Linguistik Umum

1. Pengertian Bahasa Bahasa adalah sistem lambang bunyi oral yang arbitrer yang digunakan oleh sekelompok manusia (masyarakat) sebagai alat komunikasi. Bahasa juga merupakan bagian dari kebudayaan yang diperoleh manusia untuk mengkomunikasikan makna. Bahasa bekerja dalam cara yang teratur dan sistematis. Pada dasarnya bahasa adalah lisan, dan simbol-simbol oral itu mewakili makna karena simbolsimbol itu dihubungkan dengan situasi dan pengalaman kehidupan. Bahasa memiliki fungsi sosial, dan tanpa fungsi itu masyarakat mungkin tidak ada.

2. Karakteristik Bahasa 1. Oral. Pada hakikatnya bahasa adalah lisan atau oral, yang mana ada kalanya tidak bisa diungkapkan secara sempurna dengan tulisan. 2. Sistematis, Sistemis, dan Komplit. Sistematis berarti bahasa mempunyai aturan, kaidah, atau dapat diartikan mempunyai jumlah yang terbatas untuk bisa dikombinasikan. Sistemis berarti bahasa bekerja dalam sebuah sistem dan sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku. Dan yang dimaksud komplit yaitu, dengan bahasa kita dapat mengungkapkan segala hal walaupun tentang sesuatu yang belum kita ketahui. 3. Arbitrer dan Simbolis. Arbitrer artinya, bahasa yang kita gunakan tidak selalu logis atau punya alasan tertentu, sifat ini hanya berlaku dalam masyarakat bahasa dalam bentuk kesepakatan atau konvensi. Sifat simbolis yang dimiliki bahasa dapat mengabstraksikan ide-ide dan pengalaman, meskipun kita belum pernah mengalaminya secara langsung.

4. Konvensional, berdasarkan kesepakatan tetapi bukan kesepakatan melalui rapat, dan pemakai bahasa harus tunduk pada kesepakatan itu. Karena jika tidak, maka bahasa tersebut tidak akan komunikatif. 5. Unik dan Universal. Dalam beberapa bahasa tertentu ciri yang unik, namun tetap mempunyai ciri yang universal atau umum sebagaimana pada bahasa lainnya. 6. Beragam. Bahasa tidaklah monolitik tapi mempunyai ragam yang bermacammacan tergantung pada dasar klasifikasinya. Berdasarkan kebakuannya, bahasa dikategorikan menjadi dua, yaitu: ragam baku dan ragam subbaku. Berdasarkan formalitas pemakaiannyadigolongkan menjadi lima ragam, yaitu: ragam beku, ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, dan ragam akrab. 7. Berkembang. Seirng dengan berkembangnya teknologi maka bahasa pun ikut berkembang dengan menggunakan kata-kata yang berasal dari bahasa asing. 8. Produktif dan Kreatif. Karakter ini tergantung pada pemakainya. Pemakai bahsa dengan pola-pola dan lambing-lambang yang terbatas dapat mengkreasikan halhal baru melalui bahasa. 9. Merupakan Fenomena Sosial. Bahasa merefleksikan kebudayaan masyarakat pemakainya, karena bahasa merupakan bagian dari sistem nilai, kebiasaan dan keyakinan yang kompleks dalam membentuk suatu kebudayaan. 10. Bersifat Insani. Hanya manusia yang mempunyai kemampuan berbahasa. Bahasa juga merupakan suatu aspek perilaku yang bisa dipelajari oleh manusia.

3. Satuan-Satuan Bahasa Satuan bahasa (linguistic unit) merupakan bentuk-bentuk lingual yang merupakan komponen pembentuk bahasa yang hanya mengacu pada unsur atau komponen bahasa. Jadi, harus disadari bahwa ada bentuk lingual dan nonlingual. Adapun wujud satuan bahaa adalah sebagai berikut:

dan lihat. Kata. untuk menyatakan diri. Gugus Kalimat.dan be-. terdiri atas p/a/n/c/i. Lutut terdiri atas l/u/t. diucapkan dan didengar. Kridalaksana mengartikan wacana sebagai tujuan bahasa terlengkap. Kalimat. Satuan grmatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak terdiri atas subjek dan objek. tapi lebih besar dari gugus kalimat. Sedangkan morfem bersifat abstrak. karena gugus itu berada dalam paragraph. Contoh: dia telah berjalan« 6. Morf dan Morfem. 8. Fungsi personal. Ujaran yang berisi pikiran lengkap yang tersusun dari subjek dan predikat. Satuan-satuan bahasa yang lebih kecil dari paragraf. 2. Wacana adalah satuan kalimat yang paling besar. Contoh: kaki saya. Wacana ada yang berbentuk lisan dan tulisan. Contoh fon: Panci. Sedangkan fonem adalah abstraksi dari fon. dapat diidentifikasi. Contoh: bekerja dan berjalan mempunyai bentuk awalan yang berbeda. Satuan gramatikal unsure pembentuk kalimat yang berstruktur predikatif. kata melihat terdiri dari morfem me. 9. 3. Fungsi Bahasa Berikut adalah beberapa fungsi bahasa: 1. . Satuan bahasa yang terbentuk dari satu morfem atau lebih. Kata aku terdiri dari satu morfem. 5. Frase. Klausa bukanlah kalimat dan diakhiri dengan titik tiga («).1. dengan pengertian bahwa subjek adalah tentang apa yang dikatakan dan predikat adalah apa yang dikatakan tentang subjek. Wacana. Misalnya. Klausa. kaki meja kayu. Morf terdapat dalam pelaksanaan bahasa. dapat didengar dan diucapkan. 4. Terbentuk dari sejumlah kalimat. Jumlah kalimat dan paragraf juga bermacam-macam. 7. Fon merupakan satuan bahasa yang bersifat konkret. 4. Paragraf. Namun keduanya tetap memiliki makna yang sama. Fon dan Fonem. yaitu ber.

Teori interjeksi. . sedangkan parole adalah wujud bahasa seseorang (tiap orang berbeda). rasa sakit. Teori tekanan sosial. Fungsi fatik (phatic). 6. Langue adalah sistem bahasa yang dipakai untuk mengungkapkan gagasan. 4. 5. Teori ekoik (gema). objek diberi nama sesuai dengan bunyi yang dihasilkan. Fungsi referensial. Fungsi imajinatif. manusia primitif dihadapkan pada kebutuhan untuk saling memahami antara satu dengan yang lainnya. 2. Teori Asal Mula Bahasa Para ahli bahasa mempunyai pendapat yang berbeda-beda tentng asal mula bahasa itu. Injil (Kejadian 2:19). benda. Fungsi direktif. untuk berbasa-basi. Teori isyarat. dan lain sebagainya) dengan menggunakan lambang bahasa. Langue dan Parole. dan Weda. Pilihan Dikotomis Bahasa Bahasa sebagai objek kajian linguistik lazim dikaji secara dikotomis. 3. untuk mengatur orang lain. 4. 3. untuk menampilkan suatu referen (kabar. Sebagaimana yang tersurat dalam Al-Quran (Ar-Rum: 22). dan lain sebagainya. 1. untuk menyatakan hubungan dengan orang lain. Fungsi interpersonal. untuk nenciptakan sesuatu dengan berimajinasi. Bersumber dari Tuhan. 6. bahasa pertama kali dilakukan dengan isyarat. manusia bersuara secara instingtif karena tekanan batin.2. antara lain adalah sebagai berikut: 1. 5. 5.

3. . sedangkan penanda yaitu ciri akuistik atau bunyi ujar. 2. 3. Unsur yang tidak hadir ini adalah unsur yang diasosiasikan (inabsentia). Parole bersifat perorangan. relasi antarunsur dalam tuturan dan unsur yang tidak hadir dalam tuturan. petanda adalah konsep. Parole bersifat sesaat dan langue berada dalam keseluruhan kesan yang tersimpan dalam otak setiap anggota masyarakat. 4. Contoh : tetangga adik teman saya adik teman tetangga saya b-a-t-u pagi-tadi b-a-u-t tadi-pagi dan lain sebagainya. Parole jumlahnya tak terbatas. disebut juga relasi inpraesentia. Petanda dan penanda. Contoh : Ali mencium ibu s-a-r-i Ali menggandeng ibu c-a-r-i t-a-r-I. 2. sedangkan langue terbatas. di dalamnya tidak terdapat sistem bahasa yang utuh. Relasi paradigmatis. Relasi sintagmatis dan relasi paradigmatis Relasi sintagmatis. relasi horizontal atau relasi antarunsur bahasa yang hadir dalam satu tuturan. Langue adalah abstraksi dari parole.Perbedaan antara langue dan parole: 1. dan lain sebagainya.

bukan secara prespiktif. Tidak berusaha memaksakan satu kerangka bahasa ke dalam bahasa lain. Dasar-Dasar Fonologi . Bahasa disikapi sebagai sistem dan bukan sesuatu yang lepas. gagasan yang mendasari kalimat. Yang dimaksud ilmiah adalah pengetahuan yang didapat melalui metodwe ilmiah. sistematis. Selain bahasa dikaji secara dikotomis. pelaksanaan bahasa. 7. Ciri khusus dari kajian bahasa ini adalah: 1. dan logikahipotetiko-verifikatif. tak bisa dilihat dan didengar. induktif. kajian bahasa juga digunakan untuk kajian ilmiah. 5. logis. 2. dan melalui proses belajar. empiris. Bahasa didekati secara deskriptif. Performansi. 3. Bahasa diperlukan sebagaisuatu yang dinamis. Struktur batin dan struktur lahir Struktur batin.4. berbentuk abstrak. pengetahuan seseorang tentang sistem bahasa. deduktif. dan akumulatif (semakin bertambah atau berkembang). objektif. Karakteristik ilmu yaitu. apa adanya. bersifat kumulatif. Ada pun berbagai macam dari metode ilmiah itu sendiri seperti. bisa didengar atau dibaca. bahasa yang tampak. 4. Struktur lahir. Kompetensi dan Performansi Kompetensi.

u. o Aliran udara. [I]. bunyi bahasa yang ditandai dengan udara dari paru-paru tidak mendapat hambatan berarti.  Jenis vokal  Posisi bibir   Vokal bundar : o. [u]. yaitu di paru-paru. di glottal (hidung / yang menghasilkan bunyi sengal). [U]. /u/. Fon berada dalam tataran parole Contoh: [i]. Contoh: /i/-/u/: kami-kamu. Fonetik akustis : arus bunyi keluar dari rongga mulut berupa gelombang bunyi. yaitu: y y y Fonetik artikulatoris : bagaimana bunyi dihasilkan oleh alat ucap manusia. [U]. FONETIK : kajian fon. dan lain-lain. Fonetik artikulatoris : bagaimana bunyi diterima indra pendengar dan syaraf pendengar. Ada tiga macam fonetik. ALOFON : anggota dari fonem yang sama. FONEM : abstraksi bunyi atau bunyi yang membedakan makna. o Jenis bunyi  Vokal. [?]. /c/-/t/: cari-tari. [k]. berada dalam tataran langue. a Vokal rata : i.Konsep dasar FON : realisasi bunyi atau wujud bunyi. sistem pembunyian (di tenggorokan). Prosedur penghasil bunyi o Alat wicara. [I]. Contoh: /i/. [u]. terdiri atas sisten pernafasan (di rongga dada). u  Tinggi rendahnya lidah . [Ø]. dan sistem pengucapan (di mulut). [i]. dan di langit-langit lunak. [e].

faringal. caramerangkai fonem untuk membentuk satuan fonologis. laminopalatal. labiodental. [praktik]  Fonotaktik. Contoh: ma-kan (dua suku kata). Jenis konsonan:  Berdasarkan artikulator (alat ucap yang dapat digerakan) atau titik artikulasi. o.a (belakang lidah dinaikan) Maju mundurnya lidah    Vokal atas : i. yaitu: bilabial. apikodental. lidah rata) Vokal belakang : u. lebih mundur lagi) Vokal bawah : a (jauh dari alveolum) Peta Vokal Depan Atas Tengah Bawah i e Pusat e (pepet) Belakang u o a  Diftong : vokal yang berubah kualitasnya. ka-sur (kv-kvk)  Konsonan. . Contoh: i-bu (v-kv). e (dekat dengan alveolum) Vokal tengah : e (pepet. Contoh: [balai]. dan glotal. [surau]  Gugus konsonan (Cluster).    Vokal depan : i. laminoalveolar. e (ujung lidah dinaikan) Vokal pusat : e (pepet. bunyi bahasa yang ditandai dengan udara dari paru-paru mendapat hambatan. dua atau lebih deret konsonan yang tergolong dalam satu suku kata.

[c] 3. Berdasarkan ada tidaknya hambatan udara 3. Berdasarkan jenis hambatan . Contoh: [a]. Contoh: [m]. Bunyi konsonan. l. m. bunyi yang dihasilkan dengan udara tanpa hambatan. [n] 2. f. Berdasarkan ronga yang dilewati udara 1. [i] 1. k  Berdasarkan jalan keluarnya   Konsonan hidung (nasal) Konsonan mulut (oral) Klasifikasi bunyi dan cara menghasilkannya 1. Bunyi oral. bunyi yang dihasilkan dengan udara mengalami hambatan. Contoh: [b]. bunyi yang dihasilkan dengan udara lewat rongga hidung. Berdasarkan macam-macam halangan udara yang dijumpai:      Konsonan hanbat : stop Konsonan frikatif : gesek Konsonan spiran : sengauan Konsonan likwida : luncur Konsonan trill : getar  Berdasarkan turut tidaknya pita suara bergetar   Konsonan bersuara : z. Bunyi nasal. Bunyi vokal. [d] 2. t. g Konsonan tidak bersuara : s. Contoh: [p]. bunyi Yang dihasilkan dengan udara lewat rongga mulut. o.

Contoh: [l] 9.5. 4. Bunyi stop atau bunyi letus. Bunyi lateral atau samping. bunyi yang dihasilkan dengan udara yang mengalami geseran. bunyi yang dihasilkan dengan udara melalui sisi lidah yang menghalangi keluarnya udara. [b] 6. Contoh: [c]. [y]. Contoh: [w]. bunyi yang dihasilkan dengan udara meluncur (bukannya tanpa hambatan sama sekali). bunyi yang dihasilkan dengan udara yang tidak terhenti sama sekali dan juga tidak mengalami geseran. Contoh: [r] 10. [j] 8. Bunyi getar. Bunyi afrikat atau paduan. Bunyi semi vokal atau luncur. Contoh: [p]. bunyi yang dihasilkan dengan udara besar sehingga pita suara mengalami getaran besar. . 11. Contoh: [f]. bunyi yang dihasilkan dengan cara udara tergetar di dalam mulut yang disebabkan oleh getaran lidah. Bunyi bersuara. [s] 7. Bunyi geser atau frikatif. bunyi yang dihasilkan dengan udara terhenti sama sekali dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Berdasarkan besar kecilnya getaran pita suara dan besarnya udara yang keluar dari paruparu.

bunyi yang dihasilkan oleh daun lidah (lamina) dan pangkal gigi (alveolum). bunyi yang dihasilkan bibir bawah dan gigi atas. Contoh: [p]. Contoh: [t]. 12. Bunyi laminoalveolar. [p]. Contoh: [d]. 14. berdasarkan alat ucap yang menghasilkannya. maka bunyi yang dihasilkan adalah bunyi retrofleks. Contoh: [w]. 16. Bila ujung lidah itu membalik ke arah belakang. Bunyi labiodental. Bunyi apikoalveolar. Contoh: [n]. bunyi yang dihasilkan bibir atas dan bawah. bunyi yang dihasilkan gigi atas dan bawah serta ujung lidah. 17. . Contoh: [f] 15. Bunyi labial. 13. sehingga pita tidak mengalami getaran besar. bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan langit-langit keras. 18. bunyi yang dihasilkan dengan udara kecil. bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan pangkal gigi (alveolum). Bunyi tak bersuara. Bunyi apikodental. [g]. Bunyi apikopalatal.Contoh: [b]. [c]. 5.

Bunyi dorsovelar. Bunyi faringal.Contoh: [s]. Bunyi glotal. bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah dan anak tekak (uvula). [j]. Contoh: [µ]. 23. 20. bunyi yang dihasilkan atau yang proses penghasilannya berada di dalam rongga faring. Contoh: [h]. bunyi yang dihasilkan oleh pita suara dalam rongga antara kedua pita itu yang disebut glotis. Bunyi laminopalatal. bunyi yang dihasilkan oleh lamina dan langit-langit keras. 22. Contoh: [k]. 21. 19. bunyi yang dihasilkan oleh punggung lidah (dorsum) dan langit-langit lunak (velum). Bunyi uvula. Contoh: [c]. Contoh: [q]. LABIAL DENTAL PLATAL VELAR GLOTAL ts Hambatan bs ts b f d 0s j S g x h p t c k . [g].

z r h Semi vokal geleta r gesera n sampinga n senga u padua n letupa n Jenis konsonan Tempat artikulasi W W v m pb Bilabial Inbiodental Apiko- . g d Glottal n I f. d Post Alveolar Palatal Velar k.Geser bs Nasal Lateral Getar w m l r z n z n L R y n L bilabial STOP AFFRICATE NASAL LATERAL FRICATIVE SEMI-VOWEL w m p. v o s. b Labiodental Dental Alveoar t.

dental r l n td Apikoalveolar Apikopalatal (retrofleks ) Laminoalveolar n td td kg r (R) h ? Mediolaminal Dorsovelar Uvular Faringal Hamzah r td sz J 8. Morf ada pada tataran parole. Contoh: membakar bakar dibakar menyapu sapu disapu . diujarkan. diucapkan. Morfologi Morf : bentuk atau wujud yang bisa didengar. Morfem : abstraksi dari morf. Alomorf : sejumlah morf yang menjadi anggota dari morfem yang sama.

mencubit cubit dicubit menggulai gulai digulai melarang larang dilarang Semua imbuhan yang bergaris bawa adalah anggota dari morfem yang sama. Contoh : {di-}-d+i . morfem yang bisa dilafalkan. Contoh :{pulang}.   Morfem kosong (zero morfem). Contoh : {di-}. Contoh: {di-}. dan lain-lain. {-kan}. yaitu me(nasal) / me(N). bisa tidak. morfem yang mempunyai makna kamus. {me-}. irasional-I (tidak). morfem yang dapat berdiri sendiri. morfem yang terdiri dari satu fonem Contoh : asusila-a (tidak). morfem yang terdiri dari lebih dari satu fonem. {cubit}  Morfem monofonemis. dan lain-lain. artinyabisa ada. Jenis-jenis morfem  Morfem terikat. Contoh: {juli} (bulan ketujuh tahun masehi)  Morfem tidak bermakna leksikal. karena tidak dapat berdiri sendiri. dan lain-lain. morfem yang harus digabung atau dirangkai dengan morfem lain. {-an}. diujarkan dengan morfem ujaran. morfem yang tidak mempunyai makna dalam kamus.  Morfem bebas. {juang}. Morfologi dikaji untuk mengklasifikasi atau membeda-bedakan setiap jenis dan macam bahasa.  Morfem polyfonemis. Contoh : ˆ makan (aktif) Morfem bermakna leksikal. walaupun tanpa harus digabung.  Morfem segmental.

dan R Beberapa jenis proses morfologi: 1. Contoh : gerigiasal katanya gigi dan dapat imbuhan ±er di dalamya. ber-.  Morfem utuh. morfem yang terbelah dan dapat disispi. 9. morfem yang tidak bisa dibelah dan tidak pernah disispi. Reduplukasi : pengulangan Contoh : rumah-rumah = rumah. seperti pada bahasa cina. gemetar-asal katanya getar dan dapat imbuhan-em di dalamnya. Afiksasi : penambahan afiks atau imbuhan Contoh : di + makan = prefiks makan + an = sufiks gemetar = getar + em = infiks ke + ada + an = ada + ke-an = konfiks 2. Suplisi : perubahan morfem berdasarkan waktu (seperti dalam bahasa inggris misalnya) . Proses Morfologi Proses morfologi: proses penggabungan morfem menjadi kata. Contoh : ibu. ayah (tidak pernah disisipi)  Morfem terbelah. Contoh : berlari-lari. R 3. morfem yang berintonasi (memiliki lagu-lagu). merah. Biasanya terdapat pada bahasa yang menggunakan tone language / bahasa bunyi. R Kemerah-merahan = ke-an. terdiri atas morfem lari. Morfem suprasegmental.

yang. ke. dan. tanda seru. Ø makan. menjahit. dan lain-lain. Alat sintaksis adalah urutan kata (dalam bahasa latin tidak digunakan). tidak diberi intonasi akhir berupa titik. Contoh : di.Contoh : go ± went (pergi) good ± best (baik) 4. sakit 10. Contoh : saya makan (diawali dengan huruf kecil. Dasar-Dasar Sintaksis Sintaksis adalah penyusunan kata menjadi kalimat yang gramatikal. Contoh : gedung baru itu(S) bagus(P) sekali. Modifikasi : berubah tapi kosong Contoh : cut-cut. memukul. kelompok kata yang tidak membentuk hubungan predikatif dan tidak melebihi batas fungsi. Komposisi : kemajemukan atau bergabungnya dua morfim dan menimbulkan makna baru. mencuci. dari. Contoh : rumah sakit = rumah. Obyek kajian sintaksis  Frase. tidak berwujud dan tidak dapat didengar. dan kata tugas. . put-put. bentuk kata. Klausa bersifat abstrak. dan tanda tanya). intonasi. 5. Yang dimaksud dengan kata tugas adalah kata yang mempunyai makna gramatikal dan hanya bisa hidup hanya dalam kalimat yang gramatis.  Klausa. kelompok kata yang membangun hubungan predikatif yang berpotensi menjadi kalimat jika diberi intinasi akhir atau final.

. makna perluasan yang menunjukkan pada sesuatu yang lain. Kalimat. Analisis kalimat. sema berarti tanda. penderita) dimakan(P) Ali(O). Contoh : kuda tertawa (kalimat tersebut tidak dapat diterima karena kuda adalah non human). 11.  Denotatif. Contoh : keluar! (termasuk dalam kalimat walaupun hanya terdiri dari satu kata. adik makan (diterima karena human). Contoh : tikus (koruptor). karena mempunyai intonasi akhir. narapidana. Mengkaji perubahan makna. melihat kedudukan kata ini dengan kata lain. Contoh : rumah sakit.  Analisis kategori. o Makna leksikal. Jenis makna. Semantik Berasal dari bahasa latin.  Konotatif. mengelompokkan kata-kata yang ada dalam kalimat berdasarkan bentuk dari perilaku kata-kata itu. ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan sedanglan intonasinya menunjukan bahwa ujaran tersebut telah selesai. kata-kata yang disusun menjadi makna yang berlainan. jangkauan semantik meliputi seluruh aspek lunguistik kecuali fonologi.  Analisis peran. Contoh : Ali(S) makan(P) mie(O). semaino berarti menandai atau berarti. contoh : Ali(S) makan(P) mie(O) ± Mie(S.  Analisis fungsi. makna referensial atau makna yang sesungguhnya. Contoh : tikus (hewan). o Makna idiomatik.

Contoh : Pak Joni membeli mobil baru. sinonim. tekstur ini adalah hubungan yang logis. Kajian bahasa meliputi fonologi. perubahan makna jelek menjadi baik. Pak Joni membeli mobil baru. Konteks dari wacana ini adalah berupa waktu. Contoh : 1. Matahari Jakarta serasa di ubun-ubun. antonim.o Makna peyoratif. tetapi (3) sudah lepas. situasi. tempat. mazda itu berwarna merah. (1) dan (2) masih berhubungan. dan semantik. kondisi. Contoh : Aduh cantiknya! (kalimat tersebut akan menimbulkan reaksi yang berbeda jika diucapkan pada gadis usia 17 tahun dengan nenek yang berusia 80 tahun). PSK. . dan topik. tekstur juga menjadi kajian dari wacana. meronim. morfologi. Penanda kohesi. 12. 2. Mazda itu berwarna merah. Contoh : pelacur-WTS. Wacana Bergantung pada ciri konteks atau situasinya. Merah adalah warna favorit remaja sekarang. sitaksis. 3. Contoh : 1. o Hubungan antarmakna Hiponim. sistematis antara hubungan wacana. Penanda koherensi. wacana-pendekatan pragmatis (bahasa dan konteks).

Ratusan pemuda bergoyang dalam irama jazz. .2. membangun koherensi dengan syarat pembaca harus membayangkan mengenai maksud daru dua kalimat tersebut (ada konser musik jazz saat cuaca panas dan para penontonnya bergoyang).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful