The Fascination of Kombucha Kombucha yang Menakjubkan

© Oleh Günther W. Frank, Genossensch.-Str. 10 D-75217 Birkenfeld, Germany E-mail: frank@kombu.de
Ini adalah artikel yang dipublikasikan didalam majalah "The American raum & zeit (Munt Vernon/USA) Volume 2, Nomer 5, 1991, halaman 5156.

Akhir-akhir ini, umat manusia kembali melakukan usaha-usaha penyembuhan yang men-dekati metode alami; demikian juga dengan pencarian cara-cara penyembuhan dan pen-carian makanan yang besumber dari alam – yang sifatnya sangat bertolak belakang dengan produk-produk hasil kemasan industri. Hal inilah yang mungkin menjadi daya tarik kuat serta menakjubkan dari minuman yang penuh khasiat kesehatan yang bernama Kombu-cha. Kelompok ragi dan bakteria telah digunakan oleh manusia sejak jaman kuno, dan telah diaplikasikan sepenuhnya didunia untuk kesejahteraan manusia dalam bentuk kreasi peragian minuman dan makanan untuk menunjang kesehatan. Bisa dibaca didalam Injil (Ruth 2 :14) bahwa tuan tanah Boas pada saat sedang panen gandum, mengundang makan Moabite Ruth, yang kelak menjadi isterinya, dengan berkata Ruth seperti kutipan berikut: "Datanglah kemari dan makanlah roti serta celupkanlah sepotong dari rotimu kedalam minuman asam ini! Kemudian dia duduk disamping para pengetam gandum; serta diberikannya gandum yang telah dimasak kepada Ruth yang kemudian memakannya dan terpuaskan, lalu pergilah Ruth". Ceritera Injil ini terjadi sekitar 1000 tahun S.M., tidak hanya memberikan kepada kita gambaran mengenai contoh kebiasaan mereka dalam hal gizi, walaupun pola hidup mereka masih sangat sederhana dalam ukuran kita sekarang. Bisa dilihat bahwa dalam mempersiapkan minuman, dipakai asam dari susu untuk menjamu rekan-rekannya guna memberi kekuatan dan kesegaran jasmani setelah bekerja keras memanen hasil pertanian.

Kombucha adalah suatu ramuan minuman kuno, yang terjadi atas hasil simbiosis murni dari bakteri dan ragi Kombucha Tea (KT) yang berasal dari Asia Timur, dan sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu. Penyembuh terhadap berbagai macam penyakit ini telah di gunakan berulang kali dirumah tangga dipelbagai Negara Asia. Jamur tersebut terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat serta hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis. Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas yang akan memenuhi lapisan, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapis-lapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, maka jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat, sehingga akan hidup sepanjang umur pemilik serta keturunannya. Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, maka akan terjadi bermacam-macam reaksi pada larutan teh-manis secara assimilatif dan dissimilatif. Jamur teh akan memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi berbagai unsur berguna yang akan muncul pada minuman tersebut seperti : glucuron acid, acetic acid, lactic-acid, vitamin, asam-asam amino, berbagai unsur antibiotik, serta unsur-unsur lain. Maka dari itu, jamur Kombucha ini adalah sebuah paberik biokimia mini yang sesungguh-nya.

Kombucha – Penyembuh untuk Segala Penyakit?
Kekayaan pengalaman dari para pengguna teh jamur Kombucha ini, selain bisa digunakan sebagai minuman penyegar, maka dalam berbagai laporan medis bisa dibaca, bahwa kombucha bisa pula digunakan sebagai obat penyembuh penyakit. Pada laporan-laporan lama sampai yang mutakhir, disebutkan bahwa banyak penyakit bisa disembuhkan oleh Kombucha, sehingga mendapatkan banyak pujian dari berbagai kalangan yang pernah mencobanya. Bentangan penyembuhannya adalah, mulai dari penyakit yang ringan saja atau kurang merugikan, sampai penyakit yang paling serius sekalipun.
Focus, majalah mungguan Jerman mempublikasikan artikel mengenai Kombucha dan Gunther W. Frank (FOCUS No. 34, August 21, 1995, halaman 128). Foto ini adalah sebagaimana dimuat dalam artikel tersebut. Judulnya mengatakan bahwa pribadi-pribadi ini adalah penggemar Kombucha.

Banyak dokter dan ilmuwan telah membuktikan bahwa efek dari minuman Kombucha ini, merupakan penyembuh rumahan. Berbagai penelitian mengenai Kombucha telah dilaksanakan serta dibicarakan efektivitas penyembuhannya yang berbasiskan pada glucon-acid serta glucuron-acid, lactic-acid, acetic acid, serta berbagai macam vitamin C dan kelompok vitamin B yang sangat mujarab untuk menunjang kesehatan. Sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti di Russia, bahwa banyak komponennya mengandung zat-zat yang mempunyai sifat antibiotik serta penawar racun, dimana zat-zat tersebut memainkan peran penting dalam proses biokimia tubuh manusia. Berlawanan dengan obat-obatan farmasi yang mempunyai efek samping yang kurang menyenangkan, maka unsur-unsur aktif dari Kombucha akan mengarah kepada seluruh sistem tubuh melalui pengaruhpengaruh metabolisme bersahabat, yang mana bisa memulihkan kembali kondisi dari dinding-dinding sel tanpa mengakibatkan efek samping, sehingga akan membuat sehat para penggunanya. Gunakanlah kekuatan alami ini untuk menjaga vitalitas, aktivitas, dan juga kapasitas mental serta fisik anda!

Acuan bagi Dunia
Bacinskaja pada tahun 1914, telah menyatakan bahwa minuman ini efektif untuk kegiatan perut serta usus, khususnya pada bagian pembuangan. Beliau merekomendasikan untuk meminum segelas kecil sebelum makan dan meningkatkan takarannya secara berangsur-angsur untuk mendapatkan khasiat yang nyata dari minuman ini. Professor S. Bazarewski mengemukakan dalam suatu laporan di "Correspondence for the Association of Nature Researchers in Riga",1915, bahwa diantara para penduduk Latvia di Propinsi Rusia Baltic, yaitu di Livland dan Kurland, mereka mempunyai obat tradisional yang bernama "Brinum Ssene" yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "Jamur Ajaib". Penduduk Latvia menggambarkan jamur ini sebagai "Suatu kekuatan penyembuhan yang ajaib untuk berbagai macam penyakit" sesuai dengan uraian Bazarewski. Beberapa orang penduduk yang ditanyai oleh Bazarewski menyatakan bahwa jamur ini bisa menyembuhkan pusing kepala, tetapi yang lain juga menyatakan kepadanya bahwa "jamur ini sangat berguna dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit".

Bagus untuk Sembelit (Kurang lancar buang air besar)
Prof. B. Lindner (1917-1918) melaporkan bahwa jamur ini kebanyakan digunakan sebagai pengatur (regulator) atau untuk penyembuh aktivitas organ pencernaan yang kurang baik jalannya. Demikian juga halnya dengan pembengkakan disekitar dubur atau anus dapat disembuhkan seperti wasir atau ambei. Ketua Councilor Prof. Dr. Rudolf Kobert (1917-18) mendapatkan bahwa "jamur ini juga, secara pasti, adalah obat untuk encok atau rematik pada persendian". Demikian pula Prof. Dr. Wilhelm Henneberg (1926) melaporkan bahwa minuman yang dibuat dari jamur ini, yang di Rusia dinamai "Tea Kwass", digunakan sebagai obat penyembuh berbagai penyakit, terutama untuk sembelit.

Sesuai dengan uraian Dr. Madaus didalam "Seni Penyembuhan secara Biologis" (1927), bahwa jamur tersebut dengan produk-produk metabolismenya, mempunyai pengaruh kuat dalam pembentukan dinding-dinding sel baru pada proses regenerasi sel, dan dengan begitu merupakan alat penyembuh yang sangat baik bagi arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh darah yang disebabkan oleh endapan cholesterol maupun kapur.

Perbaikan Kondisi Menyeluruh bagi Tubuh
H. Waldeck (1927) berbicara mengenai seseorang ahli kimia yang pernah dijumpainya dalam PD-I di daerah Polandia-Russia pada th.1915. Sewaktu mereka tinggal bersama orang tersebut, dibuatkannya "Minuman Ajaib" sebagai obat sem-belit. Ahli Kimia tersebut mengungkapkan rahasianya kepada Waldeck, bahwa dia selalu membawa "Minuman Ajaib dan Obat Rumahan Rahasia" ini kemanapun dia pergi didalam kantongnya, yang mana dinyatakannya sebagai "penyembuh dari berbagai macam penyakit". Hal yang sebenarnya adalah bahwa akibat pembentukan asam secara alami oleh jamur Kombucha terhadap larutan teh manis, maka akan dijadikannya sel-sel muda kembali melalui proses regenerasi sel secara aktif, sehingga bisa membuat manusia panjang umurnya. Prof. Br. Lakowitz (1928) mengkonfirmasikan pernyataan Waldeck, bahwa masalah gangguan pencernaan akan dipulihkan dengan cepat oleh teh-jamur ini. Sakit kepala yang berat serta gangguan syaraf bisa disembuhkan secara meyakinkan. Lackowits sampai kepada kesimpulan: "Penyebaran secara ekstensif untuk memproduksi Tee-Kwass sebagai penyembuh terhadap gangguan pencernaan, akan sangat disukai oleh berbagai macam lapisan masyarakat". Dalam tabloid "White Flag" (1928) dilaporkan bahwa: "Rasa segar dari teh-jamur ini sangat menyenangkan, dan efeknya juga akan sangat menguntungkan bagai para pemakainya. Rasa dari teh yang sudah terfermentasi oleh jamur Kombucha ini, sungguh sangat nikmat. Boleh dikatakan mirip dengan anggur yang ringan dan sparkling (Jawa: kemranyas), atau terrasa seperti semacam Pear-Juice. Efeknya terhadap tubuh akan terasa dengan sangat cepat. Teh jamur ini kerjanya terutama adalah membersihkan darah dan sebagai pembersih racun didalam sel-sel tubuh, sehingga dikatakan sebagai obat yang mujarab bagi kebersihan kulit wajah (jerawat). Selanjutnya, menurut keterangan dokter, adalah sangat baik bagi penyembuh sakit kepala yang kontinu atau menahun, nyeri2 pada anggauta badan, penyakit gout atau encok yang menyebabkan sendi-sendi tangan membengkak karena adanya endapan kristal asam urea, rematik tulang serta masalah-masalah lanjut usia lainnya. Efeknya secara umum akan terlihat setelah minum teh-kombucha ini beberapa minggu, dicirikan dengan meningkatnya kinerja tubuh, yang bisa dikaitkan dengan kandungan K(ombucha) T(ea) yang mengandung berbagai macam vitamin serta efek hormonal, yang telah diketahui pula oleh beberapa dokter serta ahli kesehatan. Terlebih jauh, maka KT akan meningkatkan metabolisme tubuh secara meyakinkan dan dengan demikian membersihkan tubuh melalui jalan a.l. membuang segala macam racun penyakit didalam tubuh yang merongrong kesehatan.

Akibat yang menggembirakan pada penderita Arteriosclerosis
Dr. Maxim Bing (1928) merekomendasikan KT sebagai "penyembuh efektif untuk Arteriosclerosis, gout serta gangguan alat-alat pencernaan. "Akibat yang menggembirakan adalah efeknya dalam menurunkan tekanan darah, menurunkan kece-masan, obat peradangan, pembengkakan, nyeri2 serta sakit dan pusing kepala sebagai akibat dari arteriosclerosis, dan kemudian menjadikan tubuh segar dan sehat akibat penggunaan KT ini. "Masalah kelambanan reaksi usus besar dalam memproses sisa makanan serta akibat-akibat lain seperti peradangan serta ambeien yang sering2 menyertainya, dengan cepat akan dipulihkan oleh minuman KT ini. Demikian juga halnya dengan pengapuran pada ginjal serta pembuluh-pembuluh darah kapiler di otak, akan diatasi dengan meminum KT secara teratur. Dr. Siegwart Hermann (1/929) menggambarkan eksperimen pada kucing yang diracuni dengan Vigantol (suatu preparat vitamin B terhadap penyakit anti rickets–anti pertumbuhan tulang). Bisa dilihat akibat positif pada tingkat kolesterolnya setelah menerima ekstrak KT. Hal ini menarik sebab pada kasus arteriosclerosis, maka tingkat kolesterolnya juga meningkat. Kesimpulan Dr. Herman pada ekperimen tersebut : "Observasi oleh para dokter di Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit, serta percobaan2 terhadap beberapa binatang menunjukkan bahwa pengetahuan manusia dalam penelitian ini telah jauh berkembang sehingga secara, umum muncul pengalaman 2 baru yang telah pula menjadi catatan."

Glururonic Acid atau Asam Glururonic
Menurut hemat saya, ada beberapa factor yang menguraikan hasil positif dari KT ini bagi penyakit2 gout, rematik, arthritis, dsb. seperti telah diuraikan, akibat dari menumpuknya racun didalam tubuh yang kemudian akan dilarutkan dalam air oleh KT dalam bentuk senyawa dengan Asam Glururonic, sehingga ginjal dapat mengatasi proses pembuangannya bersama urine. Senyawa ini ada dalam bentuk tranformasi-biologis; yang dengan demikian akan mengikat unsur-unsur asing luar tubuh serta endogenis yang diikat dengan Asam-Glururonic menjadi Glucuronoids, yang dinamakan juga "pasangan Asam Glucuronic" Pada tahun 1961, Dr. med. Valentin Köhler menstimulasikan suatu diskusi dalam penggunaan Asam Glucuronic untuk penyembuhan melalui artikel berjudul "Asam Glucuronic memberikan keyakinan pada para pasien penderita Kanker" dalam majalah "Medical Practice". Asam Glucuronic adalah salah satu dari produk2 yang dihasilkan pada saat proses fermentasi pada KT. Dr. Köhler melaporkan pada saat itu, bahwa dia mempunyai keyakinan yang kuat, mengenai pengobatan pasien kanker dengan Asam Glucuronic ini. Efek panjang yang maksimal dari Asam Glucuronic adalah kemampuannya dalam membangkitkan system pertahanan tubuh dan kemungkinan besar juga dalam menghasilkan Interferon. Efek detoxifikasi atau penawar racun tubuh dari Asam Glucuronic akan berjalan seiring dengan peningkatan kondisi tubuh secara umum didalam metabolisme oksidatif tubuh. Dr. Köhler juga mencatat keberhasilan yang menakjubkan dalam pengobatan pepohonan yang sakit. Berbagai Lembaga telah mengadakan percobaan ilmiah dalam mengatasi kematian pepohonan. Melalui kombinasi dengan pemberian pelbagai unsur nutrisi, elemen dasar kimia, serta ion logam

berat, maka suatu proses pembangunan tubuh pohon bersangkutan, akan teraktifkan atau terpacu. Kapasitas Asam Glucuronic untuk masuk dalam kombinasi, baik dengan unsur racun dari luar maupun yang bersifat endogenic, berakibat positif dalam melindungi sel tetumbuhan tersebut. Lebih dari 200 unsur kimia dapat ditangkal dari efeknya yang merusak dengan jalan ini, termasuk juga unsur 2 yang bersifat larutan dalam hujan asam serta radioaktif, dan juga belerang dioksida, nitrat, serta ozone atau O3. Menurut riset yang dilakukan oleh Dr. Köhler's, maka aktivitas proteksi yang berhubungan dengan Asam Glucuronic, melindungi pula genetika tanaman dari gangguan dalam masa pertumbuhan atau meningkatkan restorasi atau perbaikan dalam perjalanan pertumbuhannya. Kesimpulan yang muncul dari percobaan Dr. Köhler's dapat pula dilakukan pada sel2 tubuh manusia. Proses pertumbuhan serta dekomposisi dalam metabolisme manusia akan terpelihara dengan kondisi yang optimal melalui pengaruh dosis kecil Asam Glucuronic yang didapat dari minuman KT, sehingga akan didapat kombinasi perlakuan ilmiah serta produk alami yang mana akan disukai pula oleh orang awam. Disinilah adanya kemungkinan pertolongan alami dalam hal netralisasi efek unsur racun didalam tubuh yang didapat dari lingkungan luar oleh KT. Oleh Asam Glucuronic maka unsur-unsur beracun dalam tubuh manusia yang mengganggu, diuraikan menjadi produk akhir yang kemudian dinetralisir, sehingga dengan demikian dibuat tidak berbahaya. Fungsi netralisasi racun oleh Asam Glucuronic bermanfaat bagi berbagai fungsi sel-sel. Hal ini memperlihatkan peningkatan kapasitas endogenic berupa perbaikan sel-sel tubuh dan restorasi serta peningkatan kesehatan tubuh yang telah mengalami kerusakan akibat tekanan lingkungan oleh racun yang selalu mengancam kita dari berbagai sudut. Ketika banyak orang mengatakan, minum KT tidak perlu untuk menyembuhkan penyakit tertentu, namun meminumnya untuk kesehatan secara umum; hal ini akan menjadi titik temu dari aspek ilmiah serta pengalaman masyarakat awam yang bisa berjalan secara beriringan.

Pemulihan Fungsi2 dari Alat Pencernaan
Dr. L. Mollenda (1928) melaporkan bahwa minuman KT secara khusus sangat efektif terhadap gangguan pada alat-alat pencernaan, yang secara praktis akan menormalkan fungsinya. Selanjutnya, dengan minuman tersebut telah dibuktikan sebagai penyembuh gout, rematik, serta berbagai macam tingkatan arteriosclerosis. Mengenai aplikasi tambahan, maka beliau menulis :"Pada kasus Angina, terutama dimana ada penutupan lendir pada tonsil, maka minuman ini jangan dipakai sebagai obat kumur, namun biarlah diminum, dimana cairan KT akan mencapai perut dan dari sana akan masuk melalui darah dan membunuh bakteri di tonsil tadi. Namun dengan mengkumurkannya ditenggorokanpun akan bisa memulihkan angina dengan cepat. Nyeri2 pada penyakit gout dan arteriosclerosis dapat disembuhkan, maka tanpa diduga sebelumnya setelah meminum kombucha hasilnya sangat menggembirakan bagi beberapa penderita. Meskipun rasanya asam, KT tidak membuat perut maupun tubuh berstatus asam; KT akan memfasilitasi serta meningkatkan pencernaan makanan diusus. Demikian pula setelah minum KT, maka hasil yang menakjubkan bisa dicapai dalam pengobatan eksim akibat gout serta pembersihan batu pada ginjal, saluran serta kandung kemih". Dr. E. Arauner (1929) melaporkan bahwa setelah menelaah beberapa laporan medis serta beberapa evaluasi medis, akhirnya sampai kepada kesimpulan berikut :"Dalam kesimpulannya, bisa dikatakan bahwa KT atau ekstraknya, telah dibuktikan bahwa KT merupakan pencegah yang sangat bagus terhadap diabetes, namun khusus terhadap masalah ketuaan seperti arterioschlerosis, tekanan darah tinggi dengan konsekwensi pusing kepala, gout, hemorrhoids atau peradangan sekitar dubur; sampai

kemungkinan terakhir paling tidak maka KT ini adalah pelancar buang air besar yang bagus." Dr. Arauner melaporkan bahwa di negeri asalnya, KT telah digunakan berabad-abad oleh bangsa-bangsa di Asia karena kemampuannya yang hebat menyembuhkan berbagai penyakit, dan paling tidak menjadi obat rumah dalah penyembuhan kelelahan kronis, penyakit ketegangan syaraf dan jiwa, berbagai penyakit penuaan, arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh darah, masalah kekurang lancaran dalam pembuangan kotoran, gout atau encok disertai pembengkakan pada sendi atau buku jari (karena ada pengendapan asam urea yang terbentuk menjadi krsital), rematik, peradangan anus, serta diabetes atau kencing manis. Arauner menambahkan, tidak hanya para professor dan dokter serta ahli biologi telah menyatakan keberhasilan KT yang menakjubkan dalam penyembuhan penyakit, namun juga menambahkan. bahwa para peminum KT menyatakan "KT sangat berpengaruh dalam membina kesehatan fungsi tubuh secara meyakinkan sekali".

Sangat dianjurkan bagi Penderita Mental Stress
Hans Irion, yang juga merupakan Direktur dari Akademi Ilmu Kimia Negara yang tersohor di Braunschweig menyatakan dalam "Pelajaran untuk Ahli Farmasi Khusus" (1944, Vol. 2, hal. 405): "Dengan meminum minuman yang dinamai Teakwass, maka akan terjadi perubahan dalam penguatan kelenjar-kelenjar serta peningkatan metabolisme tubuh. Teakwass direkomendasikan sebagai penyembuh yang sangat bagus bagi penyakit-penyakit gout, rematik, furunkolosis, arterio-sclerosis, tekanan darah tinggi, kegelisahan atau nervousness, perbaikan alat-alat pencernaan serta pelancar buang air besar, serta berbagai macam penyakat penuaan. Sangat direkomendasikan bagi olahragawan dan juga bagi mereka yang banyak bekerja menggunakan kekuatan mental. Melalui peningkatan metabolisme, maka peningkatan penimbunan lemak pada tubuh akan dihindarkan atau dibuang. Dengan minuman, ini maka microorganisme atau bakteri dan parasit yang menghasilkan zat perusak tubuh seperti asam urea, cholesterol dsb. akan diubah menjadi zat-zat yang larut kedalam alat-alat pembuangan dan dilarutkan sebagai urine, keringat serta kotoran yang kemudian dibuang. Bakteribakteri yang merugikan pada alat-alat pencernaan akan sangat dikurangi."

"Penawar Racun yang Harus Diakui...."
Dalam deskripsi awal sebagai suatu tema dalam bentuk buku muncul pada th. 1954. Buku setebal 54 halaman ditulis dalam bahasa Rusia dan berjudul "Jamur Teh dan Kegunaan Penyembuhannya". Pengarangnya, G.F.Barbancik menyatakan dalam pembukaan buku tsb., bahwa pada percobaan penggunaannya sebagai obat penyembuh (pada th.1949) di klinik Rumah Sakit Osker, yaitu rumah sakit bagi pekerja dibidang pengairan, dilaporkan bahwa beberapa penyakit telah berhasil disembuhkan secara meyakinkan seperti tonsillitis atau amandel, berbagai macam penyakit dalam, terutama yang mempunyai ciri peradangan, peradangan usus karena kurangnya produksi asam lambung, peradangan bagian pencernaan usus terutama pada anus atau dubur, disentri, arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh darah arteri, tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh-pembuluh darah lainnya dsb. Dokter Dr. Rudolf Sklenar dari Lich, Oberhessen, melaporkan di majalah periodik "Experiential Healing Science" pada 1964 mengenai metodenya dalam mendiagnosa dan terapi yang berhasil:

"Suatu zat penyembuh alami yang berupa jamur yang bernama Kombucha, yang berperan sebagai penawar berbagai racun yang menghancurkan macam-macam microorganisme dan juga cholesterol". Dr. Sklenar menemukan suatu cara penyembuhan kanker, yang mana digunakan Kombucha dan juga pelbagai penyembuh lain berupa preparat Coli, yang mempunyai peran penting dalam sanitasi flora di bagian pencernaan manusia. Dalam sebuah edaran setebal 8 halaman, berjudul "Diagnosa Kanker berbasiskan treatment pada darah, treatment terhadap kanker, kondisi sebelum kanker, serta penyakit metabolik yang lain, dengan menggunakan preparat Kombucha dan preparat Coli", Dr. Sklenar melaporkan bahwa vitamin-vitamin, asam laktik serta asam glucuronic sangat efektif dalam percobaan ini. "Unsur-unsur tersebut menghancurkan microorganisms yang merusak (viruses, bacteria, fungi) serta membuang kotoran dan racun (uric acid, cholesterol, etc.)". Kombucha berperan secara bagus sekali, dalam menawarkan segala macam racun tubuh yang diakibatkan oleh organisme. "Melalui kesenangan meminum KT ini, maka akan didapatkan manfaat penguatan seluruh kelenjar didalam tubuh serta peningkatan metabolisme tubuh". Dr. Sklenar melaporkan mengenai apa yang telah secara sukses disembuhkannya dengan KT: gout, rheumatik, arterio-sclerosis, arthritis sakit tulang, dysbacteria atau kekurangan bakteri tubuh dalam pembusukan makanan diusus besar, constipation atau sembelit, impotensi atau hilangnya fungsi seksual, nonspecific draining atau kekurangan cairan tubuh, obesity atau kegemukan, furunculosis(?), kidney stones atau batu ginjal, cholesterol, cancer terutama pada gejala awalnya, dsb.

Cancer Killer atau Pembunuh Kanker?
Dr. Veronika Carstens (1987), isteri mantan Presiden Jerman, merekomendasikan Kombucha dalam suatu rangkaian tulisannya yang berjudul "Pertolongan Alam-Penyembuhanku terhadap Kanker", dengan kata-kata: "Kombucha akan menetralkan racun dari organisme serta meningkatkan metabolism; hal ini akan meningkatkan kapasitas pertahanan tubuh." Ahli Penyembuh Alamiah A.J.Lodewijkx (Homepage: http://www.ngab.nl/) dari Ermelo, Netherlands, menulis tentang Kombucha dalam bukunya yang dianjurkan untuk dibaca "Life Without Cancer" atau "Hidup Tanpa Kanker" (bisa didapatkan dalam bahasa Belanda dan Jerman): "Jamur Teh Kombucha mushroom mempunyai unsur-unsur antiseptik yang kuat. Teh ini membersihkan system kelenjar tubuh serta meningkatkan system pembuangan racun; asam uric dinetralisir dan dihilangkan oleh Kombucha tea. Maka dari itu, teh ini merupakan penyembuh yang sangat bagus bagi penyakit2 gout, rheumatik, arthritis, kidney stones atau batu ginjal, intestinal dysbacteria, terutama cancer pada tahap awal karena Kombucha mushroom akan menjadi unsur penghenti yang sangat kuat pada penyakit atau disebut sebagai endobionts. Dapat dilihat bahwa endobionts akan menghilangkan sel2 darah merah tepat pada saat pH darah dalam kondisi kurang menguntungkan bagi tubuh. Dalam penyakit metabolis dan kanker, Kombucha merupakan minuman unik bagi penawar racun tubuh. Kombucha menghilangkan kelebihan metabolisme serta menjaga kenormalan pH darah". Gottfried Mueller, pendiri world-wide "Salem Children's and Youth Villages" memberikan pujian terhadap Kombucha tea-mushroom sebagai berikut ini: "Pemberian dari Surga, khususnya untuk kondisi darurat dalam masalah2 kesehatan manusia" ( dalam "Salem-Help" 15, No. 3, Agustus 1987, hal 2).

Penilaian Pribadi atau Perorangan
Dalam pelbagai laporan tertulis di berbagai Lembaga maupun pengalaman perorangan yang saya baca dalam penelitian saya mengenai Kombucha ini, maka banyak kesaksian yang meyakinkan muncul. Hal ini menyiratkan secara dasar, bahwa Kombucha ini tidaklah khusus membidik organ tubuh tertentu, namun terlebih kepada mempengaruhi organisme tubuh secara menyeluruh, sehingga tercapai situasi kestabilan metabolisme tubuh melalui efek penetralan racun pada asam glucuronic. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kapasitas pertahanan endogenic tubuh terhadap pengaruh dan serangan racun dari luar serta tekanan lingkungan yang menyerang dari berbagai sudut, sehingga sel akan diperkuat setelah terjadi kerusakan metabolisme sel, dan akan berlanjut dalam bentuk restorasi tubuh serta arahan2 penting bagi kesehatan. Beberapa aspek kesehatan yang dinyatakan sebagai hasil dari penggunaan KT haruslah didukung dengan penelitian lebih lanjut. Namun, mekanisme aktif lainnya telah secara keseluruhan dibuktikan melalui pengujian ilmiah serta percobaan, seperti pada: fungsi pengaturannya terhadap bakteri pada alat2 pencernaan, penguatan dan peremajaan sel-sel tubuh, detoxification (penawar racun didalam tubuh) serta pengurangan pembuangan dengan kata lain seperti mengurangi kelebihan keringat, harmonisasi metabolis, efek antibiotik, memfasilitasi keseimbangan pH tubuh.

Buatlah Sendiri!Tidak Masalah bila Anda Tahu Caranya!
Minuman Kombucha bisa dibuat sendiri dengan harga yang amat murah! Karena Jamur akan selalu tumbuh dengan sendirinya, orang bisa membuatnya dari sepotong jamur teh menjadi suatu minuman sederhana yang enak rasanya untuk diminum. Pembibitannya bukan merupakan masalah bila diketahui caranya yang benar. Sejak jaman dahulu minuman Kombucha dipersiapkan dirumah2 dan dibagibagikan kepada sanak saudara dan handai taulan sebagai tanda persahabatan serta gotong royong dan tolong menolong. Teh Jamur ini mempunyai kemampuan dan vitalitas untuk tumbuh. Bila jamur Kombucha ini tidak mempunyai energi biologis yang amat kuat, maka kombucha ini tidak akan hidup ribuan tahun sampai sekarang, sejak ditemukannya dikawasan Kekaisaran China sekitar 2000 tahun. Sekarang, sering ada peringatan2 dari pihak-pihak yang kurang paham atau mengerti. Demikian pula dari pihak2 yang mempunyai niat penguasaan ekonomi atau kepentingan kekuasaan dagang, agar jangan membuat minuman Kombucha sendiri. Peringatan ini diikuti pula dengan lampiran mengenai cara2 yang keliru mengenai pembuatan Kombucha untuk membelokkan dan menyesatkan para penggemarnya, yang seharusnya dilampiri dengan resep2 yang benar dan telah dicoba dengan bukti yang seksama dari orang2 yang berpengalaman. Bagaimanapun juga, bila kita bekerja dengan bersih serta memperhatikan pentunjuk yang dibuktikan kebenarannya melalui pengalaman, maka tidak usah ragu-ragu dalam membuat minuman Kombucha sendiri, seperti yang telah dilakukan oleh generasi-generasi sebelumnya. Siapapun harus mempunyai pengetahuan yang mencukupi untuk dapat membuat KT ini, seperti halnya dengan mengolah bahan makanan rumah tangga yang lain. Bila memperhatikan petunjuk yang benar, maka akan didapat KT yang bagus serta enak rasanya, berfaedah serta efektif bagi kesehatan. Jamur ini akan meningkatkan serta mengabdi kepada pemiliknya seumur hidup serta bisa diwariskan kepada anak cucunya turun temurun, dalam menjaga kesehatan mereka.

Jamur Kombucha bisa Menjaga Dirinya Sendiri
Barangsiapa yang menjaga jamurnya dengan aturan yang telah ditetapkan melalui penelitian serta dengan pengertian dan kehati-hatian, maka tidak akan menjumpai kesulitan ataupun hambatan atau gangguan. Dalam laporan-laporan dari Rusia, diterangkan bahwa tidak perlu dilakukan penjagaan yang ekstra hati-hati terhadap jamur ini, karena jamur ini bisa menjaga dirinya sendiri terhadap kotoran. Jamur ini punya berbagai senjata guna menjaga dirinya seperti : asam organik, kandungan alcoholic rendah, asam karbonik, produk2 antibiotik yang akan memblokir mikroorganisme luar yang bukan berasal dari jamur itu sendiri. Peneliti dari Russia I.N. Konovalow mengemukakan dalam laporannya pada th.1959, bahwa pertumbuhan secara intensif dari jamur dan bakteri teh ini, akan mencegah atau mempersempit gerak pertumbuhan berbagai jamur dan bakteri lainnya, yang bukan merupakan anggauta. Demikian pula Professor G.F.Barbancik dari Russia (1958) melaporkan dalam bukunya mengenai teh jamur yang didasarkan atas penelitian laboratorium, yang mana hasil pengujiannya memperlihatkan bahwa mikroba lain akan dibasmi atau diusir oleh teh jamur ini secara kuat (antagonistis). Sebaliknya, maka jamur ini dengan cepat akan berbiak serta membelah dirinya sendiri. Karena jamur ini berkembang biak dengan cepat serta mudah di pisah-pisahkan, sanak saudara serta handai taulan dengan mudah akan mendapat manfaatnya dari pemberian seorang pemakai. Adalah hal yang baik, bila kita membagi-bagikan jamur ini kepada mereka guna menjaga kesehatan bersama dan sebagai tanda persahabatan serta kerja sama antar umat manusia didunia.

Bahan:
• • •

Kombucha culture (the ferment) 70 - 100 g (2.5- 3 ounce ) gula putih untuk satu liter air 2 sendok teh hijau/hitam untuk satu liter air

Alat:
• • •

Tempat memasak air Toples Kain penutup toples

Prosedure untuk membuat Kombucha:
Adalah baik sekali bila anda membuat KOMBUCHA TEA untuk ukuran dua liter. Sehingga bila anda punya Koloni Kombucha cukup besar, maka anda akan mudah membuat KT untuk beberapa toples.

1.

- Buat teh dengan cara biasa. Untuk per liter air, tambahkan 2 sdt teh hijau/hitam kedalam air yang baru mendidih. Anda juga bisa gunakan teh-celup. Biarkan teh mengembang selama 15 minutes. Teh hijau dan hitam n=berasal dari teh yang sama, hanya cara prosesnya yang beda; hanya tidak difermentasikan. Dokter Jepang menemukan bahwa teh hijau bisa menghindari tumbuhnya. Saya sarankan memakai teh hijau untuk membuta minuman KT. Jika anda tidak ingin menggunakan teh hijau atau hitam, anda juga bisa menggunakan Herbal Tea.

2. - Saring teh atau pisahkan teh celupnya dari air. 3. - Tambahkan 70 - 100 gram (lebih kurang 2- 3 ounces) gula putih untuk satu liter air
teh. Aduk. Satu sendok makan gula setara 20 gram (0.7 ounce).

4. - Biarkan cairan teh yang sudah mengandung gula tersebut dingin menyamai temperatur
ruangan tidak lebih tinggi dari 20 - 25 derajat Celcius = 68° - 77° F (suam-suam kuku). Koloni Kombucha akan mati bila berada dalam cairan yang panas.

5.

- Bila teh sudah sama dengan temperatur ruangan, masukkan kedalam toples, atau tempat/wadah dari Stainless Steel. Yang dari Gelas adalah yang terbaik. Metal/besi selain Stainless Steel akan tidak memuaskan hasilnya karena asam (acids) yang terbentuk akan bereaksi pada metal. Anda boleh juga memakai bahan sintetis tingkat tinggi (masuk kelompok polylefine, seperti polyethylene (PE) atau polypropylene. Anggur dan Cider disimpan dalam tempat yang terbuat dari tempat yg terbuat dari bahan tingkat tinggi. Namun, anda harus menghindarkan memakai tempat/wadah yang terbuat dari polyvinylchloride (PVC) atau polystyrene. - Bila anda mempersiapkan minuman KT untuk pertama kalinya, tambahkan cairannya dengan KT Colony. Untuk pemakaian selanjutnya, selalu tambahkan 10% dari KT yang akan dibuat sebagai “cairan pemula”.

6.

7. - Taroh KT Colony kedalam toples berisi KT Colony. 8. - Tutup tempat fermentasi dengan dengan kain yang rapat, agar
semut, lalat dan nyamuk, debu atau pollutan lainnya tidak bisa masuk. Yang penting udara bisa mengalir dengan bebas. Ikat mulut toples dengan karet.

9. - Fermentasi berlangsung sekitar 8 - 12 hari, tergantung suhu.
Lebih hangat temperatur ruangan, lebih cepat proses fermentasinya. Periode 8 - 12 hari diberikan hanya sebgai pedoman. Kombucha Colony memerlukan tempat yang tenang dan hangat dan tidak boleh digoyang dan dipindah-pindah. Temperatur teh tidak boleh berada dibawah 68 derajad F (= 20 derajad C) dan tidak boleh lebih dari 86 derajad F (=30 derajad C). Temperatur idealnya adalah 74- 80 derajad F (=23 - 27 derajad C). Sinar tidak diperlukan. KT Colony bisa bekerja dalam kegelapan. KT colony

akan rusak bila terkena sinar matahari. Selama proses fermentasi, gula akan terurai oleh ragi (yeast) dan berubah menjadi gas (CO2) dan berbagai organic acids dan compound yang lain. Ini adalah kombinasi dari sejumlah proses yang memberikan rasa khas minuman Kombucha. Pada awal fermentasi masih manis, namun kemudian hilang karena gula terurai. Pada waktu bersamaan, rasa asam muncul untuk tumbuh sebagai sebuah hasil dari kegiatan bakteri, sehingga ada proses transisi dari rasa manis ke rasa asam/kelat. Jika ingin rasa yang agak sedikit manis, fermentasi dapat dihentikan lebih awal. Untuk rasa yang lenbih asam, ferementasi harus lebih lama.

10. - Bila teh telah mencapai tingkat keasaman yang benar (pH 2,7 - 3,2), yang tergantung
pada cita-rasa individu, ambil KT colony dengan tangan yang bersih. Bersihkan KT colony dibawah air ledeng atau air suam-suam kuku. Isi air teh yang sudah disiapkan kedalam tempat/wadah/toples dan segera masukkan KT colony. Jaga temperatur air tehnya. Tuangkan air teh Kombucha yang sudah jadi, kedalam botol, yang harus diisi. Sisakan seperpuluh (10%) bagian untuk keperluan pembuatan Kombucaha Tea berikutnya. Tutup botol dengan rapat. Saya fikir tidak perlu menyaring minuman yang sudah terfermentasi. Adalah normal bila ada sisa-sisa zat didasar toples fermentasi. Ini disebabkan pertumbuhan ragi, yang menghasilkan minuman KT. Ragi tersebut memiliki efek positif yang diinginkan bagi organisme tubuh.

11.

- Untuk memperoleh kepuasan maksimal dari minuman ini, biarkan minuman ini sekitar beberapa hari (sekurang-kurangnya 5 hari) setelah ditaroh dalam botol. Kegiatan bakteri terhenti karena minuman yang didalam botol tanpa udara, sementara raginya terus bekerja. Jika botol benar-benar tertutup dengan baik, gas yang dihasilkan oleh kegiatan ragi, tidak bisa keluar. Sehingga minuman yang berbuih halus dihasilkan. Dan cukup diperlukan beberapa hari dan the Kombucha beverage, namun minuman akan bertahan selama beberapa bulan. Jangan bimbang: pada waktu ragi akan menghentikan produksi gas . Dianjurkan untuk menyimpan minuman ditempat yang dingin.

12.

- Minuman ini memilki rasa yang enak. Menyegarkan, sedikit kecut. Minumlah tiga gelas sehari; satu gelas (4 to 6 ounces atau lebih) pada waktu perut kosong dipagi hari, gelas kedua setelah makan siang dan gelas ketiga pada saat menjelang tidur.

13.

- Setiap kali proses fermentasi, jangan lupa untuk menambahkan 10 % minuman KT ke cairan teh.

Hal-Hal Penting Yang Perlu Diketahui
Kadang-kadang Kombucha Culture terapung, dan kadangkadang ia tenggelam. Keduanya OK. Bila Kombucha Culture tenggelam namun kombucha culture yang baru akan mulai tumbuh dipermukaan. Untuk keterangan lengkapnya, silahkan lihat halaman 33 dari buku saya. Kombucha culture perlu waktu untuk menghasilkan dirinya kembali. Ia mulai dengan lapisan sangat tipis. Lebih lama anda biarkan dengan tenang, ianya akan semakin berkembang jadi lebih tebal. Karena mengemabngak sebuah Kombucha culture yang baru memerlukan waktu , anda harus memisahkan nya dari minuman Kombucha tea yang akan diminum. Biarkan Kombucha culture yang baru tumbuh dipermukaan cairan 3 s/d 5 minggu.

Kombucha culture tumbuh dan menutupi semua permukaan cairan teh. Pada saat tumbuh dipermukaan teh, Kombucha culture menebal secara bertahap dan perlahan. Kombucha culture akan berupa gabungan lapisan yang mudah dipisah. Setiap lapisan dapat dipakai secara terpisah untuk membuat Kombucha tea yang baru. Jika Kombucha culture tenggelam dalam toples, sebuah kombucha culture yang

baru akan terbentuk dipermukaan teh. Dengan cara seperti ini, Kombucha culture akan memperbanyak dirinya sampai warnanya berubah menjadi warna cokelat. Bila sudah jadi cokelat warnanya dan kotor, buang saja dan ganti dengan yang baru. Sehingga Kombucha culture yang unik ini bisa memberi anda dan keluarga anda dengan persedian Kombucha Tea secara terus-menerus dengan biaya sangat murah.

Kombucha untuk Anak-Anak?
Pada bulan April, tahun 1996, ada pertanyaan mengenai masalah pemberian Kombucha kepada anak2 melalui Internet. Untuk itu saya akan memberikannya dalam 3 surat korespondensi saya kepada pihak lain yang bisa dilihat dan yang akan menjelaskan mengenai pertanyaan tersebut. Collen Allen menulis : "Pada hemat saya, tidaklah ada suatu alasanpun untuk tidak memberikan minuman teh-kombucha kepada anak2. Hingga saat ini, belum ada publikasi maupun data yang jelas mengenai aturan yang berkaitan dengan pemberian teh-kombucha kepada anak2, yang sebenarnya mengenai takaran bisa diperkirakan sendiri oleh para orang tua yang kira2 sesuai atau pas bagi anak bersangkutan, karena disinilah letak rasa tanggung jawab orang tua bersangkutan terhadap kesehatan anaknya. Secara pribadi, apabila saya sudah mempunyai teh-kombucha saat anak-anak saya masih kecil, maka tidak ada keraguan untuk memberikannya kepada mereka, walaupun saat itu mereka masih bayi,. Saya tahu mengenai beberapa keluarga yang memberikan teh-kombucha kepada anak-anaknya secara teratur setiap hari. Reaksi jasmaniah dari anak-anak tersebut, (dan juga orang dewasa), maka tubuhnya akan lebih kebal terhadap penyakit demam. Dan apabila mereka sedang mengidapnya, maka mereka juga akan lebih cepat sembuh dibandingkan dengan keadaan sebelum mereka minum teh-kombucha. Saya tidak punya data ilmiah mengenai ini, namun pada hemat saya, KT aman untuk diminum oleh semua orang yang tidak punya alergi terhadap unsur2 atau kandungan KT. Apabila seorang anak mempunyai kecenderungan alergi terhadap makanan tertentu, maka cara yang paling baik adalah berhati-hati dalam cara memberikannya dengan cara memberinya sedikit demi sedikit dan kemudian jumlahnya kian ditambah. Seperti halnya makanan yang baru diperkenalkan kepada seseorang yang punya kecenderungan alergi. Untuk seorang anak (atau dewasa), maka sebaiknya jumlah yang diberikan sangat sedikit dulu, seperti satu sendok teh pada hari pertama dan untuk beberapa hari berikutnya dan kemudian dilihat reaksinya dengan seksama. Pada umumnya bila ada reaksi alergi sebagai akibat dari minuman KT ini, maka akan muncul dengan sendirinya sehingga kita bisa memperkirakan cara pemberiannya. Jawaban saya pribadi adalah: "Colleen, saya juga tidak mempunyai pengetahuan mengenai pemberian KT kepada anak2. Sejauh ini dibuktikan bahwa tidak ada yang bahaya yang muncul pada anak2 dengan memberinya minuman KT ini. Dikisahkan pula bahwa ada seorang ibu yang memberi anaknya KT beberapa sendok setiap hari yang berakibat sembuhnya bayi tersebut dari penyakit kulit merah gatal pada pipi diakibatkan karena terkena tumpahan susu ibunya sewaktu disusui. Kandungan alkohol KT juga sangat rendah, setara dengan kandungan pada jus buah yang bisa diberikan kepada anak2tanpa kekhawatiran. Tentu saja kita harus memberikannya secara hati2 dan teliti dengan takaran sesuai dengan umur tentu saja, seperti halnya dengan obat2-an. Para orang tua diminta untuk memakai perkiraan yang berdasarkan kebijakan dan akal sehat ketika memutuskan hal2 yang berkenaan dengan

apa yang akan dimakan dan diminum anaknya. Ada hal lain yang menyatakan bahwa : Kombucha sangat bagus bagi para remaja yang mempunyai masalah jerawat. Berikut ini adalah tabel yang bida dipakai sebagai pedoman praktis: Umur Dosis Lebih dari 18 Dosis penuh spt. dewasa 15 s/d17 tahun ¾ dosis 10 s/d 14 tahun ½ dosis 5 s/d 9 tahun 1/3 dosis 3 s/d 4 tahun ¼ dosage 1/10 to 1 s/d 2 tahun 1/5 dosis Jack Barclay menambahkan: "Saya mengingatkan orang2 mengenai masalah pemberian KT untuk anak2 yang berumur dibawah 1 tahun. Dokter mengingatkan agar jangan memberikan madu kepada bayi dibawah 1 tahun karena karena mengandung bakteria serta enzim2 jumlahnya terlalu banyak bagi organ pencernaannya yang masih muda serta sistem kekebalan mereka belumlah sepenuhnya tumbuh dan terbangun dengan baik. Pada saat bayi baru keluar dari rahim ibunya, maka organ dalam mulai mengalami pertumbuhan dan penguatan. KT juga mempunyai bakteri serta enzim2 yang terlalu keras kerjanya bagi organ pencernaan bayi yang masih dalam kondisi berkembang. KT yang mempunyai kandungan unsur pencahar atau unsur yang berkwalitas laxative(pencahar) bisa berakibat telalu kerasnya reaksi pada peralatan pencernaannya. Saya tidak akan menyarankan pemberian KT pada bayi dibawah 1 tahun atau yang baru lahir. Saya kira aturan yang benar adalah bila bayi sudah cukup umur untuk diberi madu, maka dia juga sudah cukup waktunya untuk diberi KT ".

Kombucha, minuman hasil fermentasi yang ada unsur "Ces-Pleng" didalamnya
Komentar oleh Günther W. Frank: artikel dari Tom Valentine (Search For Health, Volume 1, Nomer 6, July/August 1993) membawa Kombucha ke Amerika Serikat pada tahun 1993. Sejak saat itulah maka minuman kuno ini tersebut tersebar keseluruh penjuru Amerika Serikat.

Sesuatu yang kuno dan antik telah datang ke Amerika, dan anda harus tahu mengenai hal ini sehingga sekarang anda bisa dengan sungguh2 berusaha untuk mencegah penyakit seperti kanker serta pengerasan pembuluh darah (arthritis). Dengan demikian anda juga akan bisa menjaga kesehatan bagi seluruh keluarga dari penyakit dengan menggunakan minuman sederhana ramuan kuno buatan sendiri ini, yang disebut sebagai Kombucha, yang berfungsi sebagai penetralisir racun serta untuk menambah tenaga tubuh. Berikut ada beberapa komentar dari para dokter yang telah menyelidiki Kombucha pada tahun 1920-an: "Maxim Bing (1928) merekomendasikan bahwa Jamur Kombucha adalah suatu saran yang sangat efektif untuk mengatasi pengerasan pembuluh nadi, gout atau rematik tulang, serta ketidak lancaran pada pencernaan perut. Dengan minum kombucha yang berasal dari bibit yang bagus serta segar, maka efeknya yang sangat bermanfaat akan terasa optimal, yang ditandai dengan adanya penurunan tekanan darah pada penderita darah tinggi, merasa lebih pasrah dan hilangnya rasa khawatir bagi penderita ketegangan jiwa, hilangnya peradangan dan nyeri serta sakit2, sakit kepala dan pusing2, dsb. Perut yang bermasalah serta penyakit yang mengiringinya, dengan cepat akan dapat teratasi. Hasil yang nyata serta menggembirakan akan terlihat dalam perbaikan, terutama pada pengerasan ginjal serta pembuluh2 darah kapiler didalam otak. Namun untuk pengerasan pada pembuluh darah jantung, agak kurang berpengaruh. Dr. E. Arauner (1929) menyatakan bahwa "Kultur Kombucha telah digunakan oleh penduduk Asia selama ratusan tahun ditanah asalnya karena hasilnya yang sangat bagus sebagai obat mengatasi kelelahan, kejenuhan, ketegangan syaraf, penunda ketuaan, pengerasan pembuluh nadi, masalah pencernaan, gout dan rematik, pembengkakan pembuluh sekitar dubur atau anus atau ambeein, serta diabetes atau kencing manis". Kesaksian dari seorang wanita di Belanda pada akhir2 ini adalah sebagai berikut: "Saya telah menderita berbagai sklerosis sejak 1982. Tetapi sejak saya minum Kombucha, maka hasilnya sangat baik. KT mempunyai pengaruh menawarkan serta membuang racun dibadan. Saya mulai minum KT sejak 1989. Pada saat itu saya hanya bisa jalan beberapa meter saja dari rumah dengan tergantung pada pertolongan kedua tongkat penopang saya, selain penglihatan saya yang juga buruk. Sekarang saya sudah bisa pergi tanpa kedua tongkat saya selama 20 menit, dan tidak lagi cepat

merasa lelah. Hasil penelitian terhadap kesehatan saya juga merupakan jalan untuk memperlancar kearah pemilikan surat ijin mengemudi. Saya juga sudah mencoba bermain ski sedikit2 pada tahun ini (1992). Dengan memiliki kultur Kombucha maka anda sudah mampu mempersiapkan obat alami untuk seumur hidup. Saya harap kesaksian ini dapat menjadi bahan pengalaman bagi orang lain serta bagi anda dalam usaha untuk meningkatkan kondisi kesehatan".

Produk2 Hasil Fermentasi yang membuat Tubuh Sehat
Sekarang, setelah anda mau mulai memperhatikan, maka ini adalah keseluruhan ceritanya: Fermentasi adalah sebuah proses yang menyebabkan perubahan kimiawi pada suatu senyawa organis yang kompleks melalui pengaruh beberapa enzim yang dihasilkan oleh mikroba. Proses ini telah dikenal manusia sejak awal kebudayaan, dan bahkan sampai kepada abad saat2 munculnya kemajuan teknologi yang menakjubkan ini. Proses fermentasi -yang merupakan pemberian Tuhan ini- jauh lebih efektif dan murah secara ekonomis dibandingkan dengan obat-obatan yang diantaranya mempunyai struktur kimianya senyawa yang sangat kompleks, yang merupakan senjata dalam persediaan arsenal ilmu modern. Dalam mencari Kehidupan yang Sehat, kita telah dipesonakan oleh hasil fermentasi serta penggunaanya dalam meningkatkan metabolisme tubuh manusia serta kondisi fisiologisnya. Sebagai contoh maka asam laktat telah lama dikenal sebagai bakteri lactobacillus acidophilus yang bersahabat, yang hadir dalam kehidupan kita sebagai bagian dari metabolisme sel manusia. Untuk alasan inilah, maka kita sangat tertarik pada asam laktat, terutama manfaat dari asam laktat yang baik (+) dan berlawanan dengan asam laktat yang buruk (-), sebagaimana halnya dengan proses fermentasi lain yang memberikan hasil yang baik bagi kehidupan. Perihal asam laktat maka telah kami sajikan dalam artikel pada bulan Maret/April 1993 yang telah pula diperbaharui pada bulan Mei/Juni serta Juli/Agustus.

Sesuatu yang Kuno telah datang kepada Kita
Setelah menunggu lama dengan pikiran yang penuh minat, kita dibuat senang ketika salah seorang anggauta mengirimkan berceritera kepada kita mengenai sejenis minuman yang dibuat dari hasil fermentasi "teh jamur Manchuria", yang kemudian mengirimkannya melalui pos. Walapun hal itu baru bagi kami, dan juga baru pula bagi anda, maka "Kombucha" sebenarnya bukanlah barang baru samasekali, tetapi adalah sesuatu yang sudah berusia kuno dalam arti sesungguhnya. Sebagai kenyataan, maka nama Kombu diambil dari nama seorang dokter Korea yang dipanggil untuk menyembuhkan penyakit Kaisar Jepang, Inkyo pada tahun 415 Sebelum Masehi. Selama 3 bulan berlalu, maka secara pribadi kita sudah mencoba serta membuatnya, yang dikenal dengan bermacam-macam nama, baik di Eropa dan Asia. Sebagai contoh di beberapa daerah di Rusia dikenal dengan nama Kvass. Kita telah mendatangkan 2 buah buku, yang aselinya ditulis dalam bahasa Jerman dan sekarang ada juga yang dalam bahasa Inggeris, yang menyajikan tonik hasil fermentasi yang menakjubkan tersebut secara lengkap dan terperinci, namun riset dan penelitian tetap kita adakan juga.

Dua buah buku tersebut berjudul : Kombucha, Minuman Kesehatan dan Penyembuh Alami dari Timur Jauh (Kombucha, Healthy Beverage and Natural Remedy) oleh Günther W. Frank (150 halaman) serta Teh Jamur Kombucha, Penyembuh Alami serta Kemanjurannya dalam kasus Kanker serta penyakit Metabolik yang lain(Tea Fungus Kombucha, The Natural Remedy and its Significance in Cases of Cancer and Other Metabolic Diseases), oleh Rosina Fasching (60 halaman). Buku-buku ini diterbitkan di Austria. Informasi mengenai cara untuk mendapatkan buku ini dapat ditemukan dihalaman 40. Buku2 karangan Günther Frank diuraikan dengan sangat rinci dan tetap objektif. Beliau telah mengadakan penelitian dalam berbagai literatur serta menelaah berbagai pendapat mengenai cara terbaik untuk membuat minuman tersebut, serta mengenai bagaimana cara memelihara ramuan ini yang telah diberikan secara turun temurun selama beberapa abad. Kita sangat senang dengan pengolahan Frank dalam berbagai variable serta pendapat mengenai Kombucha. Selagi beliau menguraikan beberapa catatan mengenai pemeraman Kombucha, beliau juga menjelaskan kepada para pembaca mengenai bagaimana menyiapkan minuman ini bagi keperluan penyembuhan. Lagipula, Frank tidaklah berpenda-pat bahwa Kombucha sebagai "obat penyembuh segala", dimana ada pihak2 lain yang cenderung menyebutnya demikian. Rosina Fasching telah menguraikan mengenai hasil penelitian klinis oleh pamannya yang terkenal, Rudolf Sklenar MD, yang berhasil meningkatkan kesehatan pasiennya dengan menggunakan Kombucha sebagai penyembuh primer.

Kombucha mengubah Teh Manis menjadi Minuman Sehat, Penawar Racun yang Kaya Nutrisi
Hasil penelitian kita menyatakan bahwa minuman Kombucha yang dianggap sebagai pemberi kesehatan tubuh dan peningkat kekebalan tubuh, bukanlah penyembuh bagi semua penyakit, dan janganlah mengharap keajaiban. Walaupun ada kejadian yang "mirip" dengan keajaiban, yang kejadiannya adalah bahwa dalam menyembuhkan suatu penyakit lebih disebabkan karena tubuh merespons secara cepat terhadap hasil fermentasi minuman Kombucha. Namun hal tersebut lebih cenderung sebagai proses alami yang wajar dan bukanlah merupakan suatu keajaiban. "Jamur" Kombucha akan mengubah teh hitam serta gula putih menjadi minuman kesehatan? Memang benar, "teh hitam serta gula putih" adalah penyuplai bahan makanan bagi jamur tersebut. Karena gula putih kurang disukai dibanyak rumah tangga disebabkan karena alasan diabetes, kita sering hanya minum teh hijau organik saja tanpa gula. Dengan keterangan adanya penggunaan gula dalam proses pembuatan Kombucha, maka prasangka negatif mengenai minuman tradisional ini muncul berhubung dengan penggunaan gula tersebut. Bagaimanapun juga, akhirnya gula dipakai dengan cara yang berbeda. Kalau diperhatikan, maka dua unsur kunci pelaku metabolis dalam proses fermentasi gula-teh ini oleh Kombucha, yaitu asam glucuronic dan asam laktat yang baik(+) serta ada unsur keseimbangan semua vitamin B, maka unsur2 tersebutlah yang mengerjakan pemeraman teh manis hitam seperti yang telah disebutkan diatas, menjadi minuman kesehatan bagi keluarga.

Jumlah asam glucuronic yang oleh jamur ini secara potensial dihasilkan ini cukup banyak, sebenarnya sangat menguntungkan kita. Halnya pengalaman dari para peneliti serta para penyelidik kanker di Sovet, pada saat tahun2 terakhir pemerintahan Joseph Stalin – akan saya ceriterakan kemudian. Asam glucuronic yang terkandung didalam minuman tersebut, belumlah dibuat secara komersial. Namun hati atau lever manusia yang sehat, mampu memproduksinya dalam jumlah yang cukup banyak bagi keperluan tubuhnya, sehingga mampu untuk menetralkan racun. Didalam hati atau lever tadi, maka asam glucuronic mengikat semua "racun" dan "bisa" yang didapat dari lingkungannya yang kemudian, dengan proses metabolis, dibuang melalui alat2 pembuangan. Sekali racun diikat oleh asam glucuronic, maka tidak akan bisa lagi terhisap oleh tubuh, sehingga selamatlah kita dari malapetakan keracunan.

Unsur2 dalam tubuh yang Merusak akan dikurangi atau dibuang
Günther Frank menyatakan hal ini dalam bukunya: "Menurut hemat saya, setelah diadakan penelitian lebih lanjut, maka efek2 yang baik dari Kombucha terhadap penyakit gout, rematik, arthritis atau nyeri 2 pada tulang atau encok, dsb., kesimpulannya bisa diuraikan seperti berikut ini : "Unsur2 yang merugikan dan telah ditimbun oleh tubuh, kemudian akan diikat oleh asam glucuronic yang terkandung didalam minuman Kombucha. Ikatan racun dengan asam glucuronic tersebut, kemudian membentuk senyawa yang mudah bercampur dengan air, sehingga bisa dibuang melalui alat2 pembuangan tubuh seperti ginjal dalam bentuk urine. Dengan ikatan yang merupakan transformasi biologis, unsur2 exogen dan endogen akan diikat oleh asam glucuronic sebagai glucuronides, yang dikenal juga sebagai ikatan asam glucuronic". Apakah manusia memerlukan Kombucha? Pertanyaan tersebut sebenarnya lebih tepat bila berbunyi: punyakah mereka hati (lever) yang sehat? Kita telah menunjukkannya berulang kali, dan Frank menunjukkan pula hal ini dalam bukunya mengenai Kombucha - bahwa akan sulitkah untuk memastikan bahwa apakah seseorang mempunyai lever atau hati yang sehat dan berfungsi dengan baik, bila berada dibawah pengaruh lingkungan yang sedemikian kotor karena polusi serta racun yang terkandung dalam makanan, selain juga mengalami banyak tekanan pada kehidupan yang mengakibatkan stress? Frank lebih jauh menerangkan demikian: "Seseorang yang sehat mempunyai lever atau hati yang akan memproduksi asam glucuronic yang cukup, akan tetapi pada saat yang bersamaan, dia juga mengalami kondisi kritis karena pencemaran lingkungan oleh unsur2 yang mengandung racun bebas dalam jumlah berlebihan, ditambah lagi adanya racun hasil metabolisme endogenic (yang berasal dari obat, minuman keras serta makanan2 kecil atau junk food) yang terakumulasi atau tertimbun secara berlebihan dalam tubuhnya". Kehidupan Amerika modern mengakibatkan masalah yang serius seperti lingkungan urban yang sudah terkena polusi, minum, makan, masak serta mandi dengan air yang berkwalitas buruk dan tercemar, makanan yang telah disarikan, di denaturalisasikan serta ditambahi zat pengawet. Proses tersebut juga telah berkembang diatas platform tanah yang notabene juga sudah tercemar, sehingga lever atau hati para penghuninya akan terbebani dengan dengan berbagai bahan berracun secara berlebihan. Belum lagi akibat dari merokok, kecanduan alcohol, narkoba, obat2-an antibiotik dan bahan mercury, serta zat pengisi tambalan gigi dengan amalgam! Bagaimanapun juga, adalah suatu kenyataan yang mengerikan sekali untuk mengetahui bahwa masalah keracunan menduduki peringkat teratas dalam

kehidupan Amerika modern. Disinilah minuman Kombucha menawarkan alternatif sebagai penawar racun dengan asam glucuronicnya yang terproses secara alami.

Suatu kisah yang membuat Heran para Peneliti Kanker di Soviet
Dalam bukunya, Frank mengkisahkan kisah nyata yang berkaitan dengan para peneliti kanker di Soviet pada masa kritis, yaitu pada saat sebelum Stalin meninggal di tahun 1954. Mengacu kepada suatu teknik polisi dari KGB, para peneliti kanker Soviet menetapkan cara untuk mencari tahu mengapa, atau dimana serta bagaimana penyakit yang menakutkan ini bisa berkembang begitu pesat setelah Perang Dunia II. Dengan menggunakan teknik2 penyelidikan punya KGB yang kurang populer atau kurang disukai, para peneliti Soviet menganalisa penyebaran kanker tersebut pada kelompok masyarakat satu ke yang lain secara terperinci, dengan menyertakan pula perhitungan faktor2 lingkungan. Adanya wabah kanker yang meruyak serta menakutkan seluruh negeri, maka melalui penyelidikan dengan menggunakan metode statistik, didapatkan data yang berbentuk jajaran garis vertikal tinggi2 seperti jajaran lampu neon reklame. Dalam keraguan data statisik yang histogtamnya pada mencuat tinggi tersebut, penyelidikan mengenai penyakit kanker ini diputuskan untuk diadakan di dua tempat didaerah Penn, di sungai Kama yang terletak di pegunungan Ural Barat. Tetapi yang mengherankan, ternyata didistrik Ssolikamsk dan Beresniki ini sangat jarang dijumpai penyakit kanker. Kalaupun ada, maka pengidapnya adalah orang yang berasal dari daerah lain atau pendatang. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Kondisi lingkungan kedua daerah kurang lebih sama saja dengan daerah lain, kecuali bahwa daerah itu mengandung potassium, tambang 2 timah hitam, air raksa serta asbes dengan fasilitas produksi yang memuntahkan polusi dalam jumlah besar keudara. Kenyataan yang lain adalah bahwa pepohonan dan ikan didaerah Kama juga pada mati. Dengan gaya KGB yang khas, dua kelompok team peneliti yang telah diorganisir, mengirimkan masing2 anggautanya ke Ssolikamsk dan Beresniki. Mereka masuk ke kehidupan pribadi serta menyelidiki dan menganalisa segala kemungkinan yang ada. Tetapi mereka tetap dipusingkan dengan masalah tersebut, yang tidak terpecahkan. Günther Frank menunjukkan detailnya bahwa, bagaimana penduduk di kedua distrik ini minum vodka sama banyaknya dengan penduduk Rusia yang lain, tetapi tidak mempunyai masalah penyakit mabuk secara sosial, dan tidak juga mempunyai penilaian kerja yang buruk, yang biasanya akan terkait dengan sifat mabuk-mabukan. Masalahnya adalah bagaimanakah jawaban mengenai kondisi yang baik tetapi penuh teka-teki tersebut ?

Adalah Kvas Teh, kata Babushka (Wanita) tua
Kejadian ini adalah ketika salah seorang ketua kelompok peneliti tandang kerumah yang terpilih untuk diteliti. Pada waktu itu adalah suatu hari dimusim panas dan seluruh keluarga sedang bepergian hanya seorang "babushka" (wanita atau ibu) tua yang ada dirumah.

Wanita tua itu menawarkan kepada Dr. Molodyev, suatu minuman penyegar. "Minuman apa itu?": tanya Dr. Molodyev. Wanita itu menjawab bahwa minuman tersebut adalah "kvass teh". Dokter itu tahunya hanya bahwa"kvass" yang difermentasikan dari roti (adalah "Brottrunk" dari fermentasi roti dengan rye yang telah diuraikan sebelumnya dalam terbitan yang lalu).
Kvass roti Rusia adalah bir lunak yang rasanya agak asam, dan dibuat dari tepung rye dan biji malt, bran dan gandum, atau dari roti hitam dan apel yang disisakan untuk fermentasi didalam air, dimana ditambahkan beberapa unsur lain. Asam pada Kvas Rusia unsur utamanya adalah asam laktat.

Namun Dr. Molodyev tidak pernah mengerti mengenai produk khusus ini yang bernama kvass teh. Molodyev menyelidiki dan mempelajari semua hal mengenai "anggur teh" yang dibuat dari "gumpalan jamur teh" dari wanita tua itu. "Gumpalan jamur" yang mengambang pada teh manis bukanlah pemandangan yang menimbulkan selera, tetapi seperti kata wanita tua tersebut bahwa: "minuman itu cukup enak dan sangat sehat serta mudah untuk dicerna, apalagi ini gratis!".

Sesuatu yang Buruk Rupa menyerupai Gabus atau Ubur-ubur, tetapi sangat Nyaman untuk Diminum
Pada gilirannya adalah Dr. Grigoriev di Beresniki yang juga menjumpai "kvass the" pada saat yang sama dan kemudian menemukan kenyataan bahwa tidak satupun dari rumah 2 disana tidak ada yang tidak mempunyai simpanan periuk yang berisi minuman teh hasil fermentasi atau Kombucha tersebut. "Ini adalah minuman masyarakat yang murah serta bermanfaat. Yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa para pecandu alkohol juga meminumnya dalam jumlah banyak sebelum dan sesudah mereka minum alkohol. Sesuatu yang patut menjadi perhatian adalah bahwa walaupun mereka meminum alkohol dalam jumlah banyak namun para peminum ini tidak menunjukkan gejala 2 mabuk samasekali. Kejadian sebagai akibat dari minum alkohol seperti penyerangan dan perkelahian serta kecelakaan yang berkenaan dengan mabuk2-an maupun kecelakaan ditempat kerja, jarang sekali terjadi," demikian yang dilaporkan para peneliti Soviet tersebut. "Konsumsi alkohol serta tembakau agak tinggi pada daerah yang diteliti dibandingkan dengan daerah lain di USSR". Pusat Institut Penelitian Bakteri di Moskow menyatakan bahwa mereka sedang berhadapan dengan "Kombucha yang belum dikenal luas, atau spons teh Jepang". Para peneliti selanjutnya menyatakan bahwa kultur jamur yang menyerupai spons tersebut sesungguhnya adalah suatu massa-jelly yang dibentuk oleh pertumbuhan symbiosis dari bakteri Xylinum dari genus Saccharomyces, dengan gumpalan sel2 jamur berbentuk sarang. Mengenai symbiosis ini, Frank menulis, "termasuk juga: Saccharomyces Ludwigii, Saccharomyces dari tipe2 apiculatus; Bacterium xylinoides, Bacterium gluconicum, Schizosaccharomycespombe, Acetobacter ketogenum, Torula types, Pichia fermentans serta jamur2 lain."

Para ahli mikrobiologi Soviet menyimpulkan bahwa "jamur teh" bukanlah jamur dalam arti sebenarnya, namun dari jenis lumut. "Walaupun salah satu dari produknya adalah "antibiotika-mirip lumut," Frank tidak sependapat dan menyatakan sbb. "Lumut adalah symbiosis dari algae serta fungi, dan membutuhkan sumber enerji berupa sinar untuk membangun chlorophyll melalui proses fotosyntesa, suatu sifat tipikal dari algae. Kombucha pada sisi lain, berkembang walaupun dalam ruangan gelap sekalipun, yang secara jelas tidak mempunyai sifat algae. Dalam buku ini Frank masuk kedetail mengenai mikroba serta biokimia dengan bahasa yang mudah dimengerti. Ceriteranya mengenai para peneliti kanker di USSR yang juga menyinggung mengenai masalah2 politik USSR terkait yang menarik, pada tahun2 terakhir pemerintahan Joseph Stalin, serta mengkaitkan penelitian kanker ini kepada intrik2 pada saat Stalin wafat. Kisah itu sendiri harganya sesuai dengan buku tersebut, namun kisah mengenai Kombucha nilainya terlebih berharga lagi.

Mantan Presiden Ronald Reagan memakai Kombucha sebagai Kunci dalam Program nutrisinya melawan Kanker
Dalam bab yang sama dalam buku itu, maka dapat diketahui dari sebuah sumber Frank di Rusia, bahwa Presiden Ronald Reagan telah diberitahu mengenai manfaat Kombucha ini, yang kemudian menjadikannya bagian dari program pribadinya dalam penyembuhan kanker setelah didiagnosa bahwa beliau mengidapnya. Sekelumit informasi menarik ini tidaklah mengherankan dan ceritera tersebut cocok bila setelah ditelaah, kepada mantan Presiden tersebut telah disarankan untuk meminum beta-carotene berbentuk vitamin A yang diemulsikan serta obat bernama Wobenzymes, yang keduanya berasal dari Jerman. Faktanya adalah: Ronald Reagan kondisinya semakin kuat sekarang, dan beliau telah didiagnosa mengidap penyakit kanker selama ber-tahun2 lamanya. Mungkin beliau meminum Kombucha secara teratur setiap hari.
Foto kiri: Günther W. Frank (kanan), pengarang buku terkenal "Kombucha Healthy beverage and Natural Remedy from the Far East" (Kombucha – minuman Kesehatan serta Penyembuh Alami dari Timur Jauh) telah ngobrol dengan sangat menyenangkan dengan patung lilin dari Ronald Reagan di museum London. Pengarang menyatakan bahwa mantan Presiden ini tidak mau berkomentar apakah beliau minum Kombucha ini atau tidak sebagaimana dilaporkan. Frank telah menerima sepucuk surat dari keluarga Reagan, namun tidak membenarkan maupun menyangkal mengenai penggunaan minuman hasil fermentasi tradisional tersebut secara pribadi.

Terlepas dari intrik mengenai Reagan, maka pengalaman dari Soviet merupakan suatu bagian dari sejumlah besar laporan yang didokumentasikan mengenai bukti2 tentang penggunaan minuman Kombucha, yang dibuat dari fermentasi teh-gula yang digunakan untuk keperluan peningkatan sistem kekebalan tubuh serta penawar racun di tubuh yang dramatis. Di masyarakat bangsa kita dan saat ini adalah bahwa tubuh kita secara pasti membutuhkan banyak sekali dua unsur penting yaitu peningkat kekebalan dan penawar racun. Ini adalah dasar dari mengapa kita tertarik mengenai masa depan

Kombucha di Amerika sini dan mengapa Search for Health akan berjuang untuk menyebarkan uraian serta bibit kepada masayarakat seluas mungkin.

Kombucha akan mereproduksi diri sendiri pada setiap Wadah
Sekali anda mempunyai bibit yang akan dikembangkan serta tiga quart (1 quart = 1.14 liter) teh manis, maka anda akan memiliki bibit yang akan berlipat ganda dalam setiap wadahnya. Memang benar. Anda telah berhubungan dengan sesuatu proses yang hidup, yang bisa mereproduksi dirinya sendiri. Sekali anda membuat bibit minuman kesehatan ini dalam suatu wadah, yang akan membutuhkan waktu dari 8 s/d 14 hari, tergantung dari beberapa faktor seperti selera serta nilai kekuatan penyembuhannya, maka bibit tersebut akan melipatgandakan dirinya sendiri sebagai suatu proses yang alami. Sekarang anda punya dua bibit, dan dua minggu kemudian menjadi empat dan seterusnya.

Anda bisa hampir2 kehabisan bibit bila dibagikan kepada para seluruh sanak keluarga serta handai taulan yang datang. Inilah yang disebut oleh wanita tua tersebut sebagai minuman sehat yang "gratis". Berbagai teh celup bisa digunakan, namun lebih disukai teh organik atau teh daun biasa yang hitam, merah maupun hijau.(Benar, Frank menerangkan pula bagaimana membuat minuman ini dari teh herbal). Bagaimanapun bibit Kombucha ini tidak akan berkembang bagus bila digunakan fruit-tea atau teh yang mempunyai campuran minyak. Detailnya ada di buku. Kita memulainya dari benda berbentuk piringan pipih bulat oleh 2 dari langganan kita di Arizona, kemudian kita menerima kiriman 2 lapis berbentuk segi empat dari Günther Frank. Dan pada saat saya menulis ini, maka saya sudah mempunyai 16 "jamur" yang sehat dan padat, sampai2 hampir kehabisan tempat. Maka beberapa yang tumbuh kurang padat dan sehat kita buang untuk dipakai sebagai pupuk, atau diblender sabagi obat penghalus kulit yang sangat bagus.

Anda sedang Berhubungan dengan suatu Proses yang Hidup
Akan anda temui bahwa minuman Kombucha adalah suatu proses alami dan untuk itu akan maka terdapat sifat2 inkonsistensi. Kadangkala bibitnya tidak akan berkembang dengan baik.

Pada sisi lain, kami menemukan bahwa proses fermentasi Kombucha sangat konsisten terlebih dari proses pengembangan rye yang dibuat dari sisa. Hal ini disebabkan karena mikroba dari "kue" Kombucha bersimbiose secara aman serta kuat, yang mana "starter"nya diperoleh dari mikroba 2 yang berterbangan diudara. Mengenai cara berpikir kita adalah bahwa Kombucha bukanlah bersifat seperti "spons", sebab tidaklah bersifat lunak atau porous. Lebih mirip kue dari karet karena jamurnya menyelimuti massa dengan semacam lapisan lender yang licin serta halus. Untuk diketahui, bahwa gula murni yang telah dicampurkan dalam proses tersebut dengan memperhatikan aspek kesehatannya, maka Frank memberikan catatan berikut : "Harap diperhatikan bahwa setelah proses fermentasi yang wajar setelah periode 14 hari, maka kandungan gulanya akan tinggal 3 gram gula biasa (monosacharida) untuk setiap 100 gram teh Kombucha

Kombucha meningkatkan Proses Oksidasi Sel yang Sehat secara Alamiah
Manfaat dari minum Kombucha setiap hari bagi seseorang adalah bahwa akan terjadi efek penetralan asam serta membersihkan dan menawarkan racun. Dalam bukunya, maka Roschina Fasching menyimpulkan bahwa dalam alam "peperangan melawan kanker" dari minuman tersebut terletak pada kemampuannya untuk mengembalikan sistem kekebalan tubuh kepada ketangguhan alami yang aseli. Beliau dalam keterangannya, meminjam teori yang dikemukakan oleh Günther Enderlein, mengenai bagaimana cara kerja ramuan tersebut dalam memerangi "daerah" kanker dimana kanker tersebut mengembangkan mikroba dalam pertumbuhannya, mereproduksi diri dan menyebabkan kesulitan bagi manusia. Melalui pembersihan dan koreksi pH dari "daerah pertempuran" tersebut, minuman Kombucha meningkatkan kekuatan alami dari proses oksidasi selular. Perguruan Enderlein menyatakan secara jelas bahwa perlindungan di "daerah" interior di tubuh hanya bisa ditingkatkan hanya melalui faktor2 alami saja, -dan bukan dengan pemakaian obat2-an modern. Nyonya Fasching, seperti peneliti lain jaman sekarang, menyatakan bahwa Louis Pasteur sekalipun, yang mempelopori teori kuman dari penyakit, menambahkan kata terakhir bahwa "mikroba bukanlah apa2 tetapi lingkunganlah menjadi penyebabnya". "Jamur Kombucha berkembang didalam lingkungan asam sehingga dalam pengembangannya, KT akan mengurangi atau bahkan membunuh mikroba primitive penyebab kanker yang tumbuh subur dalam lingkungan basa, serta membuatnya menjadi tidak berbahaya bagi manusia. Pengobatan kanker maupun kondisi pra-kanker atau stadium awal termasuk juga tumor sebenarnya hanyalah dengan prinsip sederhana, yaitu jamur dilawan dengan jamur!" Dapat dikatakan, bisa juga tidak, bahwa mengenai keterangan ilmiah tentang bagaimana Kombucha seperti menghambat pertumbuhan kanker, kita hanya bisa mengasumsikan bahwa dari pengalaman Soviet telah dibuktikan usaha2 sampai kepada kwalitas pencegahan. Kita juga bisa menyarankan agar yang berwenang mengadakan penelitian terhadap thesis dari Enderlein secara teliti dan jujur.

Ada pula sedikit informasi mengenai pengawetan makanan yang ditulis oleh Frank: "Asam mempunyai memproduksi efek pengawetan pada makanan2 awetan sehingga kondisi pH cenderung asam yang mana beberapa mikroba tertentu, terutama yang menghasilkan racun, tidak bisa lagi hidup. Sebagaimana diketahui bahwa pada taraf tertentu, minuman Kombucha juga mengawetkan dirinya sendiri. Anasir berupa organisme lain akan ditekan oleh asam2 yang dihasilkannya".

Jamur Kombucha untuk memerangi Candida, Mereka tidak menganjurkannya
Sejak Kombucha disebut sebagai "jamur"(mushroom) oleh banyak orang, serta "fungus" oleh orang2 lain lagi, pada kenyataannya juga merupakan "ragi", dan juga hasil fermentasi oleh bakteri. Maka ada peringatan untuk para penderita candida albicans, terutama yang disertai candiasis kronis, agar jangan pernah meminum kombucha. "Bukan demikian!" sergah Günther Frank ketika kami tanyakan kepadanya. Beliau berpendapat bahwa Saccharomycodes adalah ragi tidak memiliki spora dan dengan begitu bukanlah keluarga candida. Hal ini sesungguhnya adalah suatu pendapat yang bertentangan dari kenyataan yang menganggap ragi mengganggu serta mencemari banyak orang. Frank menerangkan: "Kebanyakan jenis ascomycetes seperti penicillin, ergot, ragi roti, jamur pelapuk, penyakit jamur dimulut pada anak atau thrush (candida mulut), dan yang lain yang menghasilkan spora, maka kebanyakan ragi mereproduksi diri secara vegetatif melalui jalan pertumbuhan tunas. Sebagai tambahan maka ada kombinasi antara pertumbuhan tunas dengan pembelahan sel. Pembelahan sel pada ragi adalah seperti halnya pada bakteria, mereka tidaklah bertunas tidak pula berspora. Pembelahan sel ragi Pombe pada minuman Kombucha tergolong dari jenis ini."

Ramuan Kuno dengan janji untuk kesehatan badan
Ber-macam2 manfaat kesehatan disebutkan bagi Kombucha selama bertahun-tahun sejak dikenal oleh manusia, dan ini di uraikan dalam buku karya Frank. Kita akan ulangi disini : "Bacinskaya telah menyimpulkannya pada 1914 bahwa minuman ini efektif dalam mengatur aktivitas saluran pencernaan. Pengarang merekomendasikan agar meminum segelas kecil sebelum makan, dan menambahnya secara perlahan-lahan. Prof. Rudolf Kobert, Privy Councillor, (1917-18) menyebutkan bahwa pengobatan terhadap rematik yang pasti berhasil dipersiapkan dengan menggunakan minuman Kombucha ini. Prof. Wilhelm Henneberg juga menulis bahwa suatu minuman ini dipersiapkan dari kultur Kombucha dan disebut sebagai kvass teh – di Rusia, dan terkenal sebagai obat untuk memerangi segala macam penyakit, terutama sembelit. Menurut Dr. Madaus dalam Metode Biologi bagi Penyembuhan, pada 1927, maka kultur Kombucha serta produk2 metaboliknya mempunyai efek yang bagus sekali pada proses regenerasi dinding 2 sel.

Maka dari itu sangat mujarab untuk mengobati "pengerasan pembuluih darah arteri." Kita telah mengutip pernyataan Drs. Bing dan Arauner pada permulaan uraian ini.

Banyak Ceritera mengenai Manfaatnya bagi Kesehatan
Ada beberapa kesaksian masa kini, yang jumlahnya bisa mencapai beberapa halaman apabila dimuat disini. Ini contohnya: Anak lelaki umur 15 tahun dari Negeri Belanda: "Malapetaka itu datang sewaktu saya berumur sepuluh tahun dan berlangsung selama 41/2 tahun. Awalnya penyakit itu datang di lengan saya, dan saya garuk hingga berdarah, terutama ditempat tidur pada malam hari. Setelah 6 minggu saya pergi ke dokter, saya kemudian diobati dengan penicillin dan salep, sebab satu lengan saya meradang karena saya garuk2 terus. Hal ini berlangsung selama setahun setengah. Saya mendapatkan salep lebih banyak lagi, wadah demi wadah, demikian pula dengan penicillinnya. Akhirnya saya pergi ke seorang spesialis di Rumah Sakit. "Dokter tersebut berkata bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh suatu bakteri yang berada didalam kandung pencernaan. Lalu saya diberinya obat lebih banyak lagi yang membuat saya mual, namun penyakitnya masih saja ada. ….dan sampai sekarang ibu saya membuatkan ramuan Kombucha yang telah berlangsung selama 6 bulan. Saya mulai meminumnya dan setelah 1 minggu maka sakitnypun hilang. Saya merasa se-olah2 seperti dilahirkan kembali. Carut-marutnya juga hilang dan sulit dilihat lagi. Sayapun suka menceriterakannya kepada orang2 lain untuk berhenti minum obat2-an dan mulai minum Kombucha".

Kombucha bisa menjadi Pemeran Utama dalam Rumah Tangga yang Sehat
Dalam memelihara kesehatan kita akan berbagi rasa dengan wanita dari Nederland yang kisahnya telah dikutip pada halaman terdahulu – dan kita ingin melihat ber-juta2 orang Amerika mengalami peningkatan kesehatan, dan Kombucha adalah senjata yang juga mempunyai persediaan penangkal. Bagaimanapun, ada suatu keberatan. Dari pengalaman kita dengan Essiac, serta Paud'Arco atau Taheebo—pengobatan herbal yang mengejutkan dari jaman budaya kuno-yang tidaklah berhasil secara nyata didalam dunia kita yang modern, yang terpolusi serta hiruk-pikuk ini. Padahal direputasikan bahwa ramuan2 tersebut dahulunya bekerja dengan sangat bagus. Kombucha mempunyai asam serta nutrisi yang bagus sekali untuk pengobatan. Namun janganlah berharap banyak bila gaya hidup kita yang tidak sehat ditambah dengan kelakuan kita yang penuh beban buruk bagi kesehatan kita sendiri. Anda tidak bisa mengabaikan kekurangan nutrisi, merokok dan merusak tubuh anda, lalu mengharapkan Kombucha memperbaikinya. Maka usaha tersebut tidaklah akan berhasil. Kombucha pasti bisa memegang peran utama dalam membentuk suatu rumah tangga yang sehat, namun jangan mengharapkan membangunkan orang dari kematian. Hal itu bukanlah suatu keajaiban, ini adalah minuman dari alam, proses fermentasi yang sehat. Satu lagi – pengetahuan yang dangkal bisa menjadi berbahaya bagi diri kita. Sebelum anda membuat KT, bacalah 2 buah bukunya dahulu serta mengerti mengenai apa yang anda lakukan. Bisa-bisa anda

akan membayar kerugiannya. Kita menemukan banyak informasi beredar yang keliru mengenai Kombucha, dan dengan demikian maka kami menghubungi Jerman dan kemudian memulai penelitian kami.

Ragi Kombucha justru memerangi Candida (parasit penyebab keputihan), bukan menyuburkan Candida
Kuatir terinfeksi oleh Candida atau jamur lain? Bukanlah demikian! Kombucha adalah Jamur-Ragi jenis lain. Ada ragi pa-thogen (membahayakan) dan apathogen (tidak membahaya-kan). Kombucha adalah dari jenis yang tidak membahayakan. Sejak kombucha dikategorikan sebagai"jamur" oleh masya-rakat satu, dan "cendawan" oleh yang lain, dan karena juga bersifat ragi dan juga berjenis bakteri fermentasi, maka ada se-mentara pihak yang secara otomatis akan memperingatkan para penderita candida albicans – mereka yang menderita candiasis khron atau infeksi yang diakibatkan oleh ragi lain-agar tidak memakai Kombucha. Bagaimanapun, hal ini tidak benar. Schizosacharomycodes, yang berada didalam kultur Kombucha, adalah ragi yang bukan merupakan famili dari candida, maka adalah suatu hal yang bertentangan bahwa kombucha dapat menginfeksi banyak orang. Kombucha ini sangat bermanfaat dengan alasan sebagai beri-kut. Candida albicans adalah ragi yang akan is bersaing dengan microflora pada perut dan tidak menghasilkan apa2 yang ber-manfaat bagi organisme tuan rumah. Dia akan menguasai per-tahanan tubuh, dimana yang seharusnya pertahanan tubuh ter-sebutlah yang melawan Candida albicans tersebut. Sementara hal ini terjadi pada sistim kekebalan tubuh, maka sistim ke-kebalan tubuh anda tidak akan mampu mengatasi infeksi 2 lain-nya. Kombucha pada sisi lain adalah suatu komunitas mikro-organisme yang membawa manfaat bagi bagi tuan rumah, karena menghasilkan glucuronic acid. Ragi pada Kombucha akan berkompetisi dengan ragi candida dan secara ber-angsur2 menggantikannya. Kombucha berkembang secara vegetatif atau bertunas, atau dengan membelah diri dan bukan melalui spora. Berarti bahwa anda akan mempunyai teman didalam tubuh anda, dan bukan musuh. Sebagai tambahan, maka mereka akan membuat suatu koloni dalam jumlah kecil pada usus anda dan akan meneruskan kerja mereka yang baik. Anggaplah bahwa perut tidak terkon-taminasi oleh jamur saat ini, maka dengan hadirnya Kombucha ini, maka tidak ada salah satu unsurpun didalam Kombucha yang akan membahayakan anda. Memang ada sementara o-rang yang sensitive terhadap Kombucha, namun bisa diatasi dengan jalan mengurangi dosisnya. Hal ini sederhana dan bu-kan suatu masalah yang sulit. Bukan hal yang ajaib, dan tidak ada bahaya samasekali! Prof. Rieth, Hamburg, pakar Mycology terkemuka di Jerman menegaskan kepada saya : Tidak ada resiko apapun dalam me-minum Kombucha berkaitan dengan infeksi jamur, karena Kombucha adalah jenis ragi apathogen. Anda dapat memegang pernyataannya yang didasarkan dari hasil riset yang dilakukan secara hati2. Ada banyak sekali kertas2 kerja ilmiah yang me-nyatakan bahwa tidak ada

bahaya dan anda tidak perlu kha-watir dalam mempersiapkan minuman Kombucha anda sendiri. Prof. Rieth menyatakan kepada saya, bahwa baru ada sedikit pengetahuan mengenai mycology (penyakit2 yang disebabkan oleh jamur) bahkan para dokter dan banyak lagi . "Bundesgesundheitsamt" (Kantor Kesehatan Masyarakat yang terkemuka di Jerman seperti FDA di USA) menyatakan : "Kombucha tidak membahayakan kesehatan" dengan harapan untuk diketahui masyarakat, sehingga ketakutan dan kekhawatiran mengenai KT di masyarakat akibat berita yang disebarkan oleh media tabloid, dapat dicegah.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kombucha

Kombucha
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Kombucha adalah jamur teh yang berasal dari Asia Timur dan tersebar ke Jerman melalui Rusia sekitar pergantian abad ke-20. Penyembuh berbagai macam penyakit ini semakin banyak digunakan di rumah tangga di pelbagai negara di Asia. Jamur kombucha merupakan membran jaringan-jamur yang bersifat gelatinoid dan liat, serta berbentuk piringan datar. Kombucha hidup dalam larutan nustrisi teh-gula yang tumbuh dengan cara germinasi. Pada mulanya, piringan jamur tumbuh meluas pada permukaan teh lalu menebal. Bila dirawat secara benar, jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat, sehingga akan hidup sepanjang umur pemilik serta keturunannya. Kombucha tea (teh kombucha) merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir) dan di fermentasi selama 8-12 hari. kombucha adalah suatu ramuan minuman kuno, yang merupakan hasil dari simbiosis murni dari bakteri dan ragi kombucha yang berasal dari Asia Timur, dan sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu. Kombucha berfungsi sebagai penyembuh terhadap berbagai macam penyakit ini telah di gunakan berulang kali dirumah tangga diberbagai negara Asia. Jamur tersebut terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat serta hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis. Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas yang akan memenuhi lapisan, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapis-lapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat. Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, terjadi bermacam-macam reaksi pada larutan tehmanis secara asimilatif dan disimilatif. Jamur teh memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi zat-zat bermanfaat yang dalam minuman tersebut, seperti asam glukuronat, asam laktat, vitamin, asam amino, antibiotik, serta zat-zat lain. Maka dari itu, jamur kombucha ini bagaikan sebuah pabrik biokimia mini.

Khasiat Kombucha
Pada tahun 1914 Bacinskaja menyatakan bahwa minuman ini efektif untuk kegiatan perut dan usus, khususnya pada bagian pembuangan. Ia menyarankan orang meminum segelas kecil sebelum makan dan meningkatkan takarannya secara berangsur-angsur untuk mendapatkan khasiat yang nyata dari minuman ini. Professor S. Bazarewski mengemukakan dalam suatu laporan di "Correspondence for the Association of Nature Researchers in Riga" (1915) bahwa penduduk berbangsa Latvia di Provinsi Rusia Baltic, yaitu di Livland dan Kurland, mempunyai obat tradisional yang bernama "Brinum Ssene", yang secara

harfiah diterjemahkan sebagai "Jamur Ajaib". Penduduk Latvia menggambarkan jamur ini sebagai "kekuatan penyembuh yang ajaib untuk berbagai macam penyakit", sesuai dengan uraian Bazarewski. Beberapa orang yang ditanyai Bazarewski menyatakan bahwa jamur ini bisa menyembuhkan sakit kepala, tetapi yang lain juga menyatakan kepadanya bahwa "jamur ini sangat berguna dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit". Dari beberapa penelitian, ditemukan bahwa kombucha sangat baik untuk:
• • • • • • •

Mengobati sembelit Memperbaiki kondisi tubuh Bermanfaat melawan arteriosclerosis Memulihkan fungsi alat pencernaan Bermanfaat bagi penderita stres mental Menawarkan racun Membunuh kanker

Cara Kerja Kombucha
Dalam pelbagai laporan tertulis di berbagai lembaga maupun pengalaman perorangan, banyak kesaksian yang meyakinkan muncul. Hal ini dapat dijelaskan dengan memahami bahwa kombucha tidaklah khusus membidik organ tubuh tertentu, namun memengaruhi tubuh secara menyeluruh, dengan menstabilkan metabolisme tubuh dan menawarkan racun dengan asam glukuronat. Hal ini menyebabkan peningkatan kapasitas pertahanan endogenis tubuh terhadap pengaruh beracun dan tekanan lingkungan, sehingga metabolisme sel yang rusak diperkuat, dan berlanjut dengan pemulihan kesehatan tubuh. Beberapa sifat menyehatkan teh kombucha ini harus didukung oleh penelitian lebih lanjut. Namun, mekanisme aktif lainnya telah dibuktikan melalui pengujian dan percobaan ilmiah, seperti pada: pengaturannya terhadap bakteri pada alat pencernaan, penguatan sel, detoksifikasi dan seperti mengurangi kelebihan keringat, harmonisasi metabolis, efek antibiotik, memfasilitasi keseimbangan pH tubuh. Kandungan asam glukonat yang ada pada minuman kombucha mampu memperkuat daya kekebalan tubuh terhadap infeksi dari luar serta mempunyai kemampuan untuk mengikat racun dan mengeluarkannya dari tubuh lewat urine. Kandungan antimikroba pada minuman kombucha mampu menghambat pertumbuhan Shigella sonmei, E. coli, dan Salmonella typhimurium. Selama fermentasi kultur kombucha akan menghasilkan sejumlah alkohol, karbondioksida, vitamin B, vitamin C, serta berbagai jenis asam organik yang sangat penting bagi metabolisme manusia seperti asam asetat, asam glukonat, asam glukoronat, asam oksalat, dan asam laktat. Komposisi larutan media (teh) mempengaruhi aroma dan rasa kombucha. Komposisi yang dimaksud adalah gula-gula residu, kaarbondioksida dan asam organik (terutama rasio antara asam asetat dengan asam glukonat). Asam asetat yang bersifat volatil menghasilkan aroma kuat dan menusuk serta aroma asam, sedangkan flavor asam yang dihasilkan asam glukonat lembut.

Cara Membuat Kombucha
Minuman kombucha dapat dibuat sendiri dengan biaya murah. Karena jamur senantiasa tumbuh, minuman bisa dibuat dengan sepotong membran jamur-teh dan membiarkan ramuan sehat ini berkembang sendiri. Pembibitannya tidak sulit jika diketahui caranya. Sejak zaman dahulu, minuman Kombucha dipersiapkan di rumah dan dibagi-bagikan kepada sanak-saudara dan handai-taulan sebagai tanda persahabatan serta gotong royong. Teh jamur ini mempunyai daya hidup tinggi dan mudah berkembang biak. Langkah-langkah pembuatan kombucha adalah sebagai berikut: 1. Ekstraksi teh, 10-20 gr teh hijau/hitam dimasukkan ke dalam 1 liter air panas/mendidih dalam stainless steel biarkan selama 10 menit. 2. Penyaringan, dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan teh dengan air seduhan. 3. Pencampuran, ekstrak teh ditambahkan gula pasir sekitar 10% dari volume air seduhan. 4. Pendinginan, setelah dilakukan penyaringan dan pencampuran, seduhan teh dituangkan ke dalam toples gelas dengan permukaan yang luas dan kemudian ditutup dengan kain yang rapat, agar semut, lalat dan nyamuk, debu atau polutan lainnya tidak bisa masuk, namun udara bisa mengalir dengan bebas. Ikat tutup toples dengan karet, lalu didinginkan sampai suhu 27°C. Bila teh sudah sama dengan temperatur ruangan, masukkan kedalam toples, atau tempat/wadah dari Stainless Steel. Untuk alasan keamanan, maka hendaknya digunakan bahan-bahan yang ditujukan khusus untuk bahan pangan. Dalam hal pembuatan kombucha, wadah dari gelas/kaca merupakan yang terbaik.. Metal/besi selain Stainless Steel tidak baik sebagai kontainer bahan pangan karena asam (acids) yang terbentuk akan bereaksi pada metal. Pemakaian bahan sintetis tingkat tinggi (masuk kelompok polylefine, seperti polyethylene (PE) atau polypropylene juga diperbolehkan, akan tetapi pemakaian tempat/wadah yang terbuat dari polyvinylchloride (PVC) atau polystyrene harus dihindarkan. 5. Inokulasi, adalah penambahan starter (berupa lapisan selulosa yang didalamnya mengandung mikroba kombucha), sebelum starter digunakan biarkan terlebih dahulu kurang lebih 30 menit berada di udara bebas. 6. Fermentasi, setelah diinokulasi, toples ditutup kembali dengan kain/kertas dan disimpan pada suhu kamar selama 8-12 hari. Fermentasi berlangsung sekitar 8 - 12 hari, tergantung suhu. Lebih hangat temperatur ruangan, lebih cepat proses fermentasinya. Periode 8 - 12 hari diberikan hanya sebagai pedoman. Koloni kombucha memerlukan tempat yang tenang dan hangat dan tidak boleh digoyang dan dipindah-pindah. Temperatur teh tidak boleh berada dibawah 68°F (= 20°C) dan tidak boleh lebih dari 86°F (=30°C). Temperatur idealnya adalah 74- 80°F (=23 - 27°C). Koloni kombucha juga tidak membutuhkan sinar matahari dalam proses fermentasinya dan koloni tersebut akan rusak terkena sinar matahari.Pada saat proses fermentasi terjadi, gula akan dipecah oleh khamir dalam starter dan akan terbentuk CO2. Cairan teh tersebut menjadi berbuih dan rasanya akan lebih masam. Ketika tingkat keasaman pH sekitar 2,7-3,2, maka fermentasi sudah dapat dihentikan. 7. Pemisahan dan penyaringan, lapisan selulosa yang terbentuk dipisahkan dari seduhan teh fermentasi dan disimpan dalam toples lainnya. Seduhan teh hasil fermentasi disaring supaya bersih dari residu

fermentasi. Teh kombucha siap dikonsumsi. Sebaiknya sebelum dikonsumsi dan disimpan produk tersebut dipanaskan dahulu, supaya tidak terjadi fermentasi lanjutan(Cakrawala, 2007). Setiap kali selesai fermentasi pada saat pemisahan selalu disisakan sepersepuluh (10%) bagian untuk keperluan pembuatan kombucaha tea berikutnya. Tutup botol dengan rapat dengan menggunakan kain.

Faktor Kehigienisan
Barangsiapa menjaga jamurnya dengan aturan dengan teliti dan hati-hati, tidak akan menjumpai kesulitan. Dalam laporan dari Rusia, diterangkan bahwa tidak perlu dilakukan penjagaan khusus terhadap jamur ini, karena jamur ini bisa menjaga dirinya sendiri terhadap kotoran. Jamur ini memiliki beberapa senjata guna menjaga dirinya seperti: asam organik, kandungan alkohol yang rendah, asam karbonat, produk antibiotik yang akan merintangi pertumbuhan mikroorganisme asing yang bukan berasal dari jamur itu sendiri. Peneliti dari Rusia, I.N. Konovalow mengemukakan dalam laporannya pada tahun 1959, bahwa pertumbuhan jamur dan bakteri teh yang intensif ini mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri lainnya. Demikian pula, Professor G.F. Barbancik dari Rusia (1958) melaporkan dalam bukunya mengenai teh-jamur yang didasarkan atas penelitian laboratorium, yang menunjukkan bahwa mikroba lain diusir teh jamur ini secara kuat (antagonisme).

Proses Fermentasi Kombucha
Proses fermentasi dimulai ketika kultur mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2, kemudian bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Glukosa berasal dari inversi sukrosa oleh khamir menghasilkan glukosa dan fruktosa. Acetobacter sebagai bakteri utama dalam kultur kombucha mengoksidasi etanol menjadi asetaldehid lalu kemudian menjadi asam asetat. Aktivitas biokimia yang kedua dari bakteri Acetobacter adalah pembentukan asam glukonat yang berasal dari oksidasi glukosa. Sukrosa dipecah menjadi gluosa dan fruktosa oleh khamir. Pada pembuatan etanol oleh khamir dan selulosa oleh A.xylinum, glukosa dikonversi menjadi asam glukonat melalui jalur fosfat pentosa oleh bakteri asam asetat, sebagian besar fruktosa dimetabolis menjadi asam asetat dan sejumlah kecil asam glukonat. Bakteri asam laktat juga menggunakan glukosa untuk mensintesis selulosa mikroba. Fruktosa masih tertinggal sebagian dalam media fermentasi dan diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana oleh mikroorganisme sehingga dapat digunakan sebagai substrat fermentasi. Kultur dalam waktu bersamaan juga menghasilkan asam-asam organik lainnya. Bakteri A. xylinum mengubah gula menjadi selulosa yang disebut nata/pelikel dan melayang di permukaan medium. Jika nutrisi dalam medium telah habis dikonsumsi, kultur akan berhenti tumbuh tetapi tidak mati. Kultur akan aktif lagi jika memperoleh nutrisi kembali. Bakteri asam asetat memanfaatkan etanol untuk tumbuh dan memproduksi asam asetat. Adanya asam asetat menstimulasi khamir untuk memproduksi etanol kembali. Interaksi simbiosis ini ditemukan pada Glukonobacter dan S.cerevisiae. Konsentrasi asam asetat dalam kombucha hanya meningkat sampai batas tertentu lalu mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena pemanfaatan asam asetat lebih lanjut oleh A.xylinum ketika jumlah gula dalam media teh mulai habis. Penurunan kadar asam ini juga dikarenakan fermentasi etanol oleh khamir juga mengalami penurunan dikarenakan pH yang sangat rendah serta mulai habisnya gula dalam larutan.

Acetobacter juga mampu menghidrolisa sukrosa menggunakan levansukrase menjadi glukosa dan sebuah polisakarida fruktosa. Jenis gula (sukrosa, glukosa, fruktosa) memiliki pengaruh yang berbedabeda terhadap pembentukan etanol dan asam laktat, namun konsentrasi gula secara individu hanya mempunyai pengaruh yang sangat kecil terhadap flavor kombucha. Selama proses fermentasi kombucha tea terjadi aktivitas mikroorganisme yang berlangsung secara simultan dan sekuensial. Proses fermentasi dimulai dengan aktivitas khamir yang memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa dengan bantuan enzim ekstraseluler invertase dan selanjutnya glukosa direduksi menjadi etanol dan karbondioksida yang terbentuk bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Laju pemecahan sukrosa menjadi fruktosa lebih tinggi dibandingkan terhadap produksi glukosa. Kedua gula ini dapat digunakan oleh A.xylinum untuk memproduksi asam2 organik dan biosintesis selulosa. A.xylinum tidak aktif memetabolisir fruktosa seperti halnya glukosa, sehingga fruktosa terakumulasi di dalam larutan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam proses fermentasi adalah: 1. Ketersediaan nutrisi meliputi unsur C, N, P, dan K. 2. pH medium sekitar 5,5. 3. Suhu fermentasi 23°C-27°C dengan tolaransi dalam kisaran 18°C-35°C. 4. Ketersediaan udara namun tidak dalam bentuk aerasi aktif. 5. Tidak boleh ada goncangan atau getaran. 6. Tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Lama fermentasi akan berlangsung selama 4-14 hari. Semakin lama fermentasi maka rasa teh kombucha akan semakin asam dan rasa manis akan semakin berkurang. Lama fermentasi yang disarankan adalah 14 hari karena gula telah benar-benar difermentasi dari minuman dan minuman memiliki rasa yang kuat seperti anggur. Pada fermentasi 10 hari, dengan kadar gula awal 8%, akan diperoleh fruktosa 25g/L, asam glukonat 3,1 g/L, dan asam asetat 2 g/L. Jika fermentasi diperpanjang menjadi 13 hari, maka fruktosa akan menjadi 15,03 g/L, asam glukonat 6,64 g/L dan asam asetat 8,61 g/L.

Kultur Kombucha
Kultur kombucha mengandung berbagai macam bakteri dan khamir diantaranya Acetobacter xylinum, A. aceti, A. pasteurianus, Gluconobacter, Brettanamyces bruxellensis, B. intermedius, Candida fomata, Mycoderma, Mycotorula, Pichia, Saccharomyces cerevisiae, Schizosaccharomyces, Torula, Torulaspora delbrueckii, torulopsis, Zygosaccharomyces bailii dan Z. rouxii.

Kultur kombucha berbentuk seperti pancake yang berwarna putih (pucat) dan bertekstur kenyal seperti karet dan menyerupai gel. Kultur yang disebut pelikel ini terbuat dari selulosa hasil metabolisme bakteri asam asetat. Kultur kombucha dapat terletak mengapung di permukaan cairan atau kadang dijumpai tenggelam di dalam cairan teh kombucha. Kultur kombucha mencerna gula menjadi asamasam organik, vitamin B dan C, serta asam amino dan enzim. Kultur ini juga berperan sebagai mikroorganisme probiotik yang baik bagi kesehatan. Koloni kombucha mewakili hubungan simbiosis antara bakteri dan khamir. Acetobacter xylinum dalam aktivitasnya menunjukkan perannya sebagai bakteri utama dalam koloni kultur. Beberapa kombinasi bakteri-khamir dalam kombucha antara lain Acetabacter sp. dan Pichia, Zygosaccharomyces, jumlah khamir yang terdapat di dalam koloni sangat bervariasi, namun yang paling sering ditemukan berasal dari genera Brettanomyces, Zygosaccharomyces dan Saccharomyces. Rendahnya laju kontaminasi oleh mikroorganisme berbahaya (patogen dan pembusuk) menandakan bahwa kombucha juga dapat diproduksi sendiri tanpa adanya resiko pathogen bagi kesehatan. Keasaman produk kombucha relatif tinggi, yaitu dengan total asam sekitar 33 g/L, dan dalam jumlah ini kontaminan lain akan sulit tumbuh. Namun apabila fermentasi berlangsung terlalu lama, maka keasaman akan meningkat sangat jauh sehingga dapat membahayakan orang yang mengkonsumsinya. pH yang rendah dan kondisi lingkungan yang anaerob menyebabkan viabilitas khamir dan bakteri menjadi menurun selama fermentasi berlangsung, namun masih ada beberapa genera baik khamir maupun bakteri yang dapat tahan dalam kondisi tersebut. Langkah-langkah prosedur dilakukan sama seperti proses pembuatan kombucha tea, tetapi toplesnya bisa digunakan yang lebih kecil. Lapisan selulosa yang baru terbentuk dan seduhan teh yang sudah difermentasi dijadikan starter untuk pembuatan minuman kombucha tea. Agar diperoleh kepuasan maksimal dari minuman ini, biarkan minuman ini sekitar beberapa hari (sekurang-kurangnya 5 hari) setelah ditaruh dalam botol. Kegiatan bakteri terhenti karena minuman yang di dalam botol tanpa udara, sementara raginya terus bekerja. Jika botol benar-benar tertutup dengan baik, gas yang dihasilkan oleh kegiatan ragi, tidak bisa keluar, sehingga minuman yang berbuih halus biasa dihasilkan.

Komponen-komponen yang terbentuk selama proses fermentasi kombucha
1. Asam laktat Asam laktat yang ada di dalam kombucha sebagian besar terdapat dalam bentuk L(+)-laktat. Asam laktat penting bagi sistem pencernaan manusia. Asam laktat juga digunakan sebagai indikator penyakit kanker. 2. Asam asetat Asam asetat dapat menghambat bakteri berbahaya sehingga sering digunakan menjadi pengawet. Asam asetat merupakan komponen yang memberi aroma dan rasa khas pada kombucha.

3. Asam malat Asam malat penting dalam proses detoksifikasi tubuh. 4. Asam oksalat Asam oksalat dapat berfungsi sebagai pengawet alami dan juga mendukung sel dalam memproduksi energi bagi tubuh. 4. Asam glukonat Asam glukonat efektif dalam infeksi yeast seperti Candida. 5. Asam butirat Asam butirat diproduksi oleh khamir dan bekerja sama melawan infeksi khamir dengan asam glukonat. 6. Asam nukleat Meningkatkan regenerasi sel yang baik dan sehat. 7. Asam amino Merupakan sekelompok asam yang berperan dalam pembentukan protein. Asam amino penting dalam pembelahan sel dan memperbaiki jaringan yang rusak. Asam amino juga dapat membentuk antibodi yang dapat melawan bakteri dan virus. 8. Enzim Enzim adalah bagian dari protein yang bertindak sebagai biokatalis, mempercepat laju reaksi biokimia dalam tubuh. Oleh karena itu, enzim akan meningkatkan fungsi-fungsi kesehatan kombucha dengan tubuh. 9. Kombucha juga mengandung beberapa vitamin B dan C, serta bakteri dan khamir yang penting.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful