You are on page 1of 8

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/235931061

OVERWEIGHT SEBAGAI FAKTOR RESIKO LOW BACK PAIN PADA PASIEN POLI
SARAF RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

Article · January 2010

CITATION READS

1 2,423

3 authors, including:

Lantip Rujito
Universitas Jenderal Soedirman
23 PUBLICATIONS   15 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Thalassemia View project

Thalassemia View project

All content following this page was uploaded by Lantip Rujito on 23 May 2014.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Mandala of Health. Volume 4, Nomor 1, Januari 2010 Purnamasari, Overweight dan Low Back Pain

OVERWEIGHT SEBAGAI FAKTOR RESIKO LOW BACK PAIN PADA PASIEN


POLI SARAF RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

Hendy Purnamasari1,Untung Gunarso2, Lantip Rujito1


1
Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
E-mail:
2
Rumah Sakit Umum Daerah Prof Margono Soekarjo Purwokerto

ABSTRACT

Low Back Pain (LBP) is general health issue in worldwide society. It was estimated in 40%
population at Central Java above 65 years old, with prevalence of men 18,2% and women
13,6%.among Indonesian people, LBP’s incidence ranges from 3-17%. This research aims to know
the relationship between overweight and Low Back Pain in non-hospitalized patients in Neurology
department of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. This cross-sectional study was held in 90
respondents. Quota sampling was used to collect respondent. LBP was diagnosed based on
physical examination. Overweight was diagnosed as body mass index > 25 kg/m2in male and > 23
kg/m2in female. Chi square analysis showed a relationship between overweight and LBP (p=0,03).
Logistic regression showed overweight contributes 16,5% in LBP (r2= 0, 165).
____________________________________________________________________________
Key Words: Low Back Pain, overweight

PENDAHULUAN aktivitas pada penduduk dengan usia <45


Low back Pain (LBP) merupakan tahun, urutan ke 2 untuk alasan paling sering
masalah umum kesehatan di masyarakat yang berkunjung ke dokter, urutan ke 5 alasan
menyebabkan ketergantungan dalam perawatan di rumah sakit, dan alasan
penggunaan layanan kesehatan. LBP penyebab yang paling sering untuk tindakan
terhitung hampir mengurangi produktivitas operasi3. Data epidemiologi mengenai LBP di
hingga 20 Juta USD atau setara dengan 200 Indonesia belum ada, namun diperkirakan
milyar rupiah setiap tahunnya di Amerika. 40% penduduk pulau Jawa Tengah berusia
Lebih dari 80 Juta USD dihabiskan setiap diatas 65 tahun pernah menderita nyeri
tahunnya untuk mengatasi LBP di Amerika pinggang, prevalensi pada laki-laki 18,2%
Serikat. LBP sering dijumpai dalam praktek dan pada wanita 13,6%. Insiden berdasarkan
sehari-hari, terutama di negara-negara kunjungan pasien ke beberapa rumah sakit di
industri. Diperkirakan 70-85% dari seluruh Indonesia berkisar antara 3-17%4.
populasi pernah mengalami episode ini Kelebihan berat badan meningkatkan
1
selama hidupnya . Prevalensi pertahunannya berat pada tulang belakang dan tekanan pada
bervariasi dari 15-45%, dengan point diskus, struktur tulang belakang, serta
prevalence rata-rata 30%2. Di Amerika herniasi pada diskus lumbalis yang rawan
Serikat nyeri ini merupakan penyebab yang terjadi5,6. Terdapat hubungan yang signifikan
urutan paling sering dari pembatasan antara lama duduk dengan LBP7. Faktor

26
Mandala of Health. Volume 4, Nomor 1, Januari 2010 Purnamasari, Overweight dan Low Back Pain

risiko LBP lain juga diketahui meningkat HASIL DAN PEMBAHASAN


seiring dengan bertambahnya usia dan Dari hasil penelitian diperoleh
obesitas (BMI > 25 kg/m2), kebiasaan sebanyak 82 pasien terdiagnosis LBP dan
merokok, kurangnya aktivitas, serta kerja sisanya 8 orang terdiagnosis non LBP.
8,9
berat . Gambaran karakteristik pasien yang
Berat badan merupakan salah satu terdiagnosis LBP berdasarkan jenis kelamin
faktor ekspresi dari gaya hidup. Semakin yang dapat dilihat pada tabel 1.
tidak teratur gaya hidup dengan tidak Tabel 1. Karakteristik Pasien LBP
Berdasarkan Jenis Kelamin
mengontrol pola makan, semakin tinggi
Jenis Frekuensi Persentase
resiko terkena obesitas. Hal ini membawa
Kelamin
konsekuensi akan meningkatnya resiko
Laki-laki 32 orang 39,02%
terkena penyakit-penyakit lain salah satunya
Perempuan 50 orang 60,98%
adalah nyeri pinggang bawah. Oleh karena
Total 82 orang 100%
itu penelitian ini akan mengemukakan
relevansi obesitas terhadap kejadian LBP di
Tabel tersebut menggambarkan
rumah sakit Margono Soekarjo Purwokerto.
bahwa di Poli Saraf RSUD. Prof. Dr.
Margono Soekarjo Purwokerto jumlah pasien
METODE PENELITIAN
LBP yang berjenis kelamin perempuan lebih
Penelitian ini merupakan survei
banyak daripada yang berjenis kelamin laki-
analitik dengan rancangan cross sectional.
laki.
Populasi target penelitian ini adalah semua
Tabel 2. Karakteristik Pasien Berdasarkan
pasien poli saraf RSUD yang didiagnosis Usia
LBP saat penelitian berlangsung dan Usia Frekuensi Persentase

didapatkan 82 sampel dengan LBP. Diagnosa 25-34 tahun 1 orang 1,1%


LBP ditetapkan jika terdapat nyeri didaerah 35-44 tahun 9 orang 10%
45-54 tahun 23 orang 25,6%
punggung antara sudut bawah kosta (tulang
> 54 tahun 57 orang 63,3%
rusuk) sampai lumbosakral (sekitar tulang Total 90 orang 100%
ekor). Overweight mengacu kepada World
Health Organization (WHO) adalah Tabel 2 menunjukkan bahwa pasien
kelebihan berat badan pada dewasa pria jika LBP paling banyak terdapat pada usia > 54
2 2
BMI > 25 kg/m dan jika BMI > 23 kg/m tahun. Hal tersebut menunjukkan adanya
pada perempuan dewasa. Data dari penelitian kecenderungan bahwa LBP merupakan
ini dikumpulkan dengan cara melakukan masalah penyakit degeneratif.
pengukuran tinggi badan dan berat badan Pada penelitian ini definisi overweight
untuk mendapatkan nilai BMI pada pasien mengacu kepada WHO yang menetapkan
LBP. kelebihan berat badan pada dewasa pria jika

27
Mandala of Health. Volume 4, Nomor 1, Januari 2010 Purnamasari, Overweight dan Low Back Pain

BMI > 25 kg/m2 dan jika BMI > 23 kg/m2 Faktor infeksi atau peradangan adalah
pada perempuan dewasa. BMI pasien adanya suatu penyakit yang menimbulkan
ditetapkan oleh peneliti setelah mengukur infeksi atau peradangan pada tulang belakang
berat dan tinggi badan. Tinggi badan diukur bawah. Dari 90 responden distibusi frekuensi
saat pasien datang ke Poliklinik Saraf RSUD. terjadinya infeksi pada tulang belakang yang
Prof. Dr. Margono Soekarjo dengan mistar dapat bermanifestasi sebagai LBP dapat
pengukur tinggi badan sedangkan berat dilihat pada tabel 5.
badan diukur dengan timbangan ”weight Tabel 5. Distribusi Frekuensi Infeksi Pada
Tulang Belakang
machine” type ZT-120 yang telah dilakukan
Infeksi Frekuensi Persentase
kalibrasi secara teratur tiap satu bulan.
Ya 6 orang 6,7%
Distribusi pasien untuk overweight disajikan
Tidak 84 orang 93,3%
dalam tabel 3.
Total 90 orang 100%
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Overweight
Overweight Frekuensi Persentase
Berdasarkan hasil uji chi-square pada
Ya 59 orang 65,6%
analisis adanya hubungan overweight dengan
Tidak 31 orang 34,4%
Low Back Pain didapatkan X2 = 4,613, p =
Total 90 orang 100%
0,032 atau terdapat hubungan antara
overweight dengan Low Back Pain.
Dari 90 responden yang diteliti
Hubungan riwayat trauma tulang belakang
diperoleh data tentang status gizi
dengan Low Back Pain didapatkan X2 =
menunjukkan bahwa sebagian besar status
4,174, p = 0,41 atau tidak ada hubungan yang
gizi responden adalah overweight yaitu
antara faktor mekanis (trauma) dengan Low
sebanyak 65,6%.
Back Pain. Hubungan antara riwayat infeksi
Faktor mekanis pada penelitian ini tulang belakang dengan Low Back Pain
adalah akibat dari trauma yang mengenai didapatkan X2 = 0,627, p = 0,428 tidak ada
tulang belakang bawah sehingga hubungan antara riwayat infeksi tulang
menimbulkan manifestasi klinis LBP. Dari belakang dengan Low Back Pain.
90 responden yang diteliti diperoleh data Berdasarkan analisis multivariat dari
tentang faktor mekanis (trauma) seperti pada kelima faktor risiko yang diteliti hanya
tabel 4. terdapat dua faktor risiko yang berhubungan
Tabel 4. Distribusi Frekuensi Faktor signifikan secara bersamaan terhadap Low
Mekanis (Trauma)
Trauma Frekuensi Persentase Back Pain, yakni overweight dan riwayat

Ya 29 orang 32,2% trauma tulang belakang. Angka R square

Tidak 61 orang 67,8% adalah 0,165. Hal ini berarti 16,5% dari

Total 90 orang 100% variasi Low Back Pain dapat dijelaskan oleh

28
Mandala of Health. Volume 4, Nomor 1, Januari 2010 Purnamasari, Overweight dan Low Back Pain

kedua faktor risiko tersebut dan sisanya dapat menyebabkan kepadatan tulang
83,5% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain. berkurang akibat penurunan hormon estrogen
Kira-kira 80% penduduk seumur hidup sehingga memungkinkan terjadinya nyeri
pernah sekali merasakan nyeri punggung pinggang. Pada penelitian ini hasil yang tidak
bawah. Pada setiap saat lebih dari 10 % signifikan tersebut mungkin disebabkan
penduduk menderita nyeri pinggang. karena awalnya responden yang dipilih
Insidensi nyeri pinggang di beberapa negara adalah pasien yang datang dengan keluhan
berkembang lebih kurang 15-20% dari total nyeri punggung bawah tanpa adanya proporsi
populasi, yang sebagian besar merupakan jumlah sampel untuk responden laki-laki
nyeri pinggang akut maupun kronik, maupun perempuan.
termasuk tipe benigna. Penelitian kelompok Nyeri pinggang merupakan keluhan
studi nyeri PERDOSSI Mei 2002 yang berkaitan erat dengan umur. Secara
menunjukkan jumlah penderita nyeri teori, nyeri pinggang atau nyeri punggung
pinggang sebesar 18,37% dari seluruh pasien bawah dapat dialami oleh siapa saja, pada
nyeri. Studi populasi dl daerah pantai utara umur berapa saja. Hasil penelitian secara
Jawa Indonesia ditemukan insidensi 8,2% deskriptif menggambarkan bahwa LBP lebih
pada pria dan 13,6% pada wanita. Di rumah banyak terjadi pada usia diatas 54 tahun, hal
sakit Jakarta, Yogyakarta dan Semarang ini mungkin berhubungan dengan beberapa
insidensinya sekitar 5,4 – 5,8%, frekwensi faktor etiologik tertentu yag lebih sering
terbanyak pada usia 45-65 tahun10. dijumpai pada umur yang lebih tua. Namun
Pada analisis deskriptif pada penelitian secara statistik tidak ada hubungan antara
ini didapatkan jumlah pasien LBP perempuan usia dengan LBP, hal tersebut mungkin
sebanyak 50 orang atau 60,98%. Namun karena jumlah sampel yang kurang memadai
secara statistika hasil tersebut tidak dan tidak adanya pembagian proporsi sampel
signifikan yang berarti tidak ada hubungan untuk interval usia tertentu. Biasanya Low
antara jenis kelamin dengan LBP. Hal ini Back Pain mulai dirasakan pada mereka yang
sesuai dengan penelitian Adelia tahun 200711 berumur dekade kedua dan insiden tertinggi
dimana didapatkan hasil bahwa laki-laki dan dijumpai pada dekade kelima. Hal ini sesuai
perempuan memiliki resiko yang sama dengan penelitian Adelia tahun 200711
terhadap keluhan nyeri pinggang sampai dimana didapatkan hasil keluhan nyeri
umur 60 tahun, namun pada kenyataannya pinggang ini semakin lama semakin
jenis kelamin seseorang dapat mempengaruhi meningkat hingga umur sekitar 55 tahun
timbulnya keluhan nyeri pinggang, karena Usia merupakan faktor yang
pada wanita keluhan ini lebih sering terjadi mendukung terjadinya LBP, sehingga
misalnya pada saat mengalami siklus biasanya di derita oleh orang berusia lanjut
menstruasi, selain itu proses menopause juga karena penurunan fungsi-fungsi tubuhnya

29
Mandala of Health. Volume 4, Nomor 1, Januari 2010 Purnamasari, Overweight dan Low Back Pain

terutama tulangnya sehingga tidak lagi elastis Faktor mekanis pada penelitian ini
seperti diwaktu muda. Tetapi saat ini sering menunjukkan ketidaksesuaian hasil dengan
ditemukan orang berusia muda sudah terkena penelitian Carl tahun 199114 yang
LBP, seperti sebuah penelitian yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara
5
dilakukan oleh Jacob (1998) pada murid trauma yang mengenai tulang belakang
sekolah menengah atas di Skandinavia yang dengan kejadian Low Back Pain kronis.
usianya masih sangat muda menemukan Namun, pada analisis multivariat riwayat
bahwa 41,6% murid sekolah menderita LBP trauma tulang belakang secara bersamaaan
selama duduk dikelas. Dengan demikian usia dengan overweight memiliki hubungan
bukan lagi faktor yang memperberat dengan LBP. Hal tersebut dapat dijelaskan
melainkan faktor pendukung sebagai berikut. Pada analisis univariat hanya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di analisis satu faktor yakni faktor mekanis,
pada hasil analisis bivariat terdapat hubungan dimana pada penelitian ini memiliki
antara overweight terhadap Low Back Pain. keterbatasan jumlah sampel terutama
Hasil yang signifikan juga ditunjukkan pada sedikitnya responden yang memiliki riwayat
hasil analisis multivariat dimana faktor risiko trauma tulang belakang sehingga hasil
overweight signifikan terhadap Low Back analisisnya pun kurang dapat
Pain. Dari hasil analisis, seseorang yang menggambarkan keadaan yang
overweight lebih berisiko 5 kali menderita sesungguhnya. Pada analisis multivariat
LBP dibandingkan dengan orang yang faktor trauma secara bersamaan dengan
memiliki berat badan ideal. Hasil penelitian overweight berpengaruh terhadap terjadinya
ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Low Back Pain. Hal tersebut dapat dijelaskan
Richard dan Weinstein et al.12 yakni faktor mungkin pada orang overweight dimana
risiko LBP meningkat pada seseorang yang dengan berat badan yang berlebih tersebut
overweight. Ketika seseorang kelebihan berat seseorang lebih berisiko untuk mengalami
biasanya kelebihan berat badan akan trauma.
disalurkan pada daerah perut yang berarti Trauma dibedakan menjadi 2, yaitu
13
menampah kerja tulang lumbal . Ketika trauma besar dan trauma kecil. Trauma besar
berat badan bertambah, tulang belakang akan meliputi terbedolnya insersi otot erector
tertekan untuk menerima beban yang trunci. Pada keadaan ini penderita dapat
membebani tersebut sehingga mengakibatkan menunjuk daerah yang nyeri tekan pada
mudahnya terjadi kerusakan dan bahaya pada darah tersebut (udem setempat dan
stuktur tulang belakang. Salah satu daerah hematom), ruptur ligamen interspinosum
pada tulang belakang yang paling beresiko secara mutlak atau parsial mengakibatkan
akibat efek dari obesitas adalah verterba nyeri tajam pada tempat ruptur yang makin
lumbal. berat jika pasien membungkuk. Lokalisasi

30
Mandala of Health. Volume 4, Nomor 1, Januari 2010 Purnamasari, Overweight dan Low Back Pain

dan nyeri tekan (+), fraktur corpus vertebra typhoid, brucelosis, dan infeksi parasit.
lumbal. Pada saat fraktur, penderita Sulitnya mengetahui onset dan kurangnya
merasakan nyeri setempat yang kemudian informasi dari foto X-ray dapat
dapat disertai radiasi ke tungkai (referred menyebabkan keterlambatan diagnosis 8–10
pain). Diagnosa dapat ditegakkan dari photo minggu. Dengan progresivitas dari penyakit,
rontgen dengan menentukan sifat dan nyeri pinggang belakang dapat dirasa
derajatnya. Gejala-gejala LPB sesuai dengan semakin meningkat intensitasnya, menetap
tempat yang patah. Trauma kecil terdiri dari dan terasa saat tidur11.
sakroiliak strain dan lumbosakral strain. Hal
ini disebabkan daerah tersebut merupakan KESIMPULAN
penunjang utama dari tubuh dan aktivitas Pada penelitian yang telah dilakukan
fisiknya. Kelainan terjadi karena daerah pada 90 pasien Poliklinik Saraf di RSUD.
tersebut bekerja terus-menerus. Keluhan Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
utama berupa sakit pinggang yang bersifat selama bulan Mei 2009 dapat disimpulkan
pegal, ngilu, “panas” pada bagian bawah bahwa terdapat hubungan antara overweight
pinggang. Tidak didapatkan nyeri tekan dan dengan Low Back Pain. Faktor resiko
15
mobilitas tulang belakang masih baik . Overweight dapat meningkatkan risiko lima
Infeksi tulang belakang dengan LBP kali terjadinya Low Back Pain.
tidak menunjukkan hubungan baik dalam
analisis bivariat maupun multivariat. Hal DAFTAR PUSTAKA
tersebut mungkin disebabkan karena 1. Andersson, GBJ. Epidemiologic features of
chronic low-back pain. Lancet. 1999,
keterbatasan jumlah sampel dan sedikitnya 354:581-585.
responden yang memiliki riwayat infeksi 2. Cooper, Phyliss G. Low Back Pain. Clinical
Reference System. McKesson Health
tulang belakang sehingga pada analisis Solutions LLC, 2003, 1-16.
3. Bener et al. Obesity and Low Back Pain.
bivariat hasil tersebut menjadi tidak Coll. Antropol, 2003, 27: 95-104
signifikan. Terdapat hubungan antara infeksi 4. Sadeli HA, Tjahjono B. Nyeri punggung
bawah. Dalam: Nyeri Neuropatik,
tulang belakang dengan terjadinya Low Back patofisioloogi dan penatalaksanaan. Editor:
Meliala L, Suryamiharja A, Purba JS, Sadeli
Pain yang persisten16. Nyeri tulang belakang HA. Perdossi, 2001, 145-167
dapat terjadi jika otot, sendi, tulang dan 5. Jacob et al. Low back pain incident episodes:
a community-based study
jaringan ikat pada tulang belakang terkena The Spine Journal, 1998, Volume 6 (3): 306-
310.
peradangan akibat dari infeksi atau masalah 6. Elders, Devon. Activity Due To LBP. Jurnal
pada sistem imun tubuh. Penyakit artritis Occup Environ Med., 2007, 389: 225-234
7. Zamna I, Hubungan Lama Duduk Saat
baik karena kongenital maupun kondisi Perkuliahan dengan Keluhan Low Back
Pain.2007. Dalam:
degeneratif dapat pula menyebabkan LBP. http://www.inna.ppni.or.id/index.php?name:
Proses infeksi ini termasuk infeksi pyogenik, News & file=article &sid=130. Diakses
tanggal 23 Maret 2009
osteomyelitis tuberkulosa pada vertebra,

31
Mandala of Health. Volume 4, Nomor 1, Januari 2010 Purnamasari, Overweight dan Low Back Pain

8. Williams, Argart. Age and BMI status of 13. Silveri, CP, Back Pain and Obesity.
Low Back Pain. Jurnal Curr Opin Connection to Back Pain and Development of
Rheumatol., 2005, 29: 274-282 Obesity, Spine Universe, 2009: 1-7
9. Mette et al Risk factors for low back pain in a 14. Carl, E. Badgley. The Articular Facet in
cohort of 1389 Danish school children: an Relation to Low Back Pain. Journal of Bone
epidemiologic study. European Spine and Join Surgery, 2001,23:481-496.
Journal., 1995, 8 (6): 444-450. 15. Meliala L. Patofisiologi Nyeri pada Nyeri
10. Lubis I. Epidemiologi Nyeri Punggung Punggung Bawah. Dalam: Meliala L, Nyeri
Bawah. Dalam: Meliala L, Nyeri Punggung Punggung Bawah, Kelompok Studi Nyeri
Bawah, Kelompok Studi Nyeri Perhimpunan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf
Dokter Spesialis Saraf, Jakarta, 2003. Indonesia. Jakarta, 2003.
11. Adelia Rizma, Nyeri Pinggang/Low Back 16. Schoffermen, Leslie et al. Occult Infections
Pain. Dalam : Causing Persistent Low Back Pain. European
http://www.fkunsri.wordpress.com/2007/09/0 Spine Journal, 1999, 14: 467-748
1/nyeri-pinggang-low-back-pain/. Diakses
tanggal 23 Maret 2009
12. Richard AD dan Weinstein JN, Low Back
Pain. New England Journal of Medicine.
2001, 344 (5): 363-370

32

View publication stats