You are on page 1of 10

Studi klinis

Pengaruh Terapi Narrow Band Ultraviolet B dibandingkan dengan


Methotrexate pada Tingkat Serum Interleukin-17 dan Interleukin-23
pada pasien Mesir dengan Severe Psoriasis

Tarek Mahmoud Elghandour,1 Sahar El Sayed Youssef,1 Dalia


Gamal Aly,2 Mohamed Said Abd Elhameed,2 and Mehrevan
Mostafa Abdel Moneim3
1 Department of Dermatology, Venereology, and Andrology, Ain Shams University,
Abassya Square, Cairo 11566, Egypt
2 Department of Dermatology and Venereology, National Research Center, El-
Bhoos Street, Dokki, Giza 12622, Egypt
3 Department of Medical Biochemistry, National Research Center, El-Bhoos Street,
Dokki, Giza 12622, Egypt
Correspondence should be addressed to Dalia
Gamal Aly; dalia.g.aly@gmail.com Received 27
June 2013; Revised 4 October 2013; Accepted 7
October 2013 Academic Editor: H. Honigsmann
Copyright © 2013 Tarek Mahmoud Elghandour et al. This is an open access
article distributed under the Creative Commons Attribution License, which
permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided
the original work is properly cited.

Latar Belakang. Terdapat keterlibatan interleukin- (IL-) 23 / sel T-helper 17 (Th17)


dalam patogenesis psoriasis. Tujuan. Untuk membandingkan efek Narrow Band
ultraviolet B (NB-UVB) dan terapi methotrexate (MTX) pada kadar serum IL-17 dan
IL-23 pada pasien psoriasis. Metode. Tiga puluh pasien dengan psoriasis plak parah
dimasukkan: 15 pasien menerima NB-UVB tiga kali seminggu (kelompok I) dan 15
pasien menerima MTX 0.3mg / kg per minggu (kelompok II), keduanya selama 8
minggu. Sebelum dan sesudah pengobatan, kadar serum IL-17 dan IL-23 dikerjakan
dengan teknik ELISA dan psoriasis area and severity index (PASI). Hasil. Setelah
pengobatan, semua pasien menunjukkan pengurangan skor PASI, IL-17 dan IL-23
serum dengan perbedaan yang tidak bermakna antara kedua modalitas terapi ( p value>
0,05). Sebuah korelasi positif terdeteksi antara persen pengurangan IL-17, IL-23 dan
persen pengurangan skor PASI untuk pasien yang menerima kedua perawatan. Tidak
ada korelasi yang ditemukan antara persen pengurangan IL-17, IL-23 dan durasi
penyakit atau usia dari semua pasien dalam penelitian ini.

Kesimpulan. Interleukin-17 dan tingkat serum IL-23 dapat berfungsi sebagai


biomarker potensial untuk memprediksi prognosis dan respon terapi NB-UVB atau
MTX dalam mengobati psoriasis.

1
1. Pendahuluan

Psoriasis adalah kelainan kulit yang ditandai dengan hiperproliferasi epidermis


dan peradangan dengan infiltrasi ditandai sel T, neutrofil, dan makrofag. peradangan
Psoriatic pernah dianggap bahwa dipengaruhi oleh T helper 1 (Th1) sel; Namun, studi
terbaru menyatakan respon imun oleh sel Th17 terlibat dalam patogenesis
psoriasis[1,2]. Temuan beberapa laporan dari peningkatan kadar interleukin- (IL-) 23
dan Th17 sitokin pada lesi kulit dan pada serum pasien psoriasis, serta asosiasi IL-23
gen reseptor (IL-23R) varian dengan psoriasis, memberikan dasar untuk terhadap
peningkatan IL-23 / Th17 pada psoriasis[2].
Sel T-helper 17 sel adalah sel CD4 + T inflamasi yang tidak menghasilkan
interferon (IFN-) γ atau interleukin- (IL-) 4; sebagai gantinya, Th-17 menghasilkan IL-
6, IL-17, IL-21, IL-22, dan tumor necrosis factor (TNF)–α [3]. Interleukin-17 dimana,
terdiri dari enam sitokin (IL-17A-F). IL-17A, IL-17B, IL-17 C, dan IL17F memiliki
proinflammatory properties, dapat menginduksi sitokin seperti TNF dan IL-1, dan
merangsang migrasi neutrofil. Interleukin-17 juga menghasilkan IL-23R. Meskipun
sel-sel Th17 adalah sumber utama IL-17, IL-17 dapat diproduksi oleh berbagai jenis
sel, termasuk CD8 + sel, neutrofil, sel B, natural killer T cell, sel T gamma delta, dan
sel-sel LTi [4].
Interleukin-23 yang termasuk dalam IL-12, adalah sitokin erodimeric yang
dibentuk oleh rantai p40, yang dibagi dengan IL-12. Interleukin-23 disekresikan oleh
sel dendritik, makrofag, sel antigen lainnya, dan keratinosit yang memainkan perann
penting dalam proliferasi sel Th17 [5].
Keberhasilan penggunaan pengobatan antipsoriasis konvensional umumnya
sering kurang dipahami. Dalam era baru ini IL23 / Th17 dalam patogenesis psoriasis,
sedang dalam studi untuk menjadi terapi dari psoriasis.[4]
Terapi Narrow-band ultraviolet (NB-UVB) dikenal untuk membalikkan
beberapa perubahan patologis pada psoriasis karena mengurangi jumlah limfosit T
epidermis dan sel dendritik selama terapi [6]. Selain peran yang diketahui dalam
menekan produksi IFN- γ, terapi radiasi NB-UVB ditemukan menargetkan jalur IL-17
[7]
Methotrexate (MTX), terapi yang efektif untuk pasien dengan psoriasis, tidak
dapat menyebabkan penurunan yang signifikan dalam kadar IL-23, IL-17, IL-22, dan
sel-sel Th17 pada pasien dengan rheumatoid arthritis [8,9]. Namun, pada pasien dengan
psoriasis, Meephansan et al., 2011 [ 10 ], Menunjukkan bahwa MTX secara signifikan
mengurangi tingkat serum IL-22 dan ada korelasi positif antara tingkat IL-22 dan
daerah psoriasis dan PASI. Untuk pengetahuan kita, tidak ada penelitian dalam literatur,
terutama pada pasien psoriasis Mesir, yang membandingkan efek NB-UVB dan MTX,
pada kadar serum IL-17 dan IL-23. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mempelajari pengaruh dua terapi untuk kadar serum IL-17 dan IL-23 pada pasien
dengan plakat psoriasis yang sudah severe.

2
2. Bahan dan metode
2.1.Pasien
Penelitian ini termasuk tiga puluh pasien dengan psoriasis plak yang berat tanpa
keterlibatan sendi klinis, yang diperlukan untuk memiliki dasar PASI skor ≥ 20.
Semua pasien adalah sebanding dalam hal perawatan sebelumnya dan fase aktif
psoriasis. Dibagi menjadi 2 kelompok: 15 pasien diobati dengan NB-UVB
(kelompok I) dan 15 pasien MTX (kelompok II), diberi terapi selama delapan
minggu. Pasien tidak menerima perawatan psoriasis lain selama penelitian.
Mereka secara acak dimasukkan salah satu dari dua kelompok. Eksklusi untuk
semua pasien yang menerima perawatan sistemik menekan sistem kekebalan
tubuh, seperti steroid sistemik, MTX atau obat immune suppresive untuk 6
minggu terakhir, dan obat topikal selama 2 minggu terakhir, pasien memiliki
penyakit sistemik atau dermatologis yang menyerang sistem kekebalan tubuh,
pasien di bawah 18 tahun, perempuan hamil dan menyusui, dan pasien memiliki
hati atau penyakit ginjal.
Semua pasien dipilih secara acak dari Dermatology Outpatient Clinics of the
National Research Center and Ain Shams University Hospital Sebuah informed
consent diambil dari semua pasien sebelum berpartisipasi dalam studi ini. Studi
ini disetujui oleh Komite Etik dari Pusat Penelitian Nasional, Giza, Mesir.
2.2.Metode
Semua pasien mengalami anamnesis rinci dan pemeriksaan klinis umum dan
dermatologis. Pada awal dan satu minggu setelah akhir pengobatan (pada
minggu 9), sampel darah diambil untuk mengevaluasi IL-17 dan IL-23 dan
dengan menghitung skor PASI. Skor PASI mengevaluasi keparahan psoriasis
dalam kaitannya dengan tiga parameter: E, eritema; , infiltrasi; dan D,
deskuamasi [ 11 ].
2.3.Penilaian Serum Tingkat Interleukin-17 dan Interleukin-23
Interleukin-17 dan interleukin-23 penilaian dilakukan untuk semua pasien
setelah pengumpulan sampel telah selesai. Lima mL sampel darah vena dari
setiap pasien pada kunjungan awal sebelum menerima pengobatan dan sampel
lain pada sembilan minggu setelah menerima perawatan (dengan baik NB-UVB
atau MTX). Sampel kemudian disentrifugasi, dan disimpan beku di - 20 ∘ C
sampai analisis. IL-17 dan IL-23 assay dilakukan menggunakan WKEA MED
supplier enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) kit, New York,
Amerika Serikat. Prosedur eksperimen dilakukan secara blinded pada sampel
kode oleh pemeriksa yang tidak diberitahu tentang status klinis pasien.
2.4.Pengobatan Protokol
2.4.1. Narrow-Band Ultraviolet B
Lima belas pasien (kelompok I) diobati dengan NB-UVB. Dosis radiasi
awal ditentukan sesuai dengan jenis kulit pasien sebagai berikut: orang-
orang dengan jenis kulit I dan II telah dimulai dengan 0.3mJ / cm 2, dan
mereka dengan kulit tipe III atau IV diobati dengan 0.5mJ / cm 2. Dosis
kenaikan dilakukan setiap sesi dengan tingkat eritema sebagai berikut:
jika tidak ada kenaikan eritema, dosis adalah 20%, eritema minimum,

