You are on page 1of 9

KATA PENGANTAR

Merujuk kepada kerangka acuan kerja Studi Penyusunan Konsep Standar


Operasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan, maka bersama ini atas
berkah dan rakhmat ALLAH SWT telah diselesaikan laporan antara (interim report)
pekerjaan Studi Penyusunan Konsep Standar Operasional Angkutan Sungai Danau
dan Penyeberangan tersebut yang sedang kami laksanakan saat ini.

Sesuai dengan kerangka acuan kerja, maka laporan antara ini berisi hal-hal yang
meliputi penjabaran pendahuluan studi, metodologi dan pendekatan teori yang
diterapkan dalam studi penyusunan konsep standar, gambaran umum kondisi
operasional angkutan SDP, hasil survey lapangan, analisa dan pembahasan awal dan
rencana kerja selanjutnya.

Sistematika pelaporan antara ini terdiri dari 5 (lima) bagian, di mana bagian 1
menyampaikan uraian pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, maksud dan
tujuan studi, ruang lingkup kegiatan dan uraian indikator keluaran. Sedangkan
bagian 2 menyampaikan tinjauan pustaka, bagian 3 menyampaikan metodologi
penyusunan konsep standar, bagian 4 menyajikan data hasi survey lapangan dan
analisa awal, dan pada bagian terakhir disampaikan rencana kerja selanjutnya.

Dalam kesempatan penyampaian laporan antara ini, kami tim konsultan


mengharapkan adanya masukan maupun saran untuk kesempurnaan rencana
pelaksanaan kegiatan sehingga akan dicapai hasil yang lebih optimal sebagaimana
diharapkan bersama.

Jakarta, Juli 2013.


Konsultan.

i
Abstrak
Penyelenggaraan angkutan SDP bertujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan
yang di antaranya terputus oleh perairan antar pulau untuk dapat dihubungkan oleh SDP
dengan selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien, serta mampu
memadukan transportasi lainnya, menjangkau seluruh pelosok wilayah daratan, untuk
menunjang pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas, sebagai pendorong, penggerak dan
penunjang pembangunan nasional dengan biaya terjangkau oleh daya beli masyarakat. Sistem
pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah akan dapat dilaksanakan dengan lebih sempurna
dan rinci apabila telah disusun suatu standar pelayanan minimal, yang pada pelaksanaannya
perlu didukung dengan Penetapan Kriteria yang dipatuhi oleh semua pihak termasuk
pemerintah, pengelola transportasi/operator serta masyarakat/pengguna jasa transportasi.
Kriteria inilah yang perlu ditindaklanjuti dan dibakukan dalam bentuk standar. Sehingga
standar operasional angkutan SDP perlu diwujudkan melalui penyusunan konsep dan
pengembangannya. Salah satunya dilakukan dengan pendekatan adopsi dan adaptasi.
Sedangkan penyusunannya sendiri mengikuti Pedoman Standarisasi Nasional (PSN) yang
diterbitkan oleh BSN. Dalam kaitan pelaksanaan studi penyusunan konsep standard
operasional kapal angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) telah dilakukan survey
dan analisis awal berdasarkan desain survey yang telah disusun sebelumnya. Identifikasi
permasalahan operasional dilakukan dengan sasaran solusi standarisasi dijumpai hal-hal yang
mencakup penjadwalan layar, penyediaan fasilitas akses penumpang penyandang cacat,
penyediaan fasilitas sandar, pengawakan kapal sungai, penanganan kondisi emergensi dsb.
yang hasilnya dipaparkan dalam laporan antara ini dan akan digunakan untuk bahan
penyusunan konsep standarnya dalam langkah program studi lebih lanjut.

Kata kunci : Angkutan kapal sungai, danau, dan penyeberangan; Konsep standar
operasional.

Abstract
Organizing transport for SDP aims to realize traffic and road transport including inter-island
by crossing the sea which to be linked by the SDP with safe, secure, fast, orderly and organized,

ii
comfortable and efficient, and able to integrate other transportation, reach all remote area, to
support equity, growth and stability, as a driver, driving and supporting national development
at affordable power. Coaching system by the government will be carried out with more detail if
perfect and has compiled a minimum service standards, which in practice must be supported by
the establishment criteria are adhered to by all stakeholders including government,
transportation managers / operators and the public / users of transport services. Criteria that
need to be followed and this is standardized in standard form. So that the standard SDP
transport operations need to be realized through the development of the concept and its
development. One of them made with the adoption and adaptation approaches. While the
preparation itself follows the National Standards Guidelines (PSN), published by BSN. In
regard to the implementation study drafting standard operating ship rivers, lakes, and ferries
transport (ASDP) has conducted a survey and preliminary analysis based on survey design that
had been developed previously. Identify operational problems done with the goal of
standardizing solutions found stuff that includes scheduling, providing passengers with
disabilities access facilities, provision of facilities for berthing, ship manning river, handling
emergency conditions and so on. that the results presented in this report and the material will
be used for the preparation of draft standards in program step further study.

Keywords: Transport for ship rivers, lakes, and ferries; concept of operational standards.

iii
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . i
ABSTRAK. . . . . . . . . . . ii
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . iv
DAFTAR TABEL . . . . . . . . . vi
DAFTAR GAMBAR . . . . . . . . . viii
DAFTAR LAMPIRAN. . . . . . . . . xi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang. . . . . . . . . 1
B. Maksud dan Tujuan . . . . . . . . 4
C. Batasan Kegiatan . . . . . . . . 4
D. Lingkup Pekerjaan . . . . . . . . 4
E. Indikator Keluaran dan Keluaran . . . . . . 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Gambaran Umum Penyusunan Standarisasi Nasional . . . . 6
1. Terminologi & Definisi Standar . . . . . . 6
2. Standar Operasi dan Standar Prosedur Operasi . . . . 10
3. Mekanisme Penyusunan Standarisasi Nasional . . . . 12
B. Gambaran Umum Operasional Angkutan SDP . . . . 13
1. Gambaran Umum Operasional Kapal . . . . . 13
2. Angkutan sungai dan danau . . . . . . 24
3. Angkutan penyeberangan . . . . . . . 26
C. Tinjauan Teori Standar Operasional Kapal Angkutan SDP . . . 34
1. Identifikasi kebutuhan standar operasional angkutan SDP . . 34
2. Standar Penjadwalan Kapal Penyeberangan. . . . . 35
3. Standar Pengawakan Kapal (Sungai dan Danau) . . . . 36
4. Standar Pelayanan Naik/Turun Kendaraan pada Kapal Penyeberangan . 37
5. Standar Penataan Muatan pada Kapal Penyeberangan . . . 39
6. Standar Pelayanan Penumpang Penyandang Cacat. . . . 40

iv
7. Standar Perencanaan Penanganan Kondisi Emergensi
pada Operasional Kapal Sungai, Danau dan Penyeberangan . . 42
8. Tinjauan standarisasi operasional angkutan SDP di beberapa Negara lain. 48

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Pendekatan dan Metodologi . . . . . . . 52
B. Lingkup Kajian . . . . . . . . 54
C. Pola dan Alur Pikir Kegiatan . . . . . . . 56
D. Pengumpulan Data . . . . . . . . 57
E. Instrumen Yang Digunakan . . . . . . . 58
F. Pelaporan & Rekomendasi . . . . . . . 60

BAB IV LAPORAN HASIL SURVEY DAN ANALISIS AWAL


A. Hasil Survey . . . . . . . . . 61
B. Analisis Awal . . . . . . . . . 126
C. Pembahasan Awal . . . . . . . . 131

BAB V LANGKAH LANJUT PROGRAM KERJA . . . . 134

Daftar Pustaka
Lampiran - Lampiran

v
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1 Data Sungai dan Danau 24
Tabel 2.2 Jumlah kapal sungai dan danau 25
Tabel 2.3 Karakteristik kapal sungai dan danau 25
Tabel 2.4 Jumlah kapal yang beroperasi menurut jenisnya 29
Tabel 2.5 Jumlah kapal yang beroperasi berdasarkan kepemilikan 29
Tabel 2.6 Kondisi Lintas Penyeberangan 30
Tabel 2.7 Lintas Penyeberangan Komersil 31
Tabel 2.8 Lintas Penyeberangan Perintis 32
Tabel 4.1 Dermaga lintas Merak – Bakauheni 61
Tabel 4.2 Kapal Ferry RO-RO yang beroperasi di lintas Merak - Bakauheni 62
Tabel 4.3 Kondisi kepadatan kapal pelabuhan Merak 63
Tabel 4.4 Data Dermaga di Danau Toba 73
Tabel 4.5 Ukuran Sungai Batanghari Sembilan – Sumatera Selatan 77
Tabel 4.6 Kondisi Dermaga Dalam Kota Palembang 79
Tabel 4.7 Spesifikasi Angkutan jenis ”Ketek” 83
Tabel 4.8 Spesifikasi Angkutan jenis ”speedboat” 85
Tabel 4.9 Spesifikasi Angkutan jenis ”Jukung”. 86
Tabel 4.10 Trayek Angkutan Sungai Provinsi Sumatera Selatan 94
Tabel 4.11 Nama wilayah sungai di Papua 97
Tabel 4.12 Nama, Panjang, Lebar dan Kecepatan Arus Sungai menurut 99
Kabupaten / Kota
Tabel 4.13 Jumlah dan Kondisi Dermaga di Papua 101
Tabel 4.14 Dermaga Danau di Papua 101
Tabel 4.15 Spesifikasi Angkutan jenis ”Kapal Motor”. 104
Tabel 4.16 Kondisi Alur Sungai Utama Di Propinsi Riau 107
Tabel 4.17 Rute Jaringan Transportasi Sungai untuk Penumpang di Perairan 112
Sungai Kampar.
Tabel 4.18 Jenis Kapal angkutan Sungai Kampar 113
Tabel 4.19 Jenis Kapal Penumpang Sandar di UPTD Pangkalan Kerinci 113
Tabel 4.20 Data Angkutan Penumpang di UPTD Pangkalan Kerinci 115
Tabel 4.21 Jarak Perjalanan Angkutan Penumpang di Sungai Siak (dalam km). 116
Tabel 4.22 Daftar jumlah kapal dan kapasitas angkut di penyeberangan 122
Padang Bai – Lembar awal Thn 2011
Tabel 4.23 Fasilitas pelabuhan Padang Bai dan Lembar 123
Tabel 4.24 Jumlah rata-rata angkutan per hari pada th. 2010 124
Tabel 4.25 Identifikasi Permasalahan Pada Pengoperasian Angkutan SDP yang 127
terkait dengan solusi Standarisasi
Tabel 4.26 Klasifikasi Permasalahan Standar 132

vi
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1 Diagram Penyusunan Standar Nasional 12
Gambar 2.2 Jaringan Pelayanan Penyeberangan di Wilayah Nusantara 28
Gambar 2.3 Lintasan Yang Dilayani PT. ASDP 30
Gambar 3.1 Tahapan Studi 53
Gambar 3.2 Pola Pikir Studi 56
Gambar 3.3 Alur Pikir Studi 57
Gambar 4.1 Lay Out Pelabuhan Merak 61
Gambar 4.2 Antrian kendaraan R2 di Pelabuhan Merak 65
Gambar 4.3 Antrian kendaraan kecil di Pelabuhan Merak 66
Gambar 4.4 Antrian truk di Pelabuhan Merak 66
Gambar 4.5 Kondisi naik turun penumpang di Merak 67
Gambar 4.6 Foto satelit Danau Toba (sumber : GoogleEarth) 67
Gambar 4.7 Kapal penyeberangan penumpang perairan danau Toba, 68
berlambung mono hull terbuat dari kayu, kapasitas 140
penumpang.
Gambar 4.8 Kapal penyeberangan kendaraan dan penumpang di perairan 69
danau Toba, berlambung mono hull type LCT terbuat dari baja,
kapasitas + 16 kendaraan dan 40 penumpang.
Gambar 4.9 Kapal penyeberangan kendaraan dan penumpang di perairan 69
danau Toba, berlambung Katamaran terbuat dari baja, kapasitas
+ 36 kendaraan dan 140 penumpang
Gambar 4.10 Kapal wisata untuk pesiar di perairan danau, berlambung mono 70
hull terbuat dari kayu, kapasitas 100 penumpang wistawan
Gambar 4.11 Kapal-kapal wisata type speedboat dan sepeda air 70
Gambar 4.12 Sebagian peralatan keselamatan berupa baju apung dan botol 74
pemadam kebakaran pada kapal penyeberangan danau
Gambar 4.13 Sungai Musi pada Kondisi Surut 77
Gambar 4.14 Tumpukan Sampah dan Enceng Gondok di Tepi Sungai 78
Gambar 4.15 Angkutan Jukung Berjajar Paralel Di Dermaga 16 Ilir 79
Palembang
Gambar 4.16 Angkutan Penumpang jenis Ketek di Pasar 16 Ilir Palembang 80
Gambar 4.17 Angkutan Penumpang (Speed Boat) di Pasar 16 Ilir Palembang 81
Gambar 4.18 Angkutan Barang Jenis Jukung 81
Gambar 4.19 Angkutan Penumpang Jenis Jukung 81
Gambar 4.20 Sarana Pelayanan Kesehatan Masyarakat ”Puskesmas 82
Keliling/Puskesmas Terapung”
Gambar 4.21 Angkutan Sungai Jenis “Ketek”. 83
Gambar 4.22 Angkutan Penumpang jenis Speed Boat (Mini) 84
Gambar 4.23 Angkutan Penumpang jenis Speed Boat (2x200 PK). 84
Gambar 4.24 Angkutan Barang Jenis ”Jukung” 86
Gambar 4.25 Bus Air jenis Jukung 87

vii
Gambar 4.26 Trayek Angkutan Palembang - Sungai Ogan dan Komering 89
Gambar 4.27 Trayek Angkutan Palembang – Muara Sugihan 89
Gambar 4.28 Angkutan Sungai Palembang - Lalan dan Sekitarnya 90
Gambar 4.29 Deretan Kapal Jukung di Dermaga 16 Ilir Palembang 91
Gambar 4.30 Trayek Angkutan Sungai Palembang - Musi Hulu 92
Gambar 4.31 Trayek Angkutan Palembang – Sungai Lumpur 93
Gambar 4.32 Trayek Angkutan Palembang – Muara Sugihan 93
Gambar 4.33 Peta Rute Angkutan Sungai Di Sumatera Selatan 95
Gambar 4.34 Jaringan Pelayanan Transportasi Sungai 96
Gambar 4.35 Peta Wilayah Sungai 97
Gambar 4.36 Aliran Sungai Mamberamo 98
Gambar 4.37 Dermaga/ Pelabuhan Beton 100
Gambar 4.38 Pelabuhan Rakyat Merauke 102
Gambar 4.39 Jenis angkutan sungai didaerah selatan Papua 102
Gambar 4.40 Jenis kano yang digunakan sebagai angkutan air 103
Gambar 4.41 Jenis kole -kole yang menggunakan semang ( cadik ). 103
Gambar 4.42 Postur Danau Sentani 104
Gambar 4.43 Kapal Bantuan Pemerintah untuk Transportasi Danau Sentani 105
Gambar 4.44 Kapal Penyeberangan di Danau Sentani 105
Gambar 4.45 Speed Boat Kelas 40 PK 114
Gambar 4.46 Speed Boat Kelas 80 PK 114
Gambar 4.47 Speed Boat Kelas 200 PK 114
Gambar 4.48 Sungai Siak, di sepanjang wilayah Kota Pekanbaru, dan 118
Kabupaten Siak
Gambar 4.49 Posisi Alur Pelayaran Pekanbaru – Siak
Gambar 4.50 Penampang Sungai Siak bagian Tanjung Dukuh, Pekanbaru 119
Gambar 4.51 Penampang Sungai Siak bagian Perawang, Siak 119
Gambar 4.52 Penampang Sungai Siak Bagian Sri Indrapura, Siak 120
Gambar 4.53 Citra satelit pelabuhan Padang Bai 121
Gambar 4.54 Lay out pelabuhan penyeberangan Padang Bai 121
Gambar 4.55 Kondisi fasilitas akses penumpang yang tidak berfungsi di 123
pelabuhan penyeberangan Padang Bai

viii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampira 1 Draft Outline Konsep Standar


n
Lampira 2 Contoh Penjadwalan Kapal Penyeberangan Lintas Merak-
n Bakauheni

Lampira 3 Contoh Daftar Sarana Kapal Penyeberangan Pada Lintas


n Padang Bai -Lembar

Lampira 4 Contoh Laporan Produksi Lintas Padang Bai - Lembar


n
Lampira 5 Contoh Penjadwalan Kapal Penyeberangan Lintas Padang Bai -
n Lembar

Lampira 6 Matrik Identifikasi Parameter Standar, Adopsi dan Adaptasi


n
Lampira 7 Contoh Bahan Adopsi Terkait Standar Pelayanan Naik/Turun
n Muatan Kapal Ro-Ro

Lampira 8 Contoh Bahan Adopsi Terkait Standar Penjadwalan Kapal


n Penyeberangan

ix