You are on page 1of 11

A.

Landasan Teori
1. Definisi Perkembangan

Perkembangan menurut Montessori memiliki periode sensitif merupakan


periode dimana anak dapat mudah menguasai tugas-tugas tertentu. Apabila anak
dicegah untuk melakukan tugas tersebut, maka kemampuan atau perkembangan
yang harusnya dicapai pada periode tersebut tidak akan dimiliki dan hal ini akan
mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Empat periode sensitif, yaitu:

(1) Periode sensitif terhadap keteraturan/ sensitive periods for order (0-3
tahun)

(2) Periode sensitif untuk memusatkan perhatian terhadap objek yang


detil/ sensitive periods for details (1-2 tahun)

(3) Periode sensitif penggunaan tangan/ sensitive periods for using hands
(1,5-3 tahun)

(4) Periode sensitif terhadap gerakan/ sensitive periods for movements (3


bulan-6 tahun).

(Dikutip dari Unimus, 2009)

Perkembangan adalah suatu proses bertambahnya struktur dan fungsi


tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian yang memilki pola yang tetap,
berurutan dan berlangsung secara terus-menerus sebagai hasil dari proses
menuju kematangan atau dewasa (maturation) (Depkes RI, 2007). Bila terjadi
keterlambatan perkembangan maka akan mempengaruhi perkembangan di tahap
selanjutnya. Tumbuh kembang anak memiliki prinsip umum. Adapun prinsip
umum tumbuh kembang, yaitu:

1) Perkembangan menimbulkan perubahan

2) Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan


perkembangan selanjutnya

3) Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda


4) Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan

5) Perkembangan mempunyai pola yang tetap

6) Perkembangan memiliki tahap yang berurutan

Perkembangan secara umum terdiri dari tiga sektor perkembangan, yaitu:

1) Perkembangan kemampuan gerak kasar


Semua gerakan yang dilakukan oleh tubuh disebut kemampuan motorik.
Perkembangan motorik adalah tercapainya kematangan pengendalian
gerak tubuh yang berkaitan erat dengan perkembangan pusat motorik di
otak. Gerakan motorik pada anak dapat lebih jelas dibedakan menjadi
gerakan motorik kasar dan gerakan motorik halus. Gerakan motorik kasar
adalah gerakan yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan
pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti
berjalan, gerakan duduk, berdiri, membalik dari telungkup menjadi
telentang atau sebaliknya dan lain-lain.
2) Perkembangan kemampuan gerak halus
Gerakan motorik halus adalah gerakan berhubungan dengan kemampuan
anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan
dilakukan oleh otototot kecil serta memerlukan koordinasi yang cermat
seperti mengamati sesuatu, gerakan mengambil suatu benda dengan hanya
menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan, menulis, menari, dan lain-lain.
3) Perkembangan kemampuan bicara, bahasa, dan kecerdasan
Anak sebagai makhluk sosial akan selalu berada bersama orang lain.
Kemampuan berkomunikasi diperlukan anak untuk saling mengerti satu
sama lain. Kemampuan berkata-kata atau komunikasi aktif pada bayi
belum dapat dilakukan, ia hanya menyatakan perasaan dan keinginannya
hanya melalui tangisan dan gerakan.
Dalam berkomunikasi terdapat dua bentuk komunikasi yaitu
komunikasi pasif dan komunikasi aktif. Komunikasi pasif adalah
kesanggupan mengerti dan melakukan perintah orang lain sedangkan
komunikasi aktif adalah kesanggupan untuk merespon atau memberi
tanggapan kepada orang lain. Komunikasi aktif dan komunikasi pasif perlu
dikembangkan secara bertahap. Anak dilatih untuk mau dan mampu
berkomunikasi aktif (berbicara, mengucapkan kalimat-kalimat, menyanyi
dan bentuk ungkapan lisan lainnya) dan berkomunikasi pasif (anak mampu
mengerti orang lain). (Hurlock, 2002).
2. Tahapan Perkembangan Anak Menurut Usia
Berdasarkan panduan yang digunakan di Indonesia, terdapat
tahapan perkembangan anak menurut usia dikelompokkan menjadi
beberapa tahapan usia, yaitu:

Tabel 1. Tahapan perkembangan anak menurut usia

No Usia Tahapan Perkembangan Yang Dicapai


1 0-3 bln  Mengangkat kepala setinggi 45 derajat
 Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
 Melihat dan menatap wajah anda
 Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
 Suka tertawa keras
 Bereaksi terkejut terhadap suara keras
 Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum
 Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman,
pendengaran, kontak
2 3-6 bln  Berbalik dari telungkup ke telentang
 Mengangkat kepala setinggi 90 derajat
 Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
 Menggenggam pensil
 Meraih benda yang ada dalam jangkauannya
 Memegang tangannya sendiri
 Berusaha memperluas pandangan
 Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
 Mengeluarkan suara gembira benada tinggi atau
memekik
 Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang
menarik saat bermain sendiri
3 6-9 bln  Duduk (sikap tripoid-sendiri)
 Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian
berat badan
 Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang
 Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan
lainnya
 Memungut 2 benda, masing-masing tangan pegang 1
benda pada saat yang bersamaan
 Memungut benda sebesar kacang dengan cara
meraup
 Bersuara tanpa arti, seperti mamama, babababa,
dadadada, tatatata
 Mencari mainan/benda yang dijatuhkan
 Bermain tepuk tangan/ciluk ba
 Bergembira dengan melempar bola
 Makan kue sendiri
4 9-12  Mengangkat badannya ke posisi tegak
bln  Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan
dengan kursi
 Dapat berjalan dengan dituntun
 Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan
yang diinginkan
 Menggenggam erat pensil
 Memasukkan benda ke mulut
 Mengulang menirukan bunyi yang didengar
 Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
 Mengeksplorasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh
apa saja
 Bereaksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan
 Senang diajak bermain "CILUK BA"
 Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang
belum dikenal
5 12-18  Berdiri sendiri tanpa berpegangan
bln  Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri
kembali
 Berjalan mundur 5 langkah
 Memanggil ayah dengan kata "papa", memanggil ibu
dengan kata "mama"
 Menumpuk 2 kubus
 Memasukkan kubus ke kotak
 Menunjuk apa yang diinginkan tanpa
menangis/merengek, anak bisa mengeluarkan suara
yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
 Memperhatikan rasa cemburu atau bersaing
6 18-24  Berdiri sendiri tanpa berpegangan 30 detik
bln  Berjalan tanpa terhuyung-huyung
 Bertepuk tangan , melambai-lambai
 Menumpuk 4 buah kubus
 Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari
telunjuk
 Menggelindingakan bola ke arah sasaran
 Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
 Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga
 Memegang cangkir sendiri, belajar makan-minum
sendiri
7 24-36  Jalan naik tangga sendiri
bln  Dapat bermain dengan menendang bola kecil
 Mencoret-coret pensil pada kertas
 Bicara dengan baik menggunakan dua kata
 Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika
diminta
 Membantu memungut mainannya sendiri atau
membantu
 Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar
nama 2 benda atau lebih
 Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
 Melepas pakaiannya sendiri
8 36-48  Berdiri 1 kaki selama 2 detik
bln  Melompat kedua kaki diangkat
 Mengayuh sepeda roda tiga
 Menggambar garis lurus
 Menumpuk 8 buah kubus
 Mengenal 2-4 warna
 Menyebut nama, usia dan tempat
 Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
 Mendengarkan cerita
 Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
 Mengenakan sepatu sendiri
 Mengenakan pakaian sendiri
9 48-60  Berdiri 1 kaki 6 detik
bln  Melompat-lompat dengan kaki satu
 Menari
 Menggambar tanda silang
 Menggambar lingkaran
 Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
 Mengancing baju atau pakaian boneka
 Menyebut nama lengkap tanpa di bantu
 Senang menyebut kata-kata baru

B. Proses dan Hasil


a. Proses
Pengambilan video pertama berlangsung pada tanggal 29 Oktober 2017,
pada pukul 17.00 Wita. Proses pengambilan video pertama berlangsung
kurang lebih 1 jam karena adanya persiapan dan terjadi beberapa
pengulangan yang disebabkan oleh beberapa kendala. Dalam pengumpulan
dan bimbingan video pertama, terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki
yaitu pada saat penilaian KPSP pada anak usia 54 bulan, pada penilaian point
kedua yaitu anak tidak diajak bermain petak umpet dan hanya di wawancarai
saja mengenai permainan petak umpet yang biasanya ia lakukan. Kemudian,
pada waktu terminasi, kesalahan yang dilakukan yaitu tidak menjelaskan
kembali mengenai pelatihan kuisioner usia selanjutnya yang diberikan kepada
ibu sang anak. Kedua hal ini yang megakibatkan proses pengambilan video
pemeriksaan skrining tumbuh kembang pada anak perlu diperbaiki.
Pengambilan video kedua berlangsung pada tanggal 4 November 2017,
pukul 16.00 wita. Proses pengambilan video kedua berlangsung kurang lebih
30 menit karena dibutuhkan waktu persiapan dan waktu pengulangan
pengambilan video karena ada beberapa kesalahan yang dilakukan.
b. Hasil
Dari pemeriksaan skrining tumbuh kembang pada anak menggunakan KPSP
Depkes usia 54 Bulan, Di peroleh hasil sebagai berikut:

KUISIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN USIA 54 BULAN

Nama : Ni Made Sindy Pebriasih


Tanggal lahir : 23 Februari 2013

NO YANG DINILAI YA TDK


1 Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas √
yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut? Kubus yang
digunakan ukuran 2-5 – 5 cm.
2 Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau √
permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan
permainan?
3 Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju √
atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang
kancing, gesper
4 Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa √
dibantu? Jawab TIDAK jika ia hanya menyebut sebagian
namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
5 Isi titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan √
membantu kecuali mengulangi pertanyaan.
"Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?"
"Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar?"
"Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah?"
Jawab YA biia anak merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan
benar, bukan dengan gerakan atau isyarat.
Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah
"menggigil" ,"pakai mantel’ atau "masuk kedalam rumah’.
Jika lapar, jawaban yang benar adalah "makan"
Jika lelah, jawaban yang benar adalah "mengantuk", "tidur",
"berbaring/tidur-tiduran", "istirahat" atau "diam sejenak.
6 Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian √
boneka?
7 Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu √
tunjukkan caranya dan beri anak ands kesempatan
melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan
keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih?
8 Jangan mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata √
"lebih panjang".
Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak.
Tanyakan: "Mana garis yang lebih panjang?"
Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi
pertanyaan tersebut.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi
pertanyaan tadi.
Apakah anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang
sebanyak 3 kali dengan benar?
9 Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama √
gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini di
kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan.
Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?

10 Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat √


dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah
berikut ini: "Letakkan kertas ini di atas lantai".
"Letakkan kertas ini di bawah kursi".
"Letakkan kertas ini di depan kamu"
"Letakkan kertas ini di belakang kamu"
Jawab YA hanya jika anak mengerti arti "di atas", "di
bawah", "di depan" dan "di belakang

Dari pemerikasaan skrining tumbuh kembang pada anak menggunakan KPSP


Depkes usia 54 bulan, di peroleh nilai 9. Maka, perkembangan anak sudah sesuai
dengan umurnya.
C. Hambatan dan Solusi
a. Hambatan
Dalam proses pengambilan video pemeriksaan skrining tumbuh kembang
pada anak menggunakan KPSP Depkes usia 54 bulan, terdapat beberapa
hambatan yang ditemui yaitu:
1. Pada awal pertemuan, anak sedikit malu-malu sehingga memperlambat
proses pengambilan video.
2. Pada saat kegiatan pengambilan video, terdapat suara motor yang cukup
besar sehingga mengganggu proses pengambilan video.
b. Solusi
Solusi yang dapat diambil untuk mengatasi hambatan tersebut adalah:
1. Mengajak anak bermain terlebih dahulu, dan menciptakan suasana yang
membuat anak nyaman sehingga anak tidak merasa malu dan anak mau di
ajak dalam pengambilan video.
2. Menunggu situasi dan kondisi yang kondusif dalam pengambilan video
sehingga tidak adanya gangguan suara-suara yang dapat merusak proses
dalam pengambilan video dan berpengaruh pada video yang dihasilkan nanti.

Daftar Pustaka

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Stimulasi, deteksi, dan


intervensi dini tumbuh kembang anak tingkat pelayanan kesehatan dasar. Jakarta:
Depkes RI.

Hurlock, E.B. 2002. Psikologi Perkembangan.5 th edition. Erlangga: EGC

Kusumanegara, Hari. 2013. Perkembangan Pada Anak (Online). Availabe:


http://eprints.undip.ac.id/46253/3/KUSUMANEGARA_22010111130081_Lap.K
TI_Bab2.pdf. Diakses pada tanggal 4 November 2017 Pukul 17.55 Wita.
Unimus. 2009. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Prasekolah(Online).
Available: http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/109/jtptunimus-gdl-tribudiast-
5424-2-bab2.pdf. Diakses pada tanggal 4 November 2017 Pukul 17.50 Wita.

KEPERAWATAN ANAK

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN SKRINING TUMBUH


KEMBANG PADA ANAK MENGGUNAKAN KPSP 54 BULAN
OLEH:

NI PUTU AYU SUCITA DEWI P07120216049

TINGKAT 2B SEMESTER III PRODI DIV KEPERAWATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN KEPERAWATAN

2017