You are on page 1of 3

SEKEDAR CONTOH

A. TABEL SPESIFIKASI
Langkah-langkah pengembangan tabel spesifikasi sebagai berikut:
1) Menginventarisasi semua tujuan (kemampuan akhir) pembelajaran pada setiap pertemuan
pada lingkup yang dievaluasi.
2) Mengidentifikasi tujuan pembelajaran pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
3) Membuat tabel spesifikasi untuk ketiga ranah tersebut, secara sendiri-sendiri maupun
secara terintegrasi.

Tabel Spesifikasi Ranah Kognitif


Kemampuan Tingkat/ jenjang kognitif Jumlah
akhir C1 C2 C3 C4 C5 C6
(ingatan) (pemahaman) (penerapan) (analisis) (evaluasi) (kreasi)
Ke-1 (..%)
Ke-2 (..%)
…..
Ke-n (..%)
Jumlah

Tabel Spesifikasi Ranah Psikomotor (Keterampilan)


Kemampuan Tingkat/ jenjang psikomotorik Jumlah
Akhir P1 P2 P3 P4 P5
(peniruan) (manipulasi) (ketepatan) (artikulasi) (naturalisasi)
Ke-1
Ke-2
…..
Ke-n
Jumlah

Tabel Spesifikasi Ranah Afektif


Kemampuan Tingkat/ jenjang afektif Jumla
Akhir A1 A2 A3 A4 A5 h
penerimaan penanggapan penilaian pengorganisasian karakterisasi
Ke-1
Ke-2
…..
Ke-n
Jumlah

Tabel Spesifikasi Terintegrasi (Ranah Kognitif, Afektif, Psikomotor)


Kemamp C1 C2 C3 C4 C5 C6 A1 A2 A3 A4 A5 P1 P2 P3 P4 P5 Jml
Akhir % % % % % % % % % % % % % % % %
1
2
…..
Ke-n
Jml
Menentukan persentase setiap jenjang diperoleh dari analisis capaian pembelajaran
dari pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir. Sedangkan untuk menentukan
persentase dari setiap pertemuan diperoleh analisis terhadap bobot materi (bahan kajian)
setiap pertemuan tersebut dibandingkan dengan totalnya.
Contoh:
Misal kita ingin membuat tabel spesifikasi pada ranah kognitif yang meliputi C1, C2,
C3, C4, C5, dan C6. Pertama, kita jumlah dulu semua sub capaian akhir pembelajaran,
misalnya ada 30 sub capaian akhir pembelajaran. Selanjutnya dihitung berapa banyak C1, C2,
sampai C6. Misal C1=3; C2=5; C3=8; C4=9; C5=3; dan C6=2. Dengan demikian kita dapat
menghitung:
C1 = (3/30) x 100% = 10%
C2 = (5/30) x 100% = 16,7%
C3 = (8/30) x 100% = 26,7%
C4 = (9/30) x 100% = 30%
C5 = (3/30) x 100% = 10%
C6 = (2/30) x 100% = 6,6%
Jumlah = 100%
Selanjutnya, untuk menentukan persentase bobot setiap pertemuan ditempuh dengan
langkah menganalisis keluasan dan kedalaman bahan kajian setiap pertemuan dibandingkan
dengan totalnya (100%). Dasar penetapan bobotnya berdasarkan analisis dan justifikasi dari
pengampu/ tim pengampu mata kuliah tersebut. Misalnya diperoleh :
Pertemuan ke-1 = 5%
Pertemuan ke-2 = 7%
Pertemuan ke-3 =10%
…..
Pertemuan ke-n = 8%
Jumlah = 100%

Demikian pula untuk mengisi tabel spesifikasi pada ranah afektif maupun ranah
psikomotorik. Setelah ketiga tabel tersebut terisi, kita dapat menentukan bobot dari setiap
ranah berdasarkan analisis dan justifikasi dari dosen/ tim dosen pengampu. Misal diperoleh:
Ranah kognitif = 50%
Ranah psikomotorik = 30%
Ranah afektif = 20%
Berikut disajikan contoh isian tabel Spesifikasi pada ranah kognitif:
Contoh isian: Tabel Spesifikasi Ranah Kognitif
Kemam- Tingkat/ Jenjang Kognitif Jumlah
puan akhir C1 C2 C3 C4 C5 C6 (100%)
(ingatan) (pemahaman) (penerapan) (analisis) (evaluasi) (kreasi)
10% 16,7% 26,7% 30% 10% 6,6%
Ke-1 (5%) 1 1 2
Ke-2 (7%) 1 1 1 3
Ke-3 (10%) 1 1 1 1 4
….. …. …. …. …. …. …. …..
Ke-n (8%) 1 1 1 3
Jumlah 4 7 11 12 4 2 40

B. KISI-KISI TES
Berdasarkan tabel spesifikasi yang telah dibuat di atas, selanjutnya akan disusun kisi-kisi tes
agar memudahkan kita dalam menyusun butir-butir soal. Kisi-kisi adalah suatu format berbentuk
matriks yang memuat informasi untuk dijadikan pedoman dalam menulis soal atau merakit soal
menjadi tes. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum
penulisan soal. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan penggunaan tes. Dengan demikian dapat
diperoleh berbagai macam kisi-kisi. Kisi-kisi tes yang dimaksudkan untuk menyusun soal
diagnosis kesukaran belajar peserta didik berbeda dengan kisi-kisi tes yang dimaksudkan untuk
menyusun soal prestasi belajar. Kisi-kisi yang dimaksudkan untuk menyusun tes penempatan
juga berbeda dengan kisi-kisi yang dimaksudkan untuk menyusun tes kompetisi. Kisi-kisi yang
dimaksudkan untuk menyusun tes ulangan umum juga berbeda dengan kisi-kisi yang digunakan
untuk menyusun tes ujian akhir nasional. Jadi, hal yang harus diperhatikan adalah bahwa tidak
ada satupun kisi-kisi yang dapat digunakan untuk semua tujuan dari semua tes (Surapranata,
2005 : 50).
Kisi-kisi yang dimaksudkan disini adalah kisi-kisi untuk menyusun tes hasil belajar
mahasiswa. Berikut ini diberikan format kisi-kisi yang dapat dijadikan pedoman bagi para dosen
untuk menyusun tes hasil belajar.

Contoh isian: Kisi-kisi Tes Ranah Kognitif (nomor butir)


KAD C1 C2 C3 C4 C5 C6 jml
md sd sk md sd sk md sd sk md sd sk md sd sk md sd sk
1 1 2 2
2 3 4 5 3
3 6 7 8 9 4


16 3 3 4
8 9 0
jml 40

Selanjutnya setelah kisi-kisi tes tersebut di atas sudah dibuat, dilanjutkan dengan
menyusun/menulis butir-butir tes yang berpedoman pada kisi-kisi tes tersebut.