You are on page 1of 8

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 3

1. AZWAR
2. EMILIANA F. BAGHE
3. HENDRIK T.Y.RATO
4. ISLAMIYATI PUJI LESTARI
5. MARIA O. NDAE
6. TIZA E. PADJI
Kata Pengantar……………………………………………………………………
Daftar Isi ………………………………………………………………………….
Bab I Pendahuluan ……………………………………………………………….
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………..
1.2 Perumusan Masalah …………………………………………………………..
1.3 Tujuan ………………………………………………………………………...
1.4 Manfaat ………………………………………………………………………..

Bab II Pembahasan ………………………………………………………………..


2.1 Ketahanan Nasional di Bidang Sosial Budaya …………..………………………
2.2 Aspek Sosial Budaya …………………………………………………………….
2.2.1 Struktur Sosial di Indonesia ……………………………………………………
2.2.1 Kondisi Budaya di Indonesia ………………………………………………….
2.3 Pengklaiman Malaysia Terhadap Budaya Indonesia …………………………….

Bab III Penutup …………………………………………………………………….


3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………….
3.2 Saran ………………………………………………………………………………

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………….


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Indonesia terkenal sebagai bangsa yang luhur. Memiliki keragaman budaya yang tersebar di
pelosok-pelosok nusantara. Dari kesenian, adat-istiadat hingga makanan melekat mewarnai keragaman
bangsa ini. Tidak heran jika begitu banyaknya budaya yang kita miliki, justru membuat kita tidak
mengetahui apa saja budaya yang ada Indonesia. Bahkan kita sendiri pun sebagai generasi muda
terkadang melupakan budaya daerah kita. Ironis memang, orang Indonesia tetapi tak tahu ciri khas
bangsanya sendiri. Lihat diri kita masing-masing, sebetulnya kita jugalah yang tidak mau tahu akan
keluhuran budaya sendiri. Ketertarikan budaya yang semakin meluntur juga sangat nampak pada diri
generasi muda saat ini. Salah satunya karena globalisasi.

Menyinggung era globalisasi, tentu juga akan berpengaruh pada dinamika budaya di setiap
negara. Khususnya di Indonesia, hal ini bisa dirasakan dan sangat menonjol nampaknya. Begitu bebas
budaya yang masuk dari berbagai arus kehidupan. Pribadi yang ramah-tamah juga sangat mendukung
masuknya berbagai budaya tersebut. Ditambah lagi generasi muda kita yang terkesan bosan dengan
budaya yang mereka anggap kuno. Namun, masuknya budaya dari luar justru kerap berimbas buruk bagi
bangsa ini. Misalnya budaya berpakaian, gaya hidup (life style), segi iptek, maupun adat-istiadat.
Kesemua itu berdampak sangat buruk dan dengan mudah dapat menggeser budaya asli Indonesia.

Kita sebenarnya belum siap menerima era globalisasi. Gaya hidup kita semakin menjurus ke
arah barat yang individual dan liberal. Budaya gotong-royong pun semakin memudar. Dari segi iptek,
sebagian besar juga berdampak buruk bagi kita. Yakni penyalahgunaan teknologi kerap kali terjadi.
Kemudian, belum ada filterisasi budaya yang masuk. Begitu mudah budaya masuk tanpa ada
penyaringan kesesuaian dengan budaya asli kita. Akibatnya kita seperti berjalan mengikuti
perkembangan zaman yang semakin modern. Tetapi sayangnya budaya luhur yang dulu melekat dalam
diri, perlahan semakin menghilang. Parahnya, budaya daerah yang ada dan kita junjung tinggi justru
semakin kita abaikan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan Ketahanan Nasional?
2. Apa yang dimaksud dengan Sosial Budaya?
3. Apa kasus dari penganalisisan Sosial Budaya?

1.3 Tujuan
1. Untuk menyelesaikan syarat tugas dan ujian program studi Kewarganegaraan.
2. Untuk menambah pengetahuan tentang Ketahanan Nasional di Bidang Sosial Budaya.
3. Untuk menganalisis permasalahan di dalam Sosial Budaya di Indonesia.

1.4 Manfaat
1. siswa dapat menambah pengetahuan Kewarganegaraan.
2. siswa dapat mengetahui permasalahan dalam Sosial Budaya.
3. siswa dapat mengetahui keterkaitan antara Ketahanan Nasional dan Sosial Budaya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Ketahanan Nasional di Bidang Sosial Budaya
Ketahanan dibidang sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamik yang berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi
dan mengatasi segala ancaman,gangguan, hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun
luar. Yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya
bangsa dan Negara RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD1945.

2.2 Aspek Sosial Budaya


Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri hidup bersama cukup lama,
yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar
kegiatannya dalam kelompok tersebut.

Manusia mengembangkan kebudayaan tidak lain sebagai upaya mempertahankan kelangsungan


hidupnya menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari lingkungannya untuk kemudian
mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Karena itulah dapat dikatakan bahwa kebudayaan merupakan
wujud tanggapan aktif manusia terhadap tantangan yang datang dari lingkungan.

Aspek sosial biasanya mengacu pada masalah struktur sosial dan pola hubungan sosial yang ada
di dalamnya, sedangkan kalau kita bicara aspek budaya, mengacu pada kondisi kebudayaan yang ada
dalam masyarakat yang bersangkutan. Atas dasar itu, maka hal tersebut akan dibicarakan dalam bahasan
berikut.

2.2.1 Struktur Sosial di Indonesia

Struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh dua cirinya yang bersifat unik. Secara horizontal
ditandai oleh adanya kesatuan-kesatuan berdasarkan perbedaan suku-bangsa, agama, adat, serta
perbedaan kedaerahan. Secara vertikal struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh perbedaan-
perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam.

Pluralitas masyarakat Indonesia yang bersifat multi dimensional telah menimbulkan persoalan
tentang bagaimana masyarakat Indonesia terintegrasi secara horizontal, sementara sratifikasi sosial
sebagaimana terwujud pada masyarakat Indonesia akan memberi bentuk pada integrasi. Oleh karena
itulah maka timbul persoalan yang timbul dari struktur masyarakat Indonesia yang demikian adalah
bagaimana masyarakat Indonesia terintegrasi pada tingkat nasional sehingga menunjang penciptaan
ketahanan nasional yang mantap.

2.2.2 Kondisi Budaya di Indonesia


Lapisan sosial yang berbeda membawa perbedaan perilaku kebudayaan yang diwujudkan dalam
keadaan tertentu seperti bahasa yang digunakan, kebiasaan berpakaian, kebiasaan konsumsi makanan
dan sebagainya. Semua itu menambah keanekaragaman tampilan budaya masyarakat Indonesia.

Kebudayaan baru yang lebih penting daripada kebudayaan-kebudayaan lain dalam mewujudkan
persatuan dan kesatuan bangsa adalah kebudayaan nasional atau kebudayaan Indonesia. Kebudayaan ini
tidak sama dengan kebudayaan daerah tertentu tidak sama artinya dengan penjumlahan budaya-budaya
daerah di kepulauan Indonesia.

Apa yang disebutkan kebudayaan bangsa dalam penjelasan UUD 1945 dirumuskan sebagai
puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah si seluruh Indonesia. Perkataan puncak-puncak
kebudayaan itu artinya adalah kebudayaan yang diterima dan dijunjung tinggi oleh sebagian besar suku-
suku bangsa di Indonesia dan memiliki persebaran di sebagian besar wilayah Indonesia.

2.3 Pengklaiman Malaysia Terhadap Budaya Indonesia

Pada zaman era presiden soekarno, pengklaiman beberapa wilayah indonesia yaitu Sipadan
Ligitan juga Blok Ambalat oleh Malaysia pernah membuat hubungan antar kedua negara ini menjadi
cukup tegang hingga muncul istilah “Ganyang Malaysia”. Seiring dengan redanya isu tersebut, muncul
kembali kasus yang membuat negara indonesia terusik dan teganggu dengan pengklaiman berbagai
kebudayaan indonesia oleh negara tetangga Malaysia. Dahulu kasus pengklaiman wilayah indonesia tak
cukup menjadikan kedua negara ini bermasalah dan beritanya hilang seiring berjalannya waktu

Namun, beberapa waktu yang lalu kembali terdengar mengenai pengklaiman beberapa
kebudayaan asli indonesia oleh Malaysia diantaranya adalah batik tulis, wayang kulit, lagu rasa sayange,
angklung, reog ponorogo hingga makanan khas minang dari salah satu wilayah indonesia yaitu rendang
di klaim berasal dari Malaysia. Sungguh mengherankan bukan, dari mulai wilayah hingga menu
makanan khas Indonesia diklaim sebagai kebudayaan Malaysia. Apakah Malaysia tidak memiliki
kebudayaan, sampai-sampai dalam berbagai aspek kebudayaan indonesia diklaim sebagai miliknya!!

Lalu kasus Reog Ponorogo, yang waktu itu mengakibatkan terjadinya berbagai demonstrasi di
Indonesia. Salah satunya yaitu demonstrasi yang dilakukan di depan kedubes malaysia oleh para
“warok” dan para budayawan reog ponorogo yang tidak terima dengan pengklaiman Malaysia atas Reog
Ponorogo dengan nama Barongan. Kasus ini cukup menarik perhatian dari berbagai pihak dan
masyarakat, khususnya dari pemerintah kabupaten Ponorogo yang tidak terima dengan pengklaiman
tersebut. Karena pemerintah kabupaten Ponorogo sebenarnya telah mendaftarkan tarian reog ponorogo
sebagai hak cipta milik Kabupaten Ponorogo yang tercatat dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari
2004 dan disaksikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI.

Konon awal mulanya isu ini, kesenian Reog Ponorogo dibawa oleh TKI yang bekerja di
Malaysia yang sering mengadakan pertunjukan tarian Reog Ponorogo untuk memperkenalkan
kebudayaan Indonesia tetapi polisi Malaysia memberikan syarat jika reog tetap ingin dimainkan maka
namanya harus diubah menjadi “Singa Barongan UMNO”.

Kasus lain yang cukup menghebohkan, yaitu diklaimnya Batik Tulis kita sebagai karya seni
yang berasal dari Malaysia. Seni batik ini sudah diwariskan oleh nenek moyang kita dari mulai kerajaan
Majapahit dan hingga di gunakan sebagai pakaian untuk para Raja di dalam kerajaan. Dan Malaysia pun
mungkin iri dan ingin memiliki batik indonesia untuk diperkenalkan kepada dunia bahwa Batik
merupakan karya seni yang berasal dari Malaysia. Hingga pada akhirnya pemerintah indonesia
menetapkan tanggal 02 oktober sebagai hari Batik Indonesia..

PENYEBAB PENGKLAIMAN BUDAYA INDONESIA OLEH NEGARA LAIN


Keberagaman budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia sering kali mengundang perhatian
dari negara – negara lain untuk ingin tahu lebih dalam tentang keunikan – keunikan budaya yang kita
miliki. Indonesia terkenal sebagai bangsa yang luhur. Memiliki keragaman budaya yang tersebar di
pelosok-pelosok nusantara. Dari kesenian, adat-istiadat hingga makanan melekat mewarnai keragaman
bangsa ini. Tidak heran jika begitu banyaknya budaya yang kita miliki, justru membuat kita tidak
mengetahui apa saja budaya yang ada Indonesia. Bahkan kita sendiri pun sebagai generasi muda
terkadang melupakan budaya daerah kita. Sangat ironis rasanya, orang Indonesia tetapi tidak mengenal
ciri khas bangsanya sendiri. Ketertarikan budaya yang semakin meluntur juga sangat nampak pada diri
generasi muda saat ini.
Lantas apa saja yang menyebabkan terjadinya pengklaiman budaya oleh negara – negara lain?
v Adapun faktor – faktor penyebabnya adalah sebagai berikut :
· Pengklaiman budaya kita oleh Malaysia
1. Karena adanya kesamaan antara suku dan ras masyarakat indonesia dengan malaysia
2. Faktor bisnis (terutama pengenalan visit malaysia kepada masyarakat dunia).
3. Faktor perkembangan masyarakat yang notabene pembentuk ras melayu
(jawa,minang,bugis,mandailing) yang awlnya berasal dari Indonesia lalu berimigrasi ke malaysia yang
sebelumnya membawa kebudayaan asli indonesia lalu mengenalkannya ke khalayak di seluruh kawasan
negara malaysia.
4. Faktor pameran kesenian indonesia di malaysia yang secara tidak sengaja juga ikut mengajarkan
kebudayaan indonesia secara terperinci kepada masyarakat malaysia yang tertarik kepada kebudayaan
negara Indonesia.
5. Keminiman budaya asli negara malaysia.
6. Kesamaan ciri khas kebudayaan indonesia dengan malaysia dari faktor kesamaan alat musik nada
sebuah lagu, serta adat budaya tersebut.
7. Kebudayaan tradisional yang notabene telah berabad - abad ada dan tidak adanya saksi hidup pencipta
kebudayaan tersebut (ex : lagu daerah memang tanpa pencipta).
8. Budayawan kita yang kurang mengerti akan kebudayaan sendiri , namun budayawan malaysia
mengerti dan paham akan seluk beluk kebudayaan negara indonesia (khususnya melayu).
9. Penyampaian budaya sendiri (minimal:khusus daerah jawa tengah mengerti akan budaya jawa tengah)
yang kurang tetapi penyampaian info di kancah internasional lebih luas dan terperinci.
10. Kesamaan ras yang mungkin mengakibatkan adanya ideologi bahwa indonesia dan malaysia itu satu di
mata orang - orang malaysia jadi kepemilikan budaya pun bisa di samakan (intinya antara indonesia dan
malaysia itu sama semua jadi klaim mengklaim itu tidak salah di mata malasyia ).
11. Faktor awal lahirnya negara indonesia dengan malaysia , malaysia beranggapan bahwa antara malaysia
dengan Indonesia itu lebih tua malaysia , jadi malaysia berhak mengklaim kebudayaan Indonesia karena
mereka beranggapan kebudayaan Indonesia ada karena kebudayaan malaysia jadi asal usul kebudayaan
Indonesia berawal dari malaysia.
· Faktor pengklaiman karena globalisasi.
Era globalisasi, tentu akan berpengaruh pada dinamika budaya di setiap negara. Khususnya di
Indonesia, hal ini bisa dirasakan dan sangat menonjol saat ini. Begitu bebas budaya yang masuk dari
berbagai arus kehidupan. Pribadi yang ramah-tamah juga sangat mendukung masuknya berbagai budaya
tersebut. Ditambah lagi generasi muda kita yang terkesan bosan dengan budaya yang mereka anggap
kuno. Namun, masuknya budaya dari luar justru kerap berimbas buruk bagi bangsa ini. Misalnya
budaya berpakaian, gaya hidup (life style), segi iptek, maupun adat-istiadat. Kesemua itu berdampak
sangat buruk dan dapat dengan mudah dapat menggeser budaya asli yang ada di Indonesia.
Kita sebenarnya belum siap menerima era globalisasi. Gaya hidup kita semakin menjurus ke
arah barat yang individual dan liberal. Budaya gotong-royong pun semakin memudar. Dari segi iptek,
sebagian besar juga berdampak buruk bagi kita. Yakni penyalahgunaan teknologi kerap kali terjadi.
Kemudian, belum ada filterisasi budaya yang masuk. Begitu mudah budaya masuk tanpa ada
penyaringan kesesuaian dengan budaya asli kita. Akibatnya kita seperti berjalan mengikuti
perkembangan zaman yang semakin modern. Tetapi sayangnya budaya luhur yang dulu melekat dalam
diri, perlahan semakin menghilang. Parahnya, budaya daerah yang ada justru kita abaikan.
Dampak yang paling buruk terjadi ialah hilangnya budaya-budaya yang menjadi ciri khas di beberapa
daerah. Bahkan terjadi pencurian atau sering kita dengar pengklaiman budaya nasional oleh negara lain.
Sungguh disayangkan hal itu bisa dialami bangsa Indonesia. Akhir-akhir ini negara tetangga kita
mengklaim begitu banyak budaya dari Indonesia. Bisa kita ambil contoh, batik, reog ponorogo, masakan
rendang dari Sumatra Barat, kuda lumping, lagu rasa sayange, alat musik angklung, gamelan dari Jawa
serta tari piring. Sampai yang terkini adalah tari pendet dari Bali, dan masih banyak lagi. Ini semakin
menunjukkan bahwa kita lemah dalam menjaga jati diri dan mudah kecolongan oleh negara lain.
· Kesadaran generasi muda yang kurang akan pentingnya budaya.
Untuk mempertahankan budaya memang sangat dibutuhkan kesadaran yang kuat. Tidak hanya
mengakui tetapi harus ikut serta dalam pelestarian budaya. Dari kesadaran itulah akan muncul upaya-
upaya menjaga, melindungi budaya asli daerah sehingga akan tetap utuh. Sehingga, tidak mungkin akan
diakui negara lain.
· Perpindahan penduduk menyebabkan budaya kita diakui oleh negara lain.
Saat ini banyak penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri. Bahkan banyak pula yang telah
menetap di sana menjadi warga negara tempat ia tinggal. Perpindahan tersebut tidak menutup
kemungkinan akan diikuti perpindahan budaya. Budaya-budaya dari Indonesia pasti ada yang
diterapkan di negara lain tempat mereka bekerja. Inilah yang menyebabkan keinginan negara lain untuk
mengakui budaya Indonesia. Karena mereka menganggap budaya itu sudah biasa mereka lihat di
negaranya.
· Pemerintah kurang perhatian terhadap kekayaan budaya nasional.
Buktinya, salah satu kesenian dari Jawa Timur yaitu Reog Ponorogo sempat menjadi perdebatan
kepemilikan dengan pihak Malaysia. Padahal dari namanya saja sudah jelas bahwa itu milik Indonesia.
Sebenarnya hal itu bisa disiasati dengan mendaftarkan hak cipta budaya. Supaya dunia internasional
mengakui atas kememilikan budaya Indonesia. Kemudian, kurangnya sarana untuk menampilkan
budaya asli Indonesia kepada masyarakat luas. Ini bukan masalah yang kecil, melainkan masalah yang
menyangkut ciri khas bangsa kita. Harus segera diatasi, agar tidak ada lagi budaya kita yang diambil
pihak luar.
Strategi untuk mengatasi ancaman dibidang sosial budaya

Kehidupan sosial budaya di negara-negara berkembang, perlu memperhatikan gejala perubahan yang
terjadi, terutama mengenai sebab-sebabnya. Banyak faktor
yang mungkin menimbulkan perubahan sosial, di antaranya yang memegang peranan penting ialah
faktor teknologi dan kebudayaan. Faktor–faktor itu berasal
dari dalam maupun dari luar. Biasanya, yang berasal dari luar lebih banyak menimbulkan perubahan.
Agar dapat memahami perubahan sosial yang terjadi,
perlu dipelajari bagaimana proses perubahan itu terjadi dan bagaimana perubahan itu diterima
masyarakat.
Pengaruh dari luar yang perlu diperhatikan adalah hal-hal yang tidak menguntungkan serta dapat
membahayakan kelangsungan hidup kebudayaan
nasional. Bangsa Indonesia harus selalu waspada akan kemungkinan adanya kesengajaan pihak luar
untuk memecah kesatuan bangsa dan negara Indonesia.
Dalam menghadapi pengaruh dari luar yang dapat membahayakan kelangsungan hidup sosial budaya,
bangsa Indonesia berusaha memelihara keseimbangan
dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia
dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan
kemajuan lahir dan kesejahteraan batin. Kesadaran akan perlunya keseimbangan dan keserasian
melahirkan toleransi yang tinggi sehingga dapat menjadi bangsa
yang berbhinneka dan bertekad untuk selalu hidup bersatu.

 Pengaruh dari luar perlu diperhatikan adalah hal-hal yang tidak menguntungkan serta dapat
membahayakan kelangsungan hidup kebudayaan nasional. Bangsa Indonesia harus selalu waspada akan
kemungkinan adanya kesengajaan pihak luar untuk memecah kesatuan bangsa dan negara
Indonesia
 Bepegang teguh pada ideologi Pancasila2. Melakukan penyaringan terhadap budaya yg masuk ke Indonesia3.
Memelihara dan menjaga keselarasan fundamental yaitu hubungan dengan Tuhan, manusia, lingkungan.4.
Meningkatkan persatuan dan kesatuan, denganperkembangan tradisi, pendidikan, kepemimpinan

BAB III
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Jadi untuk mendukung sebuah ketahanan nasional kita harus bisa menjaga budaya itu dan
melestarikan budaya itu sendiri agar tidak punah dan di ambil negara lain. Misal dengan membuat hak
paten atau membuat hak cipta, mengumumkan kepada dunia bahwa itu hasil karya kita. Dan yakin
bahwa kesenian Indonesia sangat kaya, hasil karya seorang seniman tak akan hilang tetapi hanya
terabaikan, jadi sebagai generasi muda kita harus menghargai Sosial ,Kesenian, dan Budaya yang ada di
Indonesia.
Sebagai seorang mahasiswa, ada satu cara untuk mempertahankan dan melestarikan budaya
kita. Yaitu memanfaatkan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat. Perkembangan
teknologi informasi seperti internet, handphone, radio maupun televisi, merupakan sarana yang paling
efektif dalam upaya pengenalan seluruh budaya Indonesia pada masyarakat luas khususnya pelajar.
Sekaligus sebagai upaya mempertahankan budaya kita dari ancaman pengakuan budaya oleh negara
lain.

5.2 Saran
Sebagai jiwa muda Indonesia, kita wajib mempertahankan dan melestarikan Budaya-Budaya
milik Indonesia. Jangan sampai Negara-Negara lain mengklaim Budaya kita. Karena banyak sekali di
Indonesia ini Budaya-Budaya yang harus kita ketahui, dan ada banyak sekali Budaya di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA

http://czwijaya.blogspot.com/2012/04/pengaruh-aspek-ketahanan-nasional-di.html
kaelan. 2012. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta:Paradigma.