You are on page 1of 14

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY.

T
DENGAN KELUARGA USIA LANJUT DI KAMPUNG KAYEN
KELURAHAN SONOREJO, KECAMATAN SUKOHARJO
KABUPATEN SUKOHARJO

Disusun oleh :
FRIDA AMELIA EKAWATI
SN 181068

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2019
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY. T
DENGAN KELUARGA USIA LANJUT DI KAMPUNG KAYEN
KELURAHAN SONOREJO, KECAMATAN SUKOHARJO
KABUPATEN SUKOHARJO

A. PENGKAJIAN
I. DATA UMUM
Nama KK : Ny. T
Umur : 63 tahun
Alamat : Kampung Kayen Rt/Rw 1/7 Kelurahan
Sonorejo, Sukoharjo
Pekerjaan KK : Tidak bekerja
Pendidikan KK : SD
Komposisi keluarga :

No Nama Jenis Hub dgn KK Umur Pekerjaan Pendidikan


Kelamin
1 Ny. T P Kepala 63 Tidak bekerja SD
Keluarga
2 Ny. P P Anak 30 Wiraswasta SMP
2 An. P P Cucu 3 - -

7. Genogram

Tn. X meninggal 5 Ny
th yang lalu T

Tn.S Tn.P Ny.P Tn.K

An.C
Keterangan:
: laki-laki : menikah
: perempuan : keturunan
: meninggal : tinggal serumah
8. Tipe keluarga
Keluarga Ny.T merupakan keluarga Extended Family yang terdiri dari
Ny.T sebagai kepala keluarga semenjak Tn X meninggal 5 th yang lalu.
Saat ini anak dan cucunya tinggal serumah.
9. Suku bangsa
Keluarga Ny. T merupakan suku bangsa jawa. Bahasa yang digunakan
sehari-hari oleh keluarga Ny. T adalah bahasa Jawa.
10. Agama
Seluruh anggota keluarga Ny. T beragama islam. Ny. T Menjalankan
ibadah sholat 5 waku dan mengatakan bahwa agama sebagai pedoman
dan panutan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.
11. Status sosial ekonomi
Keluarga Ny. T termasuk ke dalam keluarga sejahtera I, karena
keluarga Ny. T sudah mampu memenuhi seluruh kebutuhan dasar,
sosial psikologi dan kebutuhan pengembangan serta berperan aktif
dalam kagiatan kemasyarakatan. Ny.T mengatakan yang bertanggung
jawab pada ekonomi keluarga adalah anaknya dengan pekerjaannya
sebagai wiraswata.Jumlah pendapatan Ny.T mengatakan penghasilan
anaknya >Rp 1.500.000,00/bulan.
12. Aktivitas rekreasi keluarga
Ny.T mengatakan keluarga biasanya berkumpul bersama untuk
menonton TV.
II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Keluarga Ny.T sekarang pada tahap keluarga Usia Lanjut dikarenakan
Ny. T berusia 63 thn atau lebih dari 60 thn.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi adalah
mempertahankan kesehatan karena keluarga Ny.T sudah mengenal
tentang Hipertensi dan mengatakan mengetahui kalau Ny.T mempunyai
penyakit Hipertensi sejak 2 thn yang lalu sehingga memanfaatkan
pelayanan kesehatan dengan sering kontrol ke Bidan desa atau
posyandu lansia.
3. Riwayat keluarga inti
Ny. T seorang janda dan memiliki 3 orang anak dan 3 orang cucu.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ny. T mengatakan sering merasa nyeri pada leher belakang. Anggota
keluarga tidak ada yang memiliki penyakit seperti diabetes, TBC dan
lain-lain.

III. LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah:
Rumah yang ditempati keluarga Ny. T sekarang adalah rumah milik
sendiri yang merupakan rumah permanen dengan lantai ubin, atap
rumah dari genting, ventilasi berasal dari jendela dan pintu rumah, 3
kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas
Ny.T mengatakan tetangga sekitar rumah adalah dari suku jawa dan
saling gotong royong jika ada yang membutuhkan. Rumah
dilingkungan sekitar rumah Ny. T rata-rata rumah permanen. Keluarga
Ny.T juga mengikuti aturan yang ada di masyarakat seperti mengikuti
perkumpulan warga jika ada acara, menjenguk jika ada yang sakit.
3. Mobilitas geografi keluarga
a. Lamanya tinggal di daerah ini
Keluarga Ny. T sudah 63 tahun tinggal di wilayah Kayen
b. Transportasi yang digunakan
Transportasi yang di gunakan keluarga Ny. T adalah kendaraan
pribadi (sepeda motor) dan kendaraan umum.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
a. Perkumpulan keluarga
Ny. T mengatakan perkumpulan yang di hadiri keluarga adalah,
arisan ibu PKK.
b. Interaksi keluarga dengan masyarakat
Interaksi keluarga Ny. T dengan masyarakat baik, saling
menghormati.
5. Sistem pendukung keluarga
a. Informal
Interaksi keluarga Ny.T dengan masyarakat baik, keluarga Ny. T
saling mendukung dan menguatkan antar sesama anggota keluarga.
b. Formal
Ny.T tidak bekerja dan Ny. P sebagai wiraswasta.

IV. STRUKTUR KOMUNIKASI KELUARGA


1. Pola komunikasi keluarga
Keluaga Ny. T melakukan komunikasi secara terbuka, sehingga anak-
anaknya dapat memberi masukan tentang suatu hal kepada mereka
tanpa mengurangi rasa hormat terhadap orang tua, Ny. T sangat tegas
tehadap anak-anaknya dan tak segan memarahi anak-anaknya ketika
mereka salah. Dalam keluarga Ny. T mengatakan tidak pernah terjadi
suatu masalah dalam proses komunikasi, apabila terjadi hanya hal
kesalahpahaman kecil yang dapat diselesaikan dengan
membicarakannya bersama keluarga.
2. Struktur kekuatan keluarga
a. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan biasanya dilakukan dengan musyawarah
bersama kemudian diputuskan oleh kepala keluarga.
b. Teknik Pengambilan Keputusan
Teknik pengambilan keputusan dilakukan dengan musyawarah
bersama.
c. Peran serta keluarga dalam pengambilan keputusan
Setiap anggota keluarga diberi kesempatan untuk menyampaikan
pendapatnya.
3. Struktur peran
Ny. T ibu dan nenek
Ny. P sebagai istri dan ibu
An. P sebagai anak dan cucu
V. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
a. Kedekatan antar anggota keluarga
Kedekatan antar anggota keluarga terjalin sangat dekat. Ny. T
mengatakan selalu menyempatkan diri untuk bermain dengan
cucunya.
b. Masalah hubungan antar anggota keluarga
Ny.T mengatakan kadang ada perbedaan pendapat antar anggota
keluarga namun bisa diselesaikan bersama sehingga tidak
mengganggu hubungan antar anggota keluarga.
2. Fungsi Sosialisasi
Sosialisasi yang dilakukan keluarga Ny.T adalah berbincang-bincang,
komunikasi dengan tetangga sangat baik tidak pernah bertengkar
dengan tetangga karena keluarga Ny.T sangat menjaga keharmonisan
tetangga.
3. Fungsi perawatan kesehatan
1) Mengenal masalah
Ny. T mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui jika
menderita hipertensi dan Ny. T mengatakan mengurangi aktivitas
berat. Saat ditanya apa itu hipertensi Ny. T menjawab “hipertensi
itu adalah darah tinngi atau naik”. Saat ditanya penyebab
hipertensi Ny. T menjawab “kecapekan dan pikiran berat”. Saat
ditanya cara mengatasi hipertensi Ny. T menjawab “olahraga,
menghindari makanan yang menaikkan tekanan darah seperti
makanan asin, daging kambing, daun ketela serta minum obat
penurun tensi”.
2) Mengambil keputusan
Ny. T mengatakan saat ada anggota keluarga yang sakit langsung
diperiksakan ke puskesmas atau rumah sakit.
3) Merawat anggota keluarga yang sakit
Ny. P mengatakan belum mengetahui merawat anggota keluarga
dengan penyakit hipertensi. Saat ditanya apa itu hipertensi Ny. P
menjawab “hipertensi adalah darah tinggi”. Saat ditanya makanan
apa yang dilakukan Ny. P untuk mengatasi hipertensi yang
diderita Ny. T kemudian Ny. P menjawab “selama ini tidak
melakukan apa-apa, jika sakit dibawa kedokter dan Ny. P hanya
mengikuti apa yang sudah dilakukan Ny. T.
4) Memodifikasi lingkungan
Pengetahuan keluarga tentang kebersihan lingkungan cukup baik
tetapi untuk merubahnya belum bisa karena terkendala situasi dan
kondisi.
5) Memanfaatkan fasilitas kesehatan
Keluarga Ny.T sudah memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada
seperti puskesmas dan bidan desa, Ny.T mengatakan apabila ada
anggota keluarga yang sakit akan memeriksakan ke pusat
pelayanan terdekat.

VI. STRESS DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka pendek dan jangka panjang
a. Stressor jangka pendek < 6 bulan
Ny. T mengatakan tidak ada yang dipikirkan dalam waktu dekat ini
b. Stressor jangka panjang > 6 bulan
Ny. T mengatakan memikirkan biaya yang dikeluarkan anaknya
apabila berobat ketika ia sakit.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor dan situasi
Ny. T mengatakan apabila ada masalah yang dirasa berat maka mereka
akan memecahkan secara bersama-sama, dibicarakan bersama
kemudian dicari jalan keluar yang terbaik.
3. Strategi koping yang digunakan
Koping yang digunakan keluarga Ny. T adalah dengan berbicara atau
bercerita pada anggota keluarga, bermusyawarah atau konsultasi
dengan orang yang lebih ahli untuk memberikan solusi.

VII. PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


1. Praktik Pemenuhan Nutrisi Keluarga
Ny. T mengatakan keluarganya makan sehari 3x seperti nasi, sayur
dan lauk. Setiap anggota keluarga makan satu porsi habis.
2. Pemenuhan Cairan Keluarga
Ny. T dalam sehari mengkonsumsi teh manis dan air putih
3. Istirahat dan Tidur Keluarga
Ny. T mengatakan untuk istirahat biasanya siang dan malam hari.
Siang biasanya sekitar satu jam dan malam istirahat mulai jam 21.00
sampai jam 05.00 WIB.
4. Olahraga/ Mobilisasi
Tidak ada jadwal olah raga secara rutin, keluarga menganggap
kegiatan sehari-hari sudah seperti olah raga
5. Eliminasi (BAB dan BAK)
Ny.T mengatakan tidak ada masalah untuk BAB dan BAK dalam
keluarganya. Anggota keluarga biasanya BAB satu kali sehari dan
BAK 5-6 kali sehari.
6. Personal Hygine
Ny.T mengatakan untuk mandi dan gosok gigi tiap anggota keluarga
2x sehari dan untuk keramas setiap 2-3 hari sekali.
VIII. PEMERIKSAAN FISIK
1. Tanda-tanda Vital
TTV Ny.J Ny.P
TD 140/100 110/80
Nadi 98 78
RR 18 16
Suhu 36,7 36
Gds 162 -
Asam urat 10,6 -

2. Pemeriksaan fisik
No Pemeriksaan Ny. T Ny. P
Fisik
1 Kepala Simetris, rambutSimetris, rambut berwarna
berwarna hitam beruban,hitam
tidak ada ketombe.
2. Leher Leher tidak nampakTidak nampak adanya
adanya peningkatanpeningkatan tekanan vena
tekanan vena jugularis,jugularis, tidak teraba
tidak teraba adanyaadanya pembesaran
pembesaran kelenjarkelenjar tiroid.
tiroid.
3. Mata Konjungtiva tidak anemis,Konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik, sklera tidak ikterik
4. Telinga Simetris, keadaan bersih,Simetris, keadaan bersih,
Fungsi pendengaran baik Fungsi pendengaran baik
5. Hidung Simetris, keadaan bersih,Simetris, keadaan bersih,
Tidak ada kelainan yangTidak ada kelainan yang
ditemukan ditemukan
6. Mulut Mukosa mulut lembab,Mukosa mulut lembab,
keadaan bersih, Tidak adakeadaan bersih, Tidak ada
kelainan kelainan

IX. DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA


1. Analisa Data
Data Diagnosa
Keperawatan
DS : Risiko
Ny. T mengatakan mengalami penyakit hipertensi sejak 2 tahun ketidakstabilan
yang lalu. Ny. T mengatakan apabila banyak aktivitas dan stres tekanan darah
mengakibatkan tekanan darahnya naik dan terasa nyeri pada (00267)
leher belakang.
P : nyeri bertamabah saat beraktivitas
Q : nyeri seperti tertimpa benda berat
R : leher belakang
S : skala 3 dari 10
T : nyeri terus menerus
Ny. T mengatakan apabila merasa sakit langsung meminum
obat penurun tensi.
Ny. T mengatakan selama ini tekanan darah masih naik turun
atau belum stabil
DO:
Pemeriksaan TTV didapatkan hasil tekanan darah 140/100
mmHg, nadi 98 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 36,70C, GDS
162mg/dl, Asam urat 10,6 mg/dl

DS : Defisien
Ny. P mengatakan belum mengetahui merawat anggota pengetahuan
keluarga dengan penyakit hipertensi. Saat ditanya apa itu keluarga
hipertensi Ny. P menjawab “hipertensi adalah darah tinggi”. (00126)
Saat ditanya makanan apa yang dilakukan Ny. P untuk
mengatasi hipertensi yang diderita Ny. T kemudian Ny. P
menjawab “selama ini tidak melakukan apa-apa, jika sakit
dibawa kedokter dan Ny. P hanya mengikuti apa yang sudah
dilakukan Ny. T.
DO :
Ny. P tampak belum paham
2. Skoring
1. Risiko ketidakstabilan tekanan darah (00267)
No Kriteria Skor Bobot Perhitungan
1. Sifat masalah
a Actual 3 1 2/3 x 1 = 2/3
b Resiko 2
c Keadaan sejahtera
1
2. Kemungkinan
masalah dapat diubah
a Mudah
b Sebagian 2 2 1/2 x 2= 1
c Tidak dapat 1
0
3. Kemungkinan
masalah dapat
dicegah
a Tinggi 3 1 3/3 x 1= 2/3
b Cukup 2
c Rendah 1
4. Menonjolnya masalah
a Masalah dirasakan
dan perlu 2 1 2/2 x 1 = 1
penanganan segera
b Masalah
dirasakan, tidak
perlu di tangani
segera 1
c Masalah tidak di
rasakan

Total Skor 4 1/3

2. Defisien pengetahuan keluarga (00126)


No Kriteria Skor Bobot Perhitungan
1. Sifat masalah
d Actual 3 1 2/3 x 1 = 2/3
e Resiko 2
f Keadaan sejahtera
1
2. Kemungkinan
masalah dapat diubah
d Mudah
e Sebagian 2 2 1/2 x 2= 1
f Tidak dapat 1
0
3. Kemungkinan
masalah dapat
dicegah
d Tinggi 3 1 3/3 x 1= 1
e Cukup 2
f Rendah 1
4. Menonjolnya masalah
d Masalah dirasakan
dan perlu 2 1 2/2 x 1 = 1
penanganan segera
e Masalah
dirasakan, tidak
perlu di tangani
segera 1
f Masalah tidak di
rasakan

Total Skor 3 2/3

X. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Risiko ketidakstabilan tekanan darah (00267)
2. Defisien pengetahuan keluarga (00126)

XI. RENCANA KEPERAWATAN


N Tgl Diagnosa Tujuan dan kriteria Intervensi
keperawatan
o hasil keperawatan
(NOC) (NIC)
1. 18 Risiko Setelah dilakukan 4 - Monitot
april ketidakstabila kunjungan TTV
2019 - Demonstrasikan
n tekanan diharapkan masalah terapi Rendam air
darah keperawatan dapat hangat untuk
(00267) teratasi dengan hipertensi
- Beri kesempatan
kriteria hasil : klien untuk
Manajemen Diri : bertanya tentang
Hipertensi (3107) hal-hal yang belum
- Memantau jelas
tekanan darah - Bimbing klien
untuk mengulangi
dari skala 1 (tidak
apa yang telah
pernah dilakukan
menunjukkan)
menjadi skala 4
(sering
menunjukkan)
- Mempertaha
nkan target
tekanan darah
2. dari skala 1 (tidak
18
pernah
April Defisiensi
menunjukkan)
2019 pengetahuan
menjadi skala 4
keluarga
(sering
menunjukkan)

- Kaji pengetahuan
Setelah dilakukan 4 keluarga tentang
pertemuan diharapkan hipertensi
- Berikan
masalah keperawatan
teratasi dengan pendidikan
kriteria hasil : kesehatan tentang
Pengetahuan : proses hipertensi
- Diskusikan dengan
penyakit ( 1803)
keluarga cara
Pasien dan keluarga
perawatan klien
mampu memahami hipertensi
tentang penyakit, - Beri kesempatan
keluarga untuk
kondisi, prognosis
bertanya tentang
dan program hal-hal yang
pengobatan dari skala belum jelas
- Berikan
1 ( tidak ada
reinforcement
pengetahuan ) positif pada
menjadi skala 4 keluarga atas
tindakan yang
(pengetahuan banyak)
tepat

XII. IMPLEMENTASI
Tgl No.Dx Implementasi Respon TTd
1. Memonitor TTV Ds : pasien mengatakan
pusing dan sudah
mengkonsumsi obat
penurun tensi
Do : TD : 160/90 mmHg
N : 79x/menit
S : 36
RR : 17x/menit
Ds : pasien mengatakan
belum mengetahui cara agar
Memberi kesempatan
klien untuk bertanya tekanan daranya stabil
tentang hal-hal yang selama ini untuk mengatasi
belum jelas
hal tersebut pasien
mengkonsumsi obat
2.
Do : pasien tampak belum
paham.

Ds : keluarga pasien
Mengkaji pengetahuan mengatakan belum tahu
keluarga tentang secara jauh apa itu
hipertensi
hipertensi
Do : keluarga pasien tampak
belum paham

Ds : keluarga pasien

Memberikan pendidikan mengatakan lebih mengerti


kesehatan tentang Do : keluarga pasien tampak
hipertensi paham
Ds : keluarga mengatakan
bersedia untuk mengatur diit
Mendiskusikan dengan
keluarga cara perawatan pasien
klien hipertensi Do ; keluarga pasien tampak
setuju