You are on page 1of 3

Teori deskripsi yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen K.

Bailey
menyatakan bahwa teori deskripsi menggambarkan apa-apa yang nyata-nyata terjadi dilapangan
(memotret apa adanya). Artinya semua kegiatan social yang terjadi dilapangan digambarkan secara
nyata.

Teori Pre-skripktif yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen K.Bailey
menyatakan bahwa teori social menggambarkan perubahan-perubahan untuk melakukan
pembahuruan, koreksi dan perbaikan suatu proses teori dan fenomena tertentu.

Teori Normatif yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen K.Bailey
menyatakan bahwa pada dasarnya mempersoalkan peranan suatu kebijaksanaan/perundang-undangan
/peraturan tertentu.

Teori Asumtif yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen K.Bailey menyatakan
bahwa lebih memusatkan perhatian pada usaha-usaha untuk memperbaiki suatu praktek dengan
memahami hakekat suatu fenomena yang terjadi dalam lingkungannya.

Teori Instrumental yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen K.Bailey
menyatakan bahwa maksud untuk melakukan konseptualisasi mengenai cara-cara memperbaiki suatu
teknis sehingga dapat dibuat sebagai sasaran yang lebih realistic (tools of analysis).

Teori hubungan manusia yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen K.Bailey
menyatakan bahwa menitiberatkan norma-norma merupakan factor kunci dalam menentukan sikap,
perilaku dan tindakan seseorang terutama dalam lingkungan kerja.

Teori pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen
K.Bailey menyatakan bahwa lebih mengkonsentrasikan diri pada analisa proses pengambilan keputusan,
apakah mempergunakan model statistic, model optimasi, model informasi, model simulasi, model
linear, model critical path scheduling, model inventory, model site location ataukah model resource
allocation dan sebagainya.

Teori perilaku yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen K.Bailey
menyatakan bahwa orientasi yang dikembangkan adalah efisiensi dan sasaran dengan cara
mengintegrasikan komponen-komponen anggota organisasi, struktur dan prosesnya. Dengan kata lain
teori perilaku lebih memahami pentingnya aspek dan factor manusia sebagai alat utama untuk
mencapai tujuan organisasi.

Teori system yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen K.Bailey menyatakan
bahwa suatu cara pendekatan yang memandang setiap fenomena mempunyai berbagai komponen yang
saling berinteraksi satu sama lain agar dapat bertahan hidup. Dalam system memiliki beberapa unsur
system antara lain unsur lingkungan, unsur input, unsur pengelola, unsur output, unsur efek atau unsur
akibat dan unsur umpan balik.

Teori kontingensi yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen K.Bailey
menyatakan bahwa sebagai perkembangan dari teori system yang dipersamakan dengan pendekatan
situasional yang mengakui adanya dinamika dari kompleksitas antar hubungan.

Teori deskritif eksplanatori yang dikemukakan oleh William L.Morrow. Stephen P.Robin, Stephen
K.Bailey menyatakan bahwa menjelaskan keankeragaman isi yang terkandung dalam fenomena
lingkungan nyata (cenderung ke metode content analysis, discourse analysis, framing analysis).

Sosiologi adalah ilmu positif masyarakat (by August Comte). Ia menggunakan kata positif yang artinya
empiris. Jadi sosiologi baginya adalah studi empiris tentang masyarakat. Menurut August Comte, obyek
studi dari sosiologi adalah tentang masyarakat, ada dua unsur yaitu struktur masyarakat yang disebut
statika social dan proses-proses social didalam masyarakat yang disebut dinamika social.

Teori Struktural Fungsional (konstruksionisme) menurut Talcott Person, teori ini menjelaskan tingkah
laku manusia berdasarkan suatu system social yang terbentuk oleh jaringan hubungan berbagai fungsi
yang ada dalam suatu masyarakat, yaitu fungsi-fungsi seperti : peran, status, pendapatan, pekerjaan, dll.
Hubungan antara fungsi-fungsi social tersebut dianggap sama dengan hubungan antara fungsi-fungsi
biologis dalam suatu organisme.

Teori structural Historis menurut Max Weber, dimana tingkah laku manusia seakan-akan ditentukan
hanya oleh pranata ekonomi dengan tekanan khusus, padahal kenyataannya bahwa tingkah laku
manusia berhubungan langsung dengan hubungan produksi yang melibatkannya.
Teori structural historis menurut Hegel, dengan demikian orang-orang yang mempunyai akses terhadap
factor-faktor produksi akan mempunyai bentuk tingkah laku yang berbeda dari mereka yang tidak
memiliki akses tersebut.

Teori structural historis menurut karl Marx, relasi produksi tersebut menimbulkan kelas-kelas social
dalam masyarakat dan tingkah laku social sebetulnya tidak lebih dari masalah yang muncul dari
pertarungan antar kelas.