You are on page 1of 36

Data - data perencanaan

Dari hasil di atas di dapatkan beberapa data perencanaan yang di butuhkan antara lain :

¨ Karakteristik Sungai

1. Lebar dasar sungai (b) = 20.00 m


2. Kemiringan dasar sungai ( I ) = 0,02981
3. Koefiisien K = 38.461538 m³/dt
4. Koefisien Manning (n) = 0.026
5. Debit banjir rencana ( Q100 ) = 400 m³/dt
6. Bentuk tebing sungai

f
1 h
m

¨ Karakteristik Bendung

1. Elevasi dasar sungai lokasi bendung = 20 m


2. Elevasi sawah tertinggi = 24 m
3. Tinggi genangan = 0.1 m
4. Kehilangan tekanan
- Pada bangunan pelimpah = 0.15 m
- Dari saluran tersier kesawah = 0.1 m
- Dari saluran induk tersier = 0.1 m
- Sepanjang saluran = 0.15 m
- Pada bangunan ukur = 0.4 m
- Pada bangunan pengambilan = 0.2 m
- Untuk eksploitasi = 0.1 m
5. Jenis tanah pada lokasi bendung = pasir kasar
6. Bahan pembentuk tubuh bendung = Batu kali
7. Berat jenis bahan
- Batu kali = 2200 kg/m³
- Beton massa = 2300 kg/m³
- Beton bertulang = 2400 kg/m³
8. Luas daerah irigasi = 1250 Ha
9.
10.Kebutuhan air tanam
Diameter partikel sedimen yang terangkut = 1.4 l/dtk/ha
di bangunan pengambilan = 0.00009 m
terangkut di bangunan pengambilan
elv. h A P R V
n I K
(m) (m) (m )
2
(m) (m) (m/dt)
20.00 0.00 0.00 0.00 0.026 0.030 38.462 0.00 0.00
20.10 0.10 1.24 12.50 0.026 0.030 38.462 0.10 0.0019
20.20 0.20 2.5 12.70 0.026 0.030 38.462 0.20 0.0074
20.40 0.40 5.08 13.10 0.026 0.030 38.462 0.39 0.0287
20.60 0.60 7.74 13.50 0.026 0.030 38.462 0.57 0.0628
20.80 0.80 10.48 13.90 0.026 0.030 38.462 0.75 0.1086
21.00 1.00 13.3 14.30 0.026 0.030 38.462 0.93 0.1653
21.20 1.20 16.2 14.70 0.026 0.030 38.462 1.10 0.2321
21.40 1.40 19.18 15.10 0.026 0.030 38.462 1.27 0.3083
21.60 1.60 22.24 15.50 0.026 0.030 38.462 1.43 0.3934
21.80 1.80 25.38 15.90 0.026 0.030 38.462 1.60 0.4869
22.00 2.00 28.6 16.30 0.026 0.030 38.462 1.75 0.5883
22.20 2.20 31.9 16.70 0.026 0.030 38.462 1.91 0.6972
22.40 2.40 35.28 17.10 0.026 0.030 38.462 2.06 0.8134
22.60 2.60 38.74 17.50 0.026 0.030 38.462 2.21 0.9364
22.80 2.80 42.28 17.90 0.026 0.030 38.462 2.36 1.0661
23.00 3.00 45.9 18.30 0.026 0.030 38.462 2.51 1.2022
23.20 3.20 49.6 18.70 0.026 0.030 38.462 2.65 1.3444
23.40 3.40 53.38 19.10 0.026 0.030 38.462 2.79 1.4925
23.60 3.60 57.24 19.50 0.026 0.030 38.462 2.94 1.6465
23.80 3.80 61.18 19.90 0.026 0.030 38.462 3.07 1.8061
24.00 4.00 65.2 20.30 0.026 0.030 38.462 3.21 1.9712
24.20 4.20 69.3 20.70 0.026 0.030 38.462 3.35 2.1417
24.40 4.40 73.48 21.10 0.026 0.030 38.462 3.48 2.3175
24.60 4.60 77.74 21.50 0.026 0.030 38.462 3.62 2.4983
24.80 4.80 82.08 21.90 0.026 0.030 38.462 3.75 2.6843
25.00 5.00 86.5 22.30 0.026 0.030 38.462 3.88 2.8751
25.20 5.20 91 22.70 0.026 0.030 38.462 4.01 3.0709
25.40 5.40 95.58 23.10 0.026 0.030 38.462 4.14 3.2715
25.60 5.60 100.24 23.50 0.026 0.030 38.462 4.27 3.4768
25.80 5.80 104.98 23.90 0.026 0.030 38.462 4.39 3.6868
26.00 6.00 109.8 24.30 0.026 0.030 38.462 4.52 3.9015

untuk : h = 4.80 di dapat Q = 220.32


h = 5.00 Q = 248.70

Dengan interpolasi di dapat nilai nilai h pada saat Debit ( Q 100 ) = 400 (m3/dt)
4.80+((400-367.90)/(414.69-367.90))*(5-4.80)
Q = 400 m3/dt
h = 4.94 m
Q
(m /dt)
3

0.00
0.00
0.02
0.15
0.49
1.14
2.20
3.76
5.91
8.75
12.36
16.83
22.24
28.70
36.28
45.08
55.18
66.68
79.67
94.25
110.50
128.53
148.42
170.29
194.22
220.32
248.70
279.45
312.69
348.52
387.04
428.38
1.3 0.6667 2.5573 30.8244 3.5 447.34 400
1.3 0.6667 2.5573 30.8004 3.6 466.28 400
1.3 0.6667 2.5573 30.7764 3.7 485.47 400
untuk : H1 = 3.20 di dapat Q = 391.99
3.30 di dapat Q = 410.19
H1 = 3.20+((400-391.99)/(410.19-391.99))*(3.3-3.2)
Dengan interpolasi di dapat nilai nilai H1 pada saat Debit ( Q 100 ) = 160 (m3/dt)
Q = 400
H1 = 3.24
maka,
didapat nilai H1 dgn cara trial dan error kemudian untuk mendapatkan hasil yang lebih tepat
shg diperoleh nilai, H1 = 3.24 m

He = 3.24
EL 25.25

P = 5.25 m

EL 20

Pengecekan nilai Cd :
¨ Jari-jari Mercu ( r ) = 0.5 x H1 ( direncanakan )
r = 1.62 m
Tinggi Mercu ( P )
P = 5.25 m
H1 = 3.24 m
Jadi :

2 Þ 1.34 ( Gambar 4.5, KP.02 hal 97 )

1.62 Þ 1 ( Gambar 4.6, KP.02 hal 97 )

1.62 Þ 0.993 ( Gambar 4.7, KP.02 hal 98 )


¨ Perhitungan Muka Air di Hulu Mercu

Data perencanaan :
P = 5.25 m ® tinggi puncak mercu
H1 (He) = 3.24 m ® tinggi energi diatas ambang
Q = 400 m³/dt ® ( debit banjir rencana )
Be = 31.66 m ® lebar efektif bendung
g = 9.81 m/dt²
r = 1/2.he = 1.622 m
· Kecepatan Air

Jadi :

Dengan trial and error :

Þ 268.9575 x V0

Þ 1.6139 x V0³

Q
B x ( P+ H1 ) Bx(1/2g) V0 ( B x ( P + He ) ) x Vo (B*(Vo²/2*g))*Vo
(m³/dt)
268.958 1.614 1.5 403.436 5.447 398
268.958 1.614 1.6 430.332 6.610 424
268.958 1.614 1.7 457.228 7.929 449
268.958 1.614 1.8 484.124 9.412 475
268.958 1.614 1.9 511.019 11.070 500
268.958 1.614 2 537.915 12.911 525
268.958 1.614 2.1 564.811 14.946 550
268.958 1.614 2.2 591.707 17.185 575
268.958 1.614 2.3 618.602 19.636 599
268.958 1.614 2.4 645.498 22.310 623
268.958 1.614 2.5 672.394 25.217 647
untuk : V0 = 1.50 di dapat Q = 397.9894
V0 = 1.60 Q = 423.7216

Dengan interpolasi di dapat nilai nilai V0 pada saat Debit ( Q 100 ) = 175 (m3/dt)
Q= 400 m3/det
V0 = 1.51 m/det
Sehingga :
Þ
0.12 m

Þ 3.13 m

Ha = 0.12 m

Hd = 3.13 m H1 = 3.24 m
EL 25.25

EL 20

Gambar Muka air di atas Mercu


Data perencanaan :
Elevasi mercu = 25.25 m
Hd = 3.13 m
H1 = 3.24 m
P = 5.25 m

= 28.38 m

= 28.49 m

= 20.00 m

EL 28.5
EL 28.38

EL 25.25

EL20 EL 20
EL20 EL 20

Gambar Muka air di atas Mercu

¨ Perencanaan Tampang Lintang Mercu Bendung


Untuk merencanakan bagian hilir mercu ogee digunakan rumus :

Dimana :

Hd = 3.13 m ; Tinggi air diatas mercu


K= 2
( Kp 02 , hal 99)
n= 1.85
P= 5.25 m
n-1 = 0.85

untuk : X(m) Y(m)


X(m) Y(m)
X= 5.25 m 0 0
0.75 0.111 X= 6.00 m 0.5 0.053
1.5 0.402 di dapat : 1 0.190
2.25 0.850 Y= 5.2186 m 1.5 0.402
3 1.448 Y= 6.4892 m 2 0.684
3.75 2.187 Dengan interpolasi di dapat nilai nilai X, 2.5 1.033
4.5 3.065 pada saat Y ( P = Tinggi Mercu ) = 5.25 (m ) 3 1.448
5.25 4.076 Y= 5.2500 m 3.5 1.925
6 5.219 X= 5.2685 m 4 2.465
6.75 6.489 4.5 3.065
7.5 7.886 5 3.725
5.2685 4.103
0.237 x Hd = 0.741 m (Lebar seluruh)

0.139 x Hd = 0.435 m (Lebar setengah)

¨ Perhitungan Lebar Badan Bendung


Mencari lebar badan b = 0.237Hd + Panjang X ( koordinat Ogee )
= 0.741 + 5.2685
= 6.010 m

X(m) Y(m)
5.268 m
0.5 0
1 23
45
6
7
8
5.268 m

1 0.190 1 23
1.5 0.402 45
6
2 0.684 7
8
2.5 1.033 9
3 1.448 10

4.103 m
11
3.5 1.925
12
4 2.465
13
4.5 3.065
14
5 3.725
15
5.2685 4.103

Koordinat bagian hilir Mercu Bendung Ogee

1.62

Ha = 0.12 m 0.81

H1 = 3.24 m 5.268
Hd = 3.13 m

1 23
45
6
7
8
9
Y
10
4.103

V0 = 1.51 m/dt 11
12
13
14
15

Gambar Tampang Lintang Mercu Bendung


Q
(m³/dt)
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
4.103 m

g Ogee
¨ Desain Kolam Olak

Aliran air yang telah melewati mercu pelimpah mempunyai kecepatan yang sangat tinggi,
dengan kondisi aliran sangat kritis. Dalam kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan berupa
penggerusan pada bagian belakang pelimpah, hingga menyebabkan terganggunya kestabilan
sedari bendung tersebut. Untuk menghindari hal tersebut dilakukan upaya dalam mengubah kondisi
aliarn superkritis menjadi subkritis yaitu dengan meredam energi aliran tersebut, dengan mendesain
Kolam Olak.

Tipe-tipe yang digunakan untuk meredam energi :

1. Tipe loncatan (jump bazin)


2. Tipe kolam olak (stilling bazin)
3. Tipe bak pusaran (roller bucket)

Adapun tipe kolam olak berdasarkan bilangan froude (Kp 04 hal 99) :

1. Untuk Fr<1.7 tidak diperlukan kolam olak, pada saluran tanah bagian hilir harus dilindungi
dari bahaya erosi, saluran pasangan batu atau beton tidak memerlukan perlindungan khusus.

2. Bila 1.7<Fr<2.5 maka kolam olak diperlukan untuk meredam energi secara efektif. Pada umumnya
kolam olak dengan ambang ujung mampu bekerja dengan baik. Untuk penurunan muka air DZ < 1.5 m
dapat dipakai bangunan terjun tegak.

3. Jika 2.5<Fr<4.5 maka akan timbul situasi yang paling sulit dalam memilih kolam olak yang tepat. Loncatan
air tidak berbentuk dengan baik dan menimbulkan gelombang sampai jarak yang jauh. Digunakan blok yang
berukuran besar (Tipe IV).

4. Bila Fr>4.5 ini merupakan kolam olak paling ekonomis karena kolam olak ini pendek, termasuk
kolam olak tipe III yang dilengkapi blok depan dan blok halang.

· Kecepatan Air Meluncur dari Mercu (Penampang I = V1 )

12.632
Þ V1 =
yu

Dari Persamaan Energi :


Dengan trial and error :

(Q/B)²/2g yu ( P + H1 ) P + H1

8.134 0.5 33.03 8.49


8.134 0.6 23.19 8.49

untuk : Yu = 0.50 di dapat P + H1 = 33.0341


Yu = 0.60 P + H1 = 23.1931

Dengan interpolasi di dapat nilai nilai V0 pada saat Debit ( Q 100 ) = 175 (m3/dt)
P + H1 = 8.4940 m3/det
Yu = 0.7494 m/det

Didapat nilai ® y1=yu = 0.7494 m, ( tinggi air setelah meluncur, sebelum olakan )

Maka :

Þ 16.858 m/det

V1 = 16.858 m/det
dan :

14.484 m

Sehingga :

Þ Fr = 6.217

Jika Fr > 4.5, maka menurut KP.04 hal 99, bendung membutuhkan Kolam Olak USBR Tipe III .
· Tinggi Loncatan Air

Þ y2 = 6.23 m

· Tinggi Air Setelah Olakan ( Penampang II = V2 )

Þ 2.0293 m/det

V2 = 2.0293 m/det

Þ 0.2099 m

· Persamaan Energi pada Penampang 2

Þ Dhf = 2.059

· Dimensi Kolam Olak

* Tinggi blok muka / pemecehan aliran


d1 = y1 = 0.749 m

* Tinggi ambang ujung (n)

Þn= 1.0 m

* Tinggi blok halang (n3)

Þ n3 = 1.3 m

* Jarak antar blok muka dan blok halang

Þ L1 = 5.1045 m
* Panjang kolam olak total

Þ L1 = 16.8075 m Þ 11.00

* Jarak kolam blok muka


d1 = 0.749 m

* Lebar blok halang

Þ 0.957 m

* Jumlah blok muka

Þ 21 buah

* Lebar sisi blok halang

Þ 0.2552 m

* Jumlah blok halang

Þ 12 buah

· Elevasi Dasar Kolam Olak

Data perencanaan :
Elevasi Mercu = 25.250 m
H1 = 3.2000 m

= 14.484 m

y1 = 0.749 m
maka:

Elevasi Dasar Kolam Olak = 13.22 m


mendesain

air DZ < 1.5 m

g tepat. Loncatan
Digunakan blok yang
4.8 Desain Apron

Panjang dan tebal apron di belakang serta di depan bendung dirancang untuk menahan
gaya uplift dan mengurangi hydraulic.

Data perencanaan desain apron :

- Elevasi dasar sungai = 20 m


- Tinggi mercu = 5.25 m
- Nilai Hd = 3.128 m
- Tinggi loncatan air ( y2 ) = 6.225 m

* Elevasi air dihulu pada saat banjir = 28.378 m

elevasi air dihilir pada saat banjir = elv. Dasar kolamolak + y2 + v2^2/2g
* Elevasi air dihilir pada saat banjir = 19.608 m

* DH banjir = 8.770 m

* Elevasi air normal = 25.250 m

* Elevasi lantai hilir = 13.21656 m

* DH air normal = 12.033 m

* Kondisi tanah = Pasir Kasar (Pasir Krikil)

Berdasarkan KP.02 halaman 126, dengan kondisi tanah dasar pasir kasar dapat
diketahui angka rembesan lane (CL) = 5

6.29

Dimana :

Cl ® Angka rembesan lane


Lv ® Jumlah panjang vertikal ( m )
LH ® Jumlah panjang horizontal ( m )
DH ® Beda tinggi muka air

Dianggap jalur vertikal memiliki daya tahan terhadap aliran 3x lebih kuat dari jalur horizontal.

* Panjang Creep Line

No LV LH
1 3 1.5
2 2 6
3 2 1.5
4 2 3.98
5 1 1
6 1 1.5
7 2 5.75
8 2 1.5
9 2 5.75
10 2 1.5
11 3
Jumlah 22 29.98

Angka rembesan untuk menentukan tekanan air (CW)


Harga minimum CL untuk pasir kasar = 5

® 3.6 > 5

OK

® 2.7 > 5
¨ Desain Pintu Pengambilan

Pintu pengambilan adalah pintu tempat masuknya air untuk dialirkan ke saluran primer.
Ukuran dari pintu harus sesuai dengan debit rencana saluran irigasi. Penyebaran sedimen
kearah vertikal memberikan ancang-ancang diambil beberapa langkah perencanaan untuk
membangun sebuah pengambilan yang dapat berfungsi dengan baik. Partikel-partikel yang
lebih halus di sungai diangkut dalam bentuk sedimen layang atau terbesar merata diseluruh
kedalaman aliran.
Bangunan pengambilan dilengkapi dengan pintu pengambilan dan bagian bebannya, terbuka
untuk menjaga jika terjadi muka air tinggi selama banjir. Besarnya bukaan pintu bergantung
kepada kecepatan aliran yang diijinkan kecepatan ini bergantung bahan ( ukuran butiran ) yang
dapat diangkat.
Kapasitas pengambilan harus sekurang-kurangnya 120% dari kebutuhan pengambilan guna
menambah fleksibilitas dan agar dapat memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi selama umur proyek.

* Bangunan Pengambilan

Dengan :
QI = Debit rencana irigasi (m³/dt)
c = Koefisien pengurangan karena adanya sistem golongan (c=1)
e = Efisiensi irigasi secara keseluruhan
A = Luas daerah yang diairi ( Ha )
NFR = Kebutuhan air tanaman ( lt/det/Ha)

Data perencanaan :
c = 1 ( Rencana )
e = 0.65 ( Rencana )
A = 840 Ha
NFR = 1.02 lt/dt/Ha 0.00102 m³/dt/Ha

Sehingga:

Þ QI = 1.582 m³/dt

* Tinggi Bukaan Pintu Pengambilan

Dengan :
QI = Debit Rencana Irigasi ( m³/dt)
m = Koefisien debit untuk bukaan dibawah permukaan air dengan
kehilangan tinggi energi kecil.
b = Lebar bukaan (m)
a = Tinggi bukaan (m)
g = Percepatan gravitasi ( 9.8 m/dt² )
z = Kehilangan tinggi energi pada bukaan (m)

Data perencanaan :

QI = 1.582 m³/dt
m = 0.8
b = 2 m ( Rencana )
2 buah pintu pengambilan
g = 9.81 m/dt²
z = 0.15 m ( Rencana )

Þa= 0.576 m

Þ Qp = 3.164 m³/dt

Maka :

QI = 1.582 m³/dt < Qp = 3.164 m³/dt OK

¨ Desain Pintu Pembilas

Air yang mengalir pada sungai yang akan dibendung banyak membawa sedimen.
Sungai sedimen ini tidak memasuki intake maka perlu diadakan pembilasan. Dalam pembilasan ini,
sedimen yang mengendap dibuang ke sungai utama. Untuk melaksanakan pembilasan ini diperlukan
bangunan pembilas.

Lebar Pembilas ditambah tebal pilar pembagi sebaiknya 1/6 -1/10 dari Lebar bersih Bendung
(jarak antar pangkalnya) untuk sungai-sungai yang lebarnya kurang dari 100 m ( KP 02 , hal 88 ).

Data perencanaan :

B = 35.8493011 m
Qp = 3.164 m³/dt
g= 9.81 m/dt²

® b= 5.97488352 m

® b= 3.58493011 m

Digunakan b=L= 3.58493011 m


L= 1.07547903 m
¨ Dimensi Pintu Pembilas

* Debit rencana tiap meter leber

Þ q= 162.718 m³/dt

* Kecepatan Pembilas
Kecepatan rencana yang diperlukan selama pembilasan dapat diambil = 3,0 m/dt
(KP. 04, hal.134), dan besarnya kecepatan hendaknya selalu dibawah kecepatan
kritis, karena superkritis akan mengurangi efektifitas proses pemilihan (KP. 02, hal. 148)

* Kecepatan kritis dan Kedalaman Kritis


§ Kedalaman Kritis

Þ hc = 13.886 m

§ Kecepatan Kritis
Þ Vc = 11.672 m/dt (analisa)

Jadi :

Vc = 11.672 m/dt < Vc(desain) = 3 Ok

§ Kemiringan Lantai Penguras


Untuk mempertahankan kecepatan yang ada maka kemiringan lantai penguras
hendaknya dihitung dengan menggunakan rumus manning:

Dimana :
V= Kecepatan pada saat pembilas (m/dt)
R= Jari-jari hidrolis (m)
I= Kemiringan dasar saluran
Pada saat R=hc, maka V=Vc
Data perencanaan :
V= 11.672 m/dt
R= 13.886 m
n= 0.013
I1/2 = 0.027 ÞI= 0.000705

¨ Desain Tinggi Jagaan

Tinggi jagaan pada bangunan pelimpah atau bendung direncanakan menghindari


adanya limpasan ombak maupun benda-benda padat yang terapung pada aliran.
Tinggi jagaan adalah jarak vertical dari muka air sampai keujung dinding.
Perhitungan untuk memperoleh tinggi jagaan digunakan rumus:

Dimana :
Fb = Tinggi jagaan (m)
V = Kecepatan aliran (m/dt)
d = Kedalaman air (m)

· Tinggi Jagaan pada Upstream Bendung

V = Vo = 1.508 m/dt
d = Hd = 3.128 m

Fb = 0.608 m

· Tinggi Jagaan pada Penampang 1

V = 16.858 m/dt
d = 0.749 m

Fb = 0.66 m

· Tinggi Jagaan pada Kolam Olak

V= 2.029 m/dt
d= 6.225 m

Fb = 0.61 m
¨ Desain Kantong Lumpur

Kantong Lumpur adalah suatu bangunan pelengkap yang mempunyai fungsi :


untuk mengendapkan lumpur yang masuk ke saluran. Kantong Lumpur ditempatkan
dibelakang pintu intake kemudian hasil pembilas Lumpur dibuang melalui saluran buang.

Langkah- langkah perencanaan berdasarkan “Petunjuk Teknis Perencanaan


Irigasi” hal 60 adalah sebagai berikut :

1. Menentukan ukuran partikel,


2. Menentukan volume kantong lumpur yang diperlukan,
3. Membuat perkiraan awal luas rata-rata permukaan kantong Lumpur dengan rumus :

Dimana ;
L = Panjang kantong (m)
B =Lebar rata-rata profil pembawa (m)
Q =Kebutuhan pengambilan rencana (m³/dt)
W =Kecepatan endap partikel rencana (m/dt)

4.Menentukan kemiringan energi dikantong lumpur selama eksploitasi normal,

Dimana ;
Vn= Kecepatan rata-rata selama eksploitasi (m/dt)
Ks = Koefisien kekasaran
Rn = Jari-jari hidrolis
In = Kemiringan energi
An = Luas penampang basah (m²)
Qn = Kebutuhan pengambilan (m³/dt)

5. Menentukan kemiringan energi selama pembilasan dengan kolam dalam keadaan


kosong dengan rumus Manning :

Dimana ;
Vn= Kecepatan rata-rata selama pembilas (m/dt)
Ks = Koefisien kekasaran Manning
Rn = Jari-jari hidrolis
In = Kemiringan energi
An = Luas penampang basah (m²)
Qn = Debit untuk membilas (m³/dt)
As = Luas penampang basah (m²)

6. Menentukan dimensi kantong lumpur


Perencanaan sebagai berikut :

· · Ukuran partikel rencana

Dimisalkan sample yang diambil pada kali sedimen rata-rata berukuran = 9x10-4 .
Sedimen itu terangkut oleh aliran sungai sebagai sedimen layang.

· Diasumsikan bahwa air yang dielakkan mengandung 0,5% sedimen yang harus
diendapkan dalam kantong lumpur (KP.02 hal 136).

· Volume kantong lumpur V bergantung pada jarak waktu pembilasan. Jarak waktu
pembilasan atau pembersihan biasanya diambil jarak waktu 1 atau 2 minggu
(KP.02 hal 145).

Dimana :
Qn =Kebutuhan pengambilan rencana (m³/dt)
T = Waktu pembilas, direncanakan dengan melakukan pembilasan
diambil 1 minggu

V= 957 m³

· Luas rata-rata permukaan kantong lumpur

Dari grafik hubungan antara kecepatan W dengan diameter partikel d,


kecepatan endap bisa diketahui (KP. 02 hal 143)
Apabila :
Diameter partikel (d) = 0,01 mm dan partikel berupa pasir alamiah, sehingga
faktor bentuk (fb) = 0,7 mm, maka berdasarkan grafik 7.4 hal 143 pada KP.02.
diperoleh kecepatan endap partikel :
W = 6mm = 0.006 m/det
W = 6mm = 0.006 m/det
maka :
Qn = 3.164 m³/dt
W= 0.006 m/det
Vn= 0.4 m/dt
n= 0.02

Þ LB = 527.261538 m²
Karena LB > 8, maka LB = 8
LxB= 527.26
8xBxB= 527.26
B² = 65.908
B= 8.118 @ 9.0000 m

L= 72 m

· Menetukan kemiringan energi (In)

Kecepatan aliran (Vn) tidak boleh kurang dari 0.30 m/dt, guna mencegah
tumbuhnya vegetasi (KP. 02 hal 142). Digunakan Vn = 0.40 m/dt.

* Luas penampang basah (AÞ An= 7.909 m²

* Dengan harga B= 9 m, maka kedalaman air (hn) adalah :

Þ hn = 0.8788 m

* Direncanakan kemiringan talud = 2 :1 ,maka lebar dasarsaluran (bn)

Þ bn = 8.121 m @ 8.5

* Keliling basah (Pn)

Pn = 11.290

* Jari-jari hidrolis (Rn)


Þ Rn = 0.70 m

* Jadi kemiringan energi In, jika saluran terbuat dari batu kali

Þ In = 0.0001

SKETSA KANTONG LUMPUR

1
hn= 0.9615m
0,5

Hs=0.2m

bn= 8.5 m

B=9m

· Menentukan kemiringan energi selama pembilasan (Is)

Penentuan Is pada saat pengambilan, kantong lumpur dalam keadaan kosong


kecepatan rata-rata yang diperlukan selama pembilasan untuk pasir kasar
Vs = 1,5 m/dt (KP. 02 hal 146).

* Maka debit untuk pembilas Qs ( KP.02 hal 146 )

Qs = 3.796 m³/dt

* Luas penampang basah pada saat pembilas (As)

As = 2.531 m²

* Lebar dasar kolam (bs)


8.500 m

* As = bs x hs

Þ hs = 0.298 m

* Keliling penampang basah pada saat pembilas (Ps)

Þ Ps = 9.095 m

* Jari -jari hidrolis


Þ Rs = 0.278 m

Untuk pembilas, koefisien kekasaran digunakan 40, maka kemiringan saluran pada saat
pembilas :

= 0.00496

Pada saat pembilas harus diusahakan kecepatan aliran dalam kondisi subkritis (Fr <1), hal
ini untuk menghindari tergerusnya saluran akibat kecepatan air.

Fr = 0.585 < 1 Ok

* Panjang sand trap

Volume sand trap yang diperlukan = 957 m³

* Rumus volume sand trap

2.531 L pers.a (misal )


0.005 L

0.02 L² pers. b (misal)

Dengan trial and error


a b L V (m/dt ) Vd (m/dt )
253.086 206.367321 100 459 957
316.357 322.448939 125 639 957
379.628 464.326472 150 844 957
442.900 631.999921 175 1075 957
506.171 825.469284 200 1332 957

untuk : L= 150.00 di dapat Vd = 843.9548


L= 175.00 Vd = 1074.8996

Dengan interpolasi di dapat nilai nilai L pada saat Vd (m/dt) = 957 (m/dt)
Vd = 957 m3/det
L= 162.2008 m/det
SKETSA KEMIRINGAN SAND TRAP

hn = 0.9615 m In = 0.0000526

Is = 0.00249 h = Is*L - In*L = 0.714 m


hs = 0.326 m

L= 162.2008 m
m
L = 0.714 m
NAMA MAHASISWA : NADIA APRILESTARI
NIM : F1A 016 115
TUGAS : PERANCANGAN BANGUNAN IRIGASI
DOSEN : SYAMSUL HIDAYAT, ST., MT.

DIKETAHUI DATA SEBAGAI BERIKUT :

A. KARAKTERISTIK SUNGAI
1. Lebar dasar sungai ( b ) = 20.0 meter
2. Kemiringan dasar sungai (I) = 0,02981 meter
3. Koef. Kekasaran manning (n) = 0.026 meter
4. Debit banjir rencana (Q100) = 400 m3/dt
5. Bentuk saluran =

B. KARAKTERISTIK BENDUNG
1. Elv. Dasar sungai = 20 meter
2. Elv. Sawah tertinggi = 24 meter
3. Tinggi genangan = 0.1 meter
4. Kehilangan tekanan :
a. Bangunan Pelimpah = 0.15 meter
b. Saluran tersier ke sawah = 0.1 meter
c. Saluran induk tersier = 0.1 meter
d. Sepanjang saluran = 0.15 meter
e. Bangunan Ukur = 0.4 meter
f. Banguna Pengambil = 0.2 meter
g. Untuk eksploitasi = 0.1 meter

5. Jenis Tanah pada Bendung = Pasir Kasar


6. = Batu Kali
Badan Pembentuk Tubuh Bendung
7. Berat Jenis Bahan :
a. Batu Kali = 2200 kg/m3
b. Beton massa = 2300 kg/m3
c. Beton Bertulang = 2400 kg/m3
8. Luas Daerah Irigasi = 1250 Ha
9. Kebutuhan Air Tanaman = 1.4 L/dt/Ha
10. Diameter partikel yang terangkat di = 0.00009 meter
bangunan pengambilan