You are on page 1of 16

ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS

Tanggal Pengkajian : 25 – 03 – 2019

A. Pengkajian

Identitas Klien

Nama : Tn. M

Umur : 45 tahun

Jenis Kelamin : laki-laki

Agama : Islam

Pendidikan : SLTA

Status Kawin/ Belum : Kawin

Pekerjaan : Wiraswata

Alamat : Tangen, Sragen

Tanggal Masuk RS : 18 – 03 – 2019 / jam 06.55 WIB

No. RM : 556xxx

Diagnosa Medis : CKD, Efusi Pleura & HHD

Identitas Penanggung Jawab

Nama : Ny. W

Umur : 48 tahun
Pendidikan : SLTA

Pekerjaan : Wiraswasta

Hubungan Dengan Klien : Istri

Alamat : Tangen, Sragen

1. Keluhan Utama
Sesak napas

2. Alasan Masuk ICU/ICCU


Pasien mengalami sesak napas dan membutuhkan perawatan intensive di
ruang ICU

3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada tanggal 18-03-2019 pukul 06.55 WIB, klien masuk UGD RSSP
dengan keluhan sesak napas sejak tanggal 17-03-2019, sesak memberat
saat baring dan sesak berkurang saat duduk. Perut membesar, terasa
penuhserta kaki kanan dan kiri oedema. Di UGD dilakukan pemeriksaan
yaitu KU sedang, GCS E4V5M6, TTV: TD 160/90 mmHg, nadi
104x/mnt, suhu 367oc, RR 25x/mnt, terdapat distensi abdomen shifting
dullness pada abdomen, terdapat oedema pada kaki kanan dan kiri.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan GDS 137 gr/dL, DR2, Ureum &
kreatinin serta EKG. Diagnose medis pasien saat di UGD Obs. Dyspnea.
Di UGD klien mendapatkan terapi RL 20 tpm mikro, inj. Furosemide
40mg/24 jam, inj. Omeprazole 40 mg/ 12 jam, tab. Spironolactone 1x25
mg, tab. Ramipril 1x5mg, tab. Glimepiride 1x4mg. Pukul 15.00 WIB klien
dipindahkan ke ruangan Rosela, dilakukan TTV: TD 160/90 mmHg, nadi
84x/mnt, RR 24x/mnt, dan suhu 365oC.
Pada tanggal 23-03-2019 Pukul 14.20 WIB, pasien dipindahkan ke ruang
ICU dengan keluhan pasien sesak napas +++, RR 30x/mnt, KU lemah,
kesadaran CM, kaki kanan dan kiri oedema, terpasang MO, DC dan O2
NRM 20 LMP. Dilakukan pemeriksaan USG abdomen terdapat efusi
pleura dextra.
Tx : inf. RL 20 tpm mikro, inf. Levofloxacin 1x500mg, SP. Furosemide 5
20cc/ jam (10 amp. Furosemide dalam NaCl) => STOP, inj.
Furosemide 3x20mg => tunda
Os : tab. Amlodipine 1x10 mg, tab. Digoxin 500mg 1 x ½ tab, tab. Asam
folat 2x1, Ramipril 1x5mg.
Diit DJ 3, Nebulizer ( Combiven : Fulmicord /8 jam).

b. Riwayat Kesehatan Dahulu


Pasien mengatakan memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, dan
diabetes mellitus.

c. Riwayat Kesehatan Keluarga


Keluarga pasien mengatakan, keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit
menurun maupun menular seperti diabetes mielitus, hipertensi, TBC
mapun penyakit lainnya.

4. Primary Survey
a. Air way : tidak terdapat sumbatan jalan napas, lidah tidak jatuh ke
belakang.
b. Breathing : pasien menggunakan alat bantu pernapasan NRM 10 LPM.
Irama napas regular, bentuk dada simetris, RR 24x/mnt, SPO2 93%.
c. Circulation : akral teraba hangat, kedua kaki oedema, CRT >3 detik, TD
160/90 mmHg, Nadi 104x/mnt
d. Disability : KU lemah, kesadaran composmentis, GCS 15 (E4V5M6),
konjungtiva anemis ( Hb 8, 23 g/dL), reflex cahaya +/+
e. Exposure : tidak ada tanda-tanda cedera

5. Secondary Survey
a. Kepala
Mesochepal, tidak ada lesi, kulit kepala tampak berminyak, rambut
tampak kering dan beruban.
b. Mata
Konjungtiva anemis, sclera tidak ikterik, pupil isokor, tidak menggunakan
alat bantu pengelihatan
c. Hidung
Bentuk simetris, terpasang O2 NRM 10 LPM, tidak terpasang NGT, tidak
ada polip
d. Telinga
Bentuk simetris, tidak ada serumen
e. Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada pembesaran vena
jugularis
f. Dada
 Paru
Inspeksi : Bentuk thoraks normal chest, tidak ada lesi,
pengembangan dada kiri dan kanan sama
Auskultasi : Suara napas tambahan ronchi basah dan vesikuler
Perkusi : Suara paru sonor
Palpasi : Fremitus raba kanan dan kiri sama
 Jantung
Inspeksi : Bentuk dada simetris, tidak ada jejas
Auskultasi : Bunyi jantung lub-dub (regular), tidak ada suara
tambahan
Perkusi : Suara jantung pekak
Palpasi : Teraba di ICS V

 Abdomen
Inspeksi : perut membesar ( ascites ), tidak ada jejas
Auskultasi : peristaltic usus 15x/mnt
Perkusi : kuadran 1 pekak, kuadran II, III, IV tympani
Palpasi : tidak ada nyeri tekan

g. Genetalia
Berjenis kelamin laki-laki, terpasang selang DC

h. Kulit
Turgor kulit tidak elastis, akhral hangat, CRT >2 detik

i. Ekstremitas
Atas : kekuatan otot 5 (tangan kanan dan kiri), terpasang infus RL 20 tpm
mikro, ROM kanan dan kiri aktif, tidak ada perubahan pada bentuk
tulang, tidak ada oedema pada tangan kanan dan kiri.
Bawah: kekuatan otot 3 (kanan dan kiri), ROM kanan/kiri pasif, tidak ada
perubahan bentuk tulang, akral teraba hangat, pitting oedema grade
II CRT >2 dtk
6. Tertiery Survey
a. Penunjang
1) Gambaran EKG tanggal 20-03-2019
Sinus Ritme

2) Pemeriksaan USG abdomen tanggal 23-03-2019


Terdapat efusi pleura, sub cronic kidney disease ren bilateral
Tak tampak kelainan pada: hepar, vesica felea, pancreas, VU dan
prostat.

3) Pemeriksaan lab.
Tanggal 18 maret 2019 jam 10.13 WIB

Pemeriksaan Hasil Nilai Normal


Hemoglobin 7.50 g/dL 12.2 – 18.1
Eritrosit 2.80 juta/uL 4.04 – 6.13
Hematokrit 23.4 % 37.7 – 53.7
MCV 83,4 fL 80 – 97
MCH 26,8 pg 27 – 31.2
MCHC 32.1 g/dL 31.8 – 35.4
Leukosit 7, 80 ribu/uL 4.6 – 10.2
Trombosit 257 ribu/uL 150-450
RDW-CV 13,8 % 11.5 – 14.5
MPV 7, 9 fL 0 – 99.9
Neutrofil 60,0 % 37 – 80
Limfosit 26,2 % 19 – 48
Ureum 97,8 mg/dL 10 – 50
Kreatinin 3,01 mg/dL 0.6 – 1.1
MXD 13,8 % 4 – 18
Gol. Darah B
Gula darah sewaktu 111 mg/dL <200 mg/dL

Tanggal 25 – 03 – 2019 puku 13.32 WIB

Pemeriksaan Hasil Nilai Normal


Hemoglobin 9.50 g/dL 12.2 – 18.1
Eritrosit 3.62 juta/uL 4.04 – 6.13
Hematokrit 30.8 % 37.7 – 53.7
MCV 85.2 fL 80 – 97
MCH 26,2 pg 27 – 31.2
MCHC 30.8 g/dL 31.8 – 35.4
Leukosit 18. 60 ribu/uL 4.6 – 10.2
Trombosit 320 ribu/uL 150-450
RDW-CV 14, 3 % 11.5 – 14.5
MPV 7, 6 fL 0 – 99.9
Neutrofil 86.4 % 37 – 80
Limfosit 6.1 % 19 – 48
Ureum 118,6 mg/dL 10 – 50
Kreatinin 2,94 mg/dL 0.6 – 1.1
MXD 7.5 % 4 – 18
b. Data Therapy

Terapi Dosis Kegunaan


Inf. RL 20 tpm Digunakan sebagai cairan infus yang biasa digunakan pada
mikro pasien dewasa dan anak-anak sebagai sumber elektrolit dan
air untuk hidrasi.
Inf. 1x500 mg obat golongan antibiotik quinolone yang dapat digunakan
levofloxacin untuk mengobati infeksi bakteri, seperti infeksi saluran
kemih, pneumonia, sinusitis, infeksi kulit, jaringan lunak,
dan infeksi prostat. Obat ini juga dapat digunakan untuk
mengobati anthrax, serta mencegah penyakit pes (termasuk
bentuk pneumonic dan septicemic). Levofloxacin bekerja
dengan cara membunuh bakteri dan mencegahnya tumbuh
kembali.
SP 5 – 20 obat untuk mengurangi cairan berlebih dalam tubuh
Furosemide mg/jam (edema) yang disebabkan oleh kondisi seperti gagal
jantung, penyakit hati, dan ginjal. Obat ini juga digunakan
untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Inj. Methyl 2 x 62,5 obat kortikosteroid yang dapat menekan sistem kekebalan
prednisolon mg tubuh dan mengurangi reaksi peradangan serta gejalanya,
seperti pembengkakan, nyeri, atau ruam. Obat ini biasanya
digunakan untuk mengatasi peradangan (inflamasi) dalam
berbagai penyakit, misalnya penyakit Crohn, kolitis
ulseratif, alergi, arthritis rheumatoid, asma, multiple
sclerosis, serta jenis-jenis kanker tertentu.
Amlodipine 1 x 10 mg salah satu jenis obat hipertensi golongan penghambat
tab. saluran kalsium. Selain sebagai antihipertensi obat ini juga
dapat digunakan untuk mengobati angina pectoris (nyeri di
dada akibat penyumbatan pada arteri yang mengarah ke
jantung)
Bisoprolol tab. 1 x 1,25 obat penghambat beta (beta blockers) yang digunakan
mg untuk mengobati beberapa jenis penyakit, seperti hipertensi
atau tekanan darah tinggi, angina pektoris, aritmia, dan
gagal jantung. Bisoprolol bekerja dengan cara mengurangi
frekuensi detak jantung dan tekanan otot jantung saat
berkontraksi
Asam Folat 2x1 tab Asam folat membantu tubuh Anda memproduksi dan
(400-800 mempertahankan sel-sel baru, dan juga membantu
mg) mencegah perubahan DNA yang dapat menyebabkan
kanker. Sebagai obat, asam folat digunakan untuk
mengobati kekurangan asam folat dan beberapa jenis
anemia (kekurangan sel darah merah) yang disebabkan
oleh kekurangan asam folat

Ramipril tab 1 x 5 mg obat ACE inhibitor yang bermanfaat untuk mengatasi


tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat ini bekerja
dengan menghambat hormon yang merubah angiotensin I
menjadi angiotensin II. Angiotensin II merupakan zat yang
membuat pembuluh darah menyempit.
Digoxin tab 1 x ½ tab obat untuk mengobati penyakit jantung, seperti aritmia dan
gagal jantung. Obat ini bekerja dengan membuat irama
jantung kembali normal, dan memperkuat jantung dalam
memompa darah ke seluruh tubuh.
Aminefron tab 3 x 2 tab untuk melakukan pengobatan terhadap kelainan yang
terjadi pada fungsi ginjak kronik, dimana obat ini biasanya
diberikan ketika penderita sedang melakukan diet rendah
protein tapi tinggi kalori dengan retensi yang dekopensasi
atau terkompensasi.
Clonidine tab 2x1 obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, membantu
mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.
Obat ini dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan
obat lain. Clonidine termasuk ke dalam kelas obat A
(agonis alpha pusat) yang bekerja pada otak untuk
menurunkan tekanan darah.
Carvedilol tab 2 x 50 mg obat dalam golongan beta-blockers dan alpha-blockers
yang berfungsi sebagai pemblokir kinerja zat-zat natural
tertentu, seperti epinefrin dalam jantung dan pembuluh
darah Anda
OBH syr. 3 x 1 obat yang digunakan untukmeredakan batuk yang disertai
sendok gejala flu seperti demam, sakit kepala, bersin, dan hidung
makan tersumbat. OBH Combi Batuk Plus Flu mengandung:
Ekspektoran untukmembantu mengeluarkan dahak
Combiven Tiap 8 untuk mengatasi penyakit saluran pernapasan,
jam seperti PPOK atau asma.
Flamicort Tiap 8 Untuk mengatasi radang dan alergi pada gangguan system
jam pernapasan
B. ANALISA DATA
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
D. RENCANA KEPERAWATAN
E. IMPLEMENTASI
F. EVALUASI