You are on page 1of 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TERAPI BERMAIN MEWARNAI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI BANGSAL


DADAP SEREP RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

DISUSUN OLEH :

1. RARA SUCI RHAMADHAN (S16050)


2. RIRIN SAPUTRI NINGRUM (S16115)
3. WIDYA PUTRI ARDIANTI (S16125)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA

SURAKARTA

2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

TERAPI BERMAIN

Pokok Bahasan :Terapi Bermain Pada Anak Di Rumah Sakit

Sub Pokok Bahasan :Terapi Bermain Anak Usia Sekolah

Tujuan : Mengurangi tingkat stress pada anak yang terkena hospitalisasi

Tempat :Ruang dadap serep

Waktu : 30 menit

Sasaran : Anak Usia Sekolah

Anak Usia Sekolah

Anak sekolah dasar adalahanak yang berusia 6-12tahun,memiliki fisik lebih kuat
mempunyai sifat individual serta aktif dan tidak tergantung dengan orangtua. Banyak ahli
menganggap masa ini sebagai masa tenang atau masa latent,dimana apa yang telah terjadi dan
dipupuk pada masa-masa sebelumnya akan berlangsung terus untuk masa-masa selanjutnya
(Gunarsa 2014)

Menurut wong (2013),anak sekolah adalah anak pada usia 6-12 tahun yang artinya
sekolah menjadi pengalaman inti anak. Periode ketika anak anak dianggap mulai bertanggung
jawab atas perilakunya sendiri dalam hubungan dengan orangtua mereka,teman sebaya,dan
orang lainnya.usia sekolah merupakan masa anak memperoleh dasar-dasar pengetahuan
untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa dan memperoleh keterampilan
tertentu.

1. Tahap-tahap anak usia sekolah


Tahap usia disebut juga sebagai usia kelompok (gangae). Dimana anak
mulai mengalihkan perhatian dan hubungan intim dalam keluarga
kerjasama antara teman dan sikap-sikap terhadap kerja atau pelajar
(Gunarsa 2016)
2. Macam-macam keterampilan yang perlu dimiliki pada anak sekolah
dasar
3. Macam-macam keterampilan yang perlu dimiliki pada anak sekolah
dasar
Menurut gunarsa (2016) dwngan memasuki dunia sekolah dan
masyarakat,anak-anak dihadapkan pada tuntutan sosial yang baru,
yang menyebabkan timbulnya harapan-harapan atau diri sendiri (self-
except-action) dan aspirasi-aspirasi baru
a. Keterampilan menolong diri sendiri (self-help-skills): misalnya
dalam hal mandi,berdandan,makan,sudah jarang atau bahkan sudah
tidak perlu ditolong lagi
b. Keterampilan bantuan sosial (social-help-skills) : anak mampu
membantu dalam tugas-tugas rumah,mencuci dan sebagainya
c. Keterampilan sekolah (school-skills) : meliputi penguasaan dalam
hal akademik dan non akademik
d. Keterampilan bermain (play-skills) : meliputi keterampilan dan
berbagai jenis permainan seperti main bola, mengendarai
sepeda,catur,bulitangkis dll.
4. Ciri-ciri anak sekolah dasar
Menurut hurlock( 2015)orangtua,pendidik, dan ahli psikologis
memberikan berbagai label kepada periode ini dan label-label itu
mencerminkan ciri-ciri penting dari periode anak usia sekolah,yaitu
sebagai berikut:
a. Predikat yang menyulitkan
1.) Masa yg menyulitkan
Suatu masa dimana anak tidak mau lagi menuruti perintah
dan dimana ia lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman
sebaya daripada oleh orangtua dan anggota keluarga
lainnya.
2.) Masa anak tidak rapi
Suatu masa dimana anak cenderung tidak memperdulikan
dan ceroboh dalam penampilan, dan kamarnya sangat
berantakan. Sekalipun ada peraturan keluarga yang ketat
mengenai kerapihan dan perawatan barang-barangnya.
Hanya beberapa saja yg taat, kecuali kalau orangtua
mengharuskan melakukannya dan mengancam dengan
hukuman
5. Tugas perkembangan anak sekolah dasar
Tugas-tugas perkembangan anak sekolah dasar menurut havighrust
dalam hurlock (2015) adalah sebagai berikut
a. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-
permainan umum
b. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai
makhluk yang sedang tumbuh
c. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya
d. Mulai mengmbangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat
e. Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk
membaca,menulis dan berhitung.
f. Mengembangkan keterampilan –keterampilan dasar untuk
kehidupan sehari-hari
g. Mengembangkan hati nurani,pengertian moral,tata dan tingkatan
nilai
h. Mengembangkan sikap bertahap kelompok-kelompok sosial dan
lembaga-lembaga
i. Mencapai kebebasan pribadi