You are on page 1of 18

BAB V

GRAIN SIZE ANALYSIS SIEVE

4.1 Tujuan
Percobaan ini dilakukan untuk menentukan persentase dari ukuran butir
yang berbeda yang terkandung dalam tanah. Analisa saringan (Sieve
Analysis) dilakukan untuk menentukan distribusi partikel berbutir kasar dan
berukuran besar. Analisa hidrometer (hydrometer analysis), digunakan untuk
menentukan distribusi dari partikel-partikel yang halus (lolos saringan No.
200).

4.2 Dasar Teori


Sifat-sifat tanah sangat tergantung pada ukuran butirannya. Besar
butiran dijadikan dasar untuk pemberian nama dan klasifikasi tanahnya. Oleh
karena itu analisa butiran merupakan pengujian yang sangat sering dilakukan.
Analisa butiran tanah adalah penentuan presentas berat butiran pada
satu unit saringan, dengan ukuran diameter lubang tertentu. Tujuan umum
dari analisa ini adalah untuk mengetahui prosentase susunan butir tanah
sesuai dengan batas klasifikasinya sehingga dapat diketahui jenis contoh
tanah yang diuji. Dalam pengujian ini digunakan standar ASTM D422-63
(1990).
Percobaan ini terdiri dari 2 macam percobaan, yaitu :
1. Hydrometer Analysis / Analisa Hidrometer
Yaitu untuk mengetahui diameter butir tanah yang lebih kecil dari 0,074
mm atau lolos saringan no. 200.
2. Sieve Analysis / Analisa Butiran
Yaitu untuk mengetahui diameter butir tanah yang lebih besar dari 0,074
mm atau tertahan saringan no. 200.
4.3_Alat dan Bahan

NO. ALAT DAN BAHAN KEGUNAAN


1. Cassagrande Sebagai alat ukur limit liquit ( batas cair)

34 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


Sebagai objek utama dalam percobaan
2. Tanah
atterberg limits test
Sebagai alat yang digunakan untuk
3. Sarung Tangan
melapisi tangan
Sebagai alat memotong sampel di
4. Grooving Tool
mangkok cassagrande
Sebagai alat yang digunakan untuk
5. Shieve Shaker
penggetar saringan
Sebagai alat yang digunakan untuk
6. Saringan
menyaring sampel tanah
Sebagai wadah untuk mendinginkan
7. Talam
sampel.
Cawan porselin dan Untuk mencampurkan sampel tanah
8.
Alu dengan air.
Sebagai alat memindahkan sampel tanah
9. Spatula
ke container dan ke dalam oven.

10. Oven Sebagai pengering sampel.

Sebagai pengukur berat sampel tanah dan


11. Timbangan 0,01 gr
cawan porselin serta container

12. Botol plastik Untuk tempat air

Sebagai bahan pendukung dalam


13. Aquades
percobaan atterberg limits test
Sebagai alat untuk menentukan jumlah
14. Alat gelas ukur takaran air yang digunakan pada sampel
tanah
Untuk membersihkan container, plat kaca
15. Kertas pembersih
dan cawan porselin.
Sebagai tempat untuk menggiling sampel
16. Plat kaca
tanah yang telah dicampurkan air
Sebagai tempat sampel tanah untuk
17. Container
dipakai pada batas cair dan batas plastis

35 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


4.4 Prosedur Percobaan
A. Batas Cair
1. Dimasukkan tanah terlebih
dahulu kedalam oven pengering
selama 24 jam dengan suhu
115°C.

2. Kemudian dimasukkan kedalam


saringan paling atas

3. Setelah itu, ditutup dengan rapat


dan letakan saringan pada alat
penggetar atau shieve shaker
serta pastikan saringan terkunci
dengan rapat. Kemudian
dinyalakan alat penggetar atau
shieve shaker selama 2 menit.
4. Selanjutnya, saringan diambil
dari tempat alat penggetar atau
shieve shaker kemudian ambil
saringan pada nomor saringan 50
kemudian diletakkan sampel
tanah pada cawan porselin.

36 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


5. Kemudian ditimbang masing-
masing berat cawan (W1)

6. Kemudian diisi air ke dalam alat


gelas ukur sampai batas garis
paling atas. Hal ini dilakukan
agar dapat mengetahui berapa
ukuran air yang dicampurkan
dengan sampel tanah di cawan
porselin.
7. Selanjutnya, masukkan tanah
dalam cawan porselin kemudian
ditambahkan air sebanyak 15 ml
setalah itu remas tanah yang
berada dalam cawan porselin
dengan menggunakan tangan dan
dilakukan percobaan ini selama 3
kali dengan jumlah air yang
berbeda.
8. Selanjutnya, diletakkan sampel
tanah pada alat cassagrande
kemudian ratakan dengan alat
spatula hingga rata dengan baik.

37 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


9. Kemudian, Sampel tanah
diratakan, di cawan cassagrande,
kemudian dipotong dengan
menggunakan grooving tool

10. Setelah itu, diputar alat


cassagrande yang dihitung
ketukannya sehingga tanah
tersebut menyatu kembali dan
percobaan ini dilakukan
sebanyak tiga kali dengan kadar
air yang berbeda.
11. Ditimbang container yang telah
terisi sampel tanah

12. Kemudian dioven sampel sampel


tanah selama 10 menit dengan
suhu 115°C untuk
menghilangkan kadar airnya

38 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


13. Setelah itu, ditimbang untuk
memperoleh berat keringnya.

14. Selanjutnya, data direkap dan


dihitung.

B. Batas Plastis
1. Ditimbang berat kosong
container terlebih dahulu.

2. Diambil sampel tanah yang


akan dimasukkan kedalam
cawan porselin. Tanah yang
dimasukkan adalah tanah
kering yang sudah lolos
saringan nomor 50 kemudian
dicampur tanah dengan air dan
aduk rata. Kemudian lakukan
percobaan ini dengan sebanyak

39 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


tiga kali dengan kadar air yang
berbeda.

3. Dicampur dengan air dan


diremas kemudian digulung
diatas plat kaca hingga
mencapai diameter 3,18 mm.

4. Dipotong-potong dengan
menggunakan spatula
kemudian dimasukkan kedalam
container

5. Kemudian ditimbang untuk


memperoleh berat basahnya

6. Setelah itu, dioven selama 10


menit dengan suhu 115°C untuk
menghilangkan kadar airnya

40 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


7. Kemuian ditimbang kembali
untuk memperoleh berat
keringnya dan percobaan ini
dilakukan sebanyak tiga kali
dengan kadar air yang berbeda

8. Data yang sudah diperoleh


kemudian direkap dan dihitung.

4.5 Hasil dan Pembahasan


A. Hasil Liquid Limit
Data Percobaan :
CONTAINER I II III
Berat Container, W1 11,42 gr 11,24 gr 11,23 gr
Berat Container + Tanah Basah, W2 17,72 gr 17,09 gr 26,32 gr
Berat Container + Tanah Kering, W3 17,10 gr 15,95 gr 25,46 gr

Analisa Data Batas Cair (Liquit Limit)


 Sampel 1
𝑁
LL = 𝑊 ( ) 𝑡𝑎𝑛 𝛽
25
14
= 8,39 [25] 0,121

= 8,39 (0,56) 0,121


= 8,39 × 0,93
= 7.8027 %
 Sampel 2
𝑁
𝑡𝑎𝑛 𝛽
LL = 𝑊 (25)

41 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


5
= 9,12 [25] 0,121

= 9,12 (0,2) 0,121


= 9,12 × 0,82
= 7,4784 %
 Sampel 3
𝑁
𝑡𝑎𝑛 𝛽
LL = 𝑊 (25)
3
= 8,18 [ ] 0,121
25

= 8,18 (0,12) 0,121


= 8,18 × 0,77
= 6.2986 %

Perhitungan selanjutnya ditabelkan :


PERHITUNGAN I II III
Berat Container, W1 11,42 gr 11,24 gr 11,23 gr
Berat Container + Tanah Basah, W2 15,81 gr 18,89 gr 24,31 gr
Berat Container + Tanah Kering, W3 15,47 gr 18,25 gr 23,32 gr
Berat Air, W4 = W2 – W3 0,34 gr 0,64 gr 0,99 gr
Berat Tanah Kering, W5 = W3 – W1 4,05 gr 7,01 gr 12,09 gr
Kadar Air, W = (W4 / W5) × 100 8,39 % 9,12 % 8,18 %
Jumlah Ketukan (N) 14 N 5 N 3 N
Liquit Limit, LL 7.8027 % 7,4784 % 6.25246 %

B. Hasil Plastic Limit


Data Percobaan :
CONTAINER I II III
Berat Container, W1 14,52 gr 14,53 gr 13,1 gr
Berat Container + Tanah Basah, W2 19,48 gr 21,74 gr 16,02 gr
Berat Container + Tanah Kering, W3 18,67 gr 20,99 gr 15,23 gr
Berat Air, W4 = W2 - W3 0,81 gr 0,75 gr 0,79 gr
Berat Tanah Kering, W5 = W3 - W1 4,15 gr 6,46 gr 2,13 gr

Analisa Data Platis Limit (Plastis Limit)


 Sampel 1
𝑊2 − 𝑊1
PL = × 100
𝑊5

42 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


19,48 − 14,52
= × 100
4,15

4,96
= × 100
4,15
= 119,51 %
PI = LL – PL
= 7,8027 – 119,51
= - 111,7073 %
 Sampel 2
𝑊2 − 𝑊1
PL = × 100
𝑊5
21,74 − 14,53
= × 100
6,46

7,21
= × 100
6,46
= 111,609 %
PI = LL – PL
= 7,4784 – 111,60
= - 104,1216 %
 Sampel 3
𝑊2 − 𝑊1
PL = × 100
𝑊5
16,02 − 13,1
= × 100
2,13

2,92
= × 100
2,13
= 137,089 %
PI = LL – PL
= 6,2524 – 1,37
= 4,8824 %

43 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


Perhitungan selanjutnya ditabelkan :
PERHITUNGAN I II III
Berat Container, W1 14,52 gr 14,53 gr 13,1 gr
Berat Container + Tanah Basah, W2 19,48 gr 21,74 gr 16,02 gr
Berat Container + Tanah Kering, W3 18,67 gr 20,99 gr 15,23 gr
Berat Air, W4 = W2 - W3 0,81 gr 0,75 gr 0,79 gr
Berat Tanah Kering, W5 = W3 - W1 4,15 gr 6,46 gr 2,13 gr
Kadar Air, W = W2 – W1 / W5 19,51 % 11,29 % 37,08 %
Liquid Limit, LL 7.8027 % 7,4784 % 6.2524 %
Plastic Limit, PL 119,51 % 111,60 % 1,37 %
Plastic Index, PI = LL - PL -111,7073 % -104,1216 % 4,8824 %

C. Pembahasan

Berdasarkan hasi setelah praktikum percobaan atterberg limits test yang


dilakukan di laboratorium dengan dua metode yaitu liquit limit atau batas cair
dan plastic limits atau batas plastis dengan menggunakan tiga sampel yaitu
untuk mengetahui batas plastis dan batas cair dari tanah butir halus. Batas cair
diartikan seperti kadar air yang dinyatakan dalam satuan persen. Dimana
suatu bagian dari tanah dalam wadah standar (Cassagrande) alur dari suatu
dimensi standar akan mengalir bersama pada dasar alur, dalam jarak (12,7
mm). Plastic Limit/Batas Plastis adalah suatu kadar air dalam persen, dimana
tanah tidak bisa lagi dibentuk dengan perlakuan menggulung tanah sampai
3,2 mm atau 1/8 inci, tanpa tanah mengalami retakan.
Metode liquit limit diperoleh perbandingan sampel 1, sampel 2 dan
sampel 3 diantaranya sebagai berikut :
 Berat Container (W1) masing-masing yaitu pada sampel 1 adalah 11,42
gr dan sampel 2 adalah 11,24 gr serta sampel 3 adalah 11,23.
 Berat Container + Tanah Basah (W2) masing-masing sampel yaitu pada
sampel 1 adalah 15,81 dan sampel 2 adalah 18,89 gr serta sampel 3 adalah
24,31 gr.
 Berat Container + Tanah Kering + Air (W3) masing-masing sampel yaitu
pada sampel 1 adalah 15,47 gr dan sampel 2 adalah 18,25 gr serta sampel
3 adalah 23,32 gr.

44 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


 Berat Air (W4) masing-masing sampel yaitu pada sampel 1 adalah 0,34
gr dan pada sampel 2 adalah 0,64 gr serta sampel 3 adalah 0,99.
 Berat Tanah Kering (W5) masing-masing sampel yaitu pada sampel 1
adalah 4,05 gr dan sampel 2 adalah 7,01 gr serta sampel 3 adalah 12,09
gr.
 Kadar Air (W) masing-masing sampel yaitu pada sampel 1 adalah 8,39
gr dan sampel 2 adalah 9,12 gr serta sampel 3 adalah 8,18 gr.
 Jumlah ketukan (N) masing - masing sampel yaitu pada sampel 1 adalah
14 Kali dan sampel 2 adalah 5 Kali serta sampel 3 adalah 3 Kali.
 Liquid Limit atau Batas Cair masing-masing sampel yaitu pada sampel 1
adalah 7,8027 % dan sampel 2 adalah 7,4784 % serta sampel 3 adalah 6,
2524 %.
Metode Plastic limit diperoleh perbandingan sampel 1, sampel 2 dan
sampel 3 diantaranya sebagai berikut :
 Berat Container (W1) masing-masing yaitu pada sampel 1 adalah 14,52
gr dan sampel 2 adalah 14,53 gr serta sampel 3 adalah 13,1 gr.
 Berat Container + Tanah Basah (W2) masing-masing sampel yaitu pada
sampel 1 adalah 19,48 dan sampel 2 adalah 21,74 gr serta sampel 3 adalah
16,02 gr.
 Berat Container + Tanah Kering + Air (W3) masing-masing sampel yaitu
pada sampel 1 adalah 18,67 gr dan sampel 2 adalah 20,99 gr serta sampel
3 adalah 15,23 gr.
 Berat Air (W4) masing-masing sampel yaitu pada sampel 1 adalah 0,81
gr dan pada sampel 2 adalah 0,75 gr serta sampel 3 adalah 0,79 gr.
 Berat Tanah Kering (W5) masing-masing sampel yaitu pada sampel 1
adalah 4,15 gr dan sampel 2 adalah 6,46 gr serta sampel 3 adalah 2,13 gr.
 Kadar air (W) masing-masing sampel yaitu pada sampel 1 adalah 19,51
% dan sampel 2 adalah 11,29 % serta sampel 3 adalah 37,08 %.
 Plastic Limit (PL) atau Batas Plastis pada masing – masing sampel yaitu
pada sampel 1 adalah 119,51 % dan sampel 2 adalah 111,60 % serta
sampel 3 adalah 1,37 %.

45 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


 Plastic Index pada masing-masing sampel yaitu pada sampel 1 adalah -
111,7073 % dan sampel 2 adalah -104,1216 % serta sampel 3 adalah
4,8824 %.
Berdasarkan hasil dari perhitungan Plastis Index dimana setelah
dilakukan praktikum, diperoleh pada sampel 1 adalah –111,7073 % dan pada
sampel 2 adalah –104,1215 % , hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan
ketentuan plastic index yang nilainya harus positif. Hal ini disebabkan karena
beberapa kesalahan umum pada saat praktikum diantaranya kesalahan pada
saat pengambilan data, penambahan air pada sampel tanah, penggulungan
tanah untuk batas plastis, dan pengaruh waktu yang singkat pada saat
pengovenan sampel tanah serta disebabkan pula adanya ketidaksinambungan
antara prosedur kerja di laboratorium dengan prosedur kerja pada modul atau
penuntun praktikum.
Hubungan antara percobaan liquit limits dan plastic limits yang
dilakukan di laboratorium biasanya digunakan untuk menghitung daya kuat
geser tanah pada bidang infrastruktur misalnya pembuatan bendungan, jalan
tol dan pondasi konstruksi bangunan. Dunia pertambangan juga
menggunakan perlakuan seperti ini dengan menghitung daya kuat geser tanah
pada jalan tambang, geometri lereng seperti pada metode penambangan
terbuka atau open pit. Perhitungan dan uji kelayakan biasanya dilakukan
untuk mengetahui kondisi tanah agar dapat mengantisipasi terjadi perubahan
kondisi tanah atau sifat konsistensi tanah jika dilewati pada saat basah dan
kering oleh alat-alat mekanis.

4.6 Penutup
A. Kesimpulan
Batas cair adalah kadar air pada batas antara kondisi cair dan plastis.
Pada kedudukan ini, butiran menyebar dan berkurangnya kadar air berakibat
berkurangnya volume tanah. Untuk melakukan uji batas cair, tanah diletakkan
pada alat cassagrande kemudian digores ditengahnya dengan alat grooving
tool standar dengan memutar alat pemutar. Batas plastis adalah kadar air pada
batas kedudukan antara plastis dan semi padat. Batas plastis ini diuji

46 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


menggunakan sampel yang telah digulung sampai tidak retak hingga
mencapai diameter 3 mm.
Setelah dilakukan perhitungan Liquit Limit (LL) atau batas cair pada
masing-masing pada sampel yaitu pada sampel 1 adalah 7,8027 % dan sampel
2 adalah 7,4784 % serta sampel 3 adalah 6,2524 %. Adapun pada Plastic
Limit (PL) atau Batas Plastis pada masing-masing sampel yaitu pada sampel
1 adalah 119,51 % dan sampel 2 adalah 111,60 % serta sampel 3 adalah1,37
%. Sehingga, Plastic Index masing-masing sampel yaitu pada sampel1 adalah
-111,7073, dan sampel 2 adalah -104,1216 serta sampel 3 adalah 4,8824 %.
B. Saran
Diharapkan pihak fakultas maupun program studi untuk melengkapi
sarana dan prasarana alat pendukung praktikum di dalam laboratorium,
khususnya mekanika tanah.

47 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


DAFTAR PUSTAKA

ASTM D 4318 - Standard Test Method for liquid limit, and plasticity index of
soils.

Anonim. 2016. Laboratorium Geoteknik – Prodi Teknik Sipil. Universitas


Swadaya Gunung Jati Cirebon.

Syardillapa bwisyardilla, 2014. Mekanika tanah. – Atterberg Limits Test.


http://mekanikatanahitm10306011.blogspot.com/2014/05/mekanika-
tanah.html

48 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


LAMPIRAN

TIMBANGAN CAWAN PORSELIN SPATULA

SARINGAN CASSAGRANDE ALAG GELAS UKUR

OVEN SIEVE SHAKER CONTAINER

GROVING TOOL TALAM PLAT KACA

49 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


TANAH SARUNG TANGAN KERTAS PEMBERSIH

BOTOL PLASTIK AIR

50 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka


51 | Laporan Laboratorium Mekanika Tanah U S N Kolaka