MODEL PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI ( PRAKERIN ) PADA BIDANG KEAHLIAN KRIYA KAYU SMK N 2 JEPARA TAHUN AJARAN

2006 / 2007

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Negeri Semarang

oleh PUJI ASTUTI 5101402009 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

ABSTRAK Puji Astuti, 2007. Model Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara Tahun Ajaran 2006 /2007. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci : Model Pelaksanaan, Praktik Kerja Industri, Institusi Pasangan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) menjelaskan persiapan pelaksanaan Prakerin baik di sekolah maupun di industri; (2) menjelaskan model pelaksanaan pendidikan pada bidang keahlian kriya kayu SMK N 2 Jepara; (3) menjelaskan model pelaksanaan pelatihan di industri pada bidang keahlian kriya kayu SMK N 2 Jepara; (4) menjelaskan bagaimana persepsi tentang kemanfaatan pelaksanaan Prakerin bagi industri, bagi sekolah dan bagi peserta didik (siswa). Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Tidak ada kriteria baku mengenai berapa jumlah responden yang harus diwawancarai, sebagai aturan umum, peneliti berhenti melakukan wawancara sampai data menjadi jenuh, artinya peneliti tidak menemukan aspek baru dalam fenomena yang diteliti. Setelah data terkumpul, data tersebut disusun, dianalisis dan disimpulkan kemudian disajikan dalam bentuk laporan. Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan perpanjangan keikut sertaan peneliti pada kegiatan Prakerin. Teknik triangulasi sumber meliputi : (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan; (3) membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti guru dengan siswa. Persiapan yang dilaksanakan SMK N 2 Jepara dalam rangka pelaksanaan Prakerin khususnya untuk mengkoordinasikan tempat pelaksaan Prakerin dan administrasinya sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya dua tahap yang terorganisir yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. Industri sebagai institusi mitra dalam pelaksanaan Prakerin sudah cukup baik dalam melaksankan persiapan dengan mempersiapkan pembimbing lapangan dan sistem kerja serta pembagian kerja untuk siswa. Model pelaksanaan pendidikan pada bidang Kriya Kayu harus dibenahi terutama untuk pembelajaran pembentukan sikap dan sopan santun. Kepercayaan industri tentang keahlian siswa melalui pembelajaran disekolah dan “ngenger”sudah cukup baik. Hal ini terbukti dengan keleluasaan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dari proses awal sampai menjadi suatu barang jadi. Manfaat yang dirasakan siswa adalah mendapatkan pengalaman baru dan mendapat pengakuan masyarakat tentang skill yang dimiliki, bagi sekolah bisa melaksankan kebijakan link and match dan sebagai tolok ukur pelaksanaan Prakerin tahun yang akan datang, sedang bagi industri selain dapat membantu sekolah mencetak lulusan yang berkualitas juga mendapatkan kemudahan untuk mencari tenaga kerja terdidik dengan skill yang bagus

ii

PENGESAHAN SKRIPSI “Model Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara Tahun Ajaran 2006/2007” oleh : Puji Astuti 5101402009 Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Fakultas Teknik UNNES pada : Hari : Senin Tanggal : 28 Mei 2007 Panitia Ujian Skripsi : Ketua Sekretaris

Drs. Lashari, MT NIP.131 471 402

Drs. Supriyono NIP. 131 571 560 Anggota Dewan Penguji,

Pembimbing I,

Penguji I

Drs. Yeri Sutopo, M.Pd, MT. NIP.131 658 244 Pembimbing II,

Drs. M. Pujo Siswoyo, M.Pd. NIP.131 931 830 Penguji II

Drs. Supriyono NIP.131 571 560

Drs. Yeri Sutopo, M.Pd, MT. NIP.131 658 244 Penguji III

Drs. Supriyono NIP. 131 571 560

iii

Anak Flamboyan Kost dan teman-teman PTB . Al Mujadalah : 11) 2. Kakak dan Keponakan atas semangat yang berikan. PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk : 1. 4. kasih yang tulus dan semangat untuk maju.S. “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan beberapa derajat “ (Q.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO 1.Sipil UNNES. iv . “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak berupaya mengubahnya “ ( Q. 3. Ar Ra’du : 11) 3. Seseorang yang memberikan rasa aman.S. 2. Jangan pernah menunda suatu niatan yang baik dan dimulyakan Allah. Ayah (Alm) dan Bunda Tercinta atas cinta dan fasilitas yang diberikan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin mengadakan penelitian untuk penyusunan skripsi ini. Drs. Yeri Sutopo. 7. Semarang. Penguji Utama yang telah memberikan arahan dalam penyusunan skripsi ini : 4. Penulis v Mei 2007 . 5.T. Kepala Sekolah SMK N 2 Jepara yang telah memberikan ijin penelitian untuk penyusunan skripsi ini. 6. pada kesempatan ini penulis dengan kerendahan hati mengucapkan terima kasih kepada : 1. Masih disadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna.Pd. 3. Peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti dan pembaca. Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Semua pihak yang telah memberikan motivasi. Ismoyo Joko Saptono. Prof. Lashari. Dr. Pujo Siswoyo. bantuan dan masukan dalam penyusunan skripsi yang tidak dapat penulis sebut satu persatu. M. Drs. Drs. M. M. Amin. Drs.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 2. oleh karena itu peneliti mengharapkan kritik dan saran membangun dari semua pihak. Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. M.T. Supriyono. Drs. Soesanto.Pd. M.

..... 1........................................ Pertanyaan Penelitian ..... DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................................................................................................................................................... 2......................1 Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) ....................................1................................. PENDAHULUAN .... BAB I.......5 1..............................2 Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan . DAFTAR TABEL ................................................................................................................................1..........................DAFTAR ISI halaman HALAMAN JUDUL ABSTRAK .........2 1...............................................................6 Latar Belakang .................................................................................................................................................. Manfaat Penelitian .. 10 10 10 2......................................................................... Tujuan Penelitian ............ KATA PENGANTAR .............. DAFTAR GAMBAR .....3 1. 10 2..................................................... DAFTAR ISI .......... i ii iii iv v vi ix x xi 1 1 4 6 7 7 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................. Fokus Penelitian .....................................................................................1 1........4 1................ MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..............1 Pengertian Pendidikan Kejuruan ......................... Sistematika Skripsi ................................................................................................. vi ............................................................ HALAMAN PENGESAHAN ...............................................

... 13 2.... 16 2..2....4...4.4.......1....2....... 12 2.........7 Jenis Penilaian ……………………………………………… 25 2...4.. 27 vii ...4 2.......3 Tujuan Pelaksanaan Prakerin ............4.......2...... 12 2. 22 23 Model Pelaksanaan Pelatihan di Industri ………………….......4...1 Pengertian Bidang Keahlian Kriya Kayu ..............4........1 Pengertian Prakerin .4......................4..... 17 2.............3 2... 16 2.....4..4........ 14 Praktik Kerja Industri ( Prakerin ) ..... Model Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah ………………...........1.............2 Kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu .2 Landasan Hukum Prakerin ...............8 Jenis Sertifikasi …………………………………………… 2...4 Silabus Dalam Kriya Kayu ...5 26 Persepsi Terhadap Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin …...........2 Kelembagaan Kerja Sama …………………………………............................2.3 Struktur Kurikulum SMK ......................4... 16 2..6 Standar Profesi ( Standar Keahlian Tamatan ) ……………...1 Majelis Sekolah …………………………………………............................. 18 2.................... 15 2................ 15 2.............. 15 2..4....1 Tinjauan Tentang Prakerin ...3 Model Pelaksanaan Prakerin ……………………………….......... 24 2.......... 15 2........2................3 Kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu ...... 12 2.5 2....2 Wakil Kepala Sekolah Hubungan Masyarakat dan Industri ( Wakasek Humasind ) …………………………………….....2.................................1....2 Tujuan SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu .......................1... 11 2..

...........................1 5.............. 37 Pengecekkan Keabsahan Data ......................................4 3........................................... 43 4.................................2 Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah .............. 65 BAB V PENUTUP..........1.............................................................................................................................. 82 DAFTAR PUSTAKA .........................................................1.................................................................. 3... 31 Sumber dan informan ................................2 3......... 43 Persiapan Pelaksanaan Prakerin baik di Sekolah maupun di Industri .............4....................4 4.......... 84 LAMPIRAN – LAMPIRAN viii ..........1 3.2 4............................................ 33 35 Dokumentasi ... 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................1 3........................................ 40 Memperpanjang Keikutsertaan Peneliti ................1 Hasil Penelitian .................2 Simpulan ..................3 3.................... 55 Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin . 63 Pembahasan .........................................3 4.............................................4.................4............................. 43 4................. 31 Prosedur Pengumpulan Data ..... 30 30 Lokasi Penelitian ...................................................................................... 80 5..................... 36 Analisis Data ................... 32 Wawancara .............................. 80 Saran .............. 46 Pelaksanaan Pelatihan di Industri .........................1.................................................................................7 Pendekatan dan Jenis Penelitian .1................................................................................1 4..................... Observasi ...........6 3...............................5 3.................BAB III METODE PENELITIAN ..............2 3................................3 3.........

........1 Tabel 4...... 76 Model Prakerin SMK N 2 Jepara ........2 Model 1 Menurut Konsep Prakerin .......................... 77 ix ...........DAFTAR TABEL halaman Tabel 4............................

..............3 Siswa Kriya Kayu Saat Pelaksanaan Prakerin ......... 41 Gambar 4.............................7 Hubungan Ngenger dengan Pelaksanaan Kurikulum 2004 ............4 Kegiatan Siswa Selama Pelaksanaan Prakerin di Industri ..................... 23 Gambar 3.......................1 Teknik Analisis Data ..... 17 Gambar 2.1 Proses Pembelajaran di SMK N 2 Jepara...3 Pengujian Validitas dengan Teknik Sama Sumber Beda ....... 54 Gambar 4...................................DAFTAR GAMBAR halaman Gambar 2.................................... 73 x .....2 Pengujian Validitas dengan Sumber Sama Teknik Beda ......................5 Ukiran Meja Bundar Hasil Siswa selama Prakerin .............2 Pola Pelaksanaan Prakerin yang Diterapakan SMK N 2 Jepara 57 Gambar 4............2 Model Pelaksanaan Prakerin .......... 62 Gambar 4..... 59 Gambar 4........................... 60 Gambar 4.........................1 Bagan Hubungan Majelis Sekolah dengan Dunia Industri ............. 21 Gambar 2...............................6 Proses Monitoring Siswa di Industri oleh Tim Monitoring dari Sekolah................... 59 Gambar 4.......3 Bagan Pembentukan Kerja Profesi............ 40 Gambar 3.. 41 Gambar 3......

................................. Sertifikat Prakerin ......... Struktur Kurikulum SMK N 2 Jepara ............................... Akta Perjanjian Kerjasama ........................................................................................ 118 Lampiran 9..... Standar Kompetensi Keahlian ..... Daftar Perusahaan Tempat Prakerin Siswa . 136 Lampiran 14............................................ 130 Lampiran 11................. Lampiran 2.............................. 151 Lampiran 19....... 155 xi ...............DAFTAR LAMPIRAN halaman Lampiran 1............... Hasil Wawancara dengan Siswa .......................................................... Tata Tertib Peserta Prakerin .............................. 140 Lampiran 15.... Lampiran 3.... 154 Lampiran 21........................................... Hasil Wawancara dengan Wakasek Kurikulum ............................................ 135 Lampiran 13. 152 Lampiran 20......................... Surat Tugas Monitoring Siswa Prakerin ......................... Hasil Wawancara dengan Industri ............................................................. 149 Lampiran 17.. 134 Lampiran 12...... Lembar Observasi di Sekolah .... Lembar Observasi di Industri . 148 Lampiran 16..................................................... 150 Lampiran 18.............. 95 Lampiran 5........... 86 87 88 Lampiran 4.... Surat Perintah Perjalanan Dinas ............ 102 Lampiran 7............................................................... Hasil Wawancara dengan Guru Pengajar .... Sertifikat Akreditasi Sekolah ..... 99 Lampiran 6..... Surat Undangan Tutor Prmbekalan Prakerin.... Hasil Wawancara dengan Ketua Pokja Prakerin .............................................. 106 Lampiran 8.......... Materi Pembekalan Prakerin ... Jadual Kegiatan Prakerin Siswa ..................... Jadual Pembekalan Prakerin ......

......... 158 xii ..... 156 Lampiran 23.......... Daftar Nilai Prakerin Siswa ..Lampiran 22......................... Karya Siswa Kriya Kayu Dalam Gelar Karya Tugas Akhir Tahun Ajaran 2006/2007 ………………………....

Hasil penelitian Sunaryo (1996) menunjukkan bahwa tanggapan dunia industri dalam rangka program link and match pada indikator penyusunan program. penyusunan kurikulum. Pelaksanaan pendidikan yang dilaksanakan dalam 2 (dua) jalur sebagai kajian tak terpisahkan dari kebijakan link and match dijadikan pola utama dan menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum SMK 2004 dan dalam teknis pelaksanaannya disebut dengan Praktik Kerja Industri (Prakerin). dan pelaksanaan pendidikan adalah cukup 1 .1 Latar Belakang Pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah melalui Depdiknas menetapkan kebijaksanaan link and match yang berlaku pada semua jenis dan jenjang pendidikan di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN 1. Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan mendapat tugas langsung dari Menteri Pendidikan Nasional untuk mengembangkan dan melaksanakan penyelenggaraan pendidikan SMK dilaksanakan dalam 2 (dua) jalur yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah.

Meski demikian. kesediaan dunia industri dalam melakukan evaluasi dan pemasaran lulusan cenderung kurang karena mereka menganggap tidak memiliki keahlian pada bidang ini.2 positif dan cenderung bersedia terlibat langsung. SMK disinyalir dalam melakukan proses pendidikan terhadap peserta didik kurang maksimal sehingga menghasilkan tamatan dengan kualitas rendah. Namun. Siswa dianggap kurang memahami kompleksitas masalah yang ada di industri. Menyikapi perkembangan dewasa ini muncul sinyalemen terjadi ketimpangan hubungan antara dunia kerja atau industri dengan sekolah. Hal inilah yang memicu terjadinya ketimpangan antara dunia industri dengan dunia pendidikan. yaitu : (1) ketidaksesuaian antara latar belakang disiplin ilmu siswa dengan dunia usaha tujuan bekerja. untuk itu diperlukan chek and balance. Sementara dunia kerja atau industri kurang optimal dalam menyerap tenaga kerja tamatan SMK. . Sebagai upaya chek and balance antara dunia industri dan dunia pendidikan maka dilaksanakan praktik kerja industri (Prakerin) dengan tujuan untuk memperkenalkan siswa secara lebih mendalam tentang industri dengan tingkat kompleksitas masalah yang ada di dalamnya. pelaksanaan Prakerin tidak luput dari masalah dan kendala yang sering didapati oleh industri di lapangan. dunia industri lebih berminat mempekerjakan tenaga kerja yang sudah mempunyai pengalaman kerja yang bagus. sedangkan pemasaran lulusan merupakan suatu masalah rumit karena terjadi ketidakseimbangan antara besarnya lulusan dengan daya tampung dunia industri untuk tenaga kerja. sehingga tenaga kerja lulusan SMK tidak terpakai dan menganggur.

model hour release. dan pogram studi keramik sudah disiapkan. 1993). Pada tanggal 28 April 2004. (4) keramik. dan (3) monitoring dari sekolah masih relatif kurang (Surunuddin. logam. Untuk model penyelenggaraan Prakerin itu sendiri secara garis besar yang berhasil disepakati antara sekolah dengan industri / perusahaan. 1997). (3) tektil. serta (4) pemasaran Lulusan (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2) kayu. Ketua Badan Akreditasi Sekolah . yaitu : model day release. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. maka peran serta dunia usaha dalam program Prakerin sangat diharapkan melalui aspek : (1) perencanaan Program Penyusunan Kurikulum. batik.3 (2) adanya proses penyesuaian diri oleh siswa pada tahap awal. atau kombinasi dari ketiganya. : 136/Dirpt/83 SMIK berubah menjadi Sekolah Negeri dengan nama SMK N 2 di Jepara dengan jurusan : (1) logam. sekitar tahun 1962 di Jepara terdapat Sekolah Menengah dengan nama STM Dekorasi Ukir Jepara. (2) penyelenggaraan Pendidikan. (3) evaluasi program dan hasil. model block release. :090/0/79 berdirilah SMIK ( Sekolah Menengah Industri Kerajianan ) dengan 3 (tiga) program studi yaitu ukir kayu. Pada tanggal 13 Agustus 1983 dengan Surat Perintah Menteri Pendidiakan dan Kebudaayan No. Sesuai dengan sejarahnya. Terhitung mulai tanggal 26 Mei 1979 dengan Surat Perintah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. SMK N 2 Jepara merupakan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Kelompok Teknologi dan Industri dengan beberapa Bidang Keahlian yang terdapat di dalamnya. salah satunya Bidang Keahlian Kriya Kayu yang telah cukup lama melaksanakan Prakerin yaitu sejak tahun pelajaran 1994 / 1995.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. penetapan fokus ini berfungsi untuk memenuhi kriteria inklusieksklusi atau memasukkan mengeluarkan suatu informasi yang baru diperoleh (Moleong. penetapan fokus dapat membatasi studi. Kelembagaan Kerjasama. Karakteristik praktik kerja industri sebagai sistem penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan. 2005 : 94). Adapun fokus dari penelitian ini adalah Model Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu. jadi dalam hal ini fokus akan membatasi bidang inkuiri. Sesuai dengan disiplin ilmu yang peneliti miliki yaitu Teknik Bangunan yang kajiannya meliputi teknik perkayuan. maka timbul keinginan peneliti untuk mengetahui lebih jauh mengenai bagaimana pelaksanaan pendidikan pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara terutama dalam pelaksanaan Prakerin pada tahun pelajaran 2006 / 2007.4 Profinsi Jawa Tengah menetapkan bahwa SMK N 2 Jepara memperoleh akreditasi dengan predikat Akreditasi A ( Amat Baik ) dengan skor 86. : 306/Set/DDT/04 tanggal 13 Juli 2004. maka terhitung tanggal 1 Juli 2004 menambah Jurusan Busana dan Animasi dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. .2 Fokus Penelitian Penentuan fokus suatu penelitian memiliki dua tujuan. didukung oleh beberapa faktor yang menjadi komponen-komponennya. 1. Pertama. dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). yaitu Institusi Pasangan. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. Kedua.

paling tidak meliputi : Standar Profesi (standar keahlian tamatan). 84/KU/X/1994 tanggal 17 Oktober 1994. Dalam Keputusan Mendikbud No.5 Institusi pasangan. Program pendidikan dan pelatihan bersama. Program pendidikan dan pelatihan yang harus disepakati bersama. waktu dan pola pelaksanaan) dan sistem penilaian dan sertifikasi (jenis penilaian dan jenis sertifikat). Kelembagaan kerjasama.060 / U / 1993 tentang penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dalam dua jalur yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. maka program pendidikan yang akan digunakan harus merupakan program yang dirancang dan disepakati bersama oleh kedua belah-pihak. Standar Pendidikan dan Pelatihan (materi. 0267a/U/1994 dan No. Prakerin hanya mungkin dilaksanakan apabila terdapat kerjasama dan kesepakatan antara institusi pendidikan pelatihan kejuruan (dalam hal ini SMK Negeri 2 Jepara) dan institusi lain (industri/ perusahaan atau institusi lain yang berhubungan dengan lapangan) yang memiliki sumber daya untuk mengembangkan keahlian kejuruan. . untuk bersama-sama menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keahlian kejuruan. Dengan keputusan bersama Mendikbud dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia No. Prakerin pada dasarnya merupakan program bersama antara sekolah dan institusi pasangannya (dunia usaha / industri). Institusi lain yang meningkatkan diri untuk bekerjasama dengan lembaga pendidikan-pelatihan kejuruan itu disebut Institusi Pasangan. Dan karena Prakerin pada dasarnya merupakan milik dan tanggung jawab bersama antara lembaga pendidikan-pelatihan kejuruan dan institusi pasangannya.

Pelaksaaan tersebut disepakati melalui suatu Naskah Kerjasama Penyelenggaraan Prakerin antara organisasi Depdiknas dan industri/ perusahaan atau organisasi lain yang bersedia menjadi Institusi Pasangan. saling mengisi. Berdasarkan prinsip ini. pelaksanaan Prakerin akan memberi nilai tambah bagi pihak-pihak yang bekerjasama (Industri/ Perusahaan. 1. dan tingkat sekolah disebut Majelis Sekolah. karena kelembagaan tersebut yang lebih mengetahui secara detail mengenai keseluruhan pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di SMK N 2 Jepara khususnya pada Bidang Keahlian Kriya Kayu. tingkat wilayah disebut Majelis Pendidikan Kejuruan Propinsi. Pelaksanaan Prakerin melibatkan banyak pihakpihak yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.3 Pertanyaan Penelitian Berdasarkan latar belakang permasalahan dan fokus penelitian maka diperoleh permasalahan sebagai berikut : . maka seharusnya dibuat pegangan untuk pelaksanaannya. dan saling melengkapi untuk kepentingan bersama. Sekolah dan Siswa).6 kebersamaan tersebut diatur dalam organisasi tingkat pusat di sebut Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. Jaminan keberlangsungan. Nilai tambah / kemanfaatan. Kerjasama antara SMK dan Dunia Usaha / Industri khususnya dalam pelaksanaan Prakerin dikembangkan dengan prinsip saling membantu. Kelembagaan kerjasama dalam penelitian ini hanya difokuskan pada kelembagaan kerja sama yang ada didalam sekolah (SMK N 2 Jepara).

Menjelaskan bagaimana persepsi tentang kemanfaatan pelaksanaan Prakerin bagi Industri / Perusahaan.5 Manfaat Penelitian Dengan penelitian ini diharapkan dapat memperoleh manfaat sebagai berikut : . bagi Sekolah dan bagi Peserta Didik (Siswa). 2. 3. Menjelaskan model pelaksanaan pelatihan di Industri / Perusahaan pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara dalam pelaksanaan Prakerin. Bagaimanakah Model Pelaksanaan Pelatihan di Industri / Perusahaan pada kegiatan Prakerin Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara ? 4. Bagaimanakah Persiapan Pelaksanaan Prakerin baik di Sekolah maupun di Industri / Perusahaan ? 2. Bagaimanakah Persepsi Tentang Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin bagi Industri / Perusahaan.7 1. bagi Sekolah dan bagi Siswa ? 1. Menjelaskan model pelaksanaan pendidikan pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara dalam pelaksanaan Prakerin. 1. 4. Bagaimanakah Model Pelaksanaan Pendidikan pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara? 3. Menjelaskan persiapan pelaksanaan Prakerin baik di sekolah maupun di industri / perusahaan.4 Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai adalah : 1.

.5. Bagi Sekolah Sebagai refleksi diri terhadap pelaksanaan Prakerin dan dijadikan sebagai acuan pelaksanaan diwaktu mendatang agar pelaksanaan yang sudah baik untuk dipertahankan dan untuk mengeliminir kemungkinan kesalahan dari pelaksanaan Prakerin yang akan datang. 1. yaitu bagian pendahuluan.8 1. dan bagian akhir skripsi. 3.6 Sistematika Skripsi Skripsi ini berisi tiga bagian. 1. Bagi Industri Dapat dijadikan sebagai dokumentasi penting terhadap pelaksanaan Prakerin dan industri akan lebih memahami tentang manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan Prakerin tersebut.1 Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan konsep link and match antara SMK dengan DUDI sebagai Institusi Mitra dalam pelaksanaan Prakerin. 2. Bagi Siswa Siswa jadi lebih memahami dan mengetahui hal yang harus mereka lakukan dalam pelaksanaan Prakerin tersebut serta manfaat yang akan mereka peroleh.5. bagian isi skripsi.2 Manfaat praktis 1.

analisis data dan pengecekan keabsahan data.6.3 Pada bagian akhir skripsi berisi tentang daftar pustaka dan lampiranlampiran yang mendukung skripsi.6. prosedur pengumpulan data. BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan. daftar gambar. dan daftar lampiran 1.1 Bagian pendahuluan skripsi terdiri atas halaman judul. abstrak. dan sistematika skripsi. dalam kajian pustaka ini berisi tentang uraian teoritis atau pendapat para ahli tentang masalah yang berhubungan dengan judul skripsi. BAB II : Kajian pustaka.2 Bagian kedua adalah bagian isi skripsi yang terdiri atas 5 bagian : BAB I : Pendahuluan.6. yang berisi simpulan penelitian dan saran – saran. motto dan persembahan. yang berisi tentang hasil – hasil penelitian dan pembahasan. lokasi penelitian. yang berisi latar belakang. daftar isi. 1. daftar tabel. halaman pengesahan. tujuan penelitian. kata pengantar. BAB III : Metode penelitian. manfaat penelitian. fokus penelitian. yang berisi : pendekatkan dan jenis penelitian. . pertanyaan penelitian. yaitu hubungannya dengan Praktik Kerja Industri ( Prakerin ). subjek dan informan.9 1. BAB V : Penutup.

merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.1.1 Pengertian Pendidikan Kejuruan Pendidikan kejuruan adalah suatu program pendidikan di berbagai jenjang yang bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi awal kearah suatu pekerjaan atau karier ( Imam Budi S.. Dengan mempertimbangkan keluasan dan jumlah kompetensi yang harus dipelajari.2 Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan Pendidikan kejuruan bertujuan untuk : (1) memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja. (3) mendorong motifasi untuk belajar terus. Pendidikan kejuruan juga merupakan pendidikan yang mempersiapkan siswa untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. 2005). 10 .BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Masa pendidikan di SMK pada prinsipnya sama dengan masa pendidikan tingkat menengah lainnya yaitu 3 (tiga) tahun.1. (2) meningkatkan pilihan pendidikan bagi tiap individu. 2. SMK sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruan sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan pasal (15) UU Sisdiknas.1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2. maka masa pendidikan dapat diperpanjang paling banyak 2 (dua) semester atau sampai dengan 4 (empat) tahun (Dikmenjur. jika SKKNI menuntut masa pendidikan lebih dari tiga tahun. Dalam konteks ini pengertian pendidikan nasional ditekankan pada lulusan yang mampu bekerja pada bidang tertentu sesuai dengan jurusannya. 2004).

Substansi atau materi yang diajarkan di SMK disajikan dalam bentuk berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan sesuai dengan zamannya. Jenis keahlian baru diwadahi dengan jenis program keahlian baru atau spesialisasi baru pada program keahlian yang relevan. substansi diklat dikemas dalam berbagai mata diklat .1. Program keahlian tersebut dikelompokkan menjadi bidang keahlian sesuai dengan kelompok bidang industri/usaha/profesi. Jenis bidang dan program keahlian ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.11 Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 1990 merumuskan bahwa pendidikan menengah kejuruan bertujuan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional. Kompetensi dimaksud meliputi kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan pekerja yang kompeten. Penamaan bidang keahlian dan program keahlian pada Kurikulum SMK 2004 dikembangkan mengacu pada nama bidang dan program keahlian yang berlaku pada Kurikulum SMK 1999.3 Struktur Kurikulum SMK SMK menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) berbagai program keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri / dunia usaha / asosiasi profesi. 2. sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh industri/dunia usaha/asosiasi profesi.

terampil menggunakan permesinan yang dipakai dalam membuat produk kerajinan kayu. adaptif. 2004).2.12 yang dikelompokkan dan diorganisasikan menjadi program normatif. pengolahan dan penyelesaian akhir atau finishing. 2. Secara khusus tujuan Program Keahlian Kriya Kayu adalah membekali peserta didik dengan keterampilan.2. . mengolah bahan dasar atau material kayu menjadi suatu produk baru melalui proses pengerjaan. b. pengetahuan dan sikap agar kompeten dalam : a.2 Tujuan SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu Tujuan Program Keahlian Kriya Kayu secara umum mengacu pada isi Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal (15) yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.1 Pengertian Bidang Keahlian Kriya Kayu Bidang keahlian Kriya Kayu adalah bidang keahlian yang membekali peserta didiknya dengan keterampilan. mencetak perajin terampil yang berorientasi pada pemenuhan produk ekspor. c. pembahanan.2 Kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu 2. dan produktif (Dikmenjur. pengetahuan dan sikap agar berkompeten dalam bidang mengolah bahan dasar dan terampil menggunakan permesinan. 2.

Untuk jam pembelajaran disini merupakan alokasi waktu untuk pelaksanaan pembelajaran termasuk eveluasi sumatif.13 2. adaptif dan produktif. Alokasi waktu pembelajaran praktik dalam .2004:32) Kurikulum yang digunakan peseta didik kelas III SMK N 2 Jepara adalah kurikulum 2004. Evaluasi sumatif yang dimaksud adalah tes uuntuk satu atau beberapa pokok bahasan dalam program normatif dan adaptif. Kurikulum adalah segala pengalaman yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anak didiknya.2. berupa nama mata diklat. Pengorganisasian materi program normatif dan adaptif mengacu pada UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 pasal 37.3 Kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu Kurikulum adalah substansi pembelajaran yang dirancang secara terstruktur dan dikemas dalam berbagai mata diklat yang dikelompokkan dalam program normatif. Pelaporan administratif dan akademik kemajuan program pendidikan dilakukan setiap semester atau minimal 2 kali setiap tahun pembelajaran. Waktu pembelajaran efektif per tahun untuk tingkat I dan II minimum 40 minggu dan untuk tingkat III minimum 36 minggu. jam pembelajaran per minggu maksimum 50 jam @ 45 menit. Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum Program Keahlian Kriya Kayu adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Bidang Kriya Kayu. baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah (Suryosubroto. dan tes untuk setiap pencapaian suatu kompetensi tertentu dalam program produktif. sedangkan program produktif berupa nama kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja nasional (SKKNI).

sedangkan untuk mata program produktif berupa nama kompetensi yang mengacu pada SKKNI yang disesuaikan dengan industri tempat siswa melaksanakan Prakerin dan tempat pelaksanaan mata diklat produktif saat siswa berada di industri dengan mengunakan alokasi waktu mata pelajaran produktif.14 program produktif minimum 70 % dan untuk teorinya maksimum 30 %. dan (3) efisiensi penggunaan sumber daya pendidikan. Untuk pengaturan waktu pembelajaran dalam bentuk jadwal mingguan dalam 1 tahun dilakukan dengan memperhatikan.(1) keutuhan dan ketuntasan penguasaan kompetensi. Struktur kurikulum yang digunakan SMK N 2 Jepara Bidang Keahlian Kriya Kayu dapat dilihat pada lampiran 8. durasi pembelajaran d. Untuk mata pelajaran normatif dan adatif mengacu pada UU Sisdiknas no 20 tahun 2003 pasal 37 berupa mata diklat. 2.3 Silabus Dalam Kriya Kayu Untuk siswa kelas III Kriya Kayu ada dua macam silabus. Hal-hal yang harus ada dalam penyusunan silabus kriya kayu adalah : a. sub kompetensi f. b. kode kompetensi c. (2) kesinambungan proses pembelajaran. jenis kompetensi kerja. lingkup belajar . kondisi kerja e. kriteria kinerja g.

080/U/1993 tentang Kurikulum SMK (UNNES.4. Kepmen Pendidikan dan Kebudayaan No.4 Praktik Kerja Industri (Prakerin) 2.2006:126) . Kepmen Pendidikan dan Kebudayaan No. Silabus yang digunakan saat prakerin disesuaikan dengan jenis produksi perusahaan tempat siswa melaksanakan Prakerin. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas.4.2 Landasan Hukum Prakerin Dalam pelaksanaan pendidikan yang berlaku di Indonesia harus mempertimbangkan nilai kemanfaatan bagi lingkungan pendidikan khususnya bagi peserta didik. materi pokok pembelajaran yang di dalamnya terdiri dari sikap.15 h. 2. 323/U/1997tentang penyelenggaraan Prakerin SMK.1 Pengertian Praktik Kerja Industri Praktik kerja industri (Prakerin) merupakan bagian dari program bersama antara SMK dan Industri yang dilaksanakan di dunia industri.1.4. Praktik Kerja Industri (Prakerin) dapat diartikan sebagai suatu saat di mana seseorang bekerja dibawah bimbingan orang yang sudah berpengalaman dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yamg diperlukan untuk memperoleh lapangan pekerjaan dalam jangka waku yang telah ditentukan.1 Tinjauan Tentang Prakerin 2. PP No. pengetahuan dan keterampilan. Untuk menunjang tujuan dari pendidikan itu sendiri maka harus ada landasan hukum yang menjadi acuan atau patokan dalam pelaksanaan pendidikan.29 tahun 1990 tentang pendidikan Pendidikan Menengah. Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam UU No. 2.1.

c. memberikan kesempatan pada siswa untuk memasyarakatkan diri pada suasana lingkungan kerja yang sesungguhnya.2.3 Tujuan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Praktik kerja industri (Prakerin) sebagai usaha peningkatan kualitas lulusan mempunyai tujuan agar siswa dapat : a.16 2. meningkatkan pengalaman siswa pada aspek-aspek usaha yang potensial dalam lapangan kerja.4. meningkatkan. manajemen usaha. memperoleh masukan dan umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan kejuruan. f. 2. penerima upah. g. menumbuh kembangkan dan memantapkan sikap profesional yang diperlukan siswa untuk memasuki lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. memperluas dan menetapkan keterampilan yang membentuk kemampuan siswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan yang sesuai dengan program studi yang dipilihnya.4.4.2 Kelembagaan Kerja Sama 2. baik sebagai pekerja. memberikan peluang masuk penempatan tamatan dan kerja sama.1. meningkatkan. memperluas dan memantapkan proses penyerapan teknologi dari lapangan kerja ke sekolah. d. e. b.1 Majelis Sekolah Praktik Kerja Industri (Prakerin) sebagai program kerja sama antara sekolah sebagai penyelenggara lembaga pendidikan kejuruan dengan dunia usaha sebagai . jenjang karier.

2 Wakil Kepala Sekolah Hubungan Masyarakat dan Industri ( Wakasek Humasind ) Wakasek Humasind bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah atas terlaksananya kerjasama dengan industri/ masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Prakerin dan unit produksi. Standar Profesi / Silabus Pelaksanaan Pengawasan Mutu Uji profesi Sertifikasi Pemasaran TAMATAN BERKUALITAS PROFESIONAL Sumber : Lembaran Ilmu Kependidikan Gambar 2. dengan tugas-tugas sebagai berikut.1 Bagan Hubungan Majelis Sekolah Dengan Dunia Industri 2. Pendidikan Nasional Kamar Dagang Industri Dep. 2. 6. Tenaga Kerja Dep.4.17 mitra usaha dalam membentuk peserta didiknya supaya menguasai keahlian profesi. (1) . 3.1) MAJELIS SEKOLAH 1. 5. Dep. 6. 2. Perindustrian Dep. Majelis Sekolah dan dunia usaha (perhatikan gambar 2. Pola hubungan ini dikoordinasikan melalui Majelis Sekolah. 4. 5. 8. 4. 3. Secara lebih jelas pola hubungan antara Sekolah. Koperasi Pemerintah Daerah Asosiasi Profesi Organisasi Pekerja INDUSTRI PASANGAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI SMK 1.2. 7.

(2) mengkoordinasikan kegiatan dalam menjalin dan membina kerjasama sekolah dengan industri. khususnya yang menyangkut tentang kapan dilaksanakan di lembaga pendidikan (di SMK) dan kapan di institusi pasangannya. (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. siswa juga masih bisa mendapatkan materi sesuai tuntutan kurikulum walaupun prosentasenya rendah. . pelaksanan dan tahap penarikan siswa dari industri dengan alokasi waktu yang telah terstruktur. dan (6) memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.18 menyusun program kerja hubungan masyarakat dan industri dan mengkoordinasikan pelaksanaannya. Model pengaturan penyelenggaraan program. (3) mengarahkan Pokja agar berfungsi sebagaimana mestinya. Keistimewaan model day release adalah selain melaksanakan praktik di industri. Dalam penyelenggaraan block release disepakati bersama bulan / semester mana di institusi pasangan. Dalam penyelenggaraan hour release disepakati jam-jam belajar yang harus dibagi dua antara jam belajar di sekolah dengan jam bekerja di industri. (5) mempromosikan sekolah dan lulusannya kepada industri/ masyarakat. atau kombinasi dari ketiganya. berbentuk hour release. dan bulan / semester mana di sekolah. masyarakat ataupun instansi pemerintah sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap sekolah. berbentuk block release. (4) mengarahkan unit produksi agar usahanya dapat berkembang. Secara garis besar model atau pola penyelenggaraan itu dapat berbentuk day release.4. 5 hari di institusi pasangan dan 1 hari di sekolah. 1996) Dalam bentuk penyelenggaraan day release disepakati bersama dari 6 hari belajar dalam satu minggu.3 Model Pelaksanaan Prakerin Model pelaksanaan Prakerin adalah pola yang menyangkut tentang tata cara pelaksanaan Prakerin mulai dari tahapan persiapan. 2.

Dalam betuk penyelenggaraan block release siswa difokuskan melaksanakan praktik di indusri 6 hari dalam seminggu dengan waktu pelaksanaan 8 bulan. Sedangkan model hour release mempunyai kelebihan siswa tidak melupakan materi di sekolah dan tetap dapat mengikuti Prakerin di industri. Bentuk block release tidak cocok diterapkan karena materi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum tidak tercapai dan pelaksanaan evaluasi secara tatap muka oleh sekolah juga sulit dilakukan. pada umumnya dapat dilaksanakan sepenuhnya di sekolah. dapat dilaksanakan di sekolah. Dalam bentuk penyelenggaraan day release mempunyai kekurangan yaitu konsentrasi siswa akan terbagi antara kegiatan Prakerin di industri dengan pembelajaran di sekolah.19 Model block release mempunyai keistimewaan yang hampir sama demgan day release sama-sama mempunyai waktu yang dibagi antara di sekolah dan di industri. komponen pendidikan adaptif. (2) sub komponen praktik dasar kejuruan. yaitu: (1) komponen pendidikan normatif . sekolah harus mempertimbangkan beberapa hal. Sedangkan untuk model hour release akan konsentrasi siswa akan terbagi karena proses pembelajaran yang terbagi dengan Prakerin di industri dalam hari yang sama. Maka untuk menyelenggarakan Prakerin. dan sub komponen teori kejuruan. Namun ketiga model pelaksanaan Prakerin tersebut mempunyai kelemahan. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan dan menyepakati pola penyelenggaraan ini. dan dapat pula dilaksanakan di institusi pasangan (industri / perusahaan) sejauh memiliki fasilitas . namun jangka waktu diberikan pada siswa berada di industri untuk berkonsentrasi dalam Prakerin lebih besar.

(3) sub komponen praktik keahlian produktif. Model Block Release I (1) (2) (3a) (3b) II (1) (2) (3c) (3c) (3a) (3b) III (1) Dalam penyelenggaraan block release disepakati bersama bulan / semester mana di industri dan bulan / semester mana ada di sekolah pada saat kelas III. . 1 hari di sekolah dan 5 hari di industri.2). hanya dapat dilaksanakan di institusi pasangan (industri / perusahaan) dimana proses bekerja yang sesungguhnya berlangsung. atau di kedua tempat tersebut sesuai dengan ketersediaan sumber daya yang diperlukan di kedua-belah pihak. Pada batas-batas tertentu.20 yang memungkinkan keterlaksanaannya. 3c 2 3c 3c 3c 3c 3c 1 3c 3c 3c 3c 3c 2 3c 3c 3c 3c 3c Dalam penyelenggaraan day release disepakati bersama dari 6 hari dalam satu minggu. Model Day Release I (1) (2) (3a) (3b) II (1) (2) (3a) (3b) III (1) (2) (3c) (3c) (3c) (3c) Per Minggu Dalam Satu Bulan 1 3c 3c 3c 3c Prakerin model day release pelaksanaannya pada saat kelas III. kegiatan ini dapat dilaksanakan di Unit Produksi SMK yang telah beroperasi secara professional (perhatikan gambar 2.

Keterangan (1) Kemampuan Normatif. (3b) Praktik Dasar Kejuruan dan (3c) Praktik Keahlian Produktif.2 Gambar Model Pelaksanaan Prakerin . (2) Kemampuan Adaptif.21 Model Hour Release I (1) (2) (3a) (3b) II (1) (2) (3a) (3b) III (1) (2) 3c (3c) (3c) 1 3c 1 Prakerin model hour release dilaksanakan pada tahun ketiga. : Sekolah : Industri/ Dunia Usaha Gambar 2. 3c 1 3c 1 3c 1 3c 3c 2 3c 2 3c 2 3c 2 3c 2 3c 3c 1 3c 1 3c 1 3c 1 3c 1 3c 3c 2 3c 2 3c 2 3c 2 3c 2 3c Per Hari Dalam Satu minggu 1 2 1 2 Dalam penyelenggaraan hour release disepakati dengan industri bahwa pengunaan jam pembelajaran di sekolah dibagi dengan Prakerin di industri. (3a) Teori Kejuruan.

4 Standar Profesi (Standar Keahlian Tamatan) Untuk memberlakukan Prakerin dalam dunia industri juga mampunyai standar tertentu yang harus dipatuhi agar tujuan dari pelaksanaanya dapat tercapai. Program pendidikan subkomponen (3c) dalam bentuk bekerja langsung pada lini produksi. isi program ketiga komponen tersebut dibahas dan disepakati bersama. (2) aspek pendidikan dasar yang menunjang pembentukan kemampuan adaptif. 2. pada dasarnya dilaksanakan sepenuhnya di institusi pasangan sesuai dengan jumlah waktu yang ditetapkan untuk menguasai keahlian produktif.4. (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. 2 dan 3 (3a. agar pada tahun III siswa benar-benar dalam keadaan siapun untuk memasuki kegiatan produks / bekerja langsung di industri / dunia usaha. harus betul-betul diperkuat pada tahun I dan tahun II. Apabila industri / perusahaan yang menjadi pasangan hanya siap menerima siswa untuk sebagian waktu yang dipersyaratkan. dan hour release tersebut di atas dapat dikembangkan sesuai dengan kesepakatan antara SMK dengan institusi pasangannya. Program pendidikan subkomponen (3a) dan (3b). bagian mana yang diselenggarakan di sekolah dan bagian mana yang diselenggarakan di institusi pasangan (industri / perusahaan). termasuk cara penyelenggaraannya. setidak-tidaknya dalam kegiatan unit produksi di sekolah. 3b dan 3c) pada dasarnya merupakan program bersama antara SMK dan institusi pasangannya. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. yaitu memberi bekal penunjang untuk menguasai keahlian profesi dan . Program pendidikan komponen 1. Standar tersebut mengandung nilai-nilai tentang profesionalitas dengan artian bahwa program pendidiakn kejuruan harus jelas mengacu pada tercapainya keahlian peserta didik sesuai dengan bidangnya yang selaras dengan tuntutan yang diharapkan dalam dunia industri. block release.22 Catatan : Model day release. Standar yang dimaksud mencakup 4 point dasar yaitu : (1) aspek pendidikan umum yang membentuk kemampuan peserta didik agar menjadi warga negara yang baik dan memiliki karakteristik sebagai bangsa Indonesia. 1996) 2. 3. maka sisa sebagian waktu yang lainnya harus diusahakan digunakan untuk praktik/ bekerja di industri/ perusahaan lain. Dalam Pelaksanaan Prakerin.

dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik.5 Model Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah Materi pendidikan yang dipelajari di sekolah meliputi: (1) komponen Pendidikan Umum (Normatif).4. yatu membentuk peserta didik untuk menguasai pengetahuan dan teknik dasar keahlian profesi.23 bekal kemampuan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.3 Bagan Pembentukan Kerja Profesi 2. Dari keempat point dasar tersebut dapat digambarkan dalam bagan alur pembentukan kerja profesi (perhatikan gambar 2. yang memiliki watak dan kepribadian sebagai warga Negara dan bangsa Indonesia. (4) aspek pelatihan keahlian dengan cara bekerja langsung di dunia industri secara terprogram untuk membentuk kemampuan profesi yang diminati. (2) komponen Pendidikan Dasar (Adaptif).3) Pendidikan Umum Kemampuan Pendidikan dasar profesi : Kemampuan Teknik Dasar dan Keahlian Profesi ( di sekolah atau DUDI ) Kemampuan Profesiaonal (Keterampilan produktif) Pendidikan Dasar Penunjang Pelatihan Keahlian Kemampuan Sumber : Lembaran Ilmu Kependidikan Gambar 2. . (3) aspek pendidikan dasar profesi.

(Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. 2.6 Model Pelaksanaan Pelatihan di Industri Materi pelatihan di industri tidak terlepas dari pertimbangan isi atau materi kurikulum yang berlaku secara utuh yang berupa . (3) komponen Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan. dan Praktik Dasar Kejuruan. yaitu berupa latihan dasar untuk menguasai dasar-dasar teknik bekerja secara baik dan benar sesuai dengan persyaratan keahlian profesi. 1996) Media dan metode yang digunakan pada tiap-tiap bentuk pembelajaran seharusnya mengikuti kebutuhan dari pembelajaran tersebut yang bertujuan untuk memberi kemudahan bagi pelaksana (guru) dalam menyampaikan materi pembelajaran pembelajaran. dengan sub komponen yang berupa Praktik Keahlian Produktif. untuk membekali pengetahuan tentang teori kejuruan bidang keahlian yang bersangkutan. Komponen Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan. dengan subkomponen : Teori Kejuruan.24 untuk memberi bekal penunjang bagi penguasaan keahlian profesi dan bekal kemampuan pengembangan diri untuk mengikuti perekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu berupa kegiatan bekerja langsung secara maupun bagi penerima (siswa) dalam menyerap materi . berisi materi yang berkaitan dengan pembentukan kemampuan keahlian tertentu sesuai program studi masing-masing untuk bekal memasuki dunia kerja yang sebenarnya. berisi materi yang berkaitan dengan pembentukan kemampuan keahlian tertentu sesuai program keahlian masing-masing untuk bekal memasuki dunia kerja.4.

(2) boleh lebih dari 3 bulan kerja jika kegiatan bekerja di industri memberi nilai tambah yang lebih tinggi bagi industri maupun bagi siswa yang bersangkutan. 2. Penilaian ini dapat dilaksanakan secara bertahap berdasarkan satuan-satuan (unit) materi yang dipelajari. yaitu : Penilaian Hasil Belajar dan Penilaian Penguasaan Keahlian.7 Jenis Penilaian Pada pelaksanaan Prakerin di SMK. (3) kegiatan di industri dapat dimulai dari tingkat I dengan catatan industri yang bersangkutan mampu memberi keterampilan dasar dan sebaiknya tidak langsung kerja di dunia produksi. mengikuti minggu dan jam kerja industri. (2) Penilaian Penguasaan Keahlian. adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian penguasaan hasil belajar siswa berdasarkan program (kurikulum) yang berlaku. untuk mencapai tingkat keahlian dan sikap kerja professional (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. terdapat 2 (dua) jenis penilaian yang paling dominan dan dituntut harus terjadi. 1996).4. atau dapat pula dilaksanakan secara menyeluruh (comprehensive) terhadap penguasaan kinerja (performance) tertentu. biasanya dilaksanakan pada akhir satuan waktu tertentu. adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan seseorang terhadap kemampuan-kemampuan .25 terprogram dalam situasi sebenarnya. Penilaian hasil belajar terutama dimaksudkan untuk mempertimbangkan dan menetapkan berhasil atau tidaknya siswa dalam menempuh mata pelajaran. (1) Penilaian Hasil Belajar. Untuk waktu praktik kerja di industri diatur sebagai berikut : (1) minimum 3 bulan kerja.

oleh karena itu kewenangan untuk mengeluarkan STTB sepenuhnya berada pada pihak SMK. Berdasarkan standar yang digunakan dan proses pengukurannya. yaitu suatu proses pengukuran dan penilaian penguasaan keahlian seseorang berdasarkan penguasaannya terhadap kemampuan-kemampuan (competencies) dipersyaratkan dan berlaku di perusahaan/ industri tertentu (enterprise standard) dan atau atas dasar tuntutan kebutuhan lapangan kerja tertentu. yaitu keterangan yang menjelaskan bahwa . (2) uji profesi. berdasarkan ketentuan atau standar yang berlaku di lapangan kerja. (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. sesuai dengan standar resmi (baku) yang berlaku pada suatu jenis keahlian (profesi) tertentu. (2) sertifikat.26 (competencies) yang dipersyaratkan untuk dinyatakan ahli dan berwenang melaksanakan tugas/ pekerjaan tertentu. yaitu suatu proses pengukuran dan penilaian penguasaan keahlian seseorang. 1996) 2. Ijazah atau STTB ini diberikan kepada setiap siswa SMK sesuai dengan ketentuan aturan persekolahan yang berlaku. dan institusi pasangan tidak ikut terlibat. yaitu keterangan yang menjelaskan bahwa pemiliknya telah selesai mengikuti pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). berdasarkan penguasaannya terhadap standar kemampuan (competencies) yang dipersyaratkan untuk dinyatakan ahli dan berwenang (profesional) pada bidang pekerjaan tertentu. penilaian penguasaan keahlian digolongkan menjadi: (1) ujian kompetensi.4.8 Jenis Sertifikat Sesuai dengan pengelompokkan jenis penilaian di atas maka jenis-jenis sertifikat dalam pelaksanaan prakerin pada SMK dibagi menjadi : (1) ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB).

27

pemiliknya telah berhasil menguasai kemampuan/ keahlian tertentu. Sertifikat ini ada dua macam, yaitu sertifikat Praktik Kerja Industri (Prakerin) dan sertifikat kompetensi. Sertifikat Prakerin diberikan kepada setiap siswa SMK sesuai dengan aturan industri/ perusahaan tertentu, oleh karena itu kewenangan untuk mengeluarkan sertifikat sepenuhnya berada pada pihak industri/ perusahaan, dan pihak SMK tidak ikut terlibat. Sertifikat kompetensi diberikan kepada setiap siswa SMK yang mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia dan/atau Internasional. (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional, 1996) Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi.(Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi). 2.5 Persepsi Terhadap Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin Dalam rangka mensukseskan pembangunan perlu adanya kerjasama yang erat dan permanen antara dunia pendidikan kejuruan dan dunia usaha pada umumnya dalam rangka memenuhi tenaga kerja yang cakap dan terampil bagi keperluan pembangunan di berbagai bidang tanpa merugikan dunia usaha. Bahkan dengan kerjasama ini diharapkan memiliki nilai tambah segi tiga antara dunia usaha, sekolah dan peserta didik itu sendiri. Kerjasama antara SMK dan Dunia Usaha / Industri, khususnya dalam pelaksanaan Prakerin, dikembangkan dengan prinsip saling membantu, saling mengisi, dan saling melengkapi untuk

28

keuntungan bersama. Berdasarkan prinsip ini, pelaksanaan Prakerin akan memberi nilai tambah bagi pihak-pihak yang bekerjasama. Nilai tambah bagi dunia usaha adalah, (1) institusi pasangan dapat mengetahui secara tepat kualitas peserta didik yang belajar dan bekerja di perusahaannya, bila perusahaan menilainya bisa menjadi asset, dapat direkrut menjadi tenaga kerja di perusahaan tersebut, bila tidak perusahaan dapat melepasnya, karena tidak ada keharusan bagi institusi pasangan untuk mempekerjakan peserta didik di perusahaan / industri yang bersangkutan setelah mereka tamat, (2) pada umumnya peserta didik telah aktif ikut dalam proses produksi, sehingga pada batas-batas tertentu selama masa pendidikan, peserta didik adalah tenaga kerja yang dapat memberikan keuntungan, (3) selama proses pendidikan melalui bekerja di industri, peserta didik lebih mudah diatur dalam disiplin, seperti kepatuhan terhadap aturan perusahaan, karena itu sikap dan perilaku kerja peserta didik dapat dibentuk sesuai dengan ciri khas dan tuntutan Institusi pasangan, (4) institusi pasangan dapat memberi tugas kepada peserta didik untuk mencari ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang relevan, dan (5) memberi kepuasan bagi dunia usaha karena ikut serta menentukan hari depan bangsa melalui Praktik Kerja Industri. Nilai tambah bagi sekolah adalah lebih terjaminnya pencapaian: (1) tujuan utama pendidikan kejuruan untuk memberi keahlian professional bagi peserta didik (siswa) dalam memasuki dunia kerja, (2) permasalahan biaya, sarana, dan prasarana pendidikan yang selama ini menjadi keluhan dalam upaya peningkatan mutu, dapat diatasi bersama oleh sekolah dan peranserta masyarakat, khususnya

29

Institusi Pasangan, (3) terdapat kesesuaian dan kesepadanan yang pas, antara program pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja (sesuai dengan prinsip link and match), dan (4) memberi kepuasan bagi penyelenggara pendidikan kejuruan (SMK dan para pelaku lainnya), karena tamatannya lebih terjamin memperoleh bekal keahlian yang bermakna; baik untuk kepentingan tamatan yang bersangkutan, untuk kepentingan dunia kerja maupun untuk kepentingan pembangunan bangsa pada umumnya. Nilai tambah bagi peserta didik adalah : (1) hasil belajar akan lebih bermakna, karena setelah tamat akan betul-betul memiliki bekal keahlian professional untuk terjun ke lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya, dan mereka memiliki keahlian sebagai bekal untuk

mengembangkan diri secara berkelanjutan, (2) rentang waktu (Lead-time) untuk mencapai keahlian professional menjadi singkat, karena setelah tamat Prakerin tidak memerlukan waktu latihan lanjutan untuk mencapai tingkat keahlian siap pakai, (3) keahlian professional yang diperoleh melalui Prakerin dapat mengangkat harga dan percaya diri tamatan, yang selanjutnya dapat mendorong mereka untuk meningkatkan keahlian profesionalnya pada tingkat yang lebih tinggi (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional, 1996).

dan (3) laporan berbentuk narasi. Setelah data terkumpul. Pendekatan kualitatif diharapkan dapat mengetahui. Kelembagaan Kerjasama. pendekatan kualitatif bertujuan untuk mengungkapkan gejala-gejala secara holistikkontekstual (menyeluruh dan sesuai konteks) melalui pengumpulan data dari latar alami sebagai sumber instrumen kunci peneliti itu sendiri (Suyitno. kreatif. mendalam dan menunjukkan ciri naturalistik yang penuh keotentikan. dari segi Persiapan Pelaksanaan di sekolah dan di Industri. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana model pelaksanaan dari Prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara Tahun Ajaran 2006 / 2007. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. data tersebut disusun. 1996 : 5). Hal-hal yang menyangkut penelitian kualitatif adalah sebagai berikut: (1) bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Sebelum penelitian dilaksanakan terlebih dahulu ditetapkan langkahlangkah pendekatan penelitian. dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). Program Pendidikan dan Pelatihan bersama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.BAB III METODE PENELITIAN 3. dianalisis dan disimpulkan kemudian disajikan dalam bentuk laporan. (2) proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan. sehingga data yang diambil sesuai dengan tujuan penelitian. Langkah pendekatan penelitian ini ditetapkan sebagai acuan atau pedoman dalam pelaksanaan di lapangan. 1996 : 4). (Suyitno. menjelaskan serta dapat mendeskripsikan tentang proses 30 . memahami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus.

31 dan hasil yang telah dicapai. Sosrokartono No.Bangsri Musium Jepara Radio Kartini SMK N 2 JEPARA Alun alun Kantor Bupati Masjid Jln Pemuda Jalan Jepara . . Maka lokasi penelitian perlu ditetapkan terlebih dahulu. sehingga data yang berupa uraian dapat disajikan secara mendalam dan menyeluruh. Adapun dalam penelitian ini mengambil lokasi di SMK N 2 Jepara Jln.3 Sumber dan Informan Sumber adalah pelaku.Kudus SMU N 1 JEPARA Pos Polisi Dari Semarang 3. 3. 1 Jepara 59415. sebagai subyek dalam penelitian ini adalah sekolah (SMK) sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah dan institusi mitra (industri / perusahaan) sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pelatihan kerja yang sesungguhnya bagi siswa dalam pelaksanaan Prakerin.2 Lokasi Penelitian Penetapan lokasi penelitian sangat penting dalam rangka mempertanggungjawabkan data yang diperoleh. Denah lokasi SMK N 2 Jepara yang digunakan sebagai objek penelitian : Jalan Jepara .

Kemudian untuk informan pendukung adalah Muh Zaidi. Pembimbing Lapangan siswa di lokasi pelaksanaan Prakerin serta siswa tahap satu dan tahap dua. maka diperlukan teknik yang benar untuk memperoleh data-data yang akurat. Dalam penelitian guna mendapatkan informasi yang diharapkan. Informan utama dalam penelitian ini yaitu Drs. Basuki sebagai Sekretaris. Drs. Untuk keabsahan informasi maka tidak cukup bila informasi didapat dari satu informan saja. 3. sebagai Bendahara Pokja Prakerin SMK N 2 Jepara. adaptif dan produktif pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara. SPd. relevan dan dapat dipercaya kebenarannya.32 Informan adalah sumber data yang berupa orang. Petugas Monitoring. Sunarto sebagai Wakil Kepala Sekolah bagian Hubungan Industri (Waka Hubind) dan Drs. Sangat pentingnya proses pengumpulan data ini. Guru-guru pengajar pembelajaran normatif.Asy Ari sebagai Wakil Kepala Sekolah Kurikulum. Dalam penelitian ini informan yang dimaksud kadang juga bertindak sebagai responden. Suyoto sebagai Ketua Pokja Prakerin SMK N 2 Jepara.4 Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam rangka penelitian. untuk itu perlu diambil informasi dari beberapa informan yang memahami tentang subjek yang dimaksud. pengumpulan data dilakukan melalui : . Orang yang dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan keterangan yang diperlukan untuk melengkapi atau memperjelas jawaban dari responden. Drs. Pengumpulan data akan berpengaruh pada langkah-langkah berikutnya sampai pada penarikan kesimpulan.

. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tak terstruktur atau wawancara bebas terpimpin. mereka harus aktif mencari contoh-contoh negatif. sebagaimana ditegaskan Mulyana.33 3. metode ini bertujuan memperoleh bentuk-bentuk tertentu informasi dari semua responden. susunan pertanyaan dan susunan katakata dalam setiap pertanyaan dapat diubah pada saat wawancara. Menurut Douglas dalam bukunya Mulyana. tetapi susunan kata dan urutannya disesuaikan dengan ciri-ciri setiap responden. 2001:181. sebagai aturan umum. disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi saat wawancara. Dengan kata lain. Wawancara tak terstruktur bersifat luwes. hingga mereka bertindak dan berpikir sebagai anggota-anggota dari kelompok yang sedang diteliti.1 Wawancara (interview) Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewer) yang memberi jawaban atas pertanyaan (Moleong.4. percakapan ini dilakukan oleh dua pihak. atau dapat pula dihentikan apabila dirasakan telah cukup informasi yang didapatkan atau diharapkan. Wawancara ini dapat dikembangkan apabila dianggap perlu agar mendapat informasi yang lebih lengkap. 2005 : 186). begitu pewawancara merasa mereka menemukan pandangan yang memadai. yaitu wawancara dengan membuat pedoman pertanyaan yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas. Tidak ada kriteria baku mengenai berapa jumlah responden yang harus diwawancarai. Seperti yang dituliskan Mulyana. artinya peneliti tidak menemukan aspek baru dalam fenomena yang diteliti. peneliti berhenti mewawancarai. peneliti berhenti melakukan wawancara sampai data menjadi jenuh. yaitu kasus-kasus yang tidak sesuai dengan pola-pola yang anda temukan.

dilakukan pada tanggal 30 November 2006 dan 1 Desember 2006 mengenai Program Kerja Prakerin. S. Asy Ari dilakukan pada tanggal 27 Desember 2006. Sunarto dilakukan pada tanggal 25 dan 29 November 2006. pelaksanaan pembelajran di sekolah dan persiapan Prakerin.34 Dalam wawancara tak terstruktur ini dimulai dengan kata tanya bersifat terbuka. bila diyakini bahwa responden akan lebih terbuka). Wawancara dengan Waka Kurikulum Drs. 3 dan 5 Januari 2007 mengenai pelaksanaan pendidikan di sekolah dan proses IHT Kurikulum. Wawancara dengan Sekretaris Pokja Prakerin Drs. dan “mengapa” (pertanyaan bahkan dapat diajukan dalam bahasa sehari-hari. kinerja Pokja Prakerin dan persiapan serta pelaksanaan Prakerin. 1 Januari 2007 mengenai Kelembagaan Prakerin di sekolah dan kinerjanya. “apakah”.Pd. Wawancara dengan guru-guru pembelajaran adaptif dilakukan pada tanggal 29 Desember 2006 dan 2 Januari . 2 dan 7 Desember 2006 dan 2 Januari 2007 mengenai kinerja urusan Hubungan Industri. proses In House Training (IHT) Kurikulum serta pelaksanaan pelatihan di Industri / Perusahaan. seperti “bagaimana”. Wawancara dengan Ketua Pokja Prakerin SMK N 2 Jepara Drs. Suyoto dilakukan pada tanggal 25 November 2006. Zaidi. Wawancara dengan Bendahara Pokja Prakerin SMK N 2 Jepara Muh. Wawancara dengan Waka Hubin Drs. Basuki dilakukan pada tanggal 30 November 2006 dan 3 Desember 2006 mengenai Program Kerja Prakerin. Wawancara dengan guru-guru pembelajaran normatif dilakukan pada tanggal 29 Desember 2006 dan 2 Januari 2007 mengenai pelaksanaan pendidikan di sekolah dan proses IHT Kurikulum.

3. 14 dan 15 Desember 2006 mengenai pelaksanaan pendidikan di sekolah dan pelaksanaan pelatihan di Industri/ Perusahaan (pelaksanaan Prakerin). 6. Wawancara dengan pembimbing-pembimbing lapangan dilakukan pada tanggal 4. Wawancara dengan tim monitoring dilakukan pada tanggal 1 dan 4 Desember 2006 mengenai kinerja petugas monitoring. dan 12 Desember 2006 mengenai pelaksanaan pelatihan di Industri / Perusahaan (Prakerin). Objek . 2002 : 204). 6.2 Observasi Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling tepat adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen (Arikunto.35 2007 mengenai pelaksanaan pendidikan di sekolah dan proses IHT Kurikulum. Melalui wawancara tersebut diharapkan mendapatkan gambaran dan pengertian yang nyata dari model pelaksanaan Prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara pada Tahun Ajaran 2006/2007. 12. Pengamatan dilakukan sendiri secara langsung ditempat yang menjadi objek penelitian. Wawancara ini dapat juga berguna untuk mendeskripsikan suatu objek penelitian disamping data atau suatu informasi pendukung lain.4. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi langsung yaitu di SMK N 2 Jepara pada Bidang Keahlian Kriya Kayu dan pada Institusi Mitra yang menjadi tempat siswa melakukan praktek pelaksanaan Prakerin. Wawancara dengan siswa peserta Prakerin dilakukan pada tanggal 4. Wawancara dengan guru-guru pembelajaran produktif dilakukan pada tanggal 1 Desember 2006 dan 2 Januari 2007 mengenai palaksanaan pendidikan di sekolah dan proses IHT Kurikulum.

agenda dan sebagainya. (2) berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian. surat kabar. (Arikunto. (3) analisis program diklat normatif.4. paper. Untuk observasi terhadap pelaksanaan pelatihan di Industri/ Perusahaan dilakukan pada tanggal 1 dan 4 Desember 2006. (4) daftar distribusi siswa peserta Prakerin Tahun Pelajaran . buku. Data tersebut berupa . lager.36 yang diamati adalah model pelaksanaan prakerin dari segi pelaksanaan pendidikan di sekolah dan pelatihan di Industri / Perusahaan serta faktor-faktor yang mempengaruhi adanya kegiatan tersebut. (3) berguna dan sesuai dengan penelitian kualitatif karena sifatnya yang alamiah. prasasti. dan (4) hasil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas ilmu pengetahuan terhadap yang diselidiki. transkrip. Metode dokumentasi digunakan dalam penelitian karena beberapa alasan. adaptif dan produktif. kaya dan mendorong. Observasi terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah dilakukan pada tanggal 23 dan 25 November 2006. notulen. 2002 : 206). Metode dokumentasi dilakukan dengan cara atau metode dimana melakukan kegiatan pengumpulan dan pencatatan terhadap data-data yang ada di SMK N 2 Jepara dan institusi mitra yang menjadi pasangannya sehubungan dengan pelaksanaan praktik kerja industri (Prakerin). (1) kurikulum SMK untuk Bidang Keahlian Kriya Kayu. 3. antara lain : (1) dokumen merupakan sumber yang stabil.3 Dokumentasi Metode dokumentasi adalah cara memperoleh data mengenai hal-hal yang berupa catatan. (2) naskah perjanjian kerja sama tentang pelaksanaan Prakerin antara Institusi Pasangan dengan SMK N 2 Jepara. majalah.

(6) surat tugas bagi petugas monitoring terhadap pelaksanaan Prakerin tahap satu dan dua. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. Dalam penelitian diperoleh gambaran tentang model pelaksanaan praktik kerja industri pada Bidang . (5) jurnal kegiatan dan laporan siswa Prakerin. (10) laporan Pelaksanaan In House Training Kurikulum (IHT). dan satuan uraian dasar. 2005 : 280). pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pada pengorganisasian data. Data yang didapat tersebut selanjutnya ditafsirkan dan digunakan untuk memperkuat apa yang terjadi di lapangan saat wawancara dan observasi. kategori.5 Analisis Data Analisis data menurut Patton dalam bukunya Moleong (2005 : 280). (Moleong. sedang yang ke dua menekankan maksud dan tujuan analisis data. 3. Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2005 : 280). (9) Satuan Acara Pembelajaran (SAP) untuk pembelajaran normatif dan adaptif. (11) program pembelajaran bersama dan (12) soal evaluasi sumatif. adalah proses mengatur urutan data. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa analisis adalah proses pengorganisasian dan mengurutkan data ke dalam pola. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang merupakan proses penggambaran lokasi penelitian. (7) Job sheet. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Jika dikaji.37 2006/ 2007 paket keahlian Kriya Kayu pada Gtahap satu dan dua. (8) sertifikat kompetensi dan sertifikat prakerin yang pernah diberikan. mendefinisikan bahwa analisis data merupakan proses merintisi usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti disarankan oleh data-data sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu.

dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). 1992 : 17). Milles (dalam Soedjadi. (2) reduksi data. sajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan . Menurut Matte B. dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). Dengan uraian dari masing-masing tahap tersebut adalah sebagai berikut : Pengumpulan data. dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). Milles (dalam Soedjadi. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. (3) sajian data. Reduksi data dilakukan terhadap data kasar hasil observasi dan wawancara di lapangan mengenai pelaksanaan prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara yang ditinjau dari segi Institusi Pasangan. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. Peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan mengenai pelaksanaan prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara yang ditinjau dari segi Institusi Pasangan. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. Adapun pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan 4 tahap. Kelembagaan Kerjasama. Sajian data. Kelembagaan Kerjasama. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Reduksi data. Menurut Matte B. yang ditinjau dari segi Institusi Pasangan. 1992 : 6). pengabstrakan. dan (4) kesimpulan data (verifikasi data). Kelembagaan Kerjasama. yaitu : (1) pengumpulan data.38 Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara. dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama.

Penarikan kesimpulan hanyalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. Milles . yaitu sajian data emik dan sajian data etik.1 . 1992 : 19). dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability).dalam Soedjadi. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. Dari keempat tahapan analisis data tersebut dapat digambarkan dengan bentuk alur kerja seperti gambar 3. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. Sajian data dapat dibagi menjadi dua. Dalam penarikan kesimpulan ini. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasikan selama penelitian berlangsung (Matte B. didasarkan pada reduksi data dan sajian data yang merupakan jawaban atas masalah yang bersangkutan dengan Institusi Pasangan. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. Kelembagaan Kerjasama. Sajian data emik merupakan sajian data berdasarkan hasil asli yang diperoleh di lapangan sesuai dengan hasil wawancara dan observasi mengenai pelaksanaan prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara yang ditinjau dari segi Institusi Pasangan.39 adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability) dari pelaksanaan prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara. Kelembagaan Kerjasama. merupakan sajian data emik yang telah dianalisis berdasarkan kajian pustaka yang bersangkutan dengan data emik tersebut. Sajian data etik. Kesimpulan data (verifikasi data).

triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui alat dan waktu yang berbeda dalam metode kualitatif. orang berada. 2005 : 198). (3) membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu. orang – orang yang berpendidikan menengah atau tinggi. (4) membandingkan keadaan perspektif seseorang dengan berbagai pandangan orang sebagai rakyat biasa.6 Pengecekan Keabsahan Data Keabsahan data sangat mendukung dalam menentukan hasil akhir penelitian. (2) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. orang . Hal ini dapat dicapai dengan jalan: (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.40 Pengumpulan Data Reduksi Data Sajian Data Emik dan Etik Penarikan Kesimpulan / Verifikasi Data Gambar 3. Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Oleh sebab itu suatu teknik untuk memeriksa keabsahan data memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau perbandingan terhadap data itu (Moleong. Menurut Patton dalam bukunya Moleong.1 Teknik Analisis data 3.

teknik berbeda Informan A Wawancara Informan B Gambar 3. 2005:331). Bagan triangulasi pada pengujian validitas data dapat dilihat pada gambar 3. (5) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan (Moleong.2 Sumber sama.3 Teknik sama.2 dan gambar 3. sumber berbeda .3 Pengamatan/ Observasi Sumber Data Wawancara Dokumentasi Sumber Data Wawancara Gambar 3.41 pemerintah.

42 3. 2005:327). keikutsertaan peneliti menjadi suatu hal yang sangat penting dan menentukan dalam pengumpulan data. . Keikutsertaan peneliti membutuhkan waktu yang relatif lama dengan tujuan mendapatkan data yang diperoleh menjadi jenuh. Jika hal itu dilakukan maka akan membatasi: (1) membatasi gangguan dari dampak peneliti pada konteks. (3) mengkonsepsikan pengaruh dari kejadian-kejadian yang tidak biasa atau pengaruh sesat (Moleong. (2) membatasi kekeliruan (biases) peneliti.7 Memperpanjang Keikutsertaan Peneliti Dalam pengumpulan data. Perpanjangan keikut-sertaan berarti peneliti tinggal dilapangan penelitian samapi kejenuhan pengumpulan data tercapai.

Setelah tahap perencanaan selesai maka dilanjutkan dengan tahap persiapan.1. lembar ketersediaan DU/DI.1 Persiapan Pelaksanaan Prakerin baik di Sekolah maupun di Industri 4.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1. Sebelum melaksanakan Prakerin berkas administrasi yang perlu dipersiapkan antara lain : (1) pembekalan siswa peserta Prakerin yang dipandu oleh kelompok kerja Prakerin dan penyampai materi dari perwakilan industri. serta (5) perencanaan dan kemungkinan penempatan peserta Prakerin di masing-masing industri dipimpin oleh guru pembimbing. (3) pembuatan surat- 43 . (2) data tentang Institusi yang potensial dengan program studi yang ada di sekolah untuk pelaksanaan Prakerin. SMK N 2 Jepara mengumpulkan data-data yang merupakan komponen penting dalam persiapan pelaksanaan yang meliputi : (1) data tentang tempat yang potensial untuk pelaksanaan Prakerin. Pada tahap perencanaan. kelompok peserta Prakerin. (2) pengadaaan buku panduan dan laporan kegiatan untuk siswa.1 Persiapan Pelaksanaan Prakerin di SMK N 2 Jepara Dalam persiapan pelaksanaan Prakerin SMK N 2 Jepara membuat dua tahapan yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. (3) persiapan blangko untuk mencari tempat Prakerin di DU/DI yang meliputi surat permohonan.1. (4) penyerahan kembali blangko-blangko tersebut yang sudah lengkap ditanda tangani oleh ketua program studi dan pimpinan / yang mewakili dari dunia industri.

Untuk tahap perencanaan menitik beratkan pada penyiapan datadata tentang tempat Prakerin siswa . Ditambahkan oleh Drs. Suyoto “rapat koordinasi pelaksanaan Prakerin dan mendata tempat Prakerin yang didapat siswa merupakan serangkaian kegiatan yang masuk dalam tahap perencanaan. (6) tata tertib . Sunarto menjelaskan “untuk kelancaran pelaksanaan Prakerin periode 2006/2007 pihak sekolah membuat dua tahapan yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. Adapun materi yang diberikan saat pembekalan meliputi dua hal utama yang disampaikan oleh perwakilan industri dan wali kelas masing-masing program studi kriya. dan lembar ketersediaan pihak industri untuk menerima siswa Prakerin. pemasaran dan modal. Sedangkan materi yang disampaikan . (5) jurnal pelaksanaan Prakerin. sopan santun dan kecakapan serta keterampilan yang dimiliki siswa. Sedangkan untuk pembekalan Prakerin dan pengadaan buku panduan dan laporan kegiatan siswa selama Prakerin menjadi bagian dari tahap persiapan”. Basuki menjelaskan “ pada dasarnya persiapan utama untuk pelaksanaan Prakerin adalah penyiapan diri peserta didik sebagai subjek dari program Prakerin ini. dan (7) format sertifikasi dan kelengkapan administrasi kegiatan Prakerin. surat pengantar kepada institusi tempat praktik. Materi yang disampaikan oleh industri saat pembekalan Prakerin siswa antara lain : produk yang dihasilkan. sampai pembuatan surat tugas untuk guru yang terlibat dengan pelaksanaan Prakerin tahun 2006/2007”. surat keterangan perjalanan dinas. alat dan peralatan. ini berhubungan dengan sikap. Saat pembekalan siswa peserta Prakerin diberikan materi-materi yang berkaitan dengan pelaksanaan teknis Prakerin. dan pemberitahuan kepada guru pembimbing. (4) surat tugas untuk kepala sekolah atau tim pelaksana. Drs. konsumen / pengguna produk. bahan baku. surat permohonan ke DUDI. untuk hal ini pihak sekolah sudah membekali dari kegiatan belajar mengajar sejak kelas satu tentunya”.44 surat pemberitahuan yang meliputi surat penitipan siswa Prakerin di industri. Sedangkan untuk tahap persiapan dimulai dengan pengadaan buku panduan untuk siswa. Drs. pembekalan pra pelaksanaan Prakerin.

kami juga sudah menetapakn jadwal kerja untuk siswa yang kami samakan dengan pegawai yang ada di perusahaan kami”.2 Persiapan Pelaksanaan Prakerin di Industri Persiapan yang dilakukan oleh pihak industri untuk pelaksanaan Prakerin dimulai dari menyiapkan pembimbing lapangan yang akan membantu siswa peserta Prakerin selama pelaksanaan Prakerin di perusahaannya. . serta panduan pengisian jurnal atau administrasi Prakerin secara lengkap. ramburambu / hukum dan sanksi yang diberikan bila siswa melanggar. Drs. Ditambahkan oleh Drs. H.1. (2) panduan pengisian jurnal dan laporan siswa dengan menunjukkan format penulisan laporan dan pengisian jurnal tahun dan penjelasan pengisian”.Wasiun pimpinan Cipta Antiq menjelaskan “untuk tahap persiapan kami menyiapakan satu pembimbing lapangan yang bertugas untuk memebantu siswa dalam pelaksanaan Prakerin ditempat kami. yang nantinya juga mengevaluasi kerja siswa selama pelaksanaan Prakerin”. Suyoto menambahkan “untuk materi yang disampaikan wali kelas meliputi dua hal yaitu (1) etika dan tata tertib yang meliputi ucapan dan sikap. dan persiapan untuk pembagian kerja serta sistem kerja yang akan diterapkan untuk siswa peserta Prakerin. Sunarto “untuk materi yang disampaikan oleh pihak industri meliputi manajemen perusahaan dan keselamatan kerja yang ada di lingkungan kerja di perusahaan.45 oleh wali kelas masing-masing kriya meliputi etika dan tata tertib. Purwanto dari Oval Jati menuturkan “ untuk tahun ini kami terlibat dengan proses pembekalan siswa di SMK dan untuk kesiapan kami menyiapkan pembimbing lapangan yang bertugas untuk membimbing dan mengecek ulang pekerjaan siswa. 4. Suyoto menjelaskan “siswa saat pembekalan diberikan materi yang disampaikan oleh pihak perusahaan dan dari pihak sekolah yang diwakili oleh wali kelas”. sedangkan materi yang disampaikan oleh pihak sekolah melalui wali kelas sehubungan dengan etika dan tata tertib serta penjelasan tentang panduan pengisian jurnal dan laporan”.1. Drs.

46 Ditambahkan oleh Purwanto “saat pembekalan Prakerin di sekolah kami selaku perwakilan dari pihak industri menyampaikan tentang manajemen perusahaan yang meliputi produk yang dihasilkan.2 Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara dalam pelaksanan pendidikan menggunakan kurikulum tahun 2004 dengan struktur kurikulum yang terbagi menjadi 3 (tiga) mata diklat. Program ini berisi mata diklat yang lebih menitikberatkan pada norma. N. Selain itu. di samping kandungan . bahan baku dan semua hal yang menyangkut perusahaan dan keselamatan kerja yang harus diperhatikan perusahaan dan tenaga kerjanya”. ditanamkan. yang memiliki norma-norma kehidupan sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial (anggota masyarakat) baik sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai warga dunia. Pembimbing lapangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu siswa peserta Prakerin untuk mengembangkan potensi dan skill yang dimiliki siswa. Program normatif diberikan agar peserta didik bisa hidup dan berkembang selaras dalam kehidupan pribadi.1. Program Normatif Program normatif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh. 4. dan bernegara. yaitu : 1. kami sudah menyiapkan satu pembimbing lapangan yang akan menjelaskan sistem kerja dan pembagian kerja untuk siswa serta membantu siswa bila mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya selama ia praktik di sini”. sikap. dan perilaku yang harus diajarkan. Sandi dari Dian Jati Antika menjelaskan bahwa “sebelum siswa peserta Prakerin diserahkan pihak sekolah kepada kami. sosial. dan dilatihkan pada peserta didik. pembimbing lapangan juga berperan dalam membantu siswa saat menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

Dhian S.47 pengetahuan dan keterampilan yang ada di dalamnya. Pada pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk mendidik siswa agar dapat bersikap positif . Ruang perpustakaan selain memberikan fasilitas untuk peminjaman buku-buku paket juga menyediakan satu ruangan yang dilengkapai TV yang digunakan untuk menanyangkan CD pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru.Pd. . Bertutur bahasa yang halus adalah bertutur kata yang tidak menyinggung perasaan orang yang sedang kita ajak berbicara. ruang perpustakaan. CD pembelajaran untuk pelajaran Bahasa Indonesia berisi tentang materi pelajaran yang ditampilkan dalam bentuk tampilan materi-materi inti. CD pembelajaran. Buku cetak adalah buku yang berisikan materi pelajaran guna menunjang proses transfer ilmu dari guru kepada siswa. bertutur bahasa yang halus serta menghargai orang lain. menjelaskan bahwa “pelajaran Bahasa Indonesia memang perlu diberikan pada siswa termasuk pada siswa SMK. kapur tulis dan penghapus. Bersikap positif adalah bersikap yang berguna untuk kepentingan orang lain dan terbuku untuk menerima masukan / kritik yang membangun. Menghargai orang lain adalah sikap yang tidak menganggap diri kita paling baik dan bisa menerima masukan dari orang lain. papan tulis. Mata diklat pada kelompok normatif berlaku sama untuk semua program keahlian. ini bertujuan agar siswa memiliki tata karma dan dan sopan santun dalam berbicara dan bertutur kata kepada siapa saja termasuk ketika ia harus berada di lingkungan industri” Media yang digunakan untuk menunjang kelancaran pembelajaran mata pelajaran Bahas Indonesia adalah buku cetak. Contoh materi yang disampaikan adalah cara pembuatan surat permohonan / surat ijin melaksanakan Prakerin di industri. dan untuk penjelasannya akan disampaikan oleh guru pengajar. S.

diskusi. dan metode tugas rumah : siswa diberi soal yang harus diselesaikan dirumah baik kelompok maupun perorangan. S.Pd.48 Drs. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia. guru menjelaskan materi pelajaran di depan kelas dan siswa memperhatikan dengan baik.“ Metode yang digunakan untuk menunjang kelancaran pembelajaran mata diklat Bahasa Indonesia adalah metode ceramah. adapun tujuan dari penggunaan metode tersebut yaitu untuk mempermudah siswa dalam menyerap dan menguasai materi pelajaran yang diberikan”. Metode tanya jawab digunakan saat materi diberikan dan ada pertanyaan dari siswa tentang materi yang diberikan guru. untuk metode ceramah. metode diskusi kelompok : guru memberikan suatu permasalahan kepada siswa dan harus dipecahkan secara kelompok. Asy Ari mengemukakan “ media yang digunakan untuk menunjang pelajaran Bahasa Indonesia adalah CD pembelajaran yang biasanya disediakan oleh guru mata diklat dan diperlihatkan pada siswa di ruang perpustakaan dan buku cetak yang dapat dipinjam dari perpustakaan saat pelajaran dan dikembalikan lagi setelah pelajaran selesai agar bisa dipinjam siswa lainnya. Metode pemberian tugas diberikan pada siswa untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru. dan tugas baik bersifat tugas kelompok. tanya jawab. menambahkan. metode tanya jawab : guru mempersilahkan siswa untuk menanyakan terhadap hal-hal yang belum paham/ belum jelas tentang materi pelajaran yang diberikan kemudian guru menjawab dan menjelaskannya atau guru yang bertanya kepada siswa tentang materi yang baru saja disampaikan kemudian siswa menjawabnya. tes lesan yaitu tanya . Media lain adalah ruang kelas beserta kapur tulis dan penghapus. Budi N. Penggunaan media bertujuan agar siswa dapat memahami materi secara maksimum dan menyenangkan. kegiatan evaluasi dilakukan pada akhir pertemuan dari tiap satu atau beberapa pokok bahasan tergantung dari banyak sedikitnya materi yang ada dan juga dilakukan di akhir semester dengan bentuk tes tertulis yang berupa essay dan atau pilihan ganda. “pelaksanaan metode tersebut adalah sebagai berikut. tugas mandiri maupun tugas rumah. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan suatu materi oleh guru kepada siswa. metode tugas mandiri : guru memberikan soal kepada siswa dan harus dikerjakan sendiri.

2. Budi N. Kurikulum yang digunakan untuk seluruh mata diklat Bahasa Indonesia pada siswa kelas III adalah kurikulum 2004 yang telah disempurnakan. serta mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. . Penyempurnaan dilaksankan bersama DUDI melalui program In House Training (IHT) kurikulum. teknologi. dan seni.00 untuk dinyatakan lulus dalam pelajaran yang diberikan. S. Bila siswa mendapatkan nilai kurang dari 7.49 jawab secara langsung antara guru dan siswa.00 maka siswa yang bersangkutan akan diberikan tugas tambahan yang bertujuan untuk memperbaiki nilai yang didapatkan sebelumnya. Program adaptif berisi mata diklat yang lebih menitikberatkan pada pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep dan prinsip dasar ilmu dan teknologi yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan atau melandasi kompetensi untuk bekerja. Dari kegiatan evaluasi tersebut nilai minimal yang harus diperoleh siswa adalah 7.Pd. Program Adaptif Program adaptif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial. lingkungan kerja. mengemukakan bahwa “ ada kegiatan evaluasi dari pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan untuk mengukur tingkat pemahaman materi oleh siswa yang dilaksanakan saat pelajaran dilaksanakan atau saat akhir semester dan ini ada nilai minimum yang harus dicapai siswa yaitu tujuh bila kurang dari tujuh maka siswa wajib mengikuti remidi atau mendapatkan tugas tambahan”.

50 Program adaptif diberikan agar peserta didik tidak hanya memahami dan menguasai “apa” dan “bagaimana” suatu pekerjaan dilakukan. Suyoto mengemukakan bahwa “pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) sangat di perlukan dengan tujuan agar siswa mempunyai bekal penunjang untuk menguasai suatu keahlian tertentu yang nantinya bisa mengikuti perkembangan teknologi “. papan tulis. Program adaptif terdiri dari kelompok mata diklat yang berlaku sama bagi semua program keahlian dan mata diklat yang hanya berlaku bagi program keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan masing-masing program keahlian. tetapi memberi juga pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” hal tersebut harus dilakukan. Selain itu. Buku cetak pinjam di perpustakaan. pembelajaran adaptif juga perlu diberikan dengan tujuan untuk memberi bekal penunjang bagi penguasaan keahlian profesi dan bekal kemampuan pengembangan diri untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. modul diberikan dari guru sebagai panduan saat pelaksanaan pelajaran yang berisi tentang teknik / cara pengoprasian . kapur. Ditambahkan oleh Drs. Drs. Pada mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) bertujuan untuk membekali siswa agar bisa menggunakan teknologi komputer dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki kemampuan aplikasi Komputer sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) pada bidang Kriya Kayu. buku panduan / modul. Sunarto “pelajaran KKPI perlu sekali diberikan pada siswa SMK agar siswa mempunyai bekal penunjang untuk penguasaan keahlian tertentu yang nantinya saat ia harus bekerja “. dan audio visual (berupa perangkat komputer). Media yang dipakai dalam pembelajaran ini berupa buku cetak.

sedangkan komputer disediakan di laboratorium komputer digunakan saat pelajaran berlangsung. dan kerja mandiri. “media yang digunakan dalam pembelajaran KKPI berupa buku cetak yang bisa siswa pinjam di perpustakaan sekolah atau buku lain yang memiliki materi yang sama lalu kapur. cd pembelajaran. metode tanya jawab. Suyoto menambahkan “evaluasi yang diberikan pada siswa dari pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) dilihat dari proses . Metode yang digunakan dalam pembelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) ini yaitu metode caramah. Metode tanya jawab digunakan saat siswa menemukan kesulitan dalam memahami ceramah yang diberikan guru dan saat siswa menghadapi kesulitan dalam mengoprasikan komputer. Sunarto menjelaskan “tujuan penggunaan media adalah agar siswa mudah memahami suatu pemahaman dan bisa menerapkan dengan benar saat mereka praktik. Drs. Metode kerja mandiri digunakan saat siswa diberikan tugas untuk mengoprasikan komputer sesuai langkah kerja dalam buku panduan. Metode ceramah digunakan saat guru menjelaskan langkah kerja sebelum pelaksanaan praktik pengoprasian komputer. Drs. agar siswa mampu memehami materi yang diberikan oleh guru pengajar secara efektif”. papan tulis. Drs.51 komputer. Basuki mengatakan. buku panduan (modul) serta komputer“.” Tujuan dari penggunaan media dan metode dalam pembelajaraan pelajaran KKPI adalah agar siswa mudah dalam memahami pelajaran dan dapat menerapkannya secara maksimal saat praktik. Untuk mata diklat Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) menggunakan kurikulum 2004. Basuki menjelaskan bahwa “metode yang digunakan pada mata diklat KKPI adalah ceramah yang diberikan oleh guru untuk mengawali pelajaran dan memberikan wacana awal pada siswa. tanya jawab setelah ceramah diberikan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan praktik sesuai bimbingan dan arahan dari guru pengajar atau sesuai dengan buku panduan / modul. Sedangkan tujuan penggunaan media. Drs.

karena itu lebih banyak ditentukan oleh dunia usaha/industri atau asosiasi profesi. sedangkan praktik keahlian produktif adalah kegiatan siswa saat siswa berada di industri untuk mengembangkan bekal yang ia dapat dari sekolah di industri tempat dia praktik”. Contoh pola ukiran yang akan dipindahkan pada bidang kerja berupa papan yang akan diukir. Program produktif bersifat melayani permintaan pasar kerja. Drs. Program produktif diajarkan secara spesifik sesuai dengan kebutuhan tiap program keahlian. Untuk kurikulum yang digunakan untuk kelas III kriya kayu adalah kurikulum 2004 yang telah disempurnakan bersama industri”. Sunarto menjelaskan bahwa “untuk siswa SMK harus mendapatkan teori kejuruan dan praktik ini bertujuan untuk memberikan bekal tentang teori kejuaruan dan praktik langsung untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuan siswa dalam merancang suatu bahan menjadi barang jadi dengan kualitas maksimal”. Pada mata pelajaran membuat gambar pola dengan acuan gambar kerja bertujuan untuk mempersiapkan pekerjaan kerja bangku berupa kemampuan menggambar ulang pola yang bersumber dari gambar kerja. Sunarto menambahkan “untuk dapat melaksanakan praktik di industri siswa harus dibekali dengan praktik dasar yang di dalamnya akan membarikan teknikteknik dan metode dalam menyelesaikan suatu bahan mentah menjadi barang setengah jadi ataupun bahan jadi. . Program Produktif Program produktif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Gambar kerja dapat dijiplak pada bidang kerja ataupun dipindahkan ukurannya pada bidang kerja. standar kompetensi dan level kualifikasi dapat dilihat pada lampiran 22.52 sampai hasil praktik (out put). 3. Drs. Gambar pola dibuat untuk memudahkan pemotongan bahan kayu dan pencapaian bentuk yang presisi.

Evaluasi dalam pembelajaran ini dilakukan pada tiap satu pokok bahasan atau setiap jenis pekerjaan yang diberikan selesai dikerjakan dengan tujuan untuk mengukur atau mengetahui sejauh mana siswa dalam menguasai bidang keahlian yang diajarkan dengan target kelulusan. . Drs. Pada pembuatan pola membuat ukiran ragam hias ada siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 7. Dan siswa diharapkan lulus dengan nilai minimal 7 (tujuh). bila nilai yang didapat kurang dari tujuh maka siswa yang bersangkutan harus melaksanakan remidi atau tugas tambahan untuk perbaikan”.53 Media tersebut dipakai dengan tujuan untuk mempermudah siswa dalam pelaksanaan prakteknya dan membantu siswa dalam penguasaan keahlian yang diberikan. ukuran standar yang lazim digunakan untuk suatu produk jadi.00. dan waktu penyelesaian pekerjaan. serta macam-macam jenis kerajinan”. Sunarto mengemukakan “dalam segala jenis kegiatan harus ada evaluasi dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dari kegiatan tersebut. Suyoto mengemukakan. Drs. bentuk-bentuk sambungan.00 maka siswa yang bersangkutan diwajibkan membuat gambar pola lagi sebagai penambah nilai agar nilai mereka menjadi 7. Metode yang dipakai yaitu metode ceramah dan tanya jawab untuk pembelajaran teorinya dan metode praktek langsung untuk prakteknya. termasuk juga pada pelajaran membuat gambar pola contohmya pada pola ukiran dengan acuan gambar kerja. “media pembelajaran praktek seperti membuat gambar pola dengan acuan gambar kerja yaitu berupa job sheet gambar kerja. contoh kuda-kuda kayu dalam ukuran kecil serta macam-macam jenis kayu. Untuk pelajaran ini evaluasi dilakukan pada tiap jenis praktik dan unsur yang dinilai mulai dari proses pembuatan pola ukiran sampai output yang dihasilkan siswa berupa hasil ukir. Pada metode ceramah guru memberikan instruksi dan target pekerjaan. buku panduan. Metode tanya jawab digunakan saat berlangsungnya praktik dan siswa menemui kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan.

Gambar 4. Kurikulum yang telah disempurnakan bersama DUDI melalui In House Training (IHT).54 Untuk kurikulum yang digunakan pada siswa kelas III Kriya Kayu adalah kurikulum 2004 yang telah disempurnakan. Adapun kegiatan IHT adalah kegitan penyusunan dan standarisasi kurikulum atau analisis kurikulum.1 Proses Pelaksanaan Pendidikan di SMK N 2 Jepara .

N.00 dengan jam istirahat jam12.00-12. Purwanto mengemukakan “meteri yang diberikan pada siswa saat pembekalan Prakerin bertujuan memberitahukan pada siswa tentang aturan dan norma yang . libur hari jumat.00 untuk makan siang dan sholat.3 Pelaksanaan Pelatihan di Dunia Usaha / Industri Pelaksanaan Prakerin pada Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara dilakukan pada semester pertama di kelas tiga selama dua bulan kerja penuh di industri / perusahaan. Hari libur minggu selebihnya mereka masuk sesuai jam kerja.00”.1. November – Januari 2007) untuk pengaturan hari dan jam kerja dipercayakan sepenuhnya kepada pihak industri / perusahaan yang ditempati siswa Prakerin. siswa kelas III kriya kayu memperoleh pembekalan Prakerin yang berisi tentang materi-materi dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang kegiatan mereka saat di industri dan juga tentang norma-norma dan aturan selama pelaksanaan serta manajen perusahaan dan keselamatan kerja.00 dengan jam istirahat siang jam 12. Untuk jam kerja mulai dari jam 08. Juli – September 2006).00-16. Sandi menjelaskan tentang pelaksanaan Prakerin siswa SMK N 2 Jepara di Dian Jati Antika “ jadual kerja siswa sama dengan karyawan kami lainnya agar mereka terbiasa dengan lingkungan kerja yang akan mereka hadapi saat mereka lulus dan bekerja nantinya.55 4. Untuk hari libur hari minggu selebihnya masuk sesuai jadual jam kerja “. Purwanto mengemukakan tentang jam kerja siswa yang ada di Oval Jati “ mereka (siswa) kami samakan dengan pekerja kami di sini dengan tujuan membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab mereka dalam bekerja. H.00-13.00-16. (tahap II. dilakukan dalam dua tahap (tahap I. Pembekalan dilaksanakan di sekolah dalam dua hari dengan materi dari perwakilan industri yang ditunjuk dan guru pengajar. Kami menerapkan jam kerja mulai jam 08.30-15. Sebelum pelaksanaan Prakerin di industri. yatu anak masuk enam hari kerja. Untuk jam masuk dan istirahat juga kami samakan dengan tenaga kerja yang ada di perusahaan kami yaitu 07.00 dengan waktu istirahat jam 12.Wasiun mengemukakan tentang jam kerja siswa yang Prakerin di Cipta Antiq “ jadual libur dan kerja mengikuti jadual yang ada diperusahaan kami.30 untuk sholat dan makan siang”.00-13.

Daftar industri yang bekerja sama dalam pelaksanaan Prakerin tahun ajaran 2006/2007 dapat dilihat pada lampiran.56 berlaku selama mereka (siswa) melaksanakan Prakerin di industri dan mengetahui sanksi bila aturan tersebut dilanggar serta manajemen dan keselamatan kerja di industri”. Basuki menambahkan “pembekalan dilaksankan selama dua hari sebelum siswa diberangkatkan ke industri. Drs. Pada tahun 2007 ada 31 DUDI yang menjalin kerja sama dengan SMK N 2 Jepara diantaranya Dhian Jati Antika.2) . pihak sekolah mendatangkan tutor dari perwakilan industri yang tahun ini diwakili oleh Oval Jati dengan materi seputar gambaran tentang pelaksanaan Prakerin di industri dan cara pengisian laporan kegiatan selama Prakerin”. setelah masa tersebut selasai maka siswa dikembalikan pada pihak sekolah. Oval Jati dan Cipta Antiq. Pada tahun ini SMK N 2 Jepara membagi siswa Prakerin dalam dua tahap pemberangkatan dengan pola pelaksanaan (perhatikan gambar 4. Setelah memperoleh pembekalan di sekolah siswa Kriya Kayu diberangkatkan ke industri atau perusahaan tempat mereka melaksanakan Prakerin. Penggunaan sistem separo-separo bertujuan untuk memperoleh tingkat ketercapain penguasaan materi yang sesuai tuntutan kurikulum. Pelaksanaan Prakerin di SMK N 2 Jepara menggunakan sistem separoseparo yang diadopsi dari sistem blok release. Sistem separo-separo dilaksanakan dengan mengikuti jam kerja perusahaan / industri yang mereka tempati selama Prakerin selama dua bulan penuh.

“ Siswa mulai melaksanakan Prakerin mulai kelas III pada semerter awal. Sunarto menjelaskan “Prakerin dilaksanakan dengan sistem separo-separo yang mengacu pada sistem block hal ini dikarenakan siswa dibuat dari dua tahap dimana dibagi antara pelaksanaaan pembelajaran di sekolah dengan Prakerin di Industri. : Sekolah : Industri/ Dunia Usaha Drs. (2) kemampuan adaptif. demikian juga sebaliknya siswa tahap I kembali ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran sedangkan siswa tahap II berangkat Prakerin di Industri. tahap I (24 juli – 23 September 2006). yang terbagi menjadi dua tahap. (3a) teori kejuruan. Untuk siswa tahap I diberangkatkan ke industri tanggal 24 .57 I (1) (2) (3a) II (1) (2) (3a) (3b) III (1) (2) (3a) (3b) (3c) (3c) (3b) Pembekalan Kemampuan Produktif di Dunia Usaha/ Industri dilaksanakan mulai tahun ketiga yaitu pada semester pertama. (3b) praktik dasar kejuruan dan (3c) praktik keahlian produktif. Gambar 4. tahap II (2 Novemberber – 2 Januari 2007) sedang Kemampuan Dasar Kejuruan sepenuhnya dilaksanakan di sekolah. pada masing-masing tahap melaksanakan Prakerin selama 2 (dua) bulan penuh di perusahaan. Siswa tahap I diberangkatkan ke industri untuk melaksanakan Prakerin dan siswa tahap II masih di sekolah untuk mengikuti pembelajaran seperti biasa.2 Pola Pelaksanaan Prakerin yang diterapkan SMK N 2 Jepara Keterangan : (1) kemampuan normatif.

sedangkan untuk siswa tahap II diterjunkan tanggal 2 November 2006 dan ditarik kembali ke sekolah tanggal 2 Januari 2007.R. Purwanto mengemukakan “dalam melaksanakan tugasnya siswa di tempat kami bekerja sendiri-sendiri. diberangkatkan ke Cipta Antiq tanggal 2 November 2007 dan ditarik kembali ke SMK tanggal 2 Januari 2007. kami sudah siap dengan pembimbing lapangan yan professional yan bertugas untuk mengarahkan kerja siswa dan membantu mengatasi masalah dalam bekerja siswa selama siswa berada di industri melaksanakan Prakerin”. Siswa mulai bekerja sejak hari pertama mereka berada di industri dengan bimbingan dan arahan dari pembimbing lapangan yang telah disediakan pihak industri dimana siswa melaksanakan Prakerin.58 Juli 2006 dan ditarik pada tanggal 23 September 2006. sedangkan Ali R dan Ardiana F. Wasiun menjelaskan “ setelah siswa datang ditempat kami. Achmad Abid dan Afif Januri diberangkatkan ke Cipta Antiq tanggal 24 Juli 2006 dan ditarik tanggal 23 September 2006. untuk tahap I Oval Jati tidak membimbing siswa SMK karena tidak ada siswa yang Prakerin H. namun tidak menutup kemungkinan sekiranya siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaannya maka ia bisa dibantu oleh temannya ataupun dari pihak pembimbing lapangan”. Pembimbing lapangan di Oval Jati adalah Purwanto yang membimbing Budi Ari dan Miftahul A. . pada tahap II.

Gambar 4.4 Kegiatan Siswa Selama Pelaksanaan Prakerin .59 Gambar 4.3 Siswa Kriya Kayu Saat Pelaksanaan Prakerin Tempat pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) siswa keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara bergerak di bidang mebel dan furniture serta ukir / pahat. Mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti semua kegiatan selama mereka di industri jadi siswa tidak hanya melakukan pekerjaan diproses finishing kasar atau mengamplas saja.

namun mereka tetap dilibatkan dengan tujuan siswa mendapakan pengalaman”. Dalam pelaksanaan Prakerin siswa tidak ditarjetkan harus menyelesaikan pekerjaan. kami berikan tugas dan keluasaan untuk mendesain ukiran sampai proses finising. Hambatan yang terjadi selama pelaksanaan Prakerin adalah adaptasi siswa dengan lingkungan industri yang baru ditenpati. Ini bertujuan agar siswa mempunyai tanggung jawab dalam bekerja dan tidak menyepelekan suatu pekerjaan yang diberikan padanya. Kegiatan ini diwajibkan oleh SMK N 2 Jepara pada siswa sejak mereka kelas I dengan tujuan untuk mendidik dan menambah pengalaman siswa. namun mereka disarankan dan dibimbing oleh pembimbing lapangan untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan. Bapak Purwanto menambahkan “siswa yang berada ditempat kami. . Kami percaya karena sebelum pelaksanaan Prakerin siswa yang ada di sini sudah bekerja di sini pada kegiatan ngenger yang sifatnya sebagai ektra dari sekolah”. namun tidak terlalu dirasakan oleh pihak industri maupun siswa yang sudah mengenal dunia industri dengan kegiatan ngenger. Sandi mengungkapkan “siswa yang melaksanakan Prakerin dilibatkan dalam segala kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak industri walaupun keikut sertaan mereka pada suatu proses pekerjaan terbilang kecil.5 Ukiran Meja Bundar Hasil Karya Siswa Selama Prakerin N.60 Gambar 4.

kejadian seperti itu wajar dan tidak menjadikan hambatan yang berarti selama pelaksanaan Prakerin”. . baru kali ini ada guru yang datang untuk mengecek kondisi kami dan mengarahkan pengisian laporan kegiatan dan jurnal”. Purwanto mengemukakan “kami merasa tidak ada hambatan yang menggangu pelakasanaan Prakerin. Dengan siswa mengikuti ngenger. N. karena siswa sudah bisa beradaptasi di industri dengan ngenger. namun itu hanya satu kali pada tiap-tiap tahapnya dan biasanya di pertengahan waktu pelaksanaan Prakerin. Sandi menjelaskan “selama pelaksanaan Prakerin ada guru yang memonitoring siswa. hambatan yang terbesar adalah adaptasi awal siswa di sini karena siswa yang Prakerin disini dulu tidak melaksanakan ngenger disini”. Kegiatan monitoring yang dilakukan oleh pihak sekolah selama pelaksanaan Prakerin hanya satu kali pada tiap tahapnya. Guru tersebut mengecek daftar hadir siswa dan kondisi siswa serta menyerahkan format sertifikasi siswa kepada kami”. Afif mengungkapkan “sejak kami diterjunkan ke industri.Wasiun menjelaskan “tidak ada hambatan dalam segi kemampuan siswa mengerjakan tugas yang kami berikan. H.61 namun walaupun bersifat wajib ngenger tidak masuk dalam draf kurikulum SMK. Disini kami membimbing dua orang siswa yang hasil ukirannya sudah terbilang bagus karena sejak kelas I mereka sudah ngenger di sini”. Bapak H. saat siswa melaksanakan Prakerin maka hambatan yang terjadi saat pelaksanaan Prakerin tidak terlalu dirasakan oleh siswa dan pihak industri.Wasiun menambahkan”walau demikian hanya dalam hitungan hari saja siswa sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja disini.

Kompetensi yang dinilai disesuaikan dengan proses produksi yang dijalankan oleh suatu perudahaan.6 Proses Monitoring Siswa di Industri oleh Tim Monitoring Sekolah Evaluasi siswa dilaksanakan oleh pembimbing lapangan di industri tempat pelaksanaan Prakerin. kompetensi yang dinilai antara lain adalah kerja bangku dan kerja mesin. jurnal tersebut diisi setiap harinya oleh siswa mengenai pekerjaan yang mereka kerjakan kemudian menjelang pulang dikumpulkan pada pembimbing lapangan untuk diperiksa dan dilakukan penilaian dari pekerjaan yang telah siswa lakukan kemudian dievaluasi secara keseluruhan pada waktu akan penarikan”.62 Gambar 4. Budi Ari menjelaskan “evaluasi dilakukan pada setiap hasil dan sikap kerja siswa selama bekerja di industri / perusahaan yang dicantumkan pada jurnal kegiatan yang siswa miliki. Dari hasil evaluasi tersebut nantinya akan dimasukan ke dalam sertifikat dari pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin). . Misal untuk perusahaan yang bergerak dibidang mebel. Bentuk evaluasi yang dilaksanakan di industri bukan tertulis namun dalam bentuk penilaian kinerja siswa dalam mengerjakan suatu bahan menjadi produk jadi.

4 Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin Manfaat yang dirasakan oleh siswa selama pelaksanaan Prakerin adalah tambahan pengalaman. “nilai yang ada disertifikat tersebut diberikan oleh industri / perusahaan yang siswa tempati dengan ditandatangani oleh Majelis Sekolah dan pihak industri / perusahaan itu sendiri.1. Di pelaksanaan Prakerin setelah uji kompetensi kami akan mendapakan pengakuan dari masyarakat tentang keahlian yang kami miliki dalam bentuk sertifikat yang penilainya melibatkan industri yang bonavit di masyarakat”. Budi Ari siswa yang melaksanakan Prakerin di Oval Jati mengungkapkan “selama pelaksanaaan Prakerin kami mendapatkan tambahan pengalaman ya walaupun kami sudah dapatkan saat kami ngenger disini. .63 Drs. Tambahan pengalaman dirasakan siswa yang dulu ngenger di industri yang bergerak dibidang berbeda dengan industri yang digunakan untuk Prakerin. peningkatan kualitas karya mereka dan yang paling penting pada akhirnya setelah uji kompetensi mereka mendapatkan sertifikat tentang keahlian yang mereka miliki. 4. adapun maksud dari pemberian sertifikasi ini yaitu agar siswa mendapat pengakuan dari masyarakat tentang keahlian yang mereka miliki”. Sunarto mengatakan. Uji kompetensi akan dilaksanakan setelah siswa kembali ke SMK N 2 Jepara dan harus mampu menghasilkan suatu produk jadi. Afif Januri mengungkapkan “kami merasa mendapatkan tambahan pengalaman selama kami berada di Cipta Antiq terutama mengenai meubel. peningkatan kualitas karya yang dihasilkan jelas dirasakan karena sudah terlatih untuk menghasilkan suatu produk ukir yang semakin berkualitas. sebab dulu kami ngenger di ukir jadi ya jelas kami dapat pengalaman yang sangat berharga disini”. misalnya yang terjadi pada Krisyadi yang dulu ngenger di industri ukir sekarang melaksanakan Prakerin di Cipta Antiq yang bergerak dibidang mebel dan furniture. namun saat kami ngenger tidak ada nilai yang kami dapat karena ngenger sifatnya jam tambahan diluar sekolah. Untuk Hanif siswa yang melaksanakan ngenger dan Prakerin di Oval Jati.

Dengan adanya pelaksanaan Prakerin tahun 2007 akan menjadi tolok ukur kesuksesan pelaksanaan Prakerin di tahun-tahun yang akan datang. Pada pelaksanaan Prakerin tahun 2007 untuk proses monitoring siswa yang dilakukan dari pihak sekolah hanya dilakukan satu kali pada setiap tahapnya. Drs. Program link and match dianjurkan oleh pemerintah untuk semua jenjang pendidikan di Indonesia denga tujuan untuk menjalin kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia kerja yang nantinya akan menyerap lulusan dari dunia pendidikan. Sunarto menambahkan “dengan pelaksanaan Prakerin diharapakan akan mencetak lulusan SMK yang berkualitas dan mempunyai skill yang baik”. dan di akhir pelaksanaan Prakerin siswa akan mendapatkan sertifikat yang bertujuan untuk memberikan pengakuan hasil karya dan skill yang dimiliki siswa. dengan . Sedangkan untuk pihak sekolah. Sunarto menjelaskan “dengan dilaksanakan Prakerin selain kami bisa mewujudkan program link and match yang dicanangkan pemerintah. Drs. Untuk industri dengan semakin banyak tenaga terdidik dengan skill yang bagus hasil dari pelatihan-pelatihan (salah satunya dengan pelaksanaan Prakerin) maka pihak industri tidak sulit mendapatkan tenaga keja yang berkualitas tinggi. untuk anak-anak mereka mendapatkan mengalaman secara langsung kerja di sebuah industri dengan tanggung jawab yang harus dipenuhi. ini akan menjadi perhatian khusus pada tahun-tahun yang akan datang. selain itu industri bisa membantu meningkatkan SDM dengan memberikan tambahan untuk penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar industri. kami juga dapat mempersiapkan untuk pelaksanaan prakerin pada tahun-tahunyang akan dating dengan tolok ukur pelaksanaan Prakerin tahun ini”. Drs.64 Ardian siswa yang Prakerin di Dian Jati Antika menambahkan “selain pengalaman yang baru dengan dunia kerja yang baru kami juga akan mendapatkan sertifikat setelah pelaksanaan Prakerin dan uji kompetensi”. Suyoto menuturkan “pelaksanaan Prakerin dari tahun ke tahun jelas membawa dampak yang positif untuk semua pihak. Bagi pihak sekolah selain dapat melaksanakan program link and match yang dianjurkan pemerintah untuk pelaksanaan pendidikan di Indunesia juga menjadi tolak ukur untuk pelaksanaan Prakerin ditahun-tahun yang akan datang.

kami pihak industri pun nantinya akan diuntungkan karena mendapatkan tenaga kerja dengan kualitas pendidikan dan skill yang bagus sehingga bisa meningkatkan mutu dan kualitas dari hasil produk perusahaan”. Bagi dunia usaha / industri pelaksanaan Prakerin selain untuk membentuk lulusan yang berkualitas juga untuk mendapatkan tenaga kerja yang siap dan terampil yang bisa diperoleh dari lulusan SMK yang berpengalaman setidaknya sudah pernah bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan kerja.65 pelaksanaan Prakerin tahun ini akan menjadikan tolok ukur ksuksesan pelaksanaan Prakerin tahun depan”. dengan pelaksanaan Prakerin pihak sekolah bisa menjadi fasilitator bagi siswa kami dalam hal berkarya dan mendapatkan pengakuan public tentang kualitas yang dimiliki oleh siswa”. Purwanto pemilik Oval Jati menjelaskan “selain ikut membantu mencetak lulusan yang berkualitas. H. Ditambahkan oleh H.2 PEMBAHASAN Dalam pelaksanaan pendidikan di SMK sepenuhnya menjadi kewenangan dari pihak sekolah sebagai penanggung jawab dari hasil pelaksanaan pendidikan. Wasiun dari Cipta Antiq menjelaskan “kami merasa senang bisa membantu pelaksanaan pendidikan di Indonesia khususnya SMK dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas yang siap terjun di dunia industri denagn skill yang ia miliki”. Peranan dunia usaha dan industri berkaitan dengan materi / kurikulum yang diterapkan . kami juga nantinya yang akan di untungkan karena mendapatkan tenaga kerja lulusan SMK yang berpendidikan dan mempunyai keterampilan yang bagus yang nantinya membawa keuntungan dalam proses produksi”. 4. N. Sandi dari Dian Jati Antika mengutarakan “kami merasa senang bisa membantu pihak SMK mencetak lulusan yang berkualitas dan punya keterampilan yang bagus”. Drs. Asy Ari menjelaskan “ selain untuk terjapainya tujuan dari link and match yang ditetapkan Diknas. namun peranan industri juga menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Wasiun “selain bisa membantu pihak SMK dalam hal mutu pendidikan.

Pembelajaran adaptif bertujuan untuk membentuk peserta didik sebagai indifidu yang memikili dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial. lingkungan kerja. (2) komponen Pendidikan Dasar (Adaptif). serta mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. untuk memberi bekal penunjang bagi penguasaan keahlian profesi dan bekal kemampuan pengembangan diri untuk mengikuti . untuk pembelajaran normatif bertujuan agar siswa dapat bersikap positif.66 dengan tujuan akhir memberikan materi pada siswa sesuai kebutuhan tenaga kerja yang ada di industri (pasaran). adaptif. dan seni. (1) komponen Pendidikan Umum (Normatif ). dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik. bertutur bahasa yang halus serta menghargai orang lain. Hal tersebut sudah sesuai dengan konsep Prakerin pada SMK di Indonesia mengenai materi pembelajaran yang dipelajari di sekolah meliputi. Pembelajaran produktif yang meliputi teori dasar dan praktik mempunyai tujuan membekali siswa secara teori tentang bidang keahlian yang dipelajari dan memberikan pengalaman pada siswa karena tanpa praktik siswa tidak akan pernah tahu bagaimana prases pangolahan suatu bahan menjadi barang yang berkualitas untuk menjadi bekal ketika masuk ke dunia industri nantinya. teknologi. Dalam setiap jenis materi pembelajaran di dalamnya mempunyai tujuan. Pada kurikulum SMK tahun 2004 yang diterapkan pada siswa kelas III keahlian Kriya Kayu SMK Negeri 2 Jepara meliputi pelajaran normatif. yang memiliki watak dan kepribadian sebagai warga Negara dan Bangsa Indonesia. produktif yang di dalamnya terdapat pelajaran praktik.

disisi lain siswa juga diharapkan mempunyai etika dan moral yang baik untuk mendukung kelancaran dalam beradaptasi dengan lingkungan. yaitu berupa latihan dasar untuk menguasai dasar-dasar teknik bekerja secara baik dan benar sesuai dengan persyaratan keahlian profesi. Selain pembelajaran yang bersifat kejuruan yang mencetak lulusan berkualitas dan mempunyai skill yang tinggi. Jadi dalam hal ini bukan hanya proses dan hasil kerjanya yang berkualitas namun siswa juga harus pandai beradaptasi dan santun dalam tutur kata. dan (3) komponen Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan. dengan subkomponen : (a) teori kejuruan. Pembinaan melalui pendidikan etika dan moral dalam lingkungan pendidikan menjadi tanggung jawab bagi semua komponen pengajar mulai dari . berisi materi yang berkaitan dengan pembentukan kemampuan keahlian tertentu sesuai program keahlian masing-masing untuk bekal memasuki dunia kerja. untuk membekali pengetahuan tentang teori kejuruan bidang keahlian yang bersangkutan. Pembinaan dan pendidikan moral menjadi hal yang harus diperhatikan dan diberikan pada siswa disegala jenjang pendidikan di Indonesia.67 perekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan (b) praktik dasar kejuruan. Oleh karena itu faktor kesopanan dalam berbahasa memegang peranan yang sangat penting untuk pembentukan karakter dan adaptasi dengan lingkungan. Sebagaimana kita jumpai dalam lingkungan modern sekarang ini. banyak orang berkulitas / pandai namun tata krama dan sopan santun dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya sangat rendah. Ini perlu mendapatkan prioritas utama dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah yang berhubungan langsung dengan siswa.

sebagai penunjang siswa harus menguasai teknik pengoprasian komputer. diskusi kelompok. guru BP.68 Kepala Sekolah. kapur. guru-guru pengajar bahkan tenaga administrasi yang bertugas memberikan pelayanan bagi siswa. serta memakai metode ceramah. namun pada prinsipnya peranan yang sangat penting adalah contoh konkret yang diberikan oleh semua komponen pengajar beserta tenaga administrasi dalam sikap dan tingkah laku serta ucapan yang santun dan baik dalam keseharian. Dalam kurikulum 2004 untuk pendidikan moral dan etika sudah menjadi bagian dari kurikulum itu sendiri. Media dan metode pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran tersebut menurut hasil penelitian yaitu. Media dan metode yang diterapkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih kurang efektif. selain memberikan pendidikan moral dan etika juga memberikan pendidikan yang sifatnya penunjang kemampuan produktif bagi siswa. tanya jawab. Untuk kriya kayu menerima pelajaran mempersiapkan suatu program untuk mendesain suatu produk dalam 2 dan 3 dimensi. penugasan mandiri dan mendengarkan suatu pembahasan tidak akan membentuk karakter sopan santun siswa dalam berkomunikasi dengan lingkungannya tanpa adanya praktik langsung yang berjalan di lingkungan . mendengarkan suatu pembahasan dan pekerjaan rumah. untuk pembelajaran normatif memakai media berupa buku cetak. papan tulis. diskusi kelompok. dalam hal ini sebagai penunjang adalah pelajaran KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi). CD pembelajaran. tanya jawab. Sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab akan kualitas dari lulusan. Ketika menggunakan metode ceramah.

Untuk SMK N 2 Jepara berdasarkan hasil penelitian sudah menyediakan sarana untuk transfer ilmu tersebut berjalan dengan relatif mudah dan cepat walaupun . Dalam pentransferan ini harus ada media dan metode dimana proses transfer ilmu tersebut dapat dijalankan secara mudah.69 pendidikan. kerja kelompok dan mandiri. buku panduan. kapur. Tujuan utama dari proses pendidikan adalah transfer ilmu dan nilai-nilai dari guru kepada peserta didik. benar dan sopan. papan tulis. Adapun tujuan dari penggunaan media dan metode dari pembelajaran-pembelajaran tersebut yaitu untuk mempermudah siswa dalam menyerap dan menguasai materi pelajaran yang diberikan. Adapun pada pembelajaran produktif mata pelajaran membuat pola dengan acuan gambar kerja memakai media job sheet. contoh hasil kerajinan serta macam-macam jenis kayu dengan metode pembelajaran ceramah dan tanya jawab pada teori dan praktek langsung pada praktiknya. gambar kerja. misalanya dengan pemberian tugas untuk membuat surat permohonan melaksanakan ngenger di industri dengan pertimbangan dari guru atau pembuatan karya tulis ilmiah dengan bahasa baku yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). praktikum. Pembelajaran adaptif pada pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI). Hal ini sebenarnya bisa terbentuk jika ada penugasan mandiri yang harus dikerjakan siswa dengan menggunakan tata bahasa yang baik. bentuk-bentuk sambungan kayu. peralatan praktikum dan modul dengan metode ceramah. audio visual. tanya jawab. media yang digunakan hampir sama dengan pembelajaran normatif yaitu. buku cetak.

Bahkan siswa merasa lebih senang dan tidak membosankan karena belajar dengan sistem audiovisual lebih menarik untuk dikaji dan mudah dimengerti. untuk pembelajaran normatif dan adaptif evaluasi dilakukan pada tiap satu atau beberapa pokok bahasan tergantung banyak sedikitnya materi yang diberikan dan di akhir semester dengan berbagai model yang berupa tes tertulis dengan bentuk pilihan ganda (multiple choice) dan atau essay. bahwa siswa tersebut dinyatakan lulus dalam menempuh pembelajaran normatif dan adaptif jika nilai yang diperoleh minimal 7. Jika masih kurang dari nilai minimal tersebut maka siswa yang bersangkutan akan diberi remidi berupa pekerjaan rumah atau pekerjaan tambahan lainnya dengan tujuan untuk menambah nilai yang kurang dari nilai minimal.00. Dengan sistem ini pun guru merasa lebih ringan dalam menyampaikan suatu materi. Evaluasi pembelajaran produktif hanya dilakukan pada tiap satu pokok bahasan dengan penilaian dilakukan terhadap proses sampai hasil kerja / praktek siswa. tes lisan. kemudian di akhir semester dirata-rata untuk mendapatkan nilai akhir dengan standar minimal nilai yang harus . tes perbuatan (performance) dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan. Namun pada SMK N 2 Jepara belum semua guru menggunakan media dan metode tersebut. Kegiatan evaluasi atau penilaian dari pembelajaran tersebut sesuai dengan hasil penelitian yaitu.70 belum maksimal. Hal ini terjadi ketika siswa diajak ke perpustakaan saat jam pelajaran berlangsung untuk memperhatikan CD pembelajaran yang dipertontonkan oleh guru tentang bahan ajar yang akan dibahas. Melalui tanyangan yang dipertontonkan tersebut sebuah proses belajar-mengajar menjadi lebih mudah dan efisien.

Untuk menunjang terlaksananya pendidikan di SMK yang diharapkan mampu mencetak tenaga terdidik yang terampil maka selain pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. kesalahan apa yang dibuat siswa.71 diperoleh yaitu 7. materi dan instruktur. penugasan dan tes harus mengacu pada content refference / citerion refference. dan problem belajar apa yang dialami siswa. dan tes untuk setiap pencapaian suatu kompetensi tertentu dalam program produktif.00 maka siswa yang bersangkutan diharuskan membuat tugas mandiri hingga didapat nilai minimal tersebut. tidak membandingkan siswa dengan siswa lain. Bila ada siswa yang mendapat nilai kurang dari 7. Tetapi untuk tujuan lain dapat juga digunakan untuk mengukur efektifitas metode pembelajaran. Karena tujuan utama dari evaluasi formatif adalah mengidentifikasi problem belajar dan memodifikasi pembelajaran untuk membantu siswa belajar. Kegiatan pelaksanaan evaluasi tersebut sudah sesuai dengan konsep evaluasi pada pelaksanaan pendidikan di sekolah yaitu.00. SMK N 2 Jepara mewajibkan siswanya khususnya Kriya . kita dapat menentukan materi apa yang telah dikuasai siswa. Tes pencapaian yang paling banyak digunakan adalah mengukur belajar individu siswa. Dalam evaluasi formatif. evaluasi yang dimaksud adalah tes untuk satu atau beberapa pokok bahasan dalam program normatif dan adaptif. Kurikulum yang digunakan dari keseluruhan pembelajaran di atas yaitu kurikulum SMK 2004 yang telah disempurnakan / dianalisis bersama DUDI melalui kegiatan In House Training (IHT) kurikulum. Hal ini difokuskan pada penguasaan siswa terhadap materi tujuan khusus.

Saat pelaksanaan ngenger siswa mendapatkan pembimbingan dari pihak industri tempat mereka melaksanakan ngenger. Adapun sifat kegiatan ngenger adalah ektrakulikuler yang wajib dilaksanakan siswa. Namun siswa yang mendapatkan pembimbingan yang kurang maksimal akan mengalami peningkatan kualitas berkarya relatif lambat dan kurang maksimal. Pada pelaksanaan ngenger siswa tidak mendapatkan nilai dari segi pendidikan di sekolah karena ngenger tidak masuk dalam kurikulum. Proses pembimbingan mempunyai peranan yang besar terhadap peningkatan kualitas skill siswa. Jadi ketika siswa diberangkatkan ke industri untuk kegiatan Prakerin siswa sudah mempunyai skill yang terarah dan pengetahuan cara-cara bekerja di bawah bimbingan seorang pembimbing di industri. Ngenger sebagai ekrakurikuler wajib bagi siswa Kriya Kayu SMK N 2 Jepara mempunyai pengaruh besar dalam pelaksanaan Prakerin di industri. Walau demikian tujuan utama dari pelaksanaan ngenger untuk memperkenalkan lebih awal tentang dunia industri dan masalah yang terjadi di dalamnya kepada siswa sudah tercapai. . Ketika siswa yang mendapatkan pembimbingan yang bagus dari industri tempat mereka ngenger maka tingkat kreatifitas siswa akan tercapai secara cepat dan maksimum.72 Kayu untuk melaksanakan ngenger diluar jam pelajaran. Namun dengan pengalaman yang didapatkan saat pelaksanaan ngenger siswa diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan yang didapat di sekolah untuk dikembangkan menjadi suatu karya kreatifitas dan mendapatkan pengalaman bekerja di suatu industri.

73 Pembelajaran di SMK 1.7 Hubungan Ngenger dengan Pelaksanaan Kurikulum 2004 Selain pelaksanaan ngenger yang sifatnya ektrakulikuler wajib bagi siswa saat kelas I dan II. Untuk persiapan yang dilaksanakan SMK N 2 Jepara dalam pelaksanaan Prakerin khususnya untuk mengkoordinasikan tempat pelaksanaan Prakerin sudah . Normatif 2. Produktif Ekstrakulikuler Wajib Ngenger di Industri saat kelas I dan II Prakerin di Industri saat kelas III semester I ( 3 Bulan) Tamatan SMK yang berkualitas Gambar 4. industri sebagai institusi mitra tempat pelaksanaan kegiatan Prakerin dan siswa sebagai subjek yang melaksanakan kegiatan. Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) akan berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan membutuhkan suatu persiapan yang matang baik dari sekolah sebagai penyelenggara kegiatan. SMK N 2 Jepara juga mengadakan pelitihan di dunia industri yang disebut dengan pelaksanaan Prakerin (Praktik Kerja Industri) yang masuk dalam kurikulum 2004 yang dilaksanakan pada saat siswa kelas III semester 1 (satu) selama kurang lebih 2 bulan. Adaptif 3.

Pada tahap persiapan SMK N 2 Jepara mempersiapkan jadwal untuk terlaksananya pembekalan Prakerin yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar saat siswa melaksanakan Prakerin di industri (dapat dilihat pada lampiran 16). (4) surat undangan sebagai tutor dalam pembekalan Prakerin dapat dilihat pada lampiran. Selain dari perwakilan dari industri. pihak SMK juga sudah merancang pelaksanaan uji . Saat pelaksanaan pembekalan perwakilan dari DUDI menyampaikan materi tentang manajemenkerja dan keselamatan kerja. (2) lembar ketersediaan DUDI untuk bekerja sama. maka tahap selanjutnya adalah tahap persiapan. Pihak SMK juga sudah menyiapkan format sertifikasi yang nantinya akan dibubuhi nilai keterampilan siswa selama pelaksanaan Prakerin di industri. Setelah data-data pada tahap perencanaan didapatkan. wali kelas sebagai wakil dari SMK juga memberikan materi tentang etika dan tata tertib serta panduan pengisian jurnal dan laporan kegiatan siswa selama Prakerin (dapat dilihat pada lampiran). Pada pelaksanaan tahap perencanaan. SMK selaku penyelenggara kegiatan Prakerin mengumpulkan data-data : (1) data potensial untuk tempat Prakerin siswa.74 cukup baik. Selain menyiapkan format sertifikasi. Sekolah juga menyiapkan surat tugas dan surat perjalanan dinas untuk proses monitoring siswa oleh guru SMK (dapat dilihat pada lampiran). Hal ini terbukti dengan adanya dua tahap yang terorganisir sebelum pelaksanaan Prakerin siswa SMK N 2 Jepara yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan yang telah terjadual ( dapat dilihat pada lampiran 9 ). bentuk format sertifikasi yang pernah diberikan (dapat dilihat pada lampiran). (3) lembar kesediaan DUDI menerima siswa peserta Prakerin.

75 kompetensi yang melibatkan pihak industri yang dinilai bonafite oleh masyarakat yang pelaksanaannya setelah siswa tahap I dan tahap II selesai melaksanakan Prakerin di industri. Selain SMK N 2 Japara. . Setelah tahap perencanaan dan persiapan selesai maka siswa peserta Prakerin akan diberangkatkan ke industri didampingi pembimbing dari sekolah. kegiatan ini dilaksanakan pada awal semester satu kelas tiga selama waktu kerja dua bulan penuh di industri/ perusahaan atau disebut juga dengan sistem block (perhatikan tabel 4. namun pihak industri tetap mempersiapkan secara optimal untuk menerima siswa yang akan praktik di perusahaannya. Hal ini berhubungan dengan hasil kerja siswa selama Prakerin di perusahaan yang mereka kelola. Seperti yang terdapat dalam hasil penelitian. Walaupun hampir setiap tahunnya pihak industri sudah terlibat dalam pelaksanaan Prakerin yang diselenggarakan pihak SMK N 2 Jepara. pihak industri yang sudah menjalin kerja sama dan bersedia ditempati pelaksanaan Prakerin juga melakukan persiapan.1). Siswa akan berkembang kemampuanya jika diberikan fasilitas yang bagus termasuk seorang pembimbing lapangan yang baik dan berkualitas yang nantinya akan membantu mengarahkan segala aktifitas siswa selama praktik di industri dan kepercayaan untuk berkreasi sesuai arahan yang diberikan seorang pembimbing lapangan. Pelaksanaan Prakerin di SMK N 2 Jepara Tahun 2006 / 2007 menggunakan sistem separo-separo yang mengadaopsi sistem block release selama waktu dua bulan penuh di industri/ perusahaan.

I (1) (2) (3a) (3b) II (1) (2) (3a) (3b) (3c) III (1) Pembekalan Kemampuan Produktif di Dunia Usaha/ Industri dilaksanakan mulai tahun ketiga. setelah tahap pertama selesai lalu mengikuti pelajaran di sekolah. tahap pertama melaksanakan Prakerin di industri dan yang lainnya mengikuti pelajaran di sekolah. Pengaturan waktu kerja. Hal tersebut sedikit berbeda dengan beberapa pola pelaksanaan yang terdapat dalam Konsep Pelaksanaan Prakerin pada SMK di Indonesia (lihat tabel 4. waktu libur dan waktu istirahat diserahkan sepenuhnya ke pihak industri/ perusahaan yang ditempati siswa peserta Prakerin. Pelaksanaan Prakerin tahun pelajaran 2006 / 2007 ini dibagi dalam dua tahap pemberangkatan.1 Model 1 Menurut Konsep Prakerin . Tabel 4.1). kemudian tahap kedua melaksanakan Prakerin di industri / perusahaan ini dengan tujuan agar pencapaian materi yang termasuk dalam draf kurikum tetap bisa tersampaikan.76 Sistem block mendekati ideal untuk diterapkan karena siswa akan lebih berkonsentrasi pada pekerjaan mereka di lokasi Prakerin dan setelah dikembalikan pada Sekolah mereka akan berkonsentrasi pada materi pembelajaran. sedang Kemampuan Dasar Kejuruan sepenuhnya dilaksanakan di sekolah.

( tahap 1. sehingga sebagian waktu lagi bisa digunakan mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi UAN. Hal tersebut disebabkan oleh waktu belajar mereka yang dihabiskan di industri/ perusahaan untuk menyelesaikan Prakerin. siswa melaksanakan pelatihan di industri hanya pada sebagian waktu yang ada pada tahun ketiga. .77 I (1) (2) (3a) II (1) (2) (3a) (3b) III (1) (2) (3a) (3b) (3c) (3c) Pembekalan Kemampuan Produktif di Dunia Usaha/ Industri dilaksanakan mulai tahun ketiga yaitu pada semester pertama. 24 Juli – 23 September 2006 ). Menurut tabel 4.2 Model Prakerin SMK N 2 Jepara Tahun Ajaran 2006 / 2007 Keterangan : (1) Kemampuan Normatif. Pola tersebut (tabel 4.2. (2) Kemampuan Adaptif.1) pada dasarnya kurang ideal diterapkan pada SMK N 2 Jepara karena bila diterapkan maka konsentrasi siswa pada pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) akan hilang sehingga nilai hasil UAN siswa akan jelek. : Sekolah : Industri/ Dunia Usaha Pada tabel 4.1 merupakan model pelaksanaan menurut konsep Prakerin yang dikeluarkan oleh Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional (MPKN) yang hampir sama dengan pola pelaksanaan Prakerin SMK N 2 Jepara pada tabel 4. ( tahap 2. (3b)PraktikDasar Kejuruan dan (3c) Praktik Keahlian Produktif. (3b) Tabel 4. 2 November – 2 Januari 2007) sedang Kemampuan Dasar Kejuruan sepenuhnya dilaksanakan di sekolah. (3a) Teori Kejuruan.2.

Saat kegiatan monitoring. Memonitor atau monitoring adalah mengikuti atau mengawasi suatu kegiatan yang bertujuan sebagai pengecekan (Kamus Umum Bahasa Indonesia. SMK N 2 Jepara hanya melakukan satu kali kegiatan monitoring. Saat pelaksanaan Prakerin di industri. Adaptasi siswa dengan lingkungan industri tidak menggangu aktifitas produksi di industri karena hanya terjadi pada hari-hari pertama siswa datang di industri dan hal tersebut tidak menjadi kendala yang berarti dalam pelaksanaan Prakerin. siswa SMK N 2 Jepara diberikan kesempatan untuk berkreasi dan mengerjakan semua hal yang menyangkut proses produksi walaupun dalam prosentase yang kecil dengan pengawasan dari pembimbing lapangan. 1976 : 654). . Dari hasil penelitian membuktikan bahwa dalam pelaksanaan Prakerin di industri sudah cukup baik karena materi pelatihan yang diberikan di industri sudah sesuai dengan sebagian besar (lebih dari 75 %) dari materi pembelajaran yang diberikan di sekolah walaupun tidak secara keseluruhan.78 Dalam pelaksanaan Prakerin di industri. guru perwakilan dari sekolah melakukan pengecekan keadaan siswa dan mengecek materi kegiatan siswa serta laporan harian yang harus disusun siswa selama pelaksanaan Prakerin di industri. hambatan yang dirasakan adalah proses adaptasi awal siswa dengan lingkungan industri dan proses monitoring yang dilaksanakan pihak sekolah selama pelaksanaan Prakerin. Selama pelaksanaan Prakerin. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan yang diberikan menyesuaikan dengan kondisi industri tempat siswa bekerja dan bidang usaha yang dijalankan industri.

Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang dilaksanakan SMK N 2 Jepara tahun ajaran 2006 / 2007 membawa manfaat baik untuk siswa. . Dalam hal ini kegiatan penerjunan dan penarikan tidak bisa dianggap sebagai suatu proses monitoring. Bagi industri selain membantu SMK mencetak lulusan yang berkualitas. juga memberikan kemudahan untuk mendapatkan tenaga kerja terdidik dengan skill yang bagus. Bagi sekolah. Dari pelaksanan Prakerin di industri siswa harus menyusun laporan kegiatan dan membuat suatu produk yang sifatnya tugas akhir (TA). juga sebagai tolak ukur untuk pelaksanaan Prakerin tahun-tahun yang akan datang. Pembuatan tugas akhir (TA) dikerjakan dibengkel sekolah setelah jam-jam pembelajaran melalui pengawasan guru mata diklat produktif dengan alokasi dana dari siswa yang sudah terkumpul sejak siswa kelas I. karya siswa kan dipamerkan dengan adanya gelar karya yang diadakan pihak sekolah untuk semua bidang keahlian kriya yang ada di SMK N 2 Jepara. sekolah maupun industri. Dari hasil penelitian. meubel dan seni ukir serta ilmu-ilmu lain tentang kerajinan kayu yang disesuaikan dengan bidang usaha industri tempat siswa melaksanakan Prakerin.79 Sedangkan pada saat penerjunan dan penarikan siswa guru hanya menyerahkan dan menarik kembali siswa untuk dibawa ke sekolah. pelaksanaan Prakerin selain menyelenggarakan kebijakan link and macth. Untuk mengetahui hasil karya siswa Program Keahlian Kriya kayu dapat diperhatikan pada lampiran. manfaat yang dirasakan siswa setelah pelaksanaan Prakerin adalah pengalaman yang baru dan tambahan pengetahuan tentang furnitur.

BAB V PENUTUP 5. Hanya saja. Pada tahap persiapan. Sikap dan sopan santun yang dimiliki siswa akan mempengaruhi tingkat kedisiplinan dan kemampuan siswa dalam berkarya. Bahan ajar yang berhasil adalah bahan ajar yang membuat siswa bisa menerapkan dengan sikap dan sopan santun bahan yang diajarkan. Hal ini terbukti dengan adanya dua tahap yang terorganisir yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. materi dan bahan ajar dan metode penyampaian masih harus dibenahi terutama untuk mata pelajaran pembentukan sikap dan sopan santun. Persiapan yang dilaksanakan SMK N 2 Jepara dalam rangka pelaksanaan Prakerin khususnya untuk mengkoordinasikan tempat pelaksanaan Prakerin dan administrasinya sudah cukup baik. SMK N 2 Jeparan mempersiapkan untuk terlaksananya pembekalan siswa yang melibatkan pihak 80 . Demikian pula dengan kegiatan identifikasi dan sosialisasi keterampilan yang dibutuhkan kepada siswa sebelum pelaksanaan Prakerin. Selain pembelajaran yang ada di sekolah. Pada tahap perencanaan. SMK N 2 Jepara mengumpulkan data-data yang merupakan komponen penting dalam persiapan pelaksanaan Prakerin. ngenger juga mempunyai peranan dalam pembentukan sikap dan sopan santun siswa khususnya saat berada di dunia industri.1 Simpulan Pembekalan kepada siswa mengenai ketrampilan praktek maupun teori sebelum pelaksanaan Prakerin dilaksanakan melalui kerja sama antara SMK N 2 Jepara dengan dunia usaha dan industri.

Di samping itu tidak adanya pembimbing siswa dari guru sekolah yang mengarahkan sekaligus mengevaluasi siswa dalam pelaksanaan Prakerin di institusi pasangan. Persiapan yang dilakukan industri cukup baik. Persiapan yang dilakukan indusri dimulai dari menyiapkan pembimbing lapangan dan pembagian kerja serta sistem kerja yang akan diterapkan untuk siswa peserta Prakerin. industri sebagai institusi mitra dalam pelaksanaan Prakerin juga melaksanakan persiapan. Pelaksanaan Prakerin di industri sudah cukup baik karena materi pelatihan yang diberikan di industri sudah sesuai dengan sebagian besar (lebih dari 75 %) dari materi pembelajaran yang diberikan di sekolah walaupun tidak sama persis. namun untuk monitoring dari sekolah terhadap pelaksanaan praktik kerja siswa relatif kurang yaitu hanya dilakukan sekali saja selama pelaksanaan Prakerin. Selain SMK. . hal ini terbukti dengan keleluasaan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dari proses awal sampai bahan menjadi suatu barang jadi walaupun kesemua kegiatan yang dilaksanakan siswa masih dalam pengawasan dari pembimbing lapangan yang disediakan DUDI. Kepercayaan industri tentang keahlian siswa melalui kegiatan pembelajaran di sekolah dan ektrakurikuler wajib ngenger sudah cukup baik. Kepercayaan industri kepada siswa juga dapat dibuktikan dengan perekrutan siswa peserta Prakerin menjadi tenaga kerja di perusahaan yang mereka pimpin setelah siswa lulus.81 industri dan termasuk mempersiapkan format sertifikasi yang akan diberikan kepada siswa setelah pelaksanaan Prakerin. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan yang diberikan menyesuaikan dengan kondisi industri tempat siswa bekerja dan bidang usaha yang dijalankan industri. Saat pelaksanaan Prakerin di industri tidak ada kendala yang berarti.

82

Pelaksanaan Prakerin di SMK N 2 Jepara mempunyai nilai lebih bila dibandingkan dengan SMK lainnya. Pada SMK lain setelah pelaksanaan Prakerin, siswa hanya diwajibkan membuat laporan tetang kegiatan siswa selama Prakerin di industri. Sedangkan pada SMK N 2 Jepara selain penyusunan laporan kegiatan selama Prakerin, siswa juga diwajibkan menyelesaikan tugas akhir (TA) secara individu dengan membuat suatu produk yang penyelesaiaannya di bengkel sekolah setelah selesai pembelajaran. Manfaat yang dirasakan siswa setelah pelaksanaan Prakerin adalah pengalaman yang baru dan tambahan pengetahuan tentang furnitur, meubel dan seni ukir serta ilmu-ilmu lain tentang kerajinan kayu yang disesuaikan dengan bidang usaha industri tempat siswa melaksanakan Prakerin. Bagi sekolah, pelaksanaan Prakerin selain menyelenggarakan kebijakan link and macth, juga sebagai tolok ukur untuk pelaksanaan Prakerin tahun-tahun yang akan datang. Bagi industri selain membantu SMK mencetak lulusan yang berkualitas, juga memberikan kemudahan untuk mendapatkan tenaga kerja terdidik dengan skill yang bagus.

5.1 Saran Untuk pihak SMK peneliti menyarankan untuk melakukan pembenahan metode mengajar guru. Untuk metode ceramah, tanya jawab, tugas kelompok tidak akan efektif bila tidak ada penugasan dimana siswa harus mengembangkan pengetahuan yang dimiliki siswa. Selain menyangkut metode belajar juga disarankan agar frekuensi monitoring terhadap pelaksanaan Prakerin di industri/ perusahaan ditingkatkan. Di samping itu ada perlu pembimbing siswa dari SMK

83

dalam pelaksanaan Prakerin, hal ini bertujuan agar siswa lebih merasa diperhatikan oleh pihak sekolah, sehingga mereka dapat dengan mudah beradaptasi dan termotivasi untuk menguasai keterampilan sesuai dengan kebutuhan lapangan. Disarankan juga kedua belah pihak yang bekerjasama dalam pelaksanaan Prakerin (SMK N 2 Jepara dan DUDI) perlunya pembenahan kurikulum dan perangkatnya sebelum program Prakerin dan tetap menjaga keharmonisan dalam rangka melaksanakan kebijakan link and macth yang menjadi kebijakan pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Nasional. Selain itu, disarankan agar SMK N 2 Jepara tetap menerapkan ektrakulikuler wajib ngenger pada siswa setiap angkatan. Hal ini dikarenakan ngenger mempunyai peranan yang besar untuk mendukung terlaksananya Prakerin dan pembentukan karakter serta kreatifitas siswa.

84

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. “ Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik “. Jakarta : Rineka Cipta. Bungin, Burhan. 2005. “ Analilisis Data Penelitian Kualitatif “. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Dikmenjur. 2004. “ Kurikulum SMK Edisi 2004 “. Jakarta : Dikmenjur, Depdiknas. Depdiknas. 2007. “ Uji Kompetensi dan Sertifikasi Siswa SMK Pada Ujian Nasional 2007 “. http://www.dikti.org. (diunduh 14 Mei 2007) Depdikbud. 1993. Link and Match. http://www.pp2004.htm.(diunduh 11 Juni 2007) Depdikbud. 1994. “ Konsep Sistem Ganda pada Pendidikan Menengah Kejuruan di Indonesia “. http://www.smkn1cm.tripod.com/psg. (diunduh 15 Juni 2007) Depdikbud. 1995. “ Pendidikan Sistem Ganda Strategi Operasional Link and match pada Sekolah Menengah Kejuruan “.http://www.smkn22-jkt-sch-id. (diunduh 16 Juni. 2007) Moleong, Lexy J. 2005. “ Metodologi Penelitian Kualitatif “. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Mulyana, Deddy. 2001. “ Metodologi Penelitian Kualitatif “. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Menteri Pendidikan Nasional. 2003. “ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional “. Bandung : CV. Citra Umbara. Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. 1996. “ Konsep Pendidikan Sistem Ganda Pada Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia “. Jakarta : Depdikbud. Sudjana, D. 2000. “ Strategi Pembelajaran Dalam Pendidikan Luar Sekolah “. Bandung : Falah Production.

“ Panduan Penulisan Karya Ilmiah “. “ Persepsi Siswa Kelas III Terhadap Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Pada SMK Negeri 3 Semarang Tahun Ajaran 2003/2004 “. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Semarang : Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. 1996. Imam Budi. 2006. 2006. dan Pelaksanaan Pendidikan SMK di Semarang ”. Penyusunan kurikulum. Team Pokja Prakerin. Jepara: Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Jepara UPT Program Pengalaman Lapangan. Tim Penyusun. 2006. . Skripsi. 2004. . “Pedoman PPL Universitas Negeri Semarang “. Skripsi. “ Buku Panduan Prakerin SMK N 2 Jepara Tahun Pelajaran 2006/2007 “. Sunaryo. Semarang : Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.85 Santoso. “ Persepsi Dunia Industri Dalam Pelaksanaan Program Link And Macth Pada Indikator Penyusunan Program. Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful