You are on page 1of 3

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PASIEN

DALAM TINDAKAN KEMOTERAPI


DI RUMAH SAKIT DR.MOEWARDI
SURAKARTA

Umi Lutfa *
Arina Maliya **

Abstract
Background of The Study. Feeling worry at patient of cancer because them in fear of impact that happened,
for example change of body image and death. Worry about the death can cause annoyed of medication
process. Anticipated a patient age, education, frequency of chemotherapy and mount the adaptation have an
effect on to patient dread in experiencing chemotherapy.
Objective of Research. The target of this research are wish to know the influence patient age to storey; level
of patient dread, mount the patient education to storey; level of patient dread, previous patient frequency
about chemotherapy to storey; level of patient dread, and mount the patient adaptation to storey; level of
patient dread.
Research of Method. Research use the descriptive correlative design. Research conducted at Dr. Moewardi
Hospital of Surakarta. The population of this research are 410 patient. Sample of the research are 44 patient.
The technique of sampling is proportional sampling.
Conclusions. Research result are: (1) the storey level dread of patient of chemotherapy at RSUD Dr.
Moewardi are middle, that are counted 50% from totalizing responder, (2) there didn’t influence of patient
age to dread storey level, ( 3) there didn’t influence of education of patient to storey level dread of patient, (4)
there didn’t influence of frequency of patient about chemotherapy to storey ;level dread of patient of
chemotherapy, and ( 5) there are influence of patient adaptation about chemotherapy to storey level dread of
patient of chemotherapy at RSUD Dr. Moewardi Surakarta

Keywords: cancer, chemotherapy, anxiety

* Umi Lutfa
Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIK UMS, Jl. Ahmad Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura
** Arina Maliya
Dosen Jurusan Keperawatan FIK UMS, Jl. Ahmad Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura

PENDAHULUAN Sebagian masyarakat masih beranggapan


bahwa penyakit kanker membuat krisis hidup
Penyakit kanker (neoplasma) merupakan
yang amat besar. Reaksi pada sebagian orang
penyebab kematian pertama di dunia. Pada tahun
yang menderita kanker sangat bervariasi,
2005 jumlah kematian akibat penyakit kanker
misalnya syok, takut, cemas, perasaan berduka,
mencapai 58 juta jiwa. Di Indonesia penyakit
marah, sedih, dan sampai ada yang menarik diri
kanker menjadi penyebab kematian kedua setelah
(Gale, 1999). Reaksi tersebut sangat manusiawi
penyakit jantung (Depkes RI, 2005). Di Rumah
dan merupakan bagian-bagian dari kehidupan
Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi (RSDM) data
yang harus dihadapi setiap orang. Perasaan cemas
pasien kanker yang melakukan kunjungan berobat
pada pasien kanker karena mereka takut akan
setiap hari mencapai rata-rata 34 orang. Jumlah
dampak yang terjadi, misalnya perubahan body
tersebut meliputi pasien kanker dengan semua
image dan kematian (Carbonel, 2004). Cemas
jenis penyakit kanker. Di RSUD Dr. Moewardi
akan kematian bisa berakibat terganggunya proses
ada kecenderungan peningkatan kasus kanker
pengobatan.
pada semua kelompok umur mengingat
perkembangan teknologi baik di bidang pangan, Pasien kanker yang berobat di rumah sakit
obat-obatan maupun transportasi. Faktor-faktor membutuhkan metode perawatan dan pengobatan
tersebut dapat memicu meningkat-nya penyakit yang lebih khusus dibandingkan pasien lainnya.
kanker di masyarakat. Pendekatan yang baik dan terapeutik dari dokter

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pasien Dalam… (Umi Lutfa dan Arina Maliya) 187
dan perawat akan memperkuat koping pasien. sinya di masyarakat. Banyak faktor yang
Koping dibutuhkan pasien sebagai upaya mempengaruhi peran seperti kejelasan
menghadapi ancaman fisik dan psikososial perilaku dan pengetahuan yang sesuai dengan
(Keliat, 1999). Berdasar-kan latar belakang peran, konsistensi respon orang yang berarti
penelitian maka dapat dirumuskan masalah terhadap peran, kesesuaian dan keseimbangan
penelitian yaitu: “Faktor-faktor apakah yang antara peran yang dijalaninya. Juga kese
mempengaruhi tingkat kecemasan pasien dengan larasan budaya dan harapan individu terhadap
tindakan kemoterapi di Rumah Sakit Dr. perilaku peran. Disamping itu pemisahan
Moewardi Surakarta?”. Tujuan penelitian ingin situasi yang akan menciptakan keti
mengetahui pengaruh: 1) usia pasien terhadap daksesuaian perilaku peran, jadi setiap orang
tingkat kecemasan pasien, 2) tingkat pendidikan disibukkan oleh beberapa peran yang berhu
pasien terhadap tingkat kecemasan pasien, 3) bungan dengan posisinya pada setiap waktu.
pengalaman pasien sebelumnya tentang Pasien yang mempunyai peran ganda baik di
kemoterapi terhadap tingkat kecemasan pasien, 4) dalam keluarga atau di masyarakat ada
tingkat adaptasi pasien terhadap tingkat kecenderungan mengalami kecemasan yang
kecemasan pasien. berlebih disebabkan konsentrasi terganggu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh: usia pasien, tingkat b. Faktor-faktor ekstrinsik, antara lain:
1) Kondisi medis (diagnosis penyakit)
pendidikan pasien, pengalaman pasien, dan
Terjadinya gejala kecemasan yang
tingkat adaptasi pasien terhadap tingkt kecemasan
berhubungan dengan kondisi medis sering
pasien dengan tindakan Kemoterapi di ruang
ditemukan walaupun insidensi gangguan
Cendana RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun
bervariasi untuk masing-masing kondisi
2008.
medis, misalnya: pada pasien sesuai hasil
Menurut Kaplan dan Sadock (1997), faktor pemeriksaan akan mendapatkan diagnosa
yang mem-pengaruhi kecema san pasien antara pembedahan, hal ini akan mempengaruhi
lain : tingkat kecema san klien. Sebaliknya pada pa
a. Faktor-faktor intrinsik, antara lain: sien yang dengan diagnosa baik tidak terlalu
1) Usia pasien mempengaruhi tingkat kecemasan.
Menurut Kaplan dan Sadock (1997) gangguan 2) Tingkat pendidikan
kecemasan dapat terjadi pada semua usia, Pendidikan bagi setiap orang memiliki arti
lebih sering pada usia dewasa dan lebih masing-masing. Pendidikan pada umumnya
banyak pada wanita. Sebagian besar ber guna dalam merubah pola piker, pola
kecemasan terjadi pada umur 21-45 tahun. bertingkah laku dan pola pengambilan
2) Pengalaman pasien men-jalani pengobatan keputusan (Noto atmodjo, 2000). Tingkat
Kaplan dan Sadock (1997) mengatakan pendidikan yang cukup akan lebih mudah
pengalaman awal pasien dalam pengobatan dalam mengiden tifikasi stresor dalam diri
merupakan pengalaman-penga laman yang sendiri maupun dari luar dirinya. Tingkat
sangat berharga yang terjadi pada individu pendidikan juga mempengaruhi kesadaran dan
terutama untuk masa-masa yang akan datang. pemahaman terhadap stimulus (Jatman,
Pengalaman awal ini sebagai bagian penting 2000).
dan bahkan sangat menentukan bagi kondisi 3) Akses informasi
mental individu di kemudian hari. Apabila Adalah pemberitahuan tentang sesuatu agar
penga laman individu tentang kemo terapi orang membentuk pendapatnya berdasarkan
kurang, maka cenderung mempengaruhi se suatu yang diketahuinya. Infor masi adalah
peningkatan ke cemasan saat menghadapi segala penjelasan yang didapatkan pasien
tindakan kemote rapi. sebelum pelaksanaan tindakan kemote rapi
3) Konsep diri dan peran terdiri dari tujuan kemote rapi, proses
Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kemoterapi, resiko dan komplikasi serta
kepercayaan dan pendirian yang diketahui alternatif tindakan yang tersedia, serta proses
individu terhadap dirinya dan mem pengaruhi adminitrasi (Smeltzer & Bare, 2001).
individu berhu bungan dengan orang lain. 4) Proses adaptasi
Menurut Stuart & Sundeen (1991) peran Kozier and Oliveri (1991) menga takan bahwa
adalah pola sikap perilaku dan tujuan yang tingkat adaptasi manusia dipengaruhi oleh sti
diharapkan dari seseorang berdasarkan posi mulus internal dan eksternal yang dihadapi
188 Berita Ilmu Keperawatan, ISSN 1979-2697, Vol. 1 No. 4 ,Desember 2008, 187-192
Thank you for using www.freepdfconvert.com service!

Only two pages are converted. Please Sign Up to convert all pages.

https://www.freepdfconvert.com/membership