You are on page 1of 7

ISSN 2407-9189 The 3rd Universty Research Colloquium 2016

HUBUNGAN LATIHAN MOBILISASI KAKI DENGAN TINGKAT


PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIK PADA PASIEN DIABETES
MELLITUS DI PUSKESMAS WELAHAN 2 KABUPATEN JEPARA
Sukarmin
Jurusan Keperawatan STIKES Muhammadiyah Kudus
Email : sukarmin@stikesmuhkudus.ac.id

ABSTRACT

Background: The body's ability to react the insulin can be decreased in patients with
diabetes mellitus, this situation can cause both acute complications (such as diabetic
ketoacidosis and hyperosmolar syndrome nonketotik) or chronic. Chronic complication
usually occurs within 5-10 years after the diagnosis is established. Chronic complication
occurs in all organs of the body to cause 50% of deaths from coronary heart disease and
30% as a result of kidney failure. In addition, there are 30% of blindness due to diabetic
retinopathy and 10% underwent amputation of limbs. Aim : This study aims to determine
the relationship between the mobilization leg and the level of leg wound healing diabetic
ulcers in patients with diabetes mellitus in Primary Helath Care (PHC) Welahan 2 Jepara.
Metodology :This study was analytic correlative. The approach used in this study was
cross sectional. The population in this study were all patients with diabetes who have
diabetic ulcers in PHC Welahan 2, there were 32 patients. Most of the respondents do not
routinely perform leg exercises mobilizing, they were 20 people (62.5%). Most
respondents had a slower rate of wound healing, they were 18 people (56.2%). There is a
relationship between the mobilization exercises leg and the level of wound healing diabetic
ulcers in patients with diabetes mellitus in PHC Welahan 2 Jepara (see p value = 0.001
<0.05). There is a relationship between the mobilization exercises leg and the wound
healing diabetic ulcers in patients with diabetes mellitus in PHC Welahan 2 Jepara.

Keywords: Diabetic Ulcers, Healing


PENDAHULUAN Berdasarkan data WHO tahun 2011
Diabetes mellitus (DM) adalah kelainan jumlah penderita diabetes mellitus di dunia
metabolisme kadar glukosa dalam darah. 200 juta jiwa , Indonesia menempati urutan
Secara medis, pengertian diabetes mellitus ke-empat terbesar dalam jumlah penderita
meluas pada suatu kumpulan as pek gejala DM di dunia. Pada tahun 2011,terdapat
yang timbul pada seseorang yang dise babkan sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang
oleh adanya peningkata n kadar gula darah mengidap DM (De pkes , 2012). Berdasarkan
(hiperglikemia) akibat kekurangan insulin profil Kesehatan propinsi Jawa Tengah tahun
(Badawi, 2009). Diabetes mellitus sangat erat 2012 dengan survey terhadap 35 kota/
kaitannya dengan mekanisme pengaturan kabupate n, prevalensi DM Dinas Kesehatan
gula normal. Peningkata n kadar gula darah Semarang tahun 2011 jumlah penderita
ini akan memicu produksi hormon insulin DM di Propinsi Jawa Tengah se banyak
oleh kelenjar pankreas. DM merupakan 509.319 orang (Dinas Kesehatan Propinsi
penyakit yang paling banyak menyebabkan Jateng, 2012). Di Kabupaten Jepara pada
terjadinya penyakit lain (komplikas i) tahun 2012 terdapat 2621 kasus DM. Data
(Smeltzer & Bare, 2008). yang diperoleh dari Puskes mas Welahan II

303
ISSN 2407-9189 The 3rd Universty Research Colloquium 2016

diperoleh hasil bahwa yang menderita D M di ulsestras i pada kaki klien. Apabila sumbatan
yang dirawat jalan pada tahun 2012 terdapat darah terjadi pada pembuluh darah yang lebih
171 orang (Laporan Puskesmas Welahan 2, besar maka penderita akan merasa sakit pada
2012). tungkainya sesudah ia berjalan pada jarak
Kemampuan tubuh untuk bereaksi tertentu. Adanya angiopati tersebut akan
dengan insulin dapat menurun pada pas ien menyebabkan terjadinya penurunan asupan
DM, keadaan ini dapat menimbulkan nutrisi, oksigen serta antibiotika sehingga
komplikas i baik akut (se perti diabetes menyebabkan terjadinya luka yang sukar
ketoas idosis dan sindrom hiperosmolar sembuh (Levin, 2008).
nonketotik) maupun kronik. Komplikas i Infeksi sering merupakan komplikas i
kronik biasanya terjadi dalam jangka waktu yang menyerta i Ulkus diabetikum akibat
5-10 tahun setelah diagnosa ditegakkan berkurangnya aliran darah atau neuropati,
(Smeltzer&Bare, 2008). Komplikas i kronik sehingga faktor angipati dan infeksi
terjadi pada semua organ tubuh dengan berpengaruh terhadap penyembuhan Ulkus
penyebab kematian 50% akibat penyakit Diabetikum. Ulkus Diabetik jika dibiarkan
jantung koroner dan 30% akibat penyakit akan menjadi gangren, kalus, kulitmelepuh,
gagal ginjal. Selain itu, se banyak 30% kuku kaki yang tumbuh kedalam,
penderita diabetes mengalami kebutaan pembengkakan ibu jari,pembengkakan ibu
akibat retinopati dan 10% menjalani jari kaki, plantar warts, jari kaki bengkok,
amputas i tungkai kaki (Medicastore, 2007). kulit kakikering dan pecah, kaki atlet
(Askandar 2006).
Ulkus diabetikum merupakan sa lah satu
komplikas i diabetes mellitus yang Salah satu penata laksanaan ulkus
kejadiannya mengalami peningkatan seiring diabetikum adalah dengan latihan mobilisasi.
dengan meningkatnya kejadian DM. Insiden Latihan mobilisasi yang dilakukan oleh
ulkus diabetikum setiap tahunnya adalah 2% pas ien diabetus militus untuk mence gah
di antara semua pasien dengan diabetes. terjadinya luka dan membantu melancarkan
Angka ini diperkirakan mengalami kenaikan peredaran darah bagian kaki, dimana latiham
menjadi 4% seiring dengan pengendalian mobilisasi ini bertujuan untuk memperbaiki
diabetes yang kurang optimal (Sudoyo, et al, sirkulas i dara h, memperkuat otot-otot kecil,
2006). mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki,
Ulkus Diabetik merupakan komplikas i meningkatkan kekuata n otot betis dan paha,
kronik dari Diabetes Melllitus sebagai se bab serta mengatasi keterbatasa n gerak sendi
utama morbiditas, mortalitas serta kecacatan (Proverawati, 2010).
penderitaDiabetes. Kadar Low Density Latihan mobilisasi bertujuan agar
Lipoprotein (LDL) yang tinggi memainkan sirkulas i perifer tidak menumpuk di area
peranan penting untuk terjadinya ulkus distal ulkus sirkulas i dapat dipertahankan.
diabetik melalui pembentukan plak Latihan mobilisasi bawah dilakukan setelah
atherosklerosis pada dinding pembuluh pas ien beraktivitas atau turun dari tempat
darah, (Zaidah, 2005). tidur. Saat turun dari tempat tidur, wa laupun
Faktor utama yang berperan pada kaki tidak dijadikan sebagai tumpuan, namun
timbulnya ulkus diabetikum adalah angipati, akibat efe k gravitasi menyebabkan aliran
neuropati dan infeksi. Adanya neuropati darah akan cenderung menuju perifer
perifer akan menyebabkan hilang atau terutama kaki yang mengalami ulkus. Latihan
menurunnya sensa i nyeri pada kaki, sehingga mobilisasi dilakukan untuk mengatasi efek
akan mengalami trauma tanpa terasa yang tersebut (Frykberg, 2002).
mengakibatkan terjadinya ulkus pada kaki Penelitian yang dilakukan oleh Taufiq
gangguan motorik juga akan mengakibatkan (2012) Pengaruh latihan kaki range of motion
terjadinya atrofi pada otot kaki sehingga (ROM) ankle terhadap proses penyembuhan
merubah titik tumpu yang menyebabkan ulkus kaki diabetik di RSUD Dr. Hi. Abdul

304
ISSN 2407-9189 The 3rd Universty Research Colloquium 2016

Moeloek dan RSUD Jendral A. Yani Propinsi dianalisis dengan menggunakan analisis
Lampung. Penelitian ini menggunakan t test, univariat dan bivariat. Analisis bivariat yang
diperoleh hasil adanya perbedaan yang digunakan adalah analisis chi square.
signifikan rata-rata skor penyembuhan ulkus
kaki diabetik antara kelompok intervensi dan HASIL PENELITIAN
kelompok kontrol setelah dilakukan latihan
ROM ankle (p= 0,001). De mikian juga ANALISA UNIVARIAT
terbukti tidak ada hubungan antara lama sa kit Tabel 4.1
DM (p = 0,656), GDN (p = 0,648), GDPP (p Distribusi Frekuensi Latihan
= 0,883) dan infeksi ulkus (p = 1,000) Mobilisasi Pada Pasien Diabetes Mellitus
dengan skor penyembuhan ulkus kaki Di Puskesmas Welahan 2 Kabupaten
diabetik.
Jepara
Berdasarkan studi pendahuluan yang
telah peneliti lakukan pada tanggal 4 Latihan
Persentase
November 2013 terhadap 10 orang pasien Mobilisasi Frekuensi
(%)
DM di P uskesmas Welahan 2 yang Kaki
mengalami luka kaki diperoleh data 7 orang Melakukan 12 37.5
tidak pernah melakukan senam kaki, menurut Tidak
data Puskesmas rata – rata lama 20 62.5
Melakukan
penyembuhan kurang lebih se lama 2 bulan,
sedangkan 3 orang yang melakukan senam Total 32 100.0
kaki rata – rata sembuh dalam waktu 1 bulan.
Berdasarkan latar belakang tersebut,
maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Hubungan Latihan Tabel 4.2
Mobilisasi Kaki dengan Tingkat Distribusi Frekuensi Tingkat
Penyembuhan Luka Ulkus Diabetik Pada Penyembuhan Luka Pada Pasien Diabetes
Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Mellitus Di Puskesmas Welahan 2
Welahan 2 Kabupate n Jepara”. Kabupaten Jepara
Tingkat
Persentas
Penyembuhan Frekuensi
METODE e (%)
Penelitian ini adalah korelasional Luka
analitik. Pendekatan yang digunakan Cepat 14 43.8
dalam penelitian ini adalah pendekatan Lambat 18 56.2
cross sectional Total 32 100.0
Populas i pada penelitian ini adalah
seluruh pasien DM yang mengalami ulkus ANALISA BIVARIAT
diabetik di P uskes mas Welahan 2 sebanyak Responden yang melakukan latihan
32 pasien. mobilisasi kaki, dari 12 orang terdapat 11
Sampel dalam penelitian ini pasien DM orang (34,4%) yang memiliki tingkat
yang mengalami ulkus diabetik di Puskesmas penyembuhan luka cepat dan 1 orang (3,1%)
Welahan 2 Ka bupaten Jepara sebanyak 32 memiliki tingkat penyembuhan luka lambat.
orang. Responden yang tidak melakukan latihan
Tehnik sa mpling yang digunakan dalam mobilisasi kaki, dari 20 orang terdapat 3
penelitian ini adalah dengan menggunakan orang (9,4%) yang memiliki tingkat
tehnik total sa mpling yaitu mengambil se mua penyembuhan luka cepat dan 17 orang
populas i menjadi sampel. (53,1%) memiliki tingkat penyembuhan luka
Data pada penelitian ini dianalisis lambat.
menggunakan satu program komputer. Data

305
ISSN 2407-9189 The 3rd Universty Research Colloquium 2016

Katego Penye Penyembu p pada pas ien diabetes. Senam kaki merupakan
ri mbuha han lambat salah satu tempi yang di berikan untuk
n cepat melancarkan sirkulas i dara h yang terganggu.
Melaku 11 1 (3,1) 0,001 Senam kaki sa ngat bagus dilakukan pada
kan (34,4 pas ien Diabetes Melitus baik untuk
mobilisa %) pencegahan maupun untuk mengurangi
si terjadinya komplikas i pada tungkai bawah,
dengan se nam kaki maka sirkulas i darah ke
Tidak 3 17 (53,1) perifer lebih lancar (Soegondo, 2007).
melakuk (9,4%) Penelitian lain yang mendukung
an penelitian ini adalah Wulandari (2012)
mobilisa dengan judul Pengaruh Elevasi Ekstremitas
si Bawah Terhadap Proses Penyembuhan Ulkus
14 18 Diabetik. Hasil penelitian menunjukkan
rerata proses perkembangan ulkus diabetik
pada kelompok intervensi lebih tinggi
PEMBAHASAN sebesar 0,213 dibandingkan dengan
Latihan Mobilisasi Pada Pasien kelompok kontrol yaitu 0,083.
Diabetes Mellitus Di Puskesmas Welahan
2 Kabupaten Je para Tingkat Penyembuhan Luka Pada
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Pasien Diabetes Mellitus Di Puskesmas
sebagian besar responden tidak rutin Welahan 2 Kabupate n Jepara
melakukan latihan mobilisasi kaki yaitu Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
sebanyak 20 orang (62,5%). Ha l ini sebagian besar responden memiliki tingkat
menunjukkan bahwa banyak pas ien diabetes penyembuhan luka lambat yaitu se banyak 18
mellitus yang tidak melakukan mobilisasi orang (56,2%).
kaki. Latihan mobilisasi kaki adalah kegiatan
yang dilakukan oleh pasien DM untuk Ulkus Diabetik merupakan komplikas i
mencegah terjadinya luka dan membantu kronik dari Diabetes Melllitus sebagai se bab
melancarkan peredaran darah pada kaki utama morbiditas, mortalitas serta kecacatan
(Sumosardjuno, 2006) penderitaDiabetes. Kadar Low Density
Latihan mobilisasi kaki dapat diberikan Lipoprotein (LDL) yang tinggi memainkan
pada se luruh pasien DM dengan tipe I peranan penting untuk terjadinya ulkus
maupun, namun se baiknya diberikan se jak diabetik melalui pembentukan plak
pasien di diagnose menderita DM sebagai atherosklerosis pada dinding pembuluh
tindakan pencegahan dini. Latihan mobilisasi darah, (Zaidah, 2005).
yang dilakukan oleh pas ien diabetus militus Faktor utama yang berperan pada
untuk mencegah terjadinya luka dan timbulnya ulkus diabetikum adalah angipati,
membantu melancarkan peredaran darah neuropati dan infeksi. Adanya neuropati
bagian kaki, dimana latiham mobilisasi ini perifer akan menyebabkan hilang atau
bertujuan untuk memperbaiki sirkulas i darah, menurunnya sensai nyeri pada kaki, sehingga
memperkuat otot-otot kecil, mence gah akan mengalami trauma tanpa terasa yang
terjadinya kelainan bentuk kaki, mengakibatkan terjadinya ulkus pada kaki
meningkatkan kekuata n otot betis dan paha, gangguan motorik juga akan mengakibatkan
serta mengatasi keterbatasa n gerak sendi terjadinya atrofi pada otot kaki sehingga
(Proverawati, 2010). merubah titik tumpu yang menyebabkan
Latihan mobilisasi kaki merupakan ulsestras i pada kaki klien. Apabila sumbatan
pilihan yang tepat untuk pasien diabetes darah terjadi pada pembuluh darah yang lebih
melitus karena dapat memperbaiki sirkulas i besar maka penderita akan merasa sakit pada
darah, memperbaiki kesehatan secara umum tungkainya sesudah ia berjalan pada jarak

306
ISSN 2407-9189 The 3rd Universty Research Colloquium 2016

tertentu. Adanya angiopati tersebut akan pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas
menyebabkan terjadinya penurunan asupan Welahan 2 Kabupaten Jepara.
nutrisi, oksigen serta antibiotika sehingga Hasil penelitian ini sesuai dengan teori
menyebabkan terjadinya luka yang sukar Latihan mobilisasi bertujuan agar sirkulas i
sembuh (Levin, 2008). perifer tidak menumpuk di area dista l ulkus
Infeksi sering merupakan komplikasi sirkulas i dapat dipertahankan. Latihan
yang menyerta i Ulkus diabetikum akibat mobilisasi bawah dilakukan setelah pas ien
berkurangnya aliran darah atau neuropati, beraktivitas atau turun dari tempat tidur. Saat
sehingga faktor angipati dan infeksi turun dari tempat tidur, wa laupun kaki tidak
berpengaruh terhadap penyembuhan Ulkus dijadikan se bagai tumpuan, namun akibat
Diabetikum. Ulkus Diabetik jika dibiarkan efek gravitasi menyebabkan aliran darah
akan menjadi gangren, kalus, kulitmelepuh, akan cenderung menuju perifer terutama kaki
kuku kaki yang tumbuh kedalam, yang mengalami ulkus. Latihan mobilisasi
pembengkakan ibu jari,pembengkakan ibu dilakukan untuk mengatasi efe k tersebut
jari kaki, plantar warts, jari kaki bengkok, (Frykberg, 2002).
kulit kaki kering dan pecah, kaki atlet Hasil penelitian ini juga di dukung oleh
(Askandar 2006). pendapat Soegondo(2007) dimana pada saat
Penelitian yang dilakukan oleh berolahraga glukosa , dan lemak merupakan
Handayani (2012) dengan judul Hubungan sumber energi utama. Setelah berolahraga 10
Latihan Kaki dengan Proses Penyembuhan menit glukosa akan meningkat 15 kali dari
Ulkus Diabetikum di Rumah Sakit jumlah kebutuhan biasa, setelah berolahraga
Pemerintah Aceh. Hasil penelitian diperoleh 60 menit glukosa meningkat sa mpai 35 kali
bahwa sebagian besar responden memiliki dari jumlah kebutuhan biasa. Setelah 60
proses penyembuhan luka lambat yaitu menit kadar glukosa dalam darah akan
sebanyak (64,5%). menurun karena penurunan metabolisme
sehingga terjadi penurunan glikogen yang
Hubungan Latihan Mobilisasi Kaki secara langsung a kan memngaruhi penurunan
De ngan Tingkat Penyembuhan Luka kadar glukosa dalam darah. Penurunan
Ulkus Diabetik Pada Pasien Diabetes glukosa dalam darah dapat mengakibatkan
Mellitus Di Puskes mas Welahan 2 pewngkatan sirkulas i darah didalam tubuh.
Kabupaten Jepara Menurut Handriksen (2002) menyata kan
Hasil penelitian diperoleh Responden bahwa , latihan aerobik dengan duras i 30-60
yang melakukan latihan mobilisas i kaki merit juga, secara signifikan menurunkan
dengan rutin, dari 12 orang terdapat 11 orang glukosa darah dan mempengaruhi sirkulas i
(34,4%) yang memiliki tingkat penyembuhan darah.
luka cepat dan 1 orang (3,1%) memiliki Penelitian yang dilakukan oleh Taufiq
tingkat penyembuhan luka lambat. (2012) Pengaruh latihan kaki ra nge of motion
Responden yang melakukan latihan (ROM) ankle terhadap proses penyembuhan
mobilisasi kaki dengan tidak rutin, dari 20 ulkus kaki diabetik di RSUD Dr. Hi. Abdul
orang terdapat 3 orang (9,4%) yang memiliki Moeloek dan RSUD Jendral A. Yani Propinsi
tingkat penyembuhan luka cepat dan 17 Lampung. Penelitian ini menggunakan t test,
orang (53,1%) memiliki tingkat diperoleh hasil adanya perbedaan yang
penyembuhan luka lambat. signifikan rata-rata skor penyembuhan ulkus
Setelah dilakukan tabulas i silang, maka kaki diabetik antara kelompok intervensi dan
dilakukan analisis dengan menggunakan Chi kelompok kontrol setelah dilakukan latihan
square dan diperoleh nilai p value se besar ROM ankle (p= 0,001). De mikian juga
0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Jadi, ada terbukti tidak ada hubungan antara lama sa kit
hubungan latihan mobilisasi kaki dengan DM (p = 0,656), GDN (p = 0,648), GDPP (p
tingkat penyembuhan luka ulkus diabetik = 0,883) dan infeksi ulkus (p = 1,000)

307
ISSN 2407-9189 The 3rd Universty Research Colloquium 2016

dengan skor penyembuhan ulkus kaki dan diterapkan dalam Standar Operasional
diabetik. Prosedur (SOP).
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat
diperoleh bahwa responden yang melakukan DAFTAR PUSTAKA
latihan mobilisasi kaki memiliki tingkat Almatzier, Sunita. 2008. Penuntun
penyembuhan luka yang lebih cepat Diet. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
dibandingkan dengan yang tidak melakukan Anonimuos. 2009. Kesehatan.
latihan mobilisasi kaki. Ha l ini dise babkan http//:www.kesehatan.co.id
aliran darah akan cenderung menuju perifer
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur
terutama kaki yang mengalami ulkus, se lain
itu mobilisasi kaki se hingga terjadi
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
penurunan glikogen yang secara langsung Jakarta: Rineka Cipta
akan memngaruhi penurunan kadar glukosa Badawi. 2009. Melawan Dan
dalam darah. Pada penelitian ini latihan Mencegah Diabetes. Yogyakarta: Araska
mobilisasi kaki dilakukan dengan melakukan Brunner & Suddarth. 2007. Buku
gerakan sesuai dengan pergerakan kaki untuk Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi
pasien ulkus diabetes. 8 Vol. 3. Jakarta : EGC.
Bustan, N.M., 2000. Epidemiologi
KESIMPULAN Penyakit Tidak Menular. Jakarta: PT.
Sebagian besar responden tidak Rineka. Cipta, Jakarta
melakukan latihan mobilisasi kaki yaitu
sebanyak 20 orang (62,5%)
Depkes RI. 2008. Pedoman Nasional
Sebagian besar responden memiliki Penanggulangan Penyakit Degeneratif.
tingkat penyembuhan luka lambat yaitu Jakarta: Depkes
sebanyak 18 orang (56,2%) Depkes RI. 2010. Profil Indonesia
Ada hubungan latihan mobilisasi kaki Sehat. Jakarta: Depkes
dengan tingkat penyembuhan luka ulkus Dinas Kesehatan Propinsi Jateng.
diabetik pada pas ien diabetes mellitus di 2011. Profil Kesehatan Propinsi Jawa
Puskesmas Welahan 2 Ka bupate n Jepara Tengah. Semarang: Dinkes Jateng
(dilihat dari p value = 0,001< 0,05). Djojodibroto, Darmanto. 2006.
Kesehatan Kerja di Perusahaan. Jakarta:
SARAN Penerbit PT. Gramedia
Bagi Peneliti.
Fox, C., & Kilvert, A. 2010.
Diharapkan peneliti dapat melakukan
penelitian lanjutan dengan variabel lain, Bersahabat dengan Diabetes Tipe 2.
misa lnya usia, pola makan dan pengobatan Depok: Penebarplus
yang mempengaruhu penyembuhan luka Guyton. 2007. Fisiologi manusia dan
ulkus diabetik. mekanisme penyakit(Edisi 3). Alih
Bahasa Petrus Andrianto. Jakarta: EGC
Bagi Intitusi Kesehatan (Puskes mas Hartantri. 2008. Tinjauan konsumsi
Welahan 2) zat gizi penderita diabetes mellitus
Diharapkan dapat melakukan upaya terhadap diet diabetes mellitus. Banda
untuk mempercepat penyembuhan luka Aceh: Badan Perencanaan Pembangunan
pasien ulkus se lain dengan obat – obatan,
Daerah Istimewa Aceh
misa lnya dengan mengajarkan tata cara
Health, 2000. Penyakit.
latihan mobilisasi kaki.
Bagi Tenaga Kesehatan (Perawat di http//:www.ilmukesehatan.co.id
Puskesmas Welahan 2) Jazilah. 2003. Tata pemeriksaan
Diharapkan dapat menerapkan latihan klinis dalam neurologi. Edisi 2. Jakarta:
mobilisasi kaki pada pasien ulkus diabetikum Dian Rakyat

308
ISSN 2407-9189 The 3rd Universty Research Colloquium 2016

Kartini. 2007 . Penyuluhan sebagai Pearce, Evelyn C.2005. Anatomi dan


Komponen Terapi Diabetes dan Fisiologi untuk Paramedic. Jakarta: PT
Penatalaksanaan Terpadu. Jakarta Gramedia
Fakultas Kedokteran Universitas Rizal, Nofira Buana. 2008. Faktor-
Indonesia, Faktor yang berhubungan dengan
Mahendra, Krisnatuti, D., Tobing, Kejadian PJK pada Penderita DM tipe 2
A., & Alting, Z. B. 2008. Care Your Self. di RSUP DR. M. Djamil Padang. Skripsi.
Diabetes Mellitus. Jakarta: Penebar Plus Padang : Program Studi Ilmu
Mansjoer, Arif. 2009. Kapita Selekta Keperawatan Universitas Andalas Padang
Kedokteran, edisi 4. Jakarta : Media Rudi. 2003. Bimbingan Dokter Pada
Aesculapius Diabetes. Jakarta: Dian Rakyat
Maryam, R., Ekasari, Setyani 2007. Pendidikan Kesehatan
M., Rosidawati., Jubaedi, A., & Batubara, Masyarakat. Jakarta: EGC
I. 2008 . Mengenal. Usia Lanjut dan Sugiyono. 2007. Statistika untuk
Perawatannya. Jakarta : Salemba Medika Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Maulana. 2009. Promosi Kesehatan. Suliha, 2007. Pendidikan Kesehatan
Jakarta: EGC Dalam Keperawatan. Jakarta: Penerbit
Maulana. 2009. Promosi Kesehatan. Buku Kedokteran, EGC
Jakarta: EGC Suyono, S. 2009. Diabetes Mellitus
Nogrady, Terry. 2007. Kimia di Indonesia. Dalam : Aru W Sudoyo dkk.
Medisinal, Pendekatan Secara Biokimia. (editor) Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.
Edisi kedua. Bandung: Penerbit ITB Edisi keempat. Pusat Penerbitan
Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Ilmu Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Jakarta: FKUI
Cipta. Ville, A. Claude. 2009. Zoologi
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Umum Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Metodologi Penelitian Kesehatan. WHO. 2009. Quality of Life.
Jakarta: Rineka Cipta. Geneva: WHO
Nursalam. 2003. Konsep dan William, Ganong. 2005. Buku Ajar
Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Winardi. 2007. Masalah
Keperawatan. Jakarta: EGC

309