You are on page 1of 5

INTERKALASI SENYAWA POLIOKSOMETALAT H3[α-PW12O40].

nH2O PADA HIDROKSI LAPIS GANDA


Zn-Al DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN KADMIUM (II) DALAM MEDIUM AIR
Hensen1., Risfidian Mohadi, Aldes Lesbani
1Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sriwijaya University
*Corresponding Author E-mail: Hensenkimia@gmail.com

PENDAHULUAN
ABSTRAK
Telah dilakukan interkalasi senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O Diinterkal-
pada hidroksi lapis ganda Zn-Al. Hasil hidroksi lapis ganda Zn-Al terinterkalasi
senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O dikarakterisasi
menggunakan spektrofotometer FT-IR dan XRD. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa karakterisasi menggunakan spektrofotometer FT-IR menunjukkan
Senyawa
bilangan gelombang 1080,14 cm-1, 987,5 cm-1 dan 887,2 cm-1 yang menujuk- Polioksometalat
kan vibrasi P-O, vibrasi W-O dan vibrasi W-Oc-W. Karakterisasi Hidoksi Lapis Ganda H3[α-PW12O40].nH2O
menggunakan sinar X menujukkan puncak difraksi yang khas pada 2 11,837°
dengan jarak antar lapisan sebesar 7,47Ȧ dan juga adanya sudut difraksi yang
baru muncul pada sudut 2 18,50° dengan jarak antar lapisan yaitu 4,793Ȧ.
Selanjutnya, hidroksi lapis ganda Zn-Al terinterkalasi senyawa polioksometalat
H3[α-PW12O40]·nH2O diaplikasikan sebagai adsorben kadmium (II) dalam
medium air, dan menghasilkan laju adsorpsi sebesar 0,0479 (menit-1), kapasi-
tas adsorpsi (b) terbesar pada temperatur 70 oC sebesar 0,46 mg/g, energi ad-
Mengadsorpsi
sorpsi terbesar pada temperatur 30 oC yakni 7,47 kJ/mol. Nilai entalpi (ΔH) dan
entropi (ΔS) terbesar terdapat pada konsentrasi 1 mg/L dengan nilai entalpi
sebesar 46,93 kJ/mol dan nilai entropi sebesar 0,134 kJ/mol.
Cd
Hidroksi Lapis Ganda Terinterkalasi
Senyawa Polioksometalat

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 4. Grafik pengaruh konsentrasi dan tempera-


Gambar 1. Spektrum FT-IR (A) Hidroksi lapis ganda Zn-Al tur adsorpsi hidroksi lapis ganda Zn-Al terinterkalasi
(B) Senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40].nH2O (C) senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O
Hidroksi lapis ganda terinterkalasi senyawa polioksometalat Gambar 3. Grafik pengaruh waktu adsorpsi kadmium terhadap jumlah kadmium (II) teradsorpsi.
H3[α-PW12O40].nH2O. (II) menggunakan adsorben hidroksi lapis ganda Zn-
Al dan hidroksi lapis ganda terinterkalasi senyawa
polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O.

Gambar 2. Pola difraksi sinaar X (A) Hidroksi lapis Tabel 5. Kapasitas adsorpsi dan energi adsorpsi
ganda Zn- Al (B) Senyawa polioksometalat H3[α- dari proses adsorpsi kadmium (II) oleh hidroksi
PW12O40].nH2O (C) Hidroksi lapis ganda terinter- Tabel 1. Nilai laju adsorpsi untuk hidroksi lapis ganda Zn- lapis ganda Zn-Al dan hidroksi lapis ganda Zn-
kalasi senyawa polioksometakat H3[α- Al dan hidroksi lapis ganda Zn-Al terinterkalasi senyawa Al terinterkalasi senyawa polioksometalat H3[α-
PW12O40].nH2O. polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O.

KESIMPULAN

 Interkalasi hidroksi lapis ganda Zn-Al dengan senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O telah berhasil di sintesis. Keberhasilan interkalasi di lihat dari data spektro-
fotometer FT-IR dan XRD. Keberhasilan proses interkalasi pada spektrofotometer FT-IR dilihat pada bilangan gelombang 1080,14 cm-1, 987,5 cm-1 dan 887,2 cm-1 yang
menujukkan vibrasi P-O, vibrasi W-O dan vibrasi W-Oc-W. Pada difraksi sinar X menujukkan puncak difraksi yang khas pada 2 11,837° dengan jarak antar lapisan sebesar
7,47Ȧ dan juga adanya sudut difraksi yang baru muncul pada sudut 2 18,50° dengan jarak antar lapisan yaitu 4,793Ȧ.

 Proses adsorpsi kadmium (II) denga hidroksi lapis ganda Zn-Al terinterkalasi senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O nH2O menunjukkan konstanta laju adsorpsi
sebesar 0,0479 (menit-1). Kapasitas adsorpsi terbesar terdapat pada temperatur 70°C dengan nilai sebesar 0,46 mg/g. Nilai entropi dan entalpi terbesar terdapat pada konsen-
trasi 1 mg/L dengan nilai entalpi sebesar 46,93 kJ/mol dan nilai entropi sebesar 0,134 kJ/mol.
ADSORPTION CONGO RED WITH BENTONITE THE PILARED Al/Fe METAL OXIDE
Hensen1.
1Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sriwijaya University
*Corresponding Author E-mail: Hensenkimia@gmail.com

INTRODUCTION

ABSTRAC
Bentonite the pilared Al/Fe metal oxide. The results benton- Congo Red Structure
ite pilared of Al/Fe metal oxide was characterized using FT-
IR spectrophotometer and XRD. The research results using
FT-IR spectrophotometer characterization show the wave
number 1573,9 cm-1, 765,23 cm-1 and 623 cm-1 which shows
the vibration of C=C, Al-O and Fe-O. The result using XRD
characterization was showed a typical difraction e peak at
2 4,7° with basal spasing 9,7 Ȧ and also a new difrraction
peak appears at 2 5,65° with basal spasing 9,52 Ȧ. Ben-
tonite pilared of Al/Fe metal oxide was applied as the adsor-
bent of congo red in aqueous and produce 1,479 (menit-1)
of the adsorption rate, for the largest of the adsorption ca-
pacity (b) 1,35 mg/g at 70 °C, the largest adsorption energy Adsorption
9,35 kJ/mol at 30 °C. The largest of the enthalpy (ΔH) and
entropy (ΔS) 7833 kJ/mol and 0,765 kJ/mol.
Congo Red

Congo Red Adsorption Process

The Pilared
Al/Fe Metal
Oxide

PIlared Bentonite Bentonite Structure

RESULT AND DISSCUSSION

Figure 3. The Influence Contact Time Of acti- Influence of Temperature and Concentration
vated Bentonite and Bentonite Coumpound of Congo Red with Activation Bentonite and
Figure 1. FTIR Spectrum of Bentonite Coumpound The Pilare Al/Fe Metal Oxide.
Al/Fe Metal Oxide Pilared. Bentonite Pilared al/Fe Metal Oxidde.

I
n
t Adsorbent Adsorption
e rate (minit-1) R2
n Activation 0,073 0,995
s Bentonite
i Bentonit Pi- 1,479 0,997
t lared Al/Fe
y Metal Oxide Parameters Adsorption Thermodynamics of
Congo Red with Activation Bentonite and Ben-
Table 4. The Rate of Adsorption Rate for Activation tonite Pilare Al/Fe Metal Oxide
Bentonite and Bentonit PIlarede Al/Fe Metal Oxide.
Figure 2. XRD diffraction patterns (A). Natural Ben-
tonite (B). Bentonite Pilare dAl/Fe Metal Oxide.

CONCLUSION
 Bentonite pillared Al/Fe metal oxide has been successfully synthesis, the successful synthesis the results bentonite pilared of Al/Fe metal oxide was characterized using FT-IR
spectrophotometer and XRD. The research results using FT-IR spectrophotometer characterization show the wave number 1573,9 cm-1, 765,23 cm-1 and 623 cm-1 which shows
the vibration of C=C, Al-O and Fe-O. The result using XRD characterization was showed a typical difraction e peak at 2 4,7° with basal spasing 9,7 Ȧ and also a new difrrac-
tion peak appears at 2 5,65° with basal spasing 9,52 Ȧ.

 The pillared bentonite with Al/Fe metal oxide result the rate adsorption produce 1,479 (menit-1) of the adsorption rate, for the largest of the adsorption capacity (b) 1,35 mg/g at
70 °C, the largest adsorption energy 9,35 kJ/mol at 30 °C. The largest of the enthalpy (ΔH) and entropy (ΔS) 7833 kJ/mol and 0,765 kJ/mol.
ADSORPSI FENOL DENGAN MATERIAL HIDROKSI LAPIS GANDA Zn-Al TERINTERKALASI SENYAWA
POLIOKSOMETALAT H3[α-PW12O40].nH2O
Hensen, Lavini Indwi Saputri, Riza Antini
*Corresponding Author E-mail: Hensenkimia@gmail.com

PENDAHULUAN
OH
ABSTRAK
TOXIC
Telah dilakukan interkalasi senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40]
·nH2O pada hidroksi lapis ganda Zn-Al. Hasil hidroksi lapis ganda Zn-Al
terinterkalasi senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O dikarak- Fenol
terisasi menggunakan spektrofotometer FT-IR dan XRD. Selanjutnya
hasil interkalasi optimal digunakan sebagai adsorben fenol. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi menggunakan spektro-
fotometer FT-IR menunjukkan bilangan gelombang 1080,14 cm-1, 987,5 ADSORPSI
cm-1 dan 887,2 cm-1 yang menujukkan vibrasi P-O, vibrasi W-O dan
vibrasi W-Oc-W. Karakterisasi menggunakan sinar X menujukkan puncak
difraksi yang khas pada 2 11,837 dengan jarak antar lapisan sebesar
7,47Ȧ dan juga adanya sudut difraksi yang baru muncul pada sudut 2 Diinterkalasi
18,50 dengan jarak antar lapisan yaitu 4,793Ȧ. Selanjutnya, hidroksi lapis Senyawa
ganda Zn-Al terinterkalasi senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40] Polioksometalat
H3[α-
·nH2O diaplikasikan sebagai adsorben fenol, dan menghasilkan laju ad-
PW12O40].nH2O
sorpsi sebesar 1,53 (menit-1), kapasitas adsorpsi (b) terbesar pada temper-
atur 70 oC sebesar 2,34 mg/g, energi adsorpsi terbesar pada temperatur 30
o
C yakni sebesar 20,15 kJ/mol . Hidroksi Lapis ganda Terin-
terkalasi Senyawa
Polioksometalat
H3[α-PW12O40].nH2O Hidroksi Lapis Ganda Zn-Al
HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 4. Grafik pengaruh konsentrasi dan temperatur


adsorpsi hidroksi lapis ganda Zn-Al terinterkalasi dengan
Gambar 1. Spektrum FT-IR (A) Hidroksi lapis senyawa polioksometalat terhadap jumlah fenol yang te-
Gambar 3. Grafik pengaruh waktu adsorpsi fenol
ganda Zn-Al (B) Senyawa polioksometalat H3[α- radsorpsi.
menggunakan adsorben hidroksi lapis ganda Zn-Al
PW12O40].nH2O (C) Hidroksi lapis ganda terin- dan hidroksi lapis ganda terinterkalasi senyawa
terkalasi senyawa polioksometalat H3[α- polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O. b
PW12O40].nH2O. Temper- E (kJ/
Adsorben (mg/
atur (oC) mol)
g)
Adsorben Laju Adsorpsi 30 0,17 15,23
(menit-1) R2 40 0,34 10,38
Hidroksi lapis 50 0,41 7,82
Hidroksi lapis 1,03 0,992
ganda Zn-Al 60 0,64 5,8
ganda Zn-Al
70 0,8 4,37
Hidroksi lapis 1,53 0,995 30 1,2 20,15
ganda Zn-Al Hidroksi lapis 40 1,5 14,15
terinterkalasi ganda Zn-Al 50 1,74 9,09
terinterkalasi 60 1,96 6,21
Gambar 2. Pola difraksi sinaar X (A) Hidroksi Tabel 1. Nilai laju adsorpsi untuk hidroksi 70 2,34 5,03
lapis ganda Zn- Al (B) Senyawa polioksometalat lapis ganda Zn-Al dan hidroksi lapis ganda
H3[α-PW12O40].nH2O (C) Hidroksi lapis ganda Zn-Al terinterkalasi senyawa polioksomet- Tabel 2. Kapasitas adsorpsi dan energi adsorpsi dari proses
alat H3[α-PW12O40]·nH2O. adsorpsi kadmium (II) oleh hidroksi lapis ganda Zn-Al dan
terinterkalasi senyawa polioksometakat H3[α- hidroksi lapis ganda Zn-Al terinterkalasi senyawa poli-
PW12O40].nH2O. oksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O.

KESIMPULAN
 Interkalasi hidroksi lapis ganda Zn-Al dengan senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O telah berhasil di sintesis. Keberhasilan interkalasi di lihat dari data spektrofotome-
ter FT-IR dan XRD. Keberhasilan proses interkalasi pada spektrofotometer FT-IR dilihat pada bilangan gelombang 1080,14 cm-1, 987,5 cm-1 dan 887,2 cm-1 yang menujukkan
vibrasi P-O, vibrasi W-O dan vibrasi W-Oc-W. Pada difraksi sinar X menujukkan puncak difraksi yang khas pada 2 11,837° dengan jarak antar lapisan sebesar 7,47Ȧ dan juga
adanya sudut difraksi yang baru muncul pada sudut 2 18,50° dengan jarak antar lapisan yaitu 4,793Ȧ.

 Proses adsorpsi larutan fenol denga hidroksi lapis ganda Zn-Al terinterkalasi senyawa polioksometalat H3[α-PW12O40]·nH2O nH2O menunjukkan konstanta laju adsorpsi sebe-
sar 0,0479 (menit-1). Kapasitas adsorpsi terbesar terdapat pada temperatur 70°C dengan nilai sebesar 2,34 mg/g serta energi adsorpsi larutan fenol terbesar terdapat pada tempera-
tur 30 oC yakni sebesar 20,15 kJ/mol .
Adsorption of Cobalt (II) on Layered Double Hydroxides (Mg/Al and Ca/Al) in Aqueous
Medium : Kinetic and Thermodynamic Aspect
Hensen1
*Corresponding Author E-mail: Hensenkimia@gmail.com
INTRODUCTION
ABSTRAC
The synthesis of layered double hydroxides has been con-
ducted using M2+/M3+ metal cation in aqueous medium on
high bacisity, where M2+: Mg2+, Ca2+ and M3+: Al3+. The
materials Mg/Al and Ca/Al layered double hydroxides
were characterized using FTIR and X-Ray powder anal-
Co
yses. Layered double hydroxides (Mg/Al and Ca/Al) ma-
terials then were applied as adsorbent of cobalt (II) in
aqueous medium. Kinetics and thermodynamic adsorption
of cobalt (II) were studied. The results of FTIR spectrum waste
of layered double hydroxide Mg/Al and Ca/Al were
showed by unique vibration of layered material at wave-
number 500-1600 cm-1. The results of X-Ray powder
analysis was showed high crystallinity. Kinetically, Mg/Al
layered double hydroxides is more reactive than Ca/Al to
TOXIC
adsorb cobalt (II) in aqueous medium. Thermodynamical-
LDH MgAl/LDH Ca/AL
ly, adsorption of cobalt (II) on Mg/Al layered double hy-
droxides is larger than Ca/Al layered double hydroxide.

ADSORPTION
RESULTS AND DISCUSSION

Fig. 5. Adsorption of cobalt (II) varied con-


centration and temperature by layered double
hydroxides Ca/Al
Fig. 3. The adsorption time to each adsorbent

PSO kinetic models


Fig 1. FT-IR spectrum of layered double hydrox- T K2
ides Mg/Al (a) and layered double hydroxides Ca/ adsorbent
(K) (mg/g L R2
Al (b)
min)
Layered dou-
ble hydroxides 0.165 0.956
Ca/Al
303
Layered dou-
ble hydroxides 0.018 0.962
Table 2. the adsorption capacity and energy ad-
Mg/Al
sorption of cobalt (II) by layered duble hydroxides
Table 1. Kinetics models for the adsorption of Co (II) Mg/Al and Ca/Al

Fig. 2 XRD patterns of layered double hydroxides


Mg/Al (a) and layered double hydroxides Ca/Al (b)
Fig. 4. Adsorption of cobalt (II) varied concen-
tration and temperature by layered double hy-
droxides Mg/Al Table 3. The thermodynamic parameters i.e
enthalpy (ΔH) and entropy (ΔS) of the cobalt
(II) adsorption process using Mg/Al and Ca/
Al layered double hydroxides

CONCLUSION
Adsorption process of cobalt (II) on layered double hydroxides Mg/Al and Ca/Al showed the adsorption rate 0.018
and 0.165, resectively. Layered double hydroxides Mg/Al more reactive than layered double hydroxides Ca/Al. Ther-
modynamics adsorption layered double hydroxides Mg/Al has higher adsorption capacity than layered double hydrox-
ides Ca/Al. Other thermodynamic parameters such as entalphy is decreases with increasing concentration and en-
trophy decreases with increasing of cobalt (II) concentration.
SYNTHESIS OF ALPHA CARBON ETHOXY SODIUM FLAVINIMINA FORM THE FLAVONOID COM-
POUNDS OF CHINESE PETAI LEAVES AND NATURAL CARBON AND ITS APPLICATION AS ADSOR-
BENT OF DOMESTIC WASTE