You are on page 1of 9

RISK ASSESSMENT DAN PERUMUSAN STRATEGI

MITIGASI RISIKO PADA SISTEM DISTRIBUSI


PT SEMEN PADANG
Mita Andriyani S.1, Alexie Herryandie Bronto Adi2
1,2
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang
Email : Mitaandriyanis@yahoo.com

Abstrak
Distribusi merupakan aktivitas yang vital dalam manajemen rantai pasok. Aktivitas
tersebut tidak lepas dari kemungkinan adanya risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian
tujuan perusahaan. Saat ini, sistem distribusi semen PT Semen Padang masih menghadapi
gangguan yang menjadi penghambat kelancaran distribusi semen. Karena itu, perlu
dilakukan risk assessment terhadap sistem distribusi semen agar risiko yang terjadi di
sepanjang aliran aktivitas distribusi semen PT Semen Padang dapat diminimumkan
kemunculannya.
Penelitian ini mengkaji pengelolaan risiko pada sistem distribusi PT Semen Padang
dengan menggunakan pendekatan ISO 31000 yang terdiri dari tiga elemen pokok yaitu
penentuan konteks, penilaian risiko, dan perlakuan risiko. Tahap penentuan konteks
dilakukan untuk mendapatkan risiko yang diprioritaskan untuk perumusan tindakan
pengendalian risiko. Penentuan konteks risiko dimulai dari identifikasi risiko pada aktivitas
pendistribusian semen PT Semen Padang hingga diperoleh risiko yang diprioritaskan.
Selanjutnya, dilakukan penilaian terhadap risiko yang diprioritaskan tersebut untuk
merumuskan strategi mitigasi dalam upaya merespon risiko tersebut.
Berdasarkan hasil risk assessment yang dilakukan diperoleh 22 risiko yang dapat
terjadi pada aktivitas pendistribusian semen PT Semen Padang, namun 16 risiko yang
dilakukab pengkajian pada penelitian yaitu risiko pada aktivitas pendistribusian semen
melalui jalur darat. Diantara 16 risiko tersebut, risiko yang memiliki tingkat tinggi dan
diprioritaskan untuk ditindaklanjuti adalah risiko gangguan pada packer group, kantong
semen pecah, dan re-bag semen di gudang penyangga. Strategi mitigasi yang
direkomendasikan untuk event kritis risiko gangguan pada packer group adalah peningkatan
perawatan mesin/peralatan packer group, peningkatan produktivitas sumber daya manusia
(SDM) termasuk pengendalian dan pengawasan SDM, peningkatan pengendalian proses
pengantongan semen hingga pemuatan ke truk, pengembangan dan pelatihan SDM, serta
peningkatan kualitas jaringan dan server untuk aplikasi SAP. Strategi mitigasi yang
direkomendasikan untuk event kritis risiko kantong semen pecah adalah peningkatan
kualitas kantong semen, peningkatan kualitas SDM, dan peningkatan keamanan peralatan
packer group. Untuk event kritis risiko re-bag semen di gudang penyangga, strategi mitigasi
yang direkomendasikan adalah peningkatan kualitas SDM dan peningkatan sistem
manajemen gudang penyangga.

Kata Kunci : Risk assessment, distribusi, ISO 31000, mitigasi

keuangan. Semua aktivitas yang terjadi


1. PENDAHULUAN pada aliran tersebut saling berintegrasi
Seiring dengan semakin ketatnya untuk mencapai tujuan dari rantai pasok
persaingan bisnis saat ini, perusahaan secara keseluruhan. Dalam pencapaian
manufaktur maupun jasa dituntut untuk tujuan dari rantai pasok yaitu pengiriman
mampu merencanakan strategi bisnis yang produk yang tepat waktu dan kualitas yang
tepat agar dapat bertahan dan berkompetisi baik, terdapat faktor-faktor yang dapat
dalam lingkungan bisnis yang dihadapi. mempengaruhi kelancaran dari aliran
Salah satu strategi bisnis yang perlu aktivitas rantai pasok. Faktor-faktor tersebut
diperkuat adalah strategi terhadap aktivitas muncul karena adanya kondisi
rantai pasok, dengan tujuan untuk ketidakpastian terhadap aktivitas yang
meningkatkan efisiensi dari aktivitas rantai terjadi sehingga menyebabkan munculnya
pasok. risiko terhadap aktivitas rantai pasok.
Aktivitas yang terjadi pada rantai pasok Adanya risiko yang muncul pada
terdiri dari aliran material, informasi dan aktivitas rantai pasok, dapat menyebabkan

1
kerugian sebagai dampak dari kejadian terhadap kinerja peralatan/mesin
risiko. Hanafi (2009) menyatakan bahwa pengemasan semen, rusaknya kantong
risiko merupakan konsekuensi yang muncul semen, keterlambatan pasokan semen,
dari suatu aktivitas, maka dari itu risiko kurangnya persediaan semen di gudang
yang mungkin terjadi pada aktivitas rantai penyangga, dan sebagainya. Semua risiko
pasok perlu dikendalikan agar aktivitas yang yang mungkin terjadi tersebut dapat muncul
dilakukan lebih efisien. Upaya untuk pada aktivitas distribusi semen PT Semen
memahami dan mengelola ketidakpastian Padang dengan probabilitas yang tidak pasti.
(risiko) perlu dilakukan manajemen risiko Pengelolaan dampak/pengaruh efek
yang efektif. Manajemen risiko yang risiko yang terjadi pada aktivitas distribusi
mengelola risiko pada aktivitas rantai pasok semen dapat dimulai dengan melakukan
disebut dengan manajemen risiko rantai pengukuran terhadap risiko selama proses
pasok. pendistribusian semen. Pengukuran risiko
Bosman (2006) menyatakan bahwa tersebut dapat dimulai dengan melakukan
salah satu aktivitas rantai pasok yang identifikasi, analisis dan evaluasi risiko serta
memiliki dampak signifikan terhadap melakukan mitigasi terhadap risiko yang
keberlangsungan bisnis perusahaan adalah mungkin terjadi. Karena itu, diperlukan
pendistribusian produk. Selain itu, IBM penelitian untuk melakukan penilaian risiko
Global Business Services (2008) menyatakan dan perumusan strategi mitigasi risiko dalam
bahwa salah satu aktivitas rantai pasok yang upaya meminimasi kemunculan risiko pada
memiliki fungsi kritis dan berpotensi aktivitas distribusi semen PT Semen Padang.
menyebabkan aktivitas dalam rantai pasok
berhenti (ketika suatu hal yang tidak 2. TINJAUAN PUSTAKA
terduga terjadi) adalah aktivitas distribusi.
2.1 Manajemen Risiko Rantai Pasok
Berdasarkan pernyataan tersebut, peran dari
aktivitas distribusi dalam rantai pasok
Manajemen risiko rantai pasok berfokus
sangat vital karena sangat menentukan
pada bagaimana memahami dan mengelola
ketepatan waktu dan kondisi produk selama
risiko kerugian besar atau kecil yang dapat
proses penyaluran produk sampai ke tangan
terjadi di satu titik dari jaringan pasokan.
konsumen akhir, yang merupakan tujuan
Dalam manajemen risiko rantai pasok,
yang harus dicapai dari keseluruhan
penting untuk dipastikan bahwa ketika
aktivitas rantai pasok. Karena itu, penelitian
gangguan terjadi, perusahaan memiliki
ini mengkaji risiko pada aktivitas
kemampuan untuk kembali ke aktivitas
pendistribusian produk.
normal dan melanjutkan bisnis. Christopher
PT Semen Padang merupakan
dan Peck (2004) dalam Karningsih et al.
perusahaan yang bergerak dibidang industri
(2007) menyebut kondisi tersebut sebagai
manufaktur yang memproduksi semen
ketahanan dari rantai pasok.
dengan wilayah pemasaran dalam dan luar
negeri. Sistem distribusi PT Semen Padang
Fase dasar dalam mengelola risiko rantai
terdiri dari pendistribusian semen melalui
pasok, yaitu dengan melakukan identifikasi
jalur darat dan laut. Pendistribusian semen
risiko (mengidentifikasi apa yang dapat
dimulai dari Packing Plant Indarung dan
terjadi, di mana, kapan, dan bagaimana),
didistribusikan ke beberapa daerah
analisis risiko (menghitung / mengukur
pemasaran PT Semen Padang. Untuk jalur
dampak risiko), evaluasi risiko
darat, pendistribusian dalam bentuk semen
(menempatkan prioritas pada risiko yang
bag menuju gudang penyangga dan untuk
diidentifikasi) dan perlakuan risiko
jalur laut, pendistribusian dalam bentuk
(mengembangkan dan menerapkan strategi
semen curah pada umumnya, yang dimulai
mitigasi risiko untuk mengendalikan risiko)
dari Packing Plant Indarung menuju Packing
(Karningsih et al. 2007).
Plant Teluk Bayur dan dilanjutkan dengan
IBM Global Business Services (2008)
pendistribusian ke beberapa Packing Plant
menjelaskan bahwa sumber utama kesulitan
Perwakilan PT Semen Padang.
dalam pengelolaan suatu rantai pasok
Proses yang dilalui selama
adalah ketidakpastian. Ketidakpastian dapat
pendistribusian semen, tentunya tidak lepas
menimbulkan ketidakpercayaan diri
dari berbagai kemungkinan risiko yang dapat
terhadap strategi dan perencanaan yang
menghambat pencapaian tujuan pengiriman
telah dibuat. Karena itu, perusahaan sering
semen yang tepat waktu ke tangan
menciptakan pengaman di sepanjang rantai
konsumen akhir dengan kualitas semen
pasok. Pengaman tersebut dapat berupa
yang tetap terjaga dengan baik. Risiko yang
persediaan (safety stock), waktu (safety
mungkin terjadi pada aktivitas
time), ataupun kapasitas produksi dan
pendistribusian semen, seperti risiko

2
transportasi. bahwa tujuan dari FMEA adalah untuk
mengetahui dampak dari kegagalan dalam
sistem operasi kemudian mengklasifikasikan
2.2 Konsep Risiko dan Manajemen setiap kegagalan fungsi dalam tingkatan
Risiko kepentingannya.
Hanafi (2009) menyatakan bahwa
kondisi dunia bisnis selalu penuh dengan
2.4 Value at Risk (VaR)
ketidakpastian. Risiko datang tanpa terduga
dan sulit untuk dihindari. Sejalan dengan hal Pada tahun 1994, Morgan
tersebut, maka perusahaan perlu berinisiatif memperpulerkan konsep Value at Risk (VAR)
untuk mengelola risiko yang diperkirakan sebagai alat ukur risiko. Sekarang, VaR
dapat muncul dengan sebaik mungkin. menjadi alat ukur risiko baku. Regulator
Risiko dapat terjadi kapan saja dalam sektor finansial telah mengadopsi VaR
berbagai bentuk. Jika perusahaan tidak sebagai alat ukur risiko. VaR adalah
mampu mengelola risiko tersebut dengan kerugian yang dapat ditoleransi dengan
baik maka perusahaan terancam menerima tingkat kepercayaan (keamanan) tertentu
kerugian. Darmawi (1990), Djojosoedarso (Sunaryo, 2007). Sunaryo (2007)
(2003), Hanafi (2009), dan Siahaan (2009) menyebutkan bahwa VaR tidak mengukur
menyatakan bahwa risiko merupakan suatu kerugian (risiko) maksimum, namun VaR
ketidakpastian yang muncul dalam aktivitas mengukur kerugian yang dapat ditoleransi
suatu organisasi yang dapat menghambat karena VaR menunjukkan jumlah cadangan
pencapaian tujuan organisasi, bahkan dapat yang harus disediakan untuk menanggung
mengakibatkan kehancuran organisasi kerugian risiko sebesar VaR juga.
meskipun dilain pihak risiko juga Metode Value at Risk (VaR) yang
memberikan keuntungan. digunakan pada penelitian ini mengacu pada
Hanafi (2009) dan Siahaan (2009) hasil penelitian yang dilakukan oleh
menyatakan bahwa risiko terdiri dari dua Adiperdana et al. (2010) dengan formula
jenis yaitu risiko murni dan spekulatif. Risiko VaR sebagai berikut :
murni merupakan suatu ketidakpastian yang
pasti menimbulkan kerugian dan tidak 𝑉𝑎𝑅 𝑝 % = 𝐹 −1 𝑝 % (1)
memiliki kemungkinan mendapatkan −𝑘
(2)
𝜎 𝑛
keuntungan, misalnya risiko bencana alam. 𝐹 −1 (𝑝) = 𝜇 + (1 − 𝑝) −1
𝑘 𝑁𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑠 ℎ 𝑜𝑙𝑑
Sedangkan risiko spekulatif merupakan
suatu ketidakpastian yang memiliki dua
kemungkinan antara untung atau rugi,
misalnya risiko bisnis. Siahaan (2009) 3. METODOLOGI PENELITIAN
menyatakan bahwa jika terjadinya gangguan Metodologi penelitian merupakan
yang signifikan terhadap pencapaian tujuan langkah-langkah sistematis yang dilakukan
suatu organisasi, maka organisasi tersebut dalam penyelesaian masalah yang diangkat
dapat mengalami kerugian yang signifikan. dalam penelitian ini. Flowchart penelitian
Dalam beberapa situasi, risiko dapat dapat dilihat pada Gambar 1.
mengakibatkan kehancuran organisasi
tersebut. Karena itu, risiko penting untuk
dikelola

2.3 Metode FMEA (Failure Mode and


Effects Analysis)
Priyanta (2000) dan villacourt (1992)
menyatakan bahwa Failure Mode and Effects
Analysis (FMEA) merupakan salah satu
teknik yang sistematis untuk menganalisa
kegagalan dari suatu sistem. Teknik ini
dikembangkan pertama kali sekitar tahun
1950-an oleh para reliability engineers yang
sedang mempelajari masalah yang
ditimbulkan oleh peralatan militer yang
mengalami malfungsi (Priyanta, 2000).
Villacourt (1992) memberikan penjelasan

3
Mulai Penilaian Risiko yang Diprioritaskan
Evaluasi Risiko

Penentuan Konteks B A C
Mendapatkan risiko yang diprioritaskan

Penilaian Risiko yang Diprioritaskan


Uji Goodness of Fit dengan
Identifikasi Event Risiko Metode Kolmogorov Smirnov
Mengidentifikasi event risiko yang
diprioritaskan dari perumusan konteks
risiko yang akan dikaji no

Fit ?

Pengumpulan Data
- Kategori risiko PT Semen Padang yes
- Kuisioner penilaian risiko sistem distribusi semen, kuisioner verifikasi event risiko, dan
kuisioner penilaian event risiko
- Data historis perusahaan sebagai asumsi potensi loss terhadap risiko yang diprioritaskan Penentuan Nilai Threshold

Analisis Event Risiko Perhitungan Nilai Excesses Over


Menganalisis event risiko untuk setiap risiko yang diprioritaskan
berdasarkan tingkat risiko dengan memetakan pada matriks penilaian
Threshold (EOT)
risiko

Penyortiran nilai loss risiko yang Melebihi


Nilai Threshold (Excesses Over Threshold)
Evaluasi Risiko
Mengukur toleransi perusahaan terhadap risiko yang terjadi dengan model Value at Risk
(VaR)

Penentuan Parameter Fungsi Distribusi dari Nilai


No Execess Over Threshold (EOT)
Perhitungan opportunity loss

Uji Goodness of Fit


Ya dengan Metode
Data loss cukup? Kolmogorov Smirnov

Tidak

Menambah poin data loss dengan Fit ?


algoritma MEBoot

Yes

Penentuan fungsi distribusi


data loss dari hasil MEBoot Perhitungan Nilai VaR
(Hasil Penelitian Adiperdana et al. 2010)

B A C

Perlakuan Risiko yang Diprioritaskan


- Pengelompokkan event risiko untuk setiap risiko

Gambar 1. Flowchart Metodologi Penelitian


- Perumusan rekomendasi tindakan mitigasi risiko untuk setiap risiko
- Perumusan strategi mitigasi risiko

Analisis Strategi Mitigasi Risiko

Penutup
Kesimpulan dan saran

Selesai

Gambar 1. Flowchart Metodologi Penelitian


(Lanjutan)

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Penentuan Konteks
Penentuan konteks merupakan ruang
lingkup terhadap kajian risiko yang akan
dilakukan pengelolaan/manajemen risiko.
Ruang lingkup pengelolaan/manajemen
risiko yang dilakukan adalah manajemen
risiko rantai pasok pada industri semen yaitu
pada sistem distribusi semen PT Semen

4
Padang. Secara umum proses bisnis sistem 4.1.1 Identifikasi Risiko pada Sistem
distribusi PT Semen Padang disajikan pada Distribusi PT Semen Padang
Gambar 2. Pengkajian risiko pada sistem
distribusi semen dilakukan berdasarkan
sumber risiko pada pedoman manajemen
risiko PT Semen Padang yang terangkum
pada Tabel 1 dan pengalaman masa lalu PT
Kereta Api
SEMEN PADANG

Truk Wagon Semen Padang yang diperoleh berdasarkan


hasil diskusi dengan pihak risk officer (Biro
Packing Plant Indarung Packing Plant Teluk Bayur

Distribusi dan Transportasi), pihak lapangan


Biro Pengantongan (Packing Plant Indarung,
Packing Plant Teluk Bayur) serta literatur
mengenai kajian risiko operasional Packing
Transporter Kapal Curah/bag

Truk Distributor (FOT/FOB)


Plant. Hasil pengkajian risiko yang dapat
terjadi di sepanjang aktivitas distribusi
semen PT Semen Padang disajikan pada
Tabel 2.
Transporter
Gudang Penyangga Packing Plant Perwakilan
Tabel 2. Hasil Identifikasi Risiko Sistem
Distribusi PT Semen Padang
No. Proses Risiko Kode Risiko Keterangan
Gambar 2. Proses Bisnis Sistem Risiko kekurangan stock semen dari silo R01 Risk Owner
Distribusi PT Semen Padang Risiko gangguan pada packer group R02 Kusuma et al. 2011
Risiko semen hilang R03 Kusuma et al. 2011
Sebelum diidentifikasi risiko yang terjadi 1 Packing Risiko gangguan sistem SAP R04 Risk Owner
Risiko kantong semen pecah R05 Penulis
pada sistem distribusi PT Semen Padang Risiko kecelakaan kerja R06 Penulis
maka ditentukan potensi sumber risiko dari Risiko kekurangan pasokan kantong semen R07 Kusuma et al. 2011
sistem distribusi semen. Potensi sumber Risiko overweight semen di penimbangan akhir R08 Risk Owner
risiko internal dan eksternal untuk sistem 2 Bongkar muat semen
Risiko kecelakaan kerja R06 Penulis
Risiko kantong semen pecah R05 Penulis
distribusi PT Semen Padang disajikan pada Risiko kekurangan buruh angkut R09 Kusuma et al. 2011
Tabel 1. Risiko kantong semen pecah R05 Penulis
3 Transportasi semen Risiko semen hilang R03 Kusuma et al. 2011
Risiko semen reject R10 Penulis
Tabel 1. Potensi Sumber Risiko pada Risiko kekurangan armada truk R11 Kusuma et al. 2011
Sistem Distribusi Semen 4 Operasional truk Risiko kecelakaan truk R12 Penulis
Risiko kerusakan truk R13 Penulis
No. Sumber risiko Contoh Risiko muatan kapal tidak efektif R14 Kusuma et al. 2011
Risiko kecelakaan kapal R15 Penulis
Peralatan 5 Operasional kapal Risiko kerusakan kapal R16 Penulis
Aset fisik/non Risiko ketidaktersediaan armada kapal R17 Kusuma et al. 2011
1 Mesin
fisik Risiko kapal tidak bisa sandar R18 Kusuma et al. 2011
Kerusakan akibat Risiko silo kosong/stock semen di silo kritis R19 Penulis
bencana alam 6 Pengisian silo
Risiko semen hilang R03 Kusuma et al. 2011
Risiko semen reject R10 Penulis
Kelalaian pekerja Risiko kekurangan stock semen di gudang penyangga R20 Penulis
2 Faktor manusia Kekurangan tenaga Operasional Gudang
7 Risiko banjir R21 Risk Owner
Penyangga
kerja Risiko kekurangan buruh angkut R09 Penulis
Risiko re-bag semen di gudang penyangga R22 Risk Owner
Jaringan komunikasi
3 Komunikasi Teknologi dan
informasi
4.1.2 Analisis Kajian Risiko
Konsumen
4 Penjualan/pasar Karena informasi yang terkait untuk
Keuangan pendistribusian semen melalui jalur laut
Perubahan sangat terbatas, maka kajian risiko dibatasi
permintaan pasar untuk distribusi semen melalui jalur darat.
5 Strategi Analisis dilakukan terhadap risiko
Sistem manajemen
yang telah diidentifikasi terkait dengan
Kontrak/peraturan distribusi semen melalui jalur darat dengan
Cuaca menggunakan metode analisis FMEA (Failure
6 Lingkungan
Mode and Effect Analysis). Analisis ini
Bencana alam bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam
Infrastruktur Jalan mengenai penyebab dan dampak
kemunculan risiko serta deteksi yang telah
dilakukan perusahaan serta upaya

5
pencegahan munculnya risiko/gangguan analisis dan evaluasi risiko) hingga
aktivitas distribusi semen jalur darat. Proses dilakukanya perlakuan risiko.
analisis FMEA tersebut dilakukan dengan
wawancara/diskusi dengan pihak risk officer
serta pihak (Biro Pengantongan PPI). Hasil 4.2.1 Identifikasi Event Risiko
dari analisis FMEA berupa Risk Priority
Pada tahap ini dilakukan identifikasi
Number (RPN) yang menunjukkan prioritas
event risiko dari risiko kritis aktivitas
risiko. Skor RPN digunakan sebagai bahan
distribusi semen jalur darat yaitu event-
pertimbangan dalam perumusan konteks
event risiko gangguan pada packer group,
risiko distribusi semen PT Semen Padang
kantong semen pecah, dan re-bag semen di
untuk perumusan strategi pengendalian
gudang penyangga. Identifikasi event risiko
risiko.
dilakukan berdasarkan survey lapangan dan
Untuk mendapatkan hasil rumusan diskusi/wawancara dengan pihak risk officer
konteks risiko yang akan dikaji lebih lanjut serta pihak lapangan.
maka risiko tersebut diinterpretasikan ke
Hasil identifikasi event risiko
dalam peta perlakuan risiko untuk
menunjukkan bahwa untuk risiko gangguan
mendapatkan keputusan terhadap risiko
pada packer group (R02) diperoleh 32 event,
pada aktivitas distribusi semen melalui jalur
risiko kantong semen pecah (R05) diperoleh
darat yang diprioritaskan untuk dilakukan
2 event, dan risiko re-bag semen di gudang
manajemen risiko dalam upaya
penyangga (R22) diperoleh 2 event.
mendapatkan tindakan mitigasi risiko
sebagai upaya dalam mengurangi
kemunculan kejadiannya terhadap 4.2.2 Analisis Event RisikoLIKELIHOOD
kelancaran aktivitas distribusi semen PT SEVERITYevent1 risiko2 adalah
3 4 5
Semen Padang. Peta perlakuan risiko Analisis upaya
distribusi semen melalui jalur darat disajikan untuk memahami risiko yang diprioritaskan
lebih mendalam 5 berdasarkan seberapa besar
pada Gambar 3.
event-event untuk setiap risiko yang
diprioritaskan 4 tersebut berkontribusi
mempengaruhi risiko kritis pada aktivitas
LIKELIHOOD
5,0
distribusi semen melalui jalur darat.
4,5 LIKELIHOOD SEVERITY 1 2 3 4 5
4,0 SEVERITY 1 2 3
3 4 5
Detect and Monitor R02 Prevent at Source
5
Severity

3,5
3,0 5 19 3,27
2,5 2 1
R04 R22
Low Control Monitor
2,0
R01, R21
4
1,5 R08 4 R05 15,20,32
1,0 R07, R09, R06 R10 R03
R12, R20 R11,R13
1 2, 3
1,0 2,0 3,0 4,0 5,0
10,12,14,16,17,18,
3
3
Likelihood 26,31
11,28 (b)

1,2,4,6,7,9,21,22,2
2 1
2 5,13,23,24,30
Gambar 3. Peta Perlakuan Risiko Sistem 5,29

Distribusi PT Semen Padang


1 2
Melalui Jalur 1Darat 8

(a) (c)
Dengan mempertimbangkan kajian hasil
analisis FMEA dan peta perlakuan risiko
maka risiko yang diprioritaskan adalah risiko Gambar 4. Matriks Penilaian Event Risiko
gangguan pada packer group (R02), kantong yang Diprioritaskan (a) Risiko
semen pecah (R05), dan re-bag semen di Gangguan pada Packer Group,
gudang penyangga (R22). (b) Risiko Kantong Semen
Pecah, dan (c) Risiko Re-Bag
4.2 Penilaian Risiko yang Diprioritaskan Semen Di Gudang Penyangga
Penilaian risiko yang dilakukan pada
4.2.3 Evaluasi Risiko yang
tahap ini adalah terhadap risiko kritis dalam
Diprioritaskan
aktivitas distribusi semen yang memiliki
tingkat risiko tinggi. Risiko-risiko tersebut Tujuan dari evaluasi risiko adalah
akan dikaji lebih mendalam dengan membantu proses pengambilan keputusan
pendekatan kerangka kerja ISO 31000 yang berdasarkan hasil analisis risiko sehingga
dimulai dari penilaian risiko (identifikasi, dapat memperkuat dan mengkuantifikasi

6
hasil judgement pakar terhadap penilaiannya dapat ditoleransi oleh perusahaan dalam
pada setiap risiko yang telah dikaji. menanggung risiko gangguan pada packer
Evaluasi risiko pada penelitian ini group tersebut yaitu sebesar
dilakukan dengan pengukuran nilai risiko. Rp11.273.149.385,00.
Tujuan pengukuran risiko tersebut adalah
untuk mendapatkan informasi terhadap
perkiraan besarnya kerugian dan toleransi
4.3 Perlakuan Risiko yang
terhadap kerugian serta kemungkinan
Diprioritaskan
terjadinya kerugian dari setiap risiko yang
diukur. Evaluasi risiko dilakukan dengan Perlakuan risiko dilakukan terhadap
mengkaji potensi loss dari setiap risiko event risiko yang diprioritaskan dengan
sehingga diperoleh seberapa besar menentukan alternatif perlakuan/respon
perusahaan mendapatkan kerugian yang risiko. Menurut Komite Nasional Kebijakan
disebabkan oleh risiko yang terjadi. Governance (2011), alternatif
Value at risk (VaR) merupakan salah perlakuan/respon risiko dibagi menjadi 4
satu model yang digunakan untuk mengukur alternatif, yaitu :
risiko. Pada penelitian ini digunakan model 1. Menghindari risiko (risk avoidance)
Value at Risk (VaR) yang mengacu pada 2. Berbagi risiko (risk sharing/transfer)
hasil penelitian Adiperdana et al. (2010), 3. Mitigasi (mitigation)
dimana dengan mempertimbangkan nilai 4. Menerima risiko (risk acceptance)
loss dari risiko yang melebihi nilai threshold.
Perhitungan VaR dilakukan untuk
tingkat keamanan (kepercayaan) 95 %, 99
%, dan 99,9 % yang tujuannya adalah untuk 4.3.1 Perlakuan Risiko Gangguan pada
menunjukkan seberapa besar perbedaan Packer Group
VaR untuk setiap tingkatan kepercayaan
yang digunakan serta memberikan informasi Berdasarkan hasil dari perlakuan
kepada pihak risk owner terhadap seberapa risiko terhadap event risiko gangguan packer
besar kerugian risiko yang dapat group yang diprioritaskan tersebut maka
ditoleransikan perusahaan dari harga risiko dapat dirumuskan strategi mitigasi risiko
(konsekuensi). Rekapitulasi hasil gangguan pada packer group dalam upaya
perhitungan VaR untuk risiko gangguan pada meminimasi peluang kemunculan untuk
packer group, kantong semen pecah, dan re- mengurangi dampak risiko pada aktivitas
bag semen di gudang penyangga disajikan distribusi semen PT Semen Padang melalui
pada Tabel 3. jalur darat. Berikut adalah rumusan strategi
mitigasi risiko gangguan pada packer group
Tabel 3. Rekapitulasi Perhitungan VaR yang direkomendasikan.
untuk Setiap Risiko 1. Peningkatan kualitas jaringan dan
Value at Risk (VaR) server untuk aplikasi SAP
No Risiko Periode
99,90% 99% 95% 2. Peningkatan perawatan mesin/peralatan
1 Risiko Gangguan pada Packer Group Bulanan Rp 11.273.149.385 Rp 7.482.700.410 Rp 4.555.197.541 packer group
2 Risiko Kantong Semen Pecah Bulanan Rp 2.431.778.696 Rp 2.049.742.966 Rp 1.465.093.903 3. Pengembangan dan pelatihan SDM
3 Risiko Re-bag Semen di Gudang Penyangga
Tahunan Rp 372.250.959 Rp 323.002.030 Rp 244.111.653 4. Peningkatan produktivitas sumber daya
Bulanan Rp 31.020.913 Rp 26.916.836 Rp 20.342.638 manusia termasuk peningkatan
pengendalian dan pengawasan SDM
Contoh perhitungan : 5. Peningkatan pengendalian proses
1. Risiko gangguan pada packer group pengantongan semen hingga pemuatan
−(−0,05118 )
ke truk
21.121 48
𝐹 −1 (0,999) = 3114,1 + (1 − 0,999) −1
−0,05118 20
= Rp 11.273.149.385,00/bulan 4.3.2 Perlakuan Risiko Kantong Semen
Value at Risk (VaR) untuk risiko gangguan Pecah
pada packer group dengan tingkat
Berikut adalah hasil rumusan
kepercayaan 99,9 % memberikan informasi
strategi mitigasi risiko kantong semen pecah
bahwa ada kemungkinan sebesar 0,1 %
berdasarkan kajian terhadap event risiko
penyimpangan kerugian perusahaan dapat
kantong semen pecah, yaitu sebagai berikut
melebihi Rp11.273.149.385,00 atau
:
perusahaan yakin dengan 99,9 % bahwa
1. Peningkatan kualitas kantong semen
penyimpangan kerugian perusahaan tidak
2. Peningkatan kualitas SDM
akan melebihi Rp11.273.149.385,00. Karena
3. Peningkatan keamanan peralatan
itu, perusahaan dapat menggunakan Value
packer group
at Risk (VaR) 99,9 % sebagai kerugian yang

7
yang ditetapkan oleh perusahaan.

4.3.3 Perlakuan Risiko Re-Bag 5.2 Saran


Semen Di Gudang Penyangga
Berikut adalah saran yang dapat
Berdasarkan hasil dari perlakuan diberikan untuk perbaikan penelitian ini ke
risiko terhadap event risiko re-bag semen di depannya.
gudang penyangga maka dapat dirumuskan 1. Penilaian risiko perlu dilakukan untuk
strategi mitigasi risiko re-bag semen di unit kerja lainnya pada industri semen
gudang penyangga dalam upaya sehingga dapat diketahui risiko kritis
meminimasi peluang dan dampak risiko dari keseluruhan rantai pasok.
tersebut dalam kelancaran aktivitas 2. Penilaian risiko dilakukan dengan
distribusi semen PT Semen Padang melalui menggunakan metode-metode lainnya
jalur darat. Rumusan strategi mitigasi risiko seperti COSO Entreprise Risk
re-bag semen di gudang penyangga yang Management, AS/NZ S 4360:2004, dan
direkomendasikan adalah sebagai berikut : lain-lain.
1. Peningkatan kualitas SDM 3. Bagi pihak perusahaan, strategi mitigasi
2. Peningkatan sistem manajemen gudang risiko yang direkomendasikan dapat
penyangga dijadikan pertimbangan dalam
perumusan program pengendalian risiko
5. KESIMPULAN DAN SARAN kritis pada aktivitas distribusi semen PT
Semen Padang.
5.1 Kesimpulan
4. Bagi pihak perusahaan, perlu dilengkapi
Berikut adalah kesimpulan yang
berbagai data yang dibutuhkan
diperoleh dari hasil penelitian yang
sehingga penilaian terhadap setiap
dilakukan.
tingkat risiko yang mungkin terjadi lebih
1. Terdapat 16 risiko yang dapat terjadi
baik.
pada pendistribusian semen melalui jalur
darat yang dapat dikelompokkan ke
dalam tujuh kategori risiko yaitu stok
DAFTAR PUSTAKA
semen/kantong, gangguan peralatan
serta SAP, kehilangan/kerusakan semen, [1] Adiperdana, A., Suwignjo, P. dan
masalah sarana transportasi (truk), Rusdiansyah, A. (2010). Analisis Value
kantong semen pecah dan re-bag, at Risk Menggunakan Metode Extreme
kecelakaan kerja, dan banjir. Value Theory-Generalized Pareto
2. Risiko tertinggi dalam pendistribusian Distribution dengan Kombinasi
semen melalui jalur darat adalah risiko Algoritma Meboot Dan Teori Samad-
gangguan pada packer group (R02), Khan. (Paper), Institut Teknologi
kantong semen pecah (R05), dan re-bag Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.
semen di gudang penyangga (R22). www.digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-
3. Hasil penilaian risiko terhadap risiko 10679-Paper.pdf.
tertinggi diperoleh 32 event untuk risiko
gangguan pada packer group, 3 event [2] Andhika, I.M. (2011). Implementasi ISO
untuk risiko kantong semen pecah, dan 2 31000 Sebagai IT Risk Management
event untuk risiko re-bag semen di pada PT. Bank Mandiri, TBK. Majalah
gudang penyangga. Ilmiah UNIKOM. Vol. 10, No.1. 23-34.
4. Hasil analisis lebih lanjut terhadap
perlakuan risiko menunjukkan bahwa [3] Bosman, R. (2006). The New Supply
event 27; 3; 19; 32; 15; 20; dan 14 Chain Challenge: Risk Management in A
untuk risiko gangguan pada packer Global Economy. FM Global. Vol. 4, No.
group, event 1; 2; dan 3 untuk risiko 06. 1-10.
kantong semen pecah, dan event 1; 2
untuk risiko re-bag semen di gudang
penyangga adalah event yang [4] Bradley, G. (2011). A Guide to Risk
memberikan dampak dan kemungkinan Management. (Paper), The State of
kemunculan yang tinggi. Queensland (Queensland Treasury),
5. Implementasi strategi mitigasi risiko Australia.
usulan oleh perusahaan, diharapkan akan www.treasury.qld.gov.au/office/knowled
dapat menurunkan dampak dan ge/docs/risk-management-guide/guide-
kemungkinan kemunculan risiko, yang to-risk-management.pdf.
ditunjukkan oleh Value at Risk (VaR)
pada tingkat kepercayaan (keamanan)

8
[5] Darmawi, H. (1990). Manajemen Risiko. [15] Pujawan, I.N. (2005). Supply Chain
PT Bumi Aksara : Padang. Management. Guna Widya : Surabaya.

[6] Djojosoedarso, S. (2003). Prinsip- [16] Siahaan, H. (2009). Manajemen Risiko


Prinsip Manajemen Risiko Asuransi. pada Perusahaan dan Birokrasi. PT Elex
Salemba Empat : Surabaya. Media Komputindo : Jakarta.

[17] Sunaryo, T. (2007). Manajemen Risiko


[7] Hanafi, M.M. (2009). Manajemen Risiko.
Finansial. Salemba Empat : Jakarta.
Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah
Tinggi Ilmu Manajemen YKPN :
[18] Taff, C.A. (Alih Bahasa : Drs. Marianus
Yogyakarta.
Sinaga Akt.).(1988). Manajemen
Transportasi dan Distribusi Fisis.
[8] IBM Global Business Services. (2008).
Erlangga : Jakarta.
Supply Chain Risk Management:
Management A Delicate Balancing Act.
[19] Villacourt, M. (1992). Failure Mode and
(White Paper), IBM Corporation, United
Effects Analysis (FMEA): A Guide for
States of America.
Continuous Improvement for the
ftp://170.225.15.40/common/ssi/sa/wh
Semiconductor Equipment Industry.
/n/gbw03015usen/GBW03015USEN.PDF
International SEMATECH Technology
Transfer. 30 September 1992. Austin, 1
[9] International Standard Organisation
- 25.
(2009). “ISO 31000: Risk Management
– Principles and Guidelines”, 1st Edition,
International Standard, Switzerland.
www.iso.org/iso/catalogue_detail.htm?c
snumber=43170.
[10] Karningsih, P.D., Kayis, B. dan Kara, S.
(2007). Risk Identification in Global
Manufacturing Supply Chain. Proceeding
International Seminar On Industrial
Engineering and Management. 29 – 30
Agustus. Jakarta, C8 – C15.

[11] Komite Nasional Kebijakan Governance.


(2011). Draft Pedoman Penerapan
Manajemen Risiko Berbasis Governance.
www.knkg-indonesia.com.
[12] Kusuma, L.D., Suwignjo, P. dan
Hanoum, S. (2011). Risk Assesment
pada Proyek Packing Plant PT. Semen
Gresik (Persero) Tbk Menggunakan
Framework ISO 31000 dan Metode
Value at Risk. (Paper), Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),
Surabaya. www.
digilib.its.ac.id/public/ITS-
Undergraduate-15877-paper.pdf.

[13] PPOB Nusantara. (2012). Tarif Tenaga


Listrik Prabayar. Diakses pada tanggal
10 Juli 2012, dari
http://ppobnusantara.com/.

[14] Priyanta, D. (2000). Keandalan dan


Perawatan. Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS), Surabaya. Buku Ajar.
http://images.patrang.multiply.multiply
content.com/attachment/0/Sv4hCwoKC
DIAAD6mXys1/CV.pdf.