang di tambah lagi pada keadaan sakit terjadi peningkatan metabolism tubuh,
sehingga di perlukan asupan yang lebih banyak
 Jarak kelahiran yang di kandung bukan anak pertama, jarak kelahiran yang pendek
mengakibatkan pungsi alat reproduksi masih belum oktimal
 Usia kehamilan pertama, usia di atas 35 tahun merupakan resiko penyulit persalinan
dan mulai terjadinya penurunan fungsi-fungsi organ reproduksi
 Kebiasaan ibu hamil mengkonsumsi obat-obatan, alcohol, rokok, pengguna kopi
Kecukupan akan zat gizi pada ibu hamil dapat di pantau melalui keadaan kesehatannya
dan janin saat lahir. Adanya penambahan berat badan yang sesuai standar ibu hamil
merupakan salah satu indicator kecukupan gizi. Pada trimester pertama sebaiknya kenaikan
berat badan 1-2 kg, triulan kedua dan ketiga sekitar 0.34-0.50 kg tiap minggu.

Total berat komulatif pada wanita hamil dengan tinggi 150 cm sekitar 8.8 kg dan hamil
kembar 15.4 kg-20.4 kg (Arisman, 2004).

Selama hamil kebutuhan gizi meningkat dibandingkan dengan kebutuhan sebelum hamil
minsalnya kebutuhan protein meningkat 68 %, asam folat 100 % dan besi 200 – 300 %.

Selama kehamilan terjadi penurunan serum total protein, penurunan albumin


mengakibatkan tekanan osmotik koloid menurun sehingga resiko terjadinya edema. Disisi
lain terjadi peningkatan kolestrol. Kolestrol merupakan prekusor untuk sintesis
progesterone dan estrogen dalam plasenta.

2. Mengatasi penyebab anemia seperti penyakit, perdarahan, cacingan dll.


3. Pemberian nutrisi/makanan yang banyak mengandung unsure zat besi, diantaranya
daging hewan, telor, ikan, sayuran hijau. Berikut ini makanan-makanan yang banyak
mengandung zat besi.
4. Pemberian diet tinggi asam folat seperti ayam, hati, ikan, daging, telor, brokoli,
bayam, asparagus, air jeruk, kacang-kacangan.
5. Pemberian suplemen folat pada trimester l= 280 mg/hari, trimester ll= 660 mg/hari
dan trimester lll= 470 mg/hari.
6. Hindari factor – factor yang dapat mengurangi penyerapan asam folat seperti alcohol,
kopi, kontrasepsi oral, aspirin, obat-obat penenang, obat anti kejang.
BAB III

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL

DENGAN ANEMIA

A. PENGKAJIAN

1. Data Demografi

Identitas Klien dan keluarga (penanggung jawab) :

1. Nama
2. Umur :
3. Jenis kelamin

Biasanya wanita lebih cenderung mengalami anemia ,disebabkan oleh kebutuhan zat besi
wanita yang lebih banyak dari pria terutama pada saat hamil.

2. Pekerjaan
Pekerja berat dan super ekstra dapat menyebabkan seseorang terkena anemia dengan
cepat seiring dengan kondisi tubuh yang benar-benar tidak fit.

1. Hubungan klien dengan penanggung jawab


2. Agama
3. Suku bangsa
4. Status perkawinan
5. Alamat
6. Golongan darah
7. Keluhan Utama

Keluhan utama meliputi 5L, letih, lesu, lemah, lelah lalai, pandangan berkunang-kunang
dan pusing.

3. Riwayat Penyakit Sekarang

Pengumpulan data yang dilakukan untuk menentukan sebab dari anemia, yang nantinya
membantu dalam membuat rencana tindakan terhadap klien. Ini bisa berupa kronologi
terjadinya penyakit tersebut sehingga nantinya bisa ditentukan apa yang terjadi.

4. Riwayat Penyakit Dahulu

Pada pengkajian ini ditemukan kemungkinan penyebab anemia. Penyakit-penyakit


tertentu seperti riwayat penyakit Hati,ginjal,masalah hematologipenyakit malabsorbsi lain
5. Riwayat Penyakit Keluarga

Penyakit keluarga yang berhubungan dengan penyakit darah merupakan salah satu faktor
predisposisi terjadinya anemia yang cenderung diturunkan secara genetik

6. Bio psikososial

Pengkajian pasien dengan anemia (Doenges, 1999) meliputi :

1. Aktivitas / istirahat

Gejala : keletihan, kelemahan, malaise umum. Kehilangan produktivitas ; penurunan


semangat untuk bekerja. Toleransi terhadap latihan rendah. Kebutuhan untuk tidur dan
istirahat lebih banyak.

Tanda : takikardia/ takipnae ; dispnea pada waktu bekerja atau istirahat. Letargi,
menarik diri, apatis, lesu, dan kurang tertarik pada sekitarnya. Kelemahan otot, dan
penurunan kekuatan. Ataksia, tubuh tidak tegak. Bahu menurun, postur lunglai, berjalan
lambat, dan tanda-tanda lain yang menunujukkan keletihan.

1. Sirkulasi

Gejala : riwayat kehilangan darah kronik, misalnya perdarahan GI kronis, menstruasi


berat (DB), angina, CHF (akibat kerja jantung berlebihan). Riwayat endokarditis infektif
kronis. Palpitasi (takikardia kompensasi).

Tanda : TD : peningkatan sistolik dengan diastolik stabil dan tekanan nadi melebar,
hipotensi postural. Disritmia : abnormalitas EKG, depresi segmen ST dan pendataran atau
depresi gelombang T; takikardia. Bunyi jantung : murmur sistolik (DB). Ekstremitas
(warna) : pucat pada kulit dan membrane mukosa (konjuntiva, mulut, faring, bibir) dan
dasar kuku. (catatan: pada pasien kulit hitam, pucat dapat tampak sebagai keabu-abuan).
Kulit seperti berlilin, pucat (aplastik, AP) atau kuning lemon terang (AP). Sklera : biru atau
putih seperti mutiara (DB). Pengisian kapiler melambat (penurunan aliran darah ke kapiler
dan vasokontriksi kompensasi) kuku : mudah patah, berbentuk seperti sendok (koilonikia)
(DB). Rambut : kering, mudah putus, menipis, tumbuh uban secara premature (AP).

1. Integritas ego

Gejala : keyakinanan agama/budaya mempengaruhi pilihan pengobatan, misalnya


penolakan transfusi darah.

Tanda : depresi.
1 Eleminasi

Gejala : riwayat pielonefritis, gagal ginjal. Flatulen, sindrom malabsorpsi (DB).


Hematemesis, feses dengan darah segar, melena. Diare atau konstipasi. Penurunan
haluaran urine

Tanda : distensi abdomen.

1. Makanan/cairan

Gejala : penurunan masukan diet, masukan diet protein hewani rendah/masukan produk
sereal tinggi (DB). Nyeri mulut atau lidah, kesulitan menelan (ulkus pada faring).
Mual/muntah, dyspepsia, anoreksia. Adanya penurunan berat badan. Tidak pernah puas
mengunyah atau peka terhadap es, kotoran, tepung jagung, cat, tanah liat, dan sebagainya
(DB).

Tanda : lidah tampak merah daging/halus (AP; defisiensi asam folat dan vitamin B12).
Membrane mukosa kering, pucat. Turgor kulit : buruk, kering, tampak kisut/hilang
elastisitas (DB). Stomatitis dan glositis (status defisiensi). Bibir : selitis, misalnya inflamasi
bibir dengan sudut mulut pecah. (DB).

1. Neurosensori

Gejala : sakit kepala, berdenyut, pusing, vertigo, tinnitus, ketidak mampuan


berkonsentrasi. Insomnia, penurunan penglihatan, dan bayangan pada mata. Kelemahan,
keseimbangan buruk, kaki goyah ; parestesia tangan/kaki (AP) ; klaudikasi. Sensasi
manjadi dingin.

Tanda : peka rangsang, gelisah, depresi cenderung tidur, apatis. Mental : tak mampu
berespons, lambat dan dangkal. Oftalmik : hemoragis retina (aplastik, AP). Epitaksis :
perdarahan dari lubang-lubang (aplastik). Gangguan koordinasi, ataksia, penurunan rasa
getar, dan posisi, tanda Romberg positif, paralysis (AP).

1. Nyeri/kenyamanan
Gejala : nyeri abdomen samara : sakit kepala (DB)
2. Pernapasan
Gejala : riwayat TB, abses paru. Napas pendek pada istirahat dan aktivitas.
Tanda : takipnea, ortopnea, dan dispnea.
3. Keamanan

Gejala : riwayat pekerjaan terpajan terhadap bahan kimia,. Riwayat terpajan pada radiasi;
baik terhadap pengobatan atau kecelekaan. Riwayat kanker, terapi kanker. Tidak
toleran terhadap dingin dan panas. Transfusi darah sebelumnya. Gangguan
penglihatan, penyembuhan luka buruk, sering infeksi.
Tanda : demam rendah, menggigil, berkeringat malam, limfadenopati umum. Ptekie dan
ekimosis (aplastik).

1. Eksualitas

Gejala : perubahan aliran menstruasi, misalnya menoragia atau amenore (DB). Hilang
libido (pria dan wanita). Imppoten.

Tanda : serviks dan dinding vagina pucat.

7. Pemeriksaan Fisik

 Keadaan Umum

1. Kesadaran penderita: apatis, sopor, koma, gelisah, komposmentis tergantung pada


keadaan klien.
2. BB sebelum sakit dan BB saat in, BB ideal
3. Status gizi
4. Status Hidrasi

 Tanda-tanda vital:

1. TD :
2. Nadi :
3. Suhu :
4. RR :

 Pmeriksaan head toe toe

1. Kepala Tidak ada gangguan yaitu, normo cephalik, simetris, tidak ada penonjolan,
tidak ada nyeri kepala
2. Leher Tidak ada gangguan yaitu simetris, tidak ada penonjolan, reflek menelan ada.
3. Muka Wajah terlihat menahan sakit, lain-lain tidak ada perubahan fungsi maupun
bentuk. Tak ada lesi, simetris, tak oedema.
4. Mata Tidak ada gangguan seperti konjungtiva tidak anemis (karena tidak terjadi
perdarahan)
5. Telinga Tes bisik atau weber masih dalam keadaan normal. Tidak ada lesi atau nyeri
tekan
6. Hidung tak ada pernafasan cuping hidung.
7. Mulut dan Faring Tak ada pembesaran tonsil, gusi tidak terjadi perdarahan, mukosa
mulut tidak pucat.
8. Thoraks Tak ada pergerakan otot intercostae, gerakan dada simetris.
9. Paru Inspeksi ; Pernafasan meningkat, reguler atau tidaknya tergantung pada riwayat
penyakit klien yang berhubungan dengan paru. palpasi ;Pergerakan sama atau simetris,
fermitus raba sama. Perkusi ;Suara ketok sonor, tak ada erdup atau suara tambahan
lainnya.
Auskultasi ; Suara nafas normal, tak ada wheezing, atau suara tambahan lainnya seperti
stridor dan ronchi.

1. Jantung

Inspeksi; Tidak tampak iktus jantung.

Palpasi; Nadi meningkat, iktus tidak teraba.

Auskultasi ;Suara S1 dan S2 tunggal, tak ada mur-mur.

1. Abdomen
Inspeksi; Bentuk datar, simetris, tidak ada hernia.
Palpasi; Tugor baik, tidak ada defands muskuler, hepar tidak teraba. Perkusi; Suara
thympani, ada pantulan gelombang cairan. 20 kali/menit.Auskultasi ; Peristaltik usus
normal

1. Inguinal - Genetalia-Anus

Tak ada hernia, tak ada pembesaran lymphe, tak ada kesulitan BAB.

1. Ekstremitas ;
2. Pemeriksaan Diagnostik
3. Jumlah darah rutin. Sampel darah yang diambil dari urat di lengan dinilai untuk darah
hitungan. Anemia terdeteksi jika tingkat hemoglobin lebih rendah daripada normal.
4. Mungkin ada lebih sedikit sel darah merah daripada normal. Di bawah mikroskop sel
mungkin tampak kecil dan pucat daripada biasanya dalam kasus besi kekurangan
anemia.
5. Ukuran kecil disebut microcytic anemia. Dalam vitamin B12 folat kekurangan sel
mungkin tampak pucat tetapi lebih besar daripada ukuran mereka biasa. Ini disebut
macrocytic anemia.
6. Feritin toko-feritin adalah protein yang toko besi. Jika tingkat darah feritin rendah
menunjukkan rendah besi toko dalam tubuh dan membantu mendeteksi besi
kekurangan anemia.
7. Tes darah termasuk berarti sel volume (MCV) dan lebar distribusi sel darah merah
(RDW).
8. Retikulosit adalah ukuran dari sel muda. Ini menunjukkan jika produksi RBC tingkat
normal.
9. Vitamin B12 dan folat tingkat dalam darah-ini membantu mendeteksi jika anemia jika
karena kekurangan vitamin ini.
10. Analisis sumsum tulang untuk mendeteksi sel dewasa terlalu banyak seperti yang
terlihat dalam aplastic anemia atau kanker darah. Kurangnya besi dalam sumsum
tulang juga menunjuk ke arah besi kekurangan anemia.
B. Analis Data

Pengelompokan
No Masalah Etiologi
data

Kegagalan sumsum
tulang belakang

Anemia Hb menurun
DS;

Klien mengatakan
lemah dan lesu.

1 DO; Resistensi aliran darah


Intoleransi Aktifitas
perifer
– TD kurang dari
120/80 mmhg
Penurunan transport O2
– tampak eritema

Lemah lesu

Intoleransi Aktivitas
Pengelompokan
No Masalah Etiologi
data

Kekurangan nutrisi

Kegagalan sumsum
tulang belakang

Anemia Hb menurun

DS;
Pasien
mengatakan tidak
ada nafsu makan Resistensi aliran darah
perifer
DO;

Ketidakseimbang
-Tampak kurang an nutrisi kurang
2 minat terhadap Penurunan transportasi
dari kebutuhan
makanan tubuh O2

– membran
mukosa pucat Hipoksia

– bising usus

Gangguan fungsi otak

Anoreksia

Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan
tubuh
Pengelompokan
No Masalah Etiologi
data

Kehilangan sel darah


merah

Anemia (Hb menurun )


DS;
Pasien
mengatakan.
3 Resiko infeksi
Pertahanan sekunder
DO;
tidak adekuat

Resiko Infeksi

DS; Hb menurun
Klien mengatakan
badannya lemes,
Resistensi aliran darah
DO; perifer

-tampak warna
kulit membiru Penurut transport O2

– tampak kuku Ketidaefektifan


4 tumbuh lambat perfusi jaringan
perifer
Hipoksia
-ekstremitas
dingin

-TD menurun

-Nadi lemah tidak Ketidak efektifan perfusi


teraba jaringan perifer
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidak seimbangan antara suplai dan


kebutuhan oksigen
2. Ketidak seimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidak mampuan untuk mencerna makanan
3. Resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh sekunder yang tidak adekuat
(mis: penurunan hemoglobin, eukopenia, supresi/penurunan respon inflamasi)
4. Konstipasi berhubungan dengan perubahan pada pola makan.

D. INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosa Tujuan
No Keperawa /Kriteria Intevensi Rasional
tan hasil

1. Kaji
kemampuan 1. Mempengaruhi pilihan
pasien untuk intervensi/bantuan
melakukan untuk 2. Menunjukkan perubahan
melakukan neurologi karena defesiensi
tugas/AKS vitamin B12 mempengaruhi
normal. keamanan pasien/resiko
2. Kaji cedera.
kehilangan/gangg 3. Manifestasi
Intoleransi uan kardiopulmonal dari upaya
aktivitas Melaporka keseimbangan jantung dan paru untuk
berhubunga n gaya jalan, membawa jumlah oksigen
n dengan peningkatan kelemahan otot. adekuat ke jaringan.
ketidakseim toleransi 3. Awasi tekanan 4. Meningkatkan istirahat
1
bangan aktivitas(ter darah, nadi, untuk menurunkan
antara masuk pernapasan kebutuhan oksigen tubuh
suplai dan aktivitas selama dan dan menurunkan regangan
kebutuhan sehari-hari. sesudah aktivitas. jantung dan paru.
oksigen. 4. Berikan 5. Hipotensi postural atau
lingkungan hipoksia serebral dapat
tenang menyebabkan pusing,
5. Ubah posisi berdenyut dan peningkatan
pasien dengan resiko cedera.
perlahan dan 6. Regangan/stres
pantau terhadap kardiopulmonal
pusing. berlebihan/stres dapat
6. Anjurkan menimbulkan kegagalan.
pasien untuk
menghentikan
Diagnosa Tujuan
No Keperawa /Kriteria Intevensi Rasional
tan hasil

aktivitas bila
palpitasi.

1. Kaji riwayat 1. Mengidentifikasi


nutrisi, termasuk defisiensi, menduga
makanan yang kemungkinan intervensi.
disukai.
2. Observasi dan 2. Mengawasi masukan
catat masukan kalori atau kualitas
makanan pasien. kekurangan konsumsi
makanan.

3. Mengawasi
penurunan berat badan atau
3. Timbang berat
efektivitas intervensi
Ketidaks badan tiap hari.
nutrisi.
eimbangan
nutrisi: 4. Berikan makan
Menunjuk 4. Makan sedikit dapat
kurang sedikit dan
kan menurunkan kelemahan
dari frekuensi sering
peningkatan dan meningkatkan
kebutuhan dan/atau makan
berat badan pemasukan juga mencegah
2 tubuh diantara waktu
atau berat distensi gaster.
. berhubung makan.
badan stabil
an dengan
dengan nilai
ketidakma 5. Gejala GI dapat
laboratoriu 5. Observasi dan
mpuan menunjukkan efek anemia
m normal. catat kejadian
untuk (hipoksia) pada organ.
mencerna mual/muntah,
makanan. flatus dan gejala
lain yang
berhubungan.

6. Berikan dan
bantu hygiene
6. Meningkatkan nafsu
mulut yang baik
makan dan pemasukan
sebelum dan
oral, menurunkan
sesudah makan,
pertumbuhan bakteri,
gunakan sikat
meminimalkan
gigi halus untuk
kemungkinan infeksi.
penyikatan yang
lembut. Berikan
Diagnosa Tujuan
No Keperawa /Kriteria Intevensi Rasional
tan hasil

pencuci mulut
yang diencerkan
bila mukosa oral
luka.

Kolaborasi :

7. Berikan
obat sesuai
indikasi, 7. Teknik perawatan
mis.Vitamin dan mulut khusus mungkin
suplemen diperlukan bila jaringan
mineral, seperti rapuh/luka/perdarahan dan
sianokobalamin nyeri berat.
(vitamin B12),
asam folat
Kolaborasi :
(Flovite); asam
askorbat
(vitamin Kebutuhan penggantian
C),.Besi dextran tergantung pada tipe
(IM/IV.) anemia dan/atau adanya
masukan oral yang buruk
dan defisiensi yag
diidentifikasi.

2. Diberikan sampai
defisit diperkirakan teratasi
dan disimpan untuk yang
tak dapat diabsorpsi atau
terapi besi oral, atau bila
kehilangan darah terlalu
cepat untuk penggantian
oral menjadi efektif.

Resiko Mngidenti 1. Tingkatkan


infeksi fikasi cuci tangan yang 1. Mencegah
3 berhubung perilaku baik oleh kontaminasi silang.
. an dengan untuk oemberi
pertahanan mencegah/ perawatan dan
tubuh menurunkan pasien.
Diagnosa Tujuan
No Keperawa /Kriteria Intevensi Rasional
tan hasil

sekunder resiko 2. Pertahankan


yang tidak infeksi. teknik aseptic
adekuat ketat pada
2. Menurunkan resiko
(mis: prosedur/
infeksi bakteri.
penurunan perawatan luka.
hemoglobi
n, 3. Membantu dalam
3. Tingkatkan
eukopenia, pengenceran secret
masukan cairan
supresi/pe pernafasan untuk
adekuat.
nurunan mempermudah
respon pengeluaran dan mencegah
inflamasi). 4. Pantau statis cairan tubuh.
suhu, catat
adanya
4. Adnya proses
menggigil dan
inflamasi/infeksi
takikardia
membutuhkan
dengan atau
evaluasi/pengobatan.
tanpa demam

5. Mungkin digunakan
5. Kolaborasi:
secara propilaktik untuk
berikan
menurunkan kolonisasi
antiseptic
atau untuk pengobatan
topical,
proses infeksi local.
antibiotic
sistemik.

E. IMPLEMENTASI

Implementasi adalah suatu proses tindakan keperawatan dan di laksanakan sesuai dengan
intervensi yang sudah di rencanakan

F. EVALUASI

N
Diagnosa Evaluasi Ttd
o.

1. S : klien mengatakan lemas


Intoleransi
aktifitas O: keluhan utama lemah

A: masalah belum teratasi

P: Intervensi dilanjutkan

S: klien mengatakan sudah ada nafsu


makan
Ketidak O : klien tampak sehat
seimbangan
2. nutrisi kurang A : masalah teratasi
dari kebutuhan
tubuh
P : intervensi di hentikan

S: Klien mengatakan Badannya mulai


sehat
O : Klien tampak sehat

2. Resiko infeksi A: Masalah belum teratasi

P Intervensi dilanjutkan
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah eritrosit yang beredar atau konsentraisi
hemoglobin menurun. Sehingga kapasitas day angkut oksigen untuk kebutuhan organ-
organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang.selama kehamilan,indikasi anemia adalah
jika konsentrasi HB kurang dari 10,5-11,0 g/dl(laros dalam trula myers,1998)

Anemia defisiensi besi yang terjadi akibat difisiensi makanan adalah bentuk anemia yang
paling umumapada ibu hamil(varney et al.,2004)

Anemia dapat mempengaruhi oksigen ibu dan janin dan dapat mengakibatkan
berkurangnya pertumbuhan janin,kelelahan ibu,dan komplikasi terkait,seperti
prematuritas(graves & barger .2001)

Kriteria anemia menurut WHO(1968) adalah :

1. Laki-laki dewasa : hemoglobin <13 g/dl


2. Wanita dewasa tidak hamil : hemoglobin < 12 g/dl
3. Wanita hamil : hemoglobin : , 11 g/dl
4. Anak umur 6-14 tahun : hemoglobin , 12 g/dl
5. Anak umur 6 bulan -6 tahun : hemoglobin , 11 g/dl

Secara klinis kriteria anemia di indonesi umumnya adalah :

1. Hemoglobin < 10 g/dl


2. Hemotokrit < 30 %
3. Eritrosit < 2.8 juta/mm

Derajat Anemia

Derajat anemia berdasarkan kadar hemoglobin menurut WHO

1. Ringan Sekali : Hb 10 g/dl


2. Ringan:Hb 8 g/dl-9.9 g/dl
3. Sedang : Hb 6 g/dl -7.9 g/dl
4. Berat : Hb < 6 g/dl

Departemen kesehatan menetapkan derajat anemia sebagai berikut

1. Ringan sekali : hb 11 g/dl – batas


2. Normal
3. Ringan : HB 8 g/dl – < 11 g/dl
4. Sedang : Hb 5 g/dl – < 8 g/dl
5. Berat : Hb < 5 g/dl

B. SARAN

Hendaknya pelajar selalu menggali ilmu pengetahuan yang baru tentang ilmu
keperawatan lainnya yang menunjang bidang keperawatan serta dapat memanfaatkan
buku-buku yang ada di perpustakaan untuk menambah ilmu dan wawasan akan dunia
keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA

Amin huda n.hardhi kusuma,2013,Aplikasi Asuhan Keperawatan berdasarkan Diagnosa


medis Nanda Nic Noc,Jogja,MediActio

Doenges, Marilynn E,dkk.2000.Rencana Asuhan Keperawatan.Jakarta:EGC.

Kathleen M.S.2007,Rencana Asuhan keperawatan pediatric.Jakarta EGC

Kusmiran Eny. 2014. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba
Medika

Marmi. 2014. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

NellL.Tharpe,dkk,2012.praktik klinik kebidanan.Jakarta,EGC

Tarwoto,dkk 2007,Anemia pada Ibu hamil.jakarta Trans info media