You are on page 1of 7

MENINGKATKAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI

KONTROL BEROBAT DI RUANG PEMERIKSAAN UMUM


PUSKESMAS KENTEN TAHUN 2018

PLAN
Langkah 1: Kategori Penilaian Masalah

Dari hasil diskusi diketahui informasi beberapa masalah pelayanan kesehatan yang ada di
ruang pemeriksaan umum, yaitu:

1. Kurangnya kepatuhan pasien hipertensi kontrol berobat

2. Kepuasan Pasien

Untuk memiliki masalah pelayanan yang dianggap paling penting untuk segera di perbaiki,
dilakukan proses pemberian nilai terhadap masalah yang ada oleh petugas kesehatan.

Tabel Kategori Penilaian Masalah

Nilai Makna Nilai Makna


1 Sangat tidak penting 6 Cukup penting
2 Tidak penting 7 Penting
3 Kurang penting 8 Penting sekali
4 Tidak begitu penting 9 Sangat penting
5 Agak penting 10 Sangat penting sekali

Tabel Penilaian Bobot Masalah oleh Petugas Kesehatan

Masalah A B C D E F G H I J K TOTAL

1. Kurangnya kepatuhan pasien 8 7 8 9 8 7 8 9 9 8 6 87


hipertensi kontrol berobat

2. Kepuasan Pasien 7 8 7 7 7 9 7 8 8 7 8 83

Petugas kesehatan yang menilai:

A. dr. Herawaty
B. dr. Marilin N.
C. Rusnah, Am.Keb
D. Rita Susanti, S.KM
E. Rita Rizalina, AMKL
F. Misnaini Arianti
G. Dewi Isyati, Am.Keb
H. Julia Tri Martiani, Am.Keb
I. Fadillah Astriyani, S.Kep
J. Meilisya, Amd.Ak
K. Khoirunnisah, SKM

Langkah 2 : Mendeskripsi proses pelayanan kesehatan yang berjalan saat ini


 Alur Pelayanan Pasien Hipertensi

Kartu
status
pasien
Mulai

Pasien masuk Pemeriksaan fisik dan


Anamnesis
Unit Pelayanan
pemeriksaan penunjang
Umum
(bila perlu)

Penegakan

diagnosa

Blangko
resep

Petugas
menulis dan HIPERTENSI Bukan
memberikan HIPERTENSI
resep kepada
pasien
Rujuk

Pasien mengambil obat


Selesai
di Unit Pelayanan Obat

 Pasien hipertensi diresepkan obat hipertensi untuk 10 hari.

 Pasien hipertensi disarankan untuk kontrol berobat teratur di Puskesmas Kenten

 Petugas menunggu secara pasif pasien datang kontrol berobat di ruang pemeriksaan
umum.

Langkah 3: Pengumpulan Data dan Analisis


Jumlah pasien dengan hipertensi dibulan Januari sampai dengan bulan Mei cukup banyak
sekitar 20% dari total pasien di bulan April dan Mei.

Berikut tabel perbandingan jumlah pasien Hipertensi dan total jumlah pasien di Ruang
Pemeriksaan Umum.

JUMLAH PASIEN TOTAL JUMLAH PASIEN DI


NO. BULAN
HIPERTENSI BP

1. Januari 300 1064

2. Februari 194 856

3. Maret 228 927

4. April 198 873

5. Mei 161 849

Berdasarkan 10 penyakit terbanyak di ruangan Pemeriksaan Umum Puskesmas Kenten


bulan Januari sampai dengan Mei, penyakit hipertensi menduduki urutan tertinggi
dibanding penyakit lain.

Berdasarkan pembobotan masalah yang ada di Ruang Pemeriksaan Umum Puskesmas


didapatkan bahwa “Tingkat kepatuhan pasien hipertensi kontrol berobat” sebagai masalah
yang dianggap prioritas utama untuk diperbaiki.
Langkah 4: Fokus pada Peluang Peningkatan Mutu.

Pukesmas Kenten memilih masalah prioritas untuk diperbaiki sebagai upaya peningkatan
mutu, yaitu meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi kontrol berobat di ruang
Pemeriksaan Umum Puskesmas Kenten.

Langkah 5 : Identifikasi Akar Penyebab Masalah

Dari permasalahan”Tingkat kepatuhan pasien hipertensi kontrol berobat di ruang


Pemeriksaan Umum Puskesmas Kenten” dilakukan penelusuran akar penyebab masalah.
Hal ini dilakukan dengan metode Fishbone diagram atau yang juga dikenal dengan
Diagram Ishikawa.

MANUSIA - Tidak ada metode sebagai kontrol


METODE
berobat bagi pasien maupun
- Kurangnya kesadaran/pengetahuan pasien tentang petugas
bahaya hipertensi yang tidak terkontrol dan - SOP hipertensi masih dalam bentuk
anggapan pasien jika merasa sehat/tidak ada draft dikomputer
keluhan tidak perlu makan obat hipertensi.
- Pasien lupa jadwal kontrol berobat
- Kurang monitoring dari petugas kesehatan terhadap
pasien hipertensi yang tidak terkontrol Kurangnya
kepatuhan pasien
kontrol berobat

- Rumah pasien jaraknya agak jauh


dari puskesmas Kenten - Obat yang diresepkan terlalu sedikit
(menurut pasien), 10 hari

LINGKUNGAN SARANA

Diagram Ishikawa : Identifikasi Akar Masalah

Langkah 6: Mencari dan Memilih Penyelesaian Masalah

Setelah diketahui akar permasalahan penyebab kurangnya kepatuhan pasien kontrol


berobat, Tim Peningkatan Mutu selanjutnya mencari beberapa solusi sebagai rencana
perbaikan masalah, yaitu:

Tabel Rencana Penyelesaian Masalah

Klasifikasi Masalah Rencana Perbaikan


Penyebab
Manusia Kurang kesadaran pasien hipertensi - Memberikan penyuluhan dan
untuk kontrol berobat, kurangnya konseling kepada pasien tentang
pengetahuan pasien tentang bahaya hipertensi dan bahaya hipertensi
hipertensi yang tidak terkontrol, dan tidak terkontrol .
anggapan pasien jika merasa - Menyediakan poster, brosur atau
sehat/tidak ada keluhan tidak perlu leaflet
makan obat hipertensi.
Pasien Lupa jadwal kontrol berobat Mencatat nomor kontak (HP)
pasien dan memberikan kartu
kontrol berobat kepada pasien
Kurang monitoring dari petugas Petugas melakukan monitoring
kesehatan terhadap pasien hipertensi terhadap kunjungan kontrol ulang
yang tidak terkontrol pasien hipertensi dengan
memberikan kartu kontrol bagi
pasien hipertensi, dan mengisi
buku kunjungan kontrol berobat
pasien hipertensi.
Metode Tidak ada metode sebagai kontrol Membuat kartu kontrol bagi pasien
berobat bagi pasien maupun petugas hipertensi, dan membuat buku
kunjungan kontrol berobat pasien
hipertensi di ruangan pemeriksaan
umum
SOP hipertensi masih dalam bentuk Membuat dan melaksanakan SOP
draft dikomputer di Ruang Pemeriksaan Umum.

Lingkungan Rumah pasien jaraknya agak jauh Kunjungan rumah pasien


dari Puskesmas Kenten hipertensi dengan program PIS PK

Sarana Obat yang diresepkan terlalu sedikit Jumlah obat yang diresepkan
(menurut pasien), untuk 10 hari ditambah menjadi 20 hari.

DO
Langkah 7 : Memetakan Pilot Project ( uji coba)

Setelah membuat rencana perbaikan, tim peningkatan mutu puskesmas membuat peta
pelaksanaan pilot project (uji coba) untuk diimplementasikan di Puskesmas Kenten.
Pemetaan uji coba ini dilakukan dengan menentukan bentuk perbaikan, estimasi biaya,
waktu pelaksanaan, dan nama penanggung jawab.

Tabel Rencana Perbaikan Puskesmas Kenten

Rencana Perbaikan Waktu &Tempat Biaya Penanggung jawab


Meningkatkan kesadaran - Waktu Rp 0,- - Yunita Wisandra,SKM
pasien hipertensi dengan penyuluhan
penyuluhan dan sesuai jadwal
konseling tentang penyuluhan
hipertensi dan bahanya dalam gedung
bila hipertensi tidak - Konseling saat - dr. Marilin Natalia
terkontrol. pasien kontrol Sari Agus S., AM.Kep.
ke ruangan Gusdiyanto, S.Kep.
pemeriksaan
umum.
Menyediakan poster, Juni 2018 Rp.500.000,- Niken Santika, AMG
brosur atau leaflet
tentang hipertensi
Mencatat nomor kontak Juni 2018 Rp 0,-
(HP) pasien dan
memberikan kartu kontrol
berobat kepada pasien
Petugas melakukan Juni 2018 Rp 0,- dr. Marilin Natalia
monitoring terhadap Sari Agus S., AM.Kep.
kunjungan kontrol ulang Gusdiyanto, S.Kep.
pasien hipertensi dengan
memberikan kartu kontrol
bagi pasien hipertensi,
dan mengisi buku
kunjungan kontrol
berobat pasien hipertensi
di ruangan pemeriksaan
umum
Membuat kartu kontrol Mei 2018 Rp.500.000,- Niken Santika, AMG
bagi pasien hipertensi,
dan membuat buku
kunjungan kontrol
berobat pasien hipertensi
di ruangan pemeriksaan
umum
Membuat dan Mei 2018 Rp.0,- dr. Marilin Natalia
melaksanakan SOP Sari Agus S., AM.Kep.
hipertensi di Ruang Gusdiyanto, S.Kep.
Pemeriksaan Umum.
Kunjungan rumah pasien Bila diperlukan Rp.0,- Yunita Wisandra,SKM
hipertensi dengan
program PIS PK
Jumlah obat yang Juni 2018 Rp.0,- Lidia Ermiza, S.Farm.Apt.
diresepkan ditambah
menjadi untuk konsumsi
20 hari.

Langkah 8 : Implementasi pilot project

Kegiatan pilot project dilakukan selama kurang lebih 3 bulan mulai dari persiapan hingga
pelaksanaan yaitu mulai April 2018-Juni 2018. Implementasinya sudah bisa di terapkan
1 Juli 2018.

CHECK
Langkah 9:Evaluasi Hasil

Tim melakukan evaluasi terhadap hasil perbaikan yang dilakukan setelah dilakukan uji
coba selama kurang lebih 3 bulan. Tim melakukan evaluasi setelah proses berjalan satu
bulan (bulan Juli) dengan tujuan untuk memberikan kesempatan proses perbaikan berjalan
sesuai dengan diharapkan.

Dari hasil evaluasi didapatkan hal-hal berikut:

1. Sudah dilaksanakan penyuluhan dan konseling tentang hipertensi dan bahaya


hipertensi tidak terkontrol untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pasien.
2. Sudah tersedia poster tentang hipertensi sabagai media informasi dan edukasi.
3. Petugas sudah dapat melakukan monitoring terhadap kunjungan kontrol ulang
pasien hipertensi dengan memberikan kartu kontrol bagi pasien hipertensi, dan
mengisi buku kunjungan kontrol berobat pasien hipertensi di ruangan pemeriksaan
umum
4. SOP hipertensi sudah dibuat dan dilaksanakan di Ruang Pemeriksaan Umum.
5. Peresepan obat hipertensi sudah ditambah jumlahnya untuk konsumsi 20 hari
sehingga pasien tidak terlalu sering dan tidak repot ke puskesmas untuk mengambil
obat.

Langkah 10 : Kesimpulan

Dari pemantauan tim perbaikan Mutu puskesmas Kenten, diketahui bahwa ternyata kontrol
pasien hipertensi di Ruang Pemeriksaan Umum dengan penyuluhan/konseling, pembuatan
poster, penambahan peresepan jumlah obat, dan monitoring dengan kartu kontrol bagi
pasien hipertensi atau buku kunjungan kontrol berobat pasien hipertensi di ruangan
pemeriksaan umum, menjadi faktor-faktor dalam perbaikan meningkatkan kepatuhan
pasien hipertensi kontrol berobat di Ruang Pemeriksaan Umum Puskesmas Kenten tahun
2018

Dari observasi yang dilakukan dari:

Kotak puas/tidak puas = 90 % PUAS

Kotak Saran = Sangat puas

ACT
Langkah 11: Standarisasi perubahan

SK Kepala Puskesmas tentang Peningkatan Kepatuhan Pasien Hipertensi Kontrol


Berobat di Ruang Pemeriksaan Umum Puskesmas Kenten

Langkah 12: Monitor untuk mencapai tujuan

Monitoring dan Evaluasi dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Hasil monitoring bulan 1 Agustus 2018;

Pasien hipertensi kontrol berobat di Ruang Pemeriksaan Umum Puskesmas Kenten di


bulan Juli 2018 sebanyak ....% dari total jumlah pasien hipertensi. Terdapat perbaikan
berupa peningkatan kepatuhan kontrol berobat pasien hipertensi dibandingkan dengan
bulan April s.d Juni 2018 (%)