You are on page 1of 7

PEMERINTAH KABUPATEN BERAU

DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALISAYAN
Jl. Sultan Hasanuddin, Poros Talisayan
TALISAYAN 77372

KETEPATAN PENYAJIAN DIET PASIEN

Definisi Operasional Ketepatan penyajian diet pasien rawat


inap adalah ketepatan penyajian makanan
sesuai dengan jenis diet masing – masing
pasien sesuai dengan order dier dari
DPJP ataupun dietesen penanggung
jawab

Tujuan Terlaksananya diet yang tepat bagi pasien


rawat inap

Dimensi Mutu 1. Efisiensi


2. Keselamatan
3. Focus pada pasien
4. berkesinambungan
Alasan pemilihan indicator
Untuk mengevaluasi ketepatan penyajian
diet pasien di rawat inap

Numerator Jumlah kesalahan pemberian diet dalam 1


miunggu
Denumerator
Jumlah keseluruhan pemberian diet dalam
seminggu

Rumus Pengukuran 𝑁
𝑥 100%
𝐷

Metode Pengumpulan Data 1. Retrospektif


Cakupan data (Total atau Semua pasien rawat inap
Sampel)
Frekuensi Pengumpulan Data 1. Harian

Frekuensi Analisis Data Setiap 2 minggu

Standar ≥90%
PEMERINTAH KABUPATEN BERAU
DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALISAYAN
Jl. Sultan Hasanuddin, Poros Talisayan
TALISAYAN 77372

Sumber Data/Area Monitoring


Data Formulir / RM catatan pemesanan
makanan pasien di rawat inap

PJ Pengumpul Data Kepala instalasi gizi/ kepala instalasi rawat


inap
PEMERINTAH KABUPATEN BERAU
DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALISAYAN
Jl. Sultan Hasanuddin, Poros Talisayan
TALISAYAN 77372

KETEPATAN WAKTU PENYAJIAN MAKANAN

Definisi Operasional Kegiatan penyajian makanan pasien rawat


inap oleh petugas distribusi makanan
sesuai dengan jadwal yang sudah
ditetapkan manajemen RS

Tujuan Terselenggaranya penyajian makanan


bagi pasien rawat inap yang tepat waktu

Dimensi Mutu 1. Akses


2. Efektifitas
3. Kenyamanan

Alasan pemilihan indicator Untuk mengevaluasi ketepatan waktu


penyajian makanan pasien di rawat inap

Numerator Jumlah pasien rawat inap yang disurvei


yang mendapat makanan tepat waktu
dalam satu bulan
Denumerator
Jumlah seluru pasien rawat inap yang
disurvei

Rumus Pengukuran

𝑁
𝑥 100%
𝐷

Metode Pengumpulan Data Survey


Cakupan data (Total atau Semua pasien rawat inap yang dilayani
Sampel) dalam 1 minggu

Frekuensi Pengumpulan Data 1. Harian


2. Mingguan
Frekuensi Analisis Data Setiap 2 minggu
PEMERINTAH KABUPATEN BERAU
DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALISAYAN
Jl. Sultan Hasanuddin, Poros Talisayan
TALISAYAN 77372

Standar ≥90%

Sumber Data/Area Monitoring Formulir catatan pemesanan makanan


Data pasien

PJ Pengumpul Data Kepala instalasi gizi/ kepala instalasi rawat


inap
PEMERINTAH KABUPATEN BERAU
DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALISAYAN
Jl. Sultan Hasanuddin, Poros Talisayan
TALISAYAN 77372

SISA MAKANAN YANG TIDAK TERMAKAN OLEH PASIEN

Definisi Operasional Sisa makanan (waste) merupakan


indikator penting dari pemanfaatan sumber
daya dan persepsi konsumen terhadap
penyelenggaraan makanan

Tujuan mengetahui sisa makanan pasien yang


tidak termakan oleh pasien

Dimensi Mutu 1. Efisiensi


2. Efektifitas

Alasan pemilihan indicator Untuk mengevaluasi keberhasilan program


penyuluhan gizi kepada pasien.

Numerator Jumlah persen sisa makanan dari pasien


yang disurvey
Denumerator
Jumlah pasien yang di survey dalam 1
minggu

Rumus Pengukuran
𝑁
𝑥 100%
𝐷

Metode Pengumpulan Data survey


Cakupan data (Total atau Semua pasien rawat inap yang dilayani
Sampel) dalam 1 minggu

Frekuensi Pengumpulan Data 1. Harian


2. Mingguan
Frekuensi Analisis Data Setiap 2 minggu
Standar
PEMERINTAH KABUPATEN BERAU
DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALISAYAN
Jl. Sultan Hasanuddin, Poros Talisayan
TALISAYAN 77372

≥20%

Sumber Data/Area Monitoring Observasi


Data
PJ Pengumpul Data Kepala instalasi Gizi/ Kepala rawait inap
PEMERINTAH KABUPATEN BERAU
DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALISAYAN
Jl. Sultan Hasanuddin, Poros Talisayan
TALISAYAN 77372

Lampiran
12 Indikator Mutu Pelayanan RS

1. Kepatuhan Identifikasi Pasien (Aksesibilitas)


2. Waktu Tanggap Pelayanan Gawat Darurat (Keselamatan)
3. Waktu Tunggu Rawat Jalan (Accessibilitas)
4. Penundaan Operasi Elektif (Aksesibilitas)
5. Ketepatan Jam Visite Dokter Spesialis ((Aksesibilitas)
6. Waktu Lapor Hasil Pemeriksaan Kritis (Keselamatan)
7. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional/FORNAS (Efisiensi)
8. Kepatuhan Cuci Tangan (Keselamatan)
9. Kepatuhan Upaya Pencegahan Resiko Pasien Jat(uh (Keselamatan)
10. Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway (Efektifitas)
11. Kepuasaan Pasien dan Keluarga (Aksesibilitas)
12. Kecepatan Respon Terhadap Komplain (Aksesibilitas)