You are on page 1of 6

BAB II

TELA’AH PUSTAKA

A. Status Gizi Remaja


1. Status gizi
Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak
yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga
didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara
kebutuhan dan masukan nutrien. Penelitian status gizi merupakan pengukuran yang
didasarkan pada data antropometri serta biokimia dan riwayat diit (Beck, 2000: 1)
2. Remaja
Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja
manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak.
Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja
merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara
umur 11 tahun sampai 21 tahun.
Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan
tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik
seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan
dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat
menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak
menghabiskan waktu di luar keluarga
3. Status Gizi pada Remaja
Status gizi adalah keadaan tubuh akibat mengkonsumsi makanan dan
penggunaan zat-zat gizi. Status gizi dibedakan menjadi tiga yaitu status gizi kurang,
status gizi baik, dan status gizi lebih. Penentuan status gizi remaja dapat dilakukan
dengan beberapa cara salah satunya dengan menggunakan Indeks Masa Tubuh (IMT).
Pengukuran ini cocok untuk remaja karena remaja masih dalam masa pertumbuhan
(Almatsier, 2010).
Perlunya pemenuhan zat gizi pada usia remaja, terutama remaja putri
berhubungan dengan perannya dimasa yang akan datang sebagai calon ibu. Kondisi
seseorang pada masa dewasa ditentukan oleh keadaan pada masa remaja. Pada usia
remaja keadaan gizi dan kesehatan harus diperhatikan karena remaja putri menjadi
wanita dewasa yang melahirkan generasi berikutnya (Husaini, 1989).

Masalah gizi yang paling sering terjadi pada remaja adalah kurangnya asupan
gizi yang mengakibatkan kurang gizi yaitu terlalu kurus dan dapat terkena anemia
karena kekurangan zat besi. Selain itu masalah gizi yang sering muncul adalah
kelebihan asupan gizi yang dapat menyebabkan obesitas. Obesitas menjadi ancaman
serius bagi kesehatan, kondisi obesitas akan membawa beberapa konsekuensi, seperti
diskriminasi dari teman- teman, kesan negatif dari diri sendiri, kurang bisa
bersosialisasi dan depresi (Waryana, 2010).

B. Pengentahuan
Pengetahuan adalah Informasi yang telah diproses dan diorganisasikan untuk
memperoleh pemahaman, pembelajaran dan pengalaman yang terakumulasi sehingga bisa
diaplikasikan ke dalam masalah/proses bisnis tertentu . Informasi yang diproses untuk
mengekstrak implikasi kritis dan merefleksikan pengalaman masa lampau menyediakan
penerima dengan pengetahuan yang terorganisasi dengan nilai yang tinggi.
Pengetahuan dapat juga diartikan sebagai gejala yang ditemui dan diperoleh
manusia melalui pengamatan akal. Pada saat seseorang memakai akal budinya untuk
mengenali suatu kejadian tertentu yang belum pernah dirasakan sebelumnya itu dapat
meunculkan sebuah Pengetahuan. Contoh Pengetahuan: Seseorang yang mencicipi buah
yang belum pernah dimakannya, maka orang tersebut akan memperolah pengetahuan yaitu
tentang rasa, bentuk, ukuran, nama buah.
Pada dasarnya pengetahuan mempunyai kemampuan prediktif/ perkiraan terhadap
sesuatu sebagai hasil dari pengenalan suatu bentuk/ pola. Data dan Informasi terkadang
dapat membingungkan seseorang, maka pengetahuanlah yang mengarahkan tindakan.

C. Pendapatan Orang tua


T. Gilarso (1992: 63) berpendapat bahwa “Pendapatan keluarga adalah segala
bentuk balas karya yang diperoleh sebagai imbalan atau balas jasa atas sumbangan
seseorang terhadap proses produksi”.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pendapatan orang tua adalah
seluruh pendapatan yang diterima oleh seseorang baik yang berasal dari keterlibatan
langsung dalam proses produksi atau tidak, yang dapat diukur dengan uang dan digunakan
untuk memenuhi kebutuhan bersama maupun perseorangan pada suatu keluarga dalam satu
bulan.

D. Pekerjaan Orang tua


Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia.
Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang
menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering
dianggap sinonim dengan profesi. Pekerjaan yang dijalani seseorang dalam kurun waktu
yang lama disebut sebagai Karir.Seseorang mungkin bekerja pada beberapa perusahaan
selama karirnya tapi tetap dengan pekerjaan yang sama (notoatmodjo, 2012)
Orang tua memiliki pekerjaan untuk menanggungi kehidupan dari seorang anak,
dari dia lahir sampai berkembang menjadi dewasa melalui tahap remaja. Orang tua juga
bertanggung ajab atas tugas yang dilakukan didalam rumah dalam kehidupan sehari – hari.
Peran orang tua tidak lepas dari pekerjaan untuk membimbing anak untuk menjadi orang
hebat dimasa depan.

E. Life style/gaya hidup


Gaya hidup atau Lifestyle adalah gambaran tingkah laku, pola dan cara hidup yang
ditunjukkan bagaimana aktivitas seseorang, minat dan ketertarikan serta apa yang mereka
pikirkan tentang diri mereka sendiri sehingga membedakan statusnya dari orang lain dan
lingkungan melalui lambang-lambang sosial yang mereka miliki.
Menurut Kotler dan Keller (2012:192), Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di
dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup
menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di
dunia.
Menurut Sunarto, terdapat tiga indikator gaya hidup seseorang yaitu sebagai berikut
(Mandey, 2009:93):
 Kegiatan (Activity) adalah apa yang dikerjakan konsumen, produk apa yang dibeli
atau digunakan, kegiatan apa yang dilakukan untuk mengisi waktu luang. Walaupun
kegiatan ini biasanya dapat diamati, alasan untuk tindakan tersebut jarang dapat diukur
secara langsung.
 Minat (Interest) adalah objek peristiwa, atau topik dalam tingkat kegairahan yang
menyertai perhatian khusus maupun terus-menerus kepadanya. Interest dapat berupa
kesukaan, kegemaran dan prioritas dalam hidup konsumen tersebut. Minat merupakan
apa yang konsumen anggap menarik untuk meluangkan waktu dan mengeluarkan uang.
Minat merupakan faktor pribadi konsumen dalam mempengaruhi proses pengambilan
keputusan.
 Opini (Opinion) adalah pandangan dan perasaan konsumen dalam menanggapi isu-isu
global, lokal oral ekonomi dan sosial. Opini digunakan untuk mendeskripsikan
penafsiran, harapan dan evaluasi, seperti kepercayaan mengenai maksud orang lain,
antisipasi sehubungan dengan peristiwa masa datang dan penimbangan konsekuensi
yang memberi ganjaran atau menghukum dari jalannya tindakan alternatif.

F. Genetik (faktor keturunan)


Setiap orang dilahirkan dengan gen yang berbeda-beda. Tidak ada satu manusia
pun yang terlahir dengan gen yang sama persis dengan gen yang dimiliki oleh manusia
lainnya. Meskipun setiap manusia memiliki gen yang berbeda-beda, akan tetapi pada
dasarnya gen seorang manusia diwariskan dari gen yang dimiliki oleh orang tuanya. Setiap
anak yang dilahirkan biasanya memiliki gen yang mirip dengan gen yang dimiliki oleh
orang tuanya.
Gen yang diturunkan, biasanya berupa bentuk wajah, bentuk tubuh, tinggi tubuh,
kebiasaan, perilaku, dll. Jadi tidak diungkiri pula bahwa penyakit yang memiliki hubungan
kuat dengan turunan, dapat juga turun dari orang tua ke anak.

G. Riwayat Lahir
Merupakan bentuk dari catatan ketika kita dilahirkan sampai kita tubuh dan
berkembang sampai dengan dewasa. Diriwayat lahir dituliskan setiap detail hal – hal yang
memungkinkan akan berpengaruh terhadap masa depan keadaan kita yang akan datang.
Oleh sebab itu perlu dilakukan pencatatan agar kita mengetahui mengapa dan apa saja yang
terjadi ketika dalam masa perkembangan melalui riwayat lahir.

H. Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik merupakan setiap pergerakan tubuh akibat kontraksi otot rangka
yang membutuhkan kalori lebih besar daripada pengeluaran energi saat istirahat. Aktivitas
fisik yang tidak dilakukan secara terstruktur dan terencana disebut aktivitas fisik sehari –
hari, sedangkan aktivitas fisik yang dilakukan secara terstruktur dan terencana disebut
latihan jasmani (Angraini RD. 2014)
Klasifikasi aktivitas fisik berdasarkan kebutuhan energi terbagi atas aktivitas fisik
ringan, sedang dan berat. Aktivitas fisik ringan adalah segala sesuatu yang menggerakkan
tubuh, sama dengan aktivitas sehari-hari meliputi berjalan kaki dan pekerjaan rumah
tangga. Aktivitas fisik sedang merupakan kegiatan yang membutuhkan gerakan otot yang
terus menerus dengan intensitas ringan, seperti bersepeda, berlari kecil dan berjalan cepat.
Aktivitas fisik berat merupakan pergerakan tubuh yang memerlukan banyak gerakan otot
dan pembakaran kalori yang besar meliputi kegiatan seperti berenang, naik gunung, dan
angkat beban (Linder, 1992)

I. Pola Makan
Pola makan adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran mengenai
macam dan jumlah bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh satu orang dan
merupakan ciri khas untuk suatu kelompok masyarakat tertentu. Pola makan adalah tingkah
laku manusia atau sekelompok manusia dalam memenuhi kebutuhan akan makan yang
meliputi sikap, kepercayaan dan pilihan makanan
Pola makan dapat diartikan sebagai cara seseorang atau sekelompok orang untuk
memilih makanan dan mengosumsinya sebagai terhadap reaksi pengaruh– pengaruh
fisiologi, psikologi, budaya dan sosial (Sulistyoningsih, 2010).
JENIS DATA

A. Data Primer
Data Primer (primary data): data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri
oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk
kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi.

B. Data Sekunder

Data Sekunder (secondary data): data sekunder adalah data yang diperoleh/
dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh
berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan
arsip-arsip resm

Kami menggunakan data sekunder, dengan memperoleh populasi dari mahasiswa


ilmu kesehatan masyarakat STIKes Hangtuah Pekanbaru semester 6 melalui data yang
kami dapatkan data dari prodi ilmu kesehatan masyarakat. Dan memilih sampel dari
referensi oleh penelitian yang dilakukan oleh orang lain.