You are on page 1of 1

Komplikasi Hipertensi

 Kesulitan dalam mengingat dan fokus

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan perubahan kognitif. Klien
mungkin akan mengalami masalah dalam berpikir, mengingat, dan belajar. Tanda-tanda seperti
kesulitan dalam menemukan kata-kata saat berbicara dan kehilangan fokus saat dalam pembicaraan.

 Pembuluh darah arteri

Tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan salah satu bagian pembuluh darah melemah
dan menonjol seperti balon, membentuk aneurisma. Aneurisma adalah pelebaran abnormal pada
pembuluh nadi karena kondisi dinding pembuluh darah yang lemah. Aneurisma biasanya tidak
menyebabkan tanda atau gejala selama bertahun-tahun. Namun, jika aneurisma terus membesar
dan akhirnya pecah, ini bisa mengancam nyawa.

 Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula
(glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Diabetes bisa menjadi komplikasi hipertensi
maupun penyebab kemunculannya. Diabetes dan hipertensi sama-sama mempengaruhi bagaimana
darah dan nutrisi disalurkan ke seluruh tubuh. Seringnya, diabetes diperparah dengan adanya
hipertensi karena tekanan darah tinggi membuat organ tubuh yang sudah terpengaruh oleh diabetes
semakin bekerja keras, seperti ginjal dan mata. Namun, diagnosis dini dan perubahan pola makan
yang lebih sehat dapat mencegah kedua kondisi ini semakin memburuk.

 Preeklampsia

Pre-eklampsia atau preeklampsia adalah sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi,
kenaikan kadar protein di dalam urin (proteinuria), dan pembengkakan pada tungkai (edema).
Hipertensi yang sudah terjadi sejak sebelum atau selama kehamilan dapat menyebabkan sebuah
kondisi yang disebut preeklampsia. Preeklampsia berbeda dengan hipertensi gestasional,
preeklampsia biasanya terjadi pada trimester dua atau tiga kehamilan (20 minggu), sedangkan
hipertensi gestasional terjadi pada trimester pertama (10 minggu).

Penyempitan pembuluh darah akibat hipertensi dapat menghambat bayi mendapatkan nutrisi yang
dibutuhkan unyuk bertumbuh kembang dengan baik.

Sementara itu, dampak preeklampsia pada ibu hamil termasuk kerusakan hati, ginjal, hinggal bahkan
kerusakan otak. Kasus preeklampsia serius dapat menyebabkan kejang yang dapat berdampak buruk
pada kesehatan ibu dan bayi.