You are on page 1of 3

Asslamualaikum wr. wb.

The honorable ones the principle of SMP Negeri 05 Kepahiang, all teachers and administration staffs of
SMP Negeri 05 Kepahiang and all my friends from tenth until twelfth grade.
Before I begin to give a speech, I would like to invite you all to thank Allah the Almighty, Who has
given us Mercy and Blessing, so we can meet together in this blessing place. And also let’s
deliver sholawat and salam to our prophet Muhammad SAW, Who has brought us from the darkness to
the brightness, so we are always in the right path.
Ladies and gentlemen
It be a great honor for me, to stand right here in front of you all to give a speech about education under
the title "Education in Indonesia" in this National Education Day or HARDIKNAS.
Indonesian is a great country. It has so many natural resources that can be used. It has so many
beautiful places that can mesmerize people. It is so beautiful to live here peacefully with different
cultures, languages, and religions. However, why are there still many people who live under poverty in
this country? The only answer to this question is because our human resources are still low in the term
of education.
If you have ever heard about the news about our international education rank, you would be surprised.
As quoted form Education for All (EFA) Global Monitoring Report 2011 which is published by
UNESCO and launched in New York on Sunday, 1/3/2011, our international education rank is at 69th
place from 129 surveyed countries all over the world. This rank is lower than in 2010.
It opens a question that runs in my head, what happen with our education? Indonesia is a great country
with many talented young generations. It was undoubted again that there are so many Indonesian
students who win the international education Olympiads such as mathematics, chemical, physics and
other. But why our international education rank is still low. So what happen with with our education?
Ladies and gentlemen
There must be a reason why our human resources and our global rank in education are still low. One of
the reasons is that our education is expensive. For middle up to high class people the cost of our
education is nothing. But for those who live in lower economic class, the cost of our education is
beyond their reach. Many of them even abandon their duty to go to school just because they have to
work to fulfill their needs.
Our government has made a policy recently to overcome the problem in our education. The policy is
increasing national educational budget up to 20% from APBN. This budget later on is used to make
education is reachable for low economic level society; to improve teachers’ quality with a program
which well known as “sertifikasi”; and to provide school facilities such as library, classroom,
laboratory, and sport hall.
Ladies and gentlemen
We hope the policy that the government made will make our educational quality better. Of course as a
student, we don’t just sit down and relax without doing something. Good or bad the quality of
education of our country also depend us. If we want to change our bad educational paradigm, let’s
begin with improving our achievement with studying hard for the sake of our education.
I hope this speech that I deliver today will be useful for you all. Thank you so much for your attention.
The last I say:
Wasalamualaikum Wr. Wb.
Terjemahan!!!

Pidato Bahasa Inggris : Pendidikan di Indonesia

Asslamualaikum wr. wb.

Yang terhormat kepala sekolah SMP Negeri 05 Kepahiang, semua guru dan staf administrasi SMP
Negeri 05 Kepahiang dan semua teman-teman ku dari kelas X sampai XII.
Sebelum saya menyampaikan sebuah pidato, saya ingin mengjaka kalian untuk bersyukur kehadiarat
Allah yang maha kuasa, yang telah memberi kita rahmat dan hidayah, sehingga kita bisa bertemu
bersama di tempat yang di berkati ini. Dan juga mari kita samaikan sholawat dan salam kepada nabi
kita Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari kegelapan ke ke jaman terang benerang,
sehingga kita selalu berada di jalan yang benar.
Hadirin yang terhormat
Menjadi kehormatan tersendiri bagi saya, untuk berdiri di sini di depan anda sekalian untuk
memberikan sebuah pidato tentang pendidikan berjudul "Pendidikan di Indonesia" di hari pendidikan
nasional atau HARDIKNAS ini.
Indonesia adalah Negara yang besar. Negara yang memiliki banyak sekali sumber daya alam yang bisa
dimanfaatkan. Negara yang memiliki banyak temat-tempat indah yang dapat menghipnotis orang.
Sungguh indah bisa hidup di sini dengan damai dengan berbagai budaya, bahasa, dan agama yang
berbeda. Tetapi, mengapa masih banyak terdapat orang yang hidup dibawah garis kemiskinan di
Negara ini? Hanya ada satu jawaban untuk pertanyaan ini yaitu karena sumber daya manusia kita masih
sangat redah dalam hal pendidikan.
Jika anda sekalian pernah mendengar tentang berita tentang peringkat internasional pendidikan kita,
anda akan terkejut. Seperti di kutip dari Education for All (EFA) Global Monitoring Report 2011 yang
di keluarkan oleh UNESCO dan di luncurkan di New York pada hari Senin, 1/3/2011, peringkat
pendidikan internasional kita berada pada tempat ke 69 dari 129 negara yang di survey di seluruh
dunia. Peringkat ini lebih rendah dari pada di tahun 2010.
Ini membuka sebuah pertanyaan yang berlarian di kepala saya, ada apa dengan pendidikan kita?
Indonesia adalah negara hebat dengan banyak generasi muda bertalenta. Tidak diragukan lagi bahwa
terdapat banyak siswa Indonesia yang memenangkan olimpiade-olimpiade pendidikan internasional
seperti matematik, kima, fisika dan lainnya. Tetapi mengapa peringkat internasional pendidikan kita
masih rendah. Jadi ada apa dengan pendidikan kita?
Hadirin yang terhormat
Mesti ada suatu alasan mengapa sumber daya manusia kita dan peringkat dunia kita dalam hal
pendidikan masih rendah. Salah satu alasannya adalah pendidikan kita itu mahal. Untuk kelas ekonomi
menengah ke atas biaya pendidikan kita saat ini mungkin buka apa-apa. Tetapi untuk mereka yang
hidup di kelas eknomi kebawah, biaya pendidikan kita saat ini diluar jangkauan mereka. Banyak dari
mereka bahkan mengabaikan kewajiban mereka untuk pergi ke sekolah hanya karena mereka harus
bekerja untuk memenuhi kebutuhan merka.
Pemerintahan kita telah membuat sebuah kebijakan baru-baru ini untuk mengatasi masalah dalam
pendidikan kita. Kebijakan tersebut adalah peningkatan anggaran pendidikan nasional mencapai 20%
dari APBN. Anggaran ini nantinya digunakan untuk membuat pendidikan kita terjangkau oleh
kalangan masyarakat ekonomi kebawah; untuk meningkatkan kulitas guru-guru pengajar dengan
program yang dikenal sebagai “sertifikasi”; dan untuk menyediakan fasilitas-fasilitas sekolah seperti
perpustakaan, ruangan kelas, laboratorium, dan gedung olah raga.
Hadirin sekalian
Kita berharap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah akan membuat mutu pendidikan kita lebih baik.
Tentunya sebagai seorang pelajar, kita tidak boleh hanya duduk diam dan santai tanpa melakukan apa-
apa. Baik atau buruknya kualitias pendidikan Negara kita juga bergantung pada kita. Jika kita ingin
mengubah paradigm buruk pendidikan kita, mari kita mulai dengan meningkatkan prestasi kita dengan
belajar dengan keras untuk kebaikan pendidikan kita.
Saya harap pidato yang saya sampaikan hari ini bisa bermanfaat untuk kalian semua. Terima kasih
untuk perhatiannya. Akhir kata:
Wasalamualaikum wr. wb.

Bear and Lion


One upon a time a lion and also a bear caught and killed a goat. They had a quarrel over it.
” It is mine,” claimed the bear. “I captured it with my strong paws.”
” It is not yours. It is mine,” said the lion. “I eliminated it with my strong jaws.”
Then they started to fight over it. They added and down capital, under and over the dropped trees, in
and out of the woodland. They bit as well as scratched with their stamina, yet no person can conquer
the other.
At last they both were weakened and might combat no longer. They lay upon the ground, panting as
well as checking out each various other.
A fox that was passing by at the time saw them with a dead goat near by. She added to them, took the
goat residence and also consumed it up.

The Eagle and Crow


There lived a crow on a tree top. Everyday he used to view with utter wonder the acts of an eagle.
The eagle had a nest high up on a hill. He made use of to swoop below there to get hold of a lamb as
well as fly up once more and also all in one go.
The crow was surprised by the accomplishment of the eagle.
Someday he was so excited that he wanted to mimic the eagle. So up he flew as high as he could. From
there he started to swoop down. He came down as well as down. Yet alas, he might not regulate
himself. He collapsed on the ground and also damaged his beak.