You are on page 1of 2

INDUSTRI PERHIASAN IMITASI DAN BARANG SEJENIS

Kelompok ini mencakup usaha pembuatan perhiasan imitasi dan sejenisnya, seperti cincin,
gelang, kalung dan barang-barang sejenisnya yang dibuat dari logam dasar yang dilapisi logam
mulia, perhiasan dengan batu imitasi seperti batu permata imitasi, berlian imitasi dan sejenisnya.
Termasuk pembuatan tali jam tangan dari logam (kecuali logam mulia).

STRUKTUR

Concentration ratio : 0.747

Struktur pasar high oligopoly

(harriva)

HHI: 0,255045836

0,255045836>0.18 tingkat konsentrasi tinggi (spektrum II)

struktur pasarnya high oligopoly

(bram)

Struktur pasar membahas organisasi dari suatu pasar sehingga organisasi pasar mempengaruhi
keadaan persaingan dan penentuan harga pasar. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai
CR4 : 74,7 %. Hasil ini menunjukkan bahwa industri imitasi perhiasan dan barang sejenisnya
memiliki struktur pasar high oligopoly karena nilai CR4 pada rentang nilai struktur pasar
oligopoli dan nilai tersebut berada di titik high oligopoly

CONDUCT

Perilaku industry yang mempengaruhi kinerja industri ialah kemampuan manajemen diferensiasi
produk, riset, dan pengembangan pasar, kepemilikan jaringan industry yang luas, kolaborasi
dalam asosiasi industri perhiasan ikut serta dalam pembuatan peraturan perdagangan, dan
masuknya pemain baru sangat menentukan kinerja industry yang harus dicermati

ROA:

(faris)
PERFORMANCE

Perfomance Industri Perhiasan Imitasi

Data ekspor dan impor Perhiasan Imitasi di Indonesia

Nilai Ekspor
Tahun (US$) Nilai Impor
2017 9533335.3 1596874.71
2016 756948.01 13329215
2015 7586840.9 14393614.93
2014 9284208.5 174871221.9

Nilai ekspor pada Industri Perhiasan Imitasi di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun
ke tahun. Penurunan tercatat terjadi pada tahun 2015. Perhiasan Imitasi menyumbang 2.38%
ekspor Indonesia terhadap total ekspor dunia pada dunia. Dengan peningkatan setiap
tahunnya menunjukkan peningkatan kinerja ekspor pada perusahaan perhiasan imitasi di
Indonesia. Akan tetapi jumlah produksi pada industri perhiasaan imitasi mengalami
penurunan dibuktikan pada nillai impor lebih besar daripada ekspornya. Lebih banyaknya
nilai impor dibanding ekspor juga menunjukkan kebutuhan dalam negeri atas perhiasan
imitasi masih belum dapat terpenuhi oleh produsen lokal.

Dengan tingkat ekspor dan impor pada industri imitasi yang setiap tahunnya meningkat
kinerja perusahaan industri perhiasaan imitasi di Indonesia mengalami penurunan efisiensi.

Nilai Ekpsor
Negara (US$) Nilai Impor (US$)
East Asia 99.745.157.53 18.816.713.28
Japan 23.127.088.76 17.007.578.71
Europe 20.128.303.56 19.221.039.44
China 17.605.944.45 30.624.380.09

Asia tengah menjadi tujuan ekspor paling banyak bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Akan tetapi Indonesia lebih besar mengekspor produk perusahaan imitasi pada negara –
negara diatas dibandingkan mengimpornya. Maka neraca ekspor-impor komoditas perhiasan
imitasi Indonesia adalah negative.