You are on page 1of 5

Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”


Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

PERBANDINGAN EFEK EKSTRAK BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill)


TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa
DENGAN METODE DISK DAN SUMURAN

Sri Dewi Haryati1, Sri Darmawati2, Wildiani Wilson2

Program Studi D IV Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas
1

Muhammadiyah Semarang.
2
Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Semarang.

ABSTRAK

This study aimed to analyze the concentration of avocado fruit extracts method disc and wells 10%
b/v, 20% b/v, 30% b/v, 40% b/v and 50% b/v in inhibited P.aeruginosasa.The avocado fruit is
extracted using the maceration method.Then the activity of avocado fruit to the growth of
P.aeruginosa using the method of disc and wells.The results showed the extract of avocado method of
disk and wells at concentration10% b/v, 20% b/v, 30% b/v, 40% b/v and 50% b/v can inhibit
P.aeruginosa bacteria the mean inhibitory zone of the disc method was 16.6 mm, 21.6 mm, 26.0 mm,
28.4 mm and 29.6 mm, as well as in the method of wells obtained mean inhibition zone respectively
that is 25.4 mm, 27.4 mm, 28.8 mm, 30.2 mm and 31.2 mm.The positive control used was
ciprofloxacin concentration of 25 μg forming a 33 mm inhibitory zone diameter. One Way ANOVA
test was obtained p=0,000 which shows that there is an average difference between the inhibitory
zone diameter between concentrations 10% b/v, 20% b/v, 30% b/v, 40% b/v and 50% b/v, as well as
there is a marked difference between the disk method and the extraction of avocado extract on the
growth of P.aeruginosa.The result shows that the average of the bacterial inhibition zone with the disk
method is lower than the well method, the higher the concentration of avocado extract, the higher the
inhibitory effect on the growth of P.aeruginosa bacteria.
Keywords: Avocado Fruit Extracts, P.aeruginosa, Method Disc, Methode Wells

Pendahuluan kandungan zat antibakteri meliputi flavonoid,


Akhir-akhir ini sudah banyak antibiotik saponin, alkaloid, dan tannin (Lenny, 2016).
yang resisten terhadap bakteri. Sebagai Uji antibakteri dapat dilakukan dengan
alternatif, saat ini ada banyak tanaman yang
dapat digunakan sebagai obat tradisional dua metode yaitu metode disk dan sumuran,
untuk mengobati berbagai penyakit, karena dimana kedua metode tersebut memiliki
banyak orang beranggapan bahwa kelebihan dan kekurangan. Metode sumuran
penggunaan obat tradisional relatif lebih
aman dibandingkan dengan obat yang berasal memiliki kelebihan yaitu lebih mudah
dari bahan kimia (Prayoga, 2013). Salah satu mengukur luas zona hambat yang terbentuk
diantara tanaman yang dapat digunakan karena isolat beraktivitas tidak hanya di
sebagai obat adalah buah alpukat (Persea
americana Mill). Buah alpukat dapat permukaan atas nutrien agar tetapi juga
berfungsi sebagai antibakteri karena memiliki sampai ke bawah, dan metode disk memiliki
kelebihan yaitu dapat dilakukan pengujian

348
Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”
Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

secara lebih banyak dalam satu kali kegiatan ekstrak buah alpukat terhadap pertumbuhan
dan tidak terlalu memerlukan tenaga yang bakteri P.aeruginosa.
banyak. Kekurangan dari kedua metode Variabel yang diamati adalah diameter
tersebut tidak diketahui secara pasti zona hambatan bakteri metode disk dan
penghambatan bakterisid ataupun sumuran dengan P.aeruginosa sebagai
bakteriostatik, karena banyak faktor yang variabel terikat (dependent), sedangkan
mempengaruhi diantaranya, ketebalan media, ekstrak buah alpukat sebagai variabel bebas
macam media, inokulum dan laju difusi (independent).
bahan antibakteri (Listari, 2009). Uji Bahan yang digunakan dalam penelitian
sensitivitas bakteri merupakan cara untuk adalah buah alpukat, aquades streril, etanol
mengetahui dan mendapatkan produk alam 96%, bakteri P.aeruginosa, media BHI
yang berpotensi sebagai bahan antibakteri (Brain Heart Infusion, OXOID), HIA miring,
serta mempunyai kemampuan untuk media MHA (Muller Hinton Agar, OXOID),
menghambat pertumbuhan atau mematikan larutan NaCl 0,9%, dan antibiotik gentamicin
bakteri. dan ciprofloxacin. Peralatan yang digunakan
Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri dalam penelitian adalah seperangkat alat
patogen oportunistik dimana bakteri tersebut maserasi, waterbath, autoclave dan
berkemampuan sebagai patogen ketika inkubator.
mekanisme pertahanan inang diperlemah Penelitian dilaksanakan pada bulan
dengan memanfaatkan kerusakan pada Mei-Juni 2017 di Laboratorium Kimia dan
mekanisme pertahanan inang untuk memulai Laboratorium Mikrobiologi Universitas
suatu infeksi. Bakteri ini dapat menyebabkan Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Jalan
infeksi pada saluran kemih, infeksi saluran Kedungmundu Raya No.18 Semarang.
pernapasan, dermatitis, infeksi jaringan Analisa data yang digunakan dalam
lunak, bakteremia, infeksi tulang dan sendi, penelitian ini adalah analisa deskriptif.
infeksi pencernaan, dan berbagai macam Tujuan dari analisis ini untuk menjelaskan
infeksi sistemik terutama pada penderita luka atau mendiskripsikan karakteristik dari
bakar berat, kanker, serta penderita AIDS variabel yang diteliti. Data primer yang
yang mengalami penurunan sistem imun diambil dari hasil pengamatan dilakukan
(Mayasari, 2005). pencatatan dalam bentuk tabulasi data,
Menjadi suatu hal yang menarik untuk kemudian data diuji statistik.
meneliti tentang daya hambat dari buah Hasil
alpukat yang diketahui memiliki kandungan Hasil uji daya hambat ekstrak buah
zat antibakteri yaitu meliputi flavonoid, alpukat terhadap pertumbuhan bakteri
tannin, alkaloid, dan saponin terhadap P.aeruginosa dengan membandingkan
pertumbuhan bakteri P.aeruginosa dan metode yaitu metode disk dan sumuran
membandingkan kedua metode yang akan ditunjukan pada Tabel 1 dan Gambar 1.
digunakan yaitu metode difusi dan metode
sumuran. Tabel 1. Rata-rata diameter zona hambat ekstrak buah
Bahan dan Metode alpukat metode disk dan sumuran terhadap
pertumbuhan bakteri P.aerugino
Jenis penelitian yang digunakan
adalah penelitian eksperimental, dengan Perlakuan Konsentrasi Rata-rata diameter zona
tujuan utama menguji coba suatu objek ekstrak buah alpukat hambat pada bakteri
penelitian, kemudian dilihat zona hambat (%b/v) P.aeruginosa (mm)
Metode Metode
Disk Sumuran
10% 16.6 25.4
20% 21.6 27.4
30% 26.0 28.8
40% 28.4 30.2
50% 29.6 31.2
Kontrol Ciprofloxacin 33
positif Gentamicin 28
Kontrol negatif 0

349
Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”
Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

10% 20%
Tabel 2. Jarak kepekaan Antibiotik Ciprofloxacin
resisten, intermediet, dan sensitive
40% 50%
30% Ciprofloxacin

10% Resisten Intermediet Sensitive

< 15 16 - 19 mm > 20
50% 40%
20% 30%
Tabel 3. Jarak kepekaan Antibiotik Gentamicin
resisten, intermediet, dan sensitive
Gentamicin
Gentamicin Ciprofloxacin Akuades Resisten Intermediet Sensitive
< 12 13 - 14 mm > 15
Gambar 1. Daya hambat ekstrak buah alpukat (a)
Metode sumuran, (b) Metode disk, serta (c) Tabel 4. Hasil rata-rata diameter zona hambat ekstrak
Kontro positif dan kontrol negatif terhadap buah alpukat metode disk dan sumuran
pertumbuhan bakteri P.aeruginosa. terhadap bakteri P.aeruginosa berdasarkan
kategori resisten, intermediet, dan sensitif
Data pada Tabel 1 dan Gambar 1 dengan antibiotik Ciprofloxacin
menunjukan hasil rata-rata diameter zona
Ciprofloxacin
hambat tiap kelompok perlakuan pada
Metode
metode disk dan sumuran dengan variasi
Disk Sumuran
konsentrasi 10%b/v, 20%b/v, 30%b/v, Konsentrasi
40%b/v, dan 50%b/v ekstrak buah alpukat R I S R I S
terhadap pertumbuhan bakteri P.aeruginosa 10% - √ - - - √
dengan pengulangan sebanyak lima kali, 20% - - √ - - √
diperoleh hasil metode disk berturut-turut 30% - - √ - - √
yaitu 16.6 mm, 21.6 mm, 26.0 mm, 28.4 mm, 40% - - √ - - √
dan 29.6 mm, sedangkan pada metode 50% - - √ - - √
sumuran diperoleh hasil rata-rata zona
hambat berturut-turut yaitu, 25.4 mm, 27.4 \
mm, 28.8 mm, 30.2 mm, 31.2 mm. Kontrol Keterangan :
positif Ciprofloxacin memiliki zona hambat R = Resisten, I = Intermediet, S = Sensitif
33 mm, dan Gentamicin memiliki zona
hambat 28 mm, sedangkan kontrol negatif Tabel 5. Hasil rata-rata diameter zona hambat ekstrak
buah alpukat metode disk dan sumuran
yaitu akuades steril tidak ada zona hambat. terhadap bakteri P.aeruginosa berdasarkan
Hasil zona hambat pada penelitian ini kategori resisten, intermediet, dan sensitif
jika dibandingkan dengan kontrol positif dengan antibiotik Gentamicin.
ciprofloxacin menurut WHO 1997 dalam
Rambiko et al. (2016) dan gentamicin Gentamicin
menurut CLSI dalam Kusumawardani (2016) Metode
maka kekuatan daya antibakteri dapat dibagi Konsentrasi Disk Sumuran
menjadi resisten, intermediet, dan sensitif. R I S R I S
Hal ini ditunjukkan pada Tabel 2 dan 3. 10% - - √ - - √
Maka hasil rata-rata zona hambat ekstrak 20% - - √ - - √
buah alpukat metode disk dan sumuran 30% - - √ - - √
terhadap pertumbuhan bakteri P.aeruginosa 40% - - √ - - √
berdasarkan kategori resisten, intermediet 50% - - √ - - √
dan sensitif dapat ditunjukkan pada Tabel 4
dan 5

350
Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”
Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat Hasil penelitian ini juga menunjukan
bahwa hambatan terhadap pertumbuhan bahwa hambatan terhadap pertumbuhan
bakteri P.aeruginosa menunjukan hasil bakteri P.aeruginosa pada konsentrasi 50%
sensitif, akan tetapi pada konsentrasi 10% memiliki nilai rata-rata paling tinggi
jika dibandingkan dengan kontrol positif dibanding keempat konsentrasi lainnya,
ciprofloxacin menunjukan hasil intermediet. sedangkan nilai rata-rata terendah adalah
Hasil uji analisa data, pada uji pada konsentrasi 10%. Perbedaan besar zona
normalitas didapatkan nilai signifikan zona daya hambat tersebut dikarenakan adanya
hambat ekstrak buah alpukat pada perbedaan konsentrasi pada ekstrak. Hal ini
pertumbuhan bakteri P.aeruginosa metode sesuai dengan yang dikatakan oleh Auliyah
disk dan sumuran secara berurutan yaitu (2016), bahwa semakin tinggi kadar
(p=0,410) dan (p=0,893), dimana nilainya konsentrasi ekstrak, maka semakin tinggi
lebih besar dari nilai standar yaitu (p>0,05), pula jumlah senyawa atau kandungan zat
sehingga menunjukkan bahwa data aktif di dalamnya dalam menghambat
berdistribusi normal. Selanjutnya pada uji bakteri, sehingga terbentuknya zona hambat
homogenitas secara berurut menunjukkan yang sangat kuat, karena kerja zat aktif
nilai (p=0,339) dan (p=0,271), dimana antibakteri pada bahan uji.
nilainya lebih besar dari nilai standar yaitu Zona hambat yang terdapat pada
(p>0,05). Maka data berdistribusi normal penelitian ini dapat dihubungkan dengan
atau homogen sehingga dilanjutkan dengan adanya senyawa yang terkandung di
uji parametrik yaitu One Way ANOVA. dalamnya. Berdasarkan penelitian Juliantina
Hasil yang didapatkan pada uji One Way (2008) dan Liberty et al. (2012), kandungan
ANOVA metode disk dan sumuran yaitu zat antibakteri pada buah serta biji buah
(p=0,000) dimana nilainya kurang dari nilai alpukat meliputi flavonoid, tanin, alkaloid,
standar yaitu (p>0,05). Hasil ini dan saponin. Berdasarkan hasil tersebut
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara umum ekstrak buah alpukat dapat di
bermakna terhadap rata-rata diameter zona katakan mampu menghambat pertumbuhan
hambat antara konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, P.aeruginosa yang di tunjukkan dengan
30% b/v, 40% b/v, dan 50% b/v serta luasnya diameter zona hambat yang terbentuk
perbedaan bermakna antara metode disk dan dan hasil sensitif.
sumuran. Kesimpulan
Diskusi 1. Daya hambat ekstrak buah alpukat pada
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, 30% b/v,
metode sumuran lebih bagus dan lebih luas 40% b/v dan 50% b/v memiliki perbedaan
zona hambatnya dibanding metode disk. Hal yang bermakna antara metode disk dan
ini diperkuat oleh penelitian Prayoga (2013), sumuran dengan diameter daya hambat
yang menyatakan bahwa dengan metode disk berturut-turut yaitu 16.6 mm,
menggunakan metode sumuran dapat 21.6 mm, 26.0 mm, 28.4 mm, dan 29.6
menghasilkan diameter zona hambat yang mm, sedangkan pada metode sumuran
besar. Hal ini diakibatkan karena pada diperoleh hasil rata-rata zona hambat
metode sumuran terjadi proses osmolaritas berturut-turut yaitu, 25.4 mm, 27.4 mm,
dari konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi dari 28.8 mm, 30.2 mm, 31.2 mm. Zona
metode disk. Metode sumuran setiap hambat bakteri dengan metode disk lebih
lubangnya diisi dengan konsentrasi ekstrak rendah dibandingkan dengan metode
sehingga osmolaritas terjadi lebih sumuran, semakin tinggi konsentrasi
menyeluruh dan lebih homogen serta ekstrak buah alpukat maka semakin tinggi
konsentrasi ekstrak yang dihasilkan lebih daya hambat terhadap pertumbuhan
tinggi dan lebih kuat untuk menghambat bakteri P.aeruginosa.
pertumbuhan bakteri. 2. Daya hambat ekstrak buah alpukat
konsentrasi 50% b/v lebih besar diameter

351
Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”
Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

zona hambatnya dibandingkan dengan Liberty, P .M., Meiske, S. S., Jessy,J, E. P.


empat konsentrasi lainnya yaitu 10% b/v, 2012. Penentuan kandungan Tanin dan
20% b/v, 30% b/v dan 40% b/v, dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji
metode yang paling bagus digunakan Buah Alpukat (Persea americana Mill).
yaitu metode sumuran dibandingkan Jurnal Online. (1) : 1. 5-10.
dengan metode disk. Listari, Y. 2009. Efektifitas Penggunaan
Saran Metode Pengujian Antibiotik Isolat
Peneliti selanjutnya diharapkan untuk Streptomyces dari Rizosferfamilia
melakukan penelitian lebih lanjut tentang poaceae terhadap Escherichia coli.
ekstrak buah alpukat dengan menggunakan Jurnal online. PP.1.1–6.
pelarut yang berbeda, variasi konsentrasi Mayasari, E. 2005. Pseudomonas
yang berbeda dan metode ekstraksi yang aeruginosa: Karakteristik, Infeksi dan
berbeda pula. Penanganan. Departemen Mikrobiologi
Fakultas Kedokteran Universitas
Referensi Sumatra Utara Medan.
Auliyah, P. 2016. Efek Antibakteri Ekstrak http://library.usu.ac.id. Diakses tanggal
Daun Kelor (Moringa oleifera) 18 januari 2017.
Terhadap pertumbuhan Bakteri Prayoga, E. 2013. Perbandingan Efek Ekstrak
Salmonella thypi. Skripsi. Universitas Daun Sirih Hijau (Piper betle L) Dengan
Taduloka. Metode Difusi Disk dan Sumuran
Juliantina, F., D. A. Citra, B. Nirwani. 2008. Terhadap Pertumbuhan Bakteri
Manfaat Sirih Merah (Piper crocatum) Staphylococcus aureus. Tesis. 1-33.
Sebagai Agen Anti Bakterial Terhadap Universitas Islam Negeri Syarif
Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif. Hidayatullah Jakarta.
UII Press. Yogyakarta. Rambiko, S.C. Fatimawali, Bodhi, W. 2016.
Kusumawardani. 2016. Gambaran Kepekaan Uji Sensitivitas Bakteri Penyebab
Berbagai Antibiotik dan Profil Plasmid Infeksi Nosokomial Saluran Kemih
Escheria coli Isolat Air Sumur Gali akibat Penggunaan Kateter Terhadap
Kabupaten Demak. Skripsi. Universitas Antibiotik Ampicillin, Amoxicillin Dan
Muhammadiyah Semarang. Ciprofloxacin di RSUP Prof. dr. R. D
Lenny, A. A. 2016. Daya Hambat Buah Kandou Manado. Jurnal Ilmiah
Ekstrak Buah Alpukat (Persea Farmasi. (5) : 1. 1–7.
americana Mill) terhadap Pertumbuhan
Staphylococcus aures dan
Staphylococcus epidermidis. Skripsi.
Universitas Muhammadiyah Semarang.

352