You are on page 1of 5

STEP 1

1. Terapi
- Aktivitas terapi adalah serangkaian gerak fisik yang dilakukan di dalam usaha:
a. Penyembuhan atau meningkatkan kualitas hidup penderita,
b. Mengelola penyakitnya dan menunda atau
c. Meniadakan komplikasi yang akan ditimbulkannya.

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Olahraga%20Terapi.pdf

2. Evidence based medicine


“EBP is the integration of clinical expertise, patient values, and the best research evidence into
the decision making process for patient care. Clinical expertise refers to the clinician's cumulated
experience, education and clinical skills. The patient brings to the encounter his or her own
personal and unique concerns, expectations, and values. The best evidence is usually found in
clinically relevant research that has been conducted using sound methodology.”
Sackett, D. Evidence-based Medicine - What it is and what it isn't. BMJ 1996; 312:71-72.

http://libguides.gwumc.edu/ebm

3. Prognosis
A prognosis refers to a prediction of the course and outcomes of a condition.
https://writingexplained.org/prognosis-vs-diagnosis-difference

4. Diagnosis
It means an identification of a condition by observation of symptoms.
https://writingexplained.org/prognosis-vs-diagnosis-difference

5. Critical appraisal
- Critical appraisal is the process of carefully and systematically examining research to judge
its trustworthiness, and its value and relevance in a particular context.
Amanda Burls MBBS BA MSc FFPH Director of the Critical Appraisal Skills Programme, Director of
Postgraduate Programmes in Evidence-Based Health Care, University of Oxford

http://www.bandolier.org.uk/painres/download/whatis/What_is_critical_appraisal.pdf

6. Randomized controlled trial


A randomized controlled trial (RCT) is an experimental form of impact evaluation in which the
population receiving the programme or policy intervention is chosen at random from the eligible
population, and a control group is also chosen at random from the same eligible population. It
tests the extent to which specific, planned impacts are being achieved. The distinguishing
feature of an RCT is the random assignment of units (e.g. people, schools, villages, etc.) to the
intervention or control groups. One of its strengths is that it provides a very powerful response
to questions of causality, helping evaluators and programme implementers to know that what is
being achieved is as a result of the intervention and not anything else.
https://www.unicef-irc.org/KM/IE/impact_7.php

7. PICO
- Defining a clinical question in terms of the specific patient problem aids the searcher in
finding clinically relevant evidence in the literature. The PICO Model is a format to help
define your question.
https://researchguides.uic.edu/c.php?g=252338&p=3954402

The first stage of any evidence-based practice process is formulating an answerable


question. This forms the foundation for quality searching. A well-formulated question will
facilitate the search for evidence and will assist you in determining whether the evidence is
relevant to your question.
An answerable question has a format that follows the PICO concept. The acronym translates to:

 P – Populations/People/Patient/Problem

 I – Intervention(s)

 C – Comparison

 O – Outcome

http://guides.lib.purdue.edu/c.php?g=352904&p=2378098
8. Blind
9. Sumber primer
10. Valid
11. Layak rujuk
12. Klinis
STEP 2

1. Apa Tujuan dari EBM ?


- Membantu klinisi memberikan pelayanan medis yang lebih baik agar diperoleh hasil klinis
(clinical outcome) yang optimal bagi pasien
- Pengambilan keputusan klinis lebih efektif, aman, reliable, efisien dan cost-effective
- Memberikan pengembangan berbasis bukti dari riset yang menggunakan metodologi
yang benar
- Mengembalikan fokus perhatian dokter dari pelayanan medis berorientasi penyakit ke
pelayanan medis berorientasi pasien (patient-centered medical care)

Sumber : PDF oleh Prof. Bhisma Murti Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas
Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

2. Apa manfaat serta alasan harus menguasai keterampilan EBM ?


- Untuk memperbaiki tata laksana pasien
- Memecahkan masalah pasien
- Meningkatkan kualitas pelayanan efisiensi out come klinis
- Untuk memperoleh informasi muntakhir dan sah tentang kemajuan ilmu pengetahuan
Sumber : Wiryo, H., 2002, Kajian Kritis Makalah Ilmiah Kedokteran Klinik Menurut Kedokteran
Berbasis Bukti, Sagung Seto, Jakarta.

3. Apa hubungan antara EBM dengan proses penyelesaian masalah pasien ?


4. Bagaimana EBM berpengaruh pengambilan keputusan diagnosis?
5. Apa hubungan critical appraisal dengan EBM?
- Critical Appraisal merupakan bagian dari kedokteran berbasis bukti (evidence-based
medicine) diartikan sebagai suatu proses evaluasi secara cermat dan sistematis suatu
artikel penelitian untuk menentukan reabilitas, validitas, dan kegunaannya dalam praktik
klinis.

Oxford Centre for Evidence-based Medicine. Levels of evidence. 2012. [Citedon June 10,
2012].
- Critical appraisal merupakan dasar dari EBM yang didasarkan dari critical thinking dan
bersumber dari IT jika IT-nya bagus maka informasi yang didapat juga akan bagus
sehingga seseorang dapat melakukan critical appraisal bermula dari permasalahan
kemudian mencari sumber (IT) lalu kita melakukan critical thinking yang merupakan
suatu awal dari suatu critical appraisal lalu dihasilkan EBM atau pedoman yang digunakan
dokter sebagai tata laksana pasien.
( Sumber; www.ugm.ac.id)

6. Bagaimana tahapan dalam keterampilan EBM ?


1. ASK
Convert the need for information into a focused clinical question. Use the PICO
framework.
2. ACQUIRE
Track down the best evidence with which to answer that question.

3. APPRAISE
Critically appraise the evidence for its validity, impact, and applicability.

4. APPLY
Integrate the evidence with your clinical expertise and your patient's characteristics and
values.

5. ASSESS
Assess the results of your intervention.

7. Apa hubungan antara keterampilan melakukan EBM dengan proses mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan kedokteran ?
8. Kenapa menggunakan metode PICO dalam proses EBM ?
9. Bagaimana tahapan PICO untuk menemukan artikel penelitian yang dibutuhkan dalam EBM?
10. Bagaimana randomized controlled trial dapat memvalidasi suatu penelitian?
11. Bagaimana tahapan randomized controlled trial dilakukan ?
12. Tahapan apa saja suatu artikel dapat dikatakan lolos dalam uji critical appraisal dan metode
apa yang digunakan dalam mengkajinya?
Dikatakan oleh Jane M Young dalam “How to critically Appraise an Article” (2009)
bahwa terdapat 10 pertanyaan yang harus muncul. Apabila kesepuluh pertanyaan ini telah
mendapat penjelasan, maka pembelajar dianggap telah melakukan langkah critical appraisal
dengan baik.
VIA
- Menyiapkan sesi analisia
- Baca keseluruhan artikel tanpa mencatat untuk memahami gagasan dan tujuan penulisan
serta topik utama dari artikel tersebut
- Menggaris bawahi gagasan utama dan membuat catatan lengkapnya
- Mengoraksi tujuan utama, metode yang digunakan, hasil penelitian dan kesimpulan dari
hasil analisis
- Menyusun CA sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah yaitu introdution, body dan
conclusion
- Mengidentifikasi proses yang perlu diperbaiki

(sumber : www.deliveri.org)

13. Apa dampak posiitif dan negatif dari critical appraisal ?


Positif
- Merupakan metode yang sistematis untuk menilai hasil, validitas dan kegunaan dari
publikasi artikel ilmiah
- Jalan untuk mengurangi jurang antara riset dengan praktis.
- Mendorong penilaian objektif tentang kegunaan sebuah informasi ilmiah.
- Critikal Appraisal merupakan keterampilan yang tidak sulit dikuasai dan dikembangkan.
Negatif
- Membutuhkan banyak waktu terutama pada awal.
- Tidak selalu memberikan jawaban yang mudah
- Mengurangi semangat, terutama bila akses terhadap hasil penelitian yang baik pada
bidang tertentu sangat terbatas.

(Sumber: Joko Mulyanto, Departement of Public Health & Community Medicine Jendral
Soedirman University School)

14. Siapa yang berwenang dalam proses pengkajian layak atau tidaknya suatu artikel ?