You are on page 1of 7

Nervus Vestibularis (N VII) – Komponen Koklear dan Organ Pendengaran

Organ keseimbangan dan pendengaran berasal dari sebuah precursor embriologis di bagian
petrosus os temporal: utriculus membentuk system vestibular dengan tiga kanalis
semisirkularisnya, sedangkan sakulus membentuk telinga dalam dengan koklea yang berbentuk
seperti siput.

Gambar 1 Organ Pendengaran dan Keseimbangan

Nervus Cochlearis, dibentuk oleh prosesus central sel ganglion spiralis, berjalan
sepanjang canalis auditorius internal bersama dengan nervus vestibularis, melintasi ruang
subarachnoid di sudut serebelopontin, dan kemudian masuk ke batang otak tepat di belakang
pedunkel cereberal inferior.

Di nucleus cochlearis ventralis, serabut-serabut nervus cochlearis bercabang dua


(seperti huruf “T”); masing-masing kemudian berlanjut ke lokasi relay berikutnya (neuron
kedua jaras auditorik) di bagian ventral atau dorsal nucleus cochlearis. Neuron kedua
menghantarkan impuls ke arah sentral bersama dengan jaras-jaras lain, yang beberapa
diantaranya memiliki relay sinaptik.(gambar 44.3)
Gambar 7. Jaras auditorik. Hubungan sentral nervus kokhlearis

Neurit (akson) yang berasal dari nucleus cochlearis ventralis menyilang garis tengan di
dalam corpus trapezoideus. Beberapa neurit ini membentuk sinaps dengan neuron berikutnya
di dalam corpus trapezoideus itu sendiri, sedangkan neurit lainnya berlanjut ke stasiun relay
berikutnya yaitu nucleus olivarius superior, nucleus lemniscus lateralis, atau formasio
lentikularis. Impuls auditorik ascenden kemudian berjalan melalui lemniscus lateralis ke
kolikuli inferior (melalui beberapa serabut yang kemungkinan melewati kolikuli dan langsung
menuju corpus genikulatum medial).

Jaras Auditory Sentrifugal

Merupakan jaras eferen ke sensori sel-sel rambut di cochlea dan otot-otot pendengaran
di rongga telinga tengah. Jaras ini berasal dari group neuron yang berada di bagian medial
kompleks olivary superior (retro olivary group). Serabut eferen ini mengakibatkan
hiperpolarisasi sel-sel rambut cochlea dan kontraksi otot-otot di rongga telinga sehingga
transmisi dari vibrasi suara pada membrana tympani turun/berkurang. Serabut yang
mempersarafi otot-otot di rongga telinga tengah berasal dari nukleus motoris trigminal dan
nukleus facialis (muskulus tensor tympani dan muskulus stapedius). Dengan kontraksi otot-
otot tersebut menurunkan transmisi dari vibrasi suara dari gendang telinga ke oval window.
Dengan demikian mekanisme ini membantu melindungi organ pendengaran apabila ada
stimulasi yang terlalu tinggi dan dapat mengakibatkan kerusakan reseptor cochlea. Hubungan
centrifugal didalam susunan saraf pusat berperan terhadap supresi suara yang terlalu keras.
Konsentrasi terhadap salah satu suara tertentu mungkin merupakan salah satu efek dari
centrifugal auditory pathwasy ini.
Gambar. Nuclei Nervi Vestibularis dan hubungan-hubungan sentralnya

Nervus Cochlearis

Nervus Cochlearis intinya dari dua bagian, yaitu ventral dan dorsal, letaknya disebelah
lateral pedunkulus serebelli inferior. Tonjolan inti cochlearis pada dinding ventrikel IV disebut
acoustic tubercle. Serabut dari N.Cochlearis akan berjalan ke cochlea dan membentuk ganglion
spirale cochlea, serabutnya berakhir pada sel-sel rambut organon corti di ductus cochlearis.

Serabut dari nucleus vestibularis dan cochlearis berjalan ke ventrolateral dan keluar dari
batang otak pada daerah pontomedularry junction bersama N. VII yang terletak disebelah
medialnya, kemudian berjalan masuk ke os petrosus melalui meatus acustikus internus, jarak
dari pontomedullari ke meatus acustikus internus 10 mm (6-15 mm).

Di dalam meatus akustikus infernos nervus vestibularis berjalan di sebelah dorsal,


sedangkan nervus cochlearis berjalan di sebelah ventralnya. Di atasnya berjalan nervus
intermedius (N VII) dan serabut motorik nervus VII. Perjalanan selanjutnya agak berputar
sedikit, sehingga nervus cochlearis berada di sebelah bawah, diatasnya nervus vestibularis,
sedangkan nervus facialis di sisi depannya dan nervus intermedius diantaranya.

Pada daerah fundus dari meatus acustikus internus, bagian vestibuler dari
N.vestibulocochlearis, meluas untuk membentuk ganglion vestibuler yang kemudian terbagi
menjadi divisi dan superior dan inferior. Kedua divisi ini kemudian berhubungan dengan
canalis semisirkularis.
Di dalam canalis semisirkularis terdapat sel-sel bipolar yang mengumpulkan impuls
dari sel-sel rambut untuk diteruskan ke batang otak terutama ke nucleus vestibularis superior,
inferior, medial dan lateral serta sebagian langsung ke lobus flokullonodularis dari cerebellum
melalui pedunkulus cerebellaris inferior homolateral.
Gambar 2. Krista Ampularis

Gambar 3. Makula Striata


Reseptor Vestibularis

Labrynth membranosa yang terletak dalam pars petrosa os temporalis berisi endolymfe
yang kaya akan kalium. Labyrinth membranosa terdiri dari lima buah struktur vestibuler yaitu
utrikulus, sacculus ynang mengandung macula dan bertanggung jawab terhadap respop
accelerasi linier seperti gaya tarik bumi dan 3 buah canalis semisirkularis yang mengandung
ampula yang berespon terhadap deteksi accelerasi angular dari cristae.

Di dalam macula dan ampula terdapat sel-sel rambut yang mempunyai stereocilia dan
kinocilia. Pergerakan stereocilia terhadap kinocilia menyebabkan depolarisasi dan
hyperpolarisasi dari sel rambut. Impuls keseimbangan ini kemudian diterima oleh serabut
afferen yang badan selnya tedapat dalam ganglion vestibuler.

Kompleks Nucleus Vestibularis

Kompleks ini terdiri dari kelompok nucleus yang terletak dibawah lantai ventriculus
quartus. Terdapat empat buah nukleus: (1) nucleus vestibularis lateralis, (2) nucleus
vestibularis superior, (3) nucleus vestibularis medialis, dan (4) nucleus vestibularis inferior.

Nuclei vestibulares menerima serabut-serabut aferen dari utriculus, sacculus, dan


canalis semicircularis melalui nervus vestibularis, dan serabut-serabut dari cerebellum melalui
pedunculus cerebellaris inferior. Serabut-serabut eferen dari nuklei berjalan ke cerebellum
melalui pedunculus cerebellaris inferior. Serabut eferen juga turun tanpa menyilang ke medulla
spinalis dari nucleus vestibularis lateralis dan membentuk tractus vestibulospinalis.
Selanjutnya, serabut-serabut eferen menuju nucleus nervi oculomotorii, trochlearis, dan
abdusentis melalui fasciculus longitudinalis medialis.

Hubungan-hubunugan ini memungkinkan koordinasi gerakan-gerakan kepala dan mata


sehingga fiksasi visual pada suatu objek dapat dipertahankan. Selain itu, informasi yang
diterima dari telinga dalam dapat membantu mempertahankan keseimbangan dengan cara
mempengaruhi tonus otot anggota gerak dan badan.

Serabut-serabut asendens juga berjalan ke atas dari nuclei vestibulares menuju cortex
cerebri, ke area vestibularis di gyrus postcentralis, tepat di atas fissura lateralis. Serabut-serabut
ini diduga meneruskan impuls ke nuclei ventroposteriores thalami. Cortex cerebri
kemungkinan berperan untuk orientasi kesadaran individu di dalam ruang.