You are on page 1of 8

Mohamad Fajar Setiawan

08.2017.1.01759

1) Batch Tray Dryer (Batch Drying)

Metode batch merupakan metode tray drying yang paling sederhana. Tray dryerterdiri
dari bilik pemanasan yang terbuat dari kayu atau logam-logam tertentu. Tray/kolom yang telah
dimasukkan material yang ingin dikeringkan kemudian di letakkan secara bersusun dalam
kolom. Setelah ruangan ditutup, maka udara panas dialirkan ke dalam ruang pemanas hingga
semua bahan menjadi kering.

Udara panas yang masuk dari sebelah bawah ruang menyebabkan material yang ada
kolom yang paling bawah menjadi yang paling pertama kering. Setelah tenggat waktu tertentu,
tray akan dikeluarkan dan material yang telah kering diambil. Material lain yang ingin
dikeringkan dimasukkan dan prosedur terjadi berulang-ulang.

2) Solar Dryer (Continuous Drying)

Solar drying merupakan metode pengeringan yang saat ini sering digunakan untuk
mengeringkan bahan-bahan makanan hasil panen. Metode ini bersifat ekonomis pada skala
pengeringan besar karena biaya operasinya lebih murah dibandingkan dengan pengeringan
dengan mesin. Prinsip dari solar drying ini adalah pengeringan dengan menggunakan bantuan
sinar matahari. Perbedaan dari pengeringan dengan sinar matahari biasa adalah solar drying
dibantu dengan alat sederhana sedemikian rupa sehingga pengeringan yang dihasilkan lebih
efektif. Metode solar drying sering digunakan untuk mengeringkan padi. Namun karena pada
prinsipnya pengeringan adalah untuk mengurangi jumlah air (kelembaban) bahan, maka metode
ini juga bisa diaplikasikan untuk bahan makanan lain.

Cara kerja solar dryer adalah sebagai berikut:


Bahan yang ingin dikeringkan dimasukkan ke dalam bilik yang berada pada ketinggian tertentu
dari permukaan tanah. Udara sekitar masuk melalui saluran yang dibuat lebih rendah daripada
bilik pemanasan dan secara otomatis terpanaskan oleh sinar matahari secara konveksi pada saat
udara tersebut mengalir menuju bilik pemanasan. Udara yang telah terpanaskan oleh sinar
matahari kemudian masuk kedalam bilik pemanas dan memanaskan bahan makanan.
Pengeringan bahan makanan jadi lebih efektif karena pemanasan yang terjadi berasal dari dua
arah, yaitu dari sinar matahari secara langsung (radiasi) dan aliran udara panas dari bawah
(konveksi).

3) Spray Dryer (Continuous Drying)

Metode mengeringan spray drying merupakan metode pengeringan yang paling banyak
digunakan dalam industri terutama industri makanan. Metode ini mampu menghasilkan produk
dalam bentuk bubuk atau serbuk dari bahan-bahan seperti susu, buah buahan, dll.

Bagian-bagian dari unit spray dryer:

· feed pump

· atomizer

· Pemanas uap (air heater)

· Pendispersi udara (air disperse)

· drying chamber

· recovery powder system

· pembersih udara keluaran

Cara kerja spray dryer adalah sebagai berikut:


Pertama-tama seluruh air dari bahan yang ingin dikeringkan, diubah ke dalam bentuk butiran-
butiran air dengan cara diuapkan menggunakan atomizer. Air dari bahan yang telah berbentuk
tetesan-tetesan tersebut kemudian di kontakan dengan udara panas. Peristiwa pengontakkan ini
menyebabkan air dalam bentuk tetesan-tetesan tersebut mengering dan berubah menjadi serbuk.
Selanjutnya proses pemisahan antara uap panas dengan serbuk dilakukan dengan cyclone atau
penyaring. Setelah di pisahkan, serbuk kemudian kembali diturunkan suhunya sesuai dengan
kebutuhan produksi.

4) Rotary Dryer

Pengering rotary dryer biasa digunakan untuk mengeringkan bahan yang berbentuk
bubuk, granula, gumpalan partikel padat dalam ukuran besar. Pemasukkan dan pengeluaran
bahan terjadi secara otomatis dan berkesinambungan akibat gerakan vibrator, putaran lubang
umpan, gerakan berputar dan gaya gravitasi. Sumber panas yang digunakan dapat berasal dari
uap listrik, batubara, minyak tanah dan gas. Debu yang dihasilkan dikumpulkan oleh scrubber
dan penangkap air elektrostatis (Anonim, 2009).

Secara umum, alat rotary dryer terdiri dari sebuah silinder yang berputar di atas sebuah bearing
dengan kemiringan yang kecil menurut sumbu horisontal, rotor, gudang piring, perangkat
transmisi, perangkat pendukung, cincin meterai, dan suku cadang lainnya.. Panjang silinder
biasanya bervariasi dari 4 sampai lebih dari 10 kali diameternya (bervariasi dari 0,3 sampai 3 m).
Feed padatan dimasukkan dari salah satu ujung silinder dan karena rotasi, pengaruh ketinggian
dan slope kemiringan, produk keluar dari salah satu ujungnya (Jumari, A dan Purwanto A.,
2005). Pengering putar ini dipanaskan dengan kontak langsung gas dengan zat padat atau dengan
gas panas yang mengalir melalui mantel luar, atau dengan uap yang kondensasi di dalam
seperangkat tabung longitudinal yang dipasangkan pada permukaan dalam selongsong.

(sumber:http://tsffarmasiunsoed2012.wordpress.com/2012/06/15/metode-pengeringan-rotary-
dryer/)

5) Spray dryer

Pengeringan semprot atau spray drying merupakan jenis pengeringan tertua dan sering
dipakai dalam industry farmasi. Cara ini digunakan untuk mengubah pasta, bubur atau cairan
dengan viskositas rendah menjadi padatan kering. Pengeringan dengan cara ini mampu
meminimalisir interupsi karena selama bahan cair yang akan dikeringkan tersedia, maka proses
pengeringan akan tetap berjalan secara kontinyu dan produk berupa padatan kering akan terus
terbentuk. Dalam beberapa kasus, pengeringan menggunakan cara ini dapat beroperasi selama
bulan tanpa perlu dihentikan. Proses pengeringan semprot berlangsung dalam waktu yang sangat
singkat, hanya beberapa milidetik hingga beberapa detik tergantung jenis peralatan dan kondisi
pengeringan. Hal ini memberi keuntungan bagi bahan yang sensitif terhadap panas. Selain itu
mengurangi resiko terjadinya korosi dan abrasi karena minimnya waktu kontak antara peralatan
dengan bahan yang dikeringkan. Pengeringan dengan cara ini sangat cost-efective terutama
untuk produk dalam jumlah besar selain bisa dioperasikan secara automatis dengan bantuan
komputer. Keterbatasan pengeringan dengan cara ini ialah tak dapat digunakan untuk
menghasilkan produk granul kering berukuran rata-rata diatas 200 µm.

6) Fluidized bed dryer

Fluidized bed dryer adalah sistem pengeringan yang diperutukan bagi bahan berbobot
relatif ringan, misalnya serbuk dan ganular. Prinsipnya bahan yang akan dikeringkan dialiri
dengan udara panas yang terkontrol dengan volume dan tekanan tertentu, selanjutnya bagi bahan
yang telah kering karena bobotnya sudah lebih ringan akan keluar dari ruang pengeringan
menuju siklon untuk ditangkap dan dipisahkan dari udara, namun bagi bahan/material yang halus
akan ditangkap oleh pulsejet bag filter. Cocok digunakan untuk serbuk, butiran, aglomerat, dan
pelet dengan ukuran partikel rata-rata normal antara 50 dan 5.000 mikron. Kelebihan metode ini
ialah perpindahan panas dan kontrol terhadap ukuran partikelnya lebih baik serta pencampuran
yang lebih efisien.

7) Vacuum Dryers

Vakum ialah proses menghilangkan air dari suatu bahan, bersama dengan penggunaan
panas maka vakum dapat menjadi suatu metode pengeringan yang efektif. Pengeringan dapat
dicapai dalam suhu yang lebih rendah sehingga lebih hemat energi. Metode ini cocok untuk
mengeringkan bahan yang sensitif terhadap panas atau bersifat volatil karena waktu
pengeringannya yang singkat. Kelebihan yang lain dari pengeringan menggunakan vakum ialah
dapat digunakan untuk mengeringkan bahan yang tak bisa dikeringkan jika terdapat kehadiran
air. Sistem ini terdiri dari ruang vakum (bisa stationer atau berputar), pompa dengan katup dan
gauge serta sumber panas. Proses pengeringan vakum sering melibatkan beberapa langkah
penerapan panas dan vakum. Mengurangi tekanan pada permukaan cairan akan membuat cairan
tersebut menguap tanpa perlu diikuti kenaikan suhu. Ada dua tipe pengering vakum, yaitu
Double cone Rotary Vacuum Dryer dan Cylindrical shell rotary vacuum dryer. Pada Double
cone Rotary Vacuum Dryer ruang pengering dipasang pada poros yang berputar. Proses
pengeringan melibatkan pemusingan dari ruang chamber yang memungkinkan gerakan jatuh
turun. Pada Cylindrical shell rotary vacuum dryer, di dalam ruang pengering dipasangi dengan
alat pemusing untuk mencampur dan mengaduk. Tipe ini digunakan biasanya untuk produksi
batch dalam jumlah besar.

8) Flash dryers

Flash Dryer adalah sebuah instalasi alat pengering yang digunakan untuk mengeringkan
adonan basah dengan mendisintregasikan adonan tersebut kedalam bentuk serbuk dan
mengeringkanya dengan mengalirkan udara panas secara berkelanjutan. Proses pengeringan yang
terjadi di Flash dryer berlangsung dengan sangat cepat. kaan secara instan. Seperti asal katanya
“flash” yang berarti kilat. Maka alat ini mengeringkan bahan yang dikeringkan dengan sangat
cepat, dalam hitungan milisekon. Flash Dryer cocok digunakan untuk mengeringkan bahan yang
sensitif terhadap panas.Flash Dryer tidak cocok digunakan untuk material yang dapat
menyebabkan erosi pada alat dan berminyak.

9) Conduction Dryers

Conduction Dryers dapat mengeringkan solutions, bubur, pasta, dan butiran yang
mengandung pigmen, lempung, bahan kimia, batu bara halus, dan garam-garam, serta dapat juga
digunakan untuk waktu retensi yang relatif singkat. Dryer atau pengering mengendalikan
kecepatan pengeringan dan mengontrol waktu retensi.
Tidak seperti pada sistem lain pengeringan dengan Conduction Dryers menggunakan
suhu yang rendah. Kapasitas pengering dan kinerja tergantung pada area perpindahan panas yang
tersedia dan kondisi operasi untuk produk tertentu. Waktu pengeringan dapat dengan mudah
disesuaikan dalam pengering tersebut. Perpindahan panas secara konduksi menjamin penguapan
dan pengeringan.

10) Tray dryer

Pengering talam digunakan untuk mengeringkan bahan-bahan yang tidak boleh diaduk
dengan cara termal, sehingga didapatkan hasil berupa zat padat yang kering.Pengering talam
sering digunakan untuk laju produksi kecil .

Prinsip Kerja

Pengering ini dapat beroperasi dalam vakum dan dengan pemanasan tak langsung. Uap
dari zat padat dikeluarkan dengan ejector atau pompa vakum.Pengeringan dengan sirkulasi udara
menyilang lapisan zat padat memerlukan waktu sangat lama dan siklus pengeringanpanjangyaitu
4-8 jam per tumpak.selain itu dapat juga digunakan sirkulasi tembus, tetapi tidak ekonomis
karena pemendekan siklus pengeringan tidak akan mengurangi biaya tenagakerja yang
diperlukan untuk setiap tumpak.

11) Drum dryer


Terdiri dari gulungan logam panas yang berputar. Pada bagian luar terjadi penguapan
lapisan tipis zat cair atau lumpur untuk dikeringkan. Padatan keringdikeluarkan dari gulungan
yang putarannya lebih diperlambat. Drum dryer sangatcocok untuk penanganan lumpur atau
padatan yang berbentuk pasta atau suspensiserta untuk bermacam-macam larutan. Bagian drum
berfungsi sebagai suatuevaporator. Beberapa variasi dari jenis drum tunggal adalah dua drum
yang berputar dengan umpan masuk dari atas atau bagian bawah kedua drum tersebut

Prinsip kerja drum dryer

Terdiri dari gulungan logam panas yang berputar. Pada bagian luar terjadi penguapan
lapisan tipis zat cair atau lumpur untuk dikeringkan. Padatankering dikeluarkan dari gulungan
yang putarannya lebih diperlambat.

Cara kerja drum dryer

Alat jenis ini ada yang menggunakan satu buah silinder dan ada pulayang menggunakan
dua buah silinder sebelah atas. Bahan basah diisikan dengancara menyemprotkannya secara
kontinyu ke permukaan luar silinder sebelah atas.Disamping itu ada juga yang berjalan
mengalirkan bahan basah ke bagian bawahsilinder, kemudian waktu silinder berputar, bahan
basah tersebut akan ikutterbawa pada permukaan luar silinder yang bersuhu tinggi sehingga
bahanmengering.

Bahan basah yang akan dikeringkan di masukkan ke dalam alat melalui pipa dan
dialirkan pada drum yang berputar. Dinding drum yang panas akan menguapkan air bahan
sehingga bahan menjadi kering menurut yangdikehendaki. Uap panas keluar dari alat melalui
saluran sebelah atas. Sedangkan bahan yang telah kering dilepaskan dari drum dengan
menggunakan pisau kikisyang diatur jaraknya terhadap drum. Kemudian bahan kering ini akan
mengalir ke bawah dan ditampung dengan menggunakan wadah yang telah diselesaikan.(Bahri,
2005)

12) Freeze Drying


Prinsip kerja freeze drying meliputi pembekuan larutan, menggranulasikan larutan yang
beku tersebut, mengkondisikannya pada vacum ultra-high dengan pemanasan yang sedang
sehingga mengakibatkan air pada bahan pangan tersebut akan menyublim dan akan
menghasilkan produk padat (solid product).