You are on page 1of 4

PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DENGAN SISTEM ON-OFF

MANAJEMEN LANTAI II
BAB I
LATAR BELAKANG

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting dan tidak
dapat dimusnahkan dan dilepaskan dari kebutuhan sehari-hari. Hampir setiap pekerjaan
manusia membutuhkan energi listrik. Kekurangan energi listrik dapat mengganggu aktivitas
manusia juga. Untukmitu kesinambungan dan ketersediaan energi listrik harus
dipertahankan. Di Indonesia sendiri kebutuhan energi listrik semakin meningkat karena
dilihat dari pertumbuhan jumlah penduduk dan kemajuan informasi dan teknologi.
Penggunaan tenaga listrik biasanya lebih banyak digunakan di gedung-gedung besar seperti
pabrik, hotel, dan rumah sakit – rumah sakit yang menggunakan energi listrik berkapasitas
besar.
Peningkatan penggunaan energi listrik dapat dijadikan sebagai indikator meningkatnya
kemakmuran suatu masyarakat. Namun jika penggunaan tenaga listrik yang sangat
berlebihan juga dapat berdampak negatif bagi diri kita sendiri atau masyarakat luas. Oleh
karena itu kita harus melakukan penghematan energi listrik karena dapat keuntungan juga
seperti hematnya biaya. Dan juga kita sadar bahwa menghemat energi listrik dapat
meneyelamatkan bumi dari global warming.
Penghematan energi listrik sangatlah perlu diperhatikan, bercermin dari cara pemakaian
listrik yang terbuang dan tidak digunakan, hal ini dapat mengakibatkan biaya listrik kita
menjadi mahal dan membengkak. Selain itu dapat menghemat umur barang peralatan
listrik tersebut. Salah satu peralatan listrik yang mengkonsumsi energi listrik terbesar adalah
AC, Komputer dan alat lainnya. Dalam penelitian ini agar alat peralatan listrik yang
digunakan lebih hemat dalam penggunaannya dan umur barang tersebut. Penelitian ini
bermaksud untuk melakukan analisa penghematan listrik melalui sistem on-off AC dan
komputer.
BAB II
METODE PELAKSANAAN

Adapun metode pelaksanaan yang kami gunakan adalah eksperimen. Kami akan
mencoba untuk melakukan penghematan listrik dengan menggunakan sistem on-off. Untuk
tahap uji coba kami menggunakan sistem on-off dimana AC akan kami nyalakan pada jam 9
dan mematikan pada saat ruangan sudah dingin atau pada saat istirahat makan siang. Selain
itu komputer juga kami matikan kurang lebih 1 jam pada saat tidak digunakan misalnya
pada saat istirahat makan siang.
BAB III
ANALISA

Perbandingan pemakaian energi listrik :


Tarif dasar listrik Rp 1.467,26 per kwh

AC 2 PK : memakai daya 1920 wat


Komputer : memakai daya 500 wat

AC digunakan 8 jam per hari :


1 unit x 1920 wat x 8 jam = 15.360 wat

Komputer digunakan 8 jam per hari :


5 unit x 500 wat x 8 jam = 20.000 wat

Total pemakaian listrik = 15.360 wat + 20.000 wat = 35.360 wat = 35.36 KWH

Pemakaian listrik per hari = 1427,26 x 35,36 = Rp 51.882,313

Pemakaian listrik per bulan = 30 x 51.882,3 = Rp 1.556.469

Perkiraan pemakaian energi listrik setelah menggunakan sistem on-off

AC digunakan 6 jam per hari :


1 unit x 1920 wat x 6 jam = 11.520 wat

Komputer digunakan 7 jam per hari :


5 unit x 500 wat x 7 jam = 17.500 wat

Total pemakaian listrik = 11.520 wat + 17.500 wat = 29.020 wat = 29,02 KWH

Pemakaian listrik per hari = 1427,26 x 29,02 = Rp 42.579,9

Pemakaian listrik per bulan = 30 x Rp 42.579,9 = Rp 1.277.397

Hemat : Rp 1.556.469 - Rp 1.277.397 = Rp 279.072

Jika semua departemen melakukan sistem ini maka penghematan energi listrik akan
lebih besar lagi.