3
kenaikan dosis adalah 10%, jika eritema intens atau eritema dan edema
atau eritema, edema dan lecet, tidak ada peningkatan dosis dilakukan
[12]. Sesi diberi tiga kali seminggu dengan 48 jam terpisah selama
delapan minggu. Mesin yang digunakan adalah UV-100L Waldman
(Jerman) pencahayaan dan dilengkapi dengan lampu UVB (lampu
TL01) yang memiliki nilai radiasi fisik 7-10mW / cm 2 dan biologis
yang efektif (eritematosa) radiasi dari 0.4-0.6mW / cm 2.
2.4.2. Methotrexate
Lima belas pasien (kelompok II) dirawat dengan MTX (0.3mg / kg /
minggu) selama delapan minggu. hitung darah lengkap, tes fungsi hati,
dan tes fungsi ginjal dilakukan untuk setiap pasien sebelum dosis
pertama MTX dan setiap empat minggu sesudahnya. Methotrexate
diberikan peroral sekali seminggu. Dosis yang dibagi menjadi tiga
bagian diberikan 12 jam terpisah lebih dari 24 jam. asam folat (5mg /
hari) diberikan MTX setiap hari kecuali hari-hari dosis MTX.
2.4.3. Analisis statistik
Data dianalisis menggunakan statistical program for social science
(SPSS) 15.0.1 untuk windows; SPSS Inc, Chicago, IL, 2001. Rata-rata
dan standar deviasi yang digunakan untuk menggambarkan data kontinu
dan jumlah dan persentase data kategori. sampel berpasangan t test
digunakan untuk menilai signifikansi statistik dari perbedaan antara
keduanya satu variabel kuantitatif diukur dua kali untuk kelompok studi
yang sama, sementara korelasi Pearson digunakan untuk menilai
kekuatan hubungan antara dua variabel kuantitatif. Nilai p < 0,05
dianggap signifikan secara statistik.

Tabel 1: perbandingan antara kadar serum interleukin-17 dan interleukin-23, sebelum dan
setelah pemberian narrow band UVB di antara kelompok I dan II
grup I (15 pasien) grup II (15 pasien)
sebelum sebelum
interleukins terapi setelah terapi P value terapi setelah terapi P value
IL-17 ng/L 2.0 ± 1.5 1.3 ± 1.2 0.041 2.2 ± 0.6 1.1 ± 0.5 <0.001†
IL-23 ng/L 499.1 ± 207.1 281.7 ± 214.1 <0.001† 440.9 ± 193.8 276.0 ± 179.3 0.022†
† perbedaan signifikan dengan menggunakan sample t-test

3. Hasil
Sebanyak 30 pasien psoriasis dalam studi ini, 18 laki-laki (60%)(6(40%) dalam
grup I dan 12 (80%) dalam gup II), dan 12 perempuan (40%) (9(60%) dalam grup
I dan 3(20%) dalam grup II). Rentang usia mereka dari 19 hingga 70 tahun, dan
rata-rata usia pada grup I dan II adalah 39.2 ± 18.1 tahun dan 45.4 ± 12.2 tahun.
Durasi penyakit dari 1.5 hingga 20 tahun pada grup I dan 1 hingga 30 tahun pada
grup II dengan rata-rata ± SD 8.0 ± 5.5 dan 14.2 ± 9.7 tahun.

