You are on page 1of 1

NAMA : BAHTIAR ROHMAN

NPM / KELAS : 173110025 / 2A

Biofuel Dari Alga

Abstrak:
Spesies alga yang cocok untuk produksi lipid adalah microphyite atau fitoplankton. Salah satu
kuncinya alasan mengapa mikroalga dipertimbangkan untuk produksi lipid adalah tingkat
pertumbuhan yang cepat. Beberapa galur alga mampu menggandakan massa mereka beberapa
kali dalam sehari. Ada beberapa faktor yang bermanfaat untuk pertumbuhan yang sehat
ganggang dan ini termasuk nutrisi yang tepat, cahaya dan kisaran suhu. Ada dua metode utama
dalam algakultur dan ini adalah sistem terbuka dan tertutup. Sistem tertutup yang umum
digunakan adalah photobioreactor. Kolam terbuka budidaya terbatas pada strain yang tahan
terhadap kontaminasi oleh organisme mikro lainnya. Ketika dewasa, ganggang dipanen dengan
menggunakan baik mikroscreens, sentrifugasi, flokulasi atau buih flotasi. Ekstraksi minyak
adalah dicapai baik dengan pers mekanik atau penggunaan pelarut kimia.

1. Perkenalan
Kesadaran bahwa bahan bakar fosil cepat menipis mempercepat pencarian sumber energi
alternatif yang terbarukan, ekonomis, dan ramah lingkungan ramah.
Studi ini tertarik pada proses yang terlibat dalam pertumbuhan dan ekstraksi biofuel dari alga.
2. Lingkungan Tumbuh Ganggang
Ganggang dapat tumbuh baik sebagai mono atau kultur campuran.
3. Metode untuk Menumbuhkan dan Memanen Alga
Untuk pertumbuhan yang sehat dan panen, nutrisi seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium
(K) berfungsi sebagai pupuk untuk ganggang.
a. Budidaya Kolam Terbuka telah dipelajari secara ekstensif. Kolam terbuka dapat
dikategorikan ke dalam perairan alami (danau, laguna, kolam) dan kolam buatan atau
wadah.
b. Sistem Tertutup yaitu memasukkan kolam dengan penghalang transparan atau tembus
pandang secara efektif mengubahnya menjadi rumah kaca.
 Photobioreactor (PBR) adalah wadah bioreaktor tembus cahaya yang menggabungkan
sumber cahaya di mana alga tumbuh.
c. Panen : Setelah mereka tumbuh dan matang, ganggang harus dipanen dan metode panen
termasuk menggunakan mikroscreens, sentrifugasi, flokulasi, dan flotasi buih.
d. Ekstraksi minyak : Minyak alga memiliki berbagai penggunaan komersial dan industri,
dan diekstrak melalui berbagai metode.
e. Ekstraksi fisik : Dalam proses ekstraksi, minyak harus dipisahkan dari sisa alga dan ini
dapat dicapai dengan menghancurkan mekanis.
f. Ekstraksi kimia : Minyak dapat diekstraksi menggunakan pelarut kimia tetapi kerugian
menggunakan pelarut untuk ekstraksi minyak adalah bahaya yang terlibat dalam bekerja
dengan bahan kimia.
4. Koleksi budaya alga
Ganggang alga spesifik dapat diperoleh dari koleksi budaya alga, dengan lebih dari 500
koleksi budaya terdaftar dengan Federasi Dunia untuk Koleksi Budaya.