You are on page 1of 3

BAB I

A. LATAR BELAKANG
Metode point centered quarter (PCQ) adalah salah satu metode tanpa plot.
Keuntungan menggunakan metode tanpa plot daripada berbasis teknik plot yang
standar adalah bahwa metode point centered quarter (PCQ) cenderung lebih efisien.
Metode tanpa plot lebih cepat untuk dilakukan, membutuhkan peralatan yang relatif
sedikit, sehingga hanya membutuhkan sedikit pekerja (Mitchell,2007).
Metode Point-Centered Quarter Method merupakan salah satu metode jarak
(Distance Method). Metode ini tidak menggunakan petak contoh (plotless) dan
umunya digunakan dalam analisis vegetasi tingkat pohon atau tiang (pole). Namun
dapat pula dilengkapi dengan tingkat pancang (saling atau belta) dan anakan pohon
(seedling) jika ingin mengamati struktur vegetasi pohon. Pohon adalah tumbuhan
berdiameter ≥30 cm, diameter 10-20 cm adalah pancang, diameter < 10 cm dan tinggi
pohon > 2,5 m adalah pancang, serta tinggi pohon < 2,5 m adalah anakan. Syarat
penerapan metode kuadran adalah distribusi pohon atau tiang yang akan dianalisis
harus acak dan tidak mengelompok atau seragam (Arief, 2001).
Dengan metode jarak dapat ditentukan tiga parameter sekaligus yaitu
frekuensi, kerapatan dan penutupan/ dominansi. Jumlah individu dalam suatu stand/
area dapat ditentukan dengan mengukur jarak antara individu, atau jarak antara titik
sampling dengan individu tumbuhan. Hasil pengukuran jarak tersebut dikonversikan
ke dalam unit dua dimensi/ area dengan cara mengkuadratkan jarak tersebut.
Metode jarak yang paling umum digunakan adalah metode point centered quarter.
Pengukuran jarak dilakukan dari titik sapling ke pohon terdekat dalam tiap kuarter
(kuadrat). Dengan demikian setiap titik sapling dihasilkan empat pengukuran (gambar
1). Selain itu juga dilakukan pengukuran diameter pohon dari keempat pohon yang
diamati tersebut, digunakan untuk mengetahui basal area suatu spesies.
Metode no-floristik merupakan metode yang menggambarkan penyebaran
vegetasi berdasarkan penutupannya, dan juga masukan bagi disiplin ilmu yang
lainnya (Syafei,1990).
Kajian komunitas tumbuhan atau vegetasi merupakan bagian kajian ekologi
tumbuhan. Secara garis besar metode analisis dalam ilmu vegetasi dapat
dikelompokkan dalam dua hal yaitu metode destruktif dan metode non-destruktif.
Untuk metode destruktif, dilakukan guna memahami materi organik yang dihasilkan,
sedangkan untuk metode nondestruktif dibedakan menjadi dua pendekatan yaitu
pendekatan floristik dan non-floristik (Syafei, 1990). Metode pendekatan non-floristik
merupakan salah satu metode analisis, vegetasi dengan mengamati penampakan luar
atau gambaran umum dari vegetasi atau tumbuhan dengan tanpa memperhatikan
taksonominya (Syafei, 1990). Metode non-floristiak membagi dunia tumbuhan
berdasarkan berbagai hal, yaitu bentuk hidup, ukuran, fungsi daun, bentuk dan ukuran
daun, tekstur daun, dan penutupan. Untuk setiap karakteristika dibagi-bagi lagi dalam
sifat yang lebih rinci, yang pengungkapannya dinyatakan dalam bentuk simbol huruf
dan gambar.
Metode ini biasanya dipergunakan dalam pembuatan peta vegetasi dengan
skala kecil sampai sedang dengan tujuan untuk menggambarkan penyebaran vegetasi
berdasarkan penutupannya, dan juga masukan bagi disiplin ilmu yang lainnya
(Syafei,1990).

B. TUJUAN
1. Mengetahui jenis tumbuhan
2. Mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) setiap jenis tumbuhan pada suatu
vegetasi dengan menggunakan metode point centered
3. Mengetahui pengaruh faktor abiotik terhadap dominansi tumbuhan yang ada
4. Memahami dan menerapkan pendekatan non-floristik dalam metode analisis
vegetasi di Jalan Jakarta (Taman Kunang-kunang)
5. Mengetahui stratifikasi vegetasi pada area

C. MANFAAR PENELITIAN
Penelitian ini memiliki manfaat yaitu untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP)
setiap jenis tumbuhan pada suatu vegetasi dengan menggunakan metode point
centered, memahami serta menerapkan pendekatan non-floristik dalam metode
analisis vegetasi, serta mengetahui stratifikasi vegetasi pada area dan pengaruh faktor
abiotik terhadap dominansi tumbuhan yang ada.

D. DEFINISI OPERASIONAL
1. Metode point centered quarter (PCQ) adalah salah satu metode jarak (distance
method) tanpa plot dan umumnya digunakan dalam analisis vegetasi tingkat
pohon atau tiang (pole).
2. Secara garis besar metode analisis dalam ilmu vegetasi dapat dikelompokkan
dalam dua hal yaitu metode destruktif dan metode non-destruktif. Untuk
metode destruktif, dilakukan guna memahami materi organik yang dihasilkan,
sedangkan untuk metode nondestruktif dibedakan menjadi dua pendekatan
yaitu pendekatan floristik dan non-floristik.
3. Metode no-floristik merupakan metode yang menggambarkan penyebaran
vegetasi berdasarkan penutupannya, dan juga masukan bagi disiplin ilmu yang
lainnya. Metode pendekatan non-floristik merupakan salah satu metode
analisis, vegetasi dengan mengamati penampakan luar atau gambaran umum
dari vegetasi atau tumbuhan dengan tanpa memperhatikan taksonominya.