You are on page 1of 7

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Alat
a. Beaker glass f. Kaki tiga
b. Botol semprot g. Kapas
c. Bunsen h. Labu Erlenmeyer 250 mL
d. Gelas ukur i. Pipet tetes
e. Cawan penguap j. Corong

3.2 Bahan
a. Sampel simplisia brotowali
b. Ethanol
c. Aquadest

3.3 Diagram Alir/Prosedur Percobaan


Penetapan kadar sari larut ethanol

2 gram brotowali

- Dimaserasi dengan ethanol 100


mL
- Dikocok dengan shaker selama 6
jam
- Didiamkan selama 18 jam
- Disaring dengan kapas

Filtrat Residu

- Diuapkan 25 mL dalam cawan hingga kering


- Dipanaskan 105°C dalam oven hingga bobot
tetap

Hasil
Penetapan Kadar sari larut air

2 gram brotowali

- Ditambahkan aquadest 100 mL


- Dipanaskan selama 1 jam
- Didinginkan dan ditimbang
- Ditambahkan aquadest hingga
bobot awal
- Disaring dengan kapas

Filtrat Residu

- Diuapkan 25 mL dalam cawan hingga kering


- Dipanaskan 105°C dalam oven hingga bobot
tetap

Hasil
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Percobaan


a. Kadar sari larut ethanol
Penimbangan % kadar
Cawan 1 7,58%
Cawan 2 6,9%
Rata-rata % kadar 7,24% ± 0,34

b. Kadar sari larut air


Penimbangan % kadar
Cawan 1 9,86%
Cawan 2 8,42%
Rata-rata % kadar 9,14% ± 0,72

4.2 Pembahasan

Pada penentuan kadar sari larut air yang dilakukan secara duplo, 2g brotowali
terlebih dahulu direbus selama ± 1 jam dengan air sebanyak 100 mL, kemudian
ditambahkan air hingga bobot semula. Hal ini bertujuan agar zat aktif yang ada
pada simplisia dapat terekstraksi dan tertarik oleh pelarut tersebut.
Setelah zat aktif terekstraksi seluruhnya maka dilakukan penyaringan
menggunakan kapas bebas lemak, dan filtratnya ditampung sebanyak 25 mL di
dalam cawan penguap.
Kemudian cawan penguap berisi filtrate diuapkan hingga kering pada suhu
105°C di dalam oven hingga bobot tetap. Bobot tetap yang dimaksud adalah dua
kali penimbangan berturut-turut berbeda tidak lebih dari 0,5 mg tiap gram yang
ditimbang.
Hasil dari penimbangan pertama didapatkan kadar 9,86% dan penimbangan
kedua 8,42%. Rata-rata kadar dari penentuan kadar sari larut air adalah 9,14% ±
0,72. Hal ini sesuai dengan literature MMI jilid II yang menyebutkan bahwa kadar
sari larut air tidak lebih dari 15,4%.
Sedangkan pada penentuan kadar sari larut etanol yang dilakukan secara
duplo, 2g brotowali terlebih dahulu dimaserasi selama ± 24 jam dengan etanol (95
%) dengan pengcokan pada shaker 6 jam. Hal ini bertujuan agar zat aktif yang ada
pada simplisia dapat terekstraksi dan tertarik oleh pelarut tersebut.
Setelah zat aktif terekstraksi seluruhnya maka dilakukan penyaringan
menggunakan kapas bebas lemak secara cepat, dan filtratnya ditampung sebanyak
25 mL di dalam cawan penguap.
Kemudian cawan penguap berisi filtrate diuapkan hingga kering pada suhu
105°C di dalam oven hingga bobot tetap dalam keadaan tertutup alumunium foil
agar ethanol tidak mudah menguap. Bobot tetap yang dimaksud adalah dua kali
penimbangan berturut-turut berbeda tidak lebih dari 0,5 mg tiap gram yang
ditimbang.
Hasil dari penimbangan pertama didapatkan kadar 7,58% dan penimbangan
kedua 6,9%. Rata-rata kadar dari penentuan kadar sari larut air adalah 7,24% ±
0,34. Hal ini tidak sesuai dengan literature MMI jilid II yang menyebutkan bahwa
kadar sari larut ethanol tidak lebih dari 4,4%, namun hasil masih dapat diterima
karena memiliki simpangan deviasi kurang dari 1.
BAB V

KESIMPULAN

 Diperoleh rata-rata kadar sari larut air sebesar 9,14 % ± 0,72 dari sampel
brotowali.
 Diperoleh rata-rata kadar sari larut ethanol sebesar 7,24 % ± 0,34 dari
sampel brotowali.
LAMPIRAN

1) Preparasi cawan penguap


a. Bobot cawan kosong sebelum di oven
 Cawan 1 : 38,7585 g
 Cawan 2 : 29,6953 g
 Cawan 3 : 34,8719 g
 Cawan 4 : 39,8037 g

b. Simpangan maksimum cawan kosong setelah di oven


0,5
 Cawan 1 : 1000 x 38,7585 g = 0.0194 g
0,5
 Cawan 2 : 1000 x 29,6953 g = 0.0148 g
0,5
 Cawan 3 : 1000 x 34,8719 g = 0.0174 g
0,5
 Cawan 3 : 1000 x 39,8037 g = 0.0199 g

c. Cawan kosong setelah di oven 1


 Cawan 1 : 38,7523 g
 Cawan 2 : 29,5960 g
 Cawan 3 : 34,8735 g
 Cawan 4 : 39,4213 g

d. Cawan kosong di setelah oven 2


 Cawan 1 : 38,7504 g
 Cawan 2 : 29,5933 g
 Cawan 3 : 34,8714 g
 Cawan 4 : 39,4067 g

e. Selisih Cawan kosong setelah di oven 1 dan oven 2


 Cawan 1 : 0,0019 g
 Cawan 2 : 0,0158 g
 Cawan 3 : 0,0184 g
 Cawan 4 : 0,0207 g

2) Bobot cawan penguap + sampel setelah di oven


a. Bobot cawan kosong + ekstrak kering oven 1
 Cawan 1 : 38,8002 g
 Cawan 2 : 29,5517 g
 Cawan 3 : 34,9097 g
 Cawan 4 : 39,4114 g
b. Bobot cawan kosong + ekstrak kering oven 2
 Cawan 1 : 38,7997 g
 Cawan 2 : 29,5512 g
 Cawan 3 : 34,9093 g
 Cawan 4 : 39,4112 g

c. Selisih Cawan kosong + ekstrak kering setelah di oven 1 dan oven


2
 Cawan 1 : 0,0005 g
 Cawan 2 : 0,0005 g
 Cawan 3 : 0,0004 g
 Cawan 4 : 0,0002 g

3) Perhitungan A
a. Cawan 1 : 38,7997 g - 38,7504 g = 0,0493 g
b. Cawan 2 : 29,5512 g - 29,5933 g = 0,042 g
c. Cawan 3 : 34,9093 g - 34,8714 g = 0,0379 g
d. Cawan 4 : 39,4112 g - 39,4067 g = 0.0345 g

4) Perhitungan kadar sari larut air


0,0493 100
a. Cawan 1 = x x 100% = 9,86 %
2 25
0,042 100
b. Cawan 2 = = x x 100% = 8,42%
2 25
 Rata-rata kadar 9,14% ± 0,72 g

5) Perhitungan kadar ethanol


0,0379 100
a. Cawan 1 = 2
x
25
x 100% = 7,58 %
0,0345 100
b. Cawan 2 = = x x 100% = 6,9%
2 25
 Rata-rata kadar 7,24% ± 0,34 g