You are on page 1of 13

SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG

PENTINGNYA BATUK EFEKTIF DI RUANG SAKURA RSD dr.


SOEBANDI JEMBER KABUPATEN JEMBER

oleh

Sri Ariani, S.Kep NIM 182310101041

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
Alamat: Jl. Kalimantan No.37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember
Telp./Fax (0331) 323450 Jembe BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Analisis Situasi
Menurut WHO tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian
global. Berbagai upaya pengendalian yang dilakukan, insiden dan kematian akibat
tuberkulosis telah menurun, namun tuberkulosis diperkirakan masih menyerang
9,6 juta orang dan menyebabkan 1,2 juta kematian pada tahun 2014. India,
Indonesia dan China merupakan negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak
yaitu berturut-turut 23%, 10%, dan 10% dari seluruh penderita di dunia (WHO,
2015).
Pada tahun 2015 di Indonesia terdapat peningkatan kasus tuberkulosis
dibandingkan dengan tahun 2014. Pada tahun 2015 terjadi 330.910 kasus
tuberkulosis lebih banyak dibandingkan tahun 2014 yang hanya 324.539 kasus.
Jumlah kasus tertinggi terdapat di provinsi dengan jumlah penduduk yang besar
yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa tengah (Kemenkes RI, 2016).
Penyakit Tuberkulosis paru merupakan penyakit penyebab kematian
pertama pada golongan penyakit infeksi (Rahayu, 2007). Pada umumnya gejala
respiratorik yang ditimbulkan setelah seseorang terkena tuberkulosis adalah batuk
lebih dari 3 minggu, berdahak, batuk darah, nyeri dada, serta sesak nafas
(Alsagaaf dan Mukty, 1995). Pada perjalanan penyakit tuberkulosis selanjutnya
menimbulkan kecacatan berupa destruksi atau fibrosis dari saluran nafas dan
parenkim paru, dengan Pada umumnya gejala respiratorik yang ditimbulkan
setelah seseorang terkena tuberkulosis adalah batuk lebih dari 3 minggu,
berdahak, batuk darah, nyeri dada, serta sesak nafas (Alsagaaf dan Mukty, 1995).
Pada perjalanan penyakit tuberkulosis selanjutnya menimbulkan kecacatan berupa
destruksi atau fibrosis dari saluran nafas dan parenkim paru, dengan manifestasi
klinis berupa sesak nafas dan batuk (Aida, 1996 dalam Sukartini dkk., 2008).
Salah satu penyakit yang menimbulkan dampak pada penurunan elastisitas
dan compliance paru yaitu penyakit Tuberkulosis Paru. Kondisi tersebut
berdampak pada peningkatan kerja otot pernafasan dan penurunan kemampuan
ekspirasi maksimum (Guyton dan Hall, 1996 dalam Sukartini dkk., 2008).
Penurunan elastisitas dan compliance paru dapat pula menyebabkan ventilasi paru
yang tidak maksimal dan jika tidak ditangani dengan maksimal dapat
menyebabkan kecacatan paru dan bahkan atelektasis yang berujung pada kematian
pasien (Mulyono, 1997 dalam Sukartini dkk., 2008).

1.2 Perumusan Masalah


Bagaimana cara melakukan teknik batuk efektif pada pasien tuberkulosis dan
keluarga di ruang sakura RSD dr. Soebandi Jember ?
BAB II. TUJUAN DAN MANFAAT

2.1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang teknik batuk efektif pada
pasien dan keluarga diharapkan terjadi peningkatan kesadaran untuk melakukan
cuci tangan pada pasien dan keluarga pasien.

2.1.2 Tujuan Khusus


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang taknik batuk efektif
diharapkan pasien dan keluarga pasien mampu:
a. Menjelaskan tentang pengertian batuk efektif
b. Menjelaskan tentang tujuan batuk efektif
c. Menjelaskan tentang indikasi dan kontraindikasi batuk efektif
d. Menjelaskan tentang menuyiapkan alat dan bahan
e. Menjelaskan tentang menyiapkan tempat untuk membuang dahak
f. Menjelaskan tentang teknik melakukan batuk efektif
g. Mendemonstrasikan batuk efektif

2.2 Manfaat
Manfaat yang didapat dari kegiatan pendidikan kesehatan tentang cuci
tangan bersih pada pasien dan keluarga pasien antara lain:
a. Menambah kemandirian pasien dan keluarga pasien tujuan dan manfaat
batuk efekif;
b. Menambah kemampuan pasien dan keluarga pasien tentang indikasi dan
kontraindikasi batuk efekif;
c. Menambah pengetahuan pasien dan keluarga pasien tentang teknik batuk
efekif;
BAB III. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH

3.1 Dasar Pemikiran


Salah satu tanda dan gejala yang muncul pada pasien tuberkulosis yaitu
batuk. Batuk adalah refleks pertahanan yang timbul akibat iritasi trakeobronkial.
Kemampuan untuk batuk merupakan mekanisme membersihkan saluran napas
bagian bawah. Batuk juga merupakan reaksi pertahanan tubuh yang dapat
melindungi paru-paru. Gejala ini perlu diwaspadai, apabila berlangsung lebih dari
dua minggu merupakan gejala utama dari penyakit Tuberkulosis Paru yang
disertai batuk berdahak. Adapun gejala yang menyertainya adalah penurunan
berat badan. Tanda-tanda infeksi sperti (demam), keringat pada malam hari (tanpa
melakukan aktifitas), dan napsu makan menurun (Susanti, Kountul dan Bantuan,
2013).
Salah satu cara untuk meningkatkan kebersihan jalan napas yaitu dengan
teknik batuk efektif Batuk efektif adalah aktivitas perawat untuk membersihkan
sekresi pada jalan nafas, yang berfungsi untuk meningkatkan mobilisasi sekresi
dan mencegah risiko tinggi retensi sekresi. Selain itu, batuk efektif dapat
menghemat energi sehingga pasien tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan
dahak secara maksimal dengan tujuan menghilangkan ekspansi, mobilisasi
sekresi, mencegah efek samping dari retensi ke sekresi (Hudak dan Galuh, 1999
dalam Ratnasari dkk., 2019).

3.2 Kerangka Pemikiran

Pemateri menyampaikan materi


teknik batuk efektif

Pemateri mendemonstrasikan
teknik batuk efektif

Pasien dan keluarga memahami materi


yang disampaikan oleh pemateri

Pasien dan keluarga mampu


mendemonstrasikan teknik batuk efektif
BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Realisasi Penyelesaian Masalah


Realisasi dari hasil kegiatan ini adalah pasien dan keluarga memiliki
motivasi untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat serta mempraktikkan pola
hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan mempraktikkan teknik
batuk efektif,

4.2 Khalayak Sasaran


Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah pasien dan keluarga pasien di
ruang Sakura RSD dr. Soebandi

4.3 Metode yang Digunakan


1. Jenis model pembelajaran : demonstrasi
2. Landasan teori : diskusi
3. Langkah pokok
a. Menciptakan suasana pertemuan yang baik
b. Mengajukan masalah
c. Mengidentifikasi pilihan tindakan
d. Memberi komentar
e. Menetapkan tindak lanjut sasaran

= Sasaran

= Pemateri
DAFTAR PUSTAKA

Ditjen Yankes. 2018. Teknik Batuk Efektif. Kementerian Kesehatan Republik


Indonesia. http://www.yankes.kemkes.go.id/read-teknik-batuk-efektif-4229.html.
[Diakses 08 Aroril 2019].

Permatasari, A. N. Sudiwati, N.P.E., dan Metrikayanto, W.D. 2019. Pengaruh


Pemberian Nafas Dalam dan Batuk Efektif Terhadap Kebersihan Jalan Nafas Pada
Anak Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Nursing News. 4 (1): 11-19.

Rahayu. 2007. Jatim Penyumbang TB Ke-2 di Indonesia. http://www.jatim.co.id.


[Diakses 08 April 2019].

Smeltzer, S. 2001. Buku Ajar Keperawtan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.

Sukartini, T., Sriyono, I. W. Sasmita. 2008. Active Cycle of Breathing


Menurunkan Keluhan Sesak Nafas Penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal Ners. 3
(1): 21-25.

Susanti, D., Kountul, C., dan Buntuan, V. 2013. Pemeriksaan Basil Tahan Asam
(BTA) Pada Sputum Penderita Batuk Lebih Dari 2 Minggu di Poli Klinik
Penyakit Dalam BLU RSUP. PROF. Dr. R.D Kandau Manado. Jurnal eClinic
(Eci). 1 (1).

World Health Organization (WHO). 2015. Global Tuberculosis Report 2015.


Switzerland.
Daftar Lampiran

Lampiran 1 : Berita acara


Lampiran 2 : Daftar hadir
Lampiran 3 : Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
Lampiran 4 : Standar Operasional Prosedur (SOP)
Lampiran 5 : Materi
Lampiran 6 : Media Leaflet

Pemateri,

Sri Ariani
Lampiran 1: Berita Acara

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI NERS

BERITA ACARA

Pada hari ini, Rabu tanggal 10 April 2019 jam WIB bertempat di Ruang
Sakura RSD dr. Soebandi telah dilaksanakan Kegiatan Penyuluhan Kesehatan
tentang Batuk efektif oleh Mahasiswa Program Profesi Ners Program Studi Ilmu
Keperawatan Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti oleh orang (daftar hadir
terlampir)

Jember, 10 April 2019


Mengetahui,

Pembimbing Klinik
Lampiran 2: Daftar Hadir

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI NERS

DAFTAR HADIR

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan tentang Batuk Efektif dan Pentingnya cuci


tangan: Rabu, tanggal 10 April 2019 jam s/d selesai bertempat di Ruang
Sakura RSD dr. Soebandi telah dilaksanakan Kegiatan Penyuluhan Kesehatan
tentang Latihan Batuk Efektif oleh Mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas
Keperawatan Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti oleh orang (daftar hadir
terlampir)

NO NAMA ALAMAT TANDA TANGAN

1. 1.
2. 2.
3. 3.

Jember, 10 April 2019


Mengetahui,
Pembimbing Klinik
Lampiran 3

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik/materi : Batuk Efektif


Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Waktu : WIB
Hari/Tanggal : Rabu, 10 April 2019
Tempat : Ruang Sakura RSD dr. Soebandi

1. Standar Kompetensi
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, sasaran akan dapat mengerti dan
memahami tentang Cara batuk efektif.

2. Kompetensi Dasar
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 30 menit sasaran akan mampu:
a. Menjelaskan tentang batuk efektif
b. Menjelaskan tentang tujuan batuk efektif
c. Menjelaskan tentang bahan yang dipersiapkan untuk melakukan batuk
efektif
d. Menjelaskan tentang cara batuk efektif
3. Pokok Bahasan
Batuk Efektif

4. Subpokok Bahasan
a. Penjelasan tentang batuk efektif
b. Penjelasan tentang tujuan batuk efektif
c. Penjelasan tentang bahan yang dipersiapkan untuk melakukan batuk
efektif
d. Penjelasan tentang cara batuk efektif

5. Waktu
1 x 15 menit

2 Bahan/Alat yang Diperlukan


Leaflet
3 Model Pembelajaran
a. Jenis model pembelajaran : diskusi dan demonstrasi
b. Landasan teori : Kontruktivisme
c. Langkah pokok :
1. Menciptakan suasana ruangan yang baik
2. Mengajukan masalah
3. Mengidentifikasi pilihan tindakan
4. Memberi komentar
5. Menetapkan tindak lanjut
4 Persiapan
Mempersiapkan materi tentang batuk efektif

5 Kegiatan Pendidikan Kesehatan


Tindakan
Proses Waktu
KegiatanPenyuluhan Kegiatanpeserta
Pendahuluan 1. Salam pembuka Memperhatikan 3 Menit
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan umum
dan tujuan khusus
Penyajian 1. Menjelaskan materi tentang Memperhatikan, 10 menit
Batuk Efektif Leaflet : menganggapi
a. Menjelaskan tentang dengan
batuk efektif pertanyaan
b. Menjelaskan tentang
tujuan batuk efektif
c. Menjelaskan tentang
bahan yang dipersiapkan
untuk melakukan batuk
efektif
d. Menjelaskan tentang
cara batuk efektif
2. Memberikan kesempatan
pada pasien dan keluarga
untuk bertanya
3. Menjawab pertanyaan
4. Memberikan kesempatan
kepada pasien dan keluarga
untuk menjelaskan
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang Memperhatikan 2 menit
telah diberikan dan menanggapi
2. Mengevaluasi hasil
pendidikan kesehatan
3. Memberikan reiforcement
4. Salam penutup
Lampiran 4. SOP
JUDUL SOP:

LATIHAN BATUK EFEKTIF

PROSEDUR NO DOKUMEN: NO REVISI: HALAMAN


PENGERTIAN Melatih klien untuk melakukan suatu metode batuk dengan
benar dan klien dapat mengeluarkan dahak secara maksimal
TUJUAN 1. Memobilisasi sekret dan mengeluarkannya
2. mencegah efek samping dari penumpukan sekret
3. mencegah komplikasi pernapasan seperti atelektasis dan
pneumonia
INDIKASI Klien dengan:
1. PPOK, emphysema, fibrosis asthma, chest infection, klien-
klien dengan tirah baring lama dan klien post operasi;
2. terdapat penumpukan sekret pada saluran napas yang
dibuktikan dengan pengkajian fisik, X Ray, dan data klinis;
3. sulit mengeluarkan atau membatukkan sekresi yang terdapat
pada saluran pernapasan.
KONTRAINDIKASI 1. klien dengan operasi pada saluran nafas, klien dengan cedera
servikal atau cedera kepala dan bedah syaraf atau bedah
kepala dengan TIK yang masih abnormal;
2. Klien yang terpasang ETT;
3. klien dengan serangan jantung dan serangan asma akut;
4. klien dengan deformitas struktur dinding dada dan tulang
belakang akibat trauma;
5. klien dengan hemaptoe;
6. klien yang terpasang NGT.
PERSIAPAN ALAT 1. Sputum pot
2. Handuk kecil
3. Bantal
4. Tissue
5. Bengkok / Wadah tertutup
PERSIAPAN 1. Informed consent
KLIEN 2. Atur posisi klien semi fowler/fowler
3. Jaga privasi klien

PROSEDUR 1. Beri salam, panggil klien sesuai dengan namanya


PELAKSANAAN 2. Perkenalkan nama peneliti
3. Jelaskan kegiatan yang akan dilakukan, prosedur, tujuan
dan lamanya
4. Posisikan klien duduk dan membungkuk ke depan
5. Minta klien untuk memasang handuk di bawah dagu untuk
pengalas
Lampiran 5. Materi
TEKNIK BATUK EFEKTIF
1. Pengertian
Batuk efektif merupakan suatu metode batuk dengan benar dimana dapat
energi dapat dihemat sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak
secara maksimal (Smeltzer, 2001).
2. Tujuan Teknik Batuk Efektif
a. Melatih otot-otot pernafasan agar dapat melakukan fungsi dengan baik
b. Mengeluarkan dahak atau seputum yang ada disaluran pernafasan
c. Melatih klien agar terbiasa melakukan cara pernafasan dengan baik
3. Indikasi teknik batuk efektif
a. COPD/PPOK
b. Emphysema
c. Fibrosis
d. Asma
e. Chest infection
f. Pasien bedrest atau post operasi
4. Kontra indikasi batuk efektif
a. Tension pneumotoraks
b. Hemoptisis
c. Gangguan sistem kardiovaskuler seperti hipotensi, hipertensi, infark
miokard akut infark dan aritmia.
d. Edema paru
e. Efusi pleura yang luas
5. Alat dan Bahan yang disediakan
a. Tissue/sapu tangan
b. Wadah tertutup berisi cairan desinfektan (air sabun / detergen, air bayclin,
air lisol) atau pasir.
c. Gelas berisi air hangat
6. Cara Mempersiapkan Tempat untuk Membuang Dahak
a. Siapkan tempat pembuangan dahak: kaleng berisi cairan desinfektan yang
dicampur dengan air (air sabun / detergen, air bayclin, air lisol) atau pasir
b. Isi cairan sebanyak 1/3 kaleng
c. Buang dahak ke tempat tersebut, kemudian tutup
d. Bersihkan kaleng tiap 2 atau 3 kali sehari.
e. Buang isi kaleng bila berisi pasir : kubur dibawah tanah
f. Bila berisi air desinfektan : buang di lubang WC, siram
g. Bersihkan kaleng dengan sabun
7. Teknik Batuk Efektif
a. Tarik nafas dalam 4-5 kali
b. Pada tarikan nafas dalam yang terakhir, nafas ditahan selama 1-2 detik
c. Angkat bahu dan dada dilonggarkan serta batukkan dengan kuat dan
spontan
d. Keluarkan dahak dengan bunyi “ha..ha..ha” atau “huf..huf..huf..”
e. Lakukan berulang kali sampai merasa dahak yang kelur cukup atau habis
(Ditjen Yankes, 2018).