Penerapan Integrated Coastal Zone Management (ICZM) dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir

Tugas Critical Review Perencanaan Kawasan Pesisir II
Alhuda Rohmatulloh NRP 3608100061

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2010

M.S. Apalagi jika dikaitkan dengan munculnya kemungkinan dampak pemanasan global global warming). maka ( tantangan pengelolaan wilayah pesisir dan lautan si masa de pan tidak mungkin dapat diatasi hanya dengan pendekatan sektoral dan hanya memenringkan keuntungan jangka pendek. terutama berupa konflik pemanfaatan ruang dan sumber daya alam serta pencemaran. H. Ringkasan Materi Sehubungan dengan keanekaragaman dan produktivitas sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan serta kemudahan yang pada umumnya terdapat di kawas n pesisir. juga akan semakin kompleks dan membengkak. Meningkatnya jumlah penduduk dan intensitas pembangunan ekonomi. kawasan ini a menjadi tempat berlangsungnya berbagai macam kegiatan pembangunan yang paling intensif. Oleh karenanya. maka tekanan lingkungan terhadap wilayah pesisir. Tujuan utama konsep ini selain untuk 2 Tugas Critical Review . tantangan mendasar bagi perencana dan pengelolan wilayah pesisir dan lautan adalah bagaimana memfasilitasi pembangunan ekonomi dan. dkk P r I t r t P st Z i h P sisir t I Z A. meminimalkan dampak negatif dari segenap kegiatan pembangunan dan bencana alam sesuai daya dukung lingkungan pesisir. pada saat yang sama.P r I t r t st Z t I Z i P h P sisir 2010 TUGAS CRITICAL REVIEW PERENCANAAN KAWASAN PESISIR 2 Sumber: Judul buku : Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir Dan Lautan Secara Terpadu Bab/judul bab : 6/Elemen Dan Proses Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Lautan Secara Terpadu Oleh : Dr. Tantangan dan segenap permasalahan tersebut tentunya hanya dapat dijawab dengan menerapkan Integrated Coastal Zone Management (ICZM). sehingga pembangungan ekonomi dapat berlangsung secara berkesinambungan. Rokhmin Dahuri. selain kawasan pesisir memiliki potensi pembangunan yang sangat tinggi. kawasan ini juga sangat rentan terhadap berbagai rupa dampak negatif yang ditimbulkan kegiatan-kegiatan pembangunan (manusia) baik yang berlangsung di wilayah pesisir maupun yang berada di lahan atas dan laut lepas. Dengan demikian. Ir.

melalui pencemaran. Penduduk miskin ini karena terpaksa harus memenuhi kebutuhan subsistennya. Kelebihan tersebut adalah: 1. degradasi fisik habitat penting pesisir. Memberikan kesempatan kepada stakeholder untuk membangun sumber daya pesisir dan lautan secara berkesinambungan. eksploitasi yang berlebihan atas sumber daya alam. pantai utara jawa. 1. dan konflik penggunaan ruang dan sumber daya. 1994). atau biasa disebut stakeholder) agar dapat menikmati keuntungan yang diperoleh secara berkesinambungan. 1989) serta Kalimantan Timur (dahuri. mengeksploitasi sumber daya alam yang secara ekologis adalah marjinal. 3 Tugas Critical Review . b. seperti di pesisir Selat Malaka. ICZM sesungguhnya berada di persimpangan jalan. ancaman terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan di wilayah ini tidak hanya disebabkan oleh intensitas pembangunan yang padat modal serta teknologi. Di wilayah ini kapasitas keberlanjutan dari banyak ekosistem pesisir telah terancam oleh pola pembangunan yang tidak berkelanjutan (unsustainable development pattern). Urgensi dan manfaat ICZM a. Dengan demikian.P r I t r t st Z t I Z i P h P sisir 2010 mengatasi permasalahan pembangunan pesisir dan lautan yang berlangsung saat ini dan masa mendatang. bali. 1991). Di satu sisi kita menghadapi wilayah pesisir yang padat penduduk dengan derap pembangunan yang sangat intensif. belum berhasil menyejahterakan sebagian penduduk setempat. pola pembangunan yang begitu merusak kualitas lingkungan. B ahkan ada kecenderungan bahwa industrialisasi yang terjadi di wilayah pesisir selama ini seringkali justru memiskinkan penduduk setempat. Kelebihan ICZM Secara ekonomi ICZM memiliki beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan pendekatan pengelolaan secara sektoral (IPCC. erosi. Malangnya. juga untuk memberdayakan masyarakat wilayah pesisir (para pengguna wilayah pesisir dan lautan. seperti penambangan batu karang dan penebangan kayu liar di Taman Nasional Kutai di Bontang. Kebutuhan akan ICZM Dilihat dari sudut pandang pembangunan berkelanjutan dan status Indonesia sebagai Negara berkembang. tetapi juga digerogoti oleh kemiskinan merupakan hasil dari pola pembangunan yang tengah berlangsung. seperti yang terjadi di Riau dan Aceh (Mubyarto. pesisir antara Balikpapan dan Bontang di Kalimantan Timur. dan Sulawesi Selatan.

Sinergi di sini berarti saling menunjang. Kesemua unsur tersebut diterapkan dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan. serta mengkoordinasikan kegiatan tersebut dengan kegiatan sektor lain yang sudah mapan secara sinergi. Dalam perencanaan. Memungkinkan untuk memasukkan aspirasi masyarakat terhadap SDA dan jasa-jasa lingkungan wilayah pesisir baik sekarang maupun yang akan datang ke dalam perencanaan pembangunannya. Biaya pembangunan dengan pendekatan terpadu lebih murah ketimbang pendekatan sektoral. Penerapan konsep ICZM dalam perencanaan pembangunan daerah Untuk mengatasi konflik perencanaan di wilayah pesisir. Konsep ICZM pada dasarnya merupakan konsep pengelolaan pesisir dengan pendekatan multidimensi. Seluruh stakeholder harus ikut menjustifikasi rencana kegiatan dan manfaat . yakni secara ekologis. 2. secara ekonomi juga dapat 4 Tugas Critical Review . dan masyarakat yang terkait di pesisir. 2. Menyediakan kerangka yang dapat merespons segenap fluktuasi maupun ketidakmenentuan yang merupakan ciri khas pesisir. swasta. serta dampak yang akan ditimbulkannya. Isu-isu yang dibahas Dalam text book yang dijadikan sumber bacaan terdapat poin-poin isu yang dibahas. sedang instansi teknis menyusun perencanaan mikro. Strateginya yakni dengan menjadikan Bappeda sebagai instansi koordinasi ( oordinating agency) yang bertanggung c jawab atas pengelolaan kawasan pesisir dan lautan. 5. bappeda mengkoordinasikan perencanaan makro. sosial politik dan hukum-kelembagaan. 3. Membantu pemda maupun pemerintah pusat dengan proses yang dapat menumbuhkembangkan pembangunan ekonomi serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Usulan kegiatan yang tidak sinergi dan menimbulkan kerugian masyarakat tanpa kompensasi yang layak dapat ditolak pemda. dari perencanaan sektoral yang bertumpu kepada ego sektoral ke perencanaan terpadu yang melibatkan Pemda. Urgensi penerapan ICZM dalam pambangunan wilayah pesisir di Indonesia selain untuk mengurangi dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan. 4. maka sudah saatnya filosofi perencanaan diubah.P r I t r t st Z t I Z i P h P sisir 2010 2. yaitu: 1. sosial ekonomi. B.

Implementasi ICZM secara konkret yaitu dengan membuat suatu overlay peta yang memuat karakter biofisik (ekologis) wilayah pesisir terhadap peta yang memuat kriteria biofisik dari setiap kegiatan pembangunan yang direncanakan. 3. ICZM. Namun. C. Peta tersebut dangat berguna bagi investor maupun pemerintah sebagai pedoma n dalam memilih lokasi yang tepat dan efisien bagi proyek pembangunannya. Hal itu seringkali disebabkan karena proses eksploitasi yang berlebihan tanpa mengindahkan unsur keberlanjutan pada setiap pembangunan yang dilaksanakan Keadaan . Jasa-jasa lingkungan berupa hutan mangrove. Sumber daya alam dan jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir Indonesia sesungguhnya sangatlah melimpah. padang lamun dan masih banyak lagi ekosistem pesisir . Bila sumber daya dan jasa lingkungan tersebut digunakan secara optimal maka Dalam text book tersebut telah disebutkan berbagai macam keuntungan yang bisa diperoleh dari penerapan konsep ICZM ini. untuk mengaplikasikannya sesungguhnya adalah sesuatu yang cukup sulit. terumbu karang. Karena program pembangunan yang ada sekarang mayoritas bersifat sektoral dan tidak terdapat pendekatan secara ekologis. Namun pembangunan yang dilaksanakan di wilayah pesisir di era modern ini seringkali mengakibatkan rusaknya ekosistem ekosistem tersebut. merupakan suatu konsep yang sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia yang memiliki potensi pesisir yang sangat melimpah.000 km. menurut hemat saya. yakni untuk menyinkronkan seluruh aspek pembangunan agar nantinya program -program pembangunan yang dibuat bisa berjalan beriringan tanpa mengakibatkan degradasi lingkungan.508 pulau dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan 81. lainnya sebagai dimanfaatkan secara berkesinambungan. tersebut diperburuk lagi oleh pembangunan yang dilakukan selama ini lebih sering menggunakan pendekatan sektoral. 5 Tugas Critical Review . Oleh karenanya diperlukan pengelolaan khusus yang mengakomodasi segala aspek kepentingan (secara multidimensi) dan terpadu agar potensi tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal tanpa merusak kelestarian alam. dan peta-peta penggunaan lahan pesisir saat ini. membuat negara ini memiliki potensi sumber daya dan jasa lingkungan pesisir yang sangat melimpah.P r I t r t st Z t I Z i P h P sisir pesisir 2010 dengan cara digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan jasa lingkungan yang ada. Argumentasi Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17. dan juga dapat menghindarkan terjadinya kerusakan ekologis wilayah pesisir dari efek pembangunan. Tujuannya jelas.

Pemda juga harus bersikap terbuka dalam menjalankan konsep ini. Dengan begitu jika di tengah jalan terjadi sesuatu yang tidak pada tempatnya masyarakat bisa ikut andil untuk mengoreksinya. namun pemda begitu saja mengijinkan proyek tersebut dijalankan.P r I t r t st Z t I Z i P h P sisir 2010 Tidak ada kata terlambat. misalkan dalam setiap pola pemanfaatan ruang(zoning regulation) yang dibuat pihak pemda selalu dipublikasikan ke masyarakat. Walaupun kerusakan ekosistem telah banyak terjadi akibat pembangunan. Jadi seluruh stakeholder punya peran yang penting sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Akan menjadi suatu mekanisme pengelolaan yang ampuh bila aparatur yang ada memiliki kapabilitas dan kompetensi yang memadai. Hanya ruang lingkupnya saja yang berbeda. Tugas Critical Review . pihak swasta memiliki rencana proyek pembangunan industri di wilayah pesisir yang notabene tidak sesuai dengan arahan pola pemanfaatan ruang dari pemda. maka bukan tidak mungkin zoning regulation dapat diterapkan di wilayah pesisir seluruh penjuru nusantara. Penerapan yang konkret dari ICZM adalah diberlakukannya zoning regulation di wilayah pesisir. Seperti yang telah ditulis sebelumnya. pemda berhak untuk menolaknya. Sebagai contoh. jika aparat pemerintah dan kelembagaan sudah kuat maka konsep ICZM ini akan menjadi suatu mekanisme pengelolaan yang akan sangat efektif diterapkan di wilayah pesisir. Apabila terdapat rencana kegiatan yang sekiranya tidak sesuai dengan arahan kebijakan zoning regulation. Itulah kalimat yang bisa dijadikan motivasi untuk terus melakukan perbaikan pembangunan di wilayah pesisir. namun kondisi seperti itu masih bisa diminimalisasi. Selama ini zoning regulation merupakan sebuah konsep pengaturan pemanfaatan lahan yang terkesan normatif. Terlebih lagi dengan kondisi kelembagaan yang kuat. Di sini masyarakat bisa menghimbau pihak pemda agar menaati zoning regulation yang telah dibuat agar tidak terjadi degradasi lingkungan. Bila zoning regulation diterapkan pada wilayah pesisir maka akan sangat bermanfaat khususnya dalam membatasi pemanfaatan ruang yang disesuaikan dengan kondisi ekologis wilayah terkait. yang mana hampir sama seperti halnya penerapan zoning regulation pada wilayah daratan (terrestrial).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful