You are on page 1of 2

Pembahasan Tanin

Analisis tanin dilakukan dengan cara kuantitatif. Analisis tanin dari teh dan

batang brotowali ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin pada teh dan batang

brotowali. Cara kuantitatif ini dilakukan dengan cara permanganometri.

Analisis diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu metode standarisasi

dalam sediaan herbal terstandar dan fitofarmaka yang dilakukan dengan

mengidentifikasi adanya tanin serta untuk menghitung kadar tanin total dari kulit

buah rambutan menggunakan metode permanganometri.

Analisis dilakukan dengan menentukan kadar tanin total dari teh dan batang

brotowali secara permanganometri. Prinsipnya yaitu berdasarkan proses oksidasi

reduksi atau redoks dimana Kalium Permanganat sebagai zat pengoksidator dan

sebagai larutan standard primer zat pereduksi adalah asam oksalat serta indigo

sulfat sebagai indikator (TAT) pada penetapan kadar tanin yang ditunjukan

dengan warna larutan berubah menjadi warna kuning emas

Sebelum dilakukannya uji penetapan kadar tanin total dari teh dan batang

brotowali menggunakan metode permanganometri, terlebih dahulu dilakukan

persiapan sampel berupa serbuk teh dan brotowali masing-masing direbus dengan

aquades 50 mL selama 30 menit agar tanin dapat tersari ke dalam air pada gelas

kimia, karena pada dasarnya tanin larut dalam air.

Setelah dilakukan perebusan masing-masing sampel yang telah direbus

kemudian disaring menggunakan kapas guna memisahkan residu dan filtrate,

filtrate kemudian dimasukkan ke dalam labu takar 100 mL dan ditambahkan

aquadest hingga batas.

Filtrate teh dan brotowali yang telah di encerkan kemudian dipipet sebanyak

50 mL dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100mL secara terpisah. Kemudian,

filtrate yang telah diencerkan masing-masing ditambahkan asam indigo sulfonat

sebagai indikator, lalu dititrasi dengan Kalium Permanganat (KMnO4) yang telah
dibakukan dengan asam oksalat (H2C2O4.2H2O), hal ini dilakukan secara duplo.

Titik akhir titrasi pada penetapan kadar tanin ditunjukan dari warna larutan biru

menjadi berwarna kuning emas.

Dari hasil pengamatan pada teh diperoleh presentase rata-rata kadar tanin pada

percobaan 1 yaitu 6,5358% dan pada percobaan 2 yaitu 6,45967%. Dari

penetapan kadar tanin total rata-rata pada teh didapatkan hasil sebesar 6,497% .

Dari hasil pengamatan pada batang brotowali diperoleh presentase rata-rata

kadar tanin pada percobaan 1 yaitu 0,4573% dan pada percobaan 2 yaitu

0,4382%. Dari penetapan kadar tanin total rata-rata pada teh didapatkan hasil

sebesar 0,44775% .