You are on page 1of 14

Jurnal Inspiraton, Volume 6, Nomor 1, Juni 2016: 38 - 51

Perbaikan Mekanisme Sleep Scheduling Secara Dinamis Untuk Jaringan


Sensor Nirkabel Berbasis ZigBee
Eko Prayitno1, Waskitho Wibisono2
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Email: eko_prayitno@ymail.com1, waswib@gmail.com2

ABSTRAK
Penelitian ini mengusulkan perbaikan mekanisme penjadwalan tidur untuk mengurangi
konsumsi daya pada JSN, dimana penghematan energi dilakukan dengan cara scheduling
yang dinamis menggunakan kontrol waktu yang otonom, sehingga dapat melakukan
powering down pada node selama proses menganggur (idle). Penelitian ini menyajikan
implementasi secara riil dari node sensor nirkabel berdasarkan sistem arsitektur baru,
digunakan untuk mengevaluasi pendekatan yang diusulkan melalui pengukuran konsumsi
daya, dan menunjukkan bagaimana mekanisme baru secara adaptif memungkinkan
melakukan penghematan energi jika dibandingkan dengan mekanisme NSF. Dari segi
keaukaratan deteksi kejadian (event) True Positive untuk mendeteksi gas, mekanisme yang
diusulkan memeberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan mekanisme periodic
sleep scheduling, yaitu sebesar 87,5%.
Kata Kunci:sleep scheduling, monitoring gas, ketepatan deteksi event, environment aware, ZigBee,
dinamic sleep scheduling, Jaringan Sensor Nirkabel

ABSTRACT
We propose a sleep scheduling mechanism on wireless sensor networks, the mechanism aims
to reduce power consumption on the wireless sensor network when a node sensor collect data
information and immediately transmite the data to the end device nodes. Energy savings are
achieved by dynamic synchronization sleep scheduling with autonomous time control, and
powering down zigbee nodes during idle times identified through consideration environment-
aware for dynamic sleep scheduling mechanism. We present a real implementation on
wireless sensor nodes based on a novel architecture system. We evaluate our approach
through power consumption measurements, and show how the a new mechanism allows
adaptive scheduling for energy savings. In terms of detection accuracy event true value
contained gas data derived from the sensors, the proposed mechanism memeberikan better
results when compared with periodic sleep scheduling mechanism, that is 87.5%
Keywords:sleep scheduling, gas sensor detection, ZigBee, environment aware, sleep scheduling,
wireless sensor network

1. Pendahuluan baterai yang terbatas [2]. Efisiensi daya


Mengetahui konsumsi energi dan juga sangat dibutuhkan pada aplikasi
ketepatan dalam mendeteksi data pada ZigBee yang menggunakan energi harvest,
Jaringan Sensor Nirkabel (JSN) yang hal ini disebabkan karena penerapan energi
menggunakan teknologi ZigBee, sangat harvest tentunya akan menimbulkan
berkaitan erat dengan aspek untuk tambahan biaya dan sangat tidak praktis
memperpanjang masa penggunaan JSN. untuk membuat energi tambahan seperti
Aspek efisiensi untuk memperpanjang panel tenaga surya pada ruang lingkup
masa penggunaan ZigBee merupakan suatu yang sangat luas.
hal yang dianggap penting, karena node Banyak pendekatan yang di-
pada jaringan ZigBee memiliki daya gunakan untuk menyelesaikan

38
Prayitno, Perbaikan Mekanisme Sleep Scheduling Secara Dinamis Untuk Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis
ZigBee

permasalahan penjadwalan untuk dapat Penelitian yang berusaha


melakukan penghematan energi, salah melakukan pendekatan dengan cara adaptif
satunya yaitu mekanisme penjadwalan untuk penjadwalan tidur yang dinamis
tidur (sleep scheduling) menggunakan dilakukan oleh Hohlt dkk, dimana
mekanisme periodik [1]. mekanisme sleep penjadwalan tidur dapat disesuaikan
scheduling secara periodik merupakan dengan pengaturan kondisi radio hidup
suatu mekanisme penjadwalan tidur yang atau mati radio dengan menggunkan
dapat menjalankan proses penjadwalan mekanisme sleep scheduling. Penghematan
secara bergantian berdasarkan waktu yang konsumsi energi dapat dilakukan ketika
telah ditentukan, seluruh proses node dalam keadaan idle lalu sleep, ketika
pengiriman data dianggap penting dan suatu node dalam kondisi sleep, maka
diberi sejumlah waktu pemrosesan yang radio tersebut berada pada posisi mati, dan
disebut kwanta (quantum) atau time-slice kembali hidup untuk melakukan
[6]. Mekanisme penjadwalan tidur secara komunikasi data berdasarkan waktu yang
periodik dapat megurangi waktu idle [19], telah ditentukan [1].
akan tetapi penerapan mekanisme Dari penjelasan yang telah
penjadwalan tidur secara periodik pada diuraikan sebelumnya, dalam penelitian ini
JSN dapat menyebabkan beberapa node akan dilakukan perbaikan mekanisme
mengalami kelebihan beban, hal ini penjadwalan tidur secara adaptif dengan
disebabkan karena terdapat node dalam mempertimbangkan aspek pengamatan
keadaan diam (idle), sehingga memiliki environment aware, dimana pengiriman
beban sedikit. Untuk meningkatkan data tergantung dari pengamatan kondisi
efektivitas distribusi beban kerja terhadap lingkungan. Dengan adanya pertimbangan
waktu respon, diperlukan adanya aspek pengamatan environment aware
mekanisme tambahan yang digunakan diharapkan dapat dapat menghemat
sebagai penyeimbang beban [16]. konsumsi daya dengan cara mengurangi
Mekanisme penjadwalan tidur kecenderungan node melakukan
(sleep-scheduling) menggunakan meka- pengiriman data secara terus-menerus.
nisme secara periodik dan adaptif yang
telah diteliti sebelumnya, telah terbukti 2. Penjadwalan Tidur (Sleep
mampu melakukan penghematan energi Scheduling) JSN
dengan melakukan pengaturan waktu, akan Penjadwalan tidur terbukti telah
tetapi pendekatan tersebut hanya mampu mampu melakukan penghematan energi
melakukan penjadwalan tidur berdasarkan dengan baik. Terdapat beberapa cara untuk
kuanta, namun belum mempertimbangkan menjalankan fungsi penjadwalan tidur,
aspek pengamatan kondisi lingkungan diantaranya secara adaptif [6]. Pada
(environment aware). Pada dasarnya dasarnya penjadwalan tidur untuk
terdapat kemungkinan bahwasanya sensing melakukan penghematan daya dapat
data dapat disesuaikan dengan kebutuhan dilakukan pengembangan dengan
pengamatan kondisi lingkungan, kapan mempertimbangkan kemungkinan
saatnya suatu node melakukan pengiriman data dapat disesuaikan dengan
pengambilan keputusan untuk harus tingkat kebutuhan pengiriman dengan
mendengarkan suatu informasi dari node kondisi sumber daya yang tersedia,
tetangga dan kapan saatnya node tersebut sehingga dapat mempertimbangkan
harus melakukan sensing data yang akan pengambilan keputusan kapan saatnya data
dikirim ke-node coordinator, sehingga harus dikirim kenode tetangga atau data
mekanisme tersebut dapat dijadikan disimpan didalam media penyimpanan
pertimbangan untuk menjalankan sehingga dapat mempertimbangkan kapan
penjadwalan tidur. node harus menjalankan mekanisme tidur.

39
Jurnal Inspiraton, Volume 6, Nomor 1, Juni 2016: 38 - 51

node 1 segera mengirimkan konfirmasi,


2.1 Periodic Sleep Scheduling dan langkah yang ketiga merupakan
Mekanisme tidur periodik dapat pengiriman data sensor.
menghindari overhead pada node sensor,
mencegah dari tabrakan serta mengurangi Tabel 2.1 Mekanisme komunikasi FPS
waktu idle, hal ini disebabkan karena node C S Node 1 Node2
sensor secara rutin menjalankan waktu Receive
1 A Advertise slot R
tidur dan bangun secara tetap (statis). advertisement
Ketika terjadi tebrakan, maka data akan Send immediate
2 R Request slot R
dikirim ulang secara terus menerus confirmation
Receive from
sehingga menyebabkan banyak data yang 3 R
Node 2
Transmit to Node 1
terbuang. Gambar 2.1 memperlihatkan . . ... ...
mekanisme sleep scheduling secara Receive from
periodik, dimana pengaturan waktu telah N R Transmit to Node 1
Node 2
ditentukan terlebih dahulu.
2.3 Dynamic Sleep scheduling
Pendekatan menggunakan me-
kanisme dynamic sleep scheduling
Gambar 2.1Periodic Sleep Time
menempatkan satu node dalam keadaan
aktif, sedangkan node lainya dikondisikan
2.2 Flexible Power Scheduling (FPS)
Penghematan daya dengan dalam keadaan sleep. Dengan pendekatan
pendekatan adaptif untuk penjadwalan ini hanya node aktif yang akan
tidur yang dinamis, sehingga dapat menghabiskan banyak energi, dan
sebaliknya node lainya dalam keadaan
menyesuaikan waktu aktif dengan cara
tidur, sehingga dapat melakukan
terdistribusi dan mempertimbangkan
penghematan energi guna memperpanjang
statistik pengiriman data. Data yang
penggunaan node tersebut. Mekanisme
dikirim berselang waktu yang disesuaikan
dynamic sleep scheduling merupakan suatu
dengan kebutuhan aplikasi, node tidak
mekanisme untuk melakukan pengaturan
akan mengirimkan pesan jika terdapat
pada node, kapan saatnya node harus aktif
sejumlah data yang sama, dalam kondisi
dan node lainya dalam keadaan sleep.
seperti ini node akan diposisikan dalam
selama node dalam keadaan aktif maka
keadaan idle. Dengan melakukan
node tersebut akan mengirimkan data yang
identifikasi penjadwalan yang fleksibel,
berasal dari sensor yang ditujukan ke base
Penghematan konsumsi energi dapat
station [15].
dilakukan ketika node dalam keadaan idle,
karena node akan diposisikan dalam
keadaan sleep. radio akan dimatikan jika 3. Time Syncronitation
Gambar 3.2 menunjukkan aliran
tidak mengirim dan menerima pesan, dan
sistem pada tahap sinkronisasi waktu yang
akan hidup kembali ketika terdapat
terjadi pada gateway. Pada tahap
komunikasi [1].
sinkronisasi, gateway memperoleh
Tabel 2.1 memperlihatkan
sejumlah waktu berdasarkan jam untuk
komunikasi dengan menggunakan
melakukan sinkronisasi. pengaturan
mekanisme sleep scheduling antara dua
sleepscheduling dalam kondisi aktif atau
node [1]. Cycle (C) merupakan jumlah
sleep berdasarkan waktu yang telah
siklus yang terjadi sedangkan Slot (S)
ditentukan. mengirim atau menerima pesan
merupakan jumlah slot. Komunikasi
dari node lain berdasarkan batas waktu
dimulai dengan Node 1 (parent)
yang telah ditentukan [4].
mengirimkan advertise dan diterima oleh
node 2, selanjutnya node 2 merespon dan

40
Prayitno, Perbaikan Mekanisme Sleep Scheduling Secara Dinamis Untuk Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis
ZigBee

Start
maka memungkinkan sensor yang aktif
memiliki waktu sinkronisasi yang lebih
lama, sebaliknya jika kondisi lingkungan
Gets the clock time didapati indikasi lingkungan sensing
Starts cycle timer
Calculates run_time
menurun maka sensor yang aktif akan
Sends start_sync lebih sedikit.

No End-device Coordinator
No Received
Yes syn_notif from Start
Stop process? last child?

Yes Syncronisation
phase Sensor data
End

TIME QUANTUM
Gambar 3.2 Aliran Sistem Sinkronisasi Waktu OR Status ==1
(Azevedo dkk., 2014)
Cek ACK True
Receive = ACK
4. Metodologi Penelitian True
False
4.1. Mekanisme yang Diusulkan
Desain algoritma pada penelitian ACK has been Respons
from Coordinator Coordinator
ini meliputi desain algoritma sistem secara
keseluruhan seperti yang ditunjukkan pada value Gas True
Gas Status = 2
> treshold
Gambar 3.6. dan gambar 3.7 Algoritma False

sistem terdiri dari dua, yaitu transfer (Tx) Gas Status = 1

dan receive (Rx) yang dilakukan oleh end-


devicenode (Gambar 3.6) dan Data send (Device
ID, Smoke Value,
coordinatornode Gambar 3.7). Setiap Status, Time)

node dilengkapi dengan sensor, yang


bertujuan untuk menerima data id device
dan status
environment yang diperoleh dari sekitar
area uji coba. data tersebut nantinya akan
diteruskan ke nodecoordinator. Parsing Data

Pengiriman data dilakukan berdasarkan


penjadwalan waktu yang telah ditetapkan, CEK STATUS
True
value Gas >
sender = 1 treshold
pengiriman data secara langsung terjadi False
karena adanya interrupt dari sensor yang
value Gas <
mengirimkan data diatas ambang treshold

(threshold) proses tersebut terjadi


perangkat pada end devive. treshold

Jika tidak terjadi interrupt


yangdiakibatkan oleh ambang threshold Gambar 4.1. Diagram Metode Penelitian
maka memungkinkan pengiriman data
dapat dilakukan secara bersama-sama Gambar 3.10 menggambarkan
dengan node tetangga, dalam artian penjelasan dengan menggunakan diagram
pengiriman data dapat dilakukan lebih dari alir, bagaimana mekanisme sleep
1 node, sehingga dengan kondisi speerti denganmempertimbangkan kondisi
ini, pengiriman data dapat dijadwalkan lingkungan sehingga pemberian nilai
secara adaptif berdasarkan kondisi sensing treshold untuk menentukan adaptif time
lingkungan, jika sensing kondisi dapat dilakukan.
lingkungan terdapat indikasi meningkat,

41
Jurnal Inspiraton, Volume 6, Nomor 1, Juni 2016: 38 - 51

End Device Coordinator


parsing data= true
acknowlegment = true
ACK
break
Parsing
if (parsing data) then
Data Gas Data
set function parsing data
True CEK True Status 2:
parsing data = false
STATUS =
CEK ACK
Empty
Tidak ada
Gas kiriman clear data in
False False

Simpan Status 1: Terdapat


kedalam Asap dari node Tabel 2.4 Pseudocode Parsing Data
Database tetangga

n=0
n = [data in]
id device
dan
Id device
&&
for ( i=0;, i<length data in; i++) then
status status
if (data in [i] = ',') or ( data in [i] =
'#')) then
n++
Gambar 4.2 Diagram Alir Coordinator Node
set data [n] = ""
Tabel 2.2 Pseudocode Mengirim Data else
data [n] = data [n] + data [i]
Create thread sending data
Set pointer thread sending else
Display and sending parsing data
Set interval thread
Set time
if ((time < time quantum) or (Gas value > Tabel 2.5 Pseudodcode Penjadwalan waktu
threshold)) then Sleep
XBee wake Up
if (Receive acknowledgement == Set time
false) then if ((time < time quantum) or (Gas value >
Sending data <-- id, ack, time threshold)) then
else Wake Up
Sending ACK Sending data <-- id, ack, time
if (Temporary Gas Condition ≠ Gas
else
Condition) then
Sending data <--id, Gas value, Sending ACK
Gas condition , time if (Temporary Gas Condition ≠ Gas
Temporary status = Gas Condition) then
Condition sending data <--id, Gas value, Gas
else condition , time
ACK receive= false else
else ACK receive= false
Xbee Go to sleep else
Go to sleep
Tabel 2.3 Pseudocode Menerima Data
Create thread receive data 4.2. Perancangan Uji Coba
Set pointer thread receive Arsitektur umum yang akan
Set interval thread dibangun dalam penelitian ini adalah
while (data available) then terdiri dari node end device dan node
coordinator. Gambar 3.2 merupakan
read character
rancangan arsitektur umum sistem, yang
if (character = #) then
terdidiri dari node end device dan

42
Prayitno, Perbaikan Mekanisme Sleep Scheduling Secara Dinamis Untuk Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis
ZigBee

coordinator. Komunikasi anatara node


end device dan coordinator dilakukan oleh
perangkat Xbee. Untuk dapat proses Arduino UNO & Sensor Shield

monitoring data, maka diperlukan LED

penghubung anatara monitoring platform


dengan perangkat coordinator, mka pada
XBee
penilitian ini digunakan router wifi sebagai MQ-2
Sensor

penghubung anatara perangkat coordinator Power current and


voltage tester
dengan monitoring platform (Gambar 3.2).

End Device 1 Baterai 9V


End Device 4

Gambar 4.4 RancanganArsitektur end device


node
Ethernet

Router Wifi Database

Monitoring
Platform
End Device 3 End device 2
XBee TFT LCD For
Gambar 4.3 Arsitektur Umum Sistem Raspberry Pi

Raspberry Pi Micro
4.2.1 End-device Node SD 8Gb

Node end device bersifat homogen


yang memiliki modul dan kemampuan Gambar 4.5Rancangan Arsitektur Coordinator
yang sama serta bersifat statik atau tidak Node
bergerak. Sensor yang digunakan untuk
4.2.3 Lingkungan Uji Coba
melakukan sensing kondisi environtment
dipasang pada perangkat end device. Lokasi uji coba dilakukan didalam
Adapun modul yang digunakan node end ruangan, pemilihan lokasi ujian tersebut
device ditunjukan pada gambar 3.2 didasarkan pada ruangan tertutup yang
rancangan asritektur node end device. memiliki angin lebih sedikit, hal ini
Kemampuan yang dimiliki node end ditujukan agar mempermudah melakukan
device antara lain, melakukan aktifitas analisa data berdasarkan skenario yang
sensing, mendengarkan Acknowlodgement telah dirancang.
(ACK), mengirim dan menerima paket.
4.2.2 Coordinator Node Uji coba dilakukan dengan
Guna mempermudah membuat menggunakan lima node, yang terdidiri
analisa, pada penelitian ini, maka node dari empat node end-device dan satu node
coordinator hanya menggunakan 1 buah coordinator. Setiap node end device
node. node coordinator menggunakan mini disebarkan pada sudut ruangan yang
PC raspberry yang dilengkapi dengan TFT berbentuk persegi panjang, sedangkan
LED touch screen serta XBee untuk coordinator diposisikan tepat ditengah-
komunikasi dengan node end device. tengah ruangan yang berbentuk persegi
Nodecoordinator berfungsi untuk panjang (Gambar 4.1). Spesifikasi
menerima data dari node end device, dan perangkat dan lingkungan uji coba
selanjutnya data tersebut akan disimpan lingkungan diperlihatkan pada tabel 4.1.
kedalam database.

43
Jurnal Inspiraton, Volume 6, Nomor 1, Juni 2016: 38 - 51

4.3.1 Parameter Pengujian

Beberapa parameter pengujian yang


End Device 4 End Device 1
digunakan pada penelitian ini adalah:
1. Penggunaan energi dan perhitungan event

2 Meter
Coordinator detection mekanisme naïve store and
forward.
2. Penggunaan energi dan perhitungan event
End Device 3 End device 2
detection mekanisme periodik. Penggunaan
4 Meter energi dan perhitungan event detection
mekanisme yang diusulkan
Gambar 4.6 Lingkungan Uji Coba 3.
4.3.2 Skenario Pengujian
Tabel 4.1 Spesifikasi Lingkungan Uji Coba Skenario pengujian dilakukan
Lingkungan Uji Keterangan untuk mengetahui penggunaan arus dan
Coba tegangan pada masing-masing node end-
Ukuran Ruangan 2 x 4 Meter device. Pengamatan penggunaan arus
Jumlah Node 5 Node pada masing-masing end-device bertujuan
Topologi Star untuk mengetahui estimasi penggunaan
End-device Node Mikrokontroler Arduino, daya setiap mekanisme yang akan
sensor gas MQ-2, sensor dilakukan pengujian, adapun skenario
sield v1.1, lampu LED, pengujian yang dilakukan, adalah sebagai
XBee, sumber daya
berikut:
(resource)
Rata-rata energi 170 mA
awal end-device 4.3.2.1 Uji Coba Menggunakan
Coordinator Node Raspberry Pi 2 yang Mekanisme Naïve Store and Forward
dilengkapi dengan LCD
TFT monitor 3,3" Mekanisme naïve store and
dengan OS Raspbian, forward (NSF) dirujuk dari penelitian
Xbee dan modul yang dilakukan oleh (Hohlt., dkk 2004).
gateway Pengiriman data pada menkanisme NSF
Monitoring Laptop, Router beserta dilakukan secara tersu menerus, baik itu
modem ketika kondisi terjadi kejadian gas
Event detection Gas
ataupun tidak ada kejadian gas (kondisi
idle). Skenario pengujian dilakukan dengan
4.3. Pengujian menggunakan 1 node coordinator dan 4
node end device sesuai dengan lingkungan
Uji coba ini dilakukan untuk ujicoba. Dalam penelitian ini, untuk
mengamati dan menganalisa mekanisme mengamati arus dan tegangan yang terjadi
yang diusulkan, untuk mempermudah pada node end device, maka dibutuhkan
melakukan hal tersebut, maka dibutuhkan perangkat tambahan, yaitu volt meter dan
mekanisme pembanding. Mekanisme arus detector. Pengujian dilakukan sesuai
pembanding yang digunakan pada dengan skenario sub bab pelaksanaan uji
penelitian ini adalah mekanisme naïve coba.
store and forward [1] dan mekanisme 4.3.2.2 Uji Coba Menggunakan
periodic sleep scheduling.
Mekanisme Periodic Sleep Scheduling
Mekanisme periodic sleep scheduling
merupakan mekanisme yang mengatur

44
Prayitno, Perbaikan Mekanisme Sleep Scheduling Secara Dinamis Untuk Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis
ZigBee

setiap end device dalam keadaan hidup dengan kondisi radio dalam keadaan
atau mati. Pengaturan tersebut dilakukan sleepselama waktu yang telah ditentukan.
secara autonomous oleh perangkat end Ketika manajemen daya dinonaktifkan
device. End device akan dimatikan sesuai merupakan kebalikan dari kondisi aktif
dengan waktu yang telah ditentukan, dan dimana ujicoba dilakukan pada saat radio
hidup kembali juga berdasarkan waktu saling berkomunikasi antara node end
yang telah ditentukan. Uji coba device dan coordinator. Konsumsi energi
mekanisme periodic sleep scheduling dilakukan pengukuran tegangan dan arus
dilakukan berdasarkan lingkungan uji terhadap seluruh node end device.
coba dan pelaksanaan uji cba yang telah 4.
dijelaskan pada sub bab sebelumnya. 5. Hasil dan Pembahasan
Dalam percobaan ini dilakukan Hasil uji coba dan analisa
pengkuruan arus dan tegangan pada node dilakukan terhadap mekanisme naïve
end device dalam kondisi wake-up dan forward and store, periodic dan mekanisme
sensor gas MQ-2 dalam kondisi aktif yang diusulkan.
melakukan sensing, dan selanjutnya
meneruskan paket data tersebut ke node 5.1 Hasil Uji Coba Menggunakan
coordinator. Pengukuran dilakukan
Mekansime Naïve Forward and Store
terhadap kedua mekanisme sleep scheduling
dalam penelitian ini, yaitu dalam keadaan Pengujian penggunaan daya baterai
aktif mengirimkan paket dari node end dilakukan untuk mengetahui berapa
device ke node coordinator. konsumsi jumlah penggunaan arus dan tegangan
energi dilakukan pengukuran terhadap pada masing-masing end device, dengan
seluruh node end device selama cycle time melakukan perbandingan terhadap
yang telah ditentukan. mekanisme yang diusulkan yaitu
improvement Dynamic environment
4.3.2.3 Uji Coba Menggunakan aware sleep scheduling dengan
Mekanisme yang Diusulkan mempertimbangkan aspek pengamatan
Tujuan utama dari uji coba sleep kondisi lingkungan yang akan
scheduling adalah untuk mengurangi dibandingkan dengan mekanisme naive
konsumsi daya. Sleep scheduling store and forward dan mekanisme
dilakukan secara autonomous oleh node periodik. Pengamatan uji coba untuk
end device berdasarkan waktu (t) yang mengetahui penggunaan daya baterai
telah ditentukan. Sleep Scheduling dilakukan sebanyak 15 kali cycle time.
beradaptasi secara secara dinamis
berdasarkan pengamatan kondisi Hasil uji coba menggunakan naïve
lingkungan (environment-aware) sebagai store dan forward menunjukan
perubahan permintaan penjadwalan. pada bahwasanya penggunaan arus relatif
percobaan ini dengan kondisi node dalam sama pada kondisi terdapat kejadian
kondisi sleep maka node end device untuk mendeteksi gas ataupun tidak
tersebut tidak dapat melakukan terdapat kejadian untuk mendeteksi gas.
pengiriman atau menerima data. Uji coba Penggunaan arus relatif sama yaitu 0,2
dilakukan sebanyak 15 kali cycle Ampere (A) atau 20 mili ampere (mA)
timepada saat node dalam keadaan sleep. baik dalam keadaan terdapat kejadian
Pengukuran dilakukan dengan mendeteksi gas ataupun tidak, hal ini
manajemen daya diaktifkan dan satu disebabkan karena node end device tidak
pengukuran diambil dengan manajemen dilakukan penjadwalan tidur, sehingga
daya dinonaktifkan. Ketika manajemen node end device selalu mengirimkan
daya diaktifkan, uji coba dilakukan pesan walaupun tidak terdapat kejadian

45
Jurnal Inspiraton, Volume 6, Nomor 1, Juni 2016: 38 - 51

mendeteksi gas. Jumlah kejadian yang


dilakuakn pengamatan dalam uji coba ini
sebanyak 240 kejadian, dimana wake wake wake wake wake wake wake wake
pengambilan data untuk setiap kejadian 0.22
up up up up up up up up

Ampere
dilakukan perdetik (Gambar 4.3).
0.17
sleep sleep sleep sleep sleep sleep sleep sleep
t1
Total penggunaan arus untuk
Event detection gas t2
menjalankan mekanisme naïve store and sensors
No event detection gas sensors
forward adalah sebesar 20.023 mA
Event per second
Always wake up and transfer data

5.2 Mekanisme Periodik Sleep Scheduling


Ampere

0.22

t1
Event detection gas
sensors
t2 Total Penggunaan arus untuk
No event detection gas sensors
menjalankan mekanisme periodic sleep
scheduling adalah sebesar 18.702 mA,
Event per second

5.1 Grafik hasil uji coba menggunakan mekanisme jika dbandingkan dengan mekanisme
naïve store and forward NFS tentunya mekanisme periodik
mampu melakukan penghematan daya,
5.2 Hasil Uji Coba Menggunakan namun menggunakan mekanisme
Mekanisme Periodic Sleep Scheduling periodic sleep scheduling memiliki
Perbandingan rata-rata penggunaan kelemahan untuk mendeteksi gas ketika
arus dan tegangan untuk kedua system tidak dijadwalkan untuk bangun.
mekanisme periodik menunjukan
bahwasanya mekanisme periodic sleep
scheduling memberikan hasil yang 5.3 Hasil Uji Coba Menggunakan
relatif berbeda untuk setiap end device. Mekanisme yang diusulkan
dengan menggunakan mekanisme Hasil Uji Coba menunjukan
periodik sleep scheduling mampu bahwasanya mekanisme yang diusulkan
menurunkan beban penggunaan arus jika mempu menjalankan mekanisme adaptif.
dibandingkan dengan mekanisme NFS, Beda halnya dengan mekanisme
hal ini deisbabkan karena mekanisme periodik, dimana mekanisme periodik
periodik sleep scheduling diberikan tidak dapat mendeteksi gas ketika waktu
sejumlah waktu, kapan saatnya node yang dijadwalkan telah habis, pada
harus bangun dan kapan saatnya node mekanisme yang diusulkan ini ketika
dijadwalkan tidur selama 15 detik. terdapat gas namun waktu tidak
Mekanisme periodic sleep scheduling dijadwalkan maka sistem akan mampu
tidak akan mendeteksi gas walaupun beradaptasi utnuk memperpanjang waktu
ketika terdapat gas, ha ini disebabkan sensing. Gambar 4.5 menunukan system
karena wkatu yang dijadwalkan untuk beradaptasi pada menit pertama
bangun telah habis. selanjutnya pada kejadian berikutnya
ketika tidak terdapat gas maka
mekanisme sleep scheduling kembali
susai dengan penjadwalan yang telah
ditentukan.
Total penggunaan arus untuk
mekanisme yang diusulkan untuk
menjalankna sesuai skenario yang telah
diusulkan adalah sebesar 19.212 mA.

46
Prayitno, Perbaikan Mekanisme Sleep Scheduling Secara Dinamis Untuk Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis
ZigBee

Total penggunaan arus mekanisme yang relative sama, yang ditunjukan pada
diusulkan lebih besar daripada gambar sleep5.5, 5.6 dan 5.7
mekanisme periodic sleep scheduling,
hal ini disebabkan karena mekanisme ini
memperpanjang waktu untuk beradaptasi
0.22
berdasarkan pengamatan lingkungan, NFS

Ampere
0.2
sehingga ketika memperpanjang waktu 0.17
Periodic
t1 iDEAS
akan mengkonsumsi sejumlah arus.
Event detection gas
Namun dari segi mendeteksi kejadian, sensors
t2
mekanisme ini memiliki kelebihan, yaitu No event detection gas sensors

mampu mendeteksi walupun dalam


keadaan tidak dijadwalkan dan
Event per second
memperpanjang waktu mendeteksi
selama terdapat event kejadian gas. Gambar 5.4 Perbandingan rata-rata
Penggunaan Arus pada setiap mekanisme
Pengujian End Dveice 1

wake up
wake wake wake wake wake
Ampere

0.22 up up up up up

0.17 0.22
NFS
t1 sleep sleep sleep sleep sleep sleep
0.2
Periodic
Ampere

Event detection gas t2 0.17


sensors iDEAS
No event detection gas sensors t2

Event detection gas


t1 sensors t3
Event per second No event detection gas sensors No event detection
gas sensors
0

Gambar 5.3 Mekanisme yang diusulkan


Event per second

Gambar 5.5 Perbandingan rata-rata


Gambar 5.4 perbandingan antara Penggunaan Arus pada setiap mekanisme
mekanisme yang diusulkan Pengujian End Dveice 3
memperlihatkan dimana penggunaan
arus mekanisme yang diusulkan lebih
besar daripada mekanisme periodic sleep
scheduling, hal ini disebabkan karena
mekanisme ini memperpanjang waktu 0.22
Ampere

NFS
untuk beradaptasi berdasarkan 0.2
Periodic
pengamatan lingkungan, sehingga ketika 0.17 iDEAS
t2
memperpanjang waktu akan Event detection gas
t1 t3
mengkonsumsi sejumlah arus. Namun No event detection
sensors
No event detection gas sensors
dari segi mendeteksi kejadian, gas sensors

mekanisme ini memiliki kelebihan, yaitu


Event per second
mampu mendeteksi walupun dalam
keadaan tidak dijadwalkan dan Gambar 5.6 Perbandingan rata-rata
memperpanjang waktu mendeteksi Penggunaan Arus pada setiap mekanisme
Pengujian End Dveice 2
selama terdapat kejadian gas. Jika
dibandingkan dengan mekanisme NFS
mekanisme yang diusulkan lebih unggul
dalam hal penggunaan arus. Pola
penggunaan arus pada setiap end device

47
Jurnal Inspiraton, Volume 6, Nomor 1, Juni 2016: 38 - 51

yang menggunakan mekanisme dynamic


sleep scheduling lebih baik, yakni terjadi
penurunan arus sebesar 0.1A atay
0.22
Ampere

0.2
NFS 100mA. Hal ini disebabkan karena
Periodic
0.17
iDEAS
mekanisme dynamic sleep scheduling
t2 berada pada kondisi sleep sesuai waktu
t1 Event detection gas yang telah ditentukan, sehingga dampak
sensors
No event detection gas sensors positif dari penggunaan mekanisme
0 dynamic sleep scheduling ini lebih
Event per second sedikit mengkonsumsi arus. Namun jika
Gambar 5.7 Perbandingan rata-rata dibandingkan dengan mekanisme sleep
Penggunaan Arus pada setiap mekanisme scheduling secara periodik, mekanisme
Pengujian End Dveice 4 yang disusulkan lebih banyak
mengkonsumsi arus, hal ini disebabkan
mekanisme yang diusulkan beradaptasi
Rata-rata penggunaan arus dan sesuai dengan pengamatan lingkungan
tegangan setiap end device dengan kondisi sehingga memperpanjang waktu sensing.
sleep, dengan menggunakan mekanisme Oleh sebab itu pada pengujian
yang diusulkan, telah berhasil menurunkan berikutnya akan dilakuakn pengujian
beban penggunaan arus jika dibandingkan perhitungan ketepatan deteksi kejadian
dengan mekanisme NFS, namun ketika pada pengiriman data sensor ke
dibandingkan dengan mekanisme priodik coordinator, hal ini dilakukan untuk
pengamatan dilakukan sebnyak 15 cycle mengamati dan menganalisa ketepatan
time dengan menggunakan mekanisme deteksi event setiap mekanisme yang
dynamic sleep secheduling sebagai diusulkan.
mekanisme yang diusulkan dan
dibandingkan dengan mekanisme naive
store and forward. 6. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari ujicoba yang
dilakukan, diketahui bahwa penggunaan
arus pada mekanisme yang diusulkan
Penggunaan arus

20 mA lebih besar daripada mekanisme periodic


sleep scheduling, hal ini disebabkan karena
19 mA mekanisme ini memperpanjang waktu
untuk beradaptasi berdasarkan pengamatan
18.7 mA
lingkungan, sehingga mengkonsumsi
sejumlah arus. Namun dari segi deteksi
kejadian untuk melakukan sensing data,
mekanisme yang diusulkan memiliki
kelebihan, yaitu mampu mendeteksi
Mekanisme
kejadian walupun dalam keadaan tidak
dijadwalkan dan mampu beradptasi untuk
Gambar 5.8 Grafik Perbandingan Mekanisme memperpanjang waktu deteksi selama
Uji Coba terdapat event.
Berdasarkan hasil ujicoba, jumlah
Dari perbandingan dua skenario penggunaan arus dengan menggunakan
pengujian mekanisme sleep scheduling mekanisme yang diusulkan jika
yang disusulkan dan Naive Store anda dibandingkan mekanisme naïf store
forward disimpulkan bahwa rata-rata andforward, mekanisme yang diusulkan
penggunaan arus pada node end device

48
Prayitno, Perbaikan Mekanisme Sleep Scheduling Secara Dinamis Untuk Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis
ZigBee

mampu menghemat penggunaan arus , hal Networks”, Springer


ini disebabkan karena mekanisme NFS
International Publishing AG Hal.
tidak memiliki penjadwalan tidur,
sehingga menamabah beban penggunaan 1687-1499, Springer.
arus.
[3] Guanxiong Shi. Et al.,
Dari Hasil Uji Coba yang
dilakukan terhadap perubahan event (2011),“Comprehensive Review
mekanisme yang disulkan dalam hal
of Sleep/Wake Scheduling in
mendeteksi tingkat ketepatan (precission)
untuk mendeteksi gas adalah sebesar Wireless Sensor Networks”
87,5%,
Communications in Computer
7. Saran and Information Science Vol.
Berdasarkan hasil uji coba yang
163. Hal. 492-499, Springer.
telah dilakukan, untuk dapat meningkatkan
hasil dari mekanisme yang diusulkan, [4] Azevedo, J. et al., (2014), “Sleeping
dapat dilakukan pemilihan algoritma sleep
ZigBee networks at the
scheduling yang lebih baik agar model
energi yang digunakan dapat diperbaiki application layer”. In Wireless
sesuai dengan skenario percobaan
Sensor Systems, (IET) Vol. 4.
mekanisme yang diusulkan.
Hasil pengujian menunjukan Hal. 35-41, IEEE.
bahwasanya peningkatan yang signifikan
[5] Ghildiyal, S. et al., (2014), “An
akan didapatkan apabila dilakukan sleep
scheduling secara periodik akan tetapi Overview of Wireless Sensor
periodic sleep scheduling tanpa
Networks Using Zigbee
mempertimbangkan aspek adaptif akan
mempengaruhi terhadap ketepatan deteksi Technology”. Computer science
kejadian data sensor, sehingga dibutuhkan
and software engineering Vol.2,
suatu algoritma untuk mengatasai
pengambilan keputusan mekanisme sleep Available online at:
scheduling.
www.ijarcsse.com
Daftar Pustaka [6] J. Elson and D. Estrin, (2001) “Time
Synchronization for Wireless
[1] B. Hohlt, et al., (2004), “Flexible
Sensor Networks ”. International
Power Scheduling for Sensor
Parallel and Distributed
Networks”.In Information
Processing Symposium (IPDPS)
processing in sensor networks,
Available online at:
Hal 205-214, ACM
www.isi.edu/scadds/papers/times
[2] Guofang Nan, et al., (2012),
ync.pdf
“CDSWS: Coverage-Guaranteed
[7] Wen-Tsai Sung et al., (2010) “Multi-
Distributed Sleep/Wake
Sensors Data fusion for Precise
Scheduling for Wireless Sensor
Measurement based on ZigBee

49
Jurnal Inspiraton, Volume 6, Nomor 1, Juni 2016: 38 - 51

WSN via Fuzzy Control” In and Context-Awareness”,


Computer Communication Proceedings of the CHI 2000
Control and Automation (3CA), Workshop on The What, Who,
Hal 156 – 159, IEEE Where, When, and How of
[8] Vyas, A et al., (2014)“Fuzzy Based Context-Awareness, The Hague,
Sleep Scheduling in TDM Netherlands,
Passive Optical Networ“, ftp://ftp.cc.gatech.edu/pub/gvu/tr
Communication Systems and /1999/99-22.pdf
Network Technologies (CSNT), [13] Mari Korkea-aho, “Context-Aware
Hal. 524 – 528, IEEE Applications Survey”,
[9] Elemenreich W. (2002)”Sensor http://www.cse.tkk.fi/fi/opinnot/
fusion time-triggered system T-
PhD thesis” Institute fur 110.5190/2000/applications/cont
Technische Informatik, ext-aware.html
Technische Universitate Wien [14] Huadong Wu (2003), “Sensor Data
[10] Liu Weili, et al., (2011)”Detection Fusion for Context-Aware
of fire based on multi-sensor Computing Using Dempster-
fusion” International Conference Shafer Theory in partial
on Computer Science and fulfillment of the Requirements
Network Technology (ICCSNT), for the degree of Doctor of
Hal. 223 – 227,IEEE Philosophy in Robotics”,
[11] Azharuddin, M., Kuila, P., & Jana, https://www.ri.cmu.edu/pub_file
P. K. (2013). “A distributed s/pub4/wu_huadong_2003_1/wu
fault-tolerant clustering _huadong_2003_1.pdf
algorithm for wireless sensor [15] Michal´ık, M. (2013). “Base station
networks”. In International for Wireless sensor network”.
Conference on Advances in Masaryk University. Brno,
Computing, Communications Czech Republic.
and Informatics (ICACCI), hal. [16] Miksatko, Jan (2004) “Dynamic
997-1002. IEEE. load balancing of fine-grain
[12] Anind K. Dey dan Gregory D. services using prediction based
Abowd (2000) “Towards a on service input”. A THESIS
Better Understanding of Context Submitted in partial fulfillment

50
Prayitno, Perbaikan Mekanisme Sleep Scheduling Secara Dinamis Untuk Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis
ZigBee

of the requirements for the


degree master of science, kansas
university
[17] Jayant Gupchup, dkk (2009),
Model-Based Event Detection in
Wireless Sensor Networks
[18] Pawar, 2011 “Life Time Prediction
of Battery Operated Node for
Energy Efficient WSN
Applications”.
http://www.ijcst.com/vol24/3/pa
war.pdf
[19] Krisda Khankasikam, (2013) “An
Adaptive Round Robin
Scheduling Algorithm: A
Dynamic Time Quantum
Approach”, In International
Journal of Advancements in
Computing Technology (IJACT)
Vol. 5, no.1,
http://www.aicit.org/IJACT/ppl/I
JACT1958PPL.pdf

51