You are on page 1of 8

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PARIWISATA BANYU MILI

DALAM PENINGKATAN JUMLAH PENGUNJUNG


(Studi Objek Wisata Banyu Mili Desa Carang Wulung, Kecamatan
Wonosalam, Kabupaten Jombang)

Afifatur Rohimah

ABSTRACT
Tourism becomes the main source of income that shifts the existence of mining business.
Tourism objects in the district wonosalam jombang district is very diverse but dominated by
the potential of nature tourism. One of the popular natural attractions in the district wonosalam
is djawi village, banyu mili and pine forests are all located in the village carang wulung. But
the fact that the number of visitors increase the number of crucial problems experienced by the
manager. One effort to be able to increase the number of tourist visits is a marketing
communication marketing strategy. This study focuses on descriptive qualitative research. The
result of the research shows that the important elements in marketing mix are personla selling,
advertising, publication, promotoin sales, and sponsorship. Kampung djawi shows that the five
mixes have been applied and are continuously improved from various aspects, in contrast to
banyu mili and pine forests whose marketing capabilities have been applied to only
publications and personal selling. While the limitations of human and financial resources to
be a barrier in the application of sponsorship, advertising, and sales promotion. Based on these
data, it is obvious that the number of tourist visits of djawi kampung tend to increase gradually,
while banyu mili and pine forests tend to be stable and stagnant.
Keywords: Tourism, Marketing Strategy, Communication

ABSTRAK
Pariwisata menjadi sumber pendapatan utama yang menggeser eksistensi usaha tambang.
Objek wisata yang ada di kecamatan wonosalam kabupaten jombang sangat beragam namun
didominasi oleh potensi wisata alam. Salah satu wisata alam yang populer di kecamatan
wonosalam adalah kampung djawi, banyu mili dan hutan pinus yang ketiganya berada di desa
carang wulung. Namun kenyataanya jumlah penngkatan jumlah pengunjung menjadi
permasalahan krusial yang dialami oleh pengelola. Salah satu usaha untuk bisa meningkatkan
jumlah kunjungan wisata adalah strategi komunikasi pemasaran pariwisata. Penelitian ini
berfokus pada penelitian kualitatif diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari unsur penting
dalam bauran pemasaran terdapat personla selling, advertising, publikasi, sales promotoin, dan
sponsorship. Kampung djawi menunjukkan kelima bauran tersebutsudah diterapkan dan terus
ditingkatkan dari berbagai aspek, berbeda dengan banyu mili dan hutan pinus yang kemampuan
stratgei pemasaran yang sudah diterapkan hanya publikasi dan personal selling. Sedangkan
keterbatasan sumber daya manusia dan finansial menjadi penghalang dalam penerapan
sponsorship, advertising, dan sales promotion. Berdasarkan data tersebut tentu terlihat jumlah
kunjungan wisata kampung djawi cenderung mengalami peningkatan secara pertahap,
sedangkan banyu mili dan hutan pinus cenderung stabil dan stagnan.
Kata Kunci : Pariwisata, Strategi Pemasaran, Komunikasi
PENDAHULUAN instagramable untuk mengabadikan
Kecamatan wonosalam merupakan moment kunjungan.
salah sat kecamatan yang berada di Setiap objek wisata yang berada di
kabupaten jombag, kecamatan memiliki carang wulung memiliki ciri khas masing
bergam kekayaan potensi wisata baik alami masing. Kampung djawi diciptakan secara
dan buatan, hal ini didukung oleh buatan namun dengan konsep kental nuansa
ketersediaannya potensi wisata alam yang jawa dan keasrian hawa pedesaan, banyu
sangat beragam, sebab kecamatan mili menjadi destinasi wisata dengan
wonosalam berada di dataran tinggi adanya ketersedian aliran alami yang jernih
diwilayah kaki gunung anjasmara dengan sehingga mampu disulap menjadi wisata air
ketinggian 500-600 meter diatas alami yang dikelola secara modern,
permukaan air laut. begitupun dengan hutan pinus, dengan
Kecamatan wonosalam berada di kekayaan alami dan ciri khas alami hutan
ujung timur kabupaten jombang, destinasi pinus, dikemas dengan modern sehingga
wisata juga banyak yg bisa di kunjungi menjadi objek wisata yang sangat menarik
sebut saja Goa Jepang, Goa Sriti, Goa untuk menjadi spot foto, bahkan sering
Sigolo Golo, PD Perkebunan Pangklungan, dijadikan tempat aktifitas mini outbond,
Air Terjun Pengajaran, Wisata Bukit Pinus atau sesi preewed.
(WBP) carangwulung, Air Terjun Berdasarkan data dari setiap
Pemgayom, Air Terjun Selo Lapis, Air pengelola atau pemilik objek wisata dari
Terjun Sekar Pudak Sari, Air Terjun kampung jawi memiliki pertumbuhan
Sekelip dan masih banyak lagi wisata2 di kunjungan sekitar 15%, hutan pinus 11,8%,
wonosalam yg wajib di kunjungi.Semua itu dan banyu mili 8%, tentu dari data tersebut
tak ayal peran serta masyarakat yg menjaga jumlah peningkatan kunjungan yang dalam
keasrian alam sekitar. Perkembangan taraf sedikit bahkan kurang mensupply
pariwisata dikabupaten jombang semakin pertumbuhan kunjungan wisata di
meriah dengan adanya beberapa festifal kabupaten jombang. Pemerinta, pemilik,
guna menunjang kunjungan wisata. dan masyarakat harus bekerjasama dalam
Berdasarkan data statistik dari meningkatkan jumlah kunjungan wisata,
DISPAR kabupaten Jombang menunjukkan semakin meningkat kunjungan wisata
adanya peningkatan sekitar 2,1% setiap otomatis juga akan meningkatkan taraf
tahun sejak 2007 – 2012, dan mengalami ekonomi lokal. Dari data tersebut harus
pengingkatan signifikan sejak 2013-2018 ditangani serius untuk menjadi fokus adalah
dengan indeks peningkatan sekitar 21%. bagaimana cara peningkatan kunjungan
Obkjek kunjungan wisata terbanya berasal wisata, dengan beragam fasilitas yang
dari beberapa destinasi wisata yang berada sudah tersedia.
di kecamatan wonosalam. Tentu hal ini Anis selaku kepala desa carang
menjadi angin segar bagi kecamatan wulung menyatakn bahwa selama ini
wonosalam baik pemerintah maupun menurut pengamatan kami kunjungan
masyarakat lokal untuk mulai serius wisata “ya aji mumpung” artinya objek
menangani pengelolaan objek wisata. wisata yang ada menjadi wisata alternatif,
Pariwisata menjadi sendi penunjang utama bukan menjadi destinasi wisata utama , hal
yang mampu meningkatkan taraf ekonomi ini mempertegas adanya permasalahan
masyarakatnya. Salah satu kecamatan dalam pengelolaan wisata di desa carang
wonosalam yang memiliki objek wisata wulung, banyu mili dan hutan pinus belum
paling populer berada di desa carang banyak memanfaatkan atau melaksanakan
wulung, di desa ini terdapat objek wisata pemasaran pariwisata, kampung djawi
tempat edukasi dan outbond kampung sudah bagus, sering ada event, bahkan
djawi, wisata air alami banyu mili, dan sudah menggunakan web sebagai media
wisata hutan pinus dengan beragam spot promosi.
Salah satu cara yang bisa digunakan objek wisata yang ada didesa carang
untuk meningkatkan jumlah kunjungan wulung kecamatan wonosalam.
wisata adalah dengan merubah
memodifikasi strategi pemasaran yang
digunakan, dengan kunci memodifikasi TINJAUAN PUSTAKA
strategi pemasaran ditambah lagi dengan KOMUNIKASI PARIWISATA
perkembangan media yang sangat kencang, Pariwisata diatur dalam Undang-
diyakini mampu meningkatkan kunjungan Undang No.10 Tahun 2009 tentang
wisata. Strategi komunikasi pariwisata Kepariwisataan, terdapat dalam Bab I pasal
meliputi teknik memperkenalkan, 1 menerangkan wisata adalah kegitan
mengkomunikasikan, hingga membranding perjalanan yang dilakukan oleh seseorang
objek wisata, sehinga apabila seudah pada atau sekelompok orang dengan
tahap branding pariwisata maka objek mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan
wisata memiliki kekuatan untuk mampu rekreasi, pengembangan pribadi, atau
menjaga eksistensi dari ketatnya persaingan mempelajari keunikan daya tarik wisata
objek wisata lain disekitar atau bahkan yang dikunjungi dalam jangka waktu
daerah lain. Strategi pemasaran pariwisata sementara. Pariwisata merupakan beragam
telah banyak di terapkan objek wisata lain kegiatan wisata dengan adanya dukungan
dan hasilnya sangat menggesankan, beragam fasilitas disertai dengan layanan
didapatkan dari Ali (2012), penerapan yang disediakan oleh masyarakat lokal,
startegi pemasaran pariwisata yang pemilik, pengelola, dan pemerintah.
dikonsep modern akan mamapu menunjang
peningkatan kunjungan wisata hingga 35%- DAYA TARIK
46% per tahun. Daya tarik destinasi pariwisata
Berdasarkan masalah yang dimiliki adalah tempat atau lokal yang secara
oleh beragam objek wisata yang ada didesa geografis yang letaknya berbeda dalam satu
carang wulung, yaitu jumlah kunjungan atau lebih wilayah administratif yang
yang mengaami peningkatan sedikit bahkan didalamnya terdapat daya tarik objek
cenderung stagnan, perlu adanya sentuhan wisata, fasilitas penunjang wisata,
strategi pemasaran pariwisata yang bisa aksesibilitas, masyarakat serta wisatawan
diterapkan oleh pengelola objek wisata yang saling berkaitan dan melengkapi
yang nanti tujuan utamanya adalah untuk terwujudnya kegiatan pariwisata
memberikan kontribusi dalam peningkatan yang nyaman dan menyenangkan.
jumlah pengunjung wisata lokal, daerah,
hingga turis asing. Karena apabila PROMOSI
dicermati objek wisata yang ada didesa Promosi adalah perusahaan dari
carang wulung kecamatn wonosalam sudah pemasar dalam menginformasikan dan
tersedia dengan sangat bagus dan fasilitas mempengaruhi orang lain atau pihak yang
yang lengkap, namun memiiki masalah tertarik untuk melakukan transaksi atau
dalam peningkatan jumlah kunjungan. menukarkan produk atau layanan yang
Apabila dicermati lebih dalam, dipasarkan. Pengaruh promosi pada
maka peneliti merumuskan rumusan kualitas produk baru menyimpulkan
masalah bagaimana cara meningkatkan kepercayaan dan penilaian konsumen pada
jumlah pengunjung objek wisata yang ada kualitas dapat dibangun dengan membina
dicarang wulung dengan memanfaatkan hubungan dekat antara produsen dengan
penerapan strategi pemasaran pariwisata. konsumen melalui pendekatan strategi
Dan memiliki tujuan penelitian yaitu promosi yang tepat. Promosi dapat diukur
mengetahui serta menganalisa strategi melalui daya tarik promosi, jangkauan
pemasaran pariwisata yang tepat untuk promosi, frekuensi promosi dan efektivitas
mampu meningkatkan jumlah kunjungan promosi. Promosi menyebabkan konsumen
menjadi lebih sensitif terhadap harga dan Pemasaran Pada dasarnya
sinyal promosi memiliki efek positif pada komunikasi adalah proses penyampaian
perilaku konsumen dalam pemilihan informasi, pesanan, dan ide dari satu orang
produk. (Craven, Davids W. 1995. ke orang lain sehingga di antara mereka ada
“Pemasaran Strategi”, Jilid 1-2 Edisi interaksi. Strategi Promosi Layanan
Terjemahan. Erlangga.) Pariwisata dalam Meningkatkan Jumlah
Pengunjung (Roby F.:247}

PARIWISATA PROMOSI PARIWISATA


Pariwisata Menurut H. Kodhyat Promosi adalah kegiatan yang
(1998: 4) pariwisata adalah suatu sebagian besar termasuk mendistribusikan
perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, materi promosi, seperti film, slide, iklan,
sementara, dilakukan oleh individu atau brosur, brosur, selebaran, folder, melalui
kelompok, dalam upaya mencari berbagai saluran seperti TV, radio, majalah,
keseimbangan atau keharmonisan dan bioskop, surat langsung baik di "calon
kebahagiaan dengan lingkungan dalam turis", yang adalah jumlah sekelompok
sosial, budaya, alam dan dimensi ilmiah. orang mempunyai kemampuan dalam
Sementara Gamal Suwantoro (2002: 27), melaksanakan kegiatan wisata minimum,
pariwisata didefinisikan sebagai suatu bisa dikarenakan memiliki kemampuan
bentuk. sebuah proses keberangkatan finansial, daya tahan tubuh yang masih
sementara dari satu, lebih ke tempat lain di dikatakan normal dan fit, hanya tidak
luar kediamannya. Dorongan untuk memiliki waktu luang untuk melakukan
keberangkatannya adalah karena berbagai perjalanan sebagai turis atau "turis
kepentingan baik karena kepentingan sebenarnya", yaitu orang-orang yang
ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, bepergian ke daerah tujuan wisata tertentu;
kesehatan dan lainnya. Selanjutnya A.J. hal tersebut dimaksudkan menyalurkan
Burkart dan S. Malik mendeskripsikan informasi dan mempengaruhi calon
pariwisata sebagai transformasi sementara pelancong untuk mengunjungi tujuan
orang dan dalam jangka pendek sasarannya wisata.
berada di luar tempat di mana mereka
biasanya tinggal dan bekerja, dan kegiatan BAURAN PROMOSI
mereka selama mereka tinggal di tempat Promosi Mix Theory Promotion
tujuan tersebut.. (dalam Soekadijo, 2000 : adalah proses mengkomunikasikan variabel
3). bauran pemasaran yang sangat penting
untuk dilaksanakan oleh perusahaan dalam
SAPTA PESONA memasarkan produk. Promosi adalah
Sapta Pesona Hal-hal yang fungsi pemasaran yang berfokus pada
berhubungan dengan pariwisata hendaknya mengkomunikasikan program pemasaran
memenuhi syarat sapta pesona pariwisata, secara persuasif untuk menargetkan
yaitu : pelanggan atau pelanggan potensial untuk
1. Aman mendorong terciptanya transaksi
2. Tertib (pertukaran antara perusahaan dan
3. Bersih pelanggan). Promosi adalah faktor penentu
4. Sejuk keberhasilan program pemasaran. Tidak
5. Indah peduli seberapa bagus suatu produk, jika
6. Ramah Tamah konsumen tidak pernah mendengarnya dan
7. Kenangan tidak yakin bahwa itu akan berguna bagi
mereka, mereka tidak akan pernah
PEMASARAN membelinya.
Tematik. Pengunjung mayoritas memang
USAHA PARIWISATA menjadikan Kampung Djawi menjadi
Bisnis pariwisata adalah kegiatan destinasi utama yang pada hakikatnya
yang bertujuan untuk menyelenggarakan banyu mili dan hutan pinus tematik menjadi
layanan pariwisata atau menyediakan atau alternatif utama untuk melengkapi
mencari objek daya tarik wisata, fasilitas kepuasan berwisata di desa carang wulung.
pariwisata bisnis dan bisnis lain yang Pemerintah dan pemilik saling bersinergi
terkait dengan bidang pariwisata. secara kontinue untuk meningkatkan
jumlah kunjungan wisata. Strategi
METODE PENELITIAN komunikasi pemasaran pariwisata disusun
Penelitian ini menggunakan metode dengan tujuan mampu memberikan dampak
kualitatif deskriptif, yaitu suatu penelitian dalam meningkatnya jumlah pengunjung
kontekstual yang menjadikan manusia objek wisata. Berdasarkan data yang
sebagai instrumen dan disesuaikan dengan diapatkan, berikut hasil data yang telah
situasi yang wajar dalam kaitannya dengan dianalisa dan dikaji oleh peneliti :
pengumpulan data yang pada umumnya
bersifat kualitatif. Menurut Bogdan dan Personal Selling
Tylor (Moleong, 2000:3) merupakan Personal selling merupakan suatu
prosedur penelitian yang menghasilkan usaha dalam bidang pemasaran dimana
data deskriptif berupa kata kata tertulis atau proses penjualan melalui seseorang yang
lisan dari orang-orang dan perilaku yang dianggap kompeten dalam penguasaan
dapat diamati. produk dari sebuah perusahaan.
Pembahasan dilakukan dengan Personal selling yang diterapkan oleh
menggunakan metode komparatif atas hasil kampung djawi adalah aktif melakukan
wawancara dengan informan, analisis presentasi penawaran dengan konsumen
dokumen (studi kepustakaan) serta atau lembaga yang berprospek menjadi
sekaligus membandingkan dengan hasil konsumen baik melalui pertemuan atau
observasi yang dilakukan. Menurut Miles penyediaan jasa konsultasi melalui digital
dan Huberman (1992:16) bahwa analisis seperti melalui website, media sosial, e-
kualitatif tetap menggunakan kata-kata, mail, dan via telepon. Dengan kegiatan
yang biasanya disusun kedalam teks yang personal selling yang diterapkan kampung
diperluas. Lokasi penelitian ini dilakukan di djawi sudah mumpuni sebab pelaku atau
kabupaten Jombang, dengan pertimbangan pihak personal selling sudah di didik dan
kabupaten Jombang memiliki berbagai dipersiapkan khusus dengan bekal
objek wisata yang belum dikelola secara marketing yang mumpuni sehingga
terorganisir dimana dapat dijadikan sumber diharapkan mampu memaksimalkan waktu
pendapatan daerah, dengan pertimbangan dalam presentasi dan mampu menggait
Kabupaten Jombang memiliki sumber daya calon konsumen untuk berkenan
alam yang minim. menggunakan beragam produk dari
kampung djawi.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hal berbeda dari banyu mili yang
Berdasarkan data yang didapatkan menerapkan personal selling secara
peneliti dari dinas pariwisata dan sederhana, belum maksimal dan belum juga
kebudayaan kabupaten jombang, desa adanya rencana untuk mempersiapkan
carang wulung merupakan salah satu desa pihak marketing profesional dalam
yang ada di kecamatan wonosalam yang memaksimalkan peran personal selling,
memiliki potensi wisata propektif dan selama ini banyu mili hanya memanfaatkan
bertaraf nasional. Objek wisata yang ada di karyawan dan penjaga tiket untuk bisa
wonosalam anatara lain Kampung Djawi, memasarkan secara personal, itupun belum
Banyu Mili, serta Wisata Hutan Pinus menggunakan media, hanya melalui
pemasaran word of mouth atau pemasaran untuk menyajikan iklan yang semakin
dari mulut ke mulut, tentu hal ini profesional di segala media iklan yang ada.
mengakibatkan belum maksimalnya peran
personal selling dalam meningkatkan Publication (Publikasi)
kunjungan wisata di banyu mili ditambah Publikasi adalah proses
lagi objek wisata ini dalam kategori baru, penginformasian kepada khalayak umum
begitupun dengan wisata hutan pinus, nasib dengan tujuan masyarakat mengetahui dan
personal selling yang ada di hutan pinus memahami segala bentuk informasi yang
tematik hampir sama dengan yang ada di dimiliki sebuah lembaga. Kampung djawi
banyu mili. telah menerapkan kegiatan publikasi secara
intensif yang dikendalikan oleh pihak yang
profesional. Publikasi yang diterapkan
antara lain melalui brosur, foto kegiatan,
Advertising (Iklan) foto fasilitas serta dokumentasi dari
Iklan merupakan salah satu teknik berbagai kegiatan yang di publis melalui
pemasaran yang dinilai sangat efketif dalam media sosial maupun website yang
mengkomunikasikan dan mempengaruhi disajikan secara profesional telah
secara audio visual. Secara umum semakin diterapkan dan senantiasa selalu
sering iklan ditayangkan maka semakin ditingkatkan baik dari sumber daya
tertarik masyarakat untuk membeli sebuah manusia hinga media yang terus diubdate
produk. Banyu mili dan hutan pinus tematik guna mampu memberikan publikasi yang
belum memiliki kemampuan dalam profesional.
membuat iklan yang berkonten audio Objek wisata banyu mili dan hutan
visual, hanya memiliki kemampuan iklan pinus juga telah menerapkan kegiatan
melalui banner, serta memanfaatkan publikasi secara proesional meskipun
postingan para pengunjung yang di share di hanya melalui media sosial, facebook dan
media sosial. Tentu dengan penerapan iklan instagram menjadi media sosial utama,
tersebut belum maksimal, sehingga banyak pengkatan kualitas publikasi sedang
masyarakat yang tidak mengetahui ada dilakuan peningkatan oleh pemilik pada
tempat wisata yang menarik di desa carang pengelola untuk bisa memaksimalkan
wulung,hal ini sepadan dengan objek media publikasi yang sedang hits. Selain
wisata yang masih dalam kategoribaru, mengandalkan pengelola dalam melakukan
pengelolaan wisata yang belum profesional, kegiatan publikasi, pemilik juga
serta minimnya kemampuan finansial yang mengandalkan pengunjung yang update
dimiliki oleh pengelola, menjadi foto selfie di media sosial, membuat wisata
penghalang utama untuk memnetukan cepat viral dan menyita perhatian
bentuk iklan yang diterapkan. masyarakat secara luas untuk ingin juga
Kampung djawi terkait iklan sudah merasakan sensasi wisata di banyu mili dan
berusaha profesional meskipun belum hutan pinus. Hutan pinus masih satu tingakt
memiliki kemampuan menayangkan iklan kemampuan publikasinya dari pada banyu
di televisi, namun melalui website, radio, mili, sebab hutan pinus menyediakan
media sosial, brosur, sedanga digarap banyak spot foto yang photogenic yang bisa
dengan serius dengan tujuan dimanfaatkan wisatawan untuk
menginformasikan dan mempengaruhi mengabadikan moment. Hal ini membuat
masyarakat untuk menggunakan jasanya. objek wisata hutan pinus yang masih 8
Hal ini tentu sebanding dengan kemampuan bulan segera melejit terlebih tempat wisata
finsial pemilik, profesionalnya para ini berada di sebelah jalan raya utama
pengelola, serta kemampuan dalam kecamatan wonosalam yang
pengelolaan digitalisasi, sehingga kampung menghubungkan langsung dengan
djawi sedikit demi sedikit mulai merangkak kecamatan trowulan, selain itu letaknya
juga tidak berjauhan dengan objek wisata tidak banyak ditawarkan pada era
lain. persaingan bisnis yang ketat.
Berbeda dengan objek kampung
Sales Promotion djawi, berlatar belakang pemilik dan dan
Sales Promotion merupakan promosi pengelola yang profesional membuat
yang dilakukan oleh seseorang yang kampung djawi berani menerima segala
dianggap kompeten dibidangnya. Untuk bentuk sponsor untuk berbagai bentuk
bidang sales promotion sudah diterapkan di kegiatan, bahkan untuk beberapa kegiatan
kampung djawi, kampung djawi memiliki 3 besar kampung djawi aktif mencari
marketing tersebar 1 di kantor surabaya dan sponsorship untuk mensukseskan kegiatan
2 di kantor jombang. kemampuan dan skill yang dilaksanakan. Tentu hal ini
para marketing pertahap sedang memberikan keuntungan tersendiri bagi
ditingkatkan dengan aktif mengikutkan kampung djawi.
pelatihan marketing bidang jasa yang
diadakan oleh lembaga lain, selain itu para SIMPULAN
marketing sudah punya bekal awal dimana Kecamatan wonosalam merupakan
ketika tahap perekrutan posisi marketing salah satu kecamatan di kabupaten jombang
dicari dengan tahap seleksi ketat dengan yang memiliki potensi wisata alami yang
syarat mempunyai skill dan kemampuan kaya. Salah satu desa di kecamatan
dasar dalam bidang marketing. Untuk wonosalam yang memiliki objek wisata
banyu mili dan hutan pinus belum pada populer adalah desa carang wulung, desa
tahap tersebut, sebab kedua objek wisata ini carang wulung memiliki tiga objek wisata
belum memiliki kemampuan finansial dan populer anatara lain kampung djawi, banyu
menajemen yang mumpuni untuk mampu mili serta hutan pinus tematik, sangat
menyediakan sumber daya khusus untuk populernya ketiga objek wisata tersebut
melaksanakan tugas bidang marketing dan apabila dibandingkan dengan objek wisata
promosi, selam ini hanya memanfaatkan lain di kecamatan wonosalam. Hal ini
pengelola saja yang sama sekali tidak sangat kontras antara kata populer dengan
memiliki latar belakang pendidikan jumlah kunjungan wisata yang tidak
marketing dan skill komunikasi yang mengalami peningkatan,bahkan cenderung
mumpuni. stabil, kondisi tersebut tentu dinilai buruk
untuk bisnis wisata. Untuk mampu
Sponsorship meningkatkan jumlah kunjungan wisata
Sponshorship merupakan kegiatan pemilik dan pengelola melakukan berbagai
promosi yang melibatkan pihak lain dalam usaha salah satunya adalah strategi
supply secara finansial maupun non komunikasi pemasaran pariwisata yang
finansial untuk meningkatkan kualitas meliputi personal selling, advertising,
pelayanan diamana ada kesepakatan sponsorship, sales promotion, dan
tertentu oleh kedua belah pihak. publikasi. Melalui berbegai strategi tersebut
Wisata banyu mili dan hutan pinus yang banyak diterapkan oleh kampung
belum banyak menerima tawaran terait djawi karena memiliki sumber daya
sponsorship dalam kegiatannya, karena manusia yang profesioanl dan kemampuan
belum memiliki keberanian dalam finansial mumpuni. Sedangkan hutan pinus
pengambilan resiko, berdasarkan data dan banyu mili belum banyak menerpakan
dilapangan pemilik maupun pengelola strategi pemasaran, yang diterapkan hanya
belum berani membeikan feedback pada publikasi dan advertising, sedangkan
sponsor. Terkecuali apabila memberikan personal selling, sponsorship, dan sales
sphonsorship tanpa feedback, pengelola promotion belum maksimal diterapkan
dan pemilik banyu mili serta hutan pinus dengan alasan sumber daya manusia yang
tidak segan menolak. Tentu hal ini sudah
belum kompeten dan kemampuan finansial Dalam Proses Difusi Inovasi
yang terbatas. Revitalisasi Masyarakat Desa Wisata
“Kampung Lawas Maspati”. Jurnal
Online LINIMASA-UNPAS Bandung
DAFTAR PUSTAKA Novaria, Rachmawati. Afifatur Rohimah.
Alastair M. Morisson. 2010. Hospitality & 2017. Pengembangan Community
Travel Marketing. USA: Delmar Based Tourism Sebagai Strategi
Cengage Learning Pemberdayaan Masyarakat Dan
Agus Hermawan, 2012. Komunikasi Pemasaran Pariwisata Di Wonosalam
Pemasaran. Jakarta: Erlangga Kabupaten Jombang.e-ISSN 2598-
Ardianto, 1064. Prosiding FISIP UMSIDA.
Elvinaro. 2009, Public Relations Praktis. Rohimah, Afifatur, Moh. Insan Romadhon,
Bandung: Widya Padjadjaran Rachmawati Novaria, 2018. Strategi
Bungin, Burhan. 2015, Komunikasi Media Relations dalam
Pariwisata. Jakarta: Prenada Group Mempromosikan Destinasi Wisata
Burkart, A.J dan Medlik, S. 1987. Tourism, Pantai Kutang Kabupaten Lamongan.
Past, Present and Future. Prosiding ICMS
London Craven, Davids W. 1995,
Pemasaran Strategi, Jakarta. Erlangga
Cox, R. 2010. Enviromental
Communication and The Public
Sphere. London : Sage Publication.
Damanik, Janianton dan HF. Weber. 2006.
Perencanaan Ekowisata Dari Teori ke
Aplikasi. Yogyakarta : PUSPAR UGM
Ilham, Prisgunanto. 2006. Komunikasi
Pemasaran, Strategi dan Taktik.
Jakarta : Ghalia Indonesia Jefkins,
Frank. 1997. Periklanan. Jakarta : Erlangga
Kotler, Phillip dan Keller, K.L. 2009.
Manajemen Pemasaran. Jakarta :
Erlangga
Marpaung, H. 2002. Pengetahuan
Kepariwisataan Edisi Revisi. Bandung
: Alfa Beta
Rosmawati. 2010. Mengenal Ilmu
Komunikasi. Bandung : Widya
Padjadjaran
R. G Soekadijo. 1996, Anatomi Pariwisata.
Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Ruslan, Rosady. 2006, Manajemen Public
Relations dan Media Komunikasi.
Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sendjaja
Rohimah, Afifatur. 2017. Strategi
Komunikasi Inovasi dalam
Pengembangan potensi wisata.
Prosiding ASPIKOM
Rohimah, Afifatur, Rachmawati Novaria,
2018. Komunikasi “Social Marketing”