You are on page 1of 4
NOTULENSI RAPAT TERTUTUP PRABOWO SUBIANTO DAN TIM
NOTULENSI RAPAT
TERTUTUP
PRABOWO
SUBIANTO DAN TIM
Laporan Intelijen Agenda Rapat Pukul 20.00-23.15 WIB Lokasi: Kediaman Prabowo Subianto, Jl.Kertanegara No 4 Kebayoran
Laporan Intelijen
Agenda Rapat
Pukul 20.00-23.15 WIB
Lokasi: Kediaman Prabowo Subianto,
Jl.Kertanegara No 4 Kebayoran Baru
12/21 2018

1

Menyadari elektabilitas yang terus beranjak naik, namun saat yang sama diserang oleh tuduhan didukung kelompok radikal yang mendukung berdirinya Indonesia Bersyariah, kubu Prabowo-Sandi menggelar rapat tertutup pada tanggal 21 Desember 2018, di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara No 4 Kebayoran Baru. Tepatnya pada malam hari, pukul 21.00-23.15 WIB, setelah kembali dari pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya di Jalan Megakuningan Timur VII no 26.

Rapat di Kertanegara dihadiri hanya oleh orang-orangn inti dari lingkaran dalam Prabowo Subianto yang terdiri dari bekas tentara, petinggi partai, dan aktivis, yang semuanya adalah tim sukses inti, seperti Letjen TNI (purn) Yohannes Suryo Prabowo, Letnan Jenderal TNI (purn) Yunus Yosfiah (Wakil Ketua Dewan Penasihat), Laksamana TNI (purn) Tedjo Edhy Purdijanto (Wakil Ketua Dewan Penasihat), Mayjen (Purn) Glenny Kairupan (Direktur Penggalangan), Laksamana Madya TNI (purn) Moekhlas Sidik (anggota Dewan Pengarah), Mayor Jenderal TNI (purn) Judi Magio Yusuf (Wakil Ketua), Mayor Jenderal TNI (purn) Arifin Seman (Direktur Monitoring, Analisa, dan Advokasi Tim Pemenangan Prabowo- Sandiaga), dan Mayor Jenderal TNI (purn) Musa Bangun (Sekretaris Eksekutif).

Nama lain yang hadir dalam rapat antara lain Fadli Zon, Arief Puyono, Habiburahman, dan beberapa yang lain. Rapat tertutup yang diadakan pada 21 Desember 2018 itu direncakan berlanjut sampai setelah 17 April 2019 jika Prabowo-Sandi ternyata berhasil memenangkan pemilihan.

Rapat tersebut diadakan untuk menentukan langkah konkrit menghadapi sejumlah isu strategis seperti tuduhan Prabowo-Sandi mendukung Khilafah, balas dendam politik terhadap partai yang saat ini berkuasa.

Seperti diketahui, Prabowo, sampai saat ini, belum menyatakan sikap tegas apakah mendukung atau menentang Kelompok HTI, FPI, dan kelompok lain yang mendukung berdirinya Khilafah di Indonesia. Prabowo sengaja diam karena ia ingin menjadikan mereka serdadu memenangkan pertempuran politik 2019.

Sebagai seorang tentara yang tentunya berjiwa nasionalis tulen, Prabowo berjanji kepada para pendukungnya dari kubu nasionalis dan minoritas bahwa jika terpilih sebagai presiden, langkah awal yang dilakukannya adalah menghancurkan

2

radikalisme di Indonesia. Ia sudah berjanji bekerjasama dengan Amerika Serikat, Singapura, dan Australia yang konon saat ini sudah memberikan sinyal dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi.

Dikabarkan juga, pada pertengahan Desember 2018, Prabowo Subianto sempat diundang oleh Dubes Amerika untuk Indonesia bertemu di kediaman Dubes Joseph R. Donovan, Jr. Selain membicarakan perang dagang Cina-AS, keduanya membahas komitmen Indonesia melawan terorisme ke depan. Prabowo berjanji akan mendukung penuh AS dalam memerangi kelompok radikal dan teroris di Indonesia.

Dari informasi intelijen yang diterima dari orang dalamPrabowo-Sandi, notulensi rapat tanggal 21 Desember 2018 adalah sebagai berikut:

1. Komjen Pol (Purn) Moch Sofjan Jacoeb sudah ditunjuk utuk

menentukan siapa yang akan diusulkan ke DPR oleh Presiden terpilih untuk

menjabat sebagai Kapolri baru. Kapolri yang ditunjuk adalah sosok yang

tegas dan nasionalis sejati, namanya tentu belum disebut dalam rapat itu. Tugas pertama Kapolri baru adalah melemahkan gerakan HTI dan FPI; menangkap ulama-ulama radikal untuk menunjukkan pada Amerika dan sekutu bahwa Prabowo-Sandi tegas mengatasi radikalisme dan terorisme di Asia Tenggara.

2. Mayor Jenderal Arifin Seman diberi tugas untuk menyusun daftar

nama yang cocok untuk menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara; perombakan besar-besaran di tubuh BIN akan mengarah pada agenda penyerangan terhadap lawan politik dan pelumpuhan kelompok HTI, FPI, JAD, dan yang setara dengan itu. Tugas lain dari BIN nanti adalah melemahkan partai koalisi untuk meningkatkan dominasi Gerindra dalam pemerintahan: PKS dan Partai Demokrat akan digembosi habis-habisan melalui berbgai kasus Korupsi lama dan yagn baru. Para petinggi partai akan dipenjara karena korupsi. Dengan begitu, Prabowo tampak sebagai

presiden yang kuat dan tegas dalam menegakkan hukum.

3. Gatot Nurmantyo diberi kepercayaan untuk menentukan siapa

Panglima TNI yang baru; Peran Angkatan Darat akan diperkuat seperti pada

jaman Orde Baru

3

4. Fadli Zon dan Fahri Hamzah ditugaskan untuk menentukan siapa

Jaksa Agung baru. Tugas utama Jaksa Agung baru adalah mengadili

sebanyak-banyaknya lawan politik dari PDI Perjuangan, Nasdem, Golkar, PKB, dan PPP.

5. KPK harus dikendalikan dengan memperkuat peran kelompok

Bambang Widjayanto; para komisoner KPK akan diserang dengan berbagai isu oleh orang dalam untuk menjatuhkan mereka di tengah jalan lalu Prabowo akan mengendalikan siapa kandidat komisioner yang baru. Ketua KPK Agus Raharjo, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, dan Saut

Situmorang adalah tiga target utama dalam operasi pengendalian KPK pasca-pemilu. Ketiga pimpinan KPK ini dinilai oleh kubu Prabowo pro kepada pemerintahan Presiden Jokowi saat ini.

Rapat berakhir sekitar pukul 23.30 WIB namun ada 3 jenderal yang meninggalkan ruang rapat sekitar pukul 22.00 WIB yaitu Yudi Magio Yusuf, Musa Bangun, dan Moekhlas Sidik.