4
3.1. Perbandingan antara Narrow-Band Ultraviolet B (Grup I) dan Metotreksat
(Grup II) sehubungan dengan skor PASI. Pada batas dasar, grup I dan II
menunjukkan tidak ada perbedaan statistik sehubungan dengan skor PASI.
Bagaimanapun, terdapat penurunan signifijan pada skor PASI pada kedua grup
setelah terapi 8 minggu, seperti pada pasien di grup I sebanyak 53% penurunan
pada skor PASI mereka dengan rata-rata ± SD of 15.4±1.2 dan pasien pada grup
II sebanyak 60% penurunan pada skor PASI mereka dengan rata-rata ± SD of
16.8 ± 1.1 (𝑃 value < 0.05) untuk kedua grup. Bagaimanapun, terdapat
perbedaan yang tidak signifikan diantara kedua grup (P value > 0.05).
3.2.Perbandingan antara Kadar Interleukin-17 dan Interleukin-23 pada Serum
sebelum dan sesudah Pengobatan dengan masing-masing Narrow-Band UVB
dan Methotrexate. Narrow-Band UVB mendapatkan reduksi dengan
signifikansi tinggi pada kedua kadar IL-17 dan IL-23 jika dibandingkan dengan
kadar dasar (rata-rata ± SD sebelum pengobatan 2.0 ± 1.5 ng/L dan 499.1 ±
207.1 ng/L versus 1.32 ± 1.2 ng/L dan 281.7 ± 214.1 ng/L setelah pengobatan,
resp. 𝑃 value = 0.041 and <0.001 resp.) (Tabel 1). Lebih lanjut, MTX juga
mendapatkan reduksi dengan signifikansi tinggi pada kedua kadar IL-17 dan
IL-23 dibandingkan dengan kadar dasar (rata-rata ± SD sebelum pengobatan 2.2
± 0.6 dan 440.9 ± 193.8 versus 1.1 ± 0.5 dan
276.0 ± 179.3 setelah pengobatan, resp., 𝑃 value < 0.001 and 0.022,
resp.) (Tabel 1)

Pada perbandingan kedua grup sehubungan dengan reduksi skor PASI, IL-17
dan IL-23, didapatkan perbedaan yang tidak signifikan. Lebih lagi, juga terdapat
perbedaan tidak signifikan antara persentase reduksi baik pada IL-17 atau IL-
23 dan usia atau jenis kelamin pada grup studi. (P value >0.05)

Terdapat korelasi positif antara persentase reduksi pada masing-masing IL-17


dan IL-23 setelah pengobatan dan reduksi skor PASI pada grup studi. (r = 0.76
dan 0.89 pada grup I dan II untuk IL-17, resp., versus r = -0.91 dan -0.64 pada
grup I dan II untuk IL-23, resp., P value = 0.03 dan 0.01, resp.). Bagaimanapun,
tidak ada korelasi antara persentase reduksi baik pada IL-17 atau IL-23 setelah
pengobatan dan durasi penyakit (𝑟 = −0.07 untuk IL-17 versus −0.38 untuk IL-
23) atau usia (𝑟 = 0.18 untuk IL-17 versus 0.12 untuk IL-23) pada semua pasien
termasuk pada studi ini ( p value >0.05 pada keduanya)

4. Diskusi
Tabel 2: perbandingan pasien dengan terapi narrow band UVB dan methotrexate pada
grup I dan grup II terhadap skor PASI, interleukin-17, dan interleukin-23 sebelum dan
setelah terapi
rata- standard
Grup rata deviasi t P value Signifikansi
PASI (sebelum terapi)
grup I 21.1 0.6 -1,43 0.1

5
tidak
grup II 24.7 0.9 signifikan
PASI (setelah terapi)
grup I 15.4 1.2 tidak
grup II 16.8 1.1 -0,12 0.9 signifikan
IL-17 (ng/L) sebelum
terapi
grup I 2.0 1.5 tidak
grup II 2.2 0.7 -0,36 0.7 signifikan
IL-17 (ng/L) setelah
terapi
grup I 1.3 1.2 tidak
grup II 1.1 0.5 0.4 0.6 signifikan
IL-23(ng/L) sebelum
terapi
grup I 499.1 207.1 tidak
grup II 440.9 193.8 0.79 0.4 signifikan
IL-23(ng/L) setelah
terapi
grup I 281.7 214.1 tidak
grup II 276.0 179.3 0.08 0.9 signifikan

Manfaat klinis dari terapi sistemik konvensional dan biologis yang menargetkan
psoriasis ditemukan berkorelasi dengan IL-17 dan IL-23 pada pasien psoriasis [7, 13].
Manfaat klinis dari terapi sistemik konvensional dan biologis yang menargetkan psoriasis
ditemukan berkorelasi dengan downregulasi IL17 dan IL-23 pada pasien psoriatik [7, 13].
Dalam penelitian ini, data kami mengkonfirmasi bahwa NB-UVB dan MTX mampu
menginduksi penurunan yang signifikan dalam indeks PASI setelah 8 minggu terapi,
dengan MTX lebih efektif daripada NB-UVB karena pengurangan skor PASI adalah 60%
setelah MTX versus 53% setelah NB-UVB. Namun, itu tidak mencapai signifikansi
statistik apa pun. Namun demikian, tujuan paling penting dari penelitian kami adalah
perbandingan antara efek NB-UVB dan MTX pada tingkat serum IL-17 dan IL-23. Data
kami menunjukkan penurunan kadar serum IL-17 dan IL23 setelah terapi dengan NB-UVB
dan MTX pada pasien psoriasis dengan perbedaan yang tidak signifikan antara kedua
modalitas terapi juga.
Temuan kami tentang NB-UVB sesuai dengan beberapa penelitian dalam literatur.
Racz et al., 2011 [14], mencatat penurunan modulasi Th17 dan penurunan IL-17 setelah
perawatan NBUVB. Demikian pula, Coimbra et al., 2010 [15] melaporkan bahwa TNF-𝛼,
IL-23, IL-22, dan IL-17 menurun secara signifikan setelah pengobatan NB-UVB dan
PUVA dengan penurunan skor PASI yang signifikan dan menyarankan bahwa
pengurangan sumbu IL-23 / Th17 mungkin penting dalam mekanisme patogen psoriasis.
Selain itu, Johnson-Huang dan rekan kerja, 2010 [7], juga menunjukkan bahwa NB-UVB
menekan beberapa parameter jalur IL-23 / IL-17 pada lesi psoriatik.
Kami masih belum sepenuhnya memahami mekanisme kerja terapi yang sangat efektif
ini. Pada tingkat sel, terapi NB-UVB memiliki banyak efek imunosupresif. Ini mengarah
pada pengurangan sel T dengan menginduksi apoptosis [16, 17]. Apoptosis keratinosit juga

6
terjadi sebagai akibat dari in vitro NB-UVB [17]. Selain itu, beberapa penelitian telah
menemukan penurunan jumlah sel Langerhans setelah terapi [18], meskipun yang lain
belum menemukan penurunan yang signifikan [6, 16]. Namun demikian, jelas bahwa NB-
UVB merusak presentasi antigen in vitro oleh sel-sel dendritik murine dan sel-sel
Langerhans manusia, menjadikannya lebih tolerogenogenik daripada stimulasi. Dengan
demikian, NB-UVB dapat menekan berbagai sel imun [7].
Akhir-akhir ini, ada upaya untuk memahami efek NB-UVB pada produksi sitokin
inflamasi. UVB Narrowband secara khusus menargetkan sel-sel Th1 yang memproduksi
IFN-as serta sitokin hulu, IL-12 dan IL-23 [19]. Ini juga memiliki efek penekan pada
mediator inflamasi tambahan, termasuk IL-18, IL-8, IL-1b, dan IL-6. Dengan demikian,
NB-UVB dapat menekan sitokin inflamasi juga [7].
Beberapa penelitian dalam literatur juga menunjukkan bahwa pembersihan sel-sel
inflamasi secara khusus terkait dengan seberapa jauh radiasi UV dapat menembus [20].
Pada tingkat sel, penetrasi NB-UVB yang cukup ke dalam dermis atas menyebabkan
pembersihan sel dendritik myeloid dan sel T, yang tampaknya diperlukan untuk
mengurangi produksi sitokin inflamasi. Selain itu, sel-sel T dermal yang tersisa setelah NB-
UVB menghasilkan lebih sedikit sitokin inflamasi, seperti IFN-𝛾 [21]. Oleh karena itu kami
merekomendasikan penilaian produksi IL-17 dan IL-23 oleh sel T lesi dalam penelitian
selanjutnya.
Namun, masih belum jelas apakah menekan poros IL23 / IL-17, seperti yang
ditunjukkan dalam penelitian kami, hanya karena terapi itu sendiri dapat secara spesifik
menghambat produksi sitokin. Studi menggunakan flow cytometry telah menunjukkan
bahwa UVB dapat langsung menghambat produksi sitokin oleh sel T [22]. Dengan hal ini,
kami juga melaporkan bahwa NB-UVB mampu menekan produksi Tcell IL-17 dan IL-23
dalam pekerjaan saat ini.
Sejauh yang kami tahu, penelitian kami adalah yang pertama menilai efek MTX pada
kadar serum IL-17 dan IL-23. Metotreksat masih digunakan sebagai pengobatan yang
efektif biaya untuk psoriasis sedang hingga berat. Hal ini diketahui menghambat sintesis
DNA dengan bersaing sebagai substrat untuk reduktase dihidrofolat, menghasilkan efek
antiproliferatif. Namun, ini tidak sepenuhnya menjelaskan efektivitas MTX pada psoriasis.
Penelitian in vitro menunjukkan bahwa MTX memiliki efek anti-inflamasi melalui induksi
apoptosis sel imun dan penghambatan aktivasi sel T [10].
Mekanisme dimana MTX mengurangi IL-17 dan IL-23 adalah spekulatif pada titik ini.
Kedua interleukin diproduksi oleh beberapa jenis sel termasuk Th-17, CD8 + T, sel T
pembunuh alami dan sel dendritik [23]. Efek antiproliferatif MTX pada awalnya dianggap
sebagai mekanisme terapi mendasar pada psoriasis. Dalam hal ini, penurunan kadar sitokin
ini bisa menjadi konsekuensi dari efek antiproliferatif MTX pada sel dendritik dermal dan
varietas sel-T. Namun, penelitian belum menemukan pengurangan proliferasi jenis sel ini
menjadi temuan yang konsisten pada psoriasis. Penelitian in vivo dan in vitro melaporkan
bahwa MTX dapat mengurangi jumlah sel-T pada kulit psoriatik dan sirkulasi tetapi tidak
berpengaruh pada produksi interferon-𝛾 dan IL4. Metotreksat dapat menekan peradangan
pada psoriasis dengan mengurangi jumlah sel T dan monosit di kulit bersamaan dengan
berkurangnya ekspresi molekul adhesi [22, 24].
Metotreksat juga bekerja pada sel-sel imun dan juga keratinosit, dan kedua tipe sel ini
memainkan peran penting dalam patogenesis psoriasis, yang berfungsi sebagai sumber
ampuh sitokin proinflamasi, kemokin, dan faktor pertumbuhan. Dengan demikian, ada
kemungkinan bahwa penurunan kadar IL-17 dan 23 dapat dihasilkan dari efek anti-
inflamasi MTX [10]. Penelitian ini menyajikan bukti untuk mekanisme terapi baru

7
metotreksat pada psoriasis melalui pengurangan serum IL-17 dan IL-23. Namun, studi
klinis tambahan akan bermanfaat untuk mengkonfirmasi temuan ini. Dengan metotreksat
seefektif NB-UVB, risiko dan manfaatnya harus ditimbang sebelum menggunakan MTX
sebagai pengobatan lini pertama pada psoriasis berat.
Dalam pekerjaan saat ini, selain pengurangan yang signifikan dalam skor PASI dan IL-
17 dan IL-23 setelah menerima MTX atau NB-UVB, kami menemukan korelasi positif
antara persentase pengurangan kadar IL-17 atau IL- 23 dan persentase penurunan skor
PASI untuk kedua modalitas pengobatan. Arican et al., 2005 [25], menyatakan bahwa kadar
serum IL-17 memiliki korelasi yang signifikan dengan skor PASI. Demikian pula,
Takahashi et al, 2010 [26], menemukan bahwa kadar serum TNF-𝛼, IFN-𝛾, IL2, IL-6, IL-
7, IL-8, IL-12, IL-12, IL-17, IL-18, dan VEGF berkorelasi positif dengan PASI pada pasien
Jepang dengan psoriasis. Namun, studi lebih lanjut pada skala yang lebih besar dari pasien
diperlukan untuk mengkonfirmasi atau membantah temuan kami.
Singkatnya, kadar serum IL-17 dan IL-23 menurun setelah terapi NB-UVB dan MTX
yang menegaskan pentingnya sumbu ini dalam patogenesis psoriasis dan memberikan
bukti, khususnya, untuk mekanisme terapi baru MTX di penyakit ini. Mengukur kadar
serum mereka menggunakan teknik ELISA adalah tes yang mudah, cepat, dan layak untuk
menentukan aktivitas penyakit dan evaluasi terapi pasien psoriasis. Studi tambahan akan
bermanfaat untuk mengkonfirmasi temuan kami.

5. Conflict of Interests
Tidak ada conflict of interests

6. Refrensi
[1] M. A. Lowes, T. Kikuchi, J. Fuentes-Duculan et al., “Psoriasis vulgaris
lesions contain discrete populations of Th1 and Th17 T cells,” Journal of
Investigative Dermatology, vol. 128, no. 5, pp. 1207–1211, 2008.
[2] S. Shibata, Y. Tada, N. Kanda et al., “Possible roles of IL-27 in the
pathogenesis of psoriasis,” Journal of Investigative Dermatology, vol. 130,
no. 4, pp. 1034–1039, 2010.
[3] C. Dong, “TH17 cells in development: an updated view of their molecular
identity and genetic programming,” Nature Reviews Immunology, vol. 8, no.
5, pp. 337–348, 2008.
[4] H. Y. Chiu, Y. P. Cheng, and T. F. Tsai, “T helper type 17 in psoriasis:
from basic immunology to clinical practice,” Dermatologica Sinica, vol. 30,
no. 4, pp. 136–141, 2012.
[5] E. Fitch, E. Harper, I. Skorcheva, S. E. Kurtz, and A. Blauvelt,
“Pathophysiology of psoriasis: recent advances on IL-23 and TH17
cytokines,” Current Rheumatology Reports, vol. 9, no. 6, pp. 461–467, 2007.
[6] G. Erkin, Y. Uğur, C. K. Gürer et al., “Effect of PUVA, narrow- band UVB
and cyclosporin on inflammatory cells of the psoriatic plaque,” Journal of
Cutaneous Pathology, vol. 34, no. 3, pp. 213–219, 2007.

8
[7] L. M. Johnson-Huang, M. Suárez-Farı̃as, M. Sullivan-Whalen,P.
Gilleaudeau, J. G. Krueger, and M. A. Lowes, “Effective narrow-band
UVB radiation therapy suppresses the IL-23/IL- 17 axis in normalized
psoriasis plaques,” Journal of Investigative Dermatology, vol. 130, no. 11,
pp. 2654–2663, 2010.
[8] M. Caproni, E. Antiga, L. Melani, W. Volpi, E. Del Bianco, and P. Fabbri,
“Serum levels of IL-17 and IL-22 are reduced by etanercept, but not by
acitretin, in patients with psoriasis: a randomized-controlled trial,” Journal
of Clinical Immunology, vol. 29, no. 2, pp. 210–214, 2009.
[9] C. Yue, X. You, L. Zhao et al., “The effects of adalimumab and
methotrexate treatment on peripheral Th17 cells and IL-17/IL- 6 secretion
in rheumatoid arthritis patients,” Rheumatology International, vol. 30, no.
12, pp. 1553–1557, 2010.
[10] J. Meephansan, K. Ruchusatsawat, W. Sindhupak, P. S. Thorner, and J.
Wongpiyabovorn, “Effect of methotrexate on serum levels of IL-22 in
patients with psoriasis,” European Journal of Dermatology, vol. 21, no. 4,
pp. 501–504, 2011.
[11] T. Fredriksson and U. Pettersson, “Severe psoriasis—oral ther- apy with a
new retinoid,” Dermatologica, vol. 157, no. 4, pp. 238– 244, 1978.
[12] M. D. Zanolli, S. R. Felmam, A. R. Clark, and A. B. Fleicher, “Psoriasis
ultraviolet B, (UVB) phototherapy by skin type,” in Phototherapy
Treatment Protocols, D. Z. Michael and R. F. Steven, Eds., pp. 8–12, The
Parthenon Publishing Group, New York, NY, USA, 1st edition, 2000.
[13] P. Di Meglio and F. O. Nestle, “The role of IL-23 in the
immunopathogenesis of psoriasis,” F1000 Biology Reports, vol. 2, no. 1,
article 40, 2010.
[14] E. Rácz, E. P. Prens, D. Kurek et al., “Effective treatment of psoriasis
with narrow-band UVB phototherapy is linked to suppression of the IFN
and Th17 pathways,” Journal of Investigative Dermatology, vol. 131, no. 7,
pp. 1547–1558, 2011.
[15] S. Coimbra, H. Oliveira, F. Reis et al., “Interleukin (IL)-22, IL- 17, IL-23,
IL-8, vascular endothelial growth factor and tumour levels in patients
with psoriasis before, during and after psoralen-ultraviolet A and
narrowband ultraviolet B therapy,” The British Journal of Dermatology,
vol. 163, no. 6, pp. 1282–1290, 2010.
[16] J. M. Carrascosa, G. Tapia, I. Bielsa, M. Fuente, and C. Ferrandiz, “Effects of
narrowband UV-B on pharmacodynamic markers of response to therapy:
an immunohistochemical study over sequential samples,” Journal of
Cutaneous Pathology, vol. 34, no. 10, pp. 769–776, 2007.
[17] B. M. Aufiero, H. Talwar, C. Young et al.,“Narrow-band UVB induces
apoptosis in human keratinocytes,” Journal of Photochemistry and
Photobiology B, vol. 82, no. 2, pp. 132–139, 2006.

9
[18] M. Tjioe, T. Smits, P. C. M. van de Kerkhof, and M. J. P. Gerritsen, “The
differential effect of broad band versus narrow band UVB with respect to
photodamage and cutaneous inflam- mation,” Experimental Dermatology,
vol. 12, no. 6, pp. 729–733, 2003.
[19] G. Piskin, U. Tursen, R. M. R. Sylva-Steenland, J. D. Bos, and M. B. M.
Teunissen, “Clinical improvement in chronic plaque-type psoriasis lesions
after narrow-band UVB therapy is accompanied by a decrease in the
expression of IFN- inducers—IL-12, IL-18 and IL-23,” Experimental
Dermatology, vol. 13, no. 12, pp. 764–772, 2004.
[20] J. G. Krueger, J. T. Wolfe, R. T. Nabeya et al., “Successful ultraviolet B
treatment of psoriasis is accompanied by a reversal of keratinocyte
pathology and by selective depletion of intraepi- dermal T cells,” Journal of
Experimental Medicine, vol. 182, no. 6, pp. 2057–2068, 1995.
[21] G. Piskin, R. M. R. Sylva-Steenland, J. D. Bos, and M. B. M. Teunissen,
“T cells in psoriatic lesional skin that survive conventional therapy with
NB-UVB radiation display reduced expression,” Archives of
Dermatological Research, vol. 295, no. 12, pp. 509–516, 2004.
[22] G. Piskin, C. W. Koomen, D. Picavet, J. D. Bos, and M. B. M.
Teunissen, “Ultraviolet-B irradiation decreases IFN- and increases IL-4
expression in psoriatic lesional skin in situ and in cultured dermal T
cells derived from these lesions,” Experimental Dermatology, vol. 12, no.
2, pp. 172–180, 2003.
[23] S. Eyerich, K. Eyerich, D. Pennino et al., “Th22 cells represent a distinct
human T cell subset involved in epidermal immunity and remodeling,”
Journal of Clinical Investigation, vol. 119, no. 12, pp. 3573–3585, 2009.
[24] R. J. Rentenaar, V. M. R. Heydendael, F. N. J. van Diepen, M. de Rie, and
I. J. M. T. Berge, “Systemic treatment with either cyclosporin A or
methotrexate does not influence the T helper 1/T helper 2 balance in
psoriatic patients,” Journal of Clinical Immunology, vol. 24, no. 4, pp.
361–369, 2004.
[25] O. Arican, M. Aral, S. Sasmaz, and P. Ciragil, “Serum levels of TNF- ,
IFN- , IL-6, IL-8, IL-12, IL-17, and IL-18 in patients with active psoriasis
and correlation with disease severity,” Mediators of Inflammation, vol.
2005, no. 5, pp. 273–279, 2005.
[26] H. Takahashi, H. Tsuji, Y. Hashimoto, A. Ishida-Yamamoto, and H. Iizuka,
“Serum cytokines and growth factor levels in Japanese patients with
psoriasis,” Clinical and Experimental Dermatology, vol. 35, no. 6, pp. 645–
649, 2010.

10