You are on page 1of 9

“PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN”

DISUSUN OLEH:

1. Bella Cita Ananda


2. Dela Audria
3. Dinda Raihana
4. Nadya Oktaviony
5. R.A Miftah Cahyani
6. Sanyyah Amarda Febriani
BAB I

1.1. Latar Belakang


Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan
yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan.
Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume
serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk
semula. Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju
kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan
bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan. Perkecambahan diawali
dengan penyerapan air dari lingkungan air dari lingkungan sekitar biji, baik
tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah
membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari
lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun dari udara (dalam bentuk
uap air ataupun embun). Efek yang terjadi membesarnya ukuran biji karena
sel-sel embrio membesar dan biji yang melunak.

1.2. Tujuan Praktikum


Adapun tujuan praktikum adalah:
1. Menemukan kondisi – kondisi yang diperlukan untuk perkecambahan.
2. Mengetahui factor yang mempengaruhi biji kacang hijau untuk
berkecambah.
3. Mengetahui pengaruh cahaya pada perkecambahan.
4. Menegtahui membesar atau mengecilnya ukuran biji pada tumbuhan.

1.3. Manfaat Praktikum


Manfaat dari penelitian ini antara lain:
1. Dapat mengetahui efek dari sinar matahari terhadap tumbuhan, baik efek
positif maupun negative.
2. Mengetahui kondisi yang diperlukan untuk perkecambahan biji kacang
hijau serta mengetahui factor yang mempengaruhi biji kacang hijau
tersebut untuk berkecambah.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Vigna Radiata
Kacang hijau adalah tanaman pendek bercabang tegak. Bagian
dari tanaman kacang hijau antara lain akar, batang, daun, bunga, buah,
dan biji. Adapun diskripsi masing-masing bagian tanaman tersebut
sebagai berikut.

2.1.1. Deskripsi Tanaman

Kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim berupa semak yang


tumbuh tegak. Tanaman kacang hijau adalah tanaman berumur pendek (60 hari).
Panen kacang hijau dilakukan beberapa kali dan berakhir pada hari 84 setelah tanam.
Akar tanaman kacang hijau berakar tunggang. Sistem perakaran dibagi menjai
dua, yaitu mesophites dan xerophites. Mesophites mempunyai banyak cabang akar
pada permukaan dan tipe pertumbuhannya menyebar. Sementara xerophites memiliki
akar cabang lebih sedikit memanjang ke arah bawah .
Batang kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya
kecil, berbulu berwarna hijau kecoklatan atau kemerahan. Setiap buku batang
menghasilkan satu tangkai daunl. Batang kacang hijau tumbuh tegak dengan
ketinggian mencapai 1 m, cabang menyebar ke semua arah.
Daun kacang hijau tumbuh majemuk, terdiri dari tiga helai anak daun setiap
tangkai. Helai daun berbentuk oval dengan bagian ujung lancip dan berwarna hijau
muda hingga hijau tua, letak daun berselip.
Bungga kacang hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning
kehijauan atau kuning pucat. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau berkelamin
sempurna.

2.1.2 Habitat tanaman

Kacang Hijau ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 700 m (5 – 700 m


dpl) dengan suhu antara 25-27 derajat celcius. memiliki kelembapan udara antara 50
– 89%. Selain itu, tanaman ini memerlukan cahaya matahari lebih dari 10 jam/hari,
curah hujan 50 – 200mm/bulan.

2.1.3 Manfaat tanaman

1. Mencegah penyakit jantung


2. Mencegah kanker
3. Kaya protein
4. Meningkatkan kekebalan tubuh
5. Membantu menurunkan berat badan
6. Mengurangi efek PMS (sindrom pramenstruasi)
7. Melancarkan pencernaan
8. Mencerahkan wajah dan mengurangi jerawat
9. Membersihkan tubuh dari racun

2.2 Zea mays

Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman


pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi
penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok,
sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Pada
masa kini, jagung juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan
lainnya adalah sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena.
Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai
produk industri farmasi, kosmetika, dan kimia.

Diagram tanaman jagung.


Jagung merupakan tanaman model yang menarik[1][2], khususnya di
bidang biologi dan pertanian. Sejak awal abad ke-20, tanaman ini menjadi
objek penelitian genetika yang intensif, dan membantu terbentuknya
teknologi kultivar hibrida yang revolusioner. Dari sisi fisiologi, tanaman ini
tergolong tanaman C4 sehingga sangat efisien memanfaatkan sinar matahari. Dalam
kajian agronomi, tanggapan jagung yang dramatis dan khas terhadap kekurangan atau
keracunan unsur-unsur hara penting menjadikan jagung sebagai tanaman percobaan
fisiologi pemupukan yang disukai[3][4].
2.2.1 Deskripsi tanaman

Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya


diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap
pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi
tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian
antara 1 m sampai 3 m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m.
2. AKAR Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m
meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup
dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang
membantu menyangga tegaknya tanaman.
3. BATANG Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari
buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Batang
jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti
padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga
tanaman berbentuk roset. permukaan yang halus sampai berbulu. Batang tidak
memiliki tangkai.
4. DAUN Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara
pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun.
Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung
berbentuk halter. Warna hijau tua dengan permukaan yang berbulu.
5. BUNGA Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam
pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik. Jagung
memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman
(monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae,
yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal:
gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga
(inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina
tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah
daun.
BAB III

METEDOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat

Waktu :
Tempat : Kelas XII IPA 2

3.2. Alat dan Bahan

3.2.1. Alat :
1. 2 cup aqua bekas
2. kapas

3.2.2. Bahan :
1. Kacang Hijau
2. Biji Jagung
3. Air

3.3. Cara Kerja

1. Letakkan gelas B di dalam kardus bekas. Gelas A dibiarkan di udara


terbuka.
2. Siram kedua tanaman secara teratur.
3. Amati pertumbuhan tanaman setelah 1 minggu.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

PEMBAHASAN
4.1.1. VARIABEL TERIKAT, BEBAS, DAN KONTROL PERKECAMBAHAN

VARIABEL TERIKAT VARIABEL BEBAS VARIABEL KONTROL


Pertumbuhan panjang Volume air (0 mil/hari, 2 Pencahayaan (terang dan
tumbuhan setiap hari mil/hari, 4 mil/hari,dst gelap)

Warna daun, batang, dan Pemilihan tanah


ukuran akar.
Pemilihan Biji Tanaman

4.1.2. HASIL PENGAMATAN

TABEL

a. Terang

Biji Hari ke- Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 Rata-rata
1
1 0 0 0,4 0,7 1 0,42
2 0 0 0,5 1 1,3 0,56
3 0 0 0,1 0,5 0,8 0,28
4 0 0,9 1,2 1,5 1,7 1,06
5 0 0,1 0,7 0,8 1 0,52

b. Gelap

Biji Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 Rata-rata
1 0 0,7 1,5 2,8 3,2 1,64
2 0 1 1,8 3,5 3,8 2,02
3 0 1,3 2,5 3,4 3,6 2,16
4 0 0,9 2 2,2 2,7 1,56
5 0 1,1 2 2,9 3,3 1,86

. Berdasarkan tabel diatas, pertumbuhan kecambah yang di tempat gelap


memiliki batang yang lebih tinggi dan tidak kokoh dibandingkan kecambah yang
di tempat terang. Serta kecambah yang di tempat gelap memiliki daun yang tipis dan
berwarna kuning(pucat). Hal itu dikarenakan kecambah yang di tempat gelap
mengalami Etiolasi yaitu pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap
namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan
tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan cahaya matahari. Kloroplas
yang tidak terkena matahari disebut etioplas. Kadar etioplas yang terlalu banyak
menyebabkan tumbuhan menguning. Padahal hormon auksin bekerja dengan baik
karena tumbuhan tidak terkena cahaya.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan kondisi kecambah yang berada di tempat
terang. Kecambah yang di tempat terang memiliki batang yang kokoh, daun yang tebal
dan berwarna hijau segar. Hal tersebut karena kecambah tersebut karena kecambah
mendapatkan sinar matahari yang cukup. Tetapi kecambah yang berada di tempat
terang memliki batang yang lebih pendek dibandingkan kecambah yang berada di
tempat gelap karena hormon auksin yang harusnya bekerja pada kecambah tersebut
malah terurai akibat terkena sinar matahari. Kerja hormon auksin ini sinergis dengan
hormon sitokinin dan hormon giberelin. Kecambah yang pada salah satu sisinya
disinari oleh matahari maka pertumbuhannya akan lambat karena kerja auksin
dihambat oleh matahari tetapi sisi tumbuhan yang tidak disinari oleh cahaya matahari
pertumbuhannya sangat cepat karena kerja auksin tidak dihambat, sehingga hal ini akan
menyebabkan ujung tanaman tersebut cenderung mengikuti arah sinar matahari atau

yang disebut denganfototropisme. Kecambah kacang hijau termasuk ke dalam tipe


perkecambahan epigeal karena perkecambahan dimana hipokotil tumbuh mengangkat
kotiledon ke atas permukaan tanah
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau adalah:

Air
Berfungsi untuk melunakan kulit biji, melarutkan cadangan makanan, sarana
transportasi makanan terlarut, dan hormone ke daerah meristematik (titik tumbuh)
serta brsama dengan hormone membangun pemanjangan dan pengembangan sel.

Cahaya
Cahaya merupakan faktor pengendali pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
terutama berperan dalam proses berlangsungnya fotosintesis.

Suhu
Suhu berperan dalam mengontrol perkecambahan dan pertumbnuhan vegetatif.
Sehubungan dengan perkecambahan proses imbibisi berlangsung lebih cepat pada
suhu yang lebih tinggi.

5.2 Saran
Sebelum kita melakukan penanaman, terlebih dahulu dilakukan perendaman untuk
memecah dormansi biji itu sendiri. Jadi,sebaiknya perendaman lebih dimaksimalkan
agar dapat berhasil memecahkan dormansi biji yang akan ditanam.Sehingga
kesalahan pengamatan lebih dapat dimaksimalkan. Diutamakan untuk memilih biji
kacang yang masih segar sehingga dapat memaksimalkan hasil penelitian.Jangan
lupakan kondisi kapas dan air harus tetap dijaga agar steril.

DAFTAR PUSTAKA
https://eimitcle.wordpress.com/2011/12/12/laporan-praktikum-pengamatan-
perkecambahan-jagung-kacang-hijau/

https://munief86.wordpress.com/vigna-radiata/