You are on page 1of 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

NUTRISI IBU HAMIL

Topik : Nutrisi ibu hamil dan peran pelayanan kesehatan pada ibu
hamil
Sub Topik : Gizi seimbang ibu hamil serta peran pelayanan kesehatan
Hari/Tanggal : Minggu / 13 Mei 2018
Waktu / Jam : 60 Menit / 10.00 – 10.30 WIB
Tempat : Balai Desa Seahtera Kecamatan Damai
Peserta : Kelompok ibu hamil di Sejahtera Kecamatan Damai
Penyuluh : Rahma Amalia Syafitri dan Is naning Tyas SKM

I. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu hamil di Desa Sejahtera
Kecamatan Damai mampu mengetahui dan memahami asupan nutrisi yang
baik selama kehamilan serat pentingya kehamilan di pelayanan kesehatan

II. TUJUAN KHUSUS


Setelah diberikan penyuluhan selama 60 menit Ibu hamil di Desa Sejahtera
Kecamatan Damai mampu :
1. Menjelaskan tentang Nutrisi Ibu Hamil
2. Menjelaskan tentang jenis jenis makanan ibu hamil
3. Menjelaskan tentang cara mencegah terjadi anemia pada ibu hamil
4. Menjelaskan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan di pelayanan
kesehatan
5. Menjelaskan tentang peran pelayanan kesehatan pada ibu hamil

III. MATERI
A. Nutrisi Ibu Hamil
B. Jenis Jenis Makanan Ibu Hamil
C. Cara Mencegah Terjadi Anemia Pada Ibu Hamil
D. Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan Di Pelayanan Kesehatan
E. Peran Pelayanan Kesehatan Pada Ibu Hamil

III. MEDIA
Leaflet
Slide

IV. METODE
Ceramah dan tanya jawab

V. PENGORGANISASIAN
1. Fasilitator : Della Afrianti
2. Moderator : Hisni Suhaila
3. Penyuluh : Rahma Amalia S. dan Is Naning Tyas SKM
4. MC : Ana Putri Sanjaya
5. Notulen : Febriyan Ariyadi
6. Peserta :Ibu Hamil di Desa Sejahtera Kecamatan Damai

VI. KEGITAN PEYULUHAN


No Tahapan waktu Kegiatan pembelajaran Kegiatan peserta
1 Pembukaan 1. Mengucapkan 1. Menjawab
(10 menit) salam 2. Mendengarkan
2. Memperkenalkan dan
diri memperhatikan
3. Kontrak waktu 60 3. Menyetujui
menit 4. Mendengarkan
4. Menjelaskan dan
tujuan memperhatikan
pembelajaran 5. Mendengarkan
5. Sambutan ketua dan
RW dan Kader memperhatikan
PKK
2 Kegiatan Inti 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan
( 40 menit ) tentang Nutrisi Ibu dan
Hamil memperhatikan
2. Menjelaskan 2. Mendengarkan
tentang jenis jenis dan
makanan ibu hamil memperhatikan
3. Menjelaskan 3. Mendengarkan
tentang cara dan
mencegah terjadi memperhatikan
anemia pada ibu 4. Mendengarkan
hamil dan
4. Menjelaskan memperhtikan
tentang pentingnya 5. Mendengarkan
pemeriksaan dan
kehamilan di memperhtikan
pelayanan 6. Warga bertanya
kesehatan
5. Menjelaskan
tentang peran
pelayanan
kesehatan pada ibu
hamil
6. Memberikan
kesempatan warga
untuk bertanya

3 Penutup 1. Mengajukan 3 1. Menjawab


(10 menit ) pertanyaan tentang 2. Mendengarkan dan
materi memperhatikan
pembelajaran. 3. Mendengarkan
2. Kesimpulan dari 4. Mendengarkan.
pembelajaran
3. Doa
4. Salam penutup
VI. EVALUASI :
1. Kriteria Struktur
1) Kontrak waktu dan tempat diberikan sebelum acara dilaksanakan.
2) Kesiapan SAP
3) Kesiapan media: leaflet dan PPT
4) Peserta hadir di tempat penyuluhan minimal 7 orang
5) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan
2. Kriteria Proses
1) Fase dimulai sesuai waktu yang direncanakan
2) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
3) Peserta mengajukan pertanyaan
4) Penyuluh, fasilitator dapat menjawab pertanyaan dari peserta
5) Suasana penyuluhan tertib dan tenang
6) Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
7) Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job description
3. Kriteria Hasil
1) Peserta yang mengikuti penyuluhan ini minimal 7 orang
2) Peserta dapat mengikuti acara penyuluhan dari awal sampai akhir
3) Acara dimulai tepat waktu tanpa kendala
4) Peserta mengikuti kegiatan sesuai dengan aturan yang telah dijelaskan
5) Peserta terbukti memahami materi yang telah disampaikan penyuluh
dilihat dari kemampuan menjawab pertanyaan penyuluh dengan benar.
MATERI PENYULUHAN
NUTRISI IBU HAMIL

Nutrisi pada ibu hamil seringkali tidak di penuhi dengan baik dan benar.
Banyak kalangan ibu hamil tidak mnegetahui nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Padahal nutrisi pada ibu hamil sangat penting untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin. Oleh sebab itu hamil diharuskan mengetahui nutrisi yang
tepat untuk dikonsumsi selama kehamilan.
Pentingnya gizi pada ibu hamil
 Untuk memenuhi zat-zat gizi janin dalam kandungan dan kebutuhan gizi
sang ibu sendiri
 Meningkatkan berat badan janin dalam kandungan
 Mengurangi resiko dan komplikasi pada ibu.
 Menghinadari terjadinya komplikasi anemi dan praklamsi
 Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak menjadi sempurna
(Hamilton, Persisi Mery. 1995)

Jenis makan untuk ibu hamil


a. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk
menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
b. Protein Protein sangat diperlukan untuk membangun, memperbaiki,
dan mengganti jaringan tubuh. Ibu hamil memerlukan tambahan
nutrisi ini agar pertumbuhan janin optimal. Protein dapat Anda
dapatkan dengan mengkonsumsi tahu, tempe, daging, ayam, ikan,
susu, dan telur. sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari
daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
c. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan
sayur – sayuran.
d. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan
jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia,
biji – bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk
susu.
e. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi
Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan
susu.

f. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat.


Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan,
minyak sayur dan sayuran hijau.

g. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah,
banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam,
kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat
dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama
hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama
kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan
otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak
janin.

h. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta


melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu
hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari
tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan
kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu
serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin,
seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C.

Jenis makanan untuk mencegah anemia pada ibu hamil

Bahan makanan yang mengandung zat besi


1. Umbi : beras ketan hitam.
2. Kacang-kacangan, biji-bijian dan hasil olahannya : kacang kedelai (kering
dan basah), kacang hijau, kacang merah, (segar rebus, kering rebus),
kecap, ketumbar, oncom kedelai, oncom pepes, tempe kedelai murni.
3. Daging dan hasil olahannya : ayam, hati sapi, daging sapi, usus sapi, otak.
4. Telur dan hasil olahannya : telur ayam, kuning telur ayam, telur bebek.
5. Ikan, kerang, udang dan hasil olahannya.
6. Sayur dan olahannya : bayam (segar, kukus), daun bawang, daun kacang
panjang, daun ubi jalar, daun katuk, daun singkong (rebus), daunt alas,
kangkung (rebus), selada air, pecai.
7. Buah-buahan : alpukat, belimbing, jambu biji, durian, kedondong, pepaya,
salak, pisang siam
8. Susu dan hasil olahannya : keju, susu kambing, susu sapi
9. Serba-serbi : daun cincau, jahe, kunyit, serbuk coklat, teh, coklat manis
dan batang.
10. Makanan jajanan : bacang (1bh), bika ambon (1 pt), bakso (1 ps), gado-
gado, karedok, keripik tempe goreng, siomay, toge goreng dan tempe
goreng.

Pentingnya pelayanan kesehatan pada ibu hamil


Pemeriksaan kehamilan ini penting karena berguna dalam
 Mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu.
 Memonitor kesehatan ibu dan janin supaya persalinannya aman.
 Agar tercapainya kesehatan bayi yang optimal.
 Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan keehatan ibu dan
tumbuh kembang janin.
 Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, maternal, dan sosial
ibu bayi.
 Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama
kehamilan, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan
pembedahan.
 Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu
maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
 Mempersiapkan peran ibu daan keluarga dalam menerima kelahiran bayi
agar dapat tumbuh kembang secara normal.
 Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu
Peran peelayanan kesehatan pada ibu hamil
1. Timbang Berat Badan dan Tinggi Badan
Pertambahan berat badan yang normal pada ibu hamil yaitu berdasarkan
masa tubuh (BMI: Body Mass Index) dimana metode ini untuk menentukan
pertambahan berat badan yang optimal selama masa kehamilan, karena
merupakan hal yang penting mengetahui BMI wanita hamil. Total
pertambahan berat badan pada kehamilan yang normal 11,5-16 kg. adapun
tinggi badan menentukan ukuran panggul ibu, ukuran normal tinggi badan
yang baik untuk ibu hamil antara lain >145 cm. Rekomendasi WHO pada
wanita dinegara berkembang, kenaikan BB selama kehamilan 5-9 kg atau
minimal 1 kg setiap bulan selama 2 trimester terakhir kehamilan.

2. Ukur Tekana Darah


Pengukuran tekanan darah/tensi dilakukan secara rutin setiap ANC,
diharapkan tenakan darah selama kehamilan tetap dalam keadaan normal (120
/ 80 mmHg). Hal yang harus diwaspadai adalah apabila selama kehamilan
terjadi peningkatan tekanan darah (hipertensi) yang tidak terkontrol, karena
dikhawatirkan dapat terjadinya preeklamsia atau eklamsia (keracunan dalam
masa kehamilan) dan dapat menyebabkan ancaman kematian bagi ibu dan
janin / bayinya. Hal yang juga harus menjadi perhatian adalah tekanan darah
rendah (hipotensi), seringkali disertai dengan keluhan pusing dan kurang
istirahat.

3. Ukur Tinggi Fundus Uteri


Pada seorang ibu hamil untuk menentukan usia kehamilan dilakukan
pemeriksaan abdominal/perut secara seksama. Pemeriksaan dilakukan
dengan cara melakukan palpasi (sentuhan tangan secara langsung di perut ibu
hamil) dan dilakukan pengukuran secara langsung untuk memperkirakan usia
kehamilan, serta bila umur kehamilan bertambah.
Usia Kehamilan TFU dalam cm Tinggi Fundus Uteri
28 Minggu 25 cm 3 Jari diatas pusat
Pertengahan pusat dengan processus
32 Minggu 27 cm
xyphoideus
36 Minggu 30 cm 1 jari dibawah processus xyphoideus
40 Minggu 33 cm 3 jari dibawah processus xyphoideus

Pemeriksaan ini dilakukan pula untuk menentukan posisi, bagian


terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul, untuk
mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. Pemantauan ini
bertujuan untuk melihat indikator kesejahteraan ibu dan janin selama masa
kehamilan.

4. Pemberian Tablet Zat Besi (min 90 tablet)


Wanita hamil cenderung terkena anemia (kadar Hb darah rendah) pada 3
bulan terakhir masa kehamilannya, karena pada masa itu janin menimbun
cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama
sesudah lahir. Anemia pada kehamilan dapat disebabkan oleh meningkatnya
kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin, kurangnya asupan zat besi pada
makanan yang dikonsumsi ibu hamil, pola makan ibu terganggu akibat mual
selama kehamilan, dan adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi
(Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi.
Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan hambatan pada pertumbuhan
janin baik sel tubuh maupun sel otak, kematian janin, abortus, cacat bawaan,
BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), anemia pada bayi yang dilahirkan, lahir
prematur, pendarahan, rentan infeksi. Defisiensi besi bukan satu-satunya
penyebab anemia, tetapi apabila prevalensi anemia tinggi, defisiensi besi
biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling dominan. Pertimbangan itu
membuat suplementasi tablet besi folat selama ini dianggap sebagai salah satu
cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia. Anemia dapat
diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD).
Kepada ibu hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari
berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200
mg ferrosulfat, setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0.25 mg asam
folat.
5. Pemberian imunisasi Tetanus Toxoid
Salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka
kematian bayi atau neonatus yang disebabkan oleh penyakit tetanus, maka
dilakukan kegiatan pemberian imunisasi TT.

Manfaat dari imunisasi TT ibu hamil diantaranya:

1. Melindungi bayi yang baru lahir dari penyakit tetanus neonatorum.


Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada
neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh
clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan
menyerang sistim saraf pusat.
2. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka.

Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari
program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal (pada ibu
hamil) dan tetanus neonatorum (bayi berusia kurang dari 1 bulan).

Pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali, dengan dosis


0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan (dalam otot atau dibawah kulit).
Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk
mendapatkan imunisasi TT lengkap. TT1 dapat diberikan sejak di ketahui
postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil
ke sarana kesehatan. Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2
adalah minimal 4 minggu.

Pemberian imunisasi tetanus toxoid pada kehamilan umumnya diberikan 2


kali saja, imunisasi pertama diberikan pada usia kehamilan 16 minggu untuk
yang kedua diberikan 4 minggu kemudian.. akan tetapi untuk memaksimalkan
perlindungan maka dibentuk program jadwal pemberian imunisasi pada ibu
hamil.

Imunisasi TT 0,5 cc

Antigen Interval (Selang Lama Perlindungan %


Waktu Minimal) Perlindungan
Pada kunjungan
TT 1 antenatal – –
pertama
4 minggu setelah
TT2 3 tahun* 80
TT1
6 bulan setelah
TT3 5 tahun 95
TT2
1 tahun setelah
TT4 10 tahun 99
TT3
1 tahun setelah
TT5 25 ahun 99
TT4

6. Tes laboratorium
Tes laboratorium sederhana yang dilakukan saat pemeriksaan kehamilan
adalah pemeriksaan Hb untuk menilai status anemia atau tidak pada ibu
hamil. Sebaiknya pemeriksaan Hb ini dilakukan sejak trimester I, sehingga
apabila ditemukan kondisi anemia akan dapat segera diterapi dengan tepat.

Apabila didapatkan resiko penyakit lainnya saat kehamilan seperti darah


tinggi/hipertensi dan kencing manis/diabetes melitus, maka dapat dilakukan
tes laboratorium lainnya seperti tes fungsi ginjal, kadar protein (albumin dan
globulin), kadar gula darah dan urin lengkap.

Tes laboratorium dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ibu hamil
saat melakukan pemeriksaan kehamilan dan bertujuan untuk mengatasi risiko
penyakit lain selama kehamilan. Sehingga ketika waktu persalinan dapat
berlangsung dengan aman dan sehat.

7. Tes Terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS)

Ibu hamil resiko tinggi terhadap PMS, sehingga dapat mengganggu saluran
perkemihan dan reproduksi. Upaya diagnosis kehamilan dengan PMS di
komunitas adalah melakukan diagnosis pendekatan gejala, memberikan
terapi, dan konseling untuk rujukan. Hal ini bertujuan untuk melakukan
pemantauan terhadap adanya PMS agar perkembangan janin berlangsung
normal.

8. Status gizi ibu


Untuk mengetahui status gizi ibu hamil, haruslah dilakukan beberapa
pengukuran. Bidan / dokter saat pemeriksaan masa kehamilan akan
melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA).Pengukuran LILA
dilakukan pada wanita usia subur (15-45 tahun) dan ibu hamiluntuk
memprediksi adanya kekurangan energi dan protein yang bersifat kronis atau
sudah terjadi dalam waktu lama.

Pengukuran LILA dilakukan dengan melingkarkan pita LILA sepanjang


33 cm, atau meteran kain dengan ketelitian 1 desimal (0,1 cm). Saat
dilakukan pengukuran, ibuhamil pada posisi berdiri dan dilakukan pada titik
tengah antara pangkal bahu dan ujung siku lengan kiri, jika ibu hamil yang
bersangkutan tidak kidal.

Sebaliknya jika dia kidal, pengukuran dilakukan pada lengan kanan. Hal
ini dilakukan untuk memperkecil bias yang terjadi, karena adanya
pembesaran otot akibat aktivitas, bukan karena penimbunan lemak. Demikian
juga jika lengan kiri lumpuh, pengukuran dilakukan pada lengan kanan.

Dengan pengukuran LILA dapat digunakan untuk deteksi dini dan


menapis risiko bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Setelah melalui
penelitian khusus untuk perempuan Indonesia, diperoleh standar LILA
sebagai berikut :

1. Jika LILA kurang dari 23,5 cm, berarti status gizi ibuhamil kurang,
misalnya kemungkinan mengalami KEK (Kurang Energi Kronis) atau
anemia kronis, dan berisiko lebih tinggi melahirkan bayi BBLR.
2. Jika LILA sama atau lebih dari 23,5 cm, berarti status gizi ibuhamil baik,
dan risiko melahirkan bayi BBLR lebih rendah.
9. Letak presentase bayi dan djj
Dalam melakukan pemeriksaan fisik saat kehamilan, bidan / dokter akan
melakukan suatu pemeriksaan untuk menentukan posisi janin, terutama saat
trimester III atau menjelang waktu prediksi persalinan. Selain itu, akan
dilakukan pula pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ) sebagai acuan untuk
mengetahui kesehatan ibu dan perkembangan janin, khususnya denyut
jantung janin dalam rahim. Denyut jantung janin normal permenit adalah
sebanyak 120-160 kali. Pemeriksaan denyut jantung janin harus dilakukan
pada ibu hamil, dan denyut jantung janin baru dapat didengar pada usia
kehamilan 16 minggu / 4 bulan.

Alat yang sering digunakan dalam menentukan posisi janin dan denyut
jantung janin saat ini adalah USG (Ultra Sono Grafi). USG adalah suatu alat
dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik
(gelombang yang memiliki frekuensi yang tinggi yaitu 250 kHz – 2.000 kHz)
yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. USG ini aman
untuk janin dan sang ibu.

10. Temu wicara dan Tata Laksana Kasus


Memberikan konsultasi atau melakukan kerjasama penanganan
tindakan yang harus dilakukan oleh bidan atau dokter dalam temu wicara,
antara lain :
1. Merujuk ke dokter untuk konsultasi, menolong ibu menentukan pilihan
yang tepat.
2. Melampirkan kartu kesehatan ibu beserta surat rujukan
3. Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat hasil
rujukan
4. Meneruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan
5. Memberikan asuhan Antenatal (selama masa kehamilan)
6. Perencanaan dini jika tidak aman melahirkan dirumah
7. Menyepakati diantara pengambil keputusan dalam keluarga tentang
rencana proses kelahiran
8. Persiapan dan biaya persalinan
Sumber :
Lela nur lela. 2015. SAP Nutrisi pada Ibu Hamil. Wordpress.com. update 10 mei
2018. Pukul 17. 45 WIB. (acces online).
https://lelanurlela29.wordpress.com/2015/04/16/sap-nutrisi-pada-ibu-
hamil/
Yopi sopiandi. 2018. Sap Nutrisi ibu hamil. Academia.edu. update 10 mei 2018.
Pukul 17 40 WIB. (acces online).
https://www.academia.edu/7191225/Satuan_Acara_Penyuluhan_nutrisi_pa
da_ibu_hamil

Anti Nurmala. 2015. Satuan Acara Penyuluhan. Wordpress.com. update 10 Mei.


Pukul 17.54 WIB. (acces online).
https://antinurmala92.wordpress.com/2015/10/02/14/

Warung Bidan. 2014. Satuan Acara Penyuluhan (Sap) Pentingnya Pemeriksaan


Kehamilan. Blogspot.co.id. Update 10 Mei 2018. Pukul 17.57 WIB.
(acces online). http://warungbidan.blogspot.co.id/2016/05/satuan-acara-
penyuluhan-sap-pentingnya.html

SATUAN ACARA PENYULUHAN NUTRISI IBU HAMIL


PADA KELOMPOK IBU HAMIL
DI DESA SEJAHTERA KECAMATAN DAMAI
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK II

DELLA AFRIANTI P27820716004 ANA PUTRI S P27820716027


LILIS INDAH SARI P27820716008 IS NANING TYAS P27820716031
RAHMA AMALIA P27820716012 FEBRIYAN A. P27820716034
HISNI SUHAILA P27820716017 BAGAS M. P27820716035
NINDYA RAMA P27820716022 SISILIA SEKAR P2782071603

POLITEKNIK KEMENTERIAN KESEHATAN SURABAYA


PRODI DIV KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2017/201