Ikin Salikin Iskandar,S.Pd.,M.Pd.

Berbicara Masalah Pendidikan Berkarakter

Pengertian Pendidikan Karakter Secara sederhana pendidikan berkarakter adalah segala sesuatu yang Anda lakukan yang mempengaruhi karakter anak-anak yang Anda ajar. Namun secara lebih fokus, kita lihat seperti yang diutarakan Dr Thomas Lickona mengenai definisi Pendidikan Berkarakter, bahwa ³pendidikan berkarakter adalah usaha sengaja untuk membantu orang memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti.´ Dalam bukunya, Educating for Character,1 Dr Lickona menegaskan bahwa ³Ketika kita berpikir tentang jenis karakter yang kita inginkan bagi anak-anak kita, jelas bahwa kita ingin mereka bisa menilai apa yang benar, peduli secara mendalam tentang apa yang benar, dan kemudian melakukan apa yang mereka yakini untuk menjadi benar - bahkan dalam menghadapi tekanan dari luar dan godaan dari dalam. ´ Dalam Kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain. Sedangkan menurut Imam Ghazali karakter adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melakukan pertimbangan fikiran. Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang atau sekelompok orang. Membentuk karakter tidak semudah memberi nasihat, tidak semudah member instruksi, tetapi memerlukan kesabaran, pembiasaan dan pengulangan,

sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits yang telah dikutip sebelumnya: ³Ilmu diperoleh dengan belajar, dan sifat santun diperoleh dengan latihan menjadi santun.´ (HR Bukhari) Sehingga proses pendidikan karakter merupakan keseluruhan proses pendidikan yang dialami peserta didik sebagai pengalaman pembentukan

kepribadian melalui memahami dan mengalami sendiri nilai-nilai, keutamaankeutamaan moral, nilai-nilai ideal agama, nilai-nilai moral. Apa yang dikemukan dalam model Dr Lickona adalah bahwa hal itu menggambarkan proses perkembangan yang melibatkan pengetahuan, perasaan, dan tindakan, dan dengan demikian menyediakan dasar yang terpadu untuk struktur yang koheren dan komprehensif. Ini memberitahu kita bahwa kita perlu terlibat dalam kegiatan anak-anak kita yang membuat mereka berpikir kritis tentang pertanyaan-pertanyaan moral dan etika, mengilhami mereka untuk menjadi berkomitmen untuk tindakan moral dan etika, dan memberi mereka banyak kesempatan untuk mempraktekkan perilaku moral dan etika. Seperti Apakah Pendidikan Berkarakter itu? Pengertian ini masih menyimpan kontroversial, dan sangat bergantung pada hasil yang Anda inginkan. Banyak orang percaya bahwa menghasilkan anak-anak yang patuh dalam melakukan apa yang diperintahkan adalah pendidikan berkarakter. Ide ini sering mengarah kepada munculnya seperangkat aturan dan sistem imbalan dan hukuman (reward and punishment) yang bersifat sementara dan terbatas dalam merubah perilaku, namun sedikit sekali atau sama sekali tidak mempengaruhi karakter yang mendasar bagi anak-anak. Ada orang lain yang berpendapat bahwa seharusnya tujuan kita adalah mengembangkan pemikir independen yang memiliki komitmen moral dalam kehidupan mereka, dan yang cenderung melakukan hal yang benar bahkan dalam keadaan menantang. Inisiatif Pendidikan Berkarakter bisa sangat sederhana, seperti salah satu guru yang baik melakukan beberapa hal dengan benar, atau mereka dapat menjadi sangat rumit, melibatkan semua orang dan segala sesuatu di sekolah. Apa yang Anda lakukan mungkin akan tergantung pada keadaan Anda. Berikut adalah beberapa pilihan. Kebijakan populer berpendapat bahwa cara terbaik untuk menerapkan pendidikan karakter adalah melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan pembangunan karakter ke dalam setiap aspek kehidupan sekolah. Pendekatan ini

dan masyarakat. menetapkan norma-norma. dan memecahkan masalah. staf. y sekolah adalah komunitas pelajar peduli di mana ada ikatan yang terasa menghubungkan siswa. menghormati. dan anggota masyarakat menginvestasikan diri dalam proses pembangunan konsensus untuk menemukan landasan bersama yang sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang. y y kerjasama dan kolaborasi antar siswa ditekankan atas persaingan. Membuat pendidikan karakter bagian dari filosofi. Kebijakan pendidikan karakter. Apakah pendidik. siswa. dan kejujuran adalah bagian dari pelajaran sehari-hari dalam dan diluar kelas.juga dikenal sebagai reformasi sekolah keseluruhan. orangtua. Kesepakatan. y disiplin dan pengelolaan kelas berkonsentrasi pada pemecahan masalah daripada imbalan dan hukuman (reward and punishment) y model lama yang berpusat pada guru kelas ditinggalkan dan diganti menjadi kelas demokratis di mana guru dan siswa kelas mengadakan pertemuan untuk membangun kesatuan. Komponen Pendidikan Berkarakter Partisipasi masyarakat. guru dan perwakilan masyarakat dan menggunakan konsensus untuk memperoleh kesepakatan di mana karakter untuk memperkuat dan apa definisi yang digunakannya. tujuan atau pernyataan misi dengan mengadopsi kebijakan formal. staf. dan itu adalah masalah besar. Berikut adalah beberapa fitur yang membedakan model holistik: y segala sesuatu di sekolah ini disusun di sekitar pengembangan hubungan antara dan di kalangan siswa. dan sekolah. nilai-nilai seperti keadilan. y pembelajaran sosial dan emosional ditekankan sebanyak pembelajaran akademis. y siswa diberi kesempatan yang luas untuk mempraktekkan perilaku moral melalui berbagai kegiatan seperti belajar melayani. . Jangan sebatas tulisan dan perkataan saja. Ada pertemuan orang tua.

Biarkan siswa Anda untuk melihat sifat dalam tindakan.´ jadi penting bahwa orang dewasa menunjukkan karakter positif di rumah. Anak-anak ³mempelajari apa yang mereka tinggal. Menyediakan waktu pelatihan dan pengembangan untuk staf Anda sehingga mereka dapat membuat dan melaksanakan pendidikan karakter secara berkelanjutan. Pengembangan staf. serta untuk menciptakan rencana pelajaran dan kurikulum. Jika orang dewasa tidak model perilaku yang mereka ajarkan. dalam kurikulum yang menggambarkan karakter layanan belajar. Melibatkan siswa dalam kegiatan yang sesuai dengan usia dan memungkinkan mereka untuk terhubungkan dengan pendidikan karakter untuk pembelajaran mereka. pembelajaran kooperatif dan rekan mentoring). Evaluasi. dunia nyata pengalaman (misalnya. Evaluasi pendidikan karakter dari dua perspektif: (1) apakah program yang mempengaruhi perubahan positif dalam perilaku siswa. prestasi akademik dan kognitif pemahaman tentang ciri-ciri? (2) apakah proses pelaksanaan menyediakan alat dan dukungan guru perlu? Model peran dewasa. Luangkan waktu untuk diskusi dan refleksi. sekolah dan dalam masyarakat. Termasuk waktu untuk diskusi dan pemahaman dari kedua proses dan program. Keterlibatan siswa. Sertakan berbasis masyarakat. keputusan-keputsan dan tujuan-tujuan pribadi Anda mengintegrasikan proses ke sekolah mereka. Pengalaman pembelajaran. . Membuat karakter ini merupakan bagian dari setiap kelas dan setiap subjek. sehingga murid-murid melihat bagaimana suatu sifat mungkin angka ke dalam sebuah cerita atau menjadi bagian dari sebuah percobaan ilmiah atau bagaimana mungkin mempengaruhi mereka. Membuat pendidikan karakter bagian integral dari kurikulum di semua tingkatan kelas. seluruh program akan gagal. Mengambil sifat-sifat yang telah Anda pilih dan menghubungkan mereka ke kelas pelajaran.Kurikulum Terpadu. pengalaman itu dan mengungkapkannya.

hinaan dan perselisihan 3. Responsibility/Tanggungjawab Selalu lakukan yang terbaik ‡ Gunakan control diri ‡ Disiplin ‡ Berpikirlah sebelum bertindak. 1. teman dan negara 2. bukan bahasa yang buruk ‡Pertimbangkan perasaan orang lain ‡Jangan mengancam.mempertimbangkan konsekuensi ‡ Bertanggung jawab atas pilihan Anda 4.melakukan apa yang Anda katakan Anda akan melakukannya ‡ Minta keberanian untuk melakukan hal yang benar ‡ Bangun reputasi yang baik ‡ Patuh . dukungan untuk koordinasi distrik staf yang berkualitas tinggi dan pengembangan professional berkelanjutan dan sebuah jaringan dan dukungan system bagi guru yang melaksanakan program. Program pendidikan karakter dipertahankan dan diperbarui melalui pelaksanaan Sembilan elemen pertama. Gunakan poin di bawah ini untuk membantu siswa memahami enam pilar pendidikan karekter. Enam Pilar Pendidikan Karakter KARAKTER! pendekatan pendidikan karakter tidak mengecualikan siapa pun.nilai-nilai yang tidak mengandung politis. menjiplak atau mencuri ‡ Jadilah handal . religius. dengan perhatian khusus pada tingkat komitmen yang tinggi dari atas: dana yang memadai. Trustworthiness / Kepercayaan Jujur ‡ Jangan menipu. memukul atau menyakiti orang lain ‡ Damailah dengan kemarahan. Itu sebabnya pendidikan karakter didasarkan pada enam nilai-nilai etis bahwa setiap orang dapat menyetujui . Fairness/Keadilan Bermain sesuai aturan ‡ Ambil seperlunya dan berbagi ‡ Berpikiran terbuka: mendengarkan orang lain ‡ Jangan mengambil keuntungan dari orang lain ‡ Jangaan menyalahkan orang lain sembarangan .berdiri dengan keluarga.Mempertahankan program. atau bias budaya. Respect / Respect Bersikap toleran terhadap perbedaan ‡Gunakan sopan santun.

ketika kita ingin anak bisa jujur. maka contohkan kejujuran itu. kini semakin disadari. akan tetapi pendidikan karakter harus dicontohkan kepada peserta didik. Perlu dilaksanakan reformasi pendidikan ke arah yang lebih kondusif untuk terciptanya kualitas SDM yang berkualitas. berbangsa. keberadaan pendidikan yang utuh yang mampu melahirkan manusia-manusia berkarakter yang siap menjadi pemimpin menjadi sangat penting. Tujuan pendidikan selain untuk mempersiapkan manusia untuk masuk ke dalam dunia kerja. kepemilikan soft skill siswa hanya dapat didorong jika guru telah memiliki soft skill. Citizenship/Kewarganegaraan Apakah Anda berbagi untuk membuat sekolah dan masyarakat menjadi lebih baik ‡ Bekerjasama ‡ Libatkan diri dalam urusan masyarakat ‡ Stay informed. Disebutkan. terutama melalui pengenalan konsep pendidikan berkarakter. Pendidikan karakter. suara ‡ Jadilah tetangga yang baik ‡ Taatilah hokum dan aturan ‡ Hormati otoritas ‡ Melindungi lingkungan hidup Pendidikan Berkarakter untuk Menjawab Persoalan Bangsa Dalam konteks kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. harus berdasarkan kebijakan sebab kalau tidak ada kebijakan sebuah sekolah tidak akan bisa melaksanakan pendidikan karakter. sebab di seluruh mata pelajaran maupun mata kuliah itu ada muatannya pendidikan karakter. Soft skill hanya dapat ditularkan. Manusia yang terdidik . Carring/Peduli Bersikaplah kasih saying dan menunjukkan Anda peduli ‡ Ungkapkan rasa syukur ‡ Maafkan orang lain ‡ Membantu orang yang membutuhkan 6. jangan sempat sampai mengajarkan.5. Pendidikan ini.". Oleh karena itu. dilatihkan dan dicontohkan. sukses suatu bangsa amat ditentukan oleh pembentukan karakter bangsa itu. karena kalau diajarkan akan membuat jauh peserta didik untuk mau belajar. "Pendidikan karakter tidak bisa diajarkan. jangan sampai memunculkan mata pelajaran atau mata kuliah baru. adalah untuk membuat manusia dapat berpikir secara menyeluruh serta menjadi manusia yang jujur dan bijak.

pelajar yang ketahuan melihat kunci jawaban saat UN dan siswa terlibat tawuran antar siswa serta guru yang memberikan kunci jawaban kepada siswa adalah contoh kasus. bertetangga. dan dapat hidup secara bijak dalam seluruh aspek kehidupan berkeluarga. hasil survey matematika di 38 negara Asia. Australia. dibuktikan dengan adanya konflik horizontal yang semakin meningkat.lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang hal hal yang baik sehingga siswa didik menjadi paham tentang mana yang baik dan salah. atau nomor 4 terbawah (nomor 102 dari 106 negara). Pendekatan yang dipakai dalam pendidikan agama pun masih berpusat pada ranah kognitif dan banyak menekankan hafalan. pendidikan agama telah diajarkan di sekolah-sekolah. Sekolah dan kampus merupakan institusi yang memiliki tugas penting bukan hanya untuk meningkatkan penguasaan keilmuan saja. penguasaan materi tanpa menyentuh perasaan. Serentetan fakta akhir-akhir ini cukup menjadi bukti bahwa ada kesalahan dalam sistem pendidikan kita makanya perlu pemimpin yang jujur dan bijak. Di Indonesia. emosi dan nurani peserta didik. dan bernegara. menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat 34. satu peringkat di bawah Vietnam. . Sedangkan.seharusnya menjadi orang bijak. Hasil Survei PERC di 12 negara juga menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan terbawah. Dilihat dari penerapannya pendidikan agama tampaknya masih bermuara pada dasar-dasar agama sehingga mengabaikan kandungan nilai nilai dan akhlak. Pendidikan karakter mempunyai tujuan bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan man yang a salah. mampu merasakan nilai yang baik dan mau melakukannya. yaitu yang dapat menggunakan ilmunya untuk hal-hal yang baik (beramal shaleh). Penyelenggara pendidikan mampu mengatasi dan mencermati betul permasalahan ini. bermasyarakat. namun pendidikan moral masih berjalan di tempat. "Akhir-akhir ini dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng. tetapi juga bertugas dalam pembentukan kapasitas moralitas anak didik. Kualitas SDM Indonesia berada di bawah Vietnam. dan Afrika oleh TIMSS-R.

maka fokus pendidikan harus lebih memperhatikan penyiapan anak didik sehingga siap bekerja dan terampil selepas SLTA atau bahkan SLTP.Di tengah rupa-rupa perubahan yang terus terjadi saat ini dengan segala dampak yang ditimbulkannya. Seandainya energi kita lebih difokuskan pada bidang keterampilan untuk menyiapkan 85 persen penduduk agar mereka siap dan terampil bekerja secara profesional. diberi pelajaran tambahan berapa pun. imajinasi. tergantung bidang-bidang keterampilannya. dan pembentukan karakter) kurang mendapatkan. Jika potensi (IQ) siswa hanya 90 atau 100. mungkin kondisi Indonesia tidak akan separah sekarang. Memang.1 persen tingkat IQ tertinggi saja (bukan cerminan dari kondisi seluruh siswa Indonesia). namun dapat dipastikan bahwa mereka adalah bagian dari top 0. Namun kenyataannya. menghadirkan pendidikan yang berkarakter adalah pilihan mutlak. "Sudah puluhan tahun energi bangsa kita terbuang sia-sia untuk menciptakan manusia Indonesia yang menguasai IPTEK dengan segala beban kurikulum yang luar biasa beratnya´. "Barangkali tidak banyak yang menyadari bahwa sistem pendidikan di Indonesia sebetulnya hanya menyiapkan para siswa untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi atau hanya untuk mereka yang memang mempunyai bakat pada potensi akademik (ukuran IQ tinggi) saja. musik. mencintai pekerjaannya dan berkomitmen pada kualitas produksi yang tinggi. Selain itu. Kemampuanu untuk menguasai . beberapa siswa Indonesia bisa berprestasi mendapatkan hadiah olimpiade. Apabila strategi pendidikan ditujukan untuk menciptakan para pekerja yang handal (yang meliputi 85 persen penduduk). mayoritas siswa Indonesia khusunya Sumbar sejak usia SD sudah habis energinya mengikuti pelajaran yang dirancang supaya mereka tidak mampu mengikutinya. karena tujuan pendidikan diarahkan untuk mencetak anak pandai secara kognitif (yang menekankan pengembangan otak kiri saja dan hanya meliputi aspek bahasa dan logis-matematis). tidak akan bisa meningkatkan hingga 120. maka banyak materi pelajaran yang berkaitan dengan pengembangan otak kanan (seperti kesenian.

Hukum alam selalu menunjukkan bahwa di mana pun manusia di muka bumi ini. karena berdasarkan teori Howard Gardner tentang kecerdasan majemuk. Namun sebaliknya. artis. yang memiliki IQ di atas angka 120 tidak lebih dari 10 persen jumlah penduduk. manual (motorik). Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak di bangku sekolah dan kuliah. musisi. Kualitas produksi barang dan jasa pun sangat tergantung pada kualitas segmen penduduk yang mayoritas ini.emosi (kecerdasan emosi) yang merupakan buah dari pendidikan karekter lebih menentukan hasil pendidikan daripada kemampuan intelektual. "Ajang unjuk kebolehan siswa dengan berbagai keterampilan ini merupakan dukungan bagi dunia pendidikan anak agar mereka memiliki kemampuan yang lebih baik dan siap bertarung dalam mencari pekerjaan. Hal ini terlihat dari bobot mata pelajaran yang diarahkan kepada pengembangan dimensi akademik siswa yang sering hanya diukur dengan kemampuan logika-matematika dan abstraksi (kemampuan bahasa. Pendidikan Berkarakter adalah Solusi Wednesday Barangkali tidak banyak yang menyadari bahwa sistem pendidikan di Indonesia sebetulnya hanya menyiapkan para siswa untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi atau hanya untuk mereka yang memang mempunyai bakat pada potensi akademik (ukuran IQ tinggi) saja. diharapkan nantinya dapat mencetak para siswa yang berprestasi baik formal maupun nonformal". pemikir. menghafal. atau hal-hal lain yang sifatnya ³lebih konkrit´. tetapi dimensidimensi lainnya ±misalnya pekerjaan teknisi. potensi akademik hanyalah sebagian saja dari potensi-potensi lainnya. sebagian besar mereka ±yang kecerdasannya bukan pada dimensi akademik (ilmuwan. abstraksi atau ukuran IQ). Tantangannya adalah apakah penduduk mayoritas ini sudah dipersiapkan untuk dapat bekerja secara profesional sehingga dapat menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi. dan ahli strategis). Padahal ada banyak potensi lainnya yang perlu dikembangkan." "Dengan pola pembelajaran tersebut. .

namun dapat dipastikan bahwa mereka adalah bagian dari top 0. dalam hal kualitas produksi. Memang. Padahal. Berbeda dengan AS yang lebih mementingkan 10 persen siswa terpandai. Seandainya energi kita lebih difokuskan pada bidang keterampilan untuk menyiapkan 85 persen penduduk agar mereka siap dan terampil bekerja secara profesional. sistem pendidikan di negara justru menyiapkan seluruh siswa untuk dapat menjadi ilmuwan dan pemikir (filsuf). maka terlihat bahwa sistem pendidikan di Jepang ± terutama pendidikan dasar ² dianggap relatif tidak sulit dan menyenangkan bagi anak anak. akan masuk ke jenjang perguruan tinggi setelah menempuh ujian saringan perguruan tinggi yang sangat sulit. beberapa siswa Indonesia bisa berprestasi mendapatkan hadiah olimpiade. tidak akan bisa meningkatkan hingga 120. sehingga hanya dapat diikuti oleh 10 sampai 15 persen siswa terpandai saja atau mereka yang mempunyai IQ di atas 115. . Sudah puluhan tahun energi bangsa kita terbuang sia-sia untuk menciptakan manusia Indonesia yang menguasai IPTEK dengan segala beban kurikulum yang luar biasa beratnya. Lain halnya dengan Indonesia.Menurut Thurow.1 persen tingkat IQ tertinggi saja (bukan cerminan dari kondisi seluruh siswa Indonesia). strategi pendidikan Jepang justru sebaliknya. Sedangkan mereka yang sangat tinggi kemampuan akademisnya (yang populasinya tidak lebih dari 15 persen). sehingga seluruh mata pelajaran dirancang sedemikian rupa sulitnya. negara AS kalah dengan Jepang karena strategi pendidikan di Jepang lebih mementingkan bagaimana menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas dan profesional -yang merupakan bagian terbesar dari penduduk. diberi pelajaran tambahan berapa pun. yaitu terutama menyiapkan 50 persen siswa terbawah (dalam skala IQ) untuk menjadi tenaga kerja yang handal. jika potensi (IQ) siswa hanya 90 atau 100. mencintai pekerjaannya dan berkomitmen pada kualitas produksi yang tinggi. Dengan strategi seperti ini. mungkin kondisi Indonesia tidak akan separah sekarang.

Australia. dan Afrika oleh TIMSS-R. Sedangkan. satu peringkat di bawah Vietnam. Mengapa kualitas SDM kita sedemikian buruknya? Jelas sebabnya adalah para pemimpin Indonesia. Namun . tidak dengan cara memaksakan target perguruan tinggi ±supaya menjadi ilmuwan . maka fokus pendidikan harus lebih memperhatikan penyiapan anak didik sehingga siap bekerja dan terampil selepas SLTA atau bahkan SLTP. Kualitas SDM (Human Development Index) Indonesia ¶terjun bebas¶ berada di bawah Vietnam. Namun demikian. Mereka adalah para pekerja manual. Di sisi lain. percaya diri dengan kemampuannya dan mempunyai kualitas karakter lainnya yang mendukung. sehingga produk-produk mereka terkenal paling bagus kualitasnya di dunia. Yaitu dengan mendidik 60 persen penduduk terbawah dengan pendidikan keterampilan.Apa yang telah ditanam pemerintah (pemegang dan pembuat kebijakan) selama ini. pekerja keras. mereka tetap menyadari bahwa untuk mencetak manusia yang menguasai IPTEK hingga mampu menciptakan teknologi baru. menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat 34. atau nomor 4 terbawah (nomor 102 dari 106 negara). bukan saintis atau ilmuwan. Jerman dan Jepang terkenal dengan apprentice system (keterampilan) yang handal. tergantung bidang-bidang keterampilannya. perlupendidikan yang tepat bagi 15 persen terpandai (brain power) sehingga mereka siap masuk ke jenjang perguruan tinggi.kepada 85 persen lainnya. Hasil Survei PERC di 12 negara juga menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan terbawah. sejak merdeka hingga kini tidak mempunyai visi dan strategi yang jitu dalam membawa bangsa ini melesat jauh ke depan. karena dikerjakan oleh para pekerja yang terampil. hasil survey matematika di 38 negara Asia. Tentu saja Jerman dan Jepang juga memperhatikan perguruan tinggi untuk menampung 15 persen penduduk terpandai (yang daya abstraksi dan analitiknya tinggi). ternyata membuahkan hasil. Namun Jepang dan Jerman mempunyai strategi utama untuk mencetak tenaga kerja handal. Apabila strategi pendidikan ditujukan untuk menciptakan para pekerja yang handal (yang meliputi 85 persen penduduk).

termasuk juga mereka yang memasuki sekolah kejuruan (SMK). tidak ada apresiasi dan penghayatan yang dapat menumbuhkan kegairahan untuk belajar dan mendalami materi lebih lanjut. Hasilnya adalah generasi yang tidak percaya diri (apalagi kalau divonis dengan sistem ranking di sekolah). sehingga sempurnalah pencetakan SDM Indonesia yang berada di urutan terbawah. dan tidak berkarakter. pendekatan yang terlalu kognitif telah mengubah orientasi belajar para siswa menjadi semata-mata untuk meraih nilai tinggi. karena tujuan pendidikan diarahkan untuk mencetak anak pandai secara kognitif (yang menekankan pengembangan otak kiri saja dan hanya meliputi aspek bahasa dan logis-matematis).sembilan aspek kecerdasan). tidak terampil. Kalaupun ada. Selain itu. seperti mencontek. Selain itu. metode pembelajaran di kelas banyak yang menyalahi teori-teori perkembangan anak. Dalam hal ini. kerajinan. Mereka tumbuh dikondisikan oleh sebuah sistem yang salah. Mata pelajaran yang bersifat subject matter juga makin merumitkan permasalahan karena para siswa tidak melihat bagaimana keterkaitan antara satu mata pelajaran dengan yang . maka orientasinya pun lebih kepada kognitif (hafalan). maka banyak materi pelajaran yang berkaitan dengan pengembangan otak kanan (seperti kesenian. yaitu tidak menghargai pekerjaan manual yang memerlukan keterampilan. musik. menjiplak. terlebih jika lingkungannya menganggap bahwa simbol keberhasilan adalah memiliki gelar kesarjanaan ± bukan memiliki keterampilan kerja. Hal ini dapat mendorong para siswa untuk mengejar nilai dengan cara yang tidak jujur. tidak percaya diri. Celakanya. imajinasi. Aspirasi siswa yang keliru sejak dini sudah terbentuk. mayoritas siswa Indonesia sejak usia SD sudah habis energinya mengikuti pelajaran yang dirancang supaya mereka tidak mampu mengikutinya. tidak bisa bekerja. yang umumnya tidak mempunyai gairah untuk mencintai bidang keterampilannya karena merasa dicap bodoh. dan sebagainya.kenyataannya. dan ketekunan. dan pembentukan karakter) kurang mendapatkan perhatian (lihat bab mengenai bahasan multiple intelligences .

yang menurut David Orr adalah akar dari permasalahan yang ada: ³Isu-isu terbesar saat ini pasti berakar dari kegagalan kita untuk melihat segala sesuatu secara keseluruhan. Akibatnya. holistic approach to reality. sehingga tidak dapat memperbaiki masalah. Krishnamurti. terutama yang menyangkut bagaimana mempelajari manusia dan semua unsur-unsur peradabannya. adalah ³The highest function of education is to bring about an integrated individual who is capable of dealing with life as a whole´. masyarakat. seperti yang dikatakan oleh J. Sistem pendidikan seperti ini membuat manusia berpikir secara parsial. tetapi justru semakin memperburuknya. Inti pemikiran Fitjrof Capra adalah menekankan pentingnya untuk melihat segala sesuatu secara keseluruhan : ³multidisciplinary. dan kebudayaan telah begitu terkotak-kotak. perlu dilaksanakan reformasi pendidikan ke arah yang lebih kondusif untuk terciptanya kualitas SDM yang berkualitas. maka sudah seharusnya pendekatan yang sama diterapkan dalam bidang-bidang keilmuan lainnya.lainnya. Hal yang sama diungkapkan oleh Fitjrof Capra. terutama melalui pengenalan konsep pendidikan holistik (menyeluruh).´ Apabila dalam dunia fisika paradigma telah bergeser dari pendekatan mekanistik dan terfragmentasi dalam menelaah partikel-partikel benda mati ke arah pendekatan menyeluruh. Akibatnya banyak solusi yang dilakukan manusia dalam menghadapi berbagai segi kehidupan manusia didekati pula secara fragmented (parsial). Oleh karena itu. para siswa tidak mengerti manfaat dari materi yang dipelajarinya untuk kehidupan nyata. sehingga manusia tidak mampu melihat gambar keseluruhan (wholeness) dari setiap fenomena. . Kegagalan tersebut terjadi ketika kita terbiasa berpikir secara terkotak-kotak dan tidak diajarkan bagaimana untuk berpikir secara keseluruhan dalam melihat keterkaitan antar kotak-kotak tersebut. Tujuan pendidikan holistik. terkotak-kotak. bahwa betapa pengetahuan manusia tentang sains. atau untuk mempertanyakan bagaimana suatu kotak (perspektif) dapat terkait dengan kotak kotak lainnya´ (Clark1997). serta tidak relevan dengan kehidupan nyata.

sebuah sistem pendidikan yang berhasil adalah yang dapat membentuk manusia-manusia berkarakter yang sangat diperlukan dalam mewujudkan sebuah negara kebangsaan yang terhormat.: 1991). adalah untuk membuat manusia dapat berpikir secara menyeluruh serta menjadi manusia yang bijak (thoughtful and decent human being). bertetangga. Dengan munculnya tema atau kejadian yang alami ini akan terjadi suatu . Seperti menurut Socrates: "Then the man who's going to be a fine and good guardian of the city for us will in nature be philosophic. Sebuah kurikulum yang terkait. Pembelajaran holistik terjadi apabila kurikulum dapat menampilkan tema yang mendorong terjadinya eksplorasi atau kejadian-kejadian secara autentik dan alamiah.Sizer (1999) mengatakan bahwa tujuan pendidikan selain untuk mempersiapkan manusia untuk masuk ke dalam dunia kerja. pengembangan berpikir/kognitif. dan bernegara. Manusia yang terdidik seharusnya menjadi orang bijak. yang merupakan kurikulum terpadu yang ³menyentuh´ semua aspek kebutuhan anak. dan dapat hidup secara bijak dalam seluruh aspek kehidupan berkeluarga. Sejak 2500 tahun yang lalu Socrates telah berkata bahwa tujuan yang paling mendasar dari pendidikan adalah untuk membuat seseorang menjadi ³good and smart´. pengembangan karakter dan pengembangan persepsi motorik juga dapat teranyam dengan baik apabila materi ajarnya dirancang melalui pembelajaran yang terpadu dan menyeluruh (Holistik). dengan menampilkan tema-tema yang menarik dan kontekstual. tidak terkotak-kotak dan dapat merefleksikan dimensi. keterampilan. Karenanya. and strong" (Bloom. swift. A. Kurikulum Holistik Berkarakter Perlu menggunakan kurikulum berkarakter atau ³Kurikulum Holistik Berbasis Karakter´ (Character-based Integrated Curriculum). Bidang-bidang pengembangan yang ada di TK dan mata pelajaran yang ada di SD yang dikembangkan dalam konsep pendidikan kecakapan hidup yang terkait dengan pendidikan personal dan sosial. bermasyarakat. yaitu yang dapat menggunakan ilmunya untuk hal-hal yang baik (beramal shaleh). spirited.

Yaitu dengan: y Menerapkan metode belajar yang melibatkan partisipasi aktif murid. sistematis. Anak-anak didorong untuk berkolaborasi bersama teman-temannya dan belajar dengan ³cara´ mereka sendiri. bermakna. bereksplorasi dan berbagi gagasan. serta relevan dalam konteks kehidupannya (student active learning. . and acting the good. y Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif (conducive learning community) sehingga anak dapat belajar dengan efektif di dalam suasana yang memberikan rasa aman. tanpa ancaman. Pembelajaran holistik berlandaskan pada pendekatan inquiry dimana anak dilibatkan dalam merencanakan.proses pembelajaran yang bermakna dan materi yang dirancang akan saling terkait dengan berbagai bidang pengembangan yang ada dalam kurikulum. dan memberikan semangat. dan erkesinambungan dengan melibatkan aspek knowing the good. yaitu mengembangkan aspek fisik. penghargaan. kreativitas. emosi. dan guru-guru yang melaksanakannya memiliki pemahaman konsep pembelajaran terpadu dengan baik. y Memberikan pendidikan karakter secara eksplisit. Selain itu untuk membentuk manusia yang lifelong learners (pembelajar sejati). yaitu metode yang dapat meningkatkan motivasi murid karena seluruh dimensi manusia terlibat secara aktif dengan diberikan materi pelajaran yang konkrit. sosial. Anak-anak diberdayakan sebagai si pembelajar dan mampu mengejar kebutuhan belajar mereka melalui tema-tema yang dirancang. Selain itu juga dibutuhkan kreativitas dan bahan bahan/sumber yang kaya serta pengalaman guru dalam berlatih membuat modelmodel yang tematis juga sangat menentukan kebermaknaan pembelajaran. inquiry-based learning. contextual learning. integrated learning). loving the good. spiritual dan intelektual siswa secara optimal. Tujuan model pendidikan holistik berbasis karakter adalah mmben tuk manusia secara utuh (holistik) yang berkarakter. Sebuah pembelajaran yang holistik hanya dapat dilakukan dengan baik apabila pembelajaran yang akan dilakukan alami-natural-nyata-dekat dengan diri anak.

y Metode pengajaran yang memperhatikan keunikan masing-masing anak. terbawa emosi dalam suasana penuh aroma permusuhan. Pada jejaring sosial Facebook sejumlah siswa memaki gurunya dengan perkataan menyakitkan dan membuat sang guru meradang. apalagi akhir-akhir ini kelakuan brutal praktis muncul dari kalangan terpelajar. Mungkin suasana di sekolahan akhir-akhir ini bukan seperti tempat yang melahirkan kaum terpelajar yang mampu mengukur diri dan merumuskan identitas membangun masa depan. Perkelahian pelajar. Rasanya semakin banyak anak muda yang kehilangan identitas. bukan . perusakan fasilitas publik oleh demonstran-demonstran yang kurang menggunakan nalar budinya untuk menjalani hidup dalam suasana demokrasi yang sopan dan penuh unggah ungguh. ikut arus. Perkara moral memang membuat merinding. Pengetahuan yang diserap adalah pengetahuan riil yang bisa menjadi pemecah masalah masyarakat sekitarnya. mendorong siswa aktif hanya pada ranah kognitif. mengapa hangat dibicarakan saat terjadi tragedi moral yang menerpa sejumlah siswa dengan kelakuan siswa tidak ber´moral´. Pilih Pintar atau Berkarakter? Pendidikan karakter ramai dibicarakan orang untuk menunjang siswa menjadi sosok yang sopan dan bermoral. yaitu menerapkan kurikulum yang melibatkan juga 9 aspek kecerdasan manusia. Apapun bisa menjadi senjata untuk merusak fasilitas yang seharusnya dipelihara dan diperindah. 5. Beban siswa setiap hari terus bertambah saat guru-guru memasang target tinggi nilai kelulusan. Seluruh pendekatan di atas menerapkanprinsip-prinsip. membangun sekolah bertaraf internasional. Pihak sekolah akhirnya membuat keputusan mengeluarkan siswa dari sekolah tersebut. Padahal sebenarnya sekolah adalah tempat siswa berproses merumuskan jati dirinya menjadi manusia yang berwatak sosial dan toleran. Setelah siswa keluar dari lingkungan sekolah dia menjadi dirinya sendiri yang harus mampu menjadi bagian dari masyarakat seutuhnya. Rasanya setiap sekolah terlalu trobsesi untuk menaikkan peringkat sekolah.

Australia. Kebijakan konversi UAN dan nilai UAN sebagai satu-satunya tolok ukur kelulusan. seperti halnya negara Jepang dan bangsa maju lainnya seperti Singapura. Pendidikan hanyalah abstraksi dari tuntutan demi tuntutan yang harus dilewati siswa. Kadang sekolah hanya mengadopsi bentuk kurikulum tapi melupakan fasilitas yang menjadi hak siswa untuk mewujudkan pembentukan siswa berkarakter. Zuhud dalam kehidupan. ucapan. mengajar dan mendidik untuk mencari ridha Tuhan 4. Mungkin karena beratnya beban tugas menyebabkan siswa tidak sempat merenung dan mengambil inisiatif ditengah masyarakat yang sedang gamang oleh masalah yang membelit seperti korupsi. Berlaku adil terhadap peserta didik dan semua stakeholders pendidikan 7. Akibat kegamangan dan kecanggungan pelajar mereka mencari bentuk sendiri untuk melampiaskan kekesalannya akibat tugas-tugas yang menumpuk dari sekolah. Inggris. Jarang siswa di dorong untuk mencoba hadir ditengah masyarakat dan belajar dari kehidupan. Panyak anak usia sekolah turun ke jalan karena tidak ada pendampingan yang sistemik dari orang-orang di sekitarnya atau keluarganya. Lalu bentuk sekolah yang bagaimana yang ideal untuk membentuk generasi penerus yang berkarakter. Ukuran nilai menjadi bias dari subyektifitas yang juga berperan sentral.Tegas bertindak. Memiliki pengetahuan keagamaan yang luas dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara aktif 2. Indikator guru berkarakter 1. penyabar. Mempunyai watak dan sifat robbaniyah yang tercermin dalam pola pikir. profesional. dan tingkah laku 8.ekslusif dan identik dengan gambaran pelajar yang hanya berkutat pada buku dan tugas. Pemaaf. Meningkatkan kualitas keilmuan secara berkelanjutan 3. Jerman. Bersih jasmani dan rohani 5. Amerika. nepotisme dan kesenjangan sosial. dan jujur 6. Siswa hanya didorong untuk menjadi pintar tapi melupakan pendidikan proses yang menjadi hak siswa untuk bisa menggapai identitas diri yang sempurna. dan proporsional .

terbersit satu pertanyaan. µsebesar itu jugakah semangat kita untuk mengejar keunggulan karakter siswa-siswa kita?¶ Mengapa Karakter? Beberapa hadits berikut menunjukkan betapa pentingnya sekolah-sekolah kita untuk memperhatikan masalah pembentukan akhlak pada anak-anak didiknya: ³innama bu¶itstu liutammima makaarimal akhlaaq´ Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. (HR Malik) ³Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.Menumbuhkan kesadaran diri sebagai da¶i Pendidikan Berbasis Karakter Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat dinamis. bahwa: µPendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehat. kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi. kreatif. Nasrani atau Majusi. Memasuki Era Globalisasi menjadi satu tantangan tersendiri bagi pengelola pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum dan sarana pendidikan mereka dengan berbagai teknologi canggih agar bisa menghasilkan siswa yang mampu bersaing di Era µGlobal Village¶. keyakinan. berilmu. selalu bergerak. sebagaimana pemerintah kita mencanangkan dalam Pasal 3 UU No. dan menjadi warga . Tentunya kita semua berharap siswa-siswi yang dididik di sekolah kita menjadi hamba Allah yang beriman.9. cakap. Bahkan seharusnya setiap sekolah menjadikan kualitas akhlak/ karakter sebagai salah satu Quality Assurance yang harus dimiliki oleh setiap lulusan sekolahnya. mandiri. selalu terjadi perubahan dan pembaharuan. Ditengah begitu semangatnya berbagai lembaga pendidikan mengejar keunggulan teknologi. 20/2003.Tanggap terhadap berbagai kondisi yang mungkin dapat mempengaruhi jiwa. berakhlak mulia. dan pola pikir peserta didik 10.´ Sekolah adalah tempat yang sangat strategis bahkan yang utama setelah keluarga untuk membentuk akhlak/karakter siswa. Sekolah seolah terus berpacu memunculkan dan mengejar keunggulannya masing-masing.

maka tidak ada alasan bagi sekolah kita untuk menomor duakan keseriusan dalam upaya pembentukan akhlak/karakter dibanding keseriusan mengejar keunggulan teknologi. Tak kurang. mantan presiden USA yang mengatakan: ³To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society´ (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah anc aman mara-bahaya kepada masyarakat). Mahatma Gandhi memperingatkan tentang salah satu dari tujuh dosa fatal. 540 putra dan 127 putri. Bahkan banyak diantara mereka yang membuka situs porno di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah (Ketua Umum Badan Pengurus Nasional Asosiasi Warung Internet Indonesia.negara yang demokratis serta bertanggung jawab¶. Jika ternyata baiknya akhlak menjadikan sempurnanya iman. Dalam penelitiannya yang dilaksanakan pada tahun 2002-2003. mempublikasikan hasil penelitiannya di Kompas Cyber Media 18/05/2006). insya Allah merekapun akan lebih mudah kita pacu untuk mengejar prestasi lainnya. 25 Juli 2008. Media Indonesia) Herien Puspitasari (Disertasi Doktor IPB). Mendapatkan hasil yang mencengangkan: Dari 667 responden tersebut. bahwa jika anak didik kita memiliki akhlak/karakter yang baik. Rata-rata anak usia 11 tahun membuka situs porno untuk pertama kalinya. Dan sekarang resapilah hadits berikut: ³Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya diantara mereka. yaitu ³education without character´ (pendidikan tanpa karakter) Beberapa hasil penelitian dan survey berikut mungkin akan membuat dahi kita berkerut: 90% anak usia 8-16 tahun telah buka situs porno di internet. tidak kurang 10 persen para responden sudah melakukan hubungan seks bebas! . para peneliti. semuanya berasal dari siswa kelas 2 SMA dan SMK di Bogor. dan tokoh kelas dunia pun dengan jelas ikut menyuarakan pentingmya masalah pembentukan karakter ini: Theodore Roosevelt. Irwin Day. dengan menggunakan responden sejumlah 667 siswa (550 siswa Sekolah Negeri & 117 siswa Sekolah Swasta). Bahkan yakinlah.´ (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah).

dan SMA sebanyak 10. 4. Pada tahun 2003. penggunaan bahasa yang memburuk 6. yang paling mencengangkan adalah peningkatan jumlah pelajar SD pengguna narkoba. penurunan etos kerja 7. MELAKUKAN PEMBINAAN AKHLAK UNTUK MENGHINDARKAN BANGSA DARI KEHANCURAN! . jumlahnya baru mencapai 949 anak.662 anak. ketidak jujuran yang membudaya 3.Jumlah pengguna narkoba di lingkungan pelajar SD. Tapi data-data di atas cukup mewakili bagaimana potret anak usia sekolah di negeri ini. Meningkatnya kekerasan dikalangan remaja 2. namun tiga tahun kemudian atau tahun 2006. dan SMA pada tahun 2006 mencapai 15. Rinciannya. Jika kita cermati satu persatu tanda-tanda kehancuran di atas. jumlah itu meningkat tajam menjadi 1. semakin rendah rasa tidak hormat kepada kedua orang tua. SMP sebanyak 3. tanda-tanda kehancuran suatu bangsa antara lain: 1. menurunnya rasa tanggung-jawab individu dan warga negara 8. untuk tingkat SD sebanyak 1.326 anak. berapa point yang sudah muncul di bangsa kita? Sepertinya kita sepakat bahwa seluruhnya sudah tampak di bangsa kita! Akankah bangsa kita mengalami kehancuran? Jawabannya adalah µYA¶ bila bangsa kita tidak melakukan perbaikan. Tentunya masih banyak data dan fakta lain yang bisa kita ungkap. guru dan figure pemimpin. Dari data tersebut. Dan kita para pengelola sekolah dan para pendidik harus ikut melakukan langkah perbaikan.793 anak .793 anak. meningkatnya kecurigaan dan kebencian 5. SMP. Inilah peran strategis yang harus kita ambil. Menurut Thomas Lickona (1992). semakin kaburnya pedoman moral. meningginya perilaku merusak diri 9.543 anak.

rapih. 4. dan sifat santun diperoleh dengan latihan menjadi santun. Melibatkan peran-serta orangtua dan masyarakat dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan. SIT mengembangkan prinsip-prinsip pendidikan sebagai berikut: 1. Mengedepankan qudwah hasanah dalam membentuk karakter peserta didik. 8. Membangun budaya rawat. resik. kecerdasan. Mengintegrasikan nilai Islam ke dalam bangunan kurikulum.Peran Sekolah ³FithrataLlahil latii fatharan naasa µalaiha. 3. Menumbuhkan biah solihah dalam iklim dan lingkungan sekolah: menumbuhkan kemaslahatan dan meniadakan kemaksiatan dan kemungkaran.´ (HR Bukhari) Pendidikan menurut Pasal 1 Butir 1 UU 20/2003: ³Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. bangsa dan negara´ Pendidikan Karakter pada Sekolah Islam Terpadu (SIT) Sekolah Islam Terpadu menjadikan pendidikan karakter sebagai pilar utama dalam proses penyelenggaraannya. Menjadikan Islam sebagai landasan filosofis. masyarakat. Menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran untuk mencapai optimalisasi proses belajar mengajar. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah«´ (Ar Rum:30) ³Ilmu diperoleh dengan belajar. 7.´ ³«(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. 5. 6. Oleh karena itu. pengendalian diri. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. ringkas. . akhlak mulia. Laa tabdiila likhalqiLlah. kepribadian. Mengutamakan nilai ukhuwwah dalam semua interaksi antar warga sekolah. 2. sehat dan asri. runut.

Membangun Sikap Peduli: Islam selalu mengajarkan sikap peduli kepada orang lain. Dengan perilaku ibadah yang bersih. Menjamin seluruh proses kegiatan sekolah untuk selalu berorientasi pada mutu. Membangun karakter/pribadi yang saleh : selalu menegakkan nilai-nilai dan praktek ibadah. Islam mengajarkan pemeluknya untuk selalu berfikir dan berkarya. berfikir. Membentuk sikap dan kepribadian yang kuat berdasarkan prinsipprinsip nilai keilahiyahan. selalu menjauhi perilaku negatif dan destruktif 4. Untuk apa berperilaku baik. hewan dan lingkungan. Memompa semangat keilmuan dan karya. niscaya akan terbentuk karakter muttaqien. Mengapa harus berperilaku baik. Membentuk pandangan yang visioner . Bagaimana menerapkan pendidikan karakter di sekolah? Menurut Ratna Megawangi. tsabat. Sikap peduli akan melahirkan sikap yang selalu membangun dan memecahkan segala permasalahan sosial. 5. Dan apa manfaat berperilaku baik . istiqomah dan selalu berfihak dan membela al Haq. seorang muslim akan mampu menunjukkan sikapnya yang tegar. ada tiga tahap pembentukan karakter: MORAL KNOWING : Memahamkan dengan baik pada anak tentang arti kebaikan. 10. Doktrin Islam adalah: ´sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling memberi manfaat bagi orang lain´ 3. 2. SIT meyakini bahwa pendidikan Islam akan mampu: 1. Dengan aqidah yang benar. Pendidikan agama Islam mendidik dan mendisiplinkan pemeluknya untuk selalu taat beribadah kepada Allah SWT. bekerja dan bertindak untuk kepentingan masa depan. Founder Indonesia Heritage Foundation. Menumbuhkan budaya profesionalisme Nilai-nilai Islam menjadi inspirasi dan sekaligus pemandu utama dalam penyelenggaraan pendidikan di SIT.9.

Nilai-nilai ini penjabaran dari nilai-nilai yang diyakini sekolah. rendah hati 9.tanggung jawab 3. news untuk orang tua. merupakan . Hormat. siswa akan mencintai berbuat baik karena dorongan internal dari dalam dirinya sendiri. Kepemimpinan. Kemandirian . pelatihan. Membentuk karakter adalah dengan cara menumbuhkannya. dg segenap ciptaanNya 2. justru sebaliknya. kesatuan Tips untuk menerapkan pendidikan karakter di sekolah Berikut adalah tips untuk sukses menerapkan pendidikan berbasis karakter di sekolah: Memiliki nilai-nilai yang dianut dan disampaikan kepada seluruh stake holder sekolah melalui berbagai media : buku panduan untuk orang tua (dan siswa). Masih menurut Indonesia Heritage Foundation. suka menolong. gotong royong 6. bekerja keras 7. Moral action ini merupakan outcome dari dua tahap sebelumnya dan harus dilakukan berulang-ulang agar menjadi moral behavior Dengan tiga tahapan ini. Kejujuran. Percaya diri. keadilan 8. ada 9 pilar karakter yang harus ditumbuhkan dalam diri anak: 1. santun 5.MORAL FEELING : Membangun kecintaan berperilaku baik pada anak yang akan menjadi sumber energi anak untuk berperilaku baik. Kedamaian. Staf pengajar dan administrasi termasuk tenaga kebersihan dan keamanan mendiskusikan nilai-nilai yang dianut. Cinta Allah. proses pembentukan karakter akan jauh dari kesan dan praktik doktrinasi yang menekan. kreatif. MORAL ACTION : Bagaimana membuat pengetahuan moral menjadi tindakan nyata. Baik hati. Toleransi. Dermawan. bijaksana 4.

Memberikan dilema-dilema dalam mengajarkan suatu nilai. . menghasilkan anak didik yang berakhlak dan berkarakter baik tentunya sangat membahagiakan. Tentunya diperlukan GURU BERKARAKTER untuk menghasilkan SISWA BERKARAKTER. Pembiasaan penerapan nilai di setiap kesempatan Mendiskusikan masalah yang terjadi apabila ada pelanggaran Mendiskusikan masalah dengan orang tua apabila masalah dengan anak adalah masalah besar atau masalahnya tidak selesai Dari semua komponen sekolah. Anggota Guru Penulis Nasional (Agupena) Jabar). karena menjadi penyebab seseorang mendapatkan kebaikan itu lebih baik dari dunia dan seisinya!*** (Penulis adalah Wakasek SMPN Satu Atap 1 Cimerak. yang paling berperan mensukseskan program pendidikan berbasis karakter di sekolah. misalnya tentang kejujuran.Siswa dan guru mengembangkan nilai-nilai yang dianut di kelas masingmasing. Meski diperlukan kesabaran dan ketekunan. adalah GURU.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful