You are on page 1of 16

Geger Otak Akibat Terkena Pukulan di Kepala

Silvia Gunawan

102014043

D7

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510

Email : SILVIA.2014fk043@civitas.ukrida.ac.id

Abstrack

The brain is an organ that is essential for the human body. Almost all of the way the
brain regulates the movement of the human body. Central coordination and command centers
in the human body comes from the brain. Without a good processing system in the brain,
humans would not be able to react or respond to a stimulus. The brain consists of several
parts: the cerebrum, cerebellum, and truncus encephali formed by mesensefalon, pons, and
medulla oblongata. There is a layer that protects the membranes that cover the brain that the
brain or meninges. There are 12 nerves in the brain composed of sensory and motor fibers.
The brain ventricles are cerebrospinal fluid (CSS), which protects the brain from impact. The
brain also has a system of vascularization (blood supply of the brain). In the event of
damage, brain working mechanism would be disrupted.

Keyword : brain, nerves, vascularization, CSS

Abstrak

Otak merupakan organ yang sangat penting bagi tubuh manusia. Otak mengatur
hampir semua jalannya pergerakan tubuh manusia. Pusat koordinasi dan pusat perintah dalam
tubuh manusia bersumber dari otak. Tanpa adanya sistem pengolahan yang baik pada otak,
manusia tidak akan mampu bereaksi atau menanggapi suatu rangsangan. Otak terdiri dari
beberapa bagian yaitu cerebrum, cerebellum, dan truncus encephali yang dibentuk oleh
mesensefalon, pons, dan medula oblongata. Ada lapisan yang melindungi otak yaitu selaput
pelindung otak atau meninges. Terdapat 12 saraf pada otak yang tersusun dari serabut
sensorik maupun motorik. Di ventrikel otak terdapat cairan serebrospinal (CSS) yang
berfungsi melindungi otak dari benturan. Otak juga memiliki sistem vaskularisasi (suplai
darah otak). Apabila terjadi kerusakan, mekanisme kerja otak pun akan terganggu.

Kata kunci : otak, saraf, vaskularisasi, CSS

Pendahuluan

Tubuh manusia adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, terdiri dari beberapa
anggota dan memiliki fungsi berbeda dari setiap anggotanya. Namun dari perbedaan itu, ada
satu bagian tubuh manusia yang mengatur hampir semua jalannya pergerakan tubuh manusia
tersebut. Bagian tubuh yang sangat penting dan harus dilindungi itu adalah otak. Otak dibagi
dalam beberapa bagian yaitu cerebrum, cerebellum, dan truncus encephali yang dibentuk oleh
mesensefalon, pons, dan medula oblongata. Otak besar (cerebrum) memiliki fungsi yang
penting, karena fungsinya penting maka cerebri ini harus dilindungi. Ada lapisan yang
melindungi otak yaitu selaput pelindung otak atau meninges.

Struktur Otak

Otak terdiri dari cerebrum, cerebellum, dan truncus encephali yang dibentuk oleh
mesensefalon, pons, dan medula oblongata. Cavitas cranii ditempati oleh otak dan
meningesnya. Atap cavitas cranii dibentuk oleh calvaria, dan dasarnya oleh cranium.
Bilamana calvaria dan dura mater cranialis disingkirkan, di bawah lapis-lapis arachnoidea
mater cranialis dan pia mater cranialis yang lembut, terlihat gyrus, dan sulcus dan fisura
cortex cerebri. Sulcus dan fisura cerebri merupakan patokan distingtif yang membagi
hemisferium cerebri menjadi daerah lebih kecil, seperti lobus.1

Cerebrum

Cerebrum adalah bagian terbesar otak dan terdiri dari dua hemisferium cerebri yang
dihubungkan oleh massa substansia alba yang disebut corpus callosum. Hemisfer dipisahkan
oleh sebuah celah dalam, yaitu fisura longitudinalis cerebri, dimana ke dalamnya menonjol
falx cerebri. Lapisan permukaan setiap hemisferium cerebri disebut cortex dan disusun oleh
substansia grisea. Cortex cerebri berlipat-lipat disebut gyri, yang dipisahkan oleh fisura atau
sulci. Dengan cara demikian permukaan cortex bertambah luas. Sejumlah sulci yang besar
membagi permukaan setiap hemisfer dalam lobus-lobus.2
Gyrus presentralis terletak tepat anterior terhadap sulcus sentralis dan dikenal sebagai
area motoris. Sel-sel saraf motorik besar di dalam daerah ini mengatur gerakan volunteer sisi
tubuh yang berlawanan. Hampir seluruh serabut saraf menyilang garis ke sisi berlawanan di
medula oblongata pada saat mereka turun ke medula spinalis. Pada area motoris, tubuh
direpresentasikan dalam posisi terbalik. Sel-sel saraf yang mengatur gerakan kaki berlokasi di
bagian atas, sedangkan yang mengatur gerakan wajah dan tangan terletak di bagian bawah.2

Gyrus postsentralis terletak tepat posterior terhadap sulcus sentralis, dikenal sebagai
area sensoris. Sel-sel saraf kecil di dalam daerah ini menerima dan menginterpretasikan
sensasi nyeri, suhu, raba, dan tekan dari sisi tubuh kontralateral. Gyrus temporalis superior
terletak tepat di bawah sulcus lateralis. Bagian tengah gyrus ini menerima dan
menginterpretasikan suara dan dikenal sebagai area auditiva.2

Area broca atau area bicara motoris terletak tepat di atas sulcus lateralis. Area ini
mengatur gerakan bicara. Pada orang bertangan kanan, area broca hemisfer kiri bersifat
dominan, sedangkan pada orang kidal yang dominan adalah sisi kanan. Area visual terletak
pada polus posterior dan aspek medial hemisfer serebri di daerah sulcus calcarinus. Area ini
merupakan area penerima kesan visual. Rongga yang terdapat di dalam setiap hemisferium
cerebri disebut ventriculus lateralis. Ventriculus lateralis berhubungan dengan ventriculus
tertius melalui foramen interventriculare.2

Diencephalon

Diencephalon merupakan bagian sentral otak dan meliputi ventriculus tertius, yakni
rongga sempit yang terdapat antara belahan kanan dan belahan kiri diencephalon.1 Terdiri
dari thalamus di dorsal dan hypothalamus di ventral. Thalamus adalah massa substansia
grisea besar, yang terletak di kanan dan kiri ventriculus tertius. Thalamus merupakan stasiun
perantara besar untuk jaras sensoris aferen yang menuju cortex cerebri. Hypothalamus
membentuk bagian bawah dinding lateral dan dasar ventriculus tertius.2

Mesencephalon

Mesencephalon (midbrain) adalah bagian sempit otak yang berjalan melewati incisura
tentorii dan menghubungkan otak depan dengan otak belakang. Terdiri dari dua belahan
lateral yang disebut pedunculus cerebri. Masing-masing dibagi dalam pars anterior yaitu crus
cerebri, dan bagian posterior yaitu tegmentum, oleh sebuah pita substansia grisea berpigmen
yang disebut substansia nigra.2 Rongga yang terdapat dalam mesencephalon membentuk
suatu terusan sempit, yakni aquaductus mesencephali (aquaductus cerebri), yang
menyalurkan CSS dari ventriculus lateralis dan ventriculus tertius ke ventriculus quartus.1
Tectum adalah bagian mesencephalon yang terletak posterior terhadap aquaductus cerebri.
Tectum mempunyai empat tonjolan kecil, yaitu dua colliculus superior dan dua colliculus
inferior. Corpus pineale adalah sebuah kelenjar kecil yang terletak di antara colliculus
superior.2

Pons

Pons terletak pada permukaan anterior cerebellum, di bawah mesencephalon dan di


atas medulla oblongata. Terutama tersusun atas serabut-serabut saraf yang menghubungkan
kedua belahan cerebellum. Pons juga mengandung serabut-serabut ascendens dan descendens
yang menghubungkan otak depan, mesencephalon, dan medulla spinalis. Beberapa sel saraf
di dalam pons berfungsi sebagai stasiun perantara, sedangkan yang lain membentuk inti sel
saraf.2

Medulla Oblongata

Medulla oblongata berbentuk kerucut dan menghubungkan pons di atas dengan


medulla spinalis di bawah. Fissura mediana terdapat pada permukaan anterior medulla, dan
pada setiap sisi terdapat benjolan yang disebut pyramis. Pyramis tersusun dari berkas-berkas
serabut saraf yang berasal dari sel-sel besar di dalam gyrus precentralis cortex cerebri.
Pyramis mengecil ke bawah, dan di sini hampir seluruh serabut-serabut descendens
menyilang ke sisi lainnya membentuk decussatio pyramidum.2

Posterior terhadap pyramis terdapat oliva, yang merupakan elevasi lonjong yang
ditimbulkan oleh nucleus olivarius yang terdapat di bawahnya. Di belakang oliva terdapat
pedunculus cerebellaris inferior yang menghubungkan medulla dengan cerebellum. Pada
permukaan posterior pars inferior medulla oblongata terdapat tuberculum gracilis dan
cuneatus, yang ditimbulkan oleh nucleus gracilis di medial nucleus cuneatus di lateral.2

Cerebellum

Cerebellum menutupi pons dan medulla oblongala dan terdapat di bawah tentorium
cerebelli dalam fossa cranii posterior.1 Cerebellum terletak posterior terhadap pons dan
medulla oblongata. Terdiri dari dua hemisphere yang dihubungkan oleh bagian tengah yang
disebut vermis. Cerebellum dihubungkan dengan mesencephalon melalui pedunculus
cerebellaris superior, dengan pons oleh pedunculus cerebellaris medius, dan dengan medulla
oblongata oleh pedunculus cerebellaris inferior.2

Lapisan permukaan tiap hemispherium cerebella disebut cortex, terdiri dari substansia
grisea. Cortex cerebelli melipat-lipat disebut folia, yang dipisahkan oleh fissura transversa
yang tersusun rapat. Kelompok massa substansia grisea tertentu didapatkan di dalam
cerebellum, tertanam di dalam substansia alba. Yang terbesar dikenal sebagai nucleus
dentatus. Cerebellum berperan penting dalam mengendalikan tonus otot dan
mengkoordinasikan gerak otot pada sisi tubuh yang sama.2

Meninges

Meninges adalah selaput atau membran protektif yang melapisi dan membantu untuk
melindungi otak dan menjaga pembuluh darah yang ada di antaranya. Pada meninges terdiri
dari tiga lapisan yang melindungi serta membatasi otak. Lapisan luar yang kuat disebut dura
mater, lapisan tengah yang halus yaitu arachnoid mater, dan lapisan dalam yang melekat kuat
ke permukaan encephalon adalah pia mater. Ketiga lapisan ini memiliki fungsi yang sama
yaitu sebagai pembatas.3

Dimulai dengan lapisan paling luar atau dura mater. Lapisan ini adalah lapisan yang
kuat,tebal, dan penutup encephalon. Dura mater terdiri dari dua lapisan, yang pertama adalah
lamina externa/lapisan periosteal luar. Lapisan ini adalah lapisan yang melekat di permukaan
dalam cranium dan berperan sebagai periosteum dalam pada tulang tengkorak. Lapisan yang
kedua yaitu lamina interna/lapisan meningeal dalam, lapisan ini tertanam sampai pada fisura
otak dan terlipat kembali ke arahnya untuk membentuk bagian-bagian yang membagi lagi
bagian-bagian dari otak. Lapisan ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu falx cerrebri, ini
adalah bagian dari dura mater yang memisahkan antara cerebrum kiri dan kanan terletak
dalam fissure longitudinal antar hemisfer serebral. Yang kedua adalah falx cerebellum,
bagian ini adalah yang memisahkan antara cerebellum kiri dan kanan, di bagian dura mater
ada juga yang memisahkan antara cerebrum dan cerebellum keduanya ini dipisahkan oleh
tentorium cerebelli dan yang terakhir bagian dari dura mater adalah diaphragma sellae,
memanjang diatas sela tursika, tulang yang membungkus kelenjar hipofisis. Terdapat lubang
pada pusat diaphragma sellae yang dilalui oleh infundibulum, yang menghubungkan glandula
pituitaria dengan basis encephalon, dan pembuluh-pembuluh darah yang bersamanya. Berikut
penggambaran dari lapisan-lapisan.3

Gambar 1. Lapisan Dura Mater3

Persarafan pada Otak

Dalam basis cranii terdapat foramen-foramen yang merupakan sebuah lubang untuk tempat
dimana keluarnya 12 saraf cranial yang dari otak untuk mempersarafi bagian tubuh dan
foramen magnum, yang nantinya menjadi saluran dari persarafan medulla spinalis. Beberapa
saraf kranial hanya tersusun dari serabut sensorik, tetapi sebagian besar tersusun dari serabut
sensorik dan serabut motorik. Klasifikasi saraf ini meliputi :4

 Saraf olfaktori (CN I) adalah saraf sensorik. Saraf ini berasal dari epitelium olfaktori
mukosa nasal. Berkas serabut sensorik mengarah ke bulbus olfaktori dan menjalar
melalui traktus olfaktori sampai ke ujung lobus temporal, tempat persepsi indera
penciuman berada.
 Saraf optik (CN II) adalah saraf sensorik.
 Impuls dari batang dan kerucut retina mata dibawa kebadan sel akson yang
membentuk saraf optik. Setiap saraf optic keluar dari bola mata pada bintik
buta dan masuk ke rongga kranial melalui foramen optic.
 Serabut dari bagian nasal pada setiap mata menyilang dibagian anterior
hipotalamus untuk membentuk kiasma optik, serabut pada bagian temporal
setiap mata lewat tanpa bersilangan.
 Seluruh serabut memanjang saat traktus optik, bersinapsis pada sisi lateral
nuclei genikulasi thalamus, dan menonjol ke atas sampai ke area visual lobus
oksipitalis untuk persepsi indera penglihatan.
 Saraf okulomotorik ( CN III) merupakan saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri
dari saraf motorik. Neuron motorik berasal dari otak tengah dan membawa impuls ke
seluruh otot bola mata (kecuali otot oblik superior dan rektus lateral), ke otot yang
membuka kelopak mata, dan ke otot polos tertentu pada mata. Serabut sensoris
membawa informasi indera otot (kesadaran proprioperatif) dari otot mata yang
terinervasi ke otak.
 Saraf trochlea ( CN IV ) adalah saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf
motorik dan merupakan saraf terkecil dalam saraf cranial. Neuron motorik berasal
dari langit-langit otak tengah dan membawa impuls ke otot oblik superior bola mata.
Serabut sensorik dari spindle otot menyampaikan informasi indera otot dari otot oblik
superior ke otak.
 Saraf trigeminal ( CN V ), saraf cranial terbesar, merupakan saraf gabungan tetapi
sebagian besar terdiri dari saraf sensorik. Bagian ini membentuk saraf sensorik utama
pada wajah, dan rongga nasal serta rongga oral.
 Neuron motorik berasal dari pons dan menginervasi otot msatikasi kecuali otot
buccinators.
 Badan sel neuron sensorik terletak dalam ganglia trigeminal (semilunaris).
Serabut bercabang kea rah distal menjadi tiga divisi.
1. Cabang optalmik membawa informasi dari kelopak mata, bola mata,
kelenjar air mata, sisi hidung, rongga nasal, dan kulit dahi serta kepala.
2. Cabang maksilar membawa informasi dari kulit wajah, rongga oral
(gigi atas, gusi, dan bibir ) dan langit-langit mulut (palatum ).
3. Cabang mandibular membawa informasi dari gigi bawah, gusi, bibir,
kulit rahang dan area temporal kulit kepala. Radiks motoric saraf
trigeminal menjalar bersama cabang mandibular.
 Saraf abdusen ( CN VI) merupakan saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari
saraf motorik. Neuron motorik berasal dari sebuah nucleus pada pons yang
menginervasi otot rektus lateral mata. Serabut sensorik membawa pesan proprioseptif
dari otot rektus lateral ke pons.
 Saraf facial ( CN VII) adalah saraf gabungan. Neuron motorik terletak dalam nuklei
pons. Neuron ini menginervasi otot ekpresi wajah, termasuk kelenjar air mata dan
kelenjar saliva. Neuron sensorik membawa informasi dari reseptor pengecap pada dua
pertiga bagian anterior lidah.
 Saraf vestibulocochlear ( CN VIII), hanya terdiri dari saraf sensorik dan memiliki dua
divisi. Cabang cochlear atau auditori menyampaikan informasi dari reseptor untuk
indera pendengaran dalam organ corti telinga dalam ke nuclei genikulasi pada
thalamus, dan kemudian ke area auditori pada lobus temporal. Cabang vestibular
membawa informasi yang berkaitan dengan ekuilibrium dan orientasi kepala terhadap
ruang yang diterima dari reseptor sensorik pada telinga dalam. Impuls menjalar
sampai ke nuclei vestibular dalam medulla dan dikirim kembali ke cerebellum.
 Saraf glosofaringeal ( CN IX ) adalah saraf gabungan. Neuron motorik berawal dari
medula dan menginervasi otot untuk bicara dan menelan serta kelenjar saliva parotid.
Neuron sensorik membawa informasi yang berkaitan dengan rasa dari sepertiga
bagian posterior lidah dan sensasi umu dari faring dan laring, neuron ini juga
membawa informasi mengenai tekanan darah dari reseptor sensorik dalam pembuluh
darah tertentu.
 Saraf vagus ( CN X ) adalah saraf gabungan. Neuron motorik berasal dari dalam
medulla dan menginervasi hampir semua organ toraks dan abdomen. Neuron sensorik
membawa informasi dari faring, laring, trakea, esophagus, jantung, dan visera
abdominal ke medulla dan pons.
 Saraf aksesori spinal ( CN XI ) adalah saraf gabungan, tetapi sebagian terdiri dari
serabut motorik.
 Neuron motorik berasal dari dua area.
1. Bagian cranial berawal dari medula dan menginervasi otot volunteer
faring dan laring.
2. Bagian spinal muncul dari medulla spinalis serviks dan menginervasi
otot trapezius dan sterno cleidomastoid.
 Neuron sensorik membawa informasi dari otot yang sama yang terinervasi
oleh saraf motorik, misalnya otot laring, faring, trapezius, dan otot
sternocleidomastoid.
 Saraf hipoglosal ( CN XII ) termasuk saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari
saraf motorik. Neuron motorik berawal dari medulla dan mensuplai otot lidah. Neuron
sensorik membawa informasi dair spindel otot di lidah.

Gambar 2. Saraf Cranial.4

Sistem Cairan Serebrospinal

Seluruh rongga otak yang melingkupi otak dan medula spinalis memiliki kapasitas
sekitar 1650 ml. Sekitar 150 ml dari volume ini ditempati oleh cairan serebrospinal dan
sisanya ditempati oleh otak dan medulla spinalis. Cairan ini terdapat di ventrikel otak, dalam
sisterna di sekitar bagian luar otak dan dalam ruang subarakhnoid sekitar otak dan medula
spinalis. Seluruh ruang tersebut saling berhubungan, dan tekanan cairan dipertahankan pada
suatu tingkat yang konstan.5

Fungsi Peredaman Cairan Serebrospinal


Fungsi utama cairan serebrospinal adalah untuk melindungi otak dalam ruangnya
yang padat. Otak dan cairan serebrospinal memiliki gaya berat jenis yang kurang lebih sama
(hanya berbeda sekitar 4 persen), sehingga otak terapung dalam cairan ini. Oleh karena itu,
benturan pada kepala, jika tak terlalu keras, akan menggerakkan seluruh otak dan tengkorak
secara serentak, sehingga tidak ada bagian otak yang berubah bentuk akibat benturan tadi.6

Bila benturan pada kepala sangat kuat, mungkin tidak merusak otak pada sisi kepala
yang terbentur, tetapi justru pada sisi yang berlawanan. Fenomena ini dikenal sebagai
contrecoup dan penjelasan dari efek ini adalah sebagai berikut: ketika benturan mengenai
kepala, cairan pada sisi kepala yang terbentur tertahan sehingga cairan tersebut mendorong
otak pada saat yang bersamaan secara sinergis dengan tulang tengkorak. Pada sisi
berlawanan, gerakan keseluruhan tulang tengkorak yang tiba-tiba menyebabkan tengkorak
tertarik dari otak untuk sementara waktu akibat sifat inersia otak, dan menciptakan suatu
ruang hampa sesaat di area yang berlawanan arah dengan area benturan. Kemudian, ketika
tulang tengkorak tidak lagi mengalami akselerasi oleh benturan, ruang hampa tersebut tiba-
tiba kolaps dan otak membentur permukaan dalam tengkorak.6

Kutub dan permukaan inferior lobus temporalis dan frontalis, tempat otak menyentuh
protuberansia tulang di dasar tengkorak, sering kali mengalami cedera dan kontusio (memar)
setelah mengalami benturan hebat di kepala, seperti yang dialami seorang petinju. Jika
kontusio terjadi di sisi yang sama dengan sisi cedera, disebut cedera coup; jika terjadi di sisi
yang berlawanan arah. Kontusio ini disebut cedera contrecoup.6

Cedera coup dan contrecoup juga dapat disebabkan hanya oleh percepatan atau
perlambatan yang cepat tanpa adanya benturan fisik akibat pukulan pada kepala. Dalam
keadaan seperti ini, otak dapat terpelanting dari dinding tengkorak yang mengakibatkan
cedera coup dan kemudian juga terpelanting dari sisi berlawanan yang menyebabkan
kontusio contrecoup. Cedera seperti ini dapat terjadi, misalnya pada “sindroma mengayun
bayi” atau pada kecelakaan kendaraan.6

Pembentukan, Aliran, dan Absorpsi Cairan Serebrospinal

Cairan serebrospinal dibentuk dengan kecepatan sekitar 500ml per hari, yaitu
sebanyak tiga sampai empat kali volume total cairan di seluruh sistem cairan serebrospinal.
Kira-kira dua pertiga atau lebih cairan ini berasal dari sekresi pleksus koroideus di keempat
ventrikel, terutama di kedua ventrikel lateral. Sejumlah kecil cairan tambahan disekresikan
oleh permukaan ependim ventrikel dan membran arakhnoid. Sebagian kecil berasal dari otak
itu sendiri melalui ruang perivaskular yang mengelilingi pembuluh darah yang masuk ke
dalam otak.6

Saluran utama aliran cairan, berjalan dari pleksus koroideus dan kemudian melewati
sistem cairan serebrospinal. Cairan yang disekresikan di ventrikel lateral, mula-mula
mengalir ke dalam ventrikel ketiga: kemudian, setelah mendapat sejumlah kecil cairan dari
ventrikel ketiga, cairan tersebut mengalir ke bawah di sepanjang akuaduktus Sylvii ke dalam
ventrikel keempat, tempat sejumlah kecil cairan ditambahkan. Akhirnya, cairan ini keluar
dari ventrikel keempat melalui tiga pintu kecil, yaitu dua foramen Luschka di lateral dan satu
foramen Magendie di tengah, masuk ke sisterna magna, yaitu suatu rongga cairan yang
terletak di belakang medula oblongata dan di bawah serebelum.6

Sisterna magna berhubungan dengan ruang subarakhnoid yang mengelilingi seluruh


otak dan medula spinalis. Hampir seluruh cairan serebrospinal kemudian mengalir ke atas
dari sisterna magna melalui ruang subarakhnoid yang mengelilingi serebrum. Dari sini, cairan
mengalir ke dalam vili arakhnoidalis yang menjorok ke dalam sinus venosus sagitalis yang
besar dan sinus venosus lainnya di serebrum. Jadi, setiap cairan ekstra akan bermuara ke
dalam vena melalui pori-pori vili tersebut.6

Tekanan Cairan Serebrospinal

Cairan serebrospinal (CSS) dibentuk dengan kecepatan tetap, karena itu laju absorpsi
cairan ini oleh vili araknoid menentukan jumlah cairan yang ada di system ventrikel dan
besar tekanan CSS. Vili araknoid berfungsi seperti katup satu arah yang memungkinkan CSS
mengalir ke dalam darah sinus venosus tetapi mencegah aliran darah ke dalam CSS. Dalam
keadaan normal, katup ini memungkinkan CSS mengalir ke dalam sinus venosus ketika
tekanan CSS sekitar 1,5 mmHg lebih besar daripada tekanan darah di sinus venosus. Jika vili
tersumbat oleh partikel-partikel besar atau fibrosis, tekanan CSS dapat meningkat drastic.
Tekanan normal CSS adalah 10 mmHg. Tumor otak, pendarahan, atau proses infeksi dapat
mengganggu kemampuan vili araknoid menyerap CSS dan menyebabkan tekanan CSS
meningkat hingga tiga sampai empat kali normal.5

Suplai Darah Otak (Vaskularisasi)

Arteri Otak
Otak disuplai oleh dua a. carotis interna dan dua a. vertebralis. Keempat arteri ini
beranastomosis pada permukaan inferior otak dan membentuk circulus Willisi (circulus
arteriosus).7

Arteria Carotis Interna

A. carotis interna keluar dari sinus cavernosus pada sisi medial prosesus clinoideus
anterior dengan menembus duramater. Kemudian arteri ini membelok ke belakang menuju
sulcus cerebri lateralis. Di sini, arteri ini bercabang menjadi a. cerebri anterior dan a. cerebri
media.7

Cabang - cabang Cerebral A. Carotis Interna :7

 A. opthalmica, dipercabangkan sewaktu a. carotis interna keluar dari sinus cavernosuis.


Pembuluh ini masuk orbita melalui canalis opticus, di bawah dan lateral terhadap n.
opticus.
 A. communicans posterior, pembuluh kecil yang berjalan ke belakang untuk bergabung
dengan a. cerebri posterior.
 A. choroidea, sebuah cabang kecil, berjalan ke belakang, masuk ke dalam cornu inferior
ventriculus lateralis, dan berakhir di dalam plexus choroideus.
 A. cerebri anterior, berjalan ke depan dan medial, dan masuk ke dalam fisura
longitudinalis cerebri. Arteri tersebut bergabung dengan arteri yang sama dari sisi yang
lain melalui a. communicans anterior. Pembuluh ini membelok ke belakang di atas corpus
callosum, dan cabang-cabang corticalnya menyuplai permukaan medial cortex cerebri
sampai ke sulcus parieto-occipitalis. Pembuluh ini juga menyuplai sebagian cortex
selebar 1 inci (2,5 cm) pada permukaan lateral yang berdekatan. Dengan demikian a.
cerebri anterior menyuplai 'area tungkai' gyrus precentralis. Sejumlah cabang-cabang
centralis menembus substansi otak dan mensuplai massa substantia grisea di bagian
dalam hemispherium cerebri.
 A. cerebri media, adalah cabang terbesar dari a. carotis interna, berjalan ke lateral dalam
sulcus laleralis. Cabang-cabang cortical menyuplai seluruh permukaan lateral hemisphere,
kecuali daerah sempit yang disuplai oleh a. cerebri anterior, polus occipitalis dan
permukaan inferolateral hemisphere yang disuplai oleh a. cerebri posterior. Dengan
demikian, arteri ini menyuplai seluruh area motoris kecuali 'area tungkai'. Cabang-cabang
centralis masuk ke substansia perforata anterior dan menyuplai massa substantia grisea di
bagian dalam hemispherium cerebri.

Arteria VertebraIis

A. vertebralis, cabang dari bagian pertama a. subclavia berjalan ke atas melalui


foramen prosesus transversus vertebra C1-6. Pembuluh ini masuk ke tengkorak melalui
foramen magnum dan berjalan ke atas, depan dan medial medula oblongata. Pada pinggir
bawah pons arteri ini bergabung dengan arteri dari sisi lainnya membentuk a. basilaris.7

Cabang - cabang Cranial :7

 Aa. Meningeae
 A. spinalis anterior dan posterior
 A. cerebelli posteroinferior.
 Aa. medullares.

Arteria Basilaris

A. basilaris, dibentuk dari gabungan kedua a, vertebralis, berjalan naik di dalam alur
pada permukaan anterior pons. Pada pinggir atas pons bercabang dua menjadi a. cerebri
posterior.7

Cabang – cabang :7

 Cabang-cabang untuk pons, cerebellum, dan telinga dalam


 A. cerebri posterior, pada rnasing-masing sisi melengkung ke lateral dan belakang di
sekeliling masensefalon. Cabang-cabang cortical menyuplai permukaan inferolateral
lobus temporalis dan permukaan lateral dan mudial lobus occipitalis. Jadi menyuplai
cortex visual. Cabang-cabang central menembus substansi otak dan menyuplai (a)
massa substantla grisea di dalam hemisfer cerebri dan (b) mesensefalon.

Circulus Willisi
Circulus Willisi terletak di dalam fossa interpeduncularis pada dasar otak. Circulus ini
dibentuk oleh anastomosis antara kedua a. carotis interna dan kedua a. vertebralis. A.
communicans anterior, a. cerebri anterior, a. carotis interna, a. communicans posterior, a.
cerebri posterior, dan a. basilaris ikut membentuk circulus ini. Circulus Willisi
memungkinkan darah yang masuk melalui a. carotis interna atau a. vertebralis didistribusikan
ke setiap bagian dari kedua hemispherium cerebri. Cabang-cabang cortical dan central dari
circulus ini menyuplai substansi otak.7

Vena Otak

Vena-vena otak tidak mempunyai jaringan otot di dalam dindingnya yang sangat tipis
dan tidak mempunyai katup. Vena tersebut keluar dari otak dan bermuara ke dalam sinus
venosus cranialis. Terdapat vena-vena cerebri, cerebelli, dan batang otak. V. magna cerebri
dibentuk dari gabungan kedua v. interna cerebri dan bermuara ke dalam sinus rectus.7

Sawar Darah Otak

Sawar darah otak adalah sawar fungsional yang lebih ketat mengatur masuknya zat
tertentu dari darah ke dalam jaringan saraf ketimbang di sebagian besar jaringan lain, yang
melindungi sifat lingkungan mikro neuron. Komponen struktural utama sawar darah otak
adalah endotel kapiler, dengan sel-sel yang tersekat rapat dengan taut kedap yang
berkembang baik dan tidak memperlihatkan atau sedikit menunjukkan transitosis. Selain itu,
lamina basal kapiler di sebagian besar regio SSP dilapisi oleh kaki perivaskular astrosit yang
selanjutnya mengatur pasase molekul dan ion dan darah ke otak.8

Cedera Otak

Geger otak ditandai dengan kehilangan kesadaran seketika yang bersifat sementara,
langsung setelah seseorang mengalami benturan pada kepala. Kontusio serebral (memar)
terjadi akibat rudapaksa (trauma). Pia mater cranialis terlepas dari otak pada daerah yang
mengalami cedera dan mungkin juga robek, memungkinkan darah memasuki spatium
subarachnoideum. Memar mungkin disebabkan oleh benturan otak yang bergerak terhadap
cranium yang stasioner; atau cranium terhadap otak. Kontusio dapat menyebabkan hilangnya
kesadaran selama waktu cukup panjang. Laserasi serebral (robeknya jaringan saraf)
seringkali berhubungan dengan fraktur cranium yang disertai dengan terdorongnya fragmen
fraktur ke dalam atau luka tembakan. Laserasi demikian mengakibatkan terputusnya
pembuluh darah dan perdarahan ke dalam otak dan spatium subarachnoideum. Hasilnya,
peningkatan tekanan intrakranial dan kompresi serebral. Kompresi serebral dapat terjadi
karena penimbunan darah intrakranial, obstruksi peredaran atau absorpsi CSS, tumor atau
abses intrakranial, dan edema otak (misalnya, sesudah cedera kepala).1

Kesimpulan

Otak adalah suatu bagian yang paling penting dalam tubuh manusia. Maka dari itu,
otak harus dilindungi. Meninges adalah selaput atau membran protektif yang melapisi dan
membantu untuk melindungi otak dan menjaga pembuluh darah yang ada di antaranya. Geger
otak adalah penyakit yang disebabkan karena trauma (benturan) yg cukup hebat pada kepala,
sehingga menimbulkan kerusakan. Geger otak ditandai dengan kehilangan kesadaran seketika
yang bersifat sementara, langsung setelah seseorang mengalami benturan pada kepala.
Daftar Pustaka

1. Moore KL, Agur AMR. Anatomi klinis dasar. Jakarta: Hipokrates; 2005.h.361-4.
2. Snell RS. Anatomi klinis berdasarkan sistem. Jakarta: EGC; 2011.h.492-8.
3. Drake RL, Vogl AW, Mitchell AWM. Gray dasar-dasar anatomi. Singapore: Elsevier;
2011.h.436-7.
4. Sloane E. Anatomi dan fisiologi. Jakarta: EGC; 2005.h.176-8.
5. Hall JE. Buku saku fisiologi kedokteran. Edisi ke-11. Jakarta: EGC; 2009.h.477-9.
6. Hall JE. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-12. Singapore: Elsevier; 2011.h.806-
7.
7. Snell RS. Anatomi klinis untuk mahasiswa kedokteran. Jakarta: EGC; 2006.h.761-2.
8. Mescher AL. Histologi dasar junqueira teks dan atlas. Edisi ke-12. Jakarta: EGC;
2012.h.149.