You are on page 1of 42

MODUL 4

PERHITUNGAN WAKTU BAKU


4.1 Tujuan praktikum
Setelah menyelesaikan modul perhitungan waktu baku dan kebutuhan mesin,
peserta praktikum PTI 1 diharapkan mampu :
1. Mengaplikasikan stop watch time study dalam mengukur waktu kerja pada
operasi perakitan Rak bumbu.
2. Menghitung waktu baku/standart dari penyelesaian produk Rak bumbu.
4.2 Prosedur praktikum
Langkah-langkah yang harus dilakukan praktikan utuk menyelesaikan modul
4 ini adalah sebagai berikut :
Perhitungan waktu baku pada proses perakitan steker
1. Setiap kelompok praktikum melakukan tugas diantara anggotanya
sebagaiberikut :
- Operator masing-masing stasiun kerja proses perakitan steker
berdasarkan jumlah stasiun kerja pada modul 2. Penugasan operator
harus sesuai dengan assembly chart dan precedence dagram yang sudah
dibuat sebelumnya dimodul 2
- Rater yang bertugas menaksir performansi tiap operator pada saat
merakit ditinjau dari keterampilan, usaha, kondisi kerja dan konsistensi
dan selanjutnya memberikan penilaian performance rating tiap
operator dengan mengacu pada tabel 4.2
- Timer yang bertugas melakukan pengukuran waktu kerja untuk setiap
operasi perakitan steker dengan stopwatch dan mencatatpada lembar
pegamatan yang ada.
2. Aturlah layout penempatan part sesuai hasil perbaikan metode kerja dan
operator mengingat kembali metode kerja perakitan sesuai dengan peta
tangan kanan dan tangan kiri yang telah dibuat dimodul 2
3. Lakukan proses perakitan pada kedua model steker terpilih pada modul 1
sebanyak 15x
4. Diskusikanlah dengan anggota kelompok untuk menentukan allowance
operaor masing-masing operasi perakitan
5. Lakukanlah uji kecukupan dan keseragaman data dari pengukuran waktu
kerja yang sudah dilakukan
6. Hitunglah waktu normal untuk setiap operasi perakitan untuk kedua model
steker yang ada berdasarkan hasil pengukuran waktu kerja dan estimasi
performance rating yang telah dilakukan.
7. Hitunglah waktu baku setiap elemen proses perakitan berdasarkan
perhitungan waktu normal pada langkah 6 dan hasil diskusi mengenai
allowance yang diberikan.

Perhitungan waktu baku penyelesaian produk steker

8. Berdasarkan data waktu pemesanan yang diberikan pada modul 2. Lakukan


perhitungan waktu baku setiap operasi pada proses permesinan. Asumsikan
bahwa performance rating mesin adalah 100% dan allowance yang
diberikan 100%.
9. Hitung waktu baku penyelesaian masing-masing model steker dengan
menjumlahkan waktu baku seluruh operasi baik pada proses permesinan
dan perakitan. (catatan, cek kembali penomoran dan penamaan operasi
yang telah didefinisikan pada OPC modul 2)

Perhitungan kebutuhan mesin dan operator

10. Dengan asumsi target produksi masing-masing model Rak bumbu diambil
dari ramalan permintaan pada modul 1, Hitunglah kebutuhan mesin dan
operator perakitan untuk memproduksi masing-masing kedua model Rak
bumbu. Data-data lain yang dibutuhkan untuk menghitung kebutuhan
mesin dan operatoe diperoleh dengan :
- Waktu produksi diambil dari waktu baku yang telah dihitungpada
langkah 7 dan 8.
- Persentase cacat pada tiap operasi dan efesiensi mesin diberikan saat
praktikum.
11. Lakukan agregasi jumlah yang diperoleh dari hasil perhitungan langkah 10,
dengan mempertimbangkan kemiripan nama mesin yang digunakan.
Selanjutnya lakukan pembulatan kebutuhan mesin untuk memprodusi
model Rak bumbu. Tetapkan jumlah operator yang dibutuhkan untuk
mengoperasikan mesin, dengan asumsi 1 mesin butuh 1 operator.
12. Lakuakn agregasi jumlah operaor perakitan dari hasil perhitungan langkah
11, sehingga diperoleh informasi jumlah operator yang dibutuhkan pada
masing – masing lini perakitan model Rak bumbu. Selanjutnya jumlahkan
hasil perhitungan keduannya.

4.3 Pengumpulan dan pengolahan data


4.3.1 Pengukuran waktu kerja pada operasi perakitan
Table 4.1 pengukuran waktu kerja pada operasi perakitan Rak bumbu

SK 1 2 3 4 5 5
Kode
Assembly S5A1 S4A1 S3A1 S2A1 S1A1 A
Keterangan tatakan balok S5A1 + S4A1 + S3A1 + S2A1 +
Operasi belakang + Samping Samping silinder Penyang S1A1
tatakan balok kanan + kiri + gantungan ga + +
tengah + paku paku paku + paku paku pengai
tembak tembak tembak tembak tembak t
1 62 73 74 81 60 51
2 59 74 75 78 58 52
3 61 74 74 80 61 48
4 58 73 75 78 60 52
5 62 74 77 82 61 48
6 59 73 73 82 61 50
7 59 76 74 78 58 50
8 60 76 74 78 60 51
9 58 77 74 78 59 48
Waktu 10 60 77 76 78 58 50
Pengam
atan 11 59 75 76 79 62 49
12 59 76 75 78 59 49
13 58 77 75 82 59 49
14 62 77 75 78 60 50
15 58 75 77 82 59 52
16 60 75 76 78 58 52
17 58 73 76 82 58 49
18 61 74 76 82 59 49
19 62 74 77 80 60 50
20 61 76 77 79 59 52
21 59 73 77 79 58 48
22 61 75 77 80 62 52
23 60 73 75 82 58 48
24 61 77 73 80 60 52
25 62 75 77 81 59 48
26 62 77 73 79 61 52
27 59 76 73 79 60 48
28 59 74 75 80 60 52
29 60 77 75 82 61 51
30 62 73 75 80 61 50
31 60 76 76 81 59 52
32 59 74 76 78 58 51
50,15
ws/unis(detik) 60 74,9688 75,25 79,8125 59,5625 63

Gambar 4.1 OPC Rak Bumbu


4.3.2 Perhitungan waktu baku pada operasi perakitan
4.3.2.1 Rak Bumbu
1. Stasiun Kerja 1
Table 4.2 stasiun kerja 1

Waktu Pengamatan X X2
1 62 3844
2 59 3481
3 61 3721
4 58 3364
5 62 3844
6 59 3481
7 59 3481
8 60 3600
9 58 3364
10 60 3600
11 59 3481
12 59 3481
13 58 3364
14 62 3844
15 58 3364
16 60 3600
17 58 3364
18 61 3721
19 62 3844
20 61 3721
21 59 3481
22 61 3721
23 60 3600
24 61 3721
25 62 3844
26 62 3844
27 59 3481
28 59 3481
29 60 3600
30 62 3844
31 60 3600
32 59 3481
Jumlah 1920 115262
Rata - Rata 60 3601,94
a. Kecukupan data

𝑘 2
√𝑁 ∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖)2
′ 𝑠
𝑁 =[ ∑ 𝑋𝑖
]

2 2
√32 (115262)−( 1920)2
′ 0,1
𝑁 = [ ]
1920

2
20√1984
𝑁′ = [ ]
1920

890,842 2
𝑁′ = [ ]
1920

𝑁 ′ = (0.4639)2 =0,215

Karena, N’ ≤ N dengan demikian data pada hasil pengamatan telah memenuhi


kecukupan data.

Standart deviasi :
Perhitungan nilai standart deviasi untuk elemen 1 sebagai berikut :

(62−60 )2 +(59−60)2 +⋯+(59−60)2


𝑆𝐷 = √
32

SD = 1,391941091≈ 1,391
b. Uji keseragaman data
Batas kendali
𝐵𝐾𝐴 = ̅̅̅
𝑋𝑖 + (𝑘𝑆𝐷) = 60+ (2 x 1,391) = 62,783
𝐶𝐿 ̅̅̅ = 60
= 𝑋𝑖
𝐵𝐾𝐵 = ̅̅̅
𝑋𝑖 − (𝑘𝑆𝐷) = 60- (2 x 1,391) = 57,22
Stasiun Kerja 1
64

62

60

58

56

54
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31

OPERASI 1 BKA CL BKB

Gambar 4.2 grafik stasiun kerja 1 operasi 1


Interpretasi :
Pada grafik diatas menunjukkan bahwa tidak ada data yang keluar dari
batas kendali, dengan demikian data hasil pengamatan telah
terkendali.
2. Stasiun kerja 2
Table 4.3 stasiun kerja 2

Waktu Pengamatan X X2
1 73 5329
2 74 5476
3 74 5476
4 73 5329
5 74 5476
6 73 5329
7 76 5776
8 76 5776
9 77 5929
10 77 5929
11 75 5625
12 76 5776
13 77 5929
14 77 5929
15 75 5625
16 75 5625
17 73 5329
18 74 5476
19 74 5476
20 76 5776
21 73 5329
22 75 5625
23 73 5329
24 77 5929
25 75 5625
26 77 5929
27 76 5776
28 74 5476
29 77 5929
30 73 5329
31 76 5776
32 74 5476
Jumlah 2399 179919
Rata - Rata 74,9688 5622,46875

a. Kecukupan data
𝑘 2
√𝑁 ∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖)2
′ 𝑠
𝑁 =[ ∑ 𝑋𝑖
]

2 2
√32 (179919)−( 2399)2
′ 0,1
𝑁 = [ ]
2399

2
20√2207
𝑁′ = [ ]
2399

939,574 2
𝑁′ = [ ]
2399

𝑁 ′ = (0.3916)2 = 0,1533

Karena, N’ ≤ N dengan demikian data pada hasil pengamatan telah


memenuhi kecukupan data.
Standart deviasi :
Perhitungan nilai standart deviasi untuk elemen 1 sebagai berikut :

(73 − 74,96 )2 + (74 − 74,96)2 + ⋯ + (74 − 74,96)2


𝑆𝐷 = √
32

SD = 1,468084956≈ 1,468
b. Uji keseragaman data
Batas kendali
𝐵𝐾𝐴 = ̅̅̅
𝑋𝑖 + (𝑘𝑆𝐷) = 74,96 + (2 x 1,468) = 77,90
𝐶𝐿 = ̅̅̅
𝑋𝑖 = 74,96
̅̅̅ − (𝑘𝑆𝐷) = 74,96 - (2 x 1,468) = 72,03
𝐵𝐾𝐵 = 𝑋𝑖

Stasiun Kerja 2
80
78
76
74
72
70
68
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31

OPERASI 2 BKA CL BKB

Gambar 4.3 grafik stasiun kerja 2 operasi 2


Interpretasi :
Pada grafik diatas menunjukkan bahwa tidak ada data yang keluar dari
batas kendali, dengan demikian data hasil pengamatan telah
terkendali.
3. Stasiun kerja 3
Table 4.4 stasiun kerja 3

Waktu Pengamatan X X2
1 74 5476
2 75 5625
3 74 5476
4 75 5625
5 77 5929
6 73 5329
7 74 5476
8 74 5476
9 74 5476
10 76 5776
11 76 5776
12 75 5625
13 75 5625
14 75 5625
15 77 5929
16 76 5776
17 76 5776
18 76 5776
19 77 5929
20 77 5929
21 77 5929
22 77 5929
23 75 5625
24 73 5329
25 77 5929
26 73 5329
27 73 5329
28 75 5625
29 75 5625
30 75 5625
31 76 5776
32 76 5776
Jumlah 2408 181256
Rata - Rata 75,25 5664,25

a. Kecukupan data
𝑘 2
√𝑁 ∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖)2
′ 𝑠
𝑁 =[ ∑ 𝑋𝑖
]

2 2
√32 (181256)−( 2408)2
′ 0,1
𝑁 = [ ]
2408

2
20√1728
𝑁′ = [ ]
2408

831,384 2
𝑁′ = [ ]
2408

𝑁 ′ = (0.3452)2 = 0,1192
Karena, N’ ≤ N dengan demikian data pada hasil pengamatan telah
memenuhi kecukupan data.
Standart deviasi :
Perhitungan nilai standart deviasi untuk elemen 1 sebagai berikut :

(74 − 75,25 )2 + (75 − 75,25)2 + ⋯ + (76 − 75,25)2


𝑆𝐷 = √
32
SD = 1,299038106≈ 1,299
b. Uji keseragaman data
Batas kendali

𝐵𝐾𝐴 = ̅̅̅
𝑋𝑖 + (𝑘𝑆𝐷) = 75,25 + (2 x 1,299) = 77,84
𝐶𝐿 ̅̅̅ = 75,25
= 𝑋𝑖
̅̅̅ − (𝑘𝑆𝐷) = 75,25 - (2 x 1,299) = 72,65
𝐵𝐾𝐵 = 𝑋𝑖

Stasiun Kerja 3
80

78

76

74

72

70
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31

OPERASI3 BKA CL BKB

Gambar 4.4 grafik stasiun kerja 3 operasi 3


Interpretasi :
Pada grafik diatas menunjukkan bahwa tidak ada data yang keluar dari
batas kendali, dengan demikian data hasil pengamatan telah
terkendali.
4. Stasiun kerja 4
Table 4.5 stasiun kerja 4

Waktu Pengamatan X X2
1 81 6561
2 78 6084
3 80 6400
4 78 6084
5 82 6724
6 82 6724
7 78 6084
8 78 6084
9 78 6084
10 78 6084
11 79 6241
12 78 6084
13 82 6724
14 78 6084
15 82 6724
16 78 6084
17 82 6724
18 82 6724
19 80 6400
20 79 6241
21 79 6241
22 80 6400
23 82 6724
24 80 6400
25 81 6561
26 79 6241
27 79 6241
28 80 6400
29 82 6724
30 80 6400
31 81 6561
32 78 6084
Jumlah 2554 203920
Rata - Rata 79,8125 6372,5

a. Kecukupan data
𝑘 2
√𝑁 ∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖)2
′ 𝑠
𝑁 =[ ∑ 𝑋𝑖
]

2 2
√32 (203920)−( 2554)2
′ 0,1
𝑁 = [ ]
2554

2
20√2524
𝑁′ = [ ]
2554

1.004,78 2
𝑁′ = [ ]
2554

𝑁 ′ = (0.3934)2 = 0,1547
Karena, N’ ≤ N dengan demikian data pada hasil pengamatan telah
memenuhi kecukupan data.
Standart deviasi :
Perhitungan nilai standart deviasi untuk elemen 1 sebagai berikut :
(81−79,81 )2 +(78−79,81)2 +⋯+(78−79,81)2
𝑆𝐷 = √ 32

SD = 1,569982086≈ 1,569
b. Uji keseragaman data
Batas kendali
̅̅̅ + (𝑘𝑆𝐷) = 79,81 + (2 x 1,569) = 82,95
𝐵𝐾𝐴 = 𝑋𝑖
𝐶𝐿 = ̅̅̅
𝑋𝑖 = 79,81
𝐵𝐾𝐵 = ̅̅̅
𝑋𝑖 − (𝑘𝑆𝐷) = 79,81 - (2 x 1,569) = 76,67

Stasiun Kerja 4
84
83
82
81
80
79
78
77
76
75
74
73
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

OPERASI 4 BKA CL BKB

Gambar 4.5 grafik stasiun kerja 4 operasi 4


Interpretasi :
Pada grafik diatas menunjukkan bahwa tidak ada data yang keluar dari
batas kendali, dengan demikian data hasil pengamatan telah
terkendali.
5. Stasiun kerja 5
Table 4.6 stasiun kerja 5

Waktu Pengamatan X X2
1 60 3600
2 58 3364
3 61 3721
4 60 3600
5 61 3721
6 61 3721
7 58 3364
8 60 3600
9 59 3481
10 58 3364
11 62 3844
12 59 3481
13 59 3481
14 60 3600
15 59 3481
16 58 3364
17 58 3364
18 59 3481
19 60 3600
20 59 3481
21 58 3364
22 62 3844
23 58 3364
24 60 3600
25 59 3481
26 61 3721
27 60 3600
28 60 3600
29 61 3721
30 61 3721
31 59 3481
32 58 3364
Jumlah 1906 113574
Rata - Rata 59,5625 3549,1875

a. Kecukupan data
𝑘 2
√𝑁 ∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖)2
′ 𝑠
𝑁 =[ ∑ 𝑋𝑖
]

2 2
√32 (113574)−( 2554)2
′ 0,1
𝑁 = [ ]
1906

2
′ 20√2524
𝑁 =[ ]
1906

1.004,78 2
𝑁′ = [ ]
1906

𝑁 ′ = (0.3934)2 = 0,1547
Karena, N’ ≤ N dengan demikian data pada hasil pengamatan telah
memenuhi kecukupan data.
Standart deviasi :
Perhitungan nilai standart deviasi untuk elemen 1 sebagai berikut :
2
(60−59,56) +(59−59,56)2 +⋯+(58−59,56)2
𝑆𝐷 = √ 32

SD = 1,223149112≈ 1,223
b. Uji keseragaman data
Batas kendali
̅̅̅ + (𝑘𝑆𝐷) = 59,56 + (2 x 1,223) = 62,008
𝐵𝐾𝐴 = 𝑋𝑖
𝐶𝐿 = ̅̅̅
𝑋𝑖 = 59,56
𝐵𝐾𝐵 = ̅̅̅
𝑋𝑖 − (𝑘𝑆𝐷) = 59,56 - (2 x 1,223) = 57,12

Stasiun Kerja 5
63
62
61
60
59
58
57
56
55
54
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

OPERASI 5 BKA CL BKB

Gambar 4.6 grafik stasiun kerja 5 operasi 5


Interpretasi :
Pada grafik diatas menunjukkan bahwa tidak ada data yang keluar dari
batas kendali, dengan demikian data hasil pengamatan telah
terkendali.
6. Stasiun kerja 6
Table 4.7 stasiun kerja 6

Waktu Pengamatan X X2
1 51 2601
2 52 2704
3 48 2304
4 52 2704
5 48 2304
6 50 2500
7 50 2500
8 51 2601
9 48 2304
10 50 2500
11 49 2401
12 49 2401
13 49 2401
14 50 2500
15 52 2704
16 52 2704
17 49 2401
18 49 2401
19 50 2500
20 52 2704
21 48 2304
22 52 2704
23 48 2304
24 52 2704
25 48 2304
26 52 2704
27 48 2304
28 52 2704
29 51 2601
30 50 2500
31 52 2704
32 51 2601
Jumlah 1605 80577
Rata - Rata 50,1563 2518,03125

a. Kecukupan data
𝑘 2
√𝑁 ∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖)2
′ 𝑠
𝑁 =[ ∑ 𝑋𝑖
]

2 2
√32 (80577)−( 1605)2
′ 0,1
𝑁 = [ ]
1605

2
20√2439
𝑁′ = [ 1605
]
987,724 2
𝑁′ = [ ]
1605

𝑁 ′ = (0.6154)2 = 0,3787
Karena, N’ ≤ N dengan demikian data pada hasil pengamatan telah
memenuhi kecukupan data.
Standart deviasi :
Perhitungan nilai standart deviasi untuk elemen 1 sebagai berikut :
(51−50,15)2 +(52−50,15)2 +⋯+(51−50,15)2
𝑆𝐷 = √
32

SD = 1,543319778≈ 1,543
b. Uji keseragaman data
Batas kendali
̅̅̅ + (𝑘𝑆𝐷) = 50,15 + (2 x 1,543) = 53,24
𝐵𝐾𝐴 = 𝑋𝑖
𝐶𝐿 = ̅̅̅
𝑋𝑖 = 59,56
𝐵𝐾𝐵 = ̅̅̅
𝑋𝑖 − (𝑘𝑆𝐷) = 50,15 - (2 x 1,543) = 47,07

Stasiun Kerja 6
54
52
50
48
46
44
42
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31

OPERASI 6 BKA CL BKB

Gambar 4.7 grafik stasiun kerja 6 operasi 6


Interpretasi :
Pada grafik diatas menunjukkan bahwa tidak ada data yang keluar dari
batas kendali, dengan demikian data hasil pengamatan telah
terkendali.
Stasiun kerja 1
 Operasi 1
Operasi 1 : S5A1 (tatakan balok belakang + tatakan balok tengah +
paku tembak)
Nama Operator : Robert Herbiantoro
a. Waktu siklus
∑ 𝑋𝑖 1920
𝑊𝑠 = = = 60
𝑁 32
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh waktu siklus rata – rata yaitu
60 detik.

Performance Rating
Tabel 4.8 Performance Rating
Faktor Klasifikasi Rating
Skill (C2) Good +0,06
Effort (C2) Good +0,02
Condition (C1) Good +0,02
Consistency (C) Good +0,01
Interpretasi :
Pemilihan klasifikasi rating pada empat faktor yang
mempengaruhi kinerja pekerja didasarkan pada kondisi dimana skill,
effort, condition dan consistency dari operator dikategorikan good
karena keterampilan, usaha, kondisi kerja dan konsistensi dalam
melakukan perakitan dalam keadaan baik

b. Waktu Normal
𝑊𝑛 = 𝑊𝑠 × (1 + (𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + 𝑓4))
Wn = 60 X [ 1 + ( 0,06 + 0,02 + 0,02 + 0,00]
Wn = 60 x [1 + ( 0,11 )]
Wn = 66,6
Dari hasil perhitungan didapat waktu normal yang bisa dilakukan
oleh operator yaitu 66,6 detik.
Allowance
Faktor-faktor penentuan kelonggaran (allowance) didasarkan pada
kebutuhan untuk operator pria adalah sebagai berikut :
Tabel 4.9 Allowance

No Faktor Keterangan Allowance % Alasan

Tenaga yang Operator bekerja dimeja


1 Ringan 7,0 dengan posisi berdiri
dikeluarkan
Badan tegak ditumpu 2
2 Sikap kerja Duduk 0,5 kaki

3 Gerakan kerja Normal 0 Bebas dari palu

Pandangan yang Membutuhkan ketelitian


4 Kelelahan mata 3,0
terputus – putus
Keadaan
5 temperatur Normal 1,5 Bekerja di suhu normal
tempat kerja
Keadaan Ruang yang berventilasi
6 Baik 0 baik,udara segar
atmosfer

Keadaan Lingungan yang


bersih,sehat,cerah,k bersih,sehat,cerah dan
7 lingkungan yang 0
ebisingan rendah kebisingan rendah
baik
Operator membutuhkan
Kebutuhan kelonggaran untuk dirinya
8 Pria 1,0
pribadi sendiri

Total 11,5

 Interpretasi :
Dari tabel diatas dapat diketahui total allowance untuk stasiun kerja 1
operasi 1 yaitu sebesar 11,5%.
c. Waktu baku
Waktu baku merupakan waktu yang dibutuhkan oleh seorang pekerja
normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Dalam perhitungan waktu baku
diperlukan allowance karena operator tidak mungkin dapat bekerja secara terus
– menerus dalam sehari tanpa berhenti sama sekali. Berikut ini rumus dan
perhitungannya :
100%
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑏𝑎𝑘𝑢 = 𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 ×
100% − 𝑎𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 66,6 100%-11.5%

= 66,6 x 1,129
= 75,19 detik
= 0,020886 jam/unit
Dari perhitungan diatas diperoleh nilai waktu baku yang dibutuhkan
operator adalah 75,19 detik.
Stasiun kerja2
 Operasi 2
Operasi 2 : S5A1 (S5A1 + Samping kanan + paku tembak)
Nama Operator : Alfania Yusna Marinda
a. Waktu siklus
∑ 𝑋𝑖 2399
𝑊𝑠 = = = 74,96
𝑁 32
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh waktu siklus rata – rata yaitu
74,96 detik.

Performance Rating
Tabel 4.10 Performance Rating
Faktor Klasifikasi Rating
Skill (C2) Good +0,06
Effort (C2) Good +0,02
Condition (C1) Good +0,02
Consistency (C) Good +0,01

Interpretasi :

Pemilihan klasifikasi rating pada empat faktor yang


mempengaruhi kinerja pekerja didasarkan pada kondisi dimana skill,
effort, condition dan consistency dari operator dikategorikan good karena
keterampilan, usaha, kondisi kerja dan konsistensi dalam melakukan
perakitan dalam keadaan baik
b. Waktu Normal
𝑊𝑛 = 𝑊𝑠 × (1 + (𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + 𝑓4))
Wn = 74,96 x [ 1 + ( 0,06 + 0.02 + 0.02 +0,01]
Wn = 74,96 x [1 + ( 0,11)]
Wn = 83,20
Dari hasil perhitungan didapat waktu normal yang bisa dilakukan oleh
operator yaitu 83,20 detik.
 Allowance
Faktor-faktor penentuan kelonggaran (allowance) didasarkan pada
kebutuhan untuk operator pria adalah sebagai berikut :
Tabel 4.11 Allowance

No Faktor Keterangan Allowance % Alasan

Tenaga yang Operator bekerja dimeja


1 Ringan 7,0 dengan posisi berdiri
dikeluarkan
Badan tegak ditumpu 2
2 Sikap kerja Duduk 0,5 kaki

3 Gerakan kerja Normal 0 Bebas dari palu

Pandangan yang Membutuhkan ketelitian


4 Kelelahan mata 3,0
terputus - putus
Keadaan
5 temperatur Normal 1,5 Bekerja di suhu normal
tempat kerja
Keadaan Ruang yang berventilasi
6 Baik 0 baik,udara segar
atmosfer

Keadaan Lingungan yang


bersih,sehat,cerah,k bersih,sehat,cerah dan
7 lingkungan yang 0
ebisingan rendah kebisingan rendah
baik
Operator membutuhkan
Kebutuhan kelonggaran untuk dirinya
8 Pria 1,0
pribadi sendiri

Total 11,5
 Interpretasi :
Dari tabel diatas dapat diketahui total allowance untuk stasiun kerja
1 operasi 1 yaitu sebesar 11,5 %.
c. Waktu baku
Waktu baku merupakan waktu yang dibutuhkan oleh seorang
pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Dalam perhitungan
waktu baku diperlukan allowance karena operator tidak mungkin dapat
bekerja secara terus – menerus dalam sehari tanpa berhenti sama sekali.
Berikut ini rumus dan perhitungannya :

100%
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑏𝑎𝑘𝑢 = 𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 ×
100% − 𝑎𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 83,20 x 100%-11,5%

= 83,20 x 1,129
= 93,93 detik
= 0,026091 jam/unit
Dari perhitungan diatas diperoleh nilai waktu baku yang dibutuhkan operator
adalah 93,93 detik.
Stasiun kerja 3
 Operasi 3
Operasi 3 : (S4A1 + Samping kiri + paku tembak)
Nama Operator : Oding Timur Orbansa
a. Waktu siklus
∑ 𝑋𝑖 2408
𝑊𝑠 = 𝑁 = 32 = 75,25
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh waktu siklus rata – rata
yaitu 47.06 detik.
Performance Rating
Tabel 4.12 Performance Rating
Faktor Klasifikasi Rating
Skill (C2) Good +0,06
Effort (C2) Good +0,02
Condition (C1) Good +0,02
Consistency (C) Good +0,01

Interpretasi :
Pemilihan klasifikasi rating pada empat faktor yang
mempengaruhi kinerja pekerja didasarkan pada kondisi dimana skill,
effort, condition dan consistency dari operator dikategorikan good
karena keterampilan, usaha, kondisi kerja dan konsistensi dalam
melakukan perakitan dalam keadaan baik
b. Waktu Normal
𝑊𝑛 = 𝑊𝑠 × (1 + (𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + 𝑓4))
Wn = 75,25x [ 1 + ( 0,06 + 0.02 + 0.02 +0,01]
Wn = 75,25x [1 + ( 0,11)]
Wn = 83,52
Dari hasil perhitungan didapat waktu normal yang bisa dilakukan
oleh operator yaitu 83,52 detik.
Allowance
Faktor-faktor penentuan kelonggaran (allowance) didasarkan pada
kebutuhan untuk operator pria adalah sebagai berikut :
Tabel 4.13 Allowance

No Faktor Keterangan Allowance % Alasan

Tenaga yang Operator bekerja dimeja


1 Ringan 7,0 dengan posisi berdiri
dikeluarkan
Badan tegak ditumpu 2
2 Sikap kerja Duduk 0,5 kaki

3 Gerakan kerja Normal 0 Bebas dari palu

Pandangan yang Membutuhkan ketelitian


4 Kelelahan mata 3,0
terputus - putus
Keadaan
5 temperatur Normal 1,5 Bekerja di suhu normal
tempat kerja
Keadaan Ruang yang berventilasi
6 Baik 0 baik,udara segar
atmosfer

Keadaan Lingungan yang


bersih,sehat,cerah,k bersih,sehat,cerah dan
7 lingkungan yang 0
ebisingan rendah kebisingan rendah
baik
Operator membutuhkan
Kebutuhan kelonggaran untuk dirinya
8 Pria 1,0
pribadi sendiri

Total 11,5

Interpretasi :
Dari tabel diatas dapat diketahui total allowance untuk stasiun kerja 1
operasi 1 yaitu sebesar 11,5%.

c. Waktu baku
Waktu baku merupakan waktu yang dibutuhkan oleh
seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Dalam perhitungan waktu baku diperlukan allowance karena
operator tidak mungkin dapat bekerja secara terus – menerus dalam
sehari tanpa berhenti sama sekali. Berikut ini rumus dan
perhitungannya :

100%
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑏𝑎𝑘𝑢 = 𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 ×
100% − 𝑎𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 83,52 x 100%-11,5%

= 83,52 x 1,129
= 94,24 detik
= 0,026178 jam/unit
Dari perhitungan diatas diperoleh nilai waktu baku yang
dibutuhkan operator adalah 94,24 detik.
Stasiun kerja 4
 Operasi 4 : (S3A1 + Silinder gantungan + Paku tembak)
Nama Operator : Moch. Agil Alamsyah
a. Waktu siklus
∑ 𝑋𝑖 2554
𝑊𝑠 = = = 79,81
𝑁 32
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh waktu siklus rata – rata yaitu
79,81 detik.
Performance Rating
Tabel 4.14 Performance Rating
Faktor Klasifikasi Rating
Skill (S) Good +0,06
Effort (E) Good +0,02
Condition (C1) Good +0,02
Consistency (C2) Good +0,01
Interpretasi :
Pemilihan klasifikasi rating pada empat faktor yang
mempengaruhi kinerja pekerja didasarkan pada kondisi dimana skill,
effort, condition dan consistency dari operator dikategorikan good
karena keterampilan, usaha, kondisi kerja dan konsistensi dalam
melakukan perakitan dalam keadaan baik.
b. Waktu Normal
𝑊𝑛 = 𝑊𝑠 × (1 + (𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + 𝑓4))
Wn = 79,81 x [ 1 + ( 0,06 + 0,02 + 0,02 + 0,01]
Wn = 79,81 x [1 + ( 0,11)]
Wn = 88,58
Dari hasil perhitungan didapat waktu normal yang bisa
dilakukan oleh operator yaitu 88,58 detik.
 Allowance
Faktor-faktor penentuan kelonggaran (allowance)
didasarkan pada kebutuhan untuk operator pria adalah sebagai
berikut :
Tabel 4.15 Allowance

No Faktor Keterangan Allowance % Alasan

Tenaga yang Operator bekerja dimeja


1 Ringan 7,0 dengan posisi berdiri
dikeluarkan
Badan tegak ditumpu 2
2 Sikap kerja Duduk 0,5 kaki

3 Gerakan kerja Normal 0 Bebas dari palu

Pandangan yang Membutuhkan ketelitian


4 Kelelahan mata 3,0
terputus - putus
Keadaan
5 temperatur Normal 1,5 Bekerja di suhu normal
tempat kerja
Keadaan Ruang yang berventilasi
6 Baik 0 baik,udara segar
atmosfer
Keadaan Lingungan yang
bersih,sehat,cerah,k bersih,sehat,cerah dan
7 lingkungan yang 0
ebisingan rendah kebisingan rendah
baik
Operator membutuhkan
Kebutuhan kelonggaran untuk dirinya
8 Pria 1,0
pribadi sendiri

Total 11,5

Interpretasi :
Dari tabel diatas dapat diketahui total allowance untuk
stasiun kerja 2 operasi 1 yaitu sebesar 11,5%.
c. Waktu baku
Waktu baku merupakan waktu yang dibutuhkan oleh
seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Dalam perhitungan waktu baku diperlukan allowance karena
operator tidak mungkin dapat bekerja secara terus – menerus dalam
sehari tanpa berhenti sama sekali. Berikut ini rumus dan
perhitungannya :
100%
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑏𝑎𝑘𝑢 = 𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 ×
100% − 𝑎𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 88,58 x 100%−11,5%

= 88,58 x 1.129
= 100,006 detik
= 0,0277794
Dari perhitungan diatas diperoleh nilai waktu baku yang
dibutuhkan operator adalah 100,006 detik.
Stasiun Kerja 5
 Operasi : S2A1 + Penyangga + paku tembak
Nama Operator : Yan Arif Maulana
a. Waktu siklus
∑ 𝑋𝑖 1906
𝑊𝑠 = = = 59,56
𝑁 30
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh waktu siklus rata –
rata yaitu 59,56 detik.
Performance Rating
Tabel 4.16 Performance Rating
Faktor Klasifikasi Rating
Skill (S) Good +0,06
Effort (E) Good +0,02
Condition (C1) Good +0,02
Consistency (C2) Good +0,01

Interpretasi :
Pemilihan klasifikasi rating pada empat faktor yang
mempengaruhi kinerja pekerja didasarkan pada kondisi dimana skill,
effort, condition dan consistency dari operator dikategorikan good
karena keterampilan, usaha, kondisi kerja dan konsistensi dalam
melakukan perakitan dalam keadaan baik.
b. Waktu Normal
𝑊𝑛 = 𝑊𝑠 × (1 + (𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + 𝑓4))
Wn = 59,56 x [ 1 + ( 0,06 + 0,02 + 0,02 + 0,01]
Wn = 59,56 x [1 + ( 0,11 )]
Wn = 66,11
Dari hasil perhitungan didapat waktu normal yang bisa
dilakukan oleh operator yaitu 66,11 detik.
 Allowance
Faktor-faktor penentuan kelonggaran (allowance)
didasarkan pada kebutuhan untuk operator pria adalah sebagai
berikut :
Tabel 4.17 Allowance

No Faktor Keterangan Allowance % Alasan

Tenaga yang Operator bekerja dimeja


1 Ringan 7,0 dengan posisi berdiri
dikeluarkan
Badan tegak ditumpu 2
2 Sikap kerja Duduk 0,5 kaki

3 Gerakan kerja Normal 0 Bebas dari palu


Pandangan yang Membutuhkan ketelitian
4 Kelelahan mata 3,0
terputus - putus
Keadaan
5 temperatur Normal 1,5 Bekerja di suhu normal
tempat kerja
Keadaan Ruang yang berventilasi
6 Baik 0 baik,udara segar
atmosfer

Keadaan Lingungan yang


bersih,sehat,cerah,k bersih,sehat,cerah dan
7 lingkungan yang 0
ebisingan rendah kebisingan rendah
baik
Operator membutuhkan
Kebutuhan kelonggaran untuk dirinya
8 Pria 1,0
pribadi sendiri

Total 11,5
Interpretasi :
Dari tabel diatas dapat diketahui total allowance untuk
stasiun kerja 5 operasi 5 yaitu sebesar 11,5%.

c. Waktu baku
Waktu baku merupakan waktu yang dibutuhkan oleh
seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Dalam perhitungan waktu baku diperlukan allowance karena
operator tidak mungkin dapat bekerja secara terus – menerus dalam
sehari tanpa berhenti sama sekali. Berikut ini rumus dan
perhitungannya :

100%
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑏𝑎𝑘𝑢 = 𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 ×
100% − 𝑎𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 66,11 x 100%−11,5%

= 66,11 x 1,129
= 74,63 detik
= 0,020730 jam/unit
Dari perhitungan diatas diperoleh nilai waktu baku yang
dibutuhkan operator adalah 74,63 detik.
Stasiun kerja 6
 Operasi 6 : S1A1 + pengait
Nama Operator : Robert Herbiantoro
a. Waktu siklus
∑ 𝑋𝑖 1605
𝑊𝑠 = = = 50,15
𝑁 32

Dari hasil perhitungan diatas diperoleh waktu siklus rata –


rata yaitu 50,15detik.

Performance Rating
Tabel 4.18 Performance Rating
Faktor Klasifikasi Rating
Skill (S) Good +0,06
Effort (E) Good +0,02
Condition (C1) Good +0,02
Consistency (C2) Good +0,01
Interpretasi :
Pemilihan klasifikasi rating pada empat faktor yang
mempengaruhi kinerja pekerja didasarkan pada kondisi dimana skill,
effort, condition dan consistency dari operator dikategorikan good
karena keterampilan, usaha, kondisi kerja dan konsistensi dalam
melakukan perakitan dalam keadaan baik.
b. Waktu Normal
𝑊𝑛 = 𝑊𝑠 × (1 + (𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + 𝑓4))
Wn = 50,15 x [ 1 + ( 0,06 + 0,02 + 0,02 + 0,01]
Wn = 50,15 x [1 + ( 0,11)]
Wn = 55,66
Dari hasil perhitungan didapat waktu normal yang bisa
dilakukan oleh operator yaitu 55,66 detik.
 Allowance
Faktor-faktor penentuan kelonggaran (allowance)
didasarkan pada kebutuhan untuk operator pria adalah sebagai
berikut :
Tabel 4.19 Allowance

No Faktor Keterangan Allowance % Alasan

Tenaga yang Operator bekerja dimeja


1 Ringan 7,0 dengan posisi berdiri
dikeluarkan
Badan tegak ditumpu 2
2 Sikap kerja Duduk 0,5 kaki

3 Gerakan kerja Normal 0 Bebas dari palu

Pandangan yang Membutuhkan ketelitian


4 Kelelahan mata 3,0
terputus - putus
Keadaan
5 temperatur Normal 1,5 Bekerja di suhu normal
tempat kerja
Keadaan Ruang yang berventilasi
6 Baik 0 baik,udara segar
atmosfer

Keadaan Lingungan yang


bersih,sehat,cerah,k bersih,sehat,cerah dan
7 lingkungan yang 0
ebisingan rendah kebisingan rendah
baik
Operator membutuhkan
Kebutuhan kelonggaran untuk dirinya
8 Pria 1,0
pribadi sendiri

Total 11,5
Interpretasi :
Dari tabel diatas dapat diketahui total allowance untuk
stasiun kerja 2 operasi 1 yaitu sebesar 11,5%.
c. Waktu baku
Waktu baku merupakan waktu yang dibutuhkan oleh
seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Dalam perhitungan waktu baku diperlukan allowance karena
operator tidak mungkin dapat bekerja secara terus – menerus dalam
sehari tanpa berhenti sama sekali. Berikut ini rumus dan
perhitungannya :
100%
𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑏𝑎𝑘𝑢 = 𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 ×
100% − 𝑎𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 55,66x 100%−11,5%

= 55,66 x 1,129
= 62,84 detik
= 0,017456 jam/unit
Dari perhitungan diatas diperoleh nilai waktu baku yang
dibutuhkan operator adalah 62,84 detik.

4.3.3 Perhitungan Waktu Baku Pada Operasi Permesinan


4.3.3.1 Rak bumbu
A. 0001
 Pengukuran
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (10x1) + (0x1) = 10
P = 111 %, Allowance = 11,5 %
WN = WS x P = 10 x 111% = 11,1 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 11,1 x 100%−11,5%

= 12,5319 detik/unit
= 0,0034811 Jam/unit
 Pemotongan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (20x1) + (5x1) = 25
P = 97 %, Allowance = 7 %
WN = WS x P = 25 x 97% = 24,25detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 24,25 x 100%−7%

= 27,37825 detik/unit
= 0,0076051 Jam/unit
 Pengeboran
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (50x1) + (10x1) = 60
P = 95 %, Allowance = 10 %
WN = WS x P = 60 x 95% = 57 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 57 x 100%−10%

= 64,353 detik/unit
= 0,0178758 Jam/unit
 Penghalusan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (30x1) + (2x1) = 32
P = 98 %, Allowance = 10 %
WN = WS x P = 32 x 98% = 31,36 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 31,36 x 100%−10%

= 35,40544 detik/unit
= 0,0098348 Jam/unit
B. 0002
 Pengukuran
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (10x1) + (0x1) = 10
P = 111 %, Allowance = 11,5 %
WN = WS x P = 10 x 111% = 11,1 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 11,1 x 100%−11,5%

= 12,5319 detik/unit
= 0,0034811 Jam/unit
 Pemotongan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (20x1) + (5x1) = 25
P = 97 %, Allowance = 7 %
WN = WS x P = 25 x 97% = 24,25detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 24,25 x 100%−7%

= 27,37825 detik/unit
= 0,0076051 Jam/unit
 Penghalusan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (30x1) + (2x1) = 32
P = 98 %, Allowance = 10 %
WN = WS x P = 32 x 98% = 31,36 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 31,36 x 100%−10%

= 35,40544 detik/unit
= 0,0098348 Jam/unit
C. 0003
 Pengukuran
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (10x1) + (0x1) = 10
P = 111 %, Allowance = 11,5 %
WN = WS x P = 10 x 111% = 11,1 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 11,1 x 100%−11,5%
= 12,5319 detik/unit
= 0,0034811 Jam/unit
 Pemotongan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (20x1) + (5x1) = 25
P = 97 %, Allowance = 7 %
WN = WS x P = 25 x 97% = 24,25detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 24,25 x 100%−7%

= 27,37825 detik/unit
= 0,0076051 Jam/unit
 Pengeboran
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (50x1) + (10x1) = 60
P = 95 %, Allowance = 10 %
WN = WS x P = 60 x 95% = 57 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 57 x 100%−10%

= 64,353 detik/unit
= 0,0178758 Jam/unit
 Penghalusan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (30x1) + (2x1) = 32
P = 98 %, Allowance = 10 %
WN = WS x P = 32 x 98% = 31,36 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 31,36 x 100%−10%
= 35,40544 detik/unit
= 0,0098348 Jam/unit
D. 0004
 Pengukuran
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (10x1) + (0x1) = 10
P = 111 %, Allowance = 11,5 %
WN = WS x P = 10 x 111% = 11,1 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 11,1 x 100%−11,5%

= 12,5319 detik/unit
= 0,0034811 Jam/unit
 Pemotongan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (20x1) + (5x1) = 25
P = 97 %, Allowance = 7 %
WN = WS x P = 25 x 97% = 24,25detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 24,25 x 100%−7%

= 27,37825 detik/unit
= 0,0076051 Jam/unit
 Pengeboran
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (50x1) + (10x1) = 60
P = 95 %, Allowance = 10 %
WN = WS x P = 60 x 95% = 57 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 57 x 100%−10%

= 64,353 detik/unit
= 0,0178758 Jam/unit
 Penghalusan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (30x1) + (2x1) = 32
P = 98 %, Allowance = 10 %
WN = WS x P = 32 x 98% = 31,36 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 31,36 x 100%−10%

= 35,40544 detik/unit
= 0,0098348 Jam/unit
E. 0005
 Pengukuran
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (10x1) + (0x1) = 10
P = 111 %, Allowance = 11,5 %
WN = WS x P = 10 x 111% = 11,1 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 11,1 x 100%−11,5%

= 12,5319 detik/unit
= 0,0034811 Jam/unit
 Pemotongan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (20x1) + (5x1) = 25
P = 97 %, Allowance = 7 %
WN = WS x P = 25 x 97% = 24,25detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 24,25 x 100%−7%

= 27,37825 detik/unit
= 0,0076051 Jam/unit
 Penghalusan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (30x1) + (2x1) = 32
P = 98 %, Allowance = 10 %
WN = WS x P = 32 x 98% = 31,36 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 31,36 x 100%−10%

= 35,40544 detik/unit
= 0,0098348 Jam/unit
F. 0006
 Pengukuran
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (10x1) + (0x1) = 10
P = 111 %, Allowance = 11,5 %
WN = WS x P = 10 x 111% = 11,1 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 11,1 x 100%−11,5%

= 12,5319 detik/unit
= 0,0034811 Jam/unit
 Pemotongan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (20x1) + (5x1) = 25
P = 97 %, Allowance = 7 %
WN = WS x P = 25 x 97% = 24,25detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 24,25 x 100%−7%

= 27,37825 detik/unit
= 0,0076051 Jam/unit
 Penghalusan
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (30x1) + (2x1) = 32
P = 98 %, Allowance = 10 %
WN = WS x P = 32 x 98% = 31,36 detik
100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−%𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒
100%
= 31,36 x 100%−10%

= 35,40544 detik/unit
= 0,0098348 Jam/unit
Rekapitulasi Waktu Baku Permesinan Rak Bumbu
Tabel 4.20 Tabel rekapitulasi waktu baku permesinan rak bumbu
WS, WN, WB Permesinan Rak Bumbu
Nama
Sub
NO. Assembly Nama Mesin/ Waktu
Operasi / ssembly Operasi Operator Scrap WS WN WB baku (jam) Total Jam
O-1 1 1% 10 11,1 12,5319 0,0034811
O-5 2 1% 10 11,1 12,5319 0,0034811
O-9 3 1% 10 11,1 12,5319 0,0034811
Pengukuran Mistar 0,0208865
O-14 4 1% 10 11,1 12,5319 0,0034811
O-19 5 1% 10 11,1 12,5319 0,0034811
O-23 6 1% 10 11,1 12,5319 0,0034811
O-2 1 2% 25 24,25 27,37825 0,0076051
O-6 2 2% 25 24,25 27,37825 0,0076051
O-10 3 Cutting 2% 25 24,25 27,37825 0,0076051
Pemotongan 0,04563042
O-15 4 Circle 2% 25 24,25 27,37825 0,0076051
O-20 5 2% 25 24,25 27,37825 0,0076051
O-24 6 2% 25 24,25 27,37825 0,0076051
O-3 1 3% 60 57 64,353 0,0178758
O-11 3 Bor 3% 60 57 64,353 0,0178758 0,0536275
O-16 4 Pengeboran 3% 60 57 64,353 0,0178758
O-4 1 1% 32 31,36 35,40544 0,0098348
O-7 2 1% 32 31,36 35,40544 0,0098348
O-12 3 1% 32 31,36 35,40544 0,0098348
Planner 0,05900907
O-17 4 1% 32 31,36 35,40544 0,0098348
O-21 5 1% 32 31,36 35,40544 0,0098348
O-25 6 Penghalusan 1% 32 31,36 35,40544 0,0098348
4.3.4 Perhitungan Waktu Baku untuk Penyelesaian Sebuah Produk

Contoh Perhitungan Waktu Baku Inspeksi

 I-8
WS = (waktu proses x jumlah part)+(set up time
x jumlah part)
= (5x1) + (0x1) = 5
P = 111%, Allowance = 11,5 %
WN = WS x P = 5 x 111% = 5,55 detik

100%
Waktu baku = Wb = Wn x 100%−𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒

100%
= 5,55 x
100%−11,5%

= 6,26595 detik/unit

= 0,0017405 jam/unit

Tabel 4.26 Waktu Baku untuk Penyelesaian Sebuah Produk Rak bumbu

Rak Bumbu
Waktu Baku Perakitan Waktu Baku Permesinan Waktu Baku Inspeksi
Waktu
Operasi Waktu Operasi Waktu baku Operasi
no no no Baku
Kerja Baku (jam) Kerja (jam) kerja
(jam)
1 A 0,017456 1 penghalusan 0,0208865 1 I-7 0,0017405
2 S1A1 0,020730 2 Pemotongan 0,0456304 2 I-6 0,0017405
3 S2A1 0,027779 3 pengukuran 0,0536275 3 I-5 0,0017405
4 S3A1 0,026178 4 pengeboran 0,0590090 4 I-4 0,0017405
5 S4A1 0,026091 5 I-3 0,0017405
6 S5A1 0,020886 6 I-2 0,0017405
7 I-1 0,0017405

Total = Total Waktu Baku Perakitan + Total Waktu Baku


Permesinan + Total Waktu Baku Inspeksi
= 0,13912+ 0,179153+ 0,012184
= 0,330457
4.4 Analisis dan Pembahasan
Perhitungan untuk penentuan waktu pengerjaan yang dibutuhkan
oleh pekerja dilakukan dengan beberapa tahapan. Dari pengambilan
waktu pengerjaan dengan mempertimbangkan derajat keyakinan dan
derajat ketelitian yang akan menentukan data mencukupi dan kemudian
dilakukan uji keseragaman data. Dari beberapa elemen didapat waktu
yang diambil dinyatakan mencukupi layak digunakan dan tidak ada data
yang out of control. Kemudian dilakukan perhitungan rata-rata waktu
siklus dari seluruh operasi yang ada dilanjutkan dengan perhitungan
waktu normal yang mempertimbangkan performance rating dari pekerja
dengan menggunakan sistem Westing house dimana diketahui rata-rata
setiap operator berada pada level skill fair karena bukan ahli dalam
pengerjaannya dan masih pemula, effort bernilai pada rentang good dan
average, condition dilihat dari lingkungan dinilai fair dan consistency
bernilai poor karena waktu kerja berubah-ubah. Waktu operasi juga
dipengaruhi oleh allowance yang dibutuhkan oleh pekerja baik karena
kondisi pekerjaannya, lingkungan, maupun pemenuhan untuk kebutuhan
pribadinya yang kemudian akan menghasilkan waktu baku. Rak Bumbu
terdapat 6 stasiun kerja, masing-masingnya adalah stasiun kerja 1 pada
assembly S5A1 waktu bakunya sebesar 0,020886, stasiun kerja 2 pada
assembly S4A1 sebesar 0,00856, stasiun kerja 3 pada assembly S3A1
sebesar 0,01004, stasiun kerja 4 pada assembly S2A1 sebesar 0,04513,
stasiun kerja assembly 5 pada S1A1 sebesar dan Stasisun kerja 6 pada
assembly A sebesar.
4.5 Kesimpulan
1. Penentuan waktu kerja setiap operasi dalam perakitan Rak Bumbu
dilakukan dengan metode stopwatch time study dimana dilakukan
perhitungan waktu setiap operasi.
2. Waktu siklus didapat dari rata-rata data waktu yang didapat dari hasil
percobaan yang kemudian akan digunakan dalam perhitungan waktu
normal dengan dikalikan penjumlahan dari performance rating dari
pekerja. Waktu normal yang didapat kemudian akan dipakai dalam
menghitung waktu baku yang mempertimbangkan allowance bagi
pekerja.