You are on page 1of 13

AGRISTA : Vol. 4 No. 3 September 2016 : Hal.

414 - 426 ISSN 2302-1713

STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR LELANG CABAI MERAH LAHAN


PASIR DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN PANJATAN, KABUPATEN
KULON PROGO
(STUDI KASUS PASAR LELANG GISIK PRANAJI)

KunsaniMulyaPurwandani, WiwitRahayu, NuningSetyowati


Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta
Jl.Ir.Sutami No.36 A Kentingan Surakarta 57126 Telp./Fax (0271) 637457
Email: kunsanimulya@gmail.com /Telp: 085729059665

Abstract: This study aims to determine the condition of GisikPranaji auction market, to identify the
internal and external factors that can affect the development of GisikPranaji auction market, to prepare
alternative strategies that can be applied in the development of GisikPranaji auction market, and to
determine the priority of strategies that can be applied in the development of GisikPranaji auction
market. The basic research method used is descriptive. The location of this study is at Panjatan
District, KulonProgo Regency. Data in use are primary data and secondary data. Data analysis used
SWOT and QSPM analysis.The results showed that the land of red chili marketing activities
undertaken sand GisikPranaji Auction Market in District Panjatan, KulonProgo less than optimal.
Internal factors which become the main force that is commitment farmers who sell to the auction
market, the weakness main is warehouse less extensive, while external factors that become the main
opportunities that is the belief of bidders to the auction market, and the main threat is the existence of
middlemen or collectors and auction market other. Auction Markets beach Pranaji were in the cell V
(keep and maintain) on a matrix IE.SWOT produce several alternative strategies, which can be applied
of GisikPranaji Auction Market. QSP is priority strategies generated from this study are increasing the
quality of service through the use of facilities and infrastructure in order to keep the loyalty of farmers
and auction participants.

Keyword: Red chilli of coastal land, Auction Market, Development Strategy, SWOT, QSPM

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal
PasarLelangGisikPranaji, alternatif strategi serta prioritas strategi yang diterapkan dalam
mengembangkanPasarLelangGisikPranaji di KecamatanPanjatan, KabupatenKulonProgo. Penelitian
ini menggunakan metode dasar deskriptif analitis. Lokasi Penelitian yaitu di KecamatanPanjatan,
KabupatenKulonProgo. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Analisis data yang
digunakan adalah SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan
pemasarancabaimerahlahanpasir yang dilakukan PasarLelangGisikPranaji di KecamatanPanjatan,
KabupatenKulonProgo kurang optimal.Faktor internal yang menjadikekuatan utama yaitu komitmen
petani yang menjual ke pasar lelang, kelamahan utama yaitu gudang yang kurang
luas,sedangkanfaktoreksternal yang menjadi peluang utama yaitu kepercayaan peserta lelang terhadap
pasar lelang, dan ancaman utama yaitu adanya tengkulak atau pengepul dan pasar lelang yang lain.
PasarLelangGisikPranaji berada di sel V (menjaga dan mempertahankan) pada matriks IE. SWOT
menghasilkan beberapa alternatif strategi yang dapatditerapkan di PasarLelangGisikPranaji. QSPM
menghasilkan prioritas strategi yaitu peningkatan kualitas pelayanan dengan pemanfaatan sarana
prasarana untuk menjaga loyalitas petani dan peserta lelang.

Kata kunci : CabaiMerahLahanpasir, PasarLelang, Strategi Pengembangan, SWOT, QSPM


KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

I. PENDAHULUAN
Dari data diatas dapat diketahui
II. METODE PENELITIAN
bahwa luas tanam yang terdapat di
Kabupaten Kulon Progo yaitu Metode dasar yang digunakan
seluas 1.387 Ha. Dari data diatas dalam penelitian ini adalah metode
pula dapat diketahui bahwa deskriptif yaitu metode yang dapat
Kecamatan Panjatan merupakan digunakan untuk menggambarkan,
kecamatan yang memiliki daerah menguraikan, dan menjelaskan
terluas untuk ditanami cabai merah. fenomena objek penelitian.
Dari data diatas pula dapat Metode ini menjelaskan data atau
disimpulkan bahwa Kecamatan objek secara alami, objektif dan
Panjatan menjadi kecamatan apa adanya atau faktual (Arifin
dengan hasil produksi terbesar yaitu dan Junaiyah, 2010).
sebesar 54.625 kuintal atau 54 ton. Lokasi tempat penelitian
Tidak hanya itu dengan kecamatan dipilih secara sengaja (purposive),
yang memiliki luas tanam terluas yaitu objek yang dipilih karena
menjadikan Kecamatan Panjatan alasan-alasan diketahuinya sifat-
sebagi pusat penghasil cabai merah sifat objek itu. Lokasi yang dipilih
di Kabupaten Kulon Progo. adalah pasar lelang Gisik Pranaji
Pasar lelang di Kecamatan di Kecamatan Panjatan, Kabupaten
Panjatan, Kabupaten Kulon Progo Kulon Progo. Hal tersebut
mulai diadakan pada tahun 2003 dilakukan karena beberapa
dengan alasan pada saat itu harga pertimbangan yaitu pasar lelang
cabai merah sangat rendah.Harga Gisik Pranaji merupakan cikal
cabai merah sangat rendah karena bakal adanya pasar lelang di
saat itu cabai merah sedang panen Kabupaten Kulon Progo, memiliki
raya sehingga harga pasar cabai gudang untuk pelaksanaan lelang,
merah sangat rendah.Berdasarkan memiliki pasokan cabai merah
latar belakang tersebut pasar lelang yang banyak dibanding yang
bertujuan untuk membantu petani lainnya, dan memiliki fasilitas
dalam mencapai kesejahteraan yang lebih lengkap dibandingkan
hidup. Faktor internal dengan pasar lelang yang lain.
daneksternalapasaja yang Pada penelitian ini informasi
mempengaruhipengembanganPasa yang dibutuhkan akan didapat
rLelangGisikPranaji, melalui informan kunci yang
alternatifstrategiapa yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu
dapatditerapkan di Bapak Karman sebagai ketua dari
PasarLelangGisikPranajidanpriorit pasar lelang Gisik Pranaji.
asstrategiapa yang Responden dalam penelitian
tepatuntukditerapkan di strategi pengembangan pasar
PasarLelangGisikPranaji. lelang ini ada 12 orang meliputi, 2
orang pengelola pasar lelang, 3
orang peserta lelang, 3 orang

605
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

petani, 2 orang pendamping dari lelang dan Bapak Kadari yang


UGM maupun BI, 2 orang dari menjabat sebagai sekretaris
pemerintah Kabupaten Kulon sekaligus bendahara dan dibantu
Progo yang dapat memberikan oleh 2 orang lainnya sebagai
informasi terkait pengembangan tenaga untuk proses penimbangan
pasar lelang di Panjatan, dan pengemasan. Proses lelang
Kabupaten Kulon Progo. yang berlangsung di Pasar Lelang
Penentuanrespondeninidilakukanse Gisik Pranaji berlangsung pada
cara non probability sampling, malam hari baˈda maghrib. Proses
yaitu subjek yang dipilih karena lelang berlangsung sangat cepat
alasan-alasan dan kriteria hanya berkisar satu sampai satu
tertentu.Metode analisis data yang setengah jam. Proses lelang
digunakan pada penelitian adalah dilakukan secara tertutup.
IFE dan EFE,SWOTdan QSPM Alur proses lelang dimulai dari
untukmenentukanprioritasstrategi para petani menyetorkan cabai
yang tepatuntukditerapkan. merah ke gudang, setelah maghrib
pengelola pasar lelang
III. HASIL DAN mengirimkan sms kepada semua
PEMBAHASAN pedagang yang mengikuti lelang
mengenai kualitas dan kuantitas
A. CabaiMerah
cabai merah yang ada serta harga
Komoditas cabai merah di
awal yang sudah ditentukan. Harga
Kabupaten Kulon Progo menjadi
awal mengikuti dengan harga
komoditas unggulan karena hasil
pasar yang berlaku di Kecamatan
panennya yang melimpah. Cabai
Panjatan. Apabila semua balasan
merah ini dipasarkan oleh petani
dari pedagang sudah masuk maka
ke tengkulak, namun harga yang
pengelola lelang mencatatkan
diberikan oleh tengkulak dirasa
harga-harga yang sudah
terlalu rendah oleh petani sehingga
tidak dapat memberikan ditawarkan oleh para pedagang di
papan untuk mencari siapa yang
keuntungan yang maksimal untuk
menawarkan harga tertinggi
petani, selain itu adanya permainan
sekaligus menjadi pemenang dari
harga yang diciptakan oleh
lelang. Setelah pemenang
tengkulak membuat petani
dihubungi maka tidak lama truk
mengalami kerugian. Oleh karena
pengangkut dari pedagang itu
itu pada tahun 2003 tercetuslah
datang untuk menjemput cabai
pembuatan lembaga pemasaran
merah yang sudah dimenangkan
secara lelang.
tersebut untuk didistribusikan ke
B. PasarLelang
kota atau pulau tujuan.
Pasar Lelang Gisik Pranaji di
Desa Bugel. Pasar lelang ini C. Matriks IFE
Hassilanalisis internal
dikelola oleh Bapak Sukarman
berupakekuatandankelemahan,
yang menjabat sebagai ketua pasar
dapatdilihatpadaTabel 2.

606
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

Tabel 2. Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) Pengembangan


Pasar Lelang Gisik Pranaji di Kecamatan Panjatan,
Kabupaten Kulon Progo
No Faktor Penentu Bobot Rating Bobot x Rating
Kekuatan
1. Pemanfaatan
teknologi komunikasi
(HP dan komputer)
0,086 4 0,344
untuk
keberlangsungan
pasar lelang
2. Komitmen petani
yang menjual ke 0,089 4 0,356
pasar lelang
3. Lokasi pasar lelang
0,095 3 0,285
yang strategis
4. Pelayanan pengelola
pasar lelang yang 0,085 3 0,255
baik
5. Ada kontrol mutu
0,089 3 0,258
cabai merah
6. Proses lelang yang
0,083 4 0,332
berjalan lancar
7. Adanya kontrol harga
0,089 3 0,267
yang baik
Kelemahan
1. Kurangnya
ketrampilan atau 0,072 2 0,144
kualitas SDM
2. Kurangnya modal 0,087 1 0,087
3. Kurangnya sarana
prasarana 0,074 1 0,074
pengangkutan
4. Keterlambatan
0,072 1 0,072
pembayaran ke petani
Gudang yang kurang
0,075 2 0,15
5. luas
Total 1,00 2,674
Sumber:Analisis Data Primer 2015
Hasil dari Tabel 2. kekuatan kelemahan utama yang dimiliki
pemasaran cabai merah melalui oleh Pasar Lelang Gisik
Pasar Lelang Gisik Pranaji adalah Pranajipada kurangnya
komitmen petani yang menjual ke ketrampilan atau kualitas SDM.
pasar lelang. Sedangkan Secara umum, hasil perhitungan

607
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

matriks IFE (Internal Factor “sedang” dalam


Evaluation) menunjukkan total memanfaatkankekuatandankelema
nilai tertimbang faktor internal han.
kunci adalah sebesar 2,674, yang
menunjukkanpada kondisi
D. Matriks EFE
Hasilanalisiseksternaladalahpel
uangdanancaman yang
dapatdilihatpadaTabel 3.
Tabel 3. Matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE) Pengembangan
Pasar Lelang Gisik Pranaji di Kecamatan Panjatan, Kabupaten
Kulon Progo
No Faktor Penentu Bobot Rating Bobot x Rating
Peluang
1. Kepercayaan peserta
lelang terhadap pasar 0,156 4 0,624
lelang
2. Adanya dukungan
0,147 4 0,588
dari pemerintah
3. Adanya
pendampingan yang
0,154 3 0,462
diberikan oleh Bank
Indonesia
4. Berkembangnya
teknologi informasi 0,159 3 0,477
dan internet
Ancaman
1. Adanya tengkulak
atau pengepul dan
0,13 2 0,26
pasar lelang yang
lain
2. Pendampingan dari
Bank Indonesia yang
0,126 1 0,126
hanya dalam waktu
singkat
3. Keterlambatan
pelunasan
0,124 1 0,124
pembayaran dari
peserta lelang
Total 1,00 2,661
Sumber : Analisis Data Primer 2015
Hasil dari Tabel 3. peluang melalui Pasar Lelang Gisik Pranaji
utama pemasaran cabai merah adalah kepercayaan peserta lelang

608
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

terhadap pasar lelang, sedangkan faktor eksternal kunci adalah


ancaman utama dalam pemasaran sebesar 2,661. Hal ini
cabai merah melalui Pasar Lelang mengindikasikan bahwa Pasar
Gisik Pranaji adalah adanya Lelang Gisik Pranaji berada pada
tengkulak atau pengepul dan pasar posisi “sedang” untuk
lelang yang lain. Secara umum, memanfaatkan peluang yang sudah
hasil perhitungan matriks EFE ada dalam mengantisipasi ancaman
(Eksternal Factor Evaluation) eksternal.
menunjukkan total nilai tertimbang
E. Matriks IE

Total Nilai IFE


Tinggi Sedang Rendah
3.00-4,00 2,00-2,99 1,00-1,99
Tinggi I II III
3,00- Tumbuh Tumbuh Menjaga
4,00 Dan Dan dan
Membangun Membangun Mempertahan kan
Total
Sedang IV V VI
Nilai 2,00- Tumbuh Menjaga Panen atau
EFE 2,99 Dan dan Disvestasi
Membangun Mempertahan
kan
Rendah VII VIII IX
1,00- Menjaga Panen atau Panen atau
1,99 dan Disvestasi Disvestasi
Mempertahan
kan
Gambar 1. Matriks Internal-Eksternal (IE) Pengembangan Pasar Lelang
Gisik Pranaji di Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo
Pada sumbu x dari Matriks strategi penetrasi pasar dan
IE, skor bobot IFE sebesar 2,674 pengembangan produk. Strategi
sedangkan pada sumbu y dari penetrasi pasar meliputi
Matriks IE, skor bobot EFE peningkatan distribusi yang lebih
sebesar 2,661 yang menunjukkan baik, penambahan jumlah tenaga
posisi Pasar Lelang Gisik Pranaji kerja, serta peningkatan penawaran
berada pada sel V. Strategi yang produk penjualan secara ekstensif
dapat diterapkan yaitu menjaga melalui iklan.
dan mempertahankan melalui

609
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

E. Matriks SWOT
Hasilanalisismatriks SWOT
akanmenghasilkanalternatifstrategi
sebagaiberikut:
Tabel 4. Matriks SWOT Pengembangan Pasar Lelang Gisik Pranaji di Kecamatan
Panjatan, Kabupaten Kulon Progo
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
1. Ada pemanfaatan teknologi 1. Kurangnya ketrampilan atau
komunikasi yang baik (HP kualitas SDM
dan televisi) untuk 2. Kurangnya modal
Faktor keberlangsungan pasar lelang. 3. Kurangnya sarana prasarana
2. Komitmen tinggi para petani pengangkutan
Internal yang menjual ke pasar lelang 4. Keterlambatan pembayaran
3. Letak pasar lelang yang ke petani oleh pengelola
strategis pasar lelang
4. Pelayanan pengelola pasar 5. Gudang yang kurang luas
Faktor lelang yang baik
Eksternal 5. Ada kontrol mutu cabai
merah
6. Proses lelang yang berjalan
lancar
7. Adanya kontrol harga yang
baik
Peluang (O) StrategiSO StrategiWO
1. Adanya kepercayaan a. Perluasan pasar dengan a. Peningkatan kualitas dan
peserta lelang terhadap memanfaatkan media online keterampilan SDM dalam
pasar lelang (internet) atau teknologi pemanfaatan teknologi
2. Adanya dukungan dari informasi untuk menarik elektronik (komputer) untuk
pemerintah minat pedagang pengelolaan keuangan
3. Adanya pendampingan (S1,S23,S4,S5,S6,S7,O1,O4) (W1,W4,O2,O3)
yang diberikan dari b. Peningkatan sosialisasi oleh b. Peningkatan ketersediaan
Bank Indonesia pengelola lelang ke petani fasilitas pasar lelang
4. Berkembangnya sebagai cara untuk menarik sehingga dapat
teknologi informasi dan minat petani mengikuti meningkatkan kinerja
internet pemasaran dengan proses pengelola pasar lelang
lelang (S2,S4,S6,O2,O3) (W2,W3,W5,O1,O2)

Ancaman (T) StrategiST StrategiWT


1. Adanya tengkulak atau a. Peningkatan kualitas a. Peningkatan kerja sama
pengepul dan pasar pelayanan dengan dengan lembaga keuangan
lelang yang lain pemanfaatan sarana dalam peningkatan
2. Pendampingan dari prasarana untuk menjaga permodalan
Bank Indonesia yang loyalitas petani dan peserta (W2,W4,T2)
hanya dalam waktu lelang b. Perbaikan kebijakan
singkat (S1,S4,S5,S6,S7,T1,T3) pembayaran dari peserta
3. Keterlambatan b. Peningkatan kemandirian lelang kepada pengelola
pelunasan pembayaran pasar lelang untuk lelang dan dari pengelola
dari peserta lelang ke menjalankanusahanya lelang kepada petani
pengelola pasar lelang (S4,S6,T2) (W2,W4,T3)

610
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

Sumber : Analisis Data Primer 2015


Pengembangan Pasar Kabupaten Kulon Progo yang
Lelang Gisik Pranaji di dihasilkan dari matriks SWOT
Kecamatan Panjatan, Tabel 4. antara lain :
a) Perluasan pasar dengan hal yang sedang
memanfaatkan media online disosialisasikan. Pengelola
(internet) atau teknologi pasar lelang dapat melakukan
informasi untuk menarik sosialisasi mengenai pasar
minat pedagang lelang kepada petani agar
Pasar Lelang Gisik petani berminat untuk
Pranaji di Kecamatan menjual hasil panen cabai
Panjatan, Kabupaten Kulon merahnya melalui pasar
Progo, dapat melakukan lelang. Pengelola Pasar
perluasan pasar dengan Lelang Gisik Pranaji dalam
memanfaatkan teknologi melakukan sosialisasi dapat
informasi atau internet, bekerja sama dengan
secara online.Berjualan pemerintah daerah yaitu
secara online ini dapat Dinas Pertanian Kabupaten
memberikan beberapa Kulon Progo untuk dapat
keuntungan untuk pengelola lebih meyakinkan petani.
pasar lelang, yaitu dapat c) Peningkatan kualitas dan
menambah pembeli atau keterampilan SDM dalam
peserta lelang, lebih efisien pemanfaatan teknologi
waktu dan tenaga, dan elektronik (komputer) untuk
dengan menggunakan pengelolaan keuangan
internet ini dapat menjadi SDM yang ada di Pasar
media untuk promosi Lelang Gisik Pranaji masih
produk yang diperjual rendah kualitasnya, terutama
belikan.Tidak hanya dalam bidang teknologi
pengelola pasar lelang yang elektronik
diuntungkan dari segi waktu (komputer).Komputerdapat
dan tenaga namun peserta dimanfaatkan sebagai sarana
lelang juga. untuk mengelola keuangan
b) Peningkatan sosialisasi oleh yaitu sebagai alat untuk
pengelola lelang kepada pembukuan cabai yang
petani sebagai cara untuk masuk dan keluar dan juga
menarik minat petani harga pada setiap lelang.
mengikuti pemasaran dengan Selama ini pengelola Pasar
proses lelang Lelang Gisik Pranaji dalam
Sosialisasi merupakan proses pembukuannya masih
cara yang tepat dan efektif dilakukan secara manual
untuk mengajak seseorang yaitu dengan dicatat pada
agar mau mengikuti sesuatu buku tulis. Hal tersebut

611
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

terkadang akan menimbulkan Pranaji termasuk dengan


kesalahan-kesalahan yang perluasan gudang. Adanya
fatal seperti salah hitung atau penambahan sarana
salah tulis. Adanya prasarana tersebut
pemanfaatan teknologi diharapkan kinerja pengelola
elektronik (komputer) Pasar Lelang Gisik Pranaji
diharapkan dapat mengatasi dapat meningkat dan dapat
permasalahan yang akan menjadi lebih baik lagi dari
timbul. Penggunaan sebelumnya.
komputer ini diharapkan e) Peningkatan kualitas
pembukuan yang dilakukan pelayanan dengan
dapat lebih detail dan lebih pemanfaatan sarana
teliti, sehingga akan kecil prasarana yang sudah ada
kemungkinannya untuk untuk menjaga loyalitas
terjadi salah hitung atau tulis. petani dan peserta lelang.
d) Peningkatan ketersediaan Salah satu bentuk
fasilitas pasar lelang yang pelayanan yang baik oleh
masih kurang sehingga dapat Pasar Lelang Gisik Pranaji
meningkatkan kinerja yaitu dengan memanfaatkan
pengelola pasar lelang. sarana prasarana yang sudah
Fasilitas dimilikiPasar ada secara maksimal untuk
Lelang Gisik Pranaji yaitu memuaskan petani dan
gudang, motor roda tiga, peserta lelang.Menurut
meja, kursi, timbangan, petani dan peserta lelang,
kardus, lakban, dan pelayanan yang dilakukan
almari.Namun fasilitas yang oleh pengelola Pasar Lelang
sudah ada ini belum dapat Gisik Pranaji sudah baik
memenuhi permintaan petani namun belum bisa
dan peserta lelang. Hal memaksimalkan
tersebut disebabkan oleh pemanfaatan sarana
ketersediaan fasilitas atau prasarana yang sudah ada
sarana prasarana yang masih dengan baik.
kurang memadai, contohnya f) Peningkatan kemandirian
motor roda tiga yang baru pasar lelang untuk
satu unit, timbangan satu menjalankan usahanya.
unit, dan gudang yang masih Tiga tahun terakhir ini,
kurang luas saat menampung Pasar lelang Gisik Pranaji
hasil panen cabai merah pada mendapat bantuan
saat panen raya. Oleh karena pendampingan dari Bank
itu diperlukan penambahan Indonesia yang bekerja sama
fasilitas atau sarana dengan Dinas Pertanian
prasarana yang ada di Kabupaten Kulon Progo.
gudang Pasar Lelang Gisik Namunpendampingan yang

612
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

dilakukan BI pembayaran ini sangat


telahselesaisehinggadiharapk dikeluhakan oleh petani karena
anPasarLelangGisikPranajida petani butuh uang untuk modal
patmandiriuntukmenjalankan budidaya berikutnya.Hal
usahanya. tersebut dapat terjadi karena
g) Peningkatan kerja sama dengan lemahnya peraturan atau
lembaga keuangan dalam kebijakan yang diterapkan oleh
peningkatan permodalan. pengelola lelang. Kebijakan
Modal yang ada hanya yang telah diterapkan yaitu
uang kas yang dimiliki oleh pelunasan pembayaran oleh
Pasar Lelang Gisik Pranaji dan peserta lelang maksimal tiga
hanya cukup digunakan untuk hari setelah proses lelang
kegiatan operasional sehari- berlangsung.Namun masih ada
hari saja. Uang kas yang peserta lelang yang membayar
dimiliki oleh Pasar Lelang melebihi kesepakatan atau
Gisik Pranaji berasal dari kebijakan yang telah dibuat.
penjualan cabai merah, yaitu Keterlambatan pembayaran
sebesar 3% dari total penjualan yang dilakukan oleh peserta
cabai merah setiap petani pada lelang berdampak pada
setiap lelang. Selama ini pembayaran oleh pengelola
pengelola lelang tidak berani lelang kepada petani.
meminjam ke Bank karena F. QSPM
takut oleh bunga yang besar Hasilanalisisdari QSPM
sehingga tidak dapat adalahberupaprioritasstrategi
mengembalikan uang pinjaman yang dapatdilihatpadaTabel 5.
tersebut. Oleh karena itu
diperlukan kerja sama dengan
lembaga keuangan dengan
bunga yang rendah sehingga
masalah permodalan yang
dihadapi oleh Pasar Lelang
Gisik Pranaji dapat teratasi.
h) Perbaikan kebijakan
pembayaran dari peserta lelang
kepada pengelola lelang dan
dari pengelola lelang kepada
petani.
Proses pembayaran dari
peserta lelang kepada
pengelola lelang dan dari
pengelola lelang ke petani
sering menglami
keterlambatan. Keterlambatan

613
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

Tabel 5. Matriks QSP Pengembangan Pasar Lelang Gisik Pranaji diKecamatan Panjatan,
Kabupaten Kulon progo
Alternatif Strategi

Faktor-faktor kunci Bobot I II III IV

AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS


Kekuatan
1. Pemanfaatan teknologi komunikasi
(HP dan komputer) untuk 0,086 3 0,258 4 0,344 2 0,172 1 0,086
keberlangsungan pasar lelang
2. Komitmen petani yang menjual ke 0,089 4 0,356 2 0,178 1 0,089 3 0,267
pasar lelang
3. Lokasi pasar lelang yang strategis 0,095 3 0,285 1 0,095 4 0,38 2 0,19
4. Pelayanan pengelola pasar lelang 0,085 4 0,34 3 0,255 1 0,085 2 0,17
yang baik
5. Ada kontrol mutu cabai merah 0,089 3 0,267 1 0,089 4 0,356 2 0,178
6. Proses lelang yang berjalan lancar 0,083 4 0,332 2 0,166 3 0,249 1 0,083
7. Kontrol harga yang baik
0.089 4 0,356 1 0,089 3 0,267 2 0,178
Kelemahan
1. Kurangnya ketrampilan atau 0,072 2 0,144 4 0,288 3 0,216 1 0,072
kualitas SDM
2. Kurangnya modal 0,087 1 0,087 2 0,174 4 0,348 3 0,261
3. Kurangnya sarana prasarana 0,074 2 0,148 1 0,074 4 0,296 3 0,222
pengangkutan
4. Keterlambatan pembayaran ke 0,072 1 0,072 2 0,144 3 0,216 4 0,288
petani
0,075 2 0,15 3 0,225 4 0,3 1 0,075
5. Gudang yang kurang luas
Peluang
1. Kepercayaan peserta lelang 0,156 4 0,624 1 0,156 2 0,312 3 0,468
terhadap pasar lelang
2. Adanya dukungan dari pemerintah 0,147 3 0,441 2 0,294 4 0,588 1 0,147
3. Adanya pendampingan yang 0,154 3 0,462 4 0,616 2 0,308 1 0,154
diberikan oleh Bank Indonesia
4. Berkembangnya teknologi 0,159 3 0,477 4 0,636 2 0,318 1 0,159
informasi dan internet
Ancaman
1. Adanya tengkulak atau 0,13 2 0,26 1 0,13 3 0,39 4 0,52
pengepuldan pasar lelang yang lain
2. Pendampingan dari Bank Indonesia 0,126 2 0,252 3 0,378 4 0,504 1 0,126
yang hanya dalam waktu singkat
3. Keterlambatan pelunasan 0,124 1 0,124 2 0,248 3 0,372 4 0,496
pembayaran dari peserta lelang
Total 5,435 4,579 5,766 4,14

Sumber: Data Primer


Keterangan : AS: Attractive score
TAS: Total Attractive score

614
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

Dimana total nilai daya tarik atau hanya itu SDM yang menjadi
Total Attractive Score (TAS) yang pengelola Pasar Lelang sudah tua dan
terbesar adalah strategi utama yang dengan tingkat pendidikan yang
dapat diterapkan di Pasar Lelang Gisik rendah maka keterampilan yang
Pranaji. Berdasar Tabel 5 diperoleh dimiliki oleh SDM masih kurang
perhitungan total nilai daya tarik : sehingga dalam hal pembukuan juga
a. Strategi I; Peningkatan sosialisasi masih sederhana. Proses lelang yang
oleh pengelola lelang sebagai cara ada di Pasar Lelang Gisik Pranaji
untuk penarik minat petani sudah dapat dikatakan baik terbukti
mengikuti pemasarandengan dengan loyalitas yang diberikan
proses lelang (5,435) petani dan peserta lelang.
b. Strategi II; Peningkatan kualitas Faktor-faktor internalPasar Lelang
dan keterampilan SDM dalam Gisik Pranaji di Kecamatan Panjatan,
pemanfaatan teknologi elektronik Kabupaten Kulon Progo adalah faktor
(komputer) untuk pengelolaan internal yang menjadi kekuatan
keuangan (4,579) meliputi adanya pemanfaatan
c. Strategi III; Peningkatan kualitas teknologi komunikasi dan media
pelayanan dengan pemanfaatan elektronik yang baik (HP dan televisi)
sarana prasarana untuk menjaga untuk keberlangsungan pasar lelang,
loyalitas petani dan peserta lelang komitmen tinggi petani yang menjual
(5,766) ke pasar lelang, lokasi pasar lelang
d. Strategi IV; Perbaikan kebijakan yang strategis, pelayanan pengelola
pembayaran dari pengelola lelang pasar lelang yang baik, ada control
kepada peserta lelang (4,14) mutu cabai merah, proses lelang yang
Berdasarkan hasil analisis QSPM, berjalan lancar, dan control harga
total nilai daya tarik tertinggi adalah yang baik.Faktor internal yang
strategi III dengan nilai sebesar 5,766. menjadi kelemahan meliputi
Strategi III merupakan strategi kurangnya ketrampilan atau kualitas
peningkatan kualitas pelayanan SDM, kurangnya modal, kurangnya
dengan pemanfaatan sarana prasarana sarana prasarana pengangkutan,
untuk menjaga loyalitas petani dan keterlambatan pembayaran ke petani
peserta lelang. oleh pengelola pasar lelang, dan
gudang yang kurang luas.
PENUTUP
Faktor eksternal yang menjadi
peluang meliputi kepercayaan peserta
Kesimpulan yang dapat diambil
lelang terhadap pasar lelang, adanya
dari penelitian ini adalah sebagai
dukungan dari pemerintah, dan
berikut:
adanya pendampingan yang diberikan
Kondisi pengelolaan Pasar Lelang
oleh Bank Indonesia, dan
Gisik Pranaji sudah dapat dikatakan
berkembangnya teknologi informasi
baik namun masih terdapat
dan internet. Faktor-faktor eksternal
kekurangan pada ketersediaan sarana
yang menjadi ancaman meliputi
prasarana dan pemanfaatannya. Tidak
adanya tengkulak atau pengepul dan

615
KunsaniMulyaPurwandani : Strategi Pengembangan.....

kelompok pasar lelang yang lain, Prioritas strategi utama yang


pendampingan yang hanya dalam dapat diterapkan sebagai upaya
waktu singkat, dan keterlambatan pengembangan Pasar lelang Gisik
pelunasan pembayaran dari peserta Pranaji di Kecamatan Panjatan,
lelang. Kabupaten Kulon Progo yaitu
Alternatif strategi peningkatan kualitas pelayanan
pengembanganyang dapat diterapkan dengan pemanfaatan sarana prasarana
di Pasar Lelang Gisik Pranaji di untuk menjaga loyalitas petani dan
Kecamatan Panjatan, Kabupaten peserta lelang.
Kulon Progo yaitu perluasan pasar
DAFTAR PUSTAKA
dengan memanfaatkan media online
(internet) atau teknologi informasi David, FR. 2010. Manajemen
untuk menarik minat pedagang, Strategis Konsep, Terjemahan
peningkatan sosialisasi oleh pengelola Edisi 12 Buku 1. Jakarta:
lelang sebagai cara untuk menarik Salemba Empat.
minat petani mengikuti pemasaran David, FR. 2011. Manajemen
dengan proses lelang, peningkatan Strategis Konsep, Terjemahan
kualitas dan keterampilan SDM Edisi 13 Buku 1. Jakarta:
dalam pemanfaatan teknologi Salemba Empat.
elektronik (komputer) untuk Hadi, S .1986. Metode Research. Jilid
pengelolaan keuangan, peningkatan I. Yogyakarta: UGM Press.
ketersediaan fasilitas pasar lelang
sehingga dapat meningkatkan kinerja Kuntadi dan Jamhari. 2012. Efisiensi
pengelola pasar lelang, peningkatan Pemasaran Cabai merah Melalui
kualitas pelayanan dengan Pasar Lelang Spot di Kabupaten
pemanfaatan sarana prasarana untuk Kulon Progo, Yogyakarta.
menjaga loyalitas petani dan peserta Jurnal Sosial Ekonomi Vol. 1
lelang, peningkatan kemandirian (1): 95-101
pasar lelang untuk menjalankan Rangkuti F. 2006. Analisis
usahanya, peningkatan kerja sama SWOT:Teknik Membedah Kasus
dengan lembaga keuangan dalam Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia
peningkatan permodalan, Pustaka Utama.
perbaikankebijakanpembayarandaripe
ngelolalelangkepadapesertalelang.

616