You are on page 1of 2

Moist wound healing merupakan suatu metode yang mempertahankan lingkungan luka tetap

terjaga kelembabannya untuk memfasilitasi penyembuhan luka. Luka lembab dapat diciptakan
dengan cara occlusive dressing (perawatan luka tertutup). Metode “moist wound healing” ini
sudah mulai dikenalkan oleh Prof. Winter pada tahun 1962. Di Indonesia mulai dikembangkan
pada tahun 2000 an.
Ada perbedaan mendasar antara perawatan luka konvensional dengan perawatan luka modern. Di
dalam teknik perawatan luka konvensional tidak mengenal perawatan luka lembab, kasa biasanya
lengket pada luka karena luka dalam kondisi kering. Pada cara konvensional pertumbuhan jaringan
lambat sehingga menyebabkan tingkat risiko infeksi lebih tinggi.

Sedangkan teknik modern atau moist wound healing, perawatan luka lembab sehingga area luka
tidak kering sehingga mengakibatkan kasa tidak mengalami lengket pada luka. Dengan adanya
kelembaban tersebut dapat memicu petumbuhan jaringan lebih cepat dan tingkat risiko terjadinya
infeksi menjadi rendah.
metode untuk mempertahankan kelembaban lingkungan luka, dimulai dengan wound bed
preparation menggunakan metode TIME untuk mendapatkan jaringan luka yang sehat berwarna
merah/red. TIME merupakan singkatan dari :
(T)Tissue adalah tissue management dengan debridement jaringan nekrotik untuk menjadikan
dasar luka menjadi sehat berwarna merah (Red Yellow Black),
(I)Infection/Inflamasi adalah pengendalian infeksi dengan PHMB antiseptik pencuci luka
dan antimicrobial dressing untuk mengontrol infeksinya,
(M)Moisture adalah moisture balance dengan absorb dressing untuk menyerap eksudat, atau
melakukan hidrasi untuk luka yang kering sehingga didapatkan keseimbangan kelembaban,
(E)Edge of wound dengan mengevaluasi epitelisasi pada tepi luka. Tepi luka yang keras dan
kering akan menghambat proses epitelisasi dalam penyembuhan luka. Sehingga tepi luka harus
disiapkan sejak dini. Luka yang sehat ditandai dengan adanya epitelisasi pada tepi luka, bila dalam
2-4 minggu tidak ada kemajuan tepi luka dilakukan reassessment untuk TIM.
Pada luka delay healing dikelola secara multidisiplin dengan adjuvant
therapy menggunakan Vaccum Assisted Closure (VAC) atau Platelette Rich Plasma (PRP)
Pemilihan Moist Wound Dressing
Dalam pemilihan jenis dressing untuk tetap menjaga suasana lembab berdasarkan warna dasar luka
(wound bed) dengan menggunakan algoritma sebagai berikut:
 Luka dengan warna dasar Red/merah merupakan jaringan epitelisasi/granulasi prinsip
perawatannya moisture retentive dressing untuk menjaga kelembaban
 Luka dengan warna dasar Yellow/kuning merupakan jaringan slough berexudate prinsip
perawatanya exudate management dengan dressing absorband.
 Luka dengan warna dasar Black/hitam merupakan jaringan nekrotik avaskuler prinsip
perawatannya wound hydration dressing dengan hydroavtive gel yang memberikan kelembaban.
 Luka dengan tanda tanda terinfeksi warna kehijauan dengan menggunakan antimicrobial
dressing/hidrofobik dressing untuk mengontrol infeksi .

Perawatan luka berbasis lembab (moist wound healing) meningkatkan epitelisasi, angka
infeksi lebih rendah dibandingkan dengan perawatan kering (2,6% vs 7,1%), proses
penyembuhan luka menjadi lebih cepat dan waktu rawat inap pasien/Length of Stay (LOS)
menjadi lebih pendek.