SISTEM KEMUDI DENGAN POWER STEERING TIPE RACK AND PINION PADA TOYOTA KIJANG SUPER SERI KF 50

PROYEK AKHIR Diajukan dalam rangka menyelesaikan program studi Diploma Tiga Untuk memperoleh gelar Ahli Madya Disusun Oleh : Nama NIM : KRISTYANTO : 5250302512

Program Studi : Teknik Mesin D-3 Jurusan : Teknik Mesin

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

ii

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Proyek Akhir ini telah dipertahankan dihadapan sidang penguji Proyek Akhir Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Pada hari Tanggal :……………….. :………………..

Pembimbing:

Drs. Boenasir, M.Pd NIP. 130529946 Penguji I Penguji II

Drs. Boenasir, M.Pd NIP. 130529946 Ketua Jurusan Teknik Mesin

Drs. Sunyoto, M.Si. NIP. Ketua Prodi D-3 Teknik Mesin

Drs. Pramono, M.Pd NIP. 131474226 Mengetahui, Dekan

Drs. Wirawan Sumbodo, M.T NIP. 131876223

Prof. Dr. Soesanto NIP. 13075753

ii

iii

ABSTRAK

KRISTYANTO, 2006. Sistem Kemudi dengan Power Steering Tipe Rack And Pinion pada Toyota Kijang Super seri KF 50. Teknik Mesin D-3. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Proyek Akhir ini bertujuan untuk mengkaji kontruksi, cara kerja dan gangguan-gangguan serta cara mengatasi gangguan dan kerusakan yang terjadi pada sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. Kerja power steering adalah dengan cara membantu memperingan beloknya roda depan dengan sistem hidrolis. Sistem power steering kerjanya mengandalkan tekanan fluida, sehingga momen yang didapat besar. Sistem power steering ini mempunyai beberapa komponen utama yang yang terdiri dari tangki reservoir, vane pump, gear book, power piston, steering gear, pipa-pipa fluida dan selang-selang fleksibel. Power steering ada dua macam yang dipakai pada kendaraan-kendaran berat maupun komersil yaitu Power steering Tipe Reculating ball dan Power steering Tipe Rack and pinion. Berdasarkan dari Proyek Akhir yang dibuat dalam pembuatan media pembelajaran sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion, maka penulis mengambil judul “SISTEM KEMUDI DENGAN POWER STEERING TIPE RACK AND PINION PADA TOYOTA KIJANG SUPER SERI KF 50” Kesimpulan yang didapat dari sistem kemudi bahwa sistem kemudi memerlukan adanya sistem power steering yang dapat meringankan dalam mengemudi. Walaupun pada saat sistem power steering mengalami kerusakan, mobil masih dapat dikendalikan secara manual (tanpa power steering). Adapun gangguan yang sering terjadi pada sistem kemudi dengan power steering adalah kemudi berat, gerak bebas kemudi terlalu besar, melayang (wandering), kendaraan naik kesalah satu arah selama pengemudian mormal, roda kemudi shimmy. Cara mengatasi gangguan-gangguan diatas yaitu tetapkan tekanan, ukuran dan balance roda, stel ketegangan belt, periksa busa dan level minyak, ganti atau perbaiki steering lingkage, setel FWA (camber, caster, dan toe angel), perbaiki bearing dan gerakan roda kemudi, ganti ball join dan king pin yang sudah aus, setel rem, tetapkan tinggi kendaraan, ganti shock absorber yang sudah cacat atau rusak, perbaiki atau ganti suspensi spring, ganti suspensi arm yang sudah bengkok atau rusak. Saran untuk perawatan dan pengembangan sistem power steering; minyak power steering dalam reservoir tank harus dikontrol agar tidak terlambat dalam pengisian yang mengakibatkan kemasukan udara dalam sistem, dalam sistem yang menggunakan fluida ganti dengan udara agar lebih menghemat biaya.

iii

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Proyek Akhir dengan judul “ Sistem Kemudi dengan Power Steering tipe Rack And Pinion pada Toyota Kijang Super seri KF 50” Laporan ini berisi tentang uraian mengenai kontruksi, cara kerja, dan troubleshooting sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. Dalam penulisan laporan ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan maupun saran dari pihak lain, oleh sebab itu dengan penuh ketulusan penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Drs. Pramono, M.Pd. Selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin. 2. Bapak Drs. Boenasir, M.Pd. Selaku Dosen Pembimbing. 3. Bapak Widi Widayat, S.Pd. Selaku Dosen Pembimbing Lapangan. 4. Bapak Drs. Wirawan Sumbodo,S.T. Selaku Ketua Program Studi. 5. Bapak Drs. Sunyoto, M.Si Selaku dosen penguji. 6. Semua pihak yang membantu sehinggga selesai penulisan laporan ini. Mengingat kekurangan yang ada pada laporan ini penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Semarang, Februari 2006

Penulis

iv

..................................................................... ii ABSTRAK....... 3 E............. Landasan Teori........................ Latar Belakang Masalah................ 3 D................................................................................................... 2 C.. 8 v vi viii ix v ............................................ Kontruksi Sistem Power Steering tipe Rack And Pinion ........................................................ DAFTAR GAMBAR......................................................................... ..................... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN................. 5 2...................v DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......... 7 2...... ...................... 1 B...... Sistem Kemudi.......................................... Power Silinder..... 5 1................ 4 BAB II...................................... .................... Permasalahan ................ .............. ................................................. 6 1............... Sistimatika Penulisan.................... .................................................... ....... DAFTAR TABEL.................. .................................................... iv KATA PENGANTAR..................................... .............................................................................................................................................. Sistem Power Steering ..................... Tujuan Proyek Akhir..................... BAB I PENDAHULUAN A........................................ ................................................................. ........................................................................... 6 B... SISTEM KEMUDI DENGAN POWER STEERING TIPE RACK AND PINION PADA TOYOTA KIJANG SUPER SERI KF 50 A......................... Manfaat Proyak Akhir.................................................... Gear Housing. i LEMBAR PENGESAHAN .......... DAFTAR ISI......................

.................... Cara Kerja Koponen Bagian Dalam Sistem Kemudi ......... ......... Vane pump................................... Pada Saat Membelok........ Posisi Netral......... ........................................................... 27 4........... ........................................... 24 E............. Kemudi berat....................................... 25 1.............................. ................................................... 33 DAFTAR PUSTAKA ....... 17 1....... 18 2........ TroubleShooting Pada Sistim Kemudi........ 32 B...................... 14 C.......... .................... . 19 D....... Vane Pump................ 19 2...................................vi 3....................... .. Relif Valve......................... 30 BAB III...... Flow Control Valve dengan Control Spool................................ ......................................................................................................... ......................... Gerak bebas kemudi terlalu besar .. Katup Rotary........................................... PENUTUP A........................................ 29 5................ Roda kemudi shimmy.......... 21 3............................................................................................ 19 1....... Simpulan ............ Kendaraan naik kesatu sisi ........................ 9 4.... Prinsip Kerja Power Steering.............. 25 2......................................................... 26 3......................... Melayang (Wandering).............. 34 LAMPIRAN vi .......................... Saran...................................

.............................................................. Relief Valve......... 19 Gambar 14........ ......................... ....................................................................... Cara kerja flow control valve saat kecepatan tinggi..... 14 Gambar 10.......................................... Komponen sistem kemudi dengan power steering........ . 22 Gambar 17.... Peralatan idle up.............. 24 Gambar 19................... Rotary valve posisi netral ......................... Cara kerja flow control valve saat kecepatan rendah.......................... 12 Gambar 8............................... Mekanisme kerja vane pump................................................ Sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion ........ 13 Gambar 9....... 17 Gambar 12. 11 Gambar 7................. Vane pump........................................................................................... 6 7 8 Gambar 5.................... Gambar 4.......................... Pengaturan sirkuit minyak.............vii DAFTAR GAMBAR Gambar 1.......... .... .......... 16 Gambar 11... 20 Gambar 15............ Posisi netral ................................. 24 vii ...... 5 Gambar 2....................... 10 Gambar 6.................................. Sistem kemudi manual tipe rack and pinion ............................ Posisi belok..... ......... . Rotary valve posisi belok kiri......... ...... 23 Gambar 18.......... Kontruksi rotary valve ................ Rotary valve posisi belok kanan....... 21 Gambar 16.................................... Komponen gear housing dan power silinder ........ Gambar 3................ 18 Gambar 13............ Cara kerja flow control valve saat kecepatan sedang...................................................................... Flow control valve dengan control spool...............................

.........viii DAFTAR TABEL Tabel 1...... Trouble shooting Gerak bebas kemudi terlalu besar ...................... 27 Tabel 4......................... Trouble shooting Kemudi berat.................................................................................. 29 Tabel 5... ..... 25 Tabel 2......... ...... 30 viii ... .............. Trouble shooting Kendaraan naik kesatu sisi...... Trouble shooting Melayang (Wandering)... 26 Tabel 3.. Trouble shooting roda kemudi shimmy.... ...............

Usaha memutar kemudi dapat dikurangi dengan memperbesar perbandingan gigi (gear ratio) pada sistem kemudi. maka akan mempengaruhi kerja sistem yang lain. Oleh karena itu. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong manusia untuk selalu mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Power steering biasanya 1 . sehingga jika salah satu dari sistem mengalami kerusakan atau diganti dengan komponen yang tidak sesuai. Dalam dunia otomotif khususnya dalam mobil dikenal berbagai macam sistem yang bekerja. terutama pada belokan tajam.BAB I PENDAHULUAN A. agar usaha dalam pengemudian kecil. tetapi ini akan mengakibatkan usaha untuk memutar roda kemudi semakin besar pada saat kendaraan berbelok. diperlukan suatu sistem bantuan kemudi yang disebut power steering (steering assist device). Sistem-sistem itu bekerja saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Sekarang ini banyak mobilmobil modern mempunyai ban lebar dengan tekanan yang rendah. sehingga mengakibatkan bidang singgung ban dengan permukaan jalan bertambah besar oleh karena itu mengakibatkan tenaga yang dibutuhkan untuk mengemudikan kendaran menjadi bertambah besar. Sistem power steering pada kemudi mobil berfungsi untuk menyempurnakan kenyamanan pada pengemudi.

tetapi sekarang juga digunakan pada mobilmobil penumpang yang berukuran kecil. sehingga dalam pengemudian menjadi ringan. Permasalahan Permasalahan yang diangkat dalam penulisan proyek akhir dengan judul “Sistem Kemudi dengan Power Steering tipe Rack and Pinion pada Toyota Kijang Super seri KF 50” adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion dan gangguan-gangguan yang sering terjadi pada sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion khususnya pada toyota kijang super seri KF 50. Untuk mobil-mobil modern sekarang ini apabila sistem kemudinya tidak memakai power steering. Berdasarkan latar belakang masalah di atas. maka diambil judul “Sistem Kemudi dengan Power Steering tipe Rack and Pinion pada Toyota Kijang Super seri KF 50 ”. Sistem power steering ini menggunakan fluida untuk memperoleh momen yang besar dalam menekan. B. akan mengakibatkan usaha pengemudi dalam mengemudikan menjadi besar. Power steering ini diciptakan untuk memperingan dan memberi kenyamanan pengemudi dalam mengemudi. saat belokan tajam atau membanting stir secara mendadak.2 digunakan pada kendaraan besar. Hal ini akan berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan pengemudi dan penumpang lainnya. yang meliputi: .

Untuk mengkaji cara kerja dari sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. Dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. 2. Untuk mengkaji kontruksi dari sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion.3 1. 2. 3. . Bagaimana kontruksi dari sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. C. Bagaimana gangguan yang sering terjadi pada komponenkomponen sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion dan cara memperbaiki kerusakan-kerusakan berdasarkan analisis dari kerusakan yang terjadi. 3. Bagaimana cara kerja sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. Untuk mengkaji gangguan-gangguan dan cara mengatasi gangguan dan kerusakan yang terjadi pada sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. D. Manfaat Proyek Akhir Manfaat yang dapat diambil dari sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion pada toyota kijang super seri KF 50 ini adalah: 1. Tujuan Proyek Akhir Tujuan dari pembahasan sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion pada toyota kijang super seri KF 50 adalah : 1.

halaman pengesahan. Bagian isi penulisan proyek akhir ini terdiri dari : Bab I Pendahuluan. Bagian akhir penulisan proyek akhir ini adalah daftar pustaka. 3. dan gangguan yang sering terjadi pada komponenkomponen sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. Dapat memperbaiki jika terjadi kerusakan pada sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. manfaat proyek akhir. Bab III Penutup. abstrak. halaman motto dan persembahan. daftar isi. tujuan proyek akhir. maka secara garis besar sistematika penulisan proyek akhir ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu : bagian awal. Sistematika Penulisan Untuk memberikan gambaran yang menyeluruh dalam memahami penulisan proyek akhir ini. terdiri dari : simpulan dan saran atas masalah yang dikaji. E. Bagian awal proyek akhir ini terdiri dari : halaman judul. dan sistematika penulisan. bagian akhir. meliputi : latar belakang masalah.4 2. serta cara memperbaiki kerusakan-kerusakan berdasarkan analisa dari kerusakan yang terjadi. Dapat meningkatkan pemahaman tentang gangguan dan cara mengatasinya. kata pengantar. bagian isi. daftar tabel dan daftar gambar. Bab II pembahasan yang berisi tentang kontruksi dan cara kerja sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. . permasalahan.

steering coloum akan meneruskan tenaga putarannya ke steering gear. Steering gear memperbesar tenaga putar ini sehingga dihasilkan momen yang lebih besar untuk menggerakan roda depan melalui steering linkage. 1 . Landasan Teori 1.BAB II SISTEM KEMUDI DENGAN POWER STEERING TIPE RACK AND PINION PADA TOYOTA KIJANG SUPER SERI KF 50 A. Tipe sistem kemudi yang banyak digunakan sekarang adalah recirculating ball dan rack and pinion. khususnya untuk mobil penumpang. Sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. Bila roda kemudi diputar. Sistem Kemudi Sistem kemudi mempunyai fungsi untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan. Stering Wheel Vane pump Gear housing Power silinder Gambar 1.

Dalam keadaan normal berat putaran roda kemudi adalah 2-4 kg ( Step 1. Kontruksi Sistem Power Steering Tipe Rack and Pinion. Toyota Astra Motor. power silinder.2 2. Sistem Power Steering Sistem power steering memiliki sebuah boster hidrolis dibagian tengah dengan tujuan agar mekanisme kemudi menjadi lebih ringan. Sistem kemudi manual tipe rack and pinion (Sumber. Gambar 2. Steering column (batang kemudi) dan steering linkage. Untuk tipe rack and pinion ini mempunyai komponen-komponen yang penting yaitu gear housing. 1995: 5-34 ). Sistem power steering konstruksinya tidak jauh beda dengan sistem kemudi manual dengan komponen steering wheel (roda kemudi). control valve dan vane pump. B. Sistem ini dirancang untuk mengurangi usaha pengemudian dalam keadaan kendaraan melaju dalam kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi. hanya ditambah mekanis hidrolis yang bertujuan membantu mendorong piston pada power silinder. 1995 : 5-27) .

1994 : ) Komponen-komponen power steering sebagai berikut : 1. Gear housing pada power steering menggunakan roda gigi tipe rack and pinion. Roda gigi rack and pinion mempunyai keuntungan sebagai berikut : 1) Konstruksinya sederhana. Dimana steering pinion bagian ujung pada poros utama kemudi bersinggungan dengan steering rack. Toyota Astra Motor. (Sumber. rack end sebagai steering linkage. Gear Housing. . sehingga pada saat steering wheel diputar dan diikuti shaft pinion akan menggerakkan steering rack kekiri atau kekanan. ringan karena gear box kecil. Komponen sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion. Gerakan steering rack diteruskan rack end dan tie rod end keroda depan kiri dan kanan.3 Gambar 3.

Minyak yang . Kebocoraan minyak dicegah oil seal pada kedua ruangan silinder dan bagian ujung power cylinder juga dicegah oil seal untuk mencegah kebocoran fluida. rack bergerak karena tekanan minyak yang dihasilkan oleh tekanan vane pump yang bekerja pada power piston. 1994 : 63) 2. Control valve shaft Cylinder left chamber Cylinder right chamber Gambar 5. Toyota Astra Motor. (Sumber. Power Silinder. Komponen gear housing dan power silinder. Power silinder adalah tempat piston bekerja dan ditempatkan pada rack.4 2) Gigi reduksinya lebih besar maka momen untuk menggerakkan roda lebih ringan. 4) Rakitan steering tertutup sehingga tidak memerlukan perawatan. 3) Persinggungan giginya langsung sehingga respon pengemudian sangat tajam.

Bekerjanya control valve tergantung besarnya puntiran yang diterima torsion bar. Jika steering wheel diputar kesalah satu arah. Pada saat steering wheel dalam posisi lurus control valve pada posisi netral sehingga minyak dari vane pump tidak bekerja dikedua ruangan tetapi dialirkan ke reservoir tank. Steering wheel dihubungkan dengan steering main shaft untuk menggerakkan control valve. Control valve shaft yang menerima momen dari steering wheel dengan pinion gear dihubungkan oleh pasak dan berputar bersama-sama. 3.5 digunakan dextron dengan SAE 10. Katup Rotary. Arah aliran minyak dari pompa ditentukan oleh control valve (rotary valve) yang ada dalam rumah gigi (gear housing). maka control valve merubah saluran fluida sehingga vane pump bekerja kesalah satu ruangan dan minyak pada salah satu ruangan akan kembali ke reservoir tank. Pada saat tidak ada tekanan minyak. yaitu spool valve dan rotary valve. seperti pada sistem kemudi manual (Toyota. 1994 : 63). Tipe rack and pinion yang mengatur perubahan saluran ada dua macam alat. torsion bar berputar sampai titik tertentu sehingga control shaft stopper langsung memutar pinion dan menggerakan rack. Control valve shaft dengan pinion gear . torsion bar akan terpuntir sepenuhnya. Bila tidak ada tekanan minyak dari vane pump. Pada masing-masing jenis terdapat torsion bar yang terletak diantara control valve dan pinion.

Pada saat membelok ke kanan.6 berhubungan dengan stopper. (Sumber. Toyota Astra Motor. tekanan ditutup orifice X dan Y pada saat membelok ke kiri pembatasan dilakukan oleh orifice X’ dan Y’. maka control shaft valve berputar memutarkan pinion gear melalui torsion bar. Return port From vane pump Inlet port B Fixed pin A Gambar 5. Akibatnya. Kontroksi rotary valve. Pada saat steering wheel diputar. sehingga momen dari control valve diteruskan langsung ke pinion gear (Toyota 1994 : 64). control valve shaft berputar hanya sebatas puntiran dan bergerak ke kiri atau ke kanan mengikuti rotary valve. orifice X dan Y (X’ . 1994 : 64) Cara Kerja Pengaturan Minyak : Pembatasan dalam sirkuit hidrolis dilakukan oleh gerakan putar dari control valve shaft dalam kaitanya dengan rotary valve. Pada saat ini control valve terpuntir berlawanan dengan pinion gear sesuai dengan gaya permukaan jalan.

Toyota Astra motor. maka dalam posisi netral. (Sumber. Posisi ini terjadi saat berjalan lurus tanpa memutar roda kemudi. Posisi Netral.7 dan Y’) terbentuk dan perbedaan tekanan hidrolis terjadi pada ruang silinder kiri atau kanan. tetapi . Dengan cara ini putaran control valve melakukan perubahan saluran untuk merubah pengaturan tekanan minyak. Ruangan sebelah kiri dan kanan dalam silinder mulai bertekanan. 1994 : 65) a). Minyak yang dialirkan dari pompa kembali ke tangki reservoir melalui lubang D pada ruang D. Selama control valve shaft dan katup rotary (rotary valve) tidak berputar. Pengaturan sirkuit minyak. Minyak dalam vane pump dari lingkaran luar rotary valve akan kembali ke tangki reservoir melalui celah antara torsian bar dan control valve shaft (Toyota 1994 :65) Gambar 6.

Minyak dari pompa ditahan oleh orifice X dan Y dari edge untuk menghentikan aliran kelubang C dan D. Pada saat bersamaan minyak dari ruang silinder kiri . 1994 : 72) b). Rotary valve posisi netral. Posisi Belok Kanan. menyebabkan rack pinion bergerak ke kekiri dengan bantuan power steering.8 keduanya tidak ada perbedaan maka tidak terjadi bantuan power steering(Toyota 1994 :72) Gambar 7. Toyota Astra Motor. Pada saat membelok kekanan. Akibatnya minyak mengalir kelubang B ke sleeve B dan kemudian ke silinder kanan. Torsian bar terpuntir dan control valve berputar kekanan. (Sumber.

To pump reservoir From vane pump Gambar 10. 1994: 73) c). Minyak yang dialirkan dari pompa ditahan oleh orifice X’ dan Y’ dan menutup aliran ke lubang B dan D. Rotary valve Posisi belok kanan (Sumber. Pada waktu yang sama. Toyota Astra Motor. Rotary valve Posisi belok kanan (Sumber.lubang C. minyak pada silinder kanan . Toyota Astra Motor. 1994 : 73) Gambar 8.9 kembali ke reservoir tank melalui sleeve C. Posisi Belok Kiri. Akibatnya minyak mengalir dari lubang C ke Sleeve C dan kemudian ke ruang silinder kiri memberikan bantuan power steering. kendaraan membelok ke kiri torsian bar terpuntir dan control shaft berputar ke kiri.lubang Druang D. Sama halnya dengan membelok ke kanan.

Toyota Astra Motor.lubang D. 1994 : 74) 4. dilengkapi dengan idle up untuk mencegah kondisi mesin tidak mati pada saat steering wheel di putar maksimal. Vane pump adalah bagian utama dari system power steering berfungsi menghasilkan tekanan tinggi dan debit yang besar. Vane pump termasuk jenis pompa rotary. karena didalam rotornya berbentuk blide yang .lubang B. Vane Pump. Gambar 9.ruang D. Vane pump juga berfungsi untuk mengatur jumlah aliran fluida yang diperlukan sesuai dengan putaran mesin. Pompa rotary ini digunakan vane yang berbentuk sliding blide. Rotary valve Posisi belok kiri (Sumber.10 mengalir kembali ke reservoir tank melalui sleeve C.

11 bekerja karena gaya sentrifugal (putar) dan tipe ini banyak digunakan pada power steering. Pump Body. Tutup tangki dilengkapi dengan stick ukur yang berfungsi mengetahui jumlah fluida pada tangki. Sekarang . dan mengalirkan tekanan fluida ke gear housing. Adapun komponen yang ada dalam vane pump adalah : a. Penempatan reservoir dapat disatukan dengan pump body dan dapat terpisah. Pump body adalah rumah dari rotor blade dan pompa digerakan oleh puli poros engkol mesin dengan drive blet. Flow Control Valve. Reservoir tank berfungsi untuk tampungan fluida power steering. dengan penambahan pipa penyambungan. b. Volume fluida dari pompa adalah sebanding dengan putaran mesin. Reservoir Tank. Katup pengaturan aliran (Flow Control Valve) mengatur volume aliran minyak dari pompa ke gear housing dan menjaga agar volumenya tetap pada rpm pompa yang berubah-ubah. akan mengurangi kerja dari pompa atau kerja pompa menjadi tidak normal. banyaknya minyak yang dialirkan ke gear housing akan diatur oleh flow control valve sehingga bila kelebihan fluida akan dialirkan ke sisi hisap (suction side) c. apabila ketinggian minyak kurang dari tanda yang ditentukan maka ada udara yang masuk pada sistem tersebut.

1994 : 56) . Tekanan maksimum tercapai pada saat roda kemudi diputar sepenuhnya kekiri atau kekanan.12 banyak pompa power steering yang menggunakan control spool bersama dengan flow control valve untuk menurunkan volume aliran minyak pada saat pompa mencapai kecepatan tertentu. Vane pump Gambar 10. Vane pump. (Sumber. Toyota Astra Motor. kemudian control valve menutup rapat saluran balik (retren port). Pompa power steering juga mempunyai relief valve yang dipasang didalam flow control valve untuk mengatur tekanan minyak maksimum. Dengan tujuan memperoleh gaya kemudi yang sesuai meskipun mobil dikemudikan dengan kecepatan tinggi. Jenis tersebut sering disebut rpm sensing type power steering.

Toyota Astra Motor. Fluida yang bertekanan. Peralatan Idle-Up. adapun sumber tenaganya dari pompa yang menggunakan putaran mesin. Prinsip kerja Power Steering dari sistem kemudi yang menggunakan peralatan hidrolis adalah bekerja untuk meringankan pengemudian. menekan torak dalam power silinder yang membantu tenaga gerak pada pinion dan batang rack. Peralatan Idle up. Pompa pada power steering yang digerakkan mesin bertujuan membangkitkan tekanan fluida. kendaraan dilengkapi peralatan idle-up yang bekerja menaikan rpm mesin pada saat pompa memperoleh beban maksimum. Idle up Gambar 11. .13 d. 1994 : 58) C. Pompa memproduksi tekanan maksimum. Untuk mengatasi masalah ini. bila roda kemudi diputar sepenuhnya kekiri atau kekanan sehingga pompa memperoleh beban maksimum yang mengakibatkan penurunan rpm idle mesin. (Sumber. Prinsip Kerja Power Steering.

maka tekanan harus ditingkatkan. Minyak dari pompa dialirkan ke katup pengontrol (control valave). torak tidak akan bergerak kemanapun (Toyota 1994 : 54). Tekanan fluida ini diatur oleh katup pengontrol (control valve) yang dihubungkan dengan steering main shaft. Toyota Astra Motor. semua minyak akan mengalir melalui katup pengontrol keseluruh relief port dan kembali ke pompa. Bila katup pengontrol berada pada posisi netral. Posisi Netral (Lurus). (Sumber. 1994 : 54) . Gambar 12. Posisi netral. Oleh karena itu diperlukan tenaga pengemudian yang besar.14 Besarnya tenaga bantu yang dihasilkan. yaitu : 1). tergantung pada tekanan hidrolis yang bekerja pada torak. Pada saat ini tidak terbentuk tekanan dan tekanan pada kedua sisi torak sama. Katup pengontrol (control valve) menurut cara kerjanya dibedakan menjadi dua.

Gambar 13. dalam alur dipasang vane plate. Pada rotor terdapat alur. 1.15 2). Pada saat poros utama kemudi (steering main shaf. Cara kerja komponen bagian dalam sistem kemudi tipe rack and pinion . Rotor berputar dalam cam ring yang diikatkan pada rumah roda gigi pompa (pump housing). Pada Saat Membelok. Saluran yang lain akan terbuka dan terjadi perubahan volume aliran minyak dan akhirnya terbentuk tekanan. Keliling bagian luar rotor berbentuk lingkaran tetapi permukaan . (Sumber. Posisi belok. Toyota Astra Motor 1994 : 54) D. maka katup pengontrol juga akan bergerak menutup kesalah satu saluran minyak. Vane Pump. Pada kedua sisi torak akan bergerak ke sisi yang bertekanan lebih rendah sehingga minyak yang berada dalam ruangan tersebut dialirkan ke pompa melalui katup pengontrol(Toyota 1994 : 54).t) diputar kesalah satu arah.

Untuk satu kali putaran terjadi dua kali pengisapan dan pengeluaran fluida (Toyota 1994 : 59). bila mencapai nol maka fluida terhisap keruangan melalui ruangan keluar melalui saluran luar. Vane plate menyekat celah tersebut dan membentuk ruang minyak.16 bagian dalam cam ring berbentuk oval dan membentuk celah antara rotor dengan cam ring. Toyota Astra motor. Saat hisap ruangan fluida akan membesar sehingga fluida dari reservoir akan tertekan keruangan fluida melalui saluran hisap. Vane plate terdorong merapat kepermukaan bagian dalam cam ring karena gaya sentrifugal dan tekanan fluida pada bagian belakang vane plate akan membentuk seal sehingga terjadi tekanan minyak. Gambar 14. Pada saat rotor berputar. Pada saat ruangan fluida menyempit pada sisi luar. kapasitas minyak akan membesar dan mengecil untuk melakukan pemompaan. mekanisme kerja vane pump. 1994 :59) . (Sumber.

Singkatnya. 1994 : 60) . fungsi flow control valve adalah untuk mempertahankan aliran minyak dari pompa agar konstan meskipun rpm mesin berubah-ubah. saat kendaraan berjalan dengan kecepatan tinggi dan tekanan ban berkurang sehingga dibutuhkan usaha pengemudian yang lebih kecil. (Sumber. Volume pengeluaran minyak dari vane pump akan bertambah sebanding dengan kenaikan putaran mesin. Volume pengeluaran dari pompa akan bertambah bila kecepatan pompa bertambah tetapi aliran minyak ke gear housing dikurangi. Flow control valve dengan control spool. Flow Control Valve Dan Control Spool.17 2. Oleh karena itu. Ini berlaku pada rpm tinggi pada power steering yang mempunyai flow control valve dengan control spool. Bila rpm naik. To Pump suction side Flow control valve From pump discharge Spring “B” To gear housing Control spool Spring “A” Relief valve Gambar 15. maka volume aliranya semakin besar dan akibatnya diperlukan usaha kemudi yang lebih kecil. Toyota Astra Motor. volume aliran minyak dari pompa ke gear housing dikurangi selama pengendaraan pada kecepatan tinggi dan tidak ada bantuan pada power steering. Besarnya steering assist yang diberikan power piston ke gear housing ditentukan oleh volume minyak dari pompa.

61/menit (Toyota 1996 : 61). Ini membuka saluran pada sisi hisap pompa (pump suction side). maka tekanan P1 mengalahkan tegangan pegas (B) dan mendorong control spool kekanan sehingga volume minyak yang melalui orifice 2 akan berkurang dan . 1996 : 61) b. Bila perbedaan tekanan P1 dan P2 mampu mengalahkan tegangan pegas (A) pada flow control valve. Toyota Astra Motor. Selama Kecepatan Sedang Tekanan pengeluaran P1 dialirkan ke sebelah control spool. To pump suction side Flow control valve From pump discharge side To gear housing Tension spring “A” Control spool Gambar 16. maka flow control valve akan bergerak ke kiri. Cara kerja flow control valve saat kecepatan rendah.18 a. (Sumber. Perbedaan tekanan antara P2 dan P1 akan semakin besar bila kecepatan rpm mesin bertmbah. Selama Kecepatan Rendah Tekanan pompa P1 dialirkan kesebelah kanan flow control valve dan P2 dialirkan kesebelah kiri setelah melewati orifice 1 dan 2. sehingga minyak akan kembali ke sisi hisap pompa. Dengan cara ini. Bila pompa berputar di atas 1250 rpm. volume aliran minyak ke gear housing diatur 6.

Sebagai akibatnya. flow control valve bergerak sendiri sehingga minyak kembali kesisi hisap pompa (pump suction side) dan menurunkan tekanan volume aliran minyak yang ke gear housing. (Sumber. 1.menutup rapat lubang orifice No. . tekanan P2 ditentukan oleh banyaknya minyak yang mengalir melalui orifice No. Dengan kata lain.19 menyebabkan penurunan tekanan P2. Volume aliran minyak ke gear housing diatur 3. Selama Kecepatan Tinggi Pada saat kecepatan melampui 2500 rpm. Akibatnya. perbedaan tekanan antara P1 dan P2 bertambah. 2. maka control spool terdorong sepenuhnya ke kanan. Pada saat ini. Gambar 17.31 / menit pada saat ini. Toyota Astra Motor. bila control spool bergerak ke kanan. ujung spool bergerak kearah orifice 2 menurunkan volume minyak yang mengalir melalui lubang tersebut. Cara kerja flow control valve saat kecepatan sedang. 1996 : 62) c.

Toyota Astra Motor : 1996 : 62) 3. yaitu bila tekanan P2 melebihi 80 kg/cm2 (bila roda diputar sepenuhnya) maka relief valve akan terbuka dan menurunkan tekanan. (Sumber. Relief valve. Toyota Astra Motor. Relief Valve. Relief Valve adalah katup pembebas yang di tempatkan pada flow control valve.20 To gear housing Gambar 18. To gear housing Gambar 19. (Sumber. Pada saat tekanan P2 turun. 1994 : 63) . Cara kerja flow control valve saat kecepatan tinggi. control valve terdorong kekiri dan mengatur tekanan maksimum.

Belt baru : 5-6 mm Belt lama : 6-8 mm . Begitu pula dalam penggantian komponen harus dilakukan dengan tepat dan benar karena mempengaruhi kemampuan sistem kemudi dan kenyamanan kendaraan.21 E. Trouble shooting masalah kemudi berat. Tabel 7. Pemeriksaan setiap komponen dilakukan sesuai dengan prosedur yaitu seperti dalam tabel di bawah ini dan mulai dari yang ringan sampai yang berat agar efisien waktu dan biaya. power kg. Trouble Shooting Pada Sistem Kemudi dengan Power Steering.2 kg/cm2 2 Power steering belt Memeriksa longgar power Menyetel ketegangan belt dengan tekanan 10 steering unit. meliputi: Memeriksa steering belt. Kemudi Berat Gerakan kemudi yang berat dapat disebabkan oleh power steering unit atau tahanan power steering yang terlalu besar. No 1 Gejala penyebab Tekanan ban rendah Langkah pemeriksaan Memeriksa ban Tindak perbaikan tekanan Menepatkan dengan menambah tekanan 4. 1. Trouble shooting yaitu mencari penyebab gangguan yang terjadi pada sistem mesin atau alat secara sistematis agar cepat dan tepat.

Tabel 8. 3 Kurang pelumasan Memeriksa minyak level Menambahkan minyak hingga level maxsimum 4 Tuas kemudi rusak Memeriksa kemudi 5 Kesalahan penyetelan Memeriksa sikap roda Menyetel sikap roda sikap roda (Toe-in (Toe-in dan Chamber) dan Chamber) (Toe-in dan Chamber) tuas Mengganti 2. No 1 Gejala penyebab Langkah pemeriksaan Tindakan perbaikan Banyak ruang main Memeriksa (gerak bebas) dalam coulumn steering coulumn steering Memperbaiki bila perlu mengganti 2 Bantalan roda depan Memeriksa secara Menganti bantalan . Trouble shooting gerak bebas roda kemudi terlalu besar.22 Atau ganti jika terlihat retak. Gerak bebas roda kemudi terlalu besar pada saat dikemudikan Karena pada power steering terlalu banyak sambungan maka terdapat gerakan bebas atau kelonggaran. kelonggaran yang belebihan dari sistem tersebut akan mengakibatkan kemudi mengayun atau cenderung berbelok kesalah satu arah dan akan mengakibatkan getaran dan keausan pada komponen (khususnya ban) sehingga sistem kemudi tidak normal.

penyebabnya bisa berasal dari salah satu diantaranya sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) Mur roda kemudi kurang kencang. 3. Keausan pada steering gear atau penyetelan kurang tepat. Main shaft masih longgar. Melayang (Wandering) Wandering adalah kecenderungan posisi kendaraan tidak mengarah keposisi pengemudian. No Gejala penyebab Langkah pemeriksaan Tindakan perbaikan . Bantalan roda longgar. Penyebabnya yaitu gerak bebas yang terlalu besar pada sistem kemudi dan kemudi berat. Pemasangan lingkage bracket longgar.23 aus visual bantalan roda depan 3 Ball join dan kingpin Memeriksa ball join Mengganti aus dan kingpin 4 Main shaft dan joint Memeriksa main shaft Memperbaiki longgar/aus dan joint Memeriksa lingkage Memperbaiki 5 6 Lingkage longgar Gear longgar housing Memeriksa housing gear Mengencangkan Bila gerak bebas kemudi berlebihan. Lingkage joint aus. Tabel 9. Trouble shooting masalah melayang (wendering).

joint dan gear housing 3 Gesekan besar pada Memeriksa steering lingkage steering.24 1 Tekanan ban tidak Memeriksa tepat ban tekanan Menepatkan tekanan ban +/. joint dan gear steering: housing Periksa main shaft. sistem Mengencangkan bila terutama perlu mengganti steering lingkage 4 Longgar atau kocak Memeriksa bearing roda 5 roda bearing Mengganti Ball joint dan kingpin Memeriksa ball joint Mengganti aus dan kingpin Memeriksa arm suspensi Mengganti 6 Suspensi arm rusak 7 Penyetelan Memeriksa frontwheel Menyetel kembali frontwheel alignmen alignmen tidak tepat 8 Shock lemah absorber Memeriksa absorber shock Memperbaiki bila perlu mengganti .2 kg/cm2 sistem Mengencangkan bila perlu mengganti 2 Telalu longgar main Memeriksa shaft.4.

Tabel 10.25 9 Suspensi lemah spring Memeriksa spring suspensi Mengganti 4.2 kg/cm2 3 Penyetelan rem tidak Memeriksa rem seimbang antara kiri dan kanan 4 Bantalan roda salah Memeriksa stel atau aus roda bantalan Menyetel atau mengganti bantalan roda 5 Pegas depan lemah Memeriksa pegas Menggantinya Menyetel kembali rem Keausan ban tidak Memeriksa ban rata 2 Tekanan ban kurang . hal ini disebabkan adanya tahanan gelinding (rolling resistence) yang berbeda antara roda kanan dan roda kiri. Kendaraan cenderung membelok kesalah satu sisi selama pengemudian lurus. Trouble shooting masalah kendaraan narik kesalah satu sisi. No 1 Penyebab Langkah pemeriksaan Tindakan perbaikan Mengganti atau menyirkulasi Memeriksa ban tekanan Menepatkan tekanan ban hingga +/.4. Kendaraan naik kesatu sisi selama pengemudian normal.

karena akan mengakibatkan putaran tidak sama.26 atau patah 6 depan pegas Memperbaiki atau menggantinya Pegas peredam kejut Memeriksa tidak berfungsi peredam kejut Disamping itu kendaraan akan menarik kesalah satu sisi bila: a) Diameter roda tidak sama. 5. Roda kemudi shimmy Shimmy adalah roda kemudi berayun kekanan dan kekiri yang disebabkan roda depan tidak balance. Tabel 11. b) Tekanan roda kiri dan kanan tidak sama. c) Penyetelan toe-in dan toe-out tidak sama.4. karena akan menyebabkan gaya putarnya tidak sama.2 kg/cm2 balance Memperbaiki hingga balance 3 Roda tidak balance 4 Gerak bebas roda Memeriksa gerak bebas Memperbaiki/menyetel . Trouble shouting roda kemudi shimmy No 1 Penyebab Langkah pemeriksaan Tindakan perbaikan Keausan roda tidak Memeriksa rata roda keausan Mengganti 2 Tekanan ban tidak Memeriksa tepat ban Memeriksa roda tekanan Menepatkan tekanan ban +/.

Camber yang terlalu besar atau camber antara roda kanan dan kiri tidak sama. . toe-in dan toe-out yang terlalu besar.27 berlebihan 5 Bearing roda aus roda memeriksa roda kurang dari 30 mm bearing Mengganti 6 Ball joint dan kingpin Memeriksa ball joint Mengganti longgar dan kingpin spring Memeriksa spring shock Mengganti suspensi Mengganti 7 Suspensi lemah 8 Shock absorber tidak Memeriksa berfungsi absorber Memeriksa arm 9 Suspensi arm lemah suspensi Memperbaiki/mengganti Shimmy sering disebabkan oleh caster yang terlalu besar .

Pompa (Vane pump). roda kemudi (Steering wheel). Cara kerja dari sistem kemudi yaitu. maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut : 1. saat steering wheel diputar diteruskan oleh steering main shaft ke gear housing. ganti atau perbaiki steering lingkage. ukuran dan balance roda. Simpulan Berdasarkan uraian di atas tentang sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion pada Toyota Kijang Super seri KF 50. Steering lingkage. roda kemudi shimmy. kendaraan naik kesalah satu arah selama pengemudian normal. 2. dan toe angel). ganti shock absorber yang sudah cacat atau 1 . sehingga memutar pinion dan diteruskan ke rack dan keroda-roda depan. setel FWA (camber. melayang (wandering). setel rem. Cara mengatasi gangguan-gangguan diatas yaitu tetapkan tekanan. caster. perbaiki bearing dan gerakan roda kemudi. 3. Steering gear. ganti ball join dan king pin yang sudah aus.BAB III PENUTUP A. Gangguan yang sering terjadi pada sistem kemudi dengan power steering adalah kemudi berat. atang kemudi (Steering coloumn). gerak bebas kemudi terlalu besar. stel ketegangan belt. periksa busa dan level minyak. Kontruksi sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion mempunyai komponen utama yaitu . Gear housing dan Power sylinder. tetapkan tinggi kendaraan.

Power steering harus mendapatkan perawatan yang berkala agar gangguan maupun kerusakan yang terjadi dapat dicegah secara dini.2 rusak. . ganti suspensi arm yang sudah bengkok atau rusak. B. perbaiki atau ganti suspensi spring. Minyak power steering dalam reservoir tank harus dikontrol setiap saat agar tidak terlambat dalam pengisian yang mengakibatkan kemasukan udara dalam sistem. 3. 2. Sistem power steering yang menggunakan fluida sebagai penekan diganti dengan udara yang lebih menghemat biaya. Saran 1.

Jakarta : PT. Jakarta : PT. Jakarta : PT. Jakarta : PT. Daryanto. Astra Daihatsu Motor. 1999. Teknik Memelihara Mobil. Jakarta : Bumi Aksara. 1995. New Step 1 Training Manual. Teknik Servis Mobil. Yogyakarta : Andi Offset Yogyakarta. 1992. RINEKA CIPTA. Cara Pemeriksaan Penyetelan dan Perawatan Chasis mobil. Toyota Astra Motor. 1999. Anonim. Daryanto. Lampiran 2 1 . Toyota Astra Motor. Training manual intermediate 2.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Training Manual Steering System Step 2. Boenarto. Toyota Astra Motor. 2001. 1994.

. Sistem kemudi tipe rack and pinion tampak belakang.2 Gambar Sistem Kemudi tipe rack and pinion Gambar. Sistem kemudi tipe rack and pinion tampak samping kiri. Gambar.

3 Gambar. . Sistem kemudi tipe rack and pinion tampak depan. Sistem kemudi tipe rack and pinion tampak samping kanan. Gambar